Anda di halaman 1dari 5

CASE STUDY

TECHNOPRENEURSHIP

Respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terhadap Inovasi atau Teknologi Baru

Aplikasi : Pasabaru

Oleh :

SESTY REGIANI LADIRUM

1410531030

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS ANDALAS

2016
Respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terhadap Inovasi atau Teknologi Baru

Aplikasi : Pasabaru

Pentingnya Inovasi dan Teknologi Baru Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan kewirausahaan merupakan sektor penting
dalam perkembangan ekonomi regional. Kesulitan dalam mendapatkan modal adalah tantangan
yang umum dalam memulai dan mengembangkan UMKM. Namun, pengembangan inovasi atau
teknologi baru merupakan tantangan tersendiri untuk pendiri UMKM.

Secara umum, inovasi dalam suatu kelompok usaha dapat mendukung usaha yang sudah
ada atau bahkan memberikan kesempatan dalam bisnis baru untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Namun tantangannya terletak pada kemampuan dan kegigihan untuk menghasilkan produk atau
jasa yang benar-benar inovatif dan diterima oleh pasar.

Inovasi Teknologi dibidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi
para pengusaha terlebih dalam membangun suatu produk sehingga dikenal dan punya potensi pasar
yang luas dengan pemanfaatan teknologi internet. Kondisi tersebut merupakan kesempatan yang
kini dimanfaatkan oleh para penggiat teknologi yang turut serta membantu para pelaku UMKM
mengadaptasi layanan berbasis teknologi untuk menjalankan pemasaran secara online.

Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM akan dapat mencapai kesuksesan. Hal ini
dikarenakan UMKM membutuhkan biaya pemasaran yang besar untuk mengenalkan produk kepada
konsumen. Dengan memanfaatkan teknologi dengan berjualan secara UMKM dapat melakukan
promosi dengan biaya yang lebih murah. Karena informasi dari produk yang dihasilkan oleh UMKM
dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat secara global dari manapun dan kapanpun. Hal ini
juga berimplikasi bahwa dengan berjualan online dapat meningkatkan keuntungan, karena pangsa
pasar semakin luas serta biaya promosi yang dapat diminimalkan oleh UMKM.

Tipikal Respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terhadap Inovasi atau Teknologi Baru

Berdasarkan survei terhadap program Indonesia Digital Entrepreneur (IndiPreneur) respon


pelaku UMKM terhadap inovasi atau teknologi baru dinilai cukup tinggi. Ini dibuktikan dari jumlah
yang sudah mencapai 501 pelaku UMKM, sejak program tersebut diluncurkan 11 Februari 2013 yang
lalu. Dari jumlah tersebut masing-masing terdiri dari 485 pelaku UMKM yang membangun portal
usahanya, dan 16 pelaku UMKM yang langsung menggunakan aplikasi toko untuk transaksi usahanya
secara online.

Sebuah hasil studi juga menunjukan UMKM yang telah menerapkan teknologi digital
berpotensi lebih maju dibanding yang belum menjalankannya. Studi yang dilakukan IDC IntroBrief
atas sponsor SAP menganalisis terhadap data 3.210 orang responden di 11 negara yang bekerja di
perusahaan dengan jumlah karyawan antara 10 dan 999 orang. Temuan yang didapat cukup
mencengangkan yakni lebih dari 45% UMKM, dengan jumlah karyawan antara 500 dan 999 orang,
meraih pertumbuhan pendapatan sebesar sebesar 10% atau lebih tahun lalu dengan bantuan
teknologi digital.
Sementara itu 52,5% dan 60,2% dari UMKM yang disurvei juga mengklaim bahwa solusi
teknologi baru telah memungkinkan mereka untuk merevisi alur kerja dan meningkatkan
produktivitas. Perusahaan yang menggunakan teknologi kini terbukti berjalan lebih simpel dan
tumbuh lebih cepat. Tentunya, teknologi dapat mengarahkan perjalanan transformasi digital para
UMKM di seluruh dunia dan memungkinkan mereka untuk meraih mimpi-mimpi masa depan.

Dilansir juga dari PT Duta Kalingga Pratama, UMKM yang mendapatkan bantuan teknologi
dari Microsoft, dijelaskan bahwa dengan mengimplementasikan teknologi baru tersebut, PT Duta
Kalingga Pratama dapat mencapai tujuan perusahaan secara lebih cepat. Konsep ini bergantung
pada tiga atribut utama yaitu karyawan, tempat, dan teknologi. PT Duta Kalingga Pratama juga
menyatakan bahwa terknologi tersebut membantu organisasi untuk mendapatkan masukan tentang
bisnis, menyadari efisiensi operasional yang lebih besar, berkomunikasi dan berkolaborasi
secara real time, serta mengutamakan kerja paperless guna mengurangi dampak terhadap
lingkungan.

