Anda di halaman 1dari 49

MEMPELAJARI PROSES ANALISIS MUTU PRODUK GULA ROSE

BRAND DI CV. BUMI WARAS WAY LUNIK

(Laporan Praktik Umum)

Oleh

INDAH PURNAMA SARI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktik Umum merupakan kegiatan kurikuler perguruan tinggi yang bersifat

monodisipliner ilmu pengetahuan yang mengandung unsur pendidikan dan

penelitian. Fakultas pertanian Universitas Lampung mewajibkan mahasiswanya

untuk melaksanakan Praktik Umum yang diatur berdasarkan Surat Keputusan

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung No. 022/KPTS/FP/1993.

Pemilihan lokasi kegiatan disesuaikan dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari

oleh mahasiswa sehingga nantinya dapat dikaji relevansi anatara teori di bangku

perkuliahan dan keadaan nyata di lapangan. Teknologi Hasil Pertanian merupakan

bidang keilmuan yang menerapkan ilmu-ilmu dasar seperti fisika, kimia, biologi,

biokimia, dan mikrobiologi dalam manajemen hasil pertanian khususnya pangan.

Salah satu agroindustri yang bergerak di bidang pangan sehingga tepat dijadikan

sebagai lokasi kegiatan praktik umum mahasiswa dari jurusan Teknologi Hasil

Pertanian adalah CV. Bumi Waras. Agroindustri ini banyak bergerak dibidang

pengolahan bahan hasil pertanian untuk dijadikan sebagai bahan pangan, salah

satunya adalah gula. Gula yang dijual oleh CV. Bumi Waras merupakan gula

rafiansi dalam kemasan packing 1kg dan karung dengan merek dagang Rose

Brand yang diproduksi oleh PT. Adi Karya Gemilang.

Gula rafinasi yang diproduksi ini telah dipasarkan keseluruh Indonesia sehingga

penting bagi perusahaan untuk menjaga konsistensinya agar produk tetap bertahan
dipasaran. CV. Bumi Waras telah menerapkan manajemen mutu untuk setiap

produknya termasuk produk gula rafinasi merk Rose Brand ini. Manajemen mutu

yang dilaksanakan di CV. Bumi Waras mulai dari proses penerimaan bahan baku,

proses produksi, hingga pada proses penanganan, penyimpanan, dan

pendistribusian produk. Manajemen mutu adalah suatu aktivitas prosedur, metode,

atau program yang dapat menjamin pemeliharaan secara terus menerus mengenai

spesifikasi dan standarisasi dari produk-produk dalam menentukan toleransi

selama penanganan dan akan menjamin lebih lanjut mengenai semua keadaan

alamiah serta sifat-sifat atau karakteristik yang diperlukan selanjutnya selama

penyimpanan dan menjamin tidak akan mengalami perubahan sampai kepada

konsumen. Industri yang menghasilkan produk pangan haruslah dapat menjamin

kualitas suatu produk yang dipasarkan kepada konsumen. Kualitas merupakan

faktor dasar yang mempengaruhi pilihan konsumen untuk berbagai jenis produk.

Penentuan kualitas produk dapat didasarkan pada penilaian karakteristik tertentu,

seperti karakteristik fisik, kimia, dan biologi produk. Karakteristik yang

ditetapkan haruslah memenuhi sejumlah spesifikasi atau standar yang telah

ditetapkan perusahaan.

Penetapan standar atau spesifikasi produk dapat digunakan sebagai pengendali

keragaman sehingga produk yang akan diterima konsumen memiliki kesamaan

kualitas. Perusahaan pangan dapat mengikuti standar yang ditetapkan oleh

pemerintah atau lembaga, namun dapat juga membuat kebijakan sendiri mengenai

standar yang akan digunakan berdasarkan kesesuaian permintaan konsumen. Gula

rafinasi yang diproduksi oleh PT. Adikarya Gemilang dan dipasarkan oleh CV.

Bumi Waras dengan merek Rose Brand spesifiaksi produknya ditetapkan


berdasarkan Standar Nasional Indonesia tentang gula kristal putih. Spesifikasi

yang ditetapkan untuk gula kristal putih berdasarkan SNI GKP No. 3140.3:2010

adalah warna larutan (ICUMSA), berat jenis butir, polarisai (Z, 20C), abu

konduktif, kadar air, dan kadar SO2. Pemenuhan spesifikasi produk dapat

diketahui dengan melakukan analisis terhadap produk tersebut, baik pada

parameter input, proses, maupun output. Berbagai proses analisis produk yang

dilakukan bertujuan untuk mengetahui keadaan produk dan proses agar tetap

sesuai sekaligus sebagai upaya menjaga kualitas produk agar tetap konsisten.

Produk gula Rose Brand dari CV. Bumi Waras memiliki tiga klasifikasi gula

kristal putih, yaitu gula Rose 1 kemasan premium berlabel hijau, gula Rose 1

kemasan gula tebu berlabel kuning, dan gula Rose 2 dalam kemasan karung.

Pengelompokkan kualitas tersebut telah disesuaikan dengan permintaan pasar dan

kebutuhan pelanggan. Setiap kelompok produk memiliki spesifikasinya masing-

masing namun parameter yang diukur tetap sama. Hal ini perlu diperhatikan

dalam proses analisis agar nantinya produk dapat dikalsifikasikan sesuai standar

masing-masing. Mempelajari proses analisis dan spesifikasi untuk setiap produk

gula rafinasi merek Rose Brand di CV. Bumi Waras merupakan kegiatan yang

akan dilakukan dalam pelaksanaan praktik umum. Hal ini penting untuk dipelajari

karena merupakan salah satu aspek manajemen mutu dalam menjaga kualitas

produk.
1.2 Tujuan Praktik Umum

Tujuan Praktik Umum (PU) yang dilaksanakan di CV. Bumi Waras Cabang

Lampung adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan salah satu mata kuliah wajib dengan kredit 3 sks sebagai syarat

untuk memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian.

2. Memperluas wawasan mahasiswa dan mengembangkan ilmu yang telah

diperoleh selama kuliah sesuai dengan bidang keahliannya.

3. Mempelajari proses analisis mutu produk gula Rose Brand di CV. Bumi

Waras Way Lunik

1.3 Manfaat Praktik Umum

1. Bagi mahasiswa

Manfaat Praktik Umum bagi mahasiswa yaitu dapat mengaplikasikan teori

yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam kehidupan nyata, memperoleh

pengalaman dan keterampilan operasional, dan melatih kemampuan untuk

menganalisis masalah secara pragmatis dan ilmiah.

2. Bagi perguruan tinggi

Manfaat Praktik Umum bagi perguruan tinggi adalah memperoleh bahan dasar

bagi pengembangan pendidikan, memperoleh media promosi, dan

memperoleh media kerjasama dengan instansi atau perusahaan.

3. Bagi perusahaan

Manfaat Praktik Umum bagi perusahaan adalah memperoleh bantuan tenaga

kerja, kesempatan menjaring tenaga kerja, dan mendapatkan media sosialisasi

program dan promosi perusahaan.


1.4 Pelaksanaan Kegiatan Praktik Umum

1.4.1 Tempat dan waktu kegiatan

Praktik Umum ini dilaksanakan di CV. Bumi Waras Cabang Lampung yang

terletak di Kawasan Industri Lampung tepatnya di CV. Bumi Waras berlokasi di

Jalan Yos Sudarso No.29 Way Lunik Panjang, Bandar Lampung. Kegiatan ini

dilaksanakan selama 30 hari kerja aktif (180 240 jam), yaitu pada tanggal 17

Juli 2017 sampai dengan 21 Agustus 2017.

