Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan kemajuan zaman, penggunaan baja dalam dunia industri
khususnya manufaktur dan otomotif kini berkembang sangat pesat, sehingga
dalam mengoptimalkan nilai guna terhadap penggunaan baja, maka dimulailah
dengan rekayasa terhadap material baja tersebut. Para ahli menyadari bahwa raw
material baja memiliki nilai guna yang kurang baik karena keterbatasan sifat yang
dimilikinya.
Metode perlakuan panas atau heat treatment merupakan suatu cara yang
efektif dalam mengubah sifat-sifat yang dimiliki baja sehingga memiliki sifat
yang sesuai dengan keinginan. Dengan perlakuan panas maka baja yang bersifat
lunak dapat dikeraskan hingga beberapa kali lipat dari nilai kekerasan awal.
Dengan demikian nilai guna dari suatu baja menjadi lebih baik dan efisien.
Dalam suatu perlakuan panas baja ada suatu nilai yang menjadi tujuan
yaitu nilai kekerasan dari material tersebut. Hal tersebut dapat dicapai dengan
proses tempering, yaitu proses penahanan material baja pada temperatur tertentu
dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu penahanan dan temperatur disesuaikan
dengan nilai kekerasan yang diinginkan. Di PT. Astra Daido Steel Indonesia
proses tempering dilakukan tidak hanya satu kali proses, ada yang dua kali dan
juga ada yang tiga kali proses. Apabila setelah proses tempering ke tiga
karakteristik material belum sesuai dengan permintaan costumer maka dilakukan
proses tempering kembali, hingga seperti yang diinginkan costumer. Hal ini sering
terjadi pada dies dan mold yang terbuat dari baja DC 11 atau dalam JIS SKD 11.
Dengan proses tempering yang berulang kali mengakibatkan biaya proses
harden dari suatu material akan naik, dikarenakan proses heating pada proses
tempering di PT. Astra Daido Steel Indonesia memanfaatkan perubahan energi
listrik menjadi panas. Pemakaian temperatur antara 300oC-500oC dengan jangka
waktu yang lama mengakibatkan penggunaan daya listrik menjadi sangat besar.

1
Padahal pada satu kali proses tempering telah didapat nilai kekerasan yang
diinginkan, sehinga harus dilakukan proses secara berulangkali yang
mengakibatkan biaya proses semakin gtinggi.

1.2 Tujuan Pelaksanaan


Dari penguraian sub bab latar belakang maka dapat dirumusksan tujuan
penyusunan tugas akhir adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui tahapan proses tempering.
2. Mengetahui struktur mikro material setelah satu kali proses tempering.
3. Mengetahui struktur mikro material setelah dua kali proses tempering.
4. Mengetahui distribusi kekerasan material setelah proses tempering..

1.3 Batasan Maslah


Berhubungan dengan luasnya persoalan dalam proses tempering, struktur
mikro, dan pengujian kekerasan, maka akan dibatasi ruang lingkup tugas akhir ini
yaitu :
1. Material yang digunakan adalah material tool steel DC11 atau JIS SKD 11.
2. Proses yang diberlakukan adalah satu kali temper dan dua kali temper.
3. Struktur mikro pada material DC11 atau JIS SKD 11.
4. Distribusi kekerasan pada spesimen yang telah dibuat.

1.4 Metode Pengambilan Data


Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini ada beberapa metode yang
digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penulisan. Metode-
metode tersebut antara lain :
1. Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan merupakan metode pungumpulan data dengan cara
mempelajari buku-buku pendukung maupun referensi lain yang berhubungan
dengan materi pembahasan pada tugas akhir ini.

2
2. Metode Wawancara
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data melalui wawancara secara
langsung mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi tugas akhir ini
dengan pihak-pihak yang memiliki pengetahuan lebih luas tentang proses
perlakuan panas pada material logam untuk mendapatkan data mengenai
perlakuan panas dan pengaruhnya terhadap material DC11.
3. Metode Pengamatan
Suatu metode pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung proses
pelakuan panas untuk memperoleh data mengenai kronologi proses tempering.
Data berupa foto dan data yang lain sebagainya sebagai bahan analisa.
4. Metode Analisa Data
Setelah semua data yang diperoleh di lapangan terkumpul, maka langkah
selanjutnya adalah melakukan penyusunan data untuk penganalisaan data.

1.5 Sistematika Laporan Tugas Akhir


Penyusunan laporan tugas akhir ini berdasarkan sitematika penulisan
sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang dilakukannya penelitian, tujuan penelitian,
pembatasan masalah, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.
BAB II Dasar Teori
Bab ini berisi landasan teori terkait dengan penelitian yang dilakukan, teori
disesuaikan dengan pembahasan yang telah disampaikan pada perkuliahan.
BAB III Metode Penelitian dan Hasil Penelitian
Pada bab ini akan diterangkan bagaimana persiapan penelitian, dari persiapan
pembuatan sepesimen, proses heat treatmen, hingga proses pengambilan data
dengan uji struktur mikro dan uji kekerasan.
BAB IV Analisa Hasil Penelitian
Bab ini menjelaskan data hasil dari penelitian untuk dianalisa dan di bandingkan
dengan materi pembanding.

3
BAB V Penutup
Bab ini berisi kesimpulan hasil analisa dan perbandingan dari data penelitian dan
juga berisi saran penulis kepada pihak lain.