Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS FILM KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI

PAPER
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Evolusi
yang dibimbing oleh M. Iqbal Filayani, M.Si

Oleh
Siti Miftachul Marifah (17208153043)
Maruf Rizal (17208153054)
Finery Yazid Azhar (17208153055)
Beta Larasati (17208153070)

JURUSAN TADRIS BIOLOGI


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
Oktober 2017
BAGIAN I
ASAL USUL KEHIDUPAN

Pernyataan pertama Teori evolusi yang dikemukakan pada awal abad ke 19


menolak fakta penciptaan oleh Allah SWT, teori ini menyatakan bahwa spesies dibumi
bukan diciptakan Allah, tapi muncul menjadi ada akibat proses yang dikendalikan
secara penuh oleh peristiwa kebetulan. Pencetusnya adalah ilmuwan Charles Darwin.
Kemudian ada pendapat mengenai makhluk hidup berasal dari benda tak hidup.
Saya mendukung pendapat harun yahya yang mengatakan bahwa awal
kehidupan itu diciptakan adalah Allah SWT. Menurut saya tidak mungkin bahwa
spesies dibumi diciptakan dengan proses secara kebetulan. Alasan saya tidak
sependapat dengan Darwin antara lain:
1. Penemuan Mikroskop Oleh Anthoni Van Leuwenhook
Awal ditemukannya mikroskop oleh pertama kali oleh Anthoni Van
Leuwenhook dan kemudian ditemukan pula mikroskop elektron dapat diketahui
bahwa sel yang merupakan unit terkecil makhluk hidup ternyata merupakan suatu
struktur yang begitu rumit dan kompleks. Dalam sebuah sel tersimpan berbagai
macam organel sel yang memiliki fungsi dan peran masing-masing guna
keberlangsungan hidup sebuah sel. Agar sel tetap hidup semua organel sel tersebut
harus ada secara bersamaan dan bekerja secara teratur dan harmonis. Semua organel
sel bahkan makhluk hidup yang hanya tersusun atas satu sel (uniseluler) pun
strukturnya sangat kompleks. Jadi bagaimana mungkin struktur yang begitu
kompleks ini terbentuk secara kebetulan?.
2. Penemuan DNA oleh James Watson dan Franchis Crick
Penemuan DNA oleh James Watson dan Franchis Crick (1955),
membuktikan bahwa ternyata di dalam sebuah sel terdapat struktur yang begitu
rumit yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di dalam DNA tersimpan
semua informasi genetik dari suatu makhluk hidup, seperti warna mata, warna kulit,
bentuk hidung, bentuk telinga dan sebagainya sampai struktur semua organ di
dalam tubuh makhluk hidup.
DNA tersusun atas gula, pospat, dan empat macam basa Nitrogen (Adenin,
Guanin, Cytosin, dan Timin). Urutan tertentu suatu basa nitrogen dalam DNA

1
mengekspresikan suatu sifat makhluk hidup, itulah yang disebut sebagai gen. DNA
diibaratkan sebagai bank data kompleks, yang menyimpan seluruh informasi pada
tubuh makhluk hidup. Dan jika kita akan menuliskan seluruh informasi dalam DNA
suatu makhluk hidup, maka akan menghabiskan jutaan halaman. Maka tidak
mungkin kehidupan ini dimunculkan dengan kebetulan dan tidak mungkin pula jika
makhluk hidup berasal dari makhluk tak hidup.
Namun seluruh informasi ini terdapat pada sebuah inti sel yang berukuran
seperseribu mililimeter. Jelas bahwa struktur yang luar biasa ini tidak mungkin ada
secara kebetulan dan acak belaka.
DNA dari satu sel manusia saja sudah berisi informasi yang cukup untuk
mengisi ensiklopedi yang terdiri dari sejuta halaman. Kita tidak mungkin habis
membacanya dalam seumur hidup. Jika seseorang mulai membaca satu kode DNA
per detik, tanpa henti, sepanjang hari, setiap hari, akan diperlukan waktu 100 tahun.
Sebab, ensiklopedia tersebut berisi hampir tiga miliar kode yang berbeda-beda. Jika
kita tulis semua informasi DNA pada kertas, maka panjangnya akan membentang
dari Garis Katulistiwa mencapai Kutub Utara. Ini berarti sekitar 1000 jilid buku
lebih dari cukup untuk mengisi satu perpustakaan yang besar.
Lebih dari itu, semua informasi ini terkandung dalam inti setiap sel. Artinya,
bila setiap individu terdiri dari sekitar 100 triliun buah sel, maka akan terdapat 100
triliun versi dari perpustakaan yang sama.
Bila dibandingkan dengan jumlah informasi yang telah dicapai pengetahuan
manusia hingga saat ini, kita tidak mungkin memberikan contoh yang setara
besarnya. Sebuah gambaran yang sulit untuk dipercaya: 100 triliun x 1000 buku!
Ini lebih banyak dibandingkan jumlah butir pasir di dunia. Lebih jauh lagi, jika kita
kalikan jumlah tersebut dengan enam miliar yang kini hidup di Bumi, ditambah
miliaran yang telah hidup sebelum kita, angka yang didapatkan akan berada di luar
jangkauan pemahaman kita. Jumlah informasi itu mencapai ketakterhinggaan.
Beberapa contoh ini menunjukkan betapa dahsyatnya informasi yang begitu
dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kini manusia memiliki komputer canggih
yang dapat menyimpan informasi dalam jumlah amat besar. Akan tetapi, bila kita
bandingkan DNA dengan komputer tersebut, kita akan takjub menyaksikan bahwa
teknologi paling mutakhir hasil timbunan seluruh usaha dan ilmu pengetahuan

