Anda di halaman 1dari 25

Makalah

Asuhan Keperawatan Penerapan Teori King


Caring dalam Keluarga

Diajukan sebagai tugas MakalahAsuhan Keperawatan Penerapan Teori


King Caring dalam Keluarga untuk tugas Konsep Dasar Keperawatan
di Tingkat I Regular A, pada Semester I, Tahun 2016/2017

Disusun Oleh :

Kelompok 2

Tingkat : I Regular A

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia


Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya
Jurusan Keperawatan
Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya
Tahun 2016/2017
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.8C Surabaya Telp. 031-5038487 - 5501743
Kata Pengantar
Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat
limpahan nikmat, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Dalam makalah ini
penulis akan membahas tentang Asuhan Keperawatan Penerapan Teori King
tepatnya Caring dalam Keluarga.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Praktek pelajaran Seni
Budaya. Dengan selesainya makalah ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Ibu Ns. Endah Suprihatin, M.Kep.Sp.Mat. selaku Kepala Jurusan Prodi
DIII Keperawatan Soetomo yang telah mendukung penulis dalam
menyusun makalah ini.
2. Bapak Kastubi, S.Kep.Ns., M.Kes. selaku pembimbing dan Dosen
Konsep Dasar Keperawatan di Prodi DIII Keperawatan Soetomo yang
telah memberikan banyak bantuan, bimbingan, serta pengarahan
hingga terselesainya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu penulis mengundang pembaca untuk memberikan
saran serta kritik yang dapat membangun. Kritik dari pembaca penulis harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Harapan penulis semoga berbagai
saran dan kritik yang bersifat membangun dapat menjadi bekal penulis untuk
penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya
sendiri maupun orang yang membacanya.

Surabaya, 14 Oktober 2016

( Kelompok 2 )
LEMBAR PENGESAHAN
Tugas Makalah Asuhan Keperawatan Penerapan Teori King Caring dalam
Keluarga untuk tugas materi kuliah Konsep Dasar Keperawatan di Tingkat I
Regular A, pada Semester I, Tahun 2016/2017

Sudah disahkan.

Surabaya, 28 September 2016

Mengetahui

Dosen Mata Kuliah Konsep Dasar Keperawatan

Kastubi, S.Kep.Ns., M.Kes.

Megesahkan

Kepala Jurusan Prodi DIII Keperawatan Soetomo

Ns. Endah Suprihatin, M.Kep.Sp.Mat.

NIP. 197005171992032001
BIOADATA KELOMPOK 2

NO. NAMA NIM

1. Veliyana Sukarji P27820116001

2. Mei Indah Sari P27820116008

3. Alif Nurul Lailia P27820116015

4. Dian Dewi Pratiwi P27820116018

5. Trianaka Ficta Rochmah Annisya P27820116022

6. Muhammad Rifki Apriliansyah P27820116024

7. Naraswari Pratiwi P27820116033

8. Putri Nur Rochmah P27820116038


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LOGO POLTEKKES KEMENKES SURABAYA................................. ii
KATA PENGANTAR ..... iii
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................ iv
DAFTAR ISI ................. v
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ........... 1
1.2 DASAR PEMIKIRAN..................................................................... 3
1.3 RUMUSAN MASALAH................................................................. 4
1.4 TUJUAN PENULISAN........................................... 4
1.5 MANFAAT PENULISAN..... 4
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN........................................................ 5
1.7 METODOLOGI PENULISAN........................................................ 5
BAB II : PEMBAHASAN
2.1 TEORI DAN KONSEP MODEL IMOGENE KING..................... 6
2.2 PENGERTIAN CARING DALAM KELUARGA........................... 10
2.3 ASUHAN KEPERAWATAN DALAM KELUARGA..................... 11
BAB III : PENUTUP
3.1 KESIMPULAN ..... 17
3.2 SARAN .... 20
DAFTAR PUSTAKA ......... 21
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

1.2 DASAR PEMIKIRAN


Dasar pemikiran untuk makalah ini adalah sebagai salah satu tugas Konsep
Dasar Keperawatan untuk mahasiswa Tingkat 1 Regular A pada semester ganjil.

1.3 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang dimunculkan
oleh penulis ialah sebagai berikut :
1. Bagaimana model dan konsep teori keperawatan menurut Imogene King?
2. Apakah pengertian dari Caring dalam Keluarga?
3. Bagaimana unsur unsur yang ada dalam Asuhan Keperawatan pada
keluarga?

