Anda di halaman 1dari 9

Ch.

4 Overconfident Bias

Overconfident Bias secara umum disebut sebagai suatu keyakinan yang tidak dapat
dijamin terhadap suatu intuisi atas suatu alasan, penilaian, dan kemampuan kognitif. Konsep
overconfident diturunkan dari penelitian tentang psikologi kognitif dan survey dimana suatu
subjek (investor) terlalu yakin terhadap kemapuan memprediksi dan informasi yang dimilikinya.
Seorang yang overconfident akan merasa lebih pintar dan memiliki lebih banyak informasi.
Sebagai contoh, seorang yang overconfident setelah mendapatsaran dari konsultan
keuangannya atau membaca sesuatu dari internet, akan mengambil keputusan untuk
melakukan investasi berdasarkan pengetahuan mereka yang dirasa menguntungkan.
Teknik Diskripsi
Beberapa penelitan menunjukkan bahwa investor merasa overconfident terhadap kemampuan
investasi mereka.
1. Prediction Overconfident
Sebagai contoh : ketika mengestimasi nilai saham dimasa depan, investor yang
overconfident akan terlalu percaya diri akan harga yang ia prediksi sendiri dan memprediksi
hanya 10% kenaikan dan penurunan saham, yang pada kenyataannya sejarah menunjukkan
penyimpangan standar yang lebih drastis dari angka 10%. Implikasi dari perilaku ini adalah
investor meremehkan risiko penurunan atas portofolio mereka.
2. Certainty Overconfident
Sebagai contoh: Apabila suatu perusahaan dipandang memiliki investasi yang baik, seoang
investor akan buta terhadap kemungkinan mengalami kerugian dan akan merasa terkejut
bahkan kecewa apabila kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Perilaku ini timbul dari
kecenderungan seorang investor dalam kesalahan penilaian terhadap next hot stock.
Para investor cenderung memiliki banyak keyakinan dan ketepatan pertimbangan yang
mereka ciptakan sendiri, sehingga investor terlalu sering malakukan transaksi dan
menahan portofolio yang tidak terlalu beragam.
Practical Application
1. Prediction Overconfidence
Contoh investor yang memiliki perilaku prediction overconfident dalam kasus dari mantan
eksekutif atau pemegang saham warisan keluarga di perusahaan go public seperti
Jhonson&Jhonson, ExxonMoile, or DuPont , investor menolak untuk melakukan
diversifikasi terhadap saham yang mereka pegang dengan alasan insider knowledge atau
ada hubungan emosional dengan perusahaan. Mereka tidak menyadari bahwa ini adalah
investasi yang berisiko.
2. Certainty Overconfidence
Orang menunjukkan kepastian overconfidence dalam situasi kehidupan sehari-hari, dan
overconfidence itu berlanjut ke lingkup investasi. Orang cenderung terlalu percaya diri
terhadap keakuratannya dari penilaian mereka sendiri. Dalam sebuah penelitian yang
berkaitan, Baruch Fischoff, Paul Slovic, dan Sarah Lichtenstein memberi subjek tentang tes
pengetahuan umum dan kemudian bertanya kepada mereka seberapa yakin mereka
dengan jawaban mereka. Subjek yang dilaporkan 100 persen yakin kapan mereka
sebenarnya hanya 70 persen sampai 80 persen. Contoh klasik kepastian overconfidence
terjadi selama technology bloom akhir 1990-an. Banyak investor hanya menambahkan
saham teknologi, memegang posisi pada konsentrasi tinggi, hanya untuk melihat
keuntungan ini lenyap pada saat krisis.
Implications for Investors. Prediksi dan overconfidence dapat menyebabkan kesalahan
investasi. Figure 4.1 mencantumkan empat perilaku, yang dihasilkan dari overconfidence bias,
yang dapat menyebabkan kerusakan pada portofolio investor.

