Anda di halaman 1dari 8

ANALISA BANGUNAN

KOMUNITAS HIJAB SURABAYA

MATRIKS HUBUNGAN RUANG&BANGUNAN


SUMBER: DATA PRIBADI

PERSYARATAN RUANG DAN BANGUNAN


KESESUAIAN TATA BANGUNAN DENGAN RENCANA TATA RUANG
WILAYAH DAN PERATURAN DAERAH
Persyaratan tata bangunan dan lingkungan meliputi ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam pembangunan bangunan Pusat komunitas paper clay \ dari segi tata bangunan dan lingkungannya, yaitu sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota atau Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung Kabupaten/Kota yang bersangkutan, yaitu:

a. Peruntukan Lokasi
Bangunan harus diselenggarakan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam RTRW Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

b. Jarak Bebas Bangunan


Sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah setempat tentang Bangunan Gedung, maka bangunan Pusat komunitas paper clay merupakan bangunan tunggal (free-standing)
dengan jarak bebas antara blok/masa bangunan dengan batas lahan minimum adalah 4,00 meter serta harus mempertimbangkankan hal-hal seperti:
Keselamatan terhadap baha ya kebakaran,

Kesehatan, termasuk sirkulasi udara dan pencahayaan,

Kenyamanan,
Keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan.

c. Ketinggian bangunan
Ketinggian bangunan pusat komunitas tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah setempat tentang ketinggian maksimum bangunan pada lokasi,maksimum adalah 5 lantai.
d. Ketinggian langit-langit
Ketinggian langit-langit bangunan pusat komunitas minimum di setiap lantai adalah 2,80 meter dihitung dari permukaan lantai. Mengingat bangunan gedung memiliki fasilitas masyarakat,
maka diusulkan ketinggian langit-langit minimum di Lantai Dasar adalah 3,50 meter.
e. Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisian Lantai Bangunan (KLB), Garis
Sempadan Bangunan (GSB) dan Koefisien Daerah Hijau (KDH)
Ketentuan besarnya KDB, KLB, GSB dan KDH mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah setempat tentang Bangunan Gedung untuk lokasi yangbersangkutan. Sepanjang
tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah
setempat, maka bangunan pusat komunitas mengikuti ketentuan berikut
KDB merupakan perbandingan antara luas seluruh perkerasan di lantai dasar dengan luas lahan. KDB maksimum adalah 60%, termasuk didalamnya:

Lantai Dasar Bangunan (maksimum 30% dari Luas Lahan)

Ruang Pamer Outdoor

Sirkulasi dan Parkir Kendaraan (mobil dan motor)

Sirkulasi, Parkir, dan Ramp bagi Penyandang Cacat

Jalur Pedestrian

KDH merupakan perbandingan antara luas seluruh daerah hijau dengan luas persil bangunan yang harus digunakan sebagai daerah resapan air dan ruang terbuka hijau. KDH minimum
dari bangunan adalah 40%.

GSB merupakan jarak tepi ruas jalan dengan bangunan terluar. GSB minimum bangunan adalah setengah dari lebar jalan ialah 6 meter

HUBUNGAN BANGUNAN
SUMBER: DATA PRIBADI

ZONIFIKASI BANGUNAN

SUMBER: DATA PRIBADI SUMBER: DATA PRIBADI


ANALISA LAHAN
JL.Ir.Soekarno (MERR)

TINJAUAN KONDISI TAPAK TIJAUAN KLIMATOLOGI


LOKASI TAPAK: JL. Ir. Soekarno (Merr) Surabaya

SITE

MATAHARI : Pada sisi timur tapak matahari pagi, sedangkan pada sisi barat matahari sore. Hal ini nantinya berpengaruh pada
SUMBER: google map
SUMBER: DATA PRIBADI penatataan massa bangunan, bukaan jendela di prioritaskan kea rah timur.
(08-10-2017 18:00)

DIMENSI TAPAK : Luas Tapak 16.476m2 ANGIN : Pada tapak arah angin berasal dari arah timur laut, hal ini akan berpengaruh pada penghawaan udara alami pada tapak.
BENTUK TAPAK : Seperti Trapesium Siku-Siku HUJAN & KELEMBABAB : Pada tapak didapatkan data arah hujan yang mayoritas dipengaruhi oleh arah angin (dari Timur Laut).
Hal ini berpengaruh pada tapak, khususnya pada area timur laut akan lebih banyak genangan air saat musim hujan dan bangunan pada
KONTUR TANAH : Kontur Tanah Datar,
sisi ini akan paling lembab
kondisi tanah pada tapak keras
TIJAUAN LINGKUNGAN SEKITAR

KONDISI JALAN SEKITAR:

SUMBER: DATA PRIBADI


TATA HIJAU: Pada area tapak hanya terdapat rumput alang-
Alang dan sedikit pohon pisang. Pada sekitar area tapak dijumpai
Pohon pada tepi jalan Ir.Soekarno. tapak terlihat Gersang.
Lokasi : JL. Ir.Soekarno (merr) Lokasi : JL.Penjaringan Asri
SUMBER: DATA PRIBADI (13:00) SUMBER: DATA PRIBADI (13:00)

Pada JL.Ir.Soekarno lebar jalan8m tiap jalurnya(dua arah) kondisi jalan aspal.
Pada JL. Penjaringan Asri lebar jalan 6m tiap jalurnya (dua arah). Kondisi jalan aspal.