1.4 TUJUAN PENULISAN


Tujuan penulisan ini dibagi menjadi 2 yaitu, Tujuan Umum dan Tujuan
Khusus :
1.4.1 TUJUAN UMUM
1. Mengetahui model dan konsep teori keperawatan menurut
Imogene King.
2. Mengetahui pengertian dari Caring dalam Keluarga.
3. Mengetahui unsur unsur yang ada dalam Asuhan Keperawatan
pada keluarga.
1.4.1 TUJUAN UMUM
Menyelesaikan tugas mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan
tentang Asuhan Keperawatan penerapan model King Caring dalam
Keluarga.

1.5 MANFAAT PENULISAN


a. Sebagai bahan pelajaran atau referensi bagi para mahasiswa.
b. Sebagai wacana awal bagi penyusunan makalah selanjutnya.
c. Sebagai literature untuk lebih memahami tentang asuhan
keperawatan penerapan teori King caring dalam keluarga.

1.6. SISTEMATIKA PENULISAN


Dalam penyusunan makalah ini, sistematika penulisan yang
digunakan adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang : Latar belakang, dasar pemikiran, rumusan masalah,
tujuan penulisan, manfaat penulisan, sistematika penulisan, dan
metodologi penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Berisi tentang : Pembahasan mengenai pelaksanaan asuhan
keperawatan penerapan teori King caring dalam keluarga.
BAB III PENUTUP
Berisi tentang : Kesimpulan dan saran

1.7 METODOLOGI PENULISAN


Dalam penulisan makalah ini, Metodologi penelitian yang
digunakan adalah :

1. Penjelajahan internet yaitu dengan mencari beberapa informasi di


mesin pencari yang tidak penulis dapatkan dari buku-buku.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 TEORI DAN KONSEP MODEL IMOGENE KING


King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan
menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang
konstan dengan lingkungan sehingga King mengemukakan dalm model
konsep interaksi.
Dalam mencapai hubungan interaksi, King mengemukakan konsep
kerjanya yang meliputi adanya sistem personal, sistem interpersonal, dan
sistem sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lain.
Menurut King, sistem personal merupakan sistem terbuka dimana di
dalamnya terdapat persepsi, adanya pola tumbuh kembang, gambaran tubuh,
ruang dan waktu dari individu dan lingkungan, kemudian hubungan
interpersonal merupakan suatu hubungan antara perawat dan pasien, serta
hubungan sosial yang mengandung arti bahwa suatu interaksi perawat dan
pasien dalam menegakkan sistem sosial, sesuai dengan situasi yang ada.
Melalui dasar sistem tersebut, King memandang manusia merupakan individu
yang reaktif, yakni bereaksi terhadap situasi, orang, dan objek. Manusia
sebagai makhluk yang berorientasi terhadap waktu tidak lepas dari masa lalu
dan sekarang yang dapat memengaruhi masa yang akan datang dan sebagai
makhluk sosial manusia akan hidup bersama orang lain yang akan
berinteraksi satu dengan yang lain.
Berdasarkan hal tersebut, manusia memiliki tiga kebutuhan dasar,
yaitu :
a. Informasi kesehatan,
b. Pencegah penyakit, dan
c. Kebutuhan terhadap perawat ketika sakit
2.2 PENGERTIAN CARING DALAM KELUARGA
2.3 ASUHAN KEPERAWATAN DALAM KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN. A


DENGAN HIPERTENSI DI DESA NYIUR GADING
RT 01 RW 00 SIMPANG BABEKO
KECAMATAN BATHIN II BABEKO

A. PENGKAJIAN
Pengkajian pada keluarga Tn. A dilakukan pada Hari Sabtu- minggu, 11-
12 mei 2013 di rumah Tn. A

B. DATA UMUM

1. Nama KK : Tn. A
2. Umur : 45 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Buruh Tani
5. Alamat : Ds. Nyiur Gading RT.01/ RW.02 Simpang
Babeko Kecamatan Bathin II Babeko
6. Komposisi Keluarga :
Status
Hub. Imunisasi
No. Nama
dengan Pendidikan Umur BCG/POLIO/ Ket.
KK DPT/
HEPATITIS
1. Tn. A L Suami SD 45 Th

2. Tn. N P Istri SMA 42 Th

3. Tn. M P Anak SMA 20 Th

4. Tn. J P Anak SD 11 Th

5. Tn. F L Anak TK 6 Th
7. Genogram.
Laki laki : Klien

Perempuan : Meninggal

Tinggal serumah : Meninggal

Tn. A kakak beradik 6 orang, dua orang laki-laki dan 4 orang


perempuan, orang tua Tn. A seorang perempuan meninggal yang
laki-laki masih hidup, Tn. A ada 3 orang dari 6 saudara dan menikah
dengan Ny. N anak ke 6 dari 6 saudara, 2 orang anak laki-laki dan 3
orang perempuan dan 1 orang perempuan meninggal dunia.