1.4.2 Metode pelaksanaan

Metode pelaksanaan yang digunakan dalam Praktik Umum adalah sebagai

berikut:

1. Wawancara

Dilakukan terhadap pihak yang berwenang sesuai dengan petunjuk lapangan

atau berupa penjelasan langsung dari pembimbing lapangan.

2. Pengamatan langsung

Mengamati secara langsung proses penanganan bahan baku, produksi, dan

penanganan produk akhir hingga menjadi produk yang siap didistribusikan.

Mengamati secara langsung sistem manajemen mutu dan aktivitas

laboratorium pada setiap Incoming, Process, dan Out Going.

3. Praktik langsung

Ikut serta dalam proses analisis bahan baku, hasil produksi, dan penanganan

produk akhir hingga menjadi produk yang siap didistribusikan.

4. Pembahasan dan pelaporan


Menginterpretasikan data yang diperoleh dari Praktik Umum dan

membandingkan pelaksanaan lapang dengan teori yang ada sehingga

diperoleh penjelasan dalam bentuk laporan.


II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

Didirikan pada tahun 1973, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menjadi

salah satu anggota dari Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian

di Indonesia yang didirikan pada tahun 1947. TBLA berdiri karena keinginan

mendukung pembangunan negara dan memanfaatkan keunggulan kompetitif

Indonesia di bidang pertanian. Saat ini, Sungai Budi Group adalah salah satu

pabrikan dan distributor produk konsumen berbasis pertanian terbesar di

Indonesia. PT Tunas Baru Lampung Tbk mulai beroperasi di Lampung pada awal

tahun 1975, dan telah berkembang menjadi salah satu produsen minyak goreng

terbesar dan termurah. PT. Tunas Baru Lampung Tbk terdaftar di Bursa Efek

Jakarta pada tanggal 14 Februari 2000. PT Tunas Baru Lampung merupakan

anggota dari Sungai Budi Group bersama dengan perusahaan publik PT Budi

Starch Sweetener & Tbk (Sebelumnya PT Budi Acid Jaya Tbk), pabrikan tepung

tapioka yang terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TBLA terutama

meliputi bidang pertanian, industri, perdagangan, pembangunan, jasa dan

pengangkutan. Kegiatan usaha utama TBLA, antara lain bergerak dalam bidang

produksi meliputi: minyak goreng sawit, minyak goreng kelapa, minyak kelapa,

minyak sawit (Crude Palm Oil atau CPO), margarin, mentega, gula dan lemak
yang dapat dimakan, sabun, bahan pembersih dan komestika; dan bidang

perkebunan antara lain: kelapa sawit, nanas, jeruk, kelapa hibrida dan tebu).

Produk-produk yang dihasilkan TBLA dipasarkan dengan etiket merek (trademark

etiquette / drawing), yakni: Kompas, Gunung Agung, Bumi Waras (B.W.), Rossy,

Burung Merak, Tawon, Segar dan Rose Brand.

Pada tanggal 31 Desember 1999, TBLA memperoleh pernyataan efektif dari

Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TBLA

sebanyak 140.385.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham

dengan harga penawaran Rp2.200 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan

pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 Februari 2000. PT. Tunas Baru

Lampung Tbk memiliki berbagai anak perusahaan salah satunya adalah PT.

Adikarya Gemilang yang memegang bisnis oil palam plantation, pineapple, dan

sugar cane.

Bisnis awal Sungai Budi Group meliputi perdagangan kopi, lada hitam, singkong

dan sejumlah komoditi hasil pertanian lainnya. Sungai Budi Group telah

berkembang pesat dan diversifikasi hingga luar Lampung terutama dipulai Jawa,

Kalimantan, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sungai Budi Group

merupakan salah satu pemain utama industri pengolahan kelapa sawit dan produk

turunannya serta produsen utama tepung tapioka, tepung beras, gula, serta sederet

produk lainnya.

Pada akhir tahun 1971 nama CV. Bumi Waras dilegalisasikan, nama tersebut

diambil dari tempat pertama perusahaan didirikan yaitu di kelurahan Bumi Waras.

Perusahaan ini kemudian dipidahkan ke Jalan Yos Sudarso No. 29 Way Lunik,
Teluk Betung Selatan, Lampung. Pada tahun 1973 CV. Bumi Waras mengalami

perkembangan dengan didirikannya pabrik sabun cuci dan pabrik kaleng.

CV Bumi Waras secara yuridis didirikan atas dasar perizinan berikut:

1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 73/07-01/X/1991

2. Surat Kepuasan Menteri Perindustrian tentang izin tetap usaha industri No.

162/DJAI/IUT-D.IV/Non PMA-PMDN/V/1992

3. NPWP No. 1.130.273.4-322

Faktor pendukung didirikannya CV Bumi Waras antara lain:

1. Tersediannya lahan yang strategis untuk lokasi kantor dan pabrik

2. Tersedianya tenaga kerja yang mendukung jalannya perusahaan

3. Tersedianya modal untuk mendirikan perusahaan

4. Adanya izin untuk mendirikan perusahaan

2.2 Lokasi Dan Tata Letak Perusahaan

Kantor pusat TBLA terletak di Wisma Budi, Lantai 8- 9, Jl. H.R. Rasuna Said

Kav. C-6, Jakarta 12940 Indonesia. Sedangkan Pabrik berlokasi di Lampung,

Surabaya, Tangerang, Palembang dan Kuala Enok, dengan perkebunan yang

terletak di Terbanggi Besar Lampung Tengah dan Banyuasin Sumatera

Selatan. Telp : (62-21) 521-3383 (Hunting), Fax : (62-21) 521-3332, 521-3392,

520-5829.

CV. Bumi Waras cabang Lampung berlokasi di Jalan Yos Sudarso No.29 Way

Lunik Panjang, Bandar Lampung. Kordinat pada peta menunjukan bahwa lokasi

pabrik ini berada pada 52714 LS dan 1051844 BT. Lokasi tesuatursebut

merupakan pabrik pengolahan serta personalia, sedangkan untukn kantor


pemasaran berlokasi di Jalan Ikan Bawal No.1 Gudang Lelang Teluk Betung,

Bandar Lampung.

Alasan pemilihan lokasi tersebut disebabkan jarak yang dekat anatara lokasi

pabrik dengan pelabuhan panjang yang hanya berjarak sekitar 2 km. Pelabuhan

panjang merupakan salah satu sarana transportasi pengiriman komoditi prosuksi

keluar pulau sumatera. Selain itu, lokasi perusahaan juga dekat dengan kota

Bandar Lampungdengan jarak 14 km yang merupakan wilayah pemasaran hasil-

hasil produksi.

Gambar 1. Peta Letak CV Bumi Waras Lampung

Sumber : Google Maps CV Bumi Waras (2017)

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

PT. Adikarya Gemilang yang merupakan salah satu anak perusahaan PT. Tunas

Baru Lampung Tbk memiliki visi dan misi. Visi tersebut adalah Menjadi
produsen gula yang berkualitas, efisien, dan terintegrasi dengan perkebunan tebu.

Sementara Misi PT. Adikarya Gemilang adalah:

1. Menjaga kualitas produk gula agar tetap sesuai dengan standar produksi

dengan menerapakan berbagai standar sistem manajemen terpadu.

2. Meningkatkan daya saing produk dengan meningkatkan efisiensi.

3. Mendukung program pemerintah dalam usaha mencapai swasembada gula

nasional.

4. Membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

2.4 Fungsi dan Peran Perusahaan

2.4.1 Fungsi Perusahaan

Fungsi perusahaan antara lain:

1. Memanfaatkan lahan yang digunakan untuk lokasi perusahaan yang secara

tidak langsung membantu mempercepat laju perkembangan daerah

2. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya penduduk

sekitar perusahaan, seperti usaha perdagangan dan menjadi keryawan

sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar

3. Membantu pemerintah mengurangi pengangguran dengan menyerap

tenaga kerja bagi masyarakat sekitar

2.4.2 Peran Perusahaan

Peran perusahaan antara lain:

1. Meningkatkan nilai tambah komoditas hasil pertanian


2. Meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat sekitara

kawasan perusahaan

3. Membantu program pemerintah mengatasi pengangguran

2.5 Kebijakan Mutu

Kebijakan mutu adalah keseluruhan arah serta perhatian dari suatu organisasi

terhadap mutu yang secara formal ditetapkan oleh pimpinan puncak organisasi

atau perusahaan. Sedangkan pengawasan mutu adalah teknik operasional dan

aktivitas yang digunakan untuk memenuhi persyaratan mutu. Hal tersebut

ditetapkan dalam memantau proses untuk mencegah terjadinya hal yang tidak

sesuai dengan ketentuan yang menjadi acuan standar untuk mencapai hasil yang

efektif dan efesien. Untuk itu diperlukan unit kerja yang dinamakan Unit

Pengawasan Mutu. Namun demikian, semua pihak yang terkait dalam rangkaian

proses produksi mulai dari pengadaan bahan awal, penyimpanan, pengolahan, dan

penawasan mutlak harus ikut bertanggung jawab dalam menjamin mutu produk

sehingga sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam hal penentuan mutu

CV Bumi Waras mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam

penjaminan mutu produk yang dihasilkan.

2.6 Produk dan Pemasaran

2.6.1 Hasil Produksi

Produk yang dihasilkan CV Bumi Waras antara lain: minyak goreng kelapa,

minyak goreng sawit (olein), stearin, sabun colek, sabun batang, tepung tapoka,
tepung beras, tepung beras ketan, oksigen, glukosa, bihun, asam sitrat, obat

nyamuk bakar, plastik, dan gula rafinasi.

2.6.2 Pemasaran

Pemasaran yang dilakukan oleh CV Bumi Waras meliputi Sumatera dan Jawa.

Daerah Sumatera meliputi Lampung, Palembang, Lahat, Lubuk Linggau, Jambi,

dan Bengkulu. Sedangkan untuk daerah Jawa meliputi Jakarta, Tangerang, Bogor,

Bandung, dan sekitarnya. Pemasaran juga dilakukan diluar negeri, negara tujuan

ekspor seperti Belanda( Rotterdam).

2.7 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan organisasi dan hubungan antara tiap

bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam

menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan

yang satu dengan yang lain. Adanya struktur organisasi menunjukan bahwa

didalam suatu organisasi atau perusahaan telah ada pelimpahan serta pembagian

tugas, wewenag dan tanggung jawab. Diagram struktur organisasi umum CV.

Bumi Waras dimuali dari jabtaan komisaris utama (presiden komisaris) yang

menaungi pimpinan pabrik dan memiliki staf pusat yang terdiri dari sekretaris,

adiministrasi umum, pelaksanaan bendahara, produksi, pembelian, gudang dan

laboratorium yang berada dalam tanggung jawab kepala divisi setiap unit pabrik.

Berikut ini disajikan jabatan, tugas, serta tanggung jawab dari struktur perusahaan

CV. Bumi Waras :


1. Presiden Komisaris

Presiden komisaris merupakn jabatan yang tertinggi dalam struktur organisasi,

tugasnya adalah melakukan pengawasan terhadap kegiatan direktur. Dalam

menjalankan tugasnya, presiden komisaris dan komisaris indepen yang kantornya

berada di Jakarta Pusat.

2. Direktur

Direktur tugasnya yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dan operasional

perusahaan, bertanggung jawab atas terlaksanakannya program-program yang

telah disepakati bersama komisaris, mampu menata bagan organisasi dan manual

kerja dengan menanamkan orientasi perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya,

direktur dan wakil deriketur dibantu oleh 5 orang direktur lainnya.

3. Sekretaris

Seorang sekretaris memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang

kesekretariat, antara lain :

a. pengelolaan surat-surat berharga.

b. adminastrasi kebijakan perusahaan mengenai bantuan-bantuan perusahaan.

c. hubungan dalam masalah keuangan.

4. Bagian Administrasi dan Umum

Jabtan ini dipegang oleh seorang kepala administrasi umum yang memiliki tugas

pokok, wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Melaksanakan administrasi persuahaan


b. Menyelenggarakan perjinan dan perhimpunan data yang dibutuhkan

perusahaan.

c. Menerima responden perusahaan.

d. Taat pada tata tertib perusahaan.

5. Bagian Pelaksanaan

Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepada bagian pelaksanaan adalah

sebagai berikut :

a. Sebagai pelaksana dan koordinator sasaran pokok dalam rangka

penyelenggaraan kegiatan perusahaan.

b. Taat pada tata tertib perusahaan.

6. Bagian Personalia

Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepala bagian umum adalah :

a. Merencanakan kebutuhan mutasi, promosi, seleksi, dan pemeberhetian

pegawai atau berhubungan dengan personal karyawan.

b. Merencanakan program pendidikan dan pelatiahan bagi karyawan.

c. Melakukan pembinaan terhadap karyawan sesuai dengan ketentuan yang

berlaku.

d. Taat pada tata tertib perusahaan.

7. Bagian Produksi

Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepala bagian produksi adalah :
a. Melaksanakan, membina dan mengawasi produk sampai menjadi barang jadi

agar kegiatan produksi berjalan lanca, efisien dan efektif sesuai program

produksi yang ditetapkan.

b. Memimpin penyusunan rencana produksi mingguan, bulanan, dan tahunan

serta proyek-proyek khusus.

c. Mengawas, mengkordianasikan dan mengendalikan pemakaian bahan baku,

sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan serta efisiensi biaya

operasional produk.

d. Membuat pertanggungjwaban mengenai penyimpangan target produksi dan

rencana penanggulangannya.

e. Membuat statistik produksi dan pemakaian bahan baku meliputi

perkembangan produksi dan kapasitasnya.

f. Menguasai dan mengetahui seluruh peralatan produksi.

g. Taat pada tata tertib perusahaan.

8. Bagian Umum

Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepada bagian umum adalah

sebagai berikut :

a. Menyelenggarakan perencanaan, pembinaan dan epngawasan pekerjaan dapat

berjalan lancar.

b. Membuat dan mempertanggungjawabkan laporan periodik (bulanan dan

tahunan)

c. Taat pada tata tertib perusahaan.

9. Bagian Pemasaran
Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepada bagian pemasaran adalah

sebagai berikut :

a. Memasarkan produk hasil produksi.

b. Mengadakan promosi, iklan, reklame dari hasil produksi.

c. Melakukan riset pemasaran.

d. Taat pada tata tertib perusahaan.

10. Bagian Keuangan

Tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab kepada bagian keuangan adalah

sebagai berikut :

a. Mengkordinasikan dan melakukan pengawasan terhadap pembukuan

keuangan, surat berharga dan pemeriksaan dokumen serta tata tertib

administrasi.

b. Menghitung besarnya jumlah tagihan bruto pada supplier dan penghimupunan

pajak pendapat karyawan.

c. Taat pada tata tertib perusahaan.

