Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA AN.

M DENGAN
IMUNISASI CAMPAK BOOSTER DI PUSKESMAS TIMIKA
TAHUN 2017

OLEH
KELOMPOK 2
Dian Ayu Dharmagati
Esmi S Prawar
Fadhilillah Ali
Maraeska Titarsole
Restiani Bella
Ria Iriani
Rosdiana Labelo
Selly Wesly Ayorbaba
Selviana F.A Waromi
Tistera Tabuni
Umi Hany Balyanan
Yemina Kum

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA
PRODI DIII KEBIDANAN
KABUPATEN MIMIKA
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas Makalah Asuhan Kebidanan pada Balita
An. M dengan Imunisasi Campak Booster di Puskesmas Timika
tahun 2017. Makalah ini disusun dengan maksud untuk
memenuhi tugas Presentase Kasus Imunisasi.
. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Ibu Innah Gwijangge S.ST, M. Keb, MH. Kes, selaku Ketua Prodi
DIII Kebidanan Mimika.
2. Ibu Lidarmawaty S.ST, selaku pembimbing yang telah
memberikan pengarahan dan masukan kepada kami.
3. Ibu Nely Amd.Keb , selaku kepala ruangan Poli Imunisasi
Puskesmas Timika yang telah member izin kepada kami untuk
mengambil data awal dalam pembuatan makalash kasus
imunisasi.
4. Seluruh Dosen Akademi Kebidanan Mimika terima kasih atas
segala bantuan yang telah diberikan.
5. Seluruh CI dan Staff Puskesmas Timika yang telah
membimbing dan mengajari kami selama PPK I berlangsung.
Kami menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan
dari berbagai pihak, Presentasi kasus Imunisasi ini tidak dapat
terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

2
Timika, 18 Juni 2017

Kelompok 2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................... i

KATA PENGANTAR.................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................. iii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...................................................... 1

B. Rumusan Masalah................................................. 2

C. Tujuan................................................................... 2

D. Manfaat................................................................. 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Imunisasi............................................................... 4

1. Pengertian Imunisasi....................................... 4

2. Tujuan Imunisasi............................................. 4

3. Macam-Macam Imunisasi................................ 4

4. Jadwal Kunjungan Imunisasi............................ 5

B. Imunisasi Campak................................................. 5

1. Pengertian Imunisasi Campak......................... 5

3
2. Efek Samping Imunisasi Campak.................... 6

3. Diagnosis Penyakit Campak............................ 6

C. Teori Manajemen Kebidanan 7 Langkah Varney.... 6

I. PENGKAJIAN DATA...........................................
7
II. INTERPRETASI DATA........................................
7
III. DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL....................
7
IV. TINDAKAN SEGERA..........................................
8
V. PERENCANAAN................................................
8
VI. PELAKSANAAN................................................
8
VII. EVALUASI.........................................................
8
BAB III. TINJAUAN KASUS.................................................. 9
BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................... 21

B. Saran.................................................................... 21

Daftar Pustaka....................................................................
22

4
5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada
bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh
agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap
penyakit tertentu. Program imunisasi ini bertujuan untuk
menurunkan angka kematian bayi akibat Penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), diantaranya tuberculosis,
difteri, pertusis, tetanus, poliomyelitis, campak, dan hepatitis
B (Hidayat, 2008).
Dari data terakhir WHO, terdapat kematian balita sebesar
1,4 juta jiwa per tahun akibat penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi, misalnya: batuk rejan 294.000 (20%);
tetanus 198.000 (14%), campak 540.000 (38%). Indonesia
sendiri, UNICEF mencatat sekitar 30.000-40.000 anak di
Indonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak.
Jumlah kasus campak di Provinsi Jawa Tengah pada tahun
2009 terdapat sebanyak 3.614 kasus. Ini berarti setiap dua
puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena
campak (IDAI, 2010).
Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan
Pengembangan Program Imunisasi (PPI) secara resmi pada
tahun 1997, yang menganjurkan agar semua anak diimunisasi
enam macam penyakit yaitu difteri, pertusis, tetanus,
tuberkulosis, polio, campak. Tahun 1991/1992, Departemen
Kesehatan RI telah mulai mengembangkan program imunisasi
hepatitis Bdengan mengintegrasikannya ke dalam program
imunisasi rutin yang telah ada di empat propinsi yaitu Nusa