8. Tipe Keluarga.
Keluarga Tn. A termasuk tipe keluarga inti (Nuclear family).
Keluarga Tn. A terdiri dari Tn. A sebagai kepala keluarga, Ny. N
istri, An. M, J, F

9. Suku Bangsa.
Tn. A dari suku padang dan Ny. N dari suku melayu. Bahasa
yang digunakan dalam keseharian adalah bahasa daerah. Dalam
keluarga Tn. A tidak ada pantangan atau kebiasaan yang mengikat,
terutama kaitannya dengan kesehatan.

10. Agama.
Keluarga Tn. A beragama Islam, taat dalam menjalankan
ibadah. Keluarga Tn. A menganggap bahwa agama adalah keyakinan
akan adanya Tuhan dan manusia sebagai hambanya harus mengabdi
dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Keyakinan yang dianut dalam keluarga Tn. A tidak ada yang
bertentangan dengan kesehatan.

11. Status sosial ekonomi keluarga.


Tn. A bekerja sebagai petani dengan penghasilan
Rp.2.000.000 perbulan yang diterima dan pengeluaran Tn. A setiap
bulan. Dari pendapatan tersebut keluarga Tn. A menggunakannya
untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

12. Aktivitas rekreasi keluarga.


Aktivitas rekreasi yang biasa dilakukan keluarga Tn. A
adalah hanya mendengarkan musik dan sesekali menonton TV di
rumah bersama keluarga.

C. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini.


Saat ini keluarga Tn. A berada pada tahap keluarga mulai
melepas anaknya sebagai orang dewasa. Hal ini didukung dengan
data masih ada anak Tn. A yang belum menikah yaitu An. M, An J,
An. F.

2. Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi.


Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi adalah
membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat.

3. Riwayat keluarga inti.


Keluarga Tn. A saat ini dalam keadaan sehat, hanya Ny. N
yang menderita tekanan darah tinggi. Ny. N mengeluh pegel-pegel
dan linu-linu pada persendian. Ny. N sering mengalami kepala terasa
pusing dan berat secara tiba-tiba, Satu bulan yang lalu tidak bisa
bangun dari tempat tidur.
4. Riwayat keluarga sebelumnya.
Dari keluarga Tn. A tidak yang mengalami penyakit keturunan,
Ny. N ada riwayat penyakit keturunan. Hubungan antara keluarga dari
pihak Tn. A dan Ny. N baik, tidak ada konflik.

D. DATA LINGKUNGAN RIWAYAT DAN TAHAP


PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Karakteristik rumah.
Keluarga Tn. A didesa simpang babeko, dengan luas tanah
110 m2. Rumah milik sendiri, bangunan permanen, tembok belum
disemen, lantai plester, ada 3 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar
mandi. Kondisi dalam rumah agak kotor dan tidak teratur. Semua
ruang terdapat jendela yang dibuka kadang-kadang saja. Sumber mata
air menggunakan sumur arthritis yang mengalir pada jam-jam tertentu.
Septic tank berada di samping rumah, jarak dengan sumber air lebih
dari 10 m. Kondisi air jernih, tidak berbau, tidak berasa. Keluarga Tn.
A memiliki gentong sebagai penampung air untuk keperluan memasak.
Sampah ditampung di tempat sampah di samping rumah, yang akan
dibakar jika sudah kering. Terdapat fasilitas pembuangan limbah
rumah tangga berupa selokan yang dialirkan ke sungai. Keluarga Tn. A
mengetahui jika ada lingkungan yang kotor seperti sampah yang
berserakan, air yang menggenang itu semua dapat menimbulkan
penyakit. Dalam keluarga Tn. A kebiasaan membersihkan rumah
setiap hari berupa menyapu lantai.
Denah Rumah :
1. Pintu depan
2. Kamar tidur 1
3. Ruang tamu
4. Kamar tidur 2
5. Sumur
6. Wc
7. Kamar mandi
8. Meja makan
9. Dapur
10. Kamar tidur 3
11. Pintu belakang

2. Karakteristik tetangga dan komunitasnya.


Lingkungan tetangga cukup ramah, keluarga Tn. A tinggal
berdekatan dengan tetangganya. Hubungan dengan tetangga cukup
baik. Kebanyakan tetangga bermata pencaharian sebagai Perawat.

3. Mobilitas geografis keluarga.


Tn. A bersama keluarga menempati rumahnya sudah 8 tahun.
Letak rumah tepat di dekat jalan raya kampung, alat transportasi
umum yang ada yaitu angkutan umum dan ojek. Sedang untuk
mobilitas, keluarga menggunakan sepeda Motor. Jarak rumah ke
puskesmas 7 km.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat.