11. Pimpinan Pabrik

Pimpinan pabrik bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang

ada di pabrik. Dalam melaksanakan tugasnya pimpinan pabrik dibantu oleh

kepala-kepala divisi dalam mengkordinasikan kegiatan-kegiatan pabrik.

12. Kepala Divisi

Kepala divisi bertugas untuk mengontrol kerja dari setiap divisi. Setiap divisi akan

menjalankan tugas tertentu di dalam perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya,


kepala divisi dibantu oleh kepala-kepala seksi yang masing-maisng memiliki

tugas dan tanggung jawab masing-masing.

13. Kepala Seksi Administrasi

1. Melaksanakan koordinasi di bidang kepegawaian, administrasi, pembayaran

upah dan kesejahteraan

2. Memberikan laporan mengenai pegawai bulanan maupun tahunan.

3. Taat pada tata tertib perusahaan

14. Kepala Seksi Bendahara

1. Memimpin dan mengkoordinasikan hal keuangan terutama penerimaan dan

pegeluaran kas atau bon tiap bulanya serta surat berharga

2. Taat pada tata tertib perusahaan

15. Kepala Seksi Produksi

1. Bertanggungjawab atas jalannya kegiatan poduksi dengan mutu yang telah

disyaratkan

2. Mengawasi dan mengendalikan penggunaan bahan baku dengan efisiensi

tinggi

3. Mengatur karyawan, koordinasi shift atau jadwal karyawan, embur dan

hubungan dengan seksi lain di perusahaan

4. Membuat laporan rutin harian tentang segala hal yang menyangkut kegiatan

produksi

5. Taat pada tata tertib perusahaan


16. Kepala Seksi Pembelian

1. Melakukan pengadaan bahan baku, peralatan, bahan pembantu, suku cadang

dan perlengkapan kantor yang berguna untuk menunjang pelaksanaan

kegiatan produksi

2. Membuat laporan pembelian

3. Taat pada tata tertib perusahaan

17. Kepala Seksi Gudang

1. Bertanggungjawab atas penyimpanan dan pengeluaran produk, suku cadang,

bahan baku dan bahan kimia atau bahan pembantu

2. Membuat laporan tentang kondisi produk yang sudah rusak maupun yang

tersimpan lama atau kadaluarsa

3. Taat pada tata tertib perusahaan

18. Kepala Seksi Laboratorium

1. Melakukan analisa, meneliti serta menentukan kadar bahan baku dan bahan

kimia atau bahan pembantu produk

2. Meneliti dan mencari kemungkinan pengembangan produk secara ilmiah

3. Taat pada tata tertib perusahaan

19. Kepala Seksi Quality Control

1. Bertanggungjawab atas pengawasan mutu produk yang dihasilkan

2. Meneliti dan mencari kemungkinan pengembangan produk secara ilmiah

3. Taat pada tata tertib perusahaan


Jika dilihat dari struktur organisasi tersebut, maka divisi atau seksi yang memiliki

tanggung jawab terbesar pada kualitas produk yang dihasilkan CV. Bumi Waras

adalah divisi laboratorium dan divisi quality control, karena sebelum produk

didistribusikan, produk tersebut harus diuji terlebih dahulu kualitasnya

berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Analisa produk tapioka yang

dilakukan di laboratorium utama CV. Bumi Waras adalah menganalisa ulang

mutu tapioka yang telah dilakukan pada masing-masing pabrik tapioka. Hal

tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan telah sesuai

dengan standar mutu.

2.8 Tenaga Kerja Dan Jadwal Kerja

2.8.1 Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang ada di CV. Bumi Waras Way Lunik Bandar Lampung terbagi

menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Karyawan Bulanan

Karyawan yang tergolong karyawan bulanan antara lain:

a. Kepala pabrik

b. Wakil kepala pabrik

c. Kepala shift

d. Operator mesin produksi

e. Pegawai administrasi pabrik

f. Kepala staff

g. Sopir
2. Karyawan Harian

Karyawan harian yaitu karyawan yang gajinya diambil dan dihitung dalam masa

kerja enam hari kerja.

3. Karyawan Borongan atau Bongkar Muat

Karyawan borongan adalah karyawan yang bekerja pada pengusaha untuk

melakukan pekerjaan tertentu dengan menerima upah yang didasarkan pada

volume pekerjaan atau satuan hasil kerja, sedangkan karyawan bongkar muat

adalah salah satu bentuk hubungan hukum atau perjanjian melakukan pekerjaan

melalui pemborongan (paket) pekerjaan yang bukan hubungan kerja, sehingga

tidak dicover dalam UU Ketenagakerjaan.

2.8.2 Jadwal Kerja

Jadwal kerja karyawan CV. Bumi Waras Way Lunik Bandar Lampung terbagi

menjadi dua golongan, yaitu pekerja shift dan non shift.

Tabel 1. Waktu Kerja Shift Pekerja di CV. Bumi Waras Way Lunik Bandar Lampung

Waktu

Hari I II III

Malam Istirahat Pagi Istirahat Siang Istirahat

Senin- 24.00- 03.00- 08.00- 12.00- 16.00- 17.00-

Kamis 08.00 04.00 16.00 13.00 24.00 18.00

Jumat 24.00- 03.00- 08.00- 11.30- 16.00- 17.00-

08.00 04.00 16.00 13.00 24.00 18.00

Sabtu 24.00- 03.00- 08.00- 12.00- 15.00- 17.00-

08.00 04.00 16.00 13.00 21.00 18.00

Sumber : Laporan Tahunan PT. Budi Starch and Sweetener (2012)


Tabel 2. Waktu Kerja Non Shift Pekerja di CV. Bumi Waras Way Lunik Bandar

Lampung

Hari Waktu Istirahat

Senin-Kamis 08.00-16.00 12.00-13.00

Jumat 08.00-16.00 11.30-13.00

Sabtu 08.00-14.00 12.00-13.00

Sumber : Laporan Tahunan PT. Budi Starch and Sweetener (2012)

2.9 Keselamatan, Kesehatan dan Kesejahteraan Karyawan

CV. Bumi Waras memiliki Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(P2K3) yang bertugas mengupayakan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan

di lingkungan kerja. Karyawan jugandiberikan fasilitas Jaminan Sosial Tenaga

Kerja (Jamsostek) dan fasilitas lain seperti:

a. Cuti Tahunan

Hal ini berlaku untuk karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut.

Karyawan tersebut berhak atas istirahat setiap tahunnya selama 10 hari kerja

dengan mendapat upah penuh, namun hak tersebut akan hilang jika tidak

digunakan selama enam bulan sejak dikeluarkannya hak tersebut.

b. Cuti Hamil atau Melahirkan

Cuti diberikan bagi karyawan wanita yang sedang hamil dan akan melahirkan.

Cuti diberikan selama 3 bulan dengan mendapat upah penuh.

c. Izin Meninggalkan Pekerjaan

Karyawan akan diberikan izin meninggalkan pekerjaannya bila terjadi hal seperti

karyawan tersebut menikah, menikahkan anak, sakit, atau ada anggota keluarga
yang meninggal dunia. Atas pertimbangan perusahaan, izin meninggalkan

pekerjaan di luar ketentuan tersebut dapat diberikan tanpa upah.

d. Biaya Pengobatan

Perusahaan memberikan bantuan biaya pengobatan kepada karyawan yang

menderita sakit. Bantuan biaya ini hanya berlaku untuk karyawan yang

bersangkutan. Dalam hal untuk kesejahteraan karyawan menjelang hari raya,

perusahaan akan memberika Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan yang

besarnya sama dengan satu bulan gaji dan diberikan kepada karyawan yang telah

berkerja selama 12 bulan atau lebih. Bagi karyawan yang telah bekerja kurang

dari 12 bulan, THR diberikan sesuai kebijaksanaan perusahaan.


III. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

3.1. Proses Analisis Mutu Gula Rose Brand

Proses analisis produk gula rafinasi di CV. Bumi Waras merupakan salah satu

kegiatan pengendalian mutu diperusahaan tersebut. Mutu gula rafinasi dari CV.

Bumi Waras dipengaruhi oleh semua tahapan proses pengolahan. Pengendalian mutu

dilakukan sejak kedatangan bahan, proses pengolahan, hingga penyimpanan.

Selama kegiatan praktik umum ini, proses analisis yang dipelajari adalah pada

tahap pengendalian mutu selama proses pengolahan gula rafinasi. Proses analisis

yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian produk dengan spesifikasi

mutu yang telah ditetapkan perusahaan berdasarkan SNI No. 01.3140.1.2010

tentang gula rafinasi. Selian itu, pengendalian mutu selama proses produksi juga

bertujuan untuk mencegah kegagalan proses produksi. Pengendalian mutu proses

produksi yang dilakukan CV. Bumi Waras diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Persiapan Bahan Baku

Persiapan bahan baku dilakukan untuk mengetahui kelayakan bahan baku yang akan

diproses. Upaya pengedalian yang dilakukan yaitu dengan memastikan raw sugar

memiliki warna, kadar air, dan kadar abu konduktiviti sesuai dengan yang disyaratkan.

b. Proses Affinasi
Proses Affinasi bertujuan untuk menghilangkan lapisan molasses yang masih melekat

pada kristal gula mentah atau raw sugar, sehingga diperoleh raw sugar yang bersih dari

lapisan molasses. Dalam proses ini terdapat tiga tahapan yaitu pembentukan afinated

magma, pemisahan lapisan molasses, peleburan raw sugar. Pada tahapan pertama, upaya

yang dilakukan agar pembentukan afinated magma dapat berjalan dengan baik yaitu

dengan melakukan penambahan hot water agar membersihkan mingler dari kotoran dan

membasahi permukaan mingler sehingga pergerakan raw sugar menjadi lebih mudah.

Tahap kedua adalah pemisahan lapisan molasses, pada tahap tersebut menggunakan

mesin sentrifugal. Tahapan ketiga adalah peleburan raw sugar dalam melter. Upaya yang

dilakukan untuk mempercepat proses peleburan yaitu dengan dibantu dengan

penambahan hot water atau sweet water.

c. Proses Karbonatasi

Proses karbonatasi bertujuan untuk menghilangkan kotoran terlarut dalam raw liquor.

Proses tersebut dilakukan dengan menambahkan CaO dalam bentuk susu kapur dan

penambahan gas CO2 sehingga terbentuk endapan CaCO yang dapat menyerap warna

dan zat-zat bukan gula. Pada pencampuran antara susu kapur dengan raw liquor dalam

reaction tank dilakukan upaya pengendalian yaitu susu kapur yang digunakan diupayakan

tidak mengandung batu, sehingga proses pencampuran tersebut dapat berlangsung dengan

baik. Raw liquor yang telah tercampur dengan susu kapur dialirkan ke carbonator I, pH

dalam carbonator I dikondisikan 9-10. Raw liquor kemudian dialirkan ke carbonator II

dengan pH yang diharapkan 7-8. Kondisi akhir yang diharapkan adalah pH 7-8 dengan

suhu sekitar 80-850C. Pada kondisi tersebut diharapkan endapan tidak larut kembali.

Upaya yang dilakukan agar pH sesuai dengan yang diharapkan adalahm dengan memberi

tambahan CO2, karena gas CO berfungsi menurunkan pH pada kondisi tertentu.


d. Proses Filtrasi

Dalam proses filtrasi dilakukan dengan bantuan filter aid agar filtrat dapat dipisahkan

secara baik. Filter aid memiliki fungsi mengkondisikan saringan tetap dalam kondisi

poros. Proses ini tercapai bila filtrat yang telah melewati proses filtrasi tidak mengandung

endapan CaCO dan material selain filtrat. Upaya yang dilakukan agar mencapai target

tersebut adalah dengan memberi beberapa perlakuan pada filter yang dapat menjaga filter

tetap dalam kondisi baik dan menghasilkan keluaran yang baik pula.

e. Proses Dekolorisasi

Proses dekolorisasi bertujuan untuk menghilangkan warna yang tidak dikehendaki pada

fine liquor dengan menggunakan bahan pembantu berupa resin. Fine liquor yang telah

melalui proses dekolorisasi kemudian dianalisa.

f. Proses Evaporasi

Proses evaporasi dilakukan untuk mengurangi kadar air pada fine liquor. Keberhasilan

proses ini sangat menentukan keberhasilan proses kristalisasi. Dalam proses ini

diharapkan fine liquor memiliki brix sebesar 60-650. Upaya yang dilakukan untuk

mencapai target tersebut adalah dengan mengalirkan panas bersuhu 700C pada bahan.

Proses evaporasi dilakukan pada kondisi vacuum. Kondisi vacuum diupayakan agar

penurunan kadar air dapat berlangsung lebih cepat dan mencegah kerusakan bahan.

g. Proses Kristalisasi

Thick liquor yang telah melewati proses evaporasi, kemudian dikristalisasi. Kristalisasi

terjadi ada kondisi vacuum dengan tekanan minimal 60 cmHg dengan pemasakan pada

suhu 60-650 C. Pada proses tersebut diharapkan terbentuk kristal-kristal gula. Upaya yang
dilakukan agar kristal gula tersebut terbentuk dengan baik adalah dengan pemberian bibit

gula (fondan) yang dilakukan pada kondisi supersaturated. Jika pemberian fondan

dilakukan pada waktu yang tidak tepat akan menghasilkan kristal palsu. Kristal-kristal

palsu tersebut dapat mengakibatkan proses pemisahan kristal gula dengan molasses pada

sentrifugal tidak optimal.

h. Proses Sentrifugasi

Sentrifugasi dilakukan untuk memisahkan kristal gula dengan molasses. Upaya agar

sentrifugasi berlangsung secara optimal adalah dengan pengaturan kecepatan putaran.

Kecepatan putaran sangat mempengaruhi kekuatan mesin tersebut dalam melepaskan

lapisan molasses dari kristal gula.

i. Proses Pengeringan

Pengeringan bertujuan mengurangi kadar air dalam gula centri sampai dengan 0,05%.

Berdasarkan analisis kadar air yang telah dilakukan menunjukan bahwa gula rafinasi yang

dihasilkan CV. Bumi Waras sudah cukup baik, hal tersebut dikarenakan kadar air dalam

gula rafinasi tidak melebihi batas maksimal kadar air. Kadar air yang berada di bawah

atas maksimal tersebut menunjukan pengeringan telah dikendalikan dengan baik sehingga

keluaran yang dihasilkan sesuai dengan target.

j.Pengemasan

Pengemasan gula rafinasi dilakukan apabila telah dilakukan analisa. Analisa bertujuan

memastikan apakah produk akhir sudah memenuhi persyaratan mutu. Gula rafinasi yang

telah memenuhi persyaratan mutu akan segera dikemas, sedangkan gula rafinasi yang

tidak memenuhi persyaratan mutu dilebur kembali (remelt).