Apa Itu Pasabaru dan Manfaatnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah?

Pasabaru adalah aplikasi local on demand marketplace yang mempermudah terjadinya


transaksi jual beli antara penjual dan pembeli yang berada di sekitarnya dengan transaksi yang
terjadi secara COD (cash on delivery). Terkait registrasi pengguna (UMKM) hanya perlu mengunduh
aplikasi Pasabaru Partner di playstore, daftarkan toko dan pastikan anda sedang berada di Toko agar
koordinat langsung tersimpan di server pusat Pasabaru. Setelah mendaftar, partner dapat
menginputkan produk toko melalui Aplikasi Pasabaru Partner atau melalui Web www.pasabaru.com.
Kemudian partner dapat duduk manis menunggu orderan datang dari orang di sekitar dalam radius
15 KM.

Pasabaru menerapkan strategi diferensiasi dengan merangkul semua jenis produk dan jasa
yang dibutuhkan konsumen lokal maupun konsumen yang mobile. Produk dan jasa yang disediakan
meliputi banyak hal, seperti barang-barang convenience stores, produk herbal, makanan, dan
pakaian jadi. Tersedia juga produk-produk spesifik seperti kerajinan tangan, tenun ikat, border, dan
makanan khas lokal. Konsep GPS akan membantu konsumen lokal untuk pembelian barang
kebutuhan sehari-hari dan juga untuk traveler agar mereka bisa segera memenuhi kebutuhan
mereka di tempat baru dan bahkan di tempat yang sama sekali asing bagi mereka.

Adapun keuntungan yang diperoleh UMKM dengan menjadi partner Pasabaru adalah
mendapat media promosi melalui aplikasi Pasabaru, proses transaksi terjadi secara cepat dan dalam
hari itu juga, memonitor aktivitas penjualan melalui website Pasabaru, dan bebas khawatir toko sepi
karena orderan datang terus dari masyarakat sekitar.

Selain itu Pasabaru juga menawarkan beberapa keuntungan untuk user yang menggunakan
aplikasi Pasabaru seperti dapat mengetahui toko/penyedia jasa di sekitar user, transaksi cepat,
barang yang diorder langsung diantarkan hari itu juga dengan pembayaran COD, serta tidak perlu
khawatir lagi tertipu berbelanja online karena di Pasabaru transaksi terjadi secara COD.
Respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terhadap Pasabaru?

Mengingat Pasabaru merupakan aplikasi yang masih terbilang sangat baru, jelas perlu
dilakukan beberapa pengamatan terkait respon dari UMKM terhadap Pasabaru. Adapun beberapa
respon tersebut didapat dari pendekatan-pendekatan untuk mengenalkan produk yang dilakukan di
sekitar kawasan Limau Manis Universitas Andalas. Dari lima responden yang didatangi, sedikitnya
dua diantaranya menerima dengan baik Pasabaru. Dua responden tersebut ialah jasa isi ulang air
galon dan minimarket. Mereka menyatakan bahwa Pasabaru merupakan aplikasi yang sangat
berguna untuk perkembangan usaha mereka mengingat penggunaan smartphone dewasa ini
bukanlah hal baru lagi. Hanya saja kesediaan mereka dalam menggunakan aplikasi Pasabaru
membutuhkan keyakinan bahwa Pasabaru memang cukup populer dan lumrah digunakan
masyarakat sekitar sebagai media dalam mempermudah transaksi.

Sedang tiga reponden lainnya memberikan respon yang cenderung menolak. Salah satu
diantaranya ialah jasa isi ulang galon. Responden berpendapat bahwa penggunaan aplikasi seperti
Pasabaru tidak akan cukup memberi dampak signifikan kepada usaha responden. Responden
menyatakan bahwa jasa isi ulang galon tidak membutuhkan aplikasi untuk dapat berkembang. Hal ini
didasari dari pola pemesanan yang sering dilakukan konsumen yaitu dengan mengirimkan pesan
singkat atau menelpon langsung kepada responden. Apabila responden menggunakan aplikasi
Pasabaru maka responden harus mendanai aplikasi dengan pulsa yang harus selalu ada agar paket
smartphone mereka selalu aktif. Sedang sebenarnya menurut responden dana tersebut dapat
dihindari mengingat responden selama ini hanya perlu menerima pemesanan lewat pesan singkat
atau telepon tanpa harus menyiapkan dana untuk pulsa. Lebih lanjut responden juga enggan
menggunakan aplikasi Pasabaru menimbang harus menginstal aplikasi baru di smartphonenya.
Kendati tidak memakan memori yang besar, responden beranggapan masih ada aplikasi lain yang
lebih dibutuhkan untuk diinstal dibandingkan Pasabaru.