2
manusia berabad-abad belum mencapai kapasitas penyimpanan satu buah sel
pun.
Gene Myers adalah salah satu pakar paling terkemuka di Celera Genomics,
yakni perusahaan pelaksana Proyek Genome Manusia. Perkataannya sehubungan
dengan hasil proyek tersebut merupakan sebuah pernyataan tentang pengetahuan
dan rancangan hebat yang terdapat dalam DNA: Apa yang betul-betul
menakjubkan saya adalah arsitektur kehidupan Sistem ini teramat
kompleks. Seolah ini telah dirancang Ada kecerdasan luar biasa di sana.68
Sisi menarik lainnya adalah semua makhluk hidup di planet ini telah
diciptakan menurut paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang sama ini. Tidak
ada bakteri, tumbuhan ataupun hewan yang tercipta tanpa DNA. Terlihat jelas
bahwa seluruh kehidupan muncul sebagai hasil berbagai pemaparan yang
menggunakan satu bahasa, dan berasal dari sumber pengetahuan yang sama.
Hal ini membawa kita kepada satu kesimpulan yang jelas. Semua kehidupan
di bumi, hidup dan berkembang biak menurut informasi yang diciptakan oleh satu
kecerdasan tunggal.
Hal ini menjadikan teori evolusi sama sekali tak berarti. Sebabnya adalah,
dasar teori evolusi adalah kebetulan, sedangkan peristiwa kebetulan tidak
mampu menciptakan informasi. Jika suatu hari ditemukan sebuah ramuan obat
yang sanggup melawan kanker tertulis di sehelai kertas, umat manusia akan
bergabung untuk mencari tahu siapa ilmuwan yang terkait, serta bahkan
memberikan penghargaan kepadanya. Tak seorang pun akan berpikir, Jangan-
jangan ramuan obat itu kebetulan tertulis akibat tumpahan tinta di kertas itu.
Setiap orang yang berakal dan mampu berpikir jernih akan beranggapan bahwa
ramuan itu ditulis oleh seseorang yang telah mengkaji ilmu-ilmu kimia, fisiologi
manusia, kanker dan farmakologi, secara mendalam.
Pernyataan evolusionis, bahwa informasi pada DNA timbul secara kebetulan,
sangatlah tidak masuk akal. Hal ini setara dengan mengatakan bahwa ramuan obat
pada kertas tersebut juga tertulis secara kebetulan. DNA mengandung rumus
molekul terperinci dari 100.000 jenis protein dan enzim, sekaligus perintah yang
cermat namun rumit tentang pengaturan penggunaan zat-zat tersebut selama
produksi. Disamping itu, juga terkandung rencana produksi berbagai hormon

3
pembawa-pesan serta tata-cara komunikasi antar-sel tempat di mana zat-zat
tersebut digunakan, serta segala jenis informasi lain yang rumit dan tertentu.
Pernyataan yang mengatakan bahwa DNA beserta semua informasi di
dalamnya tercipta secara kebetulan, atau terjadi karena sebab-sebab alamiah,
adalah cermin ketidakpahaman atas permasalahan yang ada atau keyakinan buta
materialis. Gagasan yang mengatakan bahwa sebuah molekul seperti DNA
beserta kandungan informasinya yang menakjubkan dan strukturnya yang
kompleks dapat dihasilkan secara kebetulan, tidak pantas dianggap serius.
Tidaklah mengherankan, para evolusionis berusaha memberi penjelasan dangkal
perihal sumber kehidupan, seperti juga berbagai perihal lainnya, dengan
menjabarkannya sebagai rahasia yang belum terpecahkan.
Louis Pasteur menyimpulkan Mampukah sebuah materi melakukan
pembentukan sendiri? Tidak. Saat ini tidak ada kondisi yang pernah diketahui yang
dengannya seseorang dapat membuktikan bahwa makhluk-makhluk mikroskopik
telah terbentuk dibumi tanpa induk yang menyerupai mereka
Pernyataan kedua Teori Darwin menyatakan bahwa semua spesies berasal dari
moyang yang sama melalui perubahan kumulatif sedikit demi sedikit dalam waktu
lama. Darwin berpendapat bahwa semua spesies berevolusi secara bertahap dari
satu nenek moyang yang sama.
Pertama, mari kita tinjau hipotesa Darwinis. Seperti kita ketahui, Darwinisme
menyatakan bahwa makhluk hidup berkembang dari satu nenek moyang yang sama,
dan variasi timbul setelah melalui serentetan perubahan kecil. Jika benar demikian,
artinya makhluk hidup yang pertama haruslah memiliki bentuk yang sama dan
sederhana. Dan menurut teori ini pula, perbedaan di antara, dan meningkatnya
kerumitan makhluk hidup, harus terjadi secara paralel seiring dengan waktu.
Menurut Darwinisme, kehidupan haruslah berupa sebatang pohon, dengan
sebuah akar bersama, yang bagian atasnya berkembang menjadi cabang-cabang
yang berbeda. Hipotesa ini terus-menerus ditekankan dalam sumber-sumber
Darwinis, di mana gambaran tentang pohon silsilah kehidupan seringkali
digunakan. Menurut konsep pohon ini, awalnya harus muncul satu filum, lalu
berbagai filum lain perlahan-lahan muncul, dengan perubahan-perubahan kecil dan
dalam tenggang waktu yang amat panjang.