Proses analisis yang dilakukan dalam rangka menjaga mutu produk agar sesuai

dengan spesifikasi juga harus menggunakan metode analisis yang telah sesuai

dengan standar. Metode-metode analisis mutu gula Rose Brand yang dilakukan

oleh CV. Bumi Waras untuk mengetahui kualitas bahan selama proses produksi

adalah :

3.3.1. Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan secara representatif dari keseluruhan sampel

a. Gula Kristal Mentah

Sampel diambil dengan skop pada setiap kedatangan mobil sebanyak 1 kg lalu

dimasukkan kedalam wadah yang kering dan bersih.


b. Gula Produksi

Sampel diambil dan dimasukkan kedalam wadah dengan ketentuan sebagai

berikut :

No. Sampel Area Sampel Frekuensi Berat (g)

1. Gula kristal mentah Conveyor sebelum masuk Setiap shift 300

mesin penimbang

2. Raw liquor Valve tangki Raw liquor Per 2 jam 250

3. Carbonated liquor Valve tangki Carbonated Per 2 jam 250

liquor

4. Brown liquor 1,2 Valve tangki Brown liquor Per 2 jam 250

5. Fine liquor Valve tangki Fine liquor Per 2 jam 250

6. Thick liqour Valve tangki Thick liquor Per 2 jam 250

7. Sweet water Valve tangki Sweet water 2x per shift 250

8. Press cake Filter Press 2x per shift 250

9. R1,R2,R3,R4 Massecuite Vakum pan R1,R2,R3,R4 Per strike 250

10. R1,R2,R3,R4 Molases Valve tangki molases Per strike 230-250

11. R1,R2,R3,R4 Sugar Centri R Per strike 200

12. A,B,C Massecuite Per strike 200

13. A,B,C Molases Vakum pan A,B,C Per strike 200

14. A,B,C Sugar Tangki molases Per strike 150-180

15. A,B,C Magma Sentrifugal Setiap ada 300

Bak magma bahan

16. Blended sugar Blanded room 2x per shift 1000

3.1.2. Uji Warna Larutan

Absorbansi larutan hasil saringan diukur pada panjang gelombang 420 nm dan

dihitung warna larutannya.

Alat-alat : Bahan (Reagent) :


1. Spektrofotometer lengkap 1. Filter acid

2. Tabung optikal cell (kuvet) tebal 1 cm 2. Aquadest

3. Kertas saring whatman no. 42

4. Vacum oven

5. Refraktometer

6. Timbangan analitik

Prosedur:

a. Gula Kristal Mentah

1. Sampel sebanyak 10 gr ditimbang menggunakan gelas beaker

2. Dilarutkan dalam 90 ml aquadest

3. Ditambah Filter acid sebnayak 1% dari berat sampel

4. Larutan disaring menggunakan pompa vakum dengan kertas saring whatman

no.42 atau sejenisnya

5. Filtrat ditampung dalam gelas beaker yang kering

6. pH diatur menggunakan HCl atau NaOH 0,1 mol/L 7,000,1

8. Filtrat yang dihasilkan dideaerasi menggunakn oven vakum atau vakum

desikator selama 1 jam pada suhu kamar.

9. Brix larutan diukur

10. Larutan blanko (aquadest) diukur sebagai titik nol pada spektrofotometer pada

420 nm

11. Larutan contoh diamasukkan kedalam kuvet yang sebelumnya telah dibilas

dengan larutan contoh dan absorbansinya ditentukan menggunakan

spektrofotometer pada 420 nm

b. Material Proses
1. Sampel ditimbang dan ditambahkan aquades

Material gr sampel ml aquadest

Raw Liquor 10 0,1 90 0,1

Brown Liq 1 10 0,1 90 0,1

Brown Liq 2 10 0,1 50 0,1

Sweet water 50 0,1 50 0,1

Fine Liq 50 0,1 50 0,1

Thick Liq 50 0,1 50 0,1

Mass R1,R2,R3,R4 20 0,1 80 0,1

Mass A, B, C 10 0,1 90 0,1

Sugar A, B, C 10 0,1 90 0,1

2. Larutan disaring menggunakan pompa vakum dengan kertas saring whatman

no.42 atau sejenisnya

3. Filtrat ditampung dalam gelas beaker yang kering

4. pH diatur menggunakan HCl atau NaOH 0,1 mol/L 7,000,1

5. Brix larutan diukur

6. Larutan blanko (aquadest) diukur sebagai titik nol pada spektrofotometer pada

420 nm

7. Larutan contoh diamasukkan kedalam kuvet yang sebelumnya telah dibilas

dengan larutan contoh dan absorbansinya ditentukan menggunakan

spektrofotometer pada 420 nm

c. Gula Produk

1. Sampel sebanyak (50 0,1) gr ditimbang menggunakan erlenmeyer 250 ml

kemudian ditambah aquades sebanyak (50 0,1) gr dan dilarutkan


2. Larutan disaring menggunakan pompa vakum dengan kertas saring whatman

no.42 atau sejenisnya

3. Filtrat yang dihasilkan dideaerasi menggunakn oven vakum atau vakum

desikator selama 1 jam pada suhu kamar.

4. Brix larutan diukur dengan ketelitian 0,1 gr/100 g

5. Larutan blanko (aquadest) diukur sebagai titik nol pada spektrofotometer pada

420 nm

6. Larutan contoh diamasukkan kedalam kuvet yang sebelumnya telah dibilas

dengan larutan contoh dan absorbansinya ditentukan menggunakan

spektrofotometer pada 420 nm

Perhitungan

(Brix)x
Zat padat (c) = 1000.000 gr/ml

1000 x As
Warna larutan (ICUMSA) = IU
b x (brix)x c

Keterangan :

As = absorbans

b = tebal kuvet (cm)

c = zat padat

3.1.3. Uji pH

Alat-alat : Bahan (Reagent) :

1. pH meter 1. Larutan buffer 4 dan 7

2. Beaker glass 250 ml 2. Air aquadest

Prosedur :

1. Alat pH meter dikalibrasi


2. Alat pH meter dihidupkan dengan menekan tombol ON

3. Elektroda dibilas dengan aquades dan dikeringkan dengan tissue yang lembut

4. Elektroda diletakkan kedalam larutan sampel

5. Nilai pH yang tertera pada layar pH meter dibaca sampai angka tidak berubah

6. Nilain pH dicatat pada lembar pemeriksaan

7. Elektroda diangkat dan dibilas dengan aquades kemudian dikeringkan dengan

tissue

8. Elektroda dimasukkan kedalam beaker glass berisi aquades

9. Alat pH meter dinonaktifkan dengan menekan tombol OFF

3.1.4. Uji Polarisasi

Polarisasi adalah pemutaran bidang polarisasi sinar/cahay oleh larutan gula,

dimana besarnya sudut putar bidang polarisasi tergantung pada jenis dan

konsentrasi gula. Angka polarisasi menunjukan kemurnian larutan gula. Besarnya

polarisasi dinyatakan dalam Z (Derajatt Sucrose International).