Hal serupa juga disampaikan responden dari salah satu minimarket di area Pasar Baru.
Responden menyatakan keengganannya untuk menggunakan aplikasi Pasabaru mengingat
minimarket akan selalu dikunjungi. Pelanggan mungkin senang apabila barang yang ingin mereka
beli dapat diantar, namun mengingat mobilitas yang masih tinggi dimana kebanyakan mahasiswa
berada di luar, sistem pemesanan online untuk minimarket belum terlalu penting untuk ada,
demikian paparan dari responden. Selain itu, responden juga menganggap aplikasi Pasabaru tidak
terlalu cocok untuk digunakan karena kecendrungan masyarakat sekitar yang belum terlalu sibuk
sehingga tidak punya waktu untuk ke minimarket. Responden berkeyakinan bahwa datang langsung
ke minimarket masih menjadi pilihan terbaik bagi pelanggan. Terlepas dari itu responden juga tidak
dapat menggunakan aplikasi Pasabaru karena tidak dapat dijalankan di smartphone milik responden.

Terkait respon terakhir yang diberikan oleh buruh harian, katakanlah tukang bangunan.
Mereka juga menolak penggunaan aplikasi Pasabaru. Hal ini disebabkan sistem yang selama ini
mereka gunakan dalam bertransaksi dengan pengguna jasa. Mereka tidak perlu repot menginstal
aplikasi di smartphone karena hanya perlu menerima tawaran dari pengguna jasa lewat telepon atau
komunikasi langsung.

Alasan Dibalik Respon?


Adapun alasan dibalik respon dari UMKM adalah seperti yang telah dijabarkan pada topik
sebelumnya. Bagi responden yang menerima, mereka beralasan bahwa aplikasi Pasabaru memang
memiliki dampak yang positif terhadap perkembangan usaha mereka dengan catatan aplikasi
Pasabaru juga cukup lumrah bagi masyarakat sekitar sehingga dapat menjadi media mereka dalam
mengembangkan usaha untuk dapat lebih produktif.

Sedangkan bagi responden yang cenderung menolak, mereka beralasan bahwa aplikasi
Pasabaru tidak terlalu dibutuhkan dalam pengembangan usaha mereka dengan menimbang
berbagai situasi sekitar, kebiasaan, serta kebutuhan saat ini. Mereka juga menyatakan aplikasi
Pasabaru juga belum cukup siap untuk digunakan mengingat belum dapat diinstal pada berbagai
jenis smartphone.

Perbandingan Respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah Secara Umum

Respon yang diberikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Limau
Manis Universitas Andalas cenderung tidak terlalu baik mengingat tiga diantara lima responden
menolak menggunakan aplikasi Pasabaru. Sedang dua yang menerima pun tidak serta merta
menyatakan kesediaan mereka untuk menggunakan aplikasi Pasabaru. Hal ini berbanding terbalik
dengan respon UMKM secara umum terhadap inovasi atau teknologi baru seperti yang telah
dijelaskan sebelumya.

Adapun kemungkinan yang mendasari perbedaan tersebut adalah kebiasaan masyarakat dan
pola pikir. Masyarakat dalam hal ini memiliki kebiasaan yang sedikit banyaknya mempengaruhi
mereka dalam mengambil keputusan untuk menggunakan aplikasi Pasabaru sebagai akibat dari
respon mereka terhadap inovasi dan teknologi baru. Hal lainnya ialah pola pikir dimana ikut
mempengaruhi responden dalam menilai penting tidaknya, perlu tidaknya penggunaan aplikasi
Pasabaru. Yang dalam hal ini responden cenderung berpemikiran tidak cukup terbuka dengan
inovasi dan teknologi baru khususnya aplikasi Pasabaru. Kecendrungan responden menganggap
Pasabaru belum cukup dibutuhkan dan tidak terlalu cocok dengan usaha mereka menjadi alasan
dibalik respon yang berbanding terbalik dengan UMKM secara umum.

Kesimpulan

Berdasarkan survei yang dilakukan kepada beberapa UMKM di sekitar kawasan Limau Manis
Universitas Andalas dapat disimpulkan bahwa respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah di kawasan
tersebut cenderung negatif karena responden menganggap Pasabaru belum cukup dibutuhkan dan
tidak terlalu cocok dengan usaha mereka saat ini.

Saran

Saran dari penulis terkait respon Usaha Mikro Kecil dan Menengah terhadap inovasi atau
teknologi baru kepada UMKM adalah agar UMKM dapat lebih terbuka dan bijak dalam mengambil
keputusan untuk menggunakan atau menolak inovasi atau teknologi baru. Sedang saran penulis
kepada Pasabaru adalah agar Pasabaru dapat meningkatkan aplikasi sehingga dapat digunakan di
berbagai smartphone dan menentukan partner yang lebih berprospek dengan menimbang
kebiasaan masyarakat dan pola pikir agar dapat dimanfaatkan sesuai tujuan yang seharusnya.