RESEARCH REVIEW
Sejumlah penelitian menganalisis dampak yang merugikan dari overconfidence oleh
investor, tapi fokus di sini adalah pada satu karya penting yang mencakup unsur prediksi
overconfidence dan kepastian overconfidence. Profesor Brad Barber dan Terrance Odean, saat
di University of California di Davis, mempelajari transaksi investasi pada tahun 1991-1997
terhadap 35.000 rumah tangga, semua memegang rekening di perusahaan pialang diskon
besar, dan mereka menerbitkan hasil mereka pada tahun 2001, "Boys Will Be Boys: Gender,
Overconfidence, and Common Stock Investment." Barber dan Odean tertarik pada hubungan
overconfidence yang ditampilkan oleh pria dan wanita dan dampak dari overconfidence dalam
kinerja portofolio.

1. Investor yang overconfidence menaksir secara berlebihan kemampuan mereka untuk


mengevaluasi perusahaan sebagai investasi yang potensial. Akibatnya, mereka bisa
tidak memperhatikan informasi negatif yang biasanya mengindikasikan tanda
peringatan bahwa pembelian saham tidak boleh dilakukan atau stok yang sudah
dibeli harus dijual.
2. Investor yang overconfidence dapat melakukan perdagangan secara berlebihan
sebagai akibat kepercayaan bahwa mereka memiliki pengetahuan khusus yang tidak
dimiliki orang lain. Perilaku perdagangan yang berlebihan telah terbukti
menghasilkan return yang buruk dari waktu ke waktu.
3. Karena mereka tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak memperdulikan data statistik
kinerja investasi historis, overconfidence investor dapat meremehkan risiko
penurunan mereka. Akibatnya, dapat mengalami kinerja portofolio yang buruk.
4. Overconfidence investor memiliki portofolio yang kurang terwakili, sehingga
mengambil risiko lebih besar tanpa perubahan risiko yang sepadan. Seringkali,
overconfidence investor bahkan tidak tahu mereka menerima lebih banyak risiko
FIGURE 4.1 Overconfidence
daripada Bias: Perilaku
yang biasanya yang Bisa
dapat mereka Menyebabkan Kesalahan Investasi
toleransi.

BOX 4.1 Overconfidence Bias: Behaviors That Can Cause Investment Mistakes

Probabilitas kepercayaan yang terlalu tinggi dari penilaian pribadi investor pada nilai
sekuritas lebih akurat dibandingkan dengan penilaian dari orang lain. Ketidakpastian dalam diri
seseorang mengarah pada perbedaan pendapat, yang mempengaruhi pada perdagangan.
Investor yang rasional hanya memperdagangkan dan membeli informasi pada saat utilitas yang
diharapkan meningkat. Overconfidence investor dapat menurunkan utilitas mereka dengan
memperdagangkannya terlalu banyak; mereka memegang keyakinan tentang seberapa tinggu
return yang akan didapatkan dan seberapa tepat return yang diestimasikan dapat diperkirakan;
dan, mereka mengeluarkan terlalu banyak sumber daya untuk mendapatkan informasi
investasi. Lihat Figure 4.1.

Odean dan Barber mencatat bahwa investor yang overconfidence menaksir terlalu tinggi
ketepatan informasi mereka sehingga mengharapkan keuntungan dari perdagangan. Mereka
bahkan mungkin berdagang ketika keuntungan bersih yang diharapkan adalah negatif. Model
yang memprediksi overconfidence investor menyatakan bahwa laki-laki lebih percaya diri
dibandingkan wanita, pria akan memperdagangkan dan melakukan lebih buruk daripada
wanita. Baik pria maupun wanita dalam penelitian Barber dan Odean ini rata-rata akan
melakukan lebih baik, jika mereka telah mempertahankan mereka start-of-the-year portofolio
untuk sepanjang tahun.
Secara umum, saham-saham investor individu dijual terus untuk mendapatkan
keuntungan yang lebih besar dari pada investor menggantinya. Pria lebih memilih untuk
membeli saham berkinerja rendah untuk dijual sebesar 20 poin per bulan. Bagi wanita, 17 poin
per bulan. Pada akhirnya, Barber dan Odean meringkas overconfidence sebagai faktor yang
berbahaya untuk kekayaan. Mereka menyimpulkan bahwa individu menyerahkan investasi
saham biasa mereka sekitar 70 persen per tahun. Reksadana memiliki tingkat turnover yang
sama. Namun, individu dan reksadana yang diperdagangkan mendapat imbal hasil rendah.
Mereka percaya bahwa ada penjelasan sederhana dan kuat untuk tingkat perdagangan
kontraproduktif di pasar keuangan: terlalu percaya diri.