Alat-alat : Bahan :

1. Polarimeter 1. Lead acetat trihydrate 10%

2. Gelas Beaker 2. Ethyl alkohol

3. Labu ukur 3. Aquadest

4. Neraca analitik

5. Whatman no. 91

6. Pipet

Prosedur :

a. Gula Kristal Mentah


1. Sampel sebanyak 26 0,001 gr ditimbang menggunakan gelas beaker

2. Dilarutkan dalam 60 ml aquadest

3. Ditambah 10 ml Lead acetat trihydrate 10% dan dilarutkan

4. Dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml, ditambhakan aquadest sampai tanda

tera. Bila banyak buih, ditambahkan 1-2 tetes Ethyl alkohol

5. Disaring dengan kertas saring whatman 91 atau sejenisnya

6. Dibuang 10 ml filtrat pertama, selanjutnya disaring sampai habis

7. Tabung polarimeter dibilas dengan filtrat sebanyak 2 x

8. Filtrat dimasukkan kedalam tabung polari sampai penuh dan tidak ada

gelembung udara di dalam tabung polarimeter

9. Tabung olarimeter dimasukkan ke alat untuk melakukan pengukuran

10. Nilai pol dan temperatur terbaca pada layar dibaca serta dicatat.

b. Material Proses

1. Sampel ditimbang dan ditambahkan aquades

Material gr sampel gr akhir ml Lead acetat 10% FP

AFF Magma 5 100 - 20 x

Raw Liquor 15 75 10 5x

Carbonated
15 75 10 5x
Liquor

Brown Liq 1 15 75 10 5x

Brown Liq 2 15 75 10 5x

Fine Liq 20 100 - 5x

Thick Liq 20 100 - 5x


Mass R1-R4 20 100 10 5x

Mol R1-R4 5 100 10 20 x

Mass A, B, C 10 100 10 10 x

Mol A,B,C 5 100 10 20 x

Sweet water 20 100 - 5x

Keterangan : Mass : Massecuite ; Mol : Molases ; FP : Faktor Pengenceran; gr

akhir : berat sampel ditambah aquades

2. Disaring dengan kertas saring whatman 91 atau sejenisnya

3. Dibuang 10 ml filtrat pertama, selanjutnya disaring sampai habis

4. Tabung polarimeter dibilas dengan filtrat sebanyak 2-3 x

5. Filtrat dimasukkan kedalam tabung polari sampai penuh dan tidak ada

gelembung udara di dalam tabung polarimeter

6. Tabung polarimeter dimasukkan ke alat untuk melakukan pengukuran

7. Nilai pol dan temperatur terbaca pada layar dibaca serta dicatat.

8. Nilai brix sampel diukur sesuai AKG-IK-QC-12

b. Filter Cake

1. Sampel sebanyak 50 gr ditimbang menggunakan gelas beaker

2. Dilarutkan dengan aquadest secukupnya lalu dimasukkan kedalam labu ukur

200 ml

3. Ditambah 10 ml Lead acetat trihydrate 10%

4. Ditambhakan aquadest sampai tanda tera lalu dihomogenkan selama 5 menit

5. Disaring dengan kertas saring whatman 91 atau sejenisnya

6. Dibuang 10 ml filtrat pertama, selanjutnya disaring sampai habis

7. Tabung polarimeter dibilas dengan filtrat sebanyak 3 x


8. Filtrat dimasukkan kedalam tabung polari sampai penuh dan tidak ada

gelembung udara di dalam tabung polarimeter

9. Tabung olarimeter dimasukkan ke alat untuk melakukan pengukuran

10. Nilai pol dan temperatur terbaca pada layar dibaca serta dicatat.

d. Gula Produk

1. Sampel sebanyak 26 gr ditimbang menggunakan gelas beaker

2. Dilarutkan dalam 60 ml aquadest

3. Dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml

4. Disaring dengan kertas saring whatman 91 atau sejenisnya

5. Dibuang 10 ml filtrat pertama, selanjutnya disaring sampai habis

6. Tabung polarimeter dibilas dengan filtrat sebanyak 2 x

7. Filtrat dimasukkan kedalam tabung polari sampai penuh dan tidak ada

gelembung udara di dalam tabung polarimeter

8. Tabung olarimeter dimasukkan ke alat untuk melakukan pengukuran

9. Nilai pol dan temperatur terbaca pada layar dibaca serta dicatat.

Perhitungan

Pol (%) = Pol (terbaca) + [0,033x (T-20)]

Pol (%)
Purity = Brix (%) x 100%

3.1.5. Uji Brix

Alat-alat : Bahan-bahan:

1. Refraktometer 1. Aquades

2. Pipet tetes

3. Tissue
4. gelas ukur

Prosedur :

1. Alat dihidupkan dengan menekan tombol power

2. Penutup prisma dibuka

3. Prisma refraktometer dibersihkan dengan kertas tissue

4. Prisma diisi dengan sampel lalu ditutup

5. Tombol start ditekan untuk memulai analisis

6. Nilai yang tertera pada layar rrefraktometer dicatat

3.1.6. Uji Kadar Air

Alat-alat :

1. Infra red moisture balance

2. Spatula

3. Cawan petri

Prosedur :

Metode Infra red

1. Alat kadar air yang sudah disetting suhu 105C waktu 15 menit dihidupkan

dengan menekan tombol ON

2. Tutup pemanas dibuka dan cawan sampel dibersihkan

3. Tombol tare ditekan sampai terlihat gambar sampel pada layar

4. Sebanyak 20 gr sampel dimasukkan kedalam cawan lalu diratakan

5. Alat ditutp dan pemanasan otomatis dimulai

6. Pemanasan akan berhenti setelah terdengar bunyi alarm

7. Nilai kadar air yang tertera pada layar dicatat


3.1.7. Uji Besar Jenis Butir dan Koefisien Keseragaman

Alat-alat :

1. Satu set ayakan ukuran 1; 0,85; 0,71; 0,6; 0,5 mm, dan bottom

2. Mesin pengayak

3. Neraca analitik

Prosedur :

1. Berat kosong masing-masing ayakan ditimbang

2. Ayakan disusun pada mesin pengayak dengan urutan besar ke kecil (ukuran

paling besar berada dibagian atas)

3. Sampel ditimbang sebanyak 100 gr dan dimasukkan kedalam ayakan yang

paling atas

4. Mesin pengayak dihidupkan dengan amplitudo 60 selama 15 menit

5. sampel yang tertahan pada setiap ayakan ditimbang

6. Nilai yang didapatkan diplot kan

7. hasilnya dibuat grafik dengan menggunakan regresi linier

3.1.8. Uji Abu Konduktiviti

Penentuan kadar abu berdasarkan pengukuran konduktivitas spesifik larutan gula

(kadar 28 g/100 ml)

Alat-alat : Bahan (Reagent) :

1. Labu ukur 100 ml, 500 ml, 1. KCl 0,1 M

dan 1000 ml 2. KCl 0,025 M

2. Pipet volume 10 ml 3. Aquades

3. Neraca analitik

4. Kondukiviti meter
5. Beaker glass

Prosedur :

A. Pembuatan larutan

a. KCl 0,01 M

Sebanyak 745,5 mg KCl yang telah dikeringkan pada suhu 500C dilarutkan

dengan aquades dalam labu ukur 1 liter kemudian ditempatkan sampai tanda tera

dan kemudian dihomogenkan.

b. KCl 0,0025 M

10 ml larutan KCl 0,01 M dipipet sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke dalam labu

ukur 500 ml dan diencerkan dengan aquades sampai tanda tera lalu

dihomogenkan. Larutan ini mempunyai konduktivitas (26,6 0,3) S/cm pada

suhu 20C (setelah dikurangi dengan konduktivitas spesifik daripada air yang

digunakan)

B. Penentuan Kadar Abu

a. Gula Kristal Mentah

1. sebanyak 5 gr sampel ditimbang dan dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml

dengan kondisi suhu 20C

2. Ditambah aquades sampai tanda tera

3. Brix larutan diukur (berdasarkan AKG-IK-QC-12)

4. Larutan dipindahkan kedalam gelas beaker

5. Konduktiviti sampel diukur menggunakan alat konduktiviti meter

b.Gula Produk
- 1. Sebanyak (31,30,1) gram gula ditimbang lalu dimasukkan kedalam labu ukur

