Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ni Putu Caesilia Ariska Suena

NIM : 022625939

UPBJJ-UT : Denpasar

TUGAS 3

1. Jelaskan mengenai perbedaan strategi rantai pasok Efficient Supply Chain dan Responsive
Supply Chain!

2. Jelaskan tiga elemen penting dalam CPFR!

3. Jelaskan pengertian manajemen pipeline dan apa tujuannya!

4. Jelaskan biaya-biaya yang mempengaruhi tingkat optimal ketersediaan produk!

Jawaban :

1. Perbedaan strategi rantai pasok Efficient Supply Chain dan Responsive Supply Chain
adalah sebagai berikut :

Efficient Supply Chain Responsive Supply


Chain
Tujuan Utama Memasok permintan pada Respons cepat terhadap
biaya terendah permintaan
Strategi desain produk Memaksimalkan performa Menciptakan bentuk modul
pada biaya produk untuk menyiapkan product