ARAH LALU LINTAS & KEPADATAN LALU LINTAS:


Pada jl Ir.soekarno lalu lintas mengarah ke selatan arah (per-3an UPN) kondisi lalu lintas macet pada jam 06:00-09:00 &
15:00-18:00
Pada jl. Penjaringan Asri mengarah ke timur (perumahan) kondisi lalu lintas relative padat pada sore hari.
SUMBER: DATA PRIBADI
KONDISI BANGUNAN SEKITAR: KONDISI JARINGAN KOTA:

Lokasi : JL. Ir.Soekarno (merr)


SUMBER: DATA PRIBADI (13:00)

Lokasi : JL. Ir.Soekarno (merr) Lokasi : JL.Penjaringan Asri Pada sisi barat tapak terdapat roil kota selebar 80cm dan
SUMBER: DATA PRIBADI (13:00) SUMBER: DATA PRIBADI (13:00) roil utama 5m.
Kondisi bangunan sekitar jalan merr sisi barat tapak menghadap ke permukiman warga. Pada sisi utara terdapat roil kota selebar 3m.
Kondisi bangunan sekitar jalan penjaringan sisi utara tapak menghadap ke permukiman warga

VIEW SEKITAR TAPAK :

Lokasi : JL.Ir.Soekarno (Sisi barat TAPAK) Lokasi : JL. Penjaringan Asri (Sisi Utara TAPAK)
SUMBER: DATA PRIBADI (13:00) SUMBER: DATA PRIBADI (13:00)
Pada sisi timur dan selatan view yang diperoleh sawah & tanah kosong.

PENENTUAN VIEW TO SITE PENENTUAN VIEW FROM SITE

Pemilihan view to site pada area ini


dikarenakan pada view ini bangunan Pemilihan view from site pada
akan terlihat jelas dari segala arah. bangunan menghadap kea rah
View dari arah Jl.Ir.Soekarno di pilih selatan, karena pada arah ini
karena ini merupakan jalan utama pemandangan terlihat bersih dan
yang paling banyak dilalui hijau.
kendaraan.

Lokasi : JL.Ir.Soekarno (Sisi barat TAPAK)


Lokasi : JL.Ir.Soekarno (Sisi Selatan TAPAK)
SUMBER: DATA PRIBADI (13:00)
SUMBER: DATA PRIBADI (13:00)
PENENTUAN SE&ME
MAIN ENTRANCE PENENTUAN ORIENTASI :
MAIN ENTRANCE Saya beri penekanan pada arah barat ini
dikarenakan akses yang cukup besar. Untuk aksesnya berada di paling
ujung selatan karena pada sisi utara dekat dengan exit perumahan

SIDE ENTRANCE
Terletak di jalan penjaringan Asri karena lalu lintas di sini tidak seramai
di jl.Ir.soekarno.

SKOR
BAGAIAN BARAT = Jalan Dr. Ir soekarno
1. Mudah dan cepat dilihat = 8.5
2. Terlihat = 8.5
3. Aman dicapai = 8.5
BAGIAN UTARA = Jalan Penjaringan Asri
4. Mudah dan cepat dilihat =6
5. Terlihat =6
ME 6. Aman dicapai = 6
Penentuan orientasi pada tapak yang dipilih adalah
Melalui skor diatas dapat ditarik kesimpulan ME terbaik pada jalan Dr.Ir orientasi kedalam, karena jumlah massa bangunan yang
soekarno dengan catatan berada jauh dari exit perumahan banyak lebih ideal jika orientasinya kedalam.

PENENTUAN POSISI FOCAL POINT: PENENTUAN ZONIFIKASI :


Penentuan Posisi focal
point berdasarkan sudut pandang
pengendara sepeda motor
(kecepatan 40km/jam) dengan
sudut view 450 didapatkan hasil
seperti di samping. Pertemuan
34.09 %
antara garis pandang dari
jl.ir.soekarno dan jl.penjaringan 34.09 %
asri pertemuan garis tersebut yang
menjadi patokan penempatan focal
point
34.09 %

Pada sisi barat kebisingan paling besar, sehingga pada sisi ini akan di tempatkan bangunan
yang tidak memerlukan suasana tenang&sepi.
Pada sisi utara kebisingannya sedang, sehingga bangunan tidak akan terlalu terganggu
dengan suara bising.
Pada sisi timur dan selatan kebisingannya tidak berpengaruh karena pada sisi ini hanya sawah
dan tanah kosong.