1
Tenggara Barat, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur,
yang terus dikembangkan ke propinsi lainnya dan akhirnya
pada tahun 1997/1998 imunisasi hepatitis B sudah dapat
menjangkau seluruh bayi di Indonesia (Depkes RI, 2008).
Vaksin adalah suatu bahan yang berasal dari kuman atau
virus yang menjadi penyebab penyakit yang bersangkutan,
yang telah dilemahkan atau dimatikan atau diambil sebagian
atau tiruan dari kuman penyebab penyakit, yang sengaja
dimasukkan ke dalam tubuh seseorang atau kelompok orang
yang bertujuan untuk merangsang timbulnya zat anti penyakit
tertentu pada orang-orang tersebut. Melalui studi yang
mendalam vaksin dianggap menjadi alat yang paling efektif
(Hidayat, 2008). Jenis atau macam imunisasi vaksin yang
wajib pada anak antara lain BCG, DPT/ DT, polio, campak/
measles, hepatitis A dan B, typhoid dan paratyphoid dan
varisella atau cacar air (CPDDI, 2008).
Penyakit campak secara klinik dikenal dengan memiliki 3
stadium yaitu stadium kataral, stadium erupsi (keluar bercak-
bercak) dan stadium konvalesensi. Penyebab penyakit
campak adalah virus yang masuk ke dalam genus Morbillivirus
dan keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini merupakan
penyakit yang bersifat akut dan menular lewat udara melalui
system pernafasan, terutama percivkan ludah (cairan yang
keluar ketika seseorang bersin, batuk atau berbicara) seorang
penderita (Hidayat, 2008).

B. Rumusan Masalah
Bagaimana penatalaksanaan asuhan kebidanan pada An.
M dengan imunisasi campak booster di Puskesmas Timika

2
Tahun 2017 dengan menggunakan manajemen 7 langkah
Varney

C. Tujuan
1.Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada An. M
dengan imunisasi campak booster dengan menggunakan
tujuh langkah varney secara komprehensif.
2.Tujuan Khusus
a. Dapat melakukan pengkajian data baik data subyektif
maupun obyektif pada An. M dengan imunisasi
campak booster di Puskesmas Timika.
b. Dapat membuat interpretasi data dengan tepat
pada pada An. M dengan imunisasi campak booster di
Puskesmas Timika.
c. Dapat menentukan diagnosa/masalah potensial dan
antisipasi pada An. M dengan imunisasi campak
booster di Puskesmas Timika.
d. Dapat menentukan tindakan segera yang tepat
untuk pada An. M dengan imunisasi campak booster di
Puskesmas Timika
e. Dapat membuat perencanaan tindakan yang tepat
untuk pada An. M dengan imunisasi campak booster di
Puskesmas Timika
f. Dapat melaksanakan rencana tindakan yang telah
dibuat dengan baik pada An. M dengan imunisasi
campak booster di Puskesmas Timika.
g. Dapat melakukan evaluasi dari tindakan yang telah
dilakukan dari awal sampai akhir pada An. M

3
dengan imunisasi campak booster di Puskesmas
Timika.
h. Dapat melakukan pendokumentasian asuhan
kebidanan pada An. M dengan imunisasi campak
booster di Puskesmas Timika

D. Manfaat
1. Manfaat untuk anak
Untuk mencegah terjadinya penyakit Campak pada Balita.
2. Manfaat untuk keluarga
Menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit.
Mendorong keluarga kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak
akan menjalani masa kanak-kanak dengan aman dari penyakit campak.
3. Manfaat untuk negara
Memperbaiki tingkat kesehatan dan status kesehatan balita, menciptakan
bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara
dan memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa
didunia.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Imunisasi
1. Pengertian Imunisasi
a. Pengertian Imunisasi secara Umum
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan
pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke
dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk
mencegah terhadap penyakit tertentu. Program
imunisasi ini bertujuan untuk menurunkan angka
kematian bayi akibat Penyakit yang Dapat Dicegah