4
Itulah Pernyataan Teori Evolusi. Tetapi, Benarkah Itu Yang Terjadi?
Sama sekali tidak. Sebaliknya, binatang sudah berwujud amat kompleks dan
saling berlainan sejak saat pertama kali muncul di Bumi. Semua filum binatang
yang telah kita ketahui muncul di saat yang sama, di tengah tenggang waktu
geologis yang dikenal sebagai Zaman Kambrium. Zaman Kambrium adalah periode
waktu dalam ilmu geologi, yang lamanya diperkirakan kurang-lebih 65 juta tahun,
sekitar 570 hingga 505 juta tahun yang silam. Tetapi, kemunculan mendadak
berbagai kelompok utama hewan terjadi pada fase yang jauh lebih singkat di masa
Zaman Kambrium ini, yang sering disebut dengan ledakan Kambrium. Stephen
C. Meyer, P. A. Nelson, dan Paul Chien, dalam sebuah artikel yang didasarkan pada
pengkajian literatur terperinci di tahun 2001, menyatakan ledakan Kambrium
terjadi dalam sepenggal waktu geologis yang teramat sempit, yang lamanya tak
lebih dari 5 juta tahun.
Sebelum itu, tak ada sedikit pun catatan fosil tentang makhluk hidup, selain
yang bersel tunggal serta sedikit makhluk bersel majemuk yang amat primitif.
Semua filum hewan muncul serentak dalam wujud sempurna, dalam tenggang
waktu singkat Ledakan Kambrium (Lima juta tahun adalah amat singkat dalam
istilah geologi!)
Dalam bebatuan Kambrium ditemukan fosil-fosil dari makhluk-makhluk yang
amat berbeda, seperti siput, trilobita, spons, ubur-ubur, bintang laut, kerang, dst.
Kebanyakan makhluk pada lapisan ini memiliki sistem yang rumit dan struktur
yang maju, misalnya mata, insang, dan sistem sirkulasi, yang persis sama dengan
yang terdapat pada spesimen hewan di zaman modern. Semua truktur ini sangatlah
maju dan sangat berlainan satu dengan yang lain.
Richard Monastersky, seorang staf penulis jurnal Science News, menyatakan
tentang ledakan Kambrium, yang merupakan perangkap maut bagi teori evolusi:
Setengah miliar tahun silam, beragam jenis hewan yang amat kompleks, yang
kita lihat sekarang, tiba-tiba muncul. Saat itu, tepat di awal Zaman Kambrium di Bumi,
sekitar 550 juta tahun yang lalu (dalam perhitungan geologis), menandai ledakan
evolusioner yang mengisi penuh lautan dengan berbagai makhluk kompleks pertama
di dunia.

5
Phillip Johnson, seorang profesor Universitas California di Berkeley, yang juga
salah seorang kritikus Darwinisme paling menonjol di dunia, menjabarkan
pertentangan antara Darwinisme dengan kebenaran paleontologis ini:
Teori Darwinisme meramalkan adanya sebuah kerucut peningkatan
keragaman, yang mana organisme hidup pertama, atau spesies hewan pertama, secara
bertahap dan kontinyu menjadi beragam dan menciptakan tingkat taksonomi yang
lebih tinggi. Namun catatan fosil binatang lebih mirip kerucut yang terbalik,
yaitu banyak filum yang berada di jenjang awal, dan setelah itu semakin
berkurang. 5
Seperti diungkapkan Phillip Johnson, yang telah terjadi bukanlah terbentuknya
berbagai filum secara bertahap. Jauh daripada itu, semua filum timbul serentak, dan
bahkan ada yang punah dalam periode selanjutnya. Munculnya makhluk hidup yang
beragam dalam wujud sempurna dan seketika, merupakan bukti penciptaan, seperti
juga diakui oleh evolusionis Futuyma. Telah kita saksikan, semua penemuan ilmiah
yang ada telah menyatakan bahwa pernyataan teori evolusi adalah salah, serta
mengungkapkan kebenaran dari penciptaan.
Sejumlah makluk hidup bahkan hanya terdiri satu sel. Namun organisme bersel
satu ini memiliki komposisi yang teramat kompleks. mereka mempunyai sistem yang
sanagt rumit agar tetap hidup dan bahkan mesin pendorong kecil untu bergerak dimasa
Darwin struktur sel masih belum diketahui, dengan mikroskop sederhana waktu itu sel
menyerupai bercak berack kecil sederhana namun mikroskop canggih yang ditemukan
sekitar pertengahan abad ke 20 mengungkapakan betapa kompleks dan rapinya sebuah
sel sesungguhnya. Mereka telah membuka tabir sebuah kerumitan dan keteraturan
yang tak mungkin dihasilkan oleh kebetulan belaka. Satu sel hidup dari ribuan
komponen kecil yang bekerja secara harmonis, sekedar gambaran di dalam sel terdapat
pusat pembangkit tenaga, public canggih, sistem penyimpanan. Agar sel tetap hidup
semua organel harus ada pada waktu yang bersamaan. Mustahil sistem rumit dan
komplek seperti ini muncul secara kebetulan. Saat ini laboratorium tercanggih
sekalipun tak mampu membuat satu sel hidup dari materi tak hidup. Hal ini benar-
benara telah diakui sebagai kemustahilan dan upaya untuk membuat sel sel hidup
menjdai materi tak hidup telah ditinggalkan.

6
Namun teori evolusi mengklaim sistem ini yang manusia dengan segala
kecerdasan ilmu dan teknologinya tidak berhasil menirunya muncul menjadi ada
secara kebetulan. Sir Fred Hoyle pakar astronomi dan matematika inggris terkemuka
memaparkan kemustahilan ini dengan sebuah contoh: Kemungkinan terbentuknya
kehidupan tingkt tinggi secara kebetulan dapat disamakan dengan kemungkinan angin
tornado yang ketika melintasi tempt pembungan barang bekas, merakit pesawat boing
747 dari bahan-bahan barang yang ada.
Biokimia modern juga memperlihatkan desain rumit dari moleku DNA yang
tak terbayangkan sebelumnya. Struktur molekul DNA ditemukan oleh dua orang
ilmuwan James Watson dan Franchis Crick pada tahun 1955. Penemuan mereka
menunjukkan bahwa kehidupan ternyata lebih kompleks dari yang pernah
dibayangkan sebelumnya, kendatipun seorang evolusionis akhirnya mengakui bahwa
struktur DNA tak akan muncul secara kebetulan. DNA adalah molekul raksasa yang
berada di inti sel, segala sifat fisik dan fisiologis makhluk hidup tersimpan dalam
heliks ganda ini. Semua informasi mengenai tubuh kita dari warna mata hingga
struktur organ dalam juga bentuk dan fungsi sel sel kita terprogram pada bagian yang
disebut GEN pada DNA.
Kode DNA tersusun atas 4 basa yang berbeda, jika kita umpamakan setiap basa
ini adalah sebuah huruf maka DNA dapat dimisalkan sebagai Bank data yang tersusun
atas kumpulan alphabet berangotakan empat huruf. Sebuah informasi tentang suatu
makhluk hidup tersimapan dalam bank data ini. Jika kita mencoba menuliskan informasi
tentang DNA maka akan memerlukan satu juta halaman. Menurut perhitungan semua
rantai yang cukup untuk memenuhi satu sendok teh memiliki kapasitas untuk menyimpan
seluruh informasi yang terdapat pada semua buku yang pernah ditulis. Jelas bahwa
struktur menakjubkan seperti ini tak pernah terbentuk dengna sendirinya secara
kebetulan.
Saya setuju dengan apa yang telah diutarakan harun yahya bahwa penemuan
struktur DNA oleh James Watson dan Francis Crick membuka mata kita semua bahwa
kehidupan jauh lebih kompleks dari yang di bayangkan sebelumnya. Didalam DNA
terdapat informasi-informasi sifat fisik dan fisiologis seperti warna bola mata, bentuk
wajah hingga bentuk dan fungsi organ dalam terdapat dalam untaian helix ganda DNA
yang tersimpan didalam inti sel. Jika semua informasi dalam untaian DNA dibukukan

7
maka akan memerlukan 40x lebih banyak dari buku ensiklopedia. Sebuah kumpulan
informasi terlengkap yang pernah di buat manusia. Uniknya, gudang informasi raksasa
ini tersimpan di dalam inti sel kita yang sangat sangat kecil berukuran sekitar 1/1000 mm..
Jelas bahwa DNA, sel dan seluruh makhluk hidup adalah hasil dari ciptaan luar biasa dan
sempurna dan oleh karena penciptaan ini benar-benar ada maka sudah pasti ada pencipta
yang memiliki kekuasaan hikmah yang tak terbatas.
Ketika mengamati makhluk hidup apapun di alam kita akan menyaksikan betapa
agungnya kekuasaan sang pencipta, masing masing dari ciptaan mkhluk hidup dan spesies
di alam adalah sebuah karya seni dan sebagaimana layaknya sebuah karya seni mereka
mengenalkan kepada kita seniman pembuat karya seni tersebut. Dialah Allah tuhan langit
dan bumi dan segala sesuatu yang ada diantara keduanya.

BAGIAN II
MEKANISME KHAYALAN EVOLUSI

Skenario evolusionis yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari materi tak
hidup secara kebetulan telah digugurkan ilmu pengetahuan masa kini, selain itu tak
dijumpai mekanisme di alam yang melakukan proses yang dinamakan evolusi. Tidak ada
mekanisme alam yang dengannya sebuah sel dapat berubah menjadi makhluk hidup yang
lebih kompleks dan seterusnya hingga menjadi nenek moyang dari jutaan spesies
makhluk hidup yang berbeda
Darwin mengemukakan satu konsep sebagai mekanisme evolusinya yakni seleksi
alam. Judul buku yang ditulisnya dengan jelas menunjukkan perhatian khusus yang ia
berikan pada mekanisme ini yakni The Origin Of Species
Seleksi alam didasarkan atas pemikiran bahwa makhluk hidup yang kuat dan yang
bisa beradaptasi dengan baik akan bisa bertahan hidup. Misalnya dalam sekelompok rusa
yang diburu oleh pemangsa, rusa-rusa yang berlari cepat akan tetap bertahan hidup.
Setelah sekian lama dalam kelompok tersebut yang tersisa hanyalah individu-individu
kuat dan gesit karena yang lemah dan lamban akan menjadi mangsa. Namun mekanisme
ini tidak membuat rusa berevolusi dengan kata lain tidak merubah mereka menjadi spesies
lain seperti kuda misalnya. Seleksi alam hanya menghilangkan individu lemah, cacat, dan