Keluarga Tn. A biasa berkumpul pada sore hari, sepulang
kerja. Di lingkungan rumah ada kegiatan rutin seperti pengajian ibu-
ibu, pertemuan RT , kamling, posyandu dan kebersihan lingkungan.
Kadang-kadang Tn. A ikut pertemuan RT. Ny. N tidak pernah ikut
kegiatan karena takut jika berjalan jauh nanti jatuh. Keamanan
lingkungan terjaga, hubungan antar tetangga baik. Tn. A, Ny. N An.
M, dan Ny. Sn menyadari pentingnya posyandu lansia untuk
memantau kesehatan. Tetapi kendalanya jarak posyandu yang jauh,
sehingga enggan untuk datang.

5. Sistem pendukung keluarga.


Keluarga Tn. A tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan
(askes gakin) yang dapat digunakan untuk pengobatan dan perawatan
di fasilitas kesehatan yang ada.

E. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola komunikasi keluarga.


Komunikasi yang digunakan dalam keluarga Tn. A yaitu
komunikasi terbuka, jika ada masalah maka akan dirembuk bersama.
Jika pagi tidak ada yang di rumah karena ada kesibukan tersendiri,
Jika sore hari setelah keluarga kumpul semua anggota keluarga juga
biasa bercengkeramah di ruang tamu.

2. Struktur kekuatan keluarga.


Tn. A sebagai kepala keluarga berperan sebagai pengambil
keputusan, meskipun tetap lewat musyawarah keluarga.

3. Struktur peran.
Tn. A berperan sebagai kepala keluarga masih aktif bekerja
mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Ny. N berperan
sebagai ibu istri, An.M sebagai anak bungsu yang masih tinggal
dengan kedua orang tuanya. Ny. Sn adalah kakak Ny. S.
4. Nilai dan norma budaya.
Dalam keluarga Tn. A menekankan etika dan sopan santun
dalam bergaul dengan orang lain, saling menghormati dan
menghargai, serta berani karena benar.

F. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi afektif.
Keluarga Tn. A termasuk keluarga yang harmonis, interaksi
dalam keluarga terjalin baik. Antar anggota keluarga saling
memperhatikan, menghormati, dan menyayangi sehingga tidak ada
istilah pilih kasih.

2. Fungsi sosialisasi.
Dalam keluarga Tn. A biasa ditanamkan kedisiplinan.
Hubungan dengan tetangga baik, Tn. A juga anggota keluarga yang
lain selalu berusaha melakukan sosialisasi dengan lingkungan jika ada
waktu senggang.

3. Fungsi perawatan kesehatan.


Mengenal masalah kesehatan.
Keluarga Tn. A mengetahui kalau Ny. N menderita
tekanan darah tinggi. Keluarga hanya tahu makanan yang
harus dihindari oleh Ny. N yaitu makan yang asin-asin dan
daging. Ny. N jarang mengontrolkan kesehatannya dengan
alasan tidak memiliki cukup uang. Ny. N juga tidak rutin
minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.

Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.


Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan
obat di warung dan makan obat herbal, tetapi jika dirasa
sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat warung dan obat
herbal maka akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam
terdekat.

Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit.


Dalam keluarga belum ada yang memperingatkan Ny.
N untuk memeriksa keadaannya Karena Ny. N ada riwayat
hipertensi maka Tn. A sudah berusaha untuk Ny. N Semua
anggota keluarga juga sangat memperhatikan kondisi Ny. N.

Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan


rumah yang sehat.
Kondisi rumah tidak rapi, agak kotor, dan penataan
ruangan kurang serasi. Keluarga kurang tahu bahaya akibat
lingkungan yang tidak teratur bagi anggota keluarga yang
sudah lanjut usia.

Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan


kesehatan di masyarakat.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke
Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain jika dirasa sakitnya
berat dan tidak sembuh dengan obat yang dibeli di warung dan
obat herbal. Tn. A dan Ny. N tidak memiliki kartu JPS atau
Askes Gakin.

4. Fungsi reproduksi.
Saat ini Ny. N sudah mengalami penyakit hipertensi. An. M
belum menikah, kedua orang tua berharap An.M segera mendapatkan
pendamping hidup.
5. Fungsi ekonomi.
Semua pendapatan yang ada digunakan untuk keperluan
hidup sehari-hari. Dari makan, listrik, air, dan hal-hal yang tidak
terduga. Dengan pendapatan yang pas-pasan tersebut keluarga tidak
dapat menabung.