4
Dengan Imunisasi (PD3I) diantaranya tuberculosis,
difteri, pertusis, tetanus, poliomyelitis, campak, dan
hepatitis B (Hidayat, 2008).
b. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah suatu pemindahan atau transfer
antibodi secara pasif, sedangkan istilah vaksinasi
dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang
dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi)
dari sistem imun di dalam imunitas (Achmadi, 2006).
2. Tujuan Imunisasi
Tujuan imunisai adalah agar anak menjadi kebal
terhadap penyakit, sehingga dapat menurunkan angka
morbilitas dan mortalitas, serta dapatmengurangi
kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi. (Hidayat, A. Aziz Alimul. 2008)

3. Macam-macam Imunisasi
Imunisasi dasar adalah imunisasi pertama yang perlu
diberikan pada semua orang, terutama bayi dan anak
untuk melindungi tubuhnya dari penyakit yang berbahaya
a. BCG
Perlindungan penyakit TBC (Tuberkolosis), penyebab
bakteri Bacillus Calmette Guerrin, kandungannya adalah
Bacillus Calmette-Guerrin yang telah dilemahkan.
b. DPT/DT
Perlindungan penyakit difteri (infeksi tenggorokan),
pertusis (batuk rejan) dan tetanus (kaku rahang),
penyebab bakteri difteri, pertusis dan tetanus.
c. Polio

5
Perlindungan penyakit poliomielitis/ polio (lumpuh layu)
yang menyebabkan nyeri otot, lumpuh dan kematian.
d. Campak/Measles
Perlindungan penyakit campak/tampek, efek samping
yang mungkin terjadi adalah demam, ruam kulit dan
diare.
e. Hepatitis
Perlindungan penyakit infeksi hati atau kanker hati yang
mematikan.
4. Jadwal Pemberian Imunisasi

B. Imunisasi Campak
1. Pengertian Imunisasi Campak
Imunisasi campak adalah cara untuk meningkatkan
kekebalan seorang secara aktif terhadap virus campak
sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang sesuai
serupa tidak terjadi penyakit (Hidayat, 2008).
2. Efek Samping

6
Efek samping setelah pemberian imunisasi campak
a. Demam ringan > 39, 50C, biasanyan setelah hari ke 5
6 selama 2 hari.
b. Diare
c. Ruam setelah 7-12 hari pasca imunisasi, dan
berlangsung selama 2-4 hari.
d. Kemerahan selama 3 hari.
3. Diagnosis Penyakit Campak
Diagnosis kasus campak dibuat atas dasar kelompok
gejala klinik yang sering berkaitan, yaitu conza dan mata
radang disertai batuk dan demam yang tinggi beberapa
hari diikuti ruam mukopopular pada kulit yang memiliki ciri
khas. Ruam timbul diawali dari belakang telinga kemudian
menyebar ke muka, dada, tubuh, lengan dan kaki
bersamaan dengan meningkatnya suhu tubuh. Pada
stadium prodromal dapat ditemukan enatem di mukosa
pipi yang merupakan tanda patognomosis penyakit
campak yaitu bercak koplik. Pada saat penyembuhan, ruam
merah menghitam dan selanjutnya mengelupas.

C. TEORI MANAJEMEN KEBIDANAN 7 LANGKAH VARNEY


Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi
tanggung jawab bidan dalam memberi pelayanan kepada klien yang
mempunyai kebutuhan masalah kesehatan ibu di masa hamil, persalinan,nifas,
seletah lahir, serta keluarga berencana (Varney, 2007).
Manajemen kebidanan adalah proses pemesahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian
atau tahapan yang logis untuk pengambilan sutu keputusan yang berfokus
pada klien (Varney, 2007). Manajemen kebidanan menurut Varney terdiri dari

7
7 langkah yaitu pengkajian, interpretasi data, identifikasi, diagnosa potensial,
antisipasi, penyusunan rencana, pelaksanaan rencana asuhan secara efisien dan
aman kemudian evalusi.

1. Langkah I : PENGKAJIAN

Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang


akurat dari semua yang berkaitan dengan kondisi klien. Untuk
memperoleh data dapat dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan
fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital,
pemeriksaan khusus dan pemeriksaan penunjang.
Langkah ini merupakan langkah awal yang akan menentukan
langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang
dihadapi akan menentukan proses interpretasi yang benar atau tidak dalam
tahap selanjtnya, sehingga dalam pendekatan ini harus yang komprehensif
meliputi data subjektif, objektif dan hasil pemeriksaan sehingga dapat
menggambarkan kondisi/masalah klien yang sebenarnya.

2. Langkah II : INTERPRETASI DATA


Data dasar yang telah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat
merumuskan diagnosa atau masalah yang spesifik. Rumusan diagnosa dan
masalah keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefenisikan
seperti diagnosa tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah sering
berkaitan dengan hasil pengkajian.

3. Langkah III : IDENTIFIKASI DIAGNOSA ATAU MASALAH


POTENSIAL
Pada langkah ini bidan mengidentifikasi masalah atau diagnosa
potensial berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah
diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan

8
dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap
mencegah diagnosis/masalah potensial ini menjadi kenyataan.
4. Langkah IV : IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG
MEMERLUKAN PENANGANAN SEGERA
Mengantisipasi perlunya tindakan segera oleh bidan dan/dokter
untuk konsultasi atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan
lain. Langkah keempat mencerminkan kesinambungan proses manajemen
kebidanan. Dalam hal ini, bidan harus mampu mengevaluasi kondisi setiap
klien untuk menentukan kepada siapa sebaiknya konsultasi dan kolaborasi
dilakukan.

5. Langkah V : PERENCANAAN ASUHAN YANG MENYELURUH


Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang
sudah teridentifikasi dari kondisi/masalah klien, tapi juga dari kerangka
pedoman antisipasi terhadap klien tersebut, apakah kebutuhan perlu
konseling, penyuluhan dan apakah pasien perlu dirujuk karena ada
masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah kesehatan lain.
Pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan rencana asuhan
sesuai dengan hasil pembahasan rencana bersama klien dan keluarga,
kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakannya.

6. Langkah VI : PELAKSANAAN RENCANA ASUHAN


Pada langkah keenam, rencana asuhan menyeluruh dilakukan
dengan efisiensi dan aman. Pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh
bidan atau sebagian dikerjan oleh klien atau petugas kesehatan lainnya.

7. Langkah VII : EVALUASI


Melakukan evaluasi hasil dari asuhan yang telah diberikan meliputi
pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi
sesuai dengan diagnosa/masalah.

9
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA USIA 18 Bulan

DENGAN IMUNISASI CAMPAK BOOSTER

I. Pengkajian Data
Tanggal : 16 Mei 2017 Jam : 09.00 WIT
Oleh : Mhs. Kelompok 8
Tempat/ruang: PKM. Timika/ Poli Imunisasi

A. Data subyektif.

1. Biodata

Bayi / Anak

Nama : An. M

Umur : 18 Bulan

Tgl / jam lahir : 18 November 2015/ 20.15 WIT

Jenis kelamin : Perempuan

2. Orang Tua

Nama Ibu :Ny. L Nama Suami


: Tn. R

10
Umur : 21 thn Umur : 22
tahun

Suku / Bangsa : Ambon/ Indonesia Suku / Bangsa :


Ambon/Indonesia

Agama : Kristen Protestan Agama :


Kristen Protestan

Pendidikan : SMA Pendidikan :


SMA

Pekerjaan : Swasta Pekerjaan :


tidak bekerja

Alamat : Jl. Kebun Sirih

3. Alasan Kunjungan

Ibu mengatakan ingin memantau perkembangan


anaknya.

Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan anaknya.

4. Riwayat Kesehatan

a) Riwayat Kesehatan yang lalu : ibu mengatakan


anaknya baru sembuh dari demam 1 hari yang lalu.

11
b) Riwayat kesehatan masa lalu :

1) Prenatal Care

Tempat/ Frekuensi ANC : Pkm. Timika/3x

Penyakit penyerta kehamilan : tidak ada

Imunisasi saat ANC :TetanusToxoid,


frekuensi :2x

2) Natal

Tempat persalinan : Pkm. Timika

Penolong : Bidan

Cara persalinan : Normal

Komplikasi : tidak ada

3) Post Natal

Kondisi bayi waktu lahir(A/S) : 8/9

Berat badan : 2500gram

Panjang badan : 49 cm

LIKA : 33 cm

LIDA : 34 cm

12
5. Riwayat Imunisasi

No. Jenis Umur


Imunisasi
0-1 bln 2 bln 3 bln 4 bln 5-8 9-11
bln bln

1. HB0 18/11/1
5

2. BCG 09/12/1
5

3. Polio 09/12/1 19/01/ 12/05/ 13/06/1


5 16 16 6

4. DPT HB hib 19/01/ 12/05/ 13/06/1


16 16 6

5. Campak 15/09/1
6
6. Riwayat Tumbuh Kembang
a. Pertumbuhan fisik
Berat Badan : 9,4kg
Panjang badan : 62 cm
LILA : 15,9cm
LIDA : 43,7cm
LIKA : 44 cm
b. Perkembangan
Umur anak : 18 bulan
Kemampuan gerak kasar : anak dapat berdiri, berjalan,
dan berlari
Kemampuan gerak halus :anak sudah dapat menyusun
mainannya
Kemampuan bicara, bahasa dan kecerdasan: anak
sudah dapat menyebutkan 1-2 kata
Kemampuan bergaul dan kemandirian : anak sudah
bisa makan sendiri

13
7. Riwayat nutrisi
a. Bayi pertama kali mendapat ASI dengan cara :
menetek langsung pada ibunya
b. Apakah masih menetek : anak sudah
tidak menetek
c. Berapa banyak mendapat ASI : sesuka bayi dan
tidak dibatasi
d. Apakah sudah diberikan MPASI : anak sudah
mendapatkan MPASI
e. Kapan mulai pemberian makanan tersebut :
pada usia 7 bulan
f. Jenis makanan apa yang sudah diberikan : bubur,
sayur dan ikan
g. Berapa kali sehari dapat makanan tambahan :2
kali sehari

8. Riwayat psikososial
a. Anak ke : satu
b. Hubungan ayah dan ibu : baik
c. Hubungan ayah dan anak : baik
d. Hubungan ibu dan anak : baik
e. Pola interaksi : baik
9. Aktifitas sehari-hari
a. Nutrisi
Frekuensi : makan 2x/hari, minum 7-8 gelas/hari
Jenis : bubur, sayur dan ikan
Pantangan : tidak ada
Alergi : tidak ada
Yang memberi : ibu
Masalah, upaya mengatasi: tidak ada
b. Istirahat
Berapa lama tidur sehari : 12-13 jam
Tidur siang : 2-3 jam
Tidur malam : 10 jam
Apakah yang bisa membuat tidur : nyanyian ibunya
c. Personal hygiene
Mandi : 2x sehari
Cuci rambut : 3-4x / mgg

14
Ganti baju : 3-4x/hari
Pemahaman orang tua : ibu mengatakan anaknya
sering diganti bajunya apabila sudah basah karena
keringat.
d. Eliminasi
1) BAB
Frekuensi : 2x/ hari
Bau : khas feses
Warna : coklat
Konsistensi : lunak
Keluhan :tidak ada
2) BAK
Frekuensi : tidak diketahui karena masih
menggunakan popok
Bau : khas urin
Warna :kuning jernih
Keluhan : tidak ada
e. Pola ketergantungan: masih dimandikan orang tuanya.

B. Data Obyektif
a. Pemeriksaan umum
1. Keadaan Umum : lemah
2. Kesadaran : comprehensif
3. TTV
Suhu : 37,oC
Nadi : 99 x/m
Respirasi : 34 x/m

b. Antropometri
Berat badan : 10,7 kg
Tinggi badan : 62 cm
Lingkar lengan atas : 15,9 cm
Lingkar kepala : 44 cm
Lingkar dada : 43,7 cm

c. Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi
Kepala : bersih, rambut hitam lurus.
Wajah : kemerahan, tidak ada odema
Mata : conjungtiva merah muda

15
Hidung :tidak ada polip, tidak ada cairan
abnormal.
Mulut :tidak ada sariawan, bersih, tidak ada
karies.
Gigi : seri atas 4 buah, seri bawah 4 buah,
geraham atas 2 buah, geraham bawah
2 buah.
Telinga : simetris, tidak ada cairan yang
abnormal
Perut : tidak ada kembung.
Genitalia : tidak dilakukan
Ekstremitas : simetris atas bawah.
2. Palpasi
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
Kulit :turgor baik
Perut :tidak ada kembung
3. Auskultasi
Dada : tidak dilakukan
Perut : tidak dilakukan
4. Perkusi
Ekstemitas : tidak dilakukan
d. Pemeriksaan Penunjang : tidak dilakukan.

II. INTERPRETASI DATA DASAR


Diagnosa : An. M umur 18 bulan dengan imunisasi
campak boster.
Data subyektif :
Ibu mengatakan anaknya lahir tanggal 18 November 2015
Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan campak anaknya.
Data obyektif :
Keadaan umum : baik
Kesadaran :comprehensive
Hasil TTV :Suhu: 37oC, Nadi:99 x/m, Respirasi:34
x/m
Hasil antropometri:Berat badan : 10,7 kg, Tinggi badan:
62 cm, Lingkar lengan atas: 15,9 cm, Lingkar kepala : 44
cm, Lingkar dada: 43,7 cm
Muka agak kemerahan

16
Hidung: Hidung simetris, bersih dan tidak ada benjolan.
Kulit: Bersih, tugor baik
Masalah : tidak ada
Kebutuhan : tidak ada

III.DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL


Demam, oedema di tempat bekas suntikan

IV. TINDAKAN SEGERA


Pemberian paracetamol dan kompres air hangat

V. INTERVENSI
Tanggal: 16 Mei 2017 Pukul: 09.00 WIT
1. Beritahu kepada ibu tentang keadaan anaknya
R/ agar ibu mengetahui keadaan anaknya.
2. Beritahu ibu tentang pentingnya imunisasi campak
R/ agar ibu mengerti dan mengetahui tentang imunisasi
campak.
3. Beritahu ibu tentang efek samping dari imunisasi campak
R/ agar jika terjadi masalah ibu dapat memahami bahwa
keadaan anaknya normal.
4. Meminta ibu membantu memposisikan bayinya senyaman
mungkin/ memposisikan seperti posisi menyusui.
R/ agar petugas bisa melakukan penyuntikan dengan
benar.
5. Lakukan penyuntikan pada 1/3 lengan kiri atas.
R/ sesuai prosedur penyuntikan.
6. Anjurkan ibu untuk tidak mengosok-gosok bekas suntikan.
R/ agar tidak nyeri, odema, dan obatnya bisa bekerja
dengan baik.
7. Anjurkan ibu memberikan obat penurun padas sesegera
mungkin.
R/ untuk menurunkan panas dan mengurangi rasa nyeri
8. Beritahu cara minum obat penurun panas
R/ agar ibu tidak salah dalam pemberian obat
9. Beritahu ibu apabila keadaan anaknya tidak kunjung
membaik setelah diberikan obat segera datang ke petugas
kesehatan

17
R/ untuk mencegah terjadinya masalah yang tidak
diinginkan
10. Jadwalkan kunjungan ulang
R/ agar ibu tidak lupa untuk datang ke posyandu

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal: 16 Mei 2017 Pukul: 09.00 WIT
1. 09.00 WIT
Memberitahu kepada ibu tentang keadaan anaknya
TTV : Suhu: 37oC, Nadi:99 x/m, Respirasi:34 x/m
Antropometri :Berat badan : 10,7 kg, Tinggi badan: 62
cm
2. 09.02 WIT
Memberitahu ibu tentang pentingnya imunisasi campak,
dengan imunisasi campak dapat mencegah adanya
penyakit campak
3. 09.05 WIT
Memberitahu ibu tentang efek samping dari imunisasi
campak, efek samping yaitu bisa terjadi demam, bekas
suntikan bisa ruam kemerahan, kebiruan dan bengkak.
4. 09.06 WIT
Meminta ibu memposisikan bayi senyaman mungkin/posisi
menyusui.
5. 09.07 WIT
Lakukan penyuntikan.