8
berpenyakit, dan menjamin kelestarian dan kesehatan spesies tertentu. Ini bukanlah
pendorong terjadinya evolusi.
Darwin sebenarnya juga menyadari hal ini. Inilah sebabnya dia mengaku dalam
bukunya yang berjudul the origin of species dengan mengatakan seleksi alam tidak
berperan apapun hingga variasi menguntungkan.berkenaan dengan
kemunculan sifat-sifat menguntungkan, Darwin sangat berpengaruh terhadap ilmuan
biologi Prancis masanya Lammark. Lammark berpendapat bahwa makhluk hidup
mewariskan sifat-sifat yang diperolehnya semasa hidupnya pada generasi berikutnya.
Menurut Lammark jerapah berevolusi dari hewan mirip rusa, leher mereka memanjang
dari generasi ke generasi karena mereka mencari cabang pohon yang lebih tinggi untuk
makan. Lammark juga percaya bahwa jika lengan dari anggota dari sebuah keluarga
dipotong selama beberapa generasi maka setelah sekian lama bayi-bayi akan terlahir
tanpa lengan. Darwin yang sangat terpengaruh dengan contoh-contoh ini memunculkan
klaim yang lebih berani, dalam buku the origin of species dia mengatakan bahwa jika
beruang mencoba berburu di perairan berevolusi menjadi ikan paus. Lammark dan
Darwin telah keliru gagasan mereka bertentangan dengan sejumlah dasar biologi,
dimasanya genetika, mikrobiologi dan biokimia belumlah ada sama sekali sebagai cabang
ilmu, hukum pewarisan sifat belum dikenal sama sekali. Bahkan Darwin dan Lammark
berpendapat bahwa sifat-sifat keturunan diwariskan melalui darah. Karena sangat
sederhananya tingkat ilmu pengetahuan masa itu scenario khayalan teori evolusi tidak
dianggap aneh sama sekali.
Gagasan Darwin sangat mempengaruhi kalangan ilmiah di jamannya. Tapi
sebenarnya Darwin masih menghadapi kendala, pada bab difficult on theory jika dapat
dibuktikan bahwa terdapat organ komplek yang tak mungkin dapat terbentuk melalui
banyak perubahan kecil tak bertahap maka teori saya akan sepenuhnya hancur
berantakan. Kekhawatiran Darwin terbukti benar segera setelah sepeninggalanya.
Hukum penurunan sifat yang ditemukan ahli botani Austria George Mendel telah
menyebabkan pendapat Lammark dan Darwin runtuh. Ilmu genetika yang mulai
berkembang pada awal abad ke 20 membuktikan bahwa yang diturunkan ke generasi
selanjutnya bukanlah sifat-sifat fisiknya melainkan gen-gennya, penemuan ini dengan
jelas menunjukkan bahwa scenario tentang sifat-sifat dapatan yang terakumulasi dari
generasi ke generasi sehingga mewujudkan spesies baru tidaklah mungkin, dengan kata

9
lain mekanisme seleksi alam yang diajukan Darwin tidak berkemampuan mendorong
terjadinya evolusi. Jadi teori evolusi sebagaimana dicetuskan oleh Darwin telah ambruk
diawal abad ke 20. Segala upaya lain oleh evolusionis ke abad 20 selalu gagal bahkan
hanya memperkuat fakta bahwa seleksi alam tidak mendorong terjadinya evolusi.
Evolusionis terkenal ahli palentologi Inggris Collin Paterson mengakui hal ini dalam
pernyataannya tak seorangpun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme
seleksi alam tak seorangpun hampir melakukannya dan kebanyakan perdebatan dalam
neo Darwinisme adalah seputar masalah ini.
Ilmu pengetahuan abad ke 20 juga menunjukkan adanya sistem organ sangat rumit
dalam tubuh makhluk hidup. Sistem dan organ ini tak akan berfungsi kendatipun hanya
satu komponennya yang hilang. Sifat yang dinamakan komplektisitas tak tersederhanakan
dari kehidupan ini adalah bukti bahwa semua bagian makhluk hidup ini pasti muncul
secara bersamaan dan dalam keadaan utuh. Fakta ini dengan telak telah merobohkan teori
evolusionis yang menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi secara bertahap melalui
seleksi alam dan perubahan sedikit demi sedikit dalam waktu lama. Setelah jelas bahwa
mekanisme seleksi alam yang digagas Darwin tidak memiliki kekuatan evolusi para
evolusionis dipaksa melakukan perubahan mendasar pada teori evolusi.
Untuk melengkapi konsep seleksi alam mereka menambahkan mekanisme kedua
yang disebut mutasi. mutasi adalah perubahan yang terjadi pada DNA makhluk hidup,
sebagian besar akibat dari efek luar seperti radiasi atau pengaruh kimiawi. Kini teori
evolusi mengatakan bahwa makhluk hidup terdiferensiasi dari satu spesies ke spesies
yang lain dan berkembang sebagai hasil mutasi. Ini mustahil sebab mutasi hanya merusak
informasi pada DNA dan hanya membahayakan makhluk hidup. Mutasi menguntungkan
belum pernah terjadi di alam maupun di laboratorium karena mutasi tidak menambahkan
informasi genetis baru. Adalah mustahil bagi makhluk hidup untuk mendapatkan organ
baru melalui mutasi. Tidak ada reptile yang memperoleh sayap atau makhluk tak bermata
tidak akan pernah akan memiliki mata melalui mutasi. Selama puluhan tahun evolusionis
telah menggunakan radiasi dan kimiawi terhadap ragam organisme dalam upaya
menemukan mutasi menguntungkan namun mereka selalu berakhir dengan organisme
cacat tidak normal atau mandul. Eksperimen yang tak terhitung jumlahnya yang
dilakukan pada lalat buah telah menunjukkan bahwa efek mutasi tidaklah menguntungkan

10
bahkan malah merusak atau bahkan mematikan. Mutasi merusak kode DNA sempurna
dari suatu makhluk hidup dan menjadikannya makhluk cacat di alam ini.
Inilah yang menyebabkan Prof. Dr. Richard Dawkins seorang pendukung teori
evolusi abad ini terdiam ketika diminta untuk memberikan satu contoh kasus yang
berhasil memperbaiki informasi genetis. Kebenaran telah nampak jelas kehidupan
memiliki desain yang terlalu kompleks untuk terjadi secara kebetulan. Jam tangan
mekanik tidak dapat terbentuk akibat penyusunan acak dari roda-roda giginya secara
kebetulan dan ini membuktikan keberadaan pembuat jam yang jenius. Begitulah
kehidupan memiliki desain luar biasa yang membuktikan keberadaan pencipta yang telah
menciptakannya dari ketiadaan.
Keseluruhan jagad raya adalah hasil penciptaan yang sempurna, hikmah kekuasaan
dan ilmu yang maha luas dari sang pencipta nampak jelas pada segala yang diciptakannya.
Bahkan penciptaan manusia sendiri adalah suatu keajaiban yang memperlihatkan fakta
penciptaan. Fakta yang berusaha disembunyikan dari mata manusia oleh teori evolusi.

BAGIAN III
CATATAN FOSIL

Di abad ke 20 teori evolusi telah terbantahkan tak hanya oleh biologi molekuler
tapi juga oleh palentologi yaitu ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung
evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru
dunia. Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Struktur
rangka makhluk hidup yang tubuhnya terlindungi dari udara dapat terawetkan secara
utuh. Sisa rangka ini memberikan informasi tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi
catatan fosillah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap seputar asal usul makhluk
hidup. Teori evolusi menyatakan bahwa seluruh makhluk hidup berasal dari nenek
moyang yang sama. Menurut teori ini kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam
terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam waktu yang sangat lama. Teori ini
menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk yang selama ratusan
juta tahun kemudian berubah menjadi ikan dan hewan vertebrata yang hidup di laut. Ikan-
ikan ini kemudian diduga muncul kedaratan dan berubah menjadi reptile. Dongeng ini

11
terus berlanjut dan sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari
reptile.
Seandainya klaim ini benar mestinya terdapat sejumlah besar spesies peralihan yang
menghubungkan satu spesies dengan yang lainnya. Misalnya jika reptile benar-benar
telah berevolusi menjadi burung maka makhluk separuh burung separuh reptile dengan
jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu dan makhluk transisi ini mestinya
memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap.
Darwin menamakan makhluk hipotetis ini sebagai bentuk-bentuk transisi antara. Ia
sadar bahwa agar teorinya terbukti benar sisa bentuk transisi harus dapat ditemukan dalam
catatan fosil. Dalam the origin of species ia menulis jika teori saya benar beragam bentuk
peralihan yang tak terhitung jumlahnya yang menghubungkan dengan sangat dekat semua
spesies dari grup yang sama sudah sepatutnya ada karenanya bukti keberadaan awal
mereka dapat ditemukan diantara sisa-sisa peninggalan fosil, namun Darwin sadar bahwa
catatan fosil tidak berisi bentuk-bentuk peralihan hipotetis ini. Inilah mengapa ia
menyediakan satu bab khusus untuk membahas hal ini dalam bukunya dan memunculkan
pertanyaan membingungkan ini jika spesies memang berasal dari spesies yang lain
melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak dapat melihat bentuk-bentuk
peralihan dalam jumlah tak terhitung dimanapun? karena teori ini mengharuskan adanya
bentuk bentuk peralihan dalam jumlah tak terhitung, mengapa kita tidak menemukan
mereka terkubur dalam kerak bumi?
Darwin berpendapat bahwa bentuk-bentuk antara ini akan ditemukan seandainya
catatan-catatan fosil dikaji lebih teliti. Evolusionis yang meyakininya lalu meneliti
lapisan-lapisan geologis di seluruh dunia selama 140 tahun dan mencari fosil-fosil yang
hilang ini. Segala usaha ini berakhir dengan kekecewaan mendalam. Bentuk transisi yang
diramalkan Darwin masih saja berupa khayalan kosong belaka.
Palentologis asal Inggris Derek Agep mengakui fakta ini meskipun ia sendiri
merupakan evolusionis jika kita mengamati catatan fosil dengan teliti apakah pada
tingkat ordo atau spesies maka yang selalu kita dapatkan bukanlah evolusi bertahap tapi
ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup disertai kepunahan kelompok yang lain.
Lapisan tertua bumi tempat masih ditemukannya fosil makhluk hidup adalah lapisan
kambrium yang diperkirakan berumur 500 sampai 530 juta tahun. Di lapisan-lapisan lebih
tua dari kambrium tidak terlihat adanya fosil makhluk hidup apapun kecuali sejumlah