G. STRESS DAN KOPING INDIVIDU

1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang.


Bagi keluarga Tn. A saat ini yang masih menjadi pikiran
adalah anaknya, An. M yang belum menikah dalam usia 20 tahun. Tn.
A maupun Ny. N ingin agar anaknya segera menikah.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor.


Terkadang Tn.A maupun Ny. N sedih jika memikirkan An. M
yang belum menikah.

3. Strategi koping konstruktif yang digunakan.


Kedua orang tuanya hanya bisa pasrah dan berharap An. M
segera menemukan jodohnya

4. Strategi adaptasi fungsional.


Di keluarga Tn. A tidak ada yang bersifat kekerasan di dalam
membina rumah tangganya.
H. PEMERIKSAAN KESEHATAN TIAP INDIVIDU ANGGOTA
KELUARGA

Pemeriksaan Fisik Hanya Dilakukan Pada Ny. N.

1. Kondisi umum : Kesadaran komposmentis, KU baik, T 150/120


mmHg, N 96 x/mnt, Rr 18 x/mnt, S 36 oC.
2. Kepala : Kulit kepala bersih, beruban, rambut tidak mudah dicabut.
3. Mata : Mata kiri sudah tidak bias melihat, mata kanan masih bisa
melihat, konjungtiva merah muda, pupil isokor.
4. Hidung : Septum di tengah, tidak ada discharge, penciuman normal.
5. Telinga : Kedua telinga simetris, masih bias mendengar dengan jelas,
kotor, tampak serumen.
6. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid juga vena jugularis.
7. Dada : Bentuk simetris, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas
tambahan, BJ I II murni, tidak terdengar gallop, perkusi sonor.
8. Perut : Simetris, kenyal, tidak ada bekas luka, peristaltik terdengar
normal, tidak kembung, tidak teraba massa.
9. Genitalia : Tidak ada keluhan, normal-normal saja.
10. Anus : Tidak ada hemoroid, tidak ada keluhan.
11. Extremitas : Reflek hamer positif, reflek babinski negatif, tampak
deformitas pada kedua kaki, klien tampak susah berjalan.
12. Kulit : Warna sawo matang, turgor kurang (keriput), kering.

I. HARAPAN KELUARGA
Tn. A berharap di dalam kelurganya dalam keadaan sehat.
J. DIAGNOSA KEPERAWATAN .

1. Analisa dan sintesis data :

No. Data Problem Etiologi

1. DS Ny. N memiliki T 150/120 mmHg


riwayat hipertensi. N 96 x/mnt.
Tn. A mengatakan Risiko tinggi terhadap
Ny. N tidak rutin ketidak patuhan.
minum obat Ketidakmampuan
pengontrol tekanan keluarga mengenal
darah tinggi. masalah pengobatan
Tn. A mengatakan yang diperlukan pada
kebiasaan keluarga hipertensi.
akan berobat ke
pelayanan
kesehatan jika
dirasa sakitnya
berat dan tidak
sembuh dengan
obat warung dan
obat herbal.
2. DS Ny. N tidak Keluarga hanya tahu
pernah kontrol & pantangan orang
minum obat. hipertensi adalah makan
Ny. N ke makanan yang asin-asin
Puskesmas hanya dan daging.
jika sakitnya Pemeliharaan kesehatan
dirasa berat. Ny. N tentang diet dan
Ny. N sering gaya hidup tidak efektif.
memikirkan Ketidakmampuan
anaknya (An. M) keluarga dalam merawat
yang belum anggota keluarganya yg
menikah men derita hipertensi.
3. DS Ny. N memiliki T 150/120 mmHg
riwayat hipertensi N 96 x/mnt.
lama. Kondisi rumah agak
Ny. N mengeluh kotor, tidak teratur,
pegel-pegel dan tidak rapi, penataan
linu-linu pada ruangan < serasi. T
persendian. 150/120 mmHg
Ny. N Risiko tinggi cidera
mengatakan pada Ny. N.
sering kepalanya Ketidakmampuan
tiba-tiba pusing keluarga
dan terasa berat. memodifikasi
Ny. N satu bulan lingkungan.
yang lalu tidak
bisa bangun dari
tempat tidurnya.
2. Perumusan diagnosis :

No. Diagnosis Keperawatan


1. Pemeliharaan kesehatan Ny. N tentang diet dan gaya hidup tidak
efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.

2. Risiko tinggi terhadap ketidakpatuhan berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pengobatan yang
diperlukan pada hipertensi.

3. Risiko tinggi cidera pd Ny. N berhubungan dengan ketidakmampuan


keluarga memodifikasi lingkungan.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA