Anda di halaman 1dari 17

PRAKTIKUM KINERJA SISTEM PROSES

HEAT PUMP / POMPA KALOR


LAPORAN

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kinerja Sistem
Energi

Nama Praktikan : Putri Hanifah Sasmitoningrum


NIM : 151734021
Kelompok :1
Nama Anggota Kelompok : 1. Abiano Alaffan
2. Farizha Fadhilla Ilyas
3. Ryan Fadhilah
Tanggal Praktikum : 11 Oktober 2017
Tanggal/jam pengumpulan : 18 Oktober 2017
Laporan
Nama Instruktur/Dosen :
Nama Teknisi :
Tanda Tangan Dosen/Teknisi :
Tanda Tangan Mahasiswa :

JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
KINERJA SISTEM PROSES HEAT PUMP / POMPA KALOR

I. TUJUAN
1. Mengetahui dan memahami sistem Pompa Kalor (HVAC-Refrigerasi).
2. Mengetahui dan memahami siklus kompresi uap dalam sistem Pompa Kalor beserta
diagram P-h untuk setiap jenis fluida kerja yang digunakan.
3. Menghitung performa/kinerja dari sistem Pompa Kalor.
4. Memahami paramater-parameter kinerja dalam sistem Pompa Kalor (mencari gejala
penurunan kinerja sistem yang memerlukan perawatan).

II. DASAR TEORI


2.1 Pengertian
Heat pump atau pompa kalor adalah suatu sistem yang dapat menyerap kalor
dari suatu tempat kemudian membuangnya di tempat lain. Pompa kalor dapat
digunakan sebagai pendingin jika memanfaatkan sisi penyerapan kalor , inilah yang
disebut dengan sistem refrigerasi. Sebaliknya pompa kalor juga dapat digunakan
sebagai pemanas jika memanfaatkan sisi pembuangan kalornya. Contoh sederhana
pompa kalor adalah air conditioner. Air conditioner menyerap kalor yang ada diruangan
kemudian membuangnya ke luar ruangan.
Untuk memahami prinsip pompa kalor maka analogi pompa air dapat digunakan
karena secara prinsip keduanya tidak berbeda. Air secara alami akan mengalir dari
tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Untuk mengalirkan air dari tempat yang
rendah ke tempat yang tinggi dibutuhkan suatu alat (pompa) dan usaha/kerja/energi
dari luar (mekanik). Dengan menggunakan pompa maka air yang ada di tempat yang
lebih dapat dihisap dan dikeluarkan di tempat yang lebih tinggi.
Pada kalor pun terjadi hal yang sama. Kalor secara alami mengalir/berpindah
dari temperatur yang tinggi ke temperatur yang rendah. Tinggi atau rendahnya
temperatur merupakan salah satu indikasi besarnya energi kalor yang dimiliki suatu zat.
Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi energi kalornya. Untuk memindahkan
kalor dari tempat yang temperaturnya lebih rendah maka dibutuhkan sistem pompa
kalor. Seperti halnya pompa air, untuk menyerap kalor dan membuang kalor dibutuhkan
kerja/usaha/energi dari luar.
2.2 Sistem Kompresi Uap
Sistem refrigerasi kompresi uap adalah sistem refrigerasi yang
menggunakan kompresor sebagai alat kompresi refrigeran, kondensor sebagai
pelepas kalor dan pengubah fasa refrigeran, alat ekspansi sebagai penurun tekanan
sekaligus temperatur, evaporator sebagai penyerap kalor dari produk yang akan
didinginkan dan pengubah fasa refrigeran.
Refrigeran yang berasal dari evaporator berupa uap bertekanan rendah
kemudian masuk ke kompresor untuk dikompresi hingga refrigeran tersebut
menjadi uap bertekanan dan bertemperatur tinggi. Dari kompresor, refrigeran
mengalir ke kondensor dan melakukan pelepasan kalor hingga refrigeran tersebut
berubah fasa dari uap bertekanan tinggi menjadi cair bertekanan tinggi, kemudian
refrigeran tersebut diturunkan tekanan sekaligus temperaturnya pada alat ekspansi
seperti pipa kapiler atau ThermostaticExpansion Valve (TXV).
Setelah dari alat ekspansi, refrigeran kemudian mengalir ke evaporator
untuk menyerap kalor dari produk yang akan didinginkan sehingga refrigeran
tersebut berubah fasa menjadi uap bertekanan rendah. Kemudian refrigeran tersebut
masuk ke kompresor untuk dikompresi dan bersirkulasi kembali, seperti yang terlihat
di diagram skematik refrigerasi kompresi uap yang terlihat pada berikut ini :
2.2.1 Diagram P-h
Dengan garis jenuh sebagai rujukan, maka garis-garis suhu entropik dan volume
spesifik konstan akan muncul pada diagram garis suhu konstan mendatar pada
daerah campuran karena disini suhu tersebut harus cocok dengan besar daerah
cairan bertekanan berada di sebelah kiri garis cairan jenuh dalam daerah ini, garis
konstant secara praktis tegak karena titik suhu cairan bertekanan menentukan
tekanan entalphi bukan tekanan menentukan entalphi cair-cair yang berada pada
keadaan bawah dingin maka entalpi tersebut dibaca sebagai entalpi cairan jenuh.
Pada saat itu waktu tekanan sebenarnya lebih tinggi dari tekanan jenuh tersebut.
Daerah dipanaskan lanjut akan berada di sebelah kanan garis uap jenuh pada
daerah pemanasan lanjut. Gas tekanan tetap pertama kali akan sedikit turun ke arah
kanan dan kemudian tegak lurus garis spesifik konstan akan miring ke atas ke arah
kanan garis volume spesifik yang lebih tinggi akan ditentukan pada tekanan jenuh
tersebut.