PENGUJIAN DIAGNOSTIK
Ini adalah tes diagnostik untuk kedua eleman yaitu prediksi terlalu percaya diri dan
kepastian terlalu percaya diri. Jika Anda adalah seorang investor, mengikuti tes dan kemudian
menginterpretasikan hasil. Jika Anda adalah seorang penasihat, mintalah klien Anda untuk
mengambil tes ini dan kemudian mendiskusikan hasil dengan Anda. Setelah menganalisis hasil
tes pada bagian berikutnya, kami akan menawarkan nasihat tentang bagaimana untuk
mengatasi efek merugikan dari terlalu percaya diri.
Tes Prediksi Overconfidence Bias
Pertanyaan 1: Berikan perkiraan tertinggi dan terendah untuk berat rata-rata sperma paus laki-
laki dewasa (yang paus bergigi besar) dalam ton. Pilih angka yang cukup sehingga 90 persen
yakin bahwa jawaban yang benar ada diantara keduanya.
Pertanyaan 2: Berikan perkiraan tertinggi dan terrendah untuk jarak ke bulan dalam mil. Pilih
angka yang cukup sehingga 90 persen yakin bahwa jawaban yang benar ada diantara keduanya.
Pertanyaan 3: Seberapa mudah menurut Anda untuk memprediksi runtuhnya saham teknologi
pada bulan Maret 2000?
a. Mudah.
b. Agak mudah.
c. Agak sulit.
d. Sulit.
Pertanyaan 4: Dari 1926 sampai 2004, pengembalian tahunan untuk ekuitas adalah 10,4
persen. Pada tahun tertentu, pengembalian yang Anda harapkan untuk investasi ekuitas yang
untuk memproduksi?
a. Di bawah 10,4 persen.
b. Sekitar 10,4 persen.
c. Di atas 10,4 persen.
d. Jauh di atas 10,4 persen.
Tes kepastian Overconfidence bias
Pertanyaan 5: Seberapa besar kendali yang anda yakini dalam memilih investasi yang akan
mengungguli pasar?
a. Sebuah. Benar-benar tidak ada kendali.
b. Sedikit kendali
c. Beberapa kendali
d. Sebuah jumlah kendali yang wajar
Pertanyaan 6: Sehubungan dengan pengemudi lain di jalan, seberapa bagus supirnya kamu?
a. Dibawah rata-rata.
b. Rata-rata.
c. Diatas rata-rata.
d. Jauh di atas rata-rata
Pertanyaan 7: Misalkan Anda diminta untuk membaca pernyataan ini: "Cape Town adalah ibu
kota Afrika Selatan. "Apakah Anda setuju atau tidak setuju? Sekarang, seberapa percaya diri
Anda bahwa Anda benar?
a. 100 persen.
b. 80 persen.
c. 60 persen.
d. 40 persen.
e. 20 persen
Pertanyaan 8: Bagaimana Anda mencirikan tingkat kecanggihan investasi Anda?
a. Sederhana.
b. Agak rumit.
c. Canggih
d. Sangat canggih
Hasil analisis
Pertanyaan 1 : Rata-rata sperma paus 40 ton. Jika menjawab 10-20 : cenderung rentan
terhadap prediksi Overconfidence, Jika 20-100 : kurang dalam gejala Overconfidenc.
Pertanyaan 2 : Jarak sebenarnya ke bulan 24.000 mil. Jika menjawab 100.000-200.000 :
cenderung rentan terhadap prediksi Overconfidence. Jika 200.000-500.000 : tidak rentan
terhadap prediksi Overconfidence.
Pertanyaan 3 : Jika responden yang mengambarkan keruntuhan yang kurang dapat di prediksi
mungkin tidak rentan terhadap prediksi Overconfidence, dan sebaliknya.
Pertanyaan 4 : Jika mengungguli rata-rata pasar jangka panjang: cenderung rentan terhadap
prediksi Overconfidence, Jika dibawah pasar rata rata : tidak rentan terhadap prediksi
Overconfidence
Pertanyaan 5: Responden mengaku derajat yang lebih besar dari kontrol investasi mereka
cenderung rentan terhadap kepastian yang berlebihan.
Pertanyaan 6: Keyakinan bahwa salah satu pemicu di atas rata-rata berkorelasi positif dengan
kepastian yang berlebihan.
Pertanyaan 7: Jika responden setuju dengan pernyataan dan melaporkan respon dengan
tingkat kepercayaan yang tinggi, maka mungkin ada kerentanan terhadap kepastian yang
berlebihan. Jika responden tidak setuju dengan pernyataan, dan melakukannya di antara
tingkat 50-100 %, maka tingkat kerentanan terhadap kepastian yang berlebihan lebih rendah.
Jika responden setuju tetapi dengan derajat kepercayaan yang rendah, maka mereka
berkemungkinan kecil rentan terhadap kepastian yang berlebihan.
Pertanyaan 8: Responden menggambarkan diri mereka sebagai investor pintar atau sangat
pintar yang lebih mungkin daripada yang lain untuk menunjukkan kepastian yang berlebihan.