12
kecil organisme ber sel satu. Di zaman kambrium banyak beragam spesies muncul secara
bersamaan secara tiba-tiba. Lebih dari 30 spesies invertebrate seperti ubur-ubur, bintang
laut, trilobite, dan bekicot muncul serentak secara tiba-tiba. Makhluk hidup ini memiliki
sistem tubuh yang kompleks seperti sistem sirkulasi dan sistem-sistem organ sangat
kompleks. Misalnya mata trilobyta tersusun atas seratusan sel-sel yang menyerupai
sarang lebah, masing-masing memiliki sistem dua lensa, ini adalah keajaiban desain, ini
adalah mata yang pertama kali di muka bumi yang telah menggugurkan teori Darwinisme
yang menyatakan bahwa kehidupan berevolusi dari yang paling primitif ke bentuk lebih
kompleks. Disamping itu struktur mata trylobyta yang menyerupai sarang lebah masih
ada sejak 530 juta tahun lalu hingga kini tanpa perubahan sedikitpun. Serangga modern
seperti lebah dan capung memiliki struktur mata sama seperti trylobyta.
Menurut teori evolusi spesies berevolusi dari bentuk yang telah ada sebelumnya
namun tidak dijumpai bentuk kehidupan kompleks lain yang diketahui pernah ada
sebelum trylobyta dan spesies lain dari zaman kambrium. Spesies-spesies pada zaman
kambrium muncul secara bersamaan secara tiba-tiba tanpa nenek moyang. Pendukung
teori evolusi terkenal ahli zoology asal Inggris Richard Dawkins mengemukakan
pendapatnya tentang masalah ini, seolah-olah spesies zaman kambrium di tempatkan
disanabegitusajatanpasejarahevolusi. Situasi ini menggugurkan teori evolusi dengan
pelak, sebab Darwin telah menuliskan dalam bukunya the origin of spesies jika beragan
spesies yang berasal dari general atau family yang sama benar-benar telah memulai
kehidupan secara bersamaan maka fakta ini akan berakibat fatal bagi teori perubahan
dengan modifikasi perlahan melalui seleksi alam. Pukulan mematikan yang
dikhawatirkan Darwin ini berasal dari zaman kambrium yakni bagian paling awal dari
catatan fosil. Di semua lapisan fosil setelah zaman spesies makuk hidup muncul secara
tiba tiba dengan struktur tubuh lengkap. Kelompok utama seperti ikan, amfibi, reptile,
burung, dan mamalia, serta ratusan ribu spesies yang berbeda yang termasuk dalam
kelompok raga mini semua muncul tiba tiba dengan struktur tubuh yang telah lengkap.
Tak dijumpai satu bentuk transisi pun diantara grup grup ynag ada sebagaimana perkiraan
evolusionis.
Fakta ini jelas membuktikan bahwa seluruh jenis makluk hidup diciptakan masing-
masing secara terpisah oleh ALLAH. Paleontologis yang juga evolusionis Mars SNEKY,
mengakui fakta ini sebagai berikut: kendala pembuktian ini terletak pada catatan fosil,

13
catatatan ini belum pernah memperlihatkan jejak-jejak adanay varian sebagaimana
perkiraan Darwin. Sebaliknya spesies muncul dan punah tiba-tiba secara bersamaan dan
keanehan ini telah memperkokoh pendapat pendukung teori penciptaan bahwa tiap-tipa
spesies diciptakan oleh Tuhan. Selain itu taka da perbedaan antara fosil berusia ratusan
juta tahun lalu dengan keturuna modern mereka, misalnya ikan hiu berumur 4 juta ratusan
tahun dengan ikan hiu modern memiliki struktur yang sama persis. Demikian pula tidak
ada perbedaan antara semut berusia seratus juta tahun dengan semut modern. Begitulah
semua makluk hidup diciptakan oleh Allah dan tidak mengalami evolusi apapun setelah
mereka diciptakan. Akan tetapi terdapat beberapa fosil yang diklaim sebagai bentuk
peralihan oleh para evolusionis, namun dikemudian hari terbantahkan. Diantara yang
terpenting dari bentuk peralihan ini adalah fosil seekor ikan yang bernama Coelacath.
Bertahun tahun para evolusionis mngkalim bahwa makluk ini yang hanya diketahui dari
catatan fosil memiliki karakteristik yang mirip dengan hewan darat. Mereka beralasan
karena memiliki kaki primitive dan paru paru primitive. Kejutan besar menghantap
evolusinis ketika seekor coelacanth yang dianggap telah punah berhasil di tangkap hidup-
hidup di samudera india pada tahun1938. Sejak itu diketahui bahwa ikan tersebut tidak
berbeda dengan yang hidup di zaman sekarang. Bertentangan dengan kalim evolusinis
Coelacanth ternayata tak mempunyai kaki ataupun paru-paru primitf. Yang dianggap
bentuk peralihan lainnya adalah sebuah fosil burung bernama Arkeobirterik. Para
evolusionis mengklaim bahwa hewan ini merupakan bentuk peralihan dari reptil ke
burung, tetapi kemudian fosil terakhir yang ditemukan menunjukkan bahwa hewan ini
memiliki sternum yang kokoh yang digunakan untuk terbang, sehingga dapat dikatakan
bahwa hewan ini memang seekor burung, bukan hewan peralihan
Menghadapi kenyataan tersebut, para evolusionis mengalihkan perhatian dunia, pada
klaim bahwa manusia berkembang dari makhluk menyerupai kera, yakni
Australopithecus. Mereka menyatakan bahwa selama proses evolusi yang memakan
waktu 4-5 juta tahun, terdapat sejumlah bentuk transisi antara manusia modern dan
leluhurnya. Menurut skenario terdapat 4 katagori dasar perkembangan evolusi manusia,
yaitu:
1. Australopithecus
2. Homo habilis
3. Homo erectus, dan