2.3 Jenis Jenis Heat Pump


1. Pompa kalor paket (package heat pump) dengan daur reversibel
Jenis ini mencakup unit-unit rumah tangga dan komersil berukuran kecil yang
mampu memanaskan ruangan pada musim dingin dan mendinginkannya di musim
panas. Udara merupakan bahan penting, banyak digunakan tetapi air sumur
mempunyai prestasi kerja lebih baik karena suhunya sama sepanjang tahun,
sedangkan udara dipengaruhi oleh suhu.
2. Pompa kalor tidak terpusat
Sistem dapat memompa kalor dari zona-zona pembangunan yang membutuhkan
pendinginan ke zona lain yang membutuhkan penghangatan. Unit-unit pompa kalor
ini tersedia dalam bentuk yang disesuaikan dalam ruang kit pump dan ruangan-
ruangan dengan peralatan kecil.
3. Pompa kalor dengan kondensor berselubung ganda.
Suatu jenis pompa kalor yang bersumber dari dalam (internal Source Heat Pump)
yang memompa kalor dan mempunyai kondensor berselubung ganda dimana
pendinginan air untuk salah satu bundle dari air panas untuk zona luar mengalir
melalui bundle lain.
4. Pompa kalor industri
Penggunaan pompa kalor saat ini diarahkan pada pemanasan dan pendinginan
bangunan. Salah satu contoh penggunaan pompa kalor industri adalah sebuah
konsentrasi sari buah untuk melindungi rasa.
2.4 Proses Siklus
Proses Kompresi
Proses kompresi berlangsung di kompresor secara isentropic adiabatic dimana
kondisi awal refrigeran pada saat masuk kompresor atau keluaran evaporator pada
sisi hisap (suction) adalah uap jenuh bertekanan rendah dan setelah dikompresi
refrigeran menjadi uap bertekanan tinggi, oleh karena itu proses ini dianggap
isentropic dan temperatur refrigeran keluar kompresor pun meningkat. Hal ini
dilakukan agar refrigeran dapat membuang panas yang telah diserap dievaporator ke
lingkungan karena ketika dikompres tekanan dan temperatur mengalami peningkatan
dan melebihi temperatur lingkungan.

Proses Kondensasi
Proses ini terjadi di kondensor, refrigeran yang berasal dari kompresor selanjutnya
dialirkan ke kondensor. Karena temperatur refrigeran lebih tinggi dari temperatur
lingkungan maka refrigeran akan melepaskan kalor ke lingkungan. Kalor tersebut
akan dilepas melalui dinding pipa kondensor. Pada saat uap refrigeran yang berasal
dari discharge kompresor masuk kondensor maka uap tersebut akan diembunkan
pada keadaan saturasi. Refrigeran keluaran kondensor berubah fasa dari uap menjadi
fasa cair, bertekanan tinggi

Proses Ekspansi
Pada proses ini refrigeran masuk ke alat ekspansi untuk diturunkan tekanan dan
temperaturnya

Proses Evaporasi
Keadaan ini terjadi di evaporator, dimana temperatur refrigeran dibuat lebih rendah
dari temperatur ruangan yang akan dikondisikan. Karena temperatur refrigeran yang
lebih rendah dari tempratur lingkungan maka pada proses ini refrigeran menyerap
kalor dari lingkungan.

Perhitungan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu PF (Performance Factor) dan
COP (Coeficient of Performance)


PF = COP =

Dimana :

Qcondensor = laju alir massa fluida kerja () x (entalphi fluida masuk kondensor
entalphi fluida keluar kondensor)
Qevaporator = laju alir massa fluida kerja () x (entalphi fluida keluar evaporator
entalphi fluida masuk evaporator)
Qcondensor = laju alir massa fluida kerja () x (entalphi fluida masuk kompresor
entalphi fluida keluar kompresor)

2.5 Komponen Utama Sistem Refrigrasi Kompresi Uap


Komponen utama terdiri dari :
1. Kompresor
2. Kondensor
3. Katup Ekspansi
4. Evaporator
1. Kompresor
Pada siklus kompresi uap sederhana, kompresor bekerja untuk mengkompresi
refrigeran berfasa uap dari evaporator agar tekanan dan temperaturnya naik, dan
kemudian dialirkan ke kondensor. Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi
untuk menyalurkan gas refrigeran ke seluruh sistem. Jika dianalogikan, cara kerja
kompresor AC layaknya seperti jantung di Tubuh Manusia. Kompresor Memiliki 2
Pipa, yaitu Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan Memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan
rendah dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis kompresor, yaitu: Kompresor Torak
(Reciproacting) Kompresor Sentrifugal, dan kompresor rotary.

2. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk membuang kalor ke lingkungan, sehingga refrigeran
dapat berubah fasa dari gas menjadi cair. Kondensor akan mengkondensasikan
uap yang berasal dari kompresor yang bertemperatur dan bertekanan tinggi
menjadi refrigeran cair yang akan mengalir ke katup ekspansi untuk kemudian
diturunkan tekanannya. Kondensor ditempatkan diluar ruangan yang sedang
didinginkan agar dapat membuang panasnya ke luar. Menurut media/ zat yang
mendinginkannya, kondensor dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1) Air-Cooled Condensor, menggunakan udara sebagai media pendinginannya
2) Water-Cooled Condensor, menggunakan air sebagai media pendinginannya.
a. Evaporative Condensor, menggunakan campuran air dan udara sebagai
media pendinginannya.

3. Katup exspansi
Katup ekspansi yang digunakan ini adalah Katup Ekspansi pipa kapiler. Pipa kapiler
merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan
mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat
vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan
tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan
di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran
menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran
mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan
Evaporator

4. Evaporator
Evaporator berfungsi untuk menyerap kalor dari lingkungan atau ruangan sehingga
refrigeran mengalami perubahan fasa dari cair ke uap. Penguapan ini bertujuan
untuk mengambil panas dari kabin atau ruangan yang akan dikondisikan
temperaturnya. Pemilihan jenis evaporator tergantung dari media yang akan
didinginkan dan lokasi penginstalan evaporator ini.

2.6 Refrigran
Untuk terjadinya suatu proses pendinginan diperlukan suatu bahan yang mudah dirubah fasanya
dari gas menjadi cair atau sebaliknya (refrigeran) untuk mengambil panas dari evaporator dan
membuangnya di kondensor. Syarat-syarat refrigeran adalah:
a. Tidak beracun dan tidak berbau menyengat
b. Tidak dapat terbakar atau meledak bila bercampur dengan udara, minyak pelumas dan
sebagainya
c. Tidak menyebabkan korosi terhadap bahan logam yang dipakai pada sistem pendingin.
d. Mempunyai titik didih dan tekanan kondensasi yang rendah.
e. Mempunyai panas laten penguapan yang besar,
f. Konduktivitas thermal tinggi
g. Viskositas dalam fase cair maupun fase gas rendah, agar tahanan aliran refrigeran dalam pipa
sekecil mungkin.
2.6.1 Jenis Jenis Refrigran

Dasar pemilihan refrigran, karakteristik refrigran yang merupakan faktor


yang dominan dalam pemilihan tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis refrigran
dan penggunaannya.
a. Udara
Penggunaan umum refrigran udara sebagai refrigran adalah di pesawat terbang,
sistem udara yang ringan menjadi kompensasi bagi COP-nya yang rendah.
b. Ammonia
Jenis ini digunakan pada instalasi suhu rendah pada industri besar. Banyak sistem
ammonia yang baru, mulai yang digunakan pada setiap tahun.
c. Karbondioksida
Refrigran ini kadang-kadang digunakan untuk pembekuan dengan cara sentuhan
langsung dengan bahan makanan. Tekanan pengembunannya yang tinggi
biasanya membatasi penggunaannya hanya pada bagian suhu yang rendah dalam
sistem kaskada (Cascade), yang untuk bagian suhu tingginya digunakan refrigran
lain.
d. Refrigran 11
Bersama dengan refrigran 113, refrigran ini populer untuk sistem-sistem
kompresor tunggal.
e. Refrigran 12
Refrigran ini terutama digunakan dengan kompressor torak untuk melayani
refrigerasi rumah tangga dan didalam pengkondisian udara kendaraan otomotif.
f. Refrigran 22
Karena biaya kompressor dapat lebih murah jika menggunakan refrigran 22
dibandingkan dengan refrigran 12, maka refrigran ini telah banyak mengambil
peranan refrigran 12 untuk keperluan pengkondisian udara.
g. Refrigran 502
Refrigran ini adalah jenis refrigran yang terbaru, dengan sejumlah keuntungan
seperti yang dimiliki refrigran 22, tetapi mempunyai kelebihan dari sifatnya
terhadap minyak, dan suhu buang (discharge temperature) yang lebih rendah
dibanding refrigran 22.
III. ALAT DAN BAHAN

1. Satu perangkat system Pompa Kalor, Manometer, Pompa Air Pendingin.

2. Diagram P-h ( Mollier Refrigrant )

3. Perangkat tambahan :

- RhMeter

- Stopwatch
IV. PROSEDUR KERJA

A. PERSIAPAN

Menyalakan sumber listrik utama untuk area praktikum

Menyalakan sumber listrik untuk pompa kalor

Menyalakan sumber listrik untuk pompa air pendingin

Menyalakan pompa

Membuka katup pompa air ke pompa kalor (katup 1 lalu katup 2)

Pompa kalor siap digunakan


ALUR GAMBAR PERSIAPAN
B. PENGOPERASIAN

Menyalakan pompa kalor dengan memutar switch compressor ke ON

Menyalakan fan dengan memutar switch fan ke ON

Atur fan speed ke speed 1

ukur semua parameter dengan cara memutar knob yang terdapat pada panel

Catat setiap data pada tabel yang telah disediakan

ulangi langkah yang sama untuk fan speed 2 dan 3


ALUR GAMBAR PENGOPERASIAN
B. MENGHENTIKAN OPERASI

Matikan compressor pompa kalor ubah switch ke OFF

Ubah fan speed ke speed 1 lalu matikan fan ubah switch fan ke OFF

Matikan pompa air pendingin

Tutup katup 1 dan katup 2

Matikan MCB unruk pompa kalor dan pompa air

Matikan sumber listrik area praktikum


ALUR GAMBAR MENGHENTIKAN PENGOPERASIAN
DAFTAR PUSTAKA

Prijono,Arko. 1994. Prinsip-prinsip Perpindahan Panas Edisi Ketiga. Jakarta.


Erlangga.

Wuryanti,Sri. 2010. Buku Ajar Perpindahan Panas dan Penerapannya. Bandung :


POLBAN.

Senja, Mutiara. 2015. Pompa Kalor (Heat Pump) dan Refrigerasi. http://tiaradrter
modinamika.blogspot.co.id/2015/03/pompa-kalor-heat-pump-dan-refrigerasi.html [ 15 Okto
ber 2017 ]
Erul, Khairullah. 2012. Percobaan Heat Pump. http://erulmesin09.blogspot.co.id
/2012/11/percobaan-heat-pump.html [ 15 Oktober 2017 ]

Rokhman, Tauifqur. 2014. Coefficient Of performance (COP). https://taufiqur


rokhman.wordpress.com/2014/01/16/coefficient-of-performance-cop/ [ 15 Oktober 2017 ]

Harahap, Pandopotan. 2017. Pompa Kalor (Heat Pump) dan Refrigerasi. https://vand
ha.wordpress.com/tag/pompa-kalor/ [ 15 Oktober 2017 ]

Sampoerna, Putri. 2015. Pembahasan Heat Pump. https://dokumen.tips /docu


ments/pembahasan-heat-pump.html [ 15 Oktober 2017 ]

Jubaidi, Ali. 2015. Heat Pump. https://alijubaidi.blogspot.co.id/2015/06/heat-pump


.html [ 15 Oktober 2017 ]