6. 09.09 WIT
Anjurkan ibu untuk tidak menggosok-gosok bekas suntikan.
7. 09.10 WIT
Memberikan obat penurun panas dilakukan untuk
menurunkan demam pada anak dan mengurangi rasa
nyeri.
8. 09.11 WIT
Memberitahu cara minum obat penurun panas agar ibu
memberikan obat sesuai dengan 3T (tepat waktu, tepat
obat, tepat pasien)
9. 09.13 WIT

18
Memberitahu ibu apabila keadaan anaknya tidak kunjung
membaik setelah diberikan obat segera datang ke petugas
kesehatan adalah cara agar mencegah terjadinya
komplikasi lanjutan
10. 09.15 WIT
Menjadwalkan kunjungan ulang adalah cara untuk
mengingatkan ibu agar memantau perkembangan anaknya
dan guna memberikan imunisasi campak booster

VII. EVALUASI
Tanggal: 16 Mei 2017 Pukul: 09.18 WIT
1. Ibu sudah mengerti dengan keadaan anaknya
2. Ibu sudah memahami pentingnya pentingnya imunisasi
campak booster
3. Ibu sudah mengerti tentang efek samping pemberian
imunisasi campak booster
4. Ibu bersedia memposisikan anaknya senyaman mungkin.
5. Penyuntikan sudah dilakukan.
6. Ibu bersedia memberikan obat penurun panas pada
anaknya.
7. Ibu mengerti cara pemberian obat penurun panas
8. Ibu mengerti dan akan membawa anaknya jika keadaan
anaknya tidak membaik
9. Ibu bersedia akan melakukan kunjungan ulang

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada kasus ini akan dibahas tentang kesenjangan antara teori dengan
kenyataan praktik dilapangan dalam asuhan kebidanan pada An M 18 bulan
dengan imunisasi Campak boster, tetapi juga kesamaan-kesamaan antara teori
dengan praktik dilapangan antara lain :
1. Pengkajian Data

19
Pengkajian yang merupakan tahap awal dari manajemen kebidanan
dilaksanakan dengan cara pengkajian data subyektif dan data penunjang
(Nursalam, 2003). Pada data obyektif diperoleh dengan pemeriksaan fisik
untuk mengetahui keadaan umum pasien selama imunisasi yang dikaji dari
kepala sampai dengan kaki untuk mengetahui adanya kelainan atau tidak.
Data subyektif pada balita An. M dengan imunisasi campak booster
bahwa ibu mengatakan ingin mengimunisasikan anaknya dan ibu mengatakan
anaknya tidak sedang sakit. Data obyektif pada balita An. M dengan imunisasi
campak booster terlihat sehat dan gerakannya aktif serta tanda-tanda vital
normal. Berdasarkan data yang diperoleh pada kasus An. M dengan
2. Interpretasi Data
Interpretasi data merupakan data dasar yang sudah dikumpulkan
diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang
spesifik. Rumus dan diagnosa tujuannya digunakan karena masalah tidak
dapat didefinisikan seperti diagnosa tetapi membutuhkan penanganan (Varney,
2004).
Data yang telah dikumpulkan diinterpretasikan menurut diagnosa
kebidanan. Pada kasus ini interpretasi data meliputi masalah dan kebutuhan.
Pada An. M umur 18 bulan dengan imunisasi campak booster adapun masalah
yang dihadapi klien tidak ada, sehingga kebutuhan pada kasus ini adalah juga
tidak ada, sehingga pada langkah interpretasi data ini tidak ditemukan
kesenjangan antara teori dengan praktek di lapangan.
3. Diagnosa Masalah Potensial
Setelah dilakukan asuhan kebidanan yang tepat dan cermat serta
didukung kerjasama yang baik oleh keluarga pasien dan pasien sendiri maka
pada kasus An. M umur 18 bulan dengan imunisasi campak booster tidak
muncul demam ringan, infeksi ringan pada saluran nafas dan diare karena
antisipasi yang tepat.
Diagnosa potensial yang terjadi pada balita dengan setelah imunisasi
campak menurut Hidayat (2008) adalah demam dan ruam merah karena