14
4. Homo sapiens (manusia sekarang)
Para evolusionis menyusun skema evolusi dengan menyusun fosil-fosil yang
berbeda dari dari makhluk-makhluk ini dengan urutan Australopithecus Homo
Habilis Homo erectus Homo sapiens. Namun demikian skema tersebut hingga
kini tidak terbukti, karena rantai yang mencapai Homo sapiens tidak pernah
ditemukan. Bahkan temuan para palentologis baru-baru ini mengungkapkan bahwa
Australopithecus, Homo habilis, dan Homo erectus pernah hidup di belahan bumi
berbeda tetapi di waktu yang sama. Seorang ahli anatomi terkemuka mengatakan
bahwa Australopithecus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia ternyata
hanyalah spesies kera yang sudah punah. Disamping itu fosil-fosil seperti Homo
erectus, Homo Ergaster, dan Homo sapiens archaic ternyata berasal dari ras manusia
yang berbeda-beda.
Propaganda Evolusi Manusia
Setelah bukti-bukti fosil tidak mendukung teori evolusi, para evolusionis melancarkan
berbagai propaganda berupa khayalan evolusi, melalui beberapa cara, antara lain:
1. Gambar-gambar khayalan tentang evolusi manusia yang dipublikasikan secara
luas. Dalam gambar-gambar tersebut terdapat makhlluk berperawakan kera yang
memiliki ciri-ciri manusia, sehingga mengesankan seakan-akan makhluk
setengah kera dan setengah manusia tersebut pernah ada. Bukan hanya gambar,
tetapi juga pohon silsilahpun dibuat
2. Video/Film yang menggambarkan makhluk kayalan setengah manusia dan
setengah kera lengkap dengan kehidupan sosialnya.
3. Membuat rekonstruksi rekaan, dari satu fosil tengkorak menjadi 3 wajah yang
berbeda
4. Pemalsuan fosil manusia Pilltdown (1912) di Inggris oleh seorang Evolusionis
Charles Delson. Fosil ini dianggap sebagai bentuk transisi dari kera ke manusia.
Setelah bepuluh-puluh tahun diperiksa ulang oleh ahli lain ternyata diketahui
Fosil tersebut palsu, karena sesungguhnya fosil tersebut merupakan rahang orang
utan yang dilekatkan pada tengkorak manusia
5. Bentuk transisi manusia lain yakni digambarkan sebagai Manusia Nebrasca
ternyata hanya bersumber dari sebuah gigi, yang ternyata dikemudian hari
diketahui merupakan gigi dari babi liar.

15
Demikianlah berbagai propanda yang dilakukan oleh para evolusionis
akhirnya terbantahkan satu demi satu termasuk fosil-fosil manusia yang dulu
dianggap sebagai bukti evolusi sudah terbantahkan, seperti manusia Neandherthal
yang dianggap bukti evolusi pada tahu 1856 ditolak pada tahun 1960, manusia
Piltdown dianggap sebagai bukti evolusi di tahun 1912 ditolak pada tahun 1953,
Zinzanthropus dianggap sebagai bukti pada tahun 1959 ditolak pada tahun 1960, dan
Ramapithecus dianggap sebagi bukti pada tahun 1964 ditolak pada tahun 1979.
Dengan demikian jelaslah bahwa catatan fosil yang telah berpuluh-puluh
tahun dianggap sebagi bukti ilmiah adanya evolusi tidak lagi dapat dipertahankan.
Tetapi anehnya sampai saat ini materi tentang Evolusi masih diajarkan di sekolah-
sekolah dari SD sampai SMA. Padahal telah nyata bahwa seluruh spesies makhluk
hidup di muka bumi diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk yang sempurna.
Jadi kesimpulannya Catatan fosil sebagai bukti evolusi tidak lagi dapat
dipertahankan (runtuh) dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah, seperti
Coelacanth, Archeoptherix, bukti adanya pemalsuan fosil manusia Piltdown, tidak
ditemukankanya fosil sebagai rantai dari manusia purba ke homo sapiens, dan
beberapa bukti fosil manusia purba yang telah ditolak kebenarannya. Sehingga kita
selayaknya tidak lagi mempercayai teori evolusi

16