SARAN
Terlalu percaya diri adalah salah satu bias yang paling merugikan bagi investor. Hal ini
karena meremehkan risiko downside, perdagangan yang terlalu sering dan / atau perdagangan
dalam mengejar next hot stock, dan memegang portofolio yang kurang diperhatikanyang
dapat menimbulkan masalah serius Hazards to your wealth (ungkapan dari Barber dan
Odean). Saran ini diperuntukkan sesuai dengan perilaku perilaku tertentu. Empat perilaku
yang dikenal wealth hazards sering menghasilkan tindakan terlalu percaya diri.
1. Keyakinan tidak berdasar akan kemampuan sendiri untuk mengidentifikasi perusahaan
sebagai investasi potensial. Banyak investor terlalu percaya diri mengklaim bakatnya diatas
rata-rata untuk memilih saham, tetapi hanya ada sedikit bukti yang mendukung atas
keyakinan ini. Studi Odean menunjukkan bahwa biaya setelah diperdagangkan (tapi
sebelum pajak), rata-rata investor berkinerja buruk pasar sekitar 2 persen per tahun.
Banyak investor yang terlalu percaya diri yakin bahwa mereka dapat memilih reksa dana
yang akan memberikan kinerja masa depan yang unggul, namun justru banyak yang
berdagang pada waktu dengan kemungkinan terburuk karena mereka mengejar harapan
yang tidak realistis. Faktanya: Dari tahun 1984 hingga 1995, rata-rata saham reksa dana
membukukan laba tahunan 12,3 %, sedangkan rata-rata investor dalam reksa dana saham
memperoleh 6,3 %.
2. Perdagangan yang berlebihan. Saat klien menunjukan terlalu banyak aktivitas
perdagangan. Saran terbaik yaitu meminta klien untuk menjaga frekuensi setiap
perdagangan dan memperhitungkan laba.
3. Meremehkan risiko penurunan. Saran yang terbaik yaitu, meninjau kembali kepemilikan
investasi untuk kinerja yang berpotensi buruk, memberikan salah satu contoh penelitian
praktisi kepada klien yang menunjukkan bagai mana rapuhnya pasar itu sebenarnya.
4. Portofolio yang tidak dipisahkan. Kadang investor terlalu yakin akan portofolio yang
mereka miliki. Padahal belum tentu portofolio tersebut membawa mereka pada
keuntungan. Penasihat keuangan dapat memberikan saran untuk melakukan strategi-
strategi pencegahan.

Bias overconfidence dapat saja terjadi karena investor yang tidak siap untuk masa
depan. Investasi yang mereka lakukan adalah investasi yang bersifat jangka panjang, mereka
merasa yakin bahwa mereka dapat mengantisipasi adanya kemungkinan kerugian serta risiko-
risiko yang akan mereka hadapi. Padahal dalam kenyataannya, mereka belum memiliki
kesiapan yang matang kaena begiu banyaknya perubahan yang bergerak secara cepat. Investor
harus lebih memahami dan mengenal berbagai macam bentuk serta basis-basis dalam
perencanaan investasi.