20
antisipasi yang tepat, maka diagnosa potensial tidak muncul. Berdasarkan data
di atas dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan antara teori dan
praktek.
4. Tindakan Segera
Tindakan segera yang dapat dilakukan menurut Achmadi (2006) adalah
pemberian Parasetamol syrup 120 ml untuk mengantisipasi demam. Pada
langkah ini penulis melakukan antisipasi yang sama dengan teori sehingga
tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. Pada kasus An. M umur
18 bulan dengan imunisasi campak antisipasi tidak dilakukan, oleh karena itu
tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan praktek di lapangan.
5. Intervensi
Menurut Depkes (2005), perencanaan asuhan pada balita dengan
imunisasi campak yaitu menyiapkan alat vaksin campak, berita tahu ibu
tentang keadaan anaknya, jelaskan pada ibu pentingnya imunisasi campak,
siapkan alat vaksin campak, suntikkan vaksin campak pada balita secara SC
pada lengan kiri atas, berikan vaksin campak dengan dosis 0,5 ml,
Parasetamol syrup 120 ml untuk mengatasi demam pada anak, anjurkan ibu
untuk tetap memberikan makanan yang bergizi, anjurkan ibu untuk tetap
menjaga kesehatan dan gizi anak serta anjurkan ibu untuk datang ke tenaga
kesehatan apabila ada keluhan.

6. Implementasi
Pada langkah pelaksanaan asuhan kebidanan pada An. M dengan
riwayat imunisasi campak merupakan pelaksanaan dari rencana tindakan
asuhan menyeluruh (Varney, 2004). Pada langkah pelaksanaan ini telah
dilakukan dan dikerjakan sesuai dengan rencana asuhan yang telah dibuat dan
adanya dukungan dari keluarga.
7. Evaluasi

21
Pada An. M dengan riwayat imunisasi campak booster setelah
dilakukan asuhan didapatkan evaluasi yaitu:
a. Ibu sudah mengerti dengan keadaan anaknya
b. Ibu sudah memahami pentingnya pentingnya imunisasi
campak booster
c. Ibu sudah mengerti tentang efek samping pemberian
imunisasi campak booster
d. Ibu bersedia memposisikan anaknya senyaman mungkin.
e. Penyuntikan sudah dilakukan.
f. Ibu bersedia memberikan obat penurun panas pada
anaknya.
g. Ibu mengerti cara pemberian obat penurun panas
h. Ibu mengerti dan akan membawa anaknya jika keadaan
anaknya tidak membaik
i. Ibu bersedia akan melakukan kunjungan ulang

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang
secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila ia terpejan pada antigen
yang serupa tidak terjadi penyakit.
Tujuan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

22
- Poliomyelitis
- Campak
- Difteri
- Pertusis
- Tetanus
- TBC
- Hepatitis
Hepaitis B adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus.Hepatitis
(HBV) yang menyerang hati dan dapat mengakibatkan kerusakan dari sel hati.

B. Saran
Melalui asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa mampu mengkaji
dan melaksanakan asuhan kebidanan khususnya pada bayi atau balita dengan
imunisasi. Bagi ibu dan keluarga diharapkan mampu meningkatan pemahaman
tentang pentingnya imunisasi, bahaya penyakit campak dan segera membawa
ke petugas kesehatan bila balita mengalami tanda bahaya.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2005. Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh


Kembang Anak. Jakarta: Bina Pustaka.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metode Penelitian Kesehatan.


Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.

Saifuddin, A. B. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal, Buku Panduan Praktis, Edisi I Cetakan II. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono

23
Prawirohardjo. Varney, Hellen. 2004. Varneys Midwivery.
Bandung: Sekelola Publisher.

24