100 ml dan dilarutkan dengan aquades sampai tanda tera. Jumlah padatan dalam

larutan harus 31,1 gr/100 ml

2. Larutan diukur konduktivitasnya pada suhu (200,2)C

Perhitungan :

Konduktivitas koreksi

Raw sugar = A-B

Gula produksi = A(0,35xB)

Konsentrasi bahan kering = DxE

Berat sampel
Faktor pengenceran = 5

Kadar abu konduk

Raw sugar = (16,2+10,36xF)x10-4xCxG

Gula produksi = Gx 10-4xC

Koreksi suhu

H
Raw sugar = 1+(0,023)(T20)

H
Gula produksi = 1 + 0,026(T20)

Keterangan :

A= konduktivitas sampel

B=konduktivitas aquades
C= konduktivitas koreksi

D= berat sampel

brix
E= 100

F= konsentrasi bahan kering

G= faktor pengenceran

H= kadar abu konduk

I= koreksi suhu

3.2. Standarisasi Mutu Gula Rose Brand

Mutu merupakan sesuatu yang menjadikan suatu barang atau jasa yang memiliki

arti atau berharga, tergantung dari sisi mana orang memandangnya. Pada

umumnya, jika ditinjau dari segi konvensional, mutu menggambarkan

karakteristik langsung dari suatu produk seperti performansi, keandalan, mudah

dalam penggunaan, dan sebagainya. Selanjutnya, jika ditinjau dari definisi

strategis, mutu merupakan segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau

kebutuhan pelanggan (Gasperz, 2001). Hasil analisis yang diperoleh selama

kegiatan praktik umum dalam hal pengendalian mutu bahan selama proses

produksi gula Rose Brand adalah sebagai berikut :


a. Gula In Process

No Proses Sampel Brix Polaritas Purity Color pH


1. Melting Raw Liquor 62,26 60,99 97,96 2702,03 6,80
Carbonated 60,76 59,84 98,48 - 7,01
Liquor
Brown 58,73 58,20 99,10 1340,6 7,26
Liquor 1
Brown 59,18 59,68 98,08 1261,1 7,31
Liqour 2
Thick 64,53 63,66 98,66 956,4 7,50
Liqour
Fine Liqour 60,64 59,73 98,50 903,8 7,42
Sweet Water 7,88 2,31 80,54 4066,0 7,71
2. Boilling R1 Sugar 99,80 99,92 99,72 89,90 -
R1 90,55 87,56 90,37 3294,47 -
Masscuite
R1 Molases 79,00 72,91 83,44 - -
R2 Sugar 99,97 99,94 99,76 150,70 -
R2 89,15 86,43 91,30 5370,1 -
Masscuite
R2 Molases 77,52 72,58 81,04 - -
3. Recovery A Sugar 99,00 97,83 98,21 -
A 92,50 81,98 89,23 -
Masscuite
A Molases 78,12 57,77 77,87 -
B Sugar 98,47 94,97 95,12 -
B Masscuite 94,63 75,88 89,76 -
B Molases 76,20 47,87 64,98 -
C Sugar 98,97 85,65 86,88 -
C Masscuite 96,70 64,76 67,77 -
C Molases 74,98 44,54 45,32 -
b. Final Product

No. Sampel Polaritas Purity Color Abu seiving


konduktiviti
1. Raw Sugar 98,98 98,70 2544,6 0,16 -
2. Gula 99,89 99,97 68,98 0,04 1,15
produksi
Rose 1
3. Gula 99,67 99,95 197,89 0,04 1,19
produksi
Rose 2

Standar mutu gula Rose Brand yang diproduksi oleh CV. Bumi Waras mengacu

pada standar gula kristal putih dengan kode SNI-01-3140-3-2010. Berikut ini

adalah persyaratan mutu gula yang dianalisis di laboratorium AKG CV. Bumi

Waras Way Lunik :

A. Gula

I. Gula Kristal Mentah

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

A. Kondisi umum - Ada Report of Visual


Kelengkapan dokumen Analysis (ROA)
B. mutu
IU
Fisika Z Spektrofotometri
1. Warna % Min 1200 Polarimetri
2. Polarisasi (Z, Min 97,5 Gravimetri
20C) Maks 0,50
3. Kadar Air
Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang
II. Gula In Process

a. Raw Liquor

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. Brix Bx Min 60 Refraktometri

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang

b. Limed Liquor

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. pH - 9,5 11,5 Potensiometri


2. Bourne Be 7-12 -

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang

c.Carbonated Liquor

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. pH Carbonated 1 - 8,5 10,5 Potensiometri


2. pH Carbonated 2 - 7,0 -12 Potensiometri

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang

d. Brow Liquor

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. Warna IU < 3000 Spektrofotometri

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang

e.Thick Liqour

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. Brix Bx Min 60 Refraktometri

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang


f. Pan Boiling

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. Masscuite
2. -Brix Bx Min 85
Sugar
-Warna IU Rose 1 = 81-200 Spektrofotometri
3. Rose 2 = 201-300
-Polarisasi Z Min 99,5 Polarimetri
-Kadar air % 0,1 Gravimetri
A Molases
-Brix Bx 65

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang


g. Recovery pan Boiling
No. Parameter Satuan Persyaratan Metode

1. B Molases
2. -Brix Bx 65 Refraktometri
C Molases
3. -Brix Bx 65 Refraktometri

4. B Magma
-Brix Bx Min 85 Refraktometri
C Magma
-Brix Bx Min 85 Refraktometri

Referensi : Internal PT. Adikarya Gemilang

III. Gula Kristal Putih (Final Product)

No. Parameter Satuan Persyaratan Metode


A. Rose 1
1. Warna
1.1 Warna kristal CT 4,0-7,5 *
1.2 Warna larutan IU 81-200 Spektrofotometri
2. Besar jenis butir Mm 0,8-1,2 Sieving
3. Kadar air % Maks 0,1 Gravimetri
4. Polarisasi Z Min 99,6 Polarimetri
B. 5. Abu konduktiviti % Maks 0,1 Gravimetri
6. SO2 mg/kg Maks 30 *
7. Cemaran logam
7.1 Timbal (Pb) mg/kg Maks 2 *
7.2 Tembaga (Cu) mg/kg Maks 2 *
7.3 Arsen (Ar) mg/kg Maks 1 *

Rose 2
1. Warna CT
1.1 Warna kristal IU 7,6-10,0 *
1.2 Warna larutan Mm 201-300 Spektrofotometri
2. Besar jenis butir % 0,8-1,2 Sieving
3. Kadar air Z Maks 0,1 Gravimetri
4. Polarisasi % Min 99,5 Polarimetri
5. Abu konduktiviti mg/kg Maks 0,15 Gravimetri
6. SO2 Maks 30 *
7. Cemaran logam mg/kg
7.1 Timbal (Pb) mg/kg Maks 2 *
7.2 Tembaga (Cu) mg/kg Maks 2 *
7.3 Arsen (Ar) Maks 1 *

Ket : *Analisis dilakukan di laboratorium eksternal

Referensi : SNI 1-3140.3-2010 Gula Kristal Putih- Bagian 3 dan Internal PT.

Adikarya Gemilang
Dari hasil analisis yang dilakukan, seluruh sampel gula rafinasi merek Rose Brand telah

memenuhi spesifikasi produk yang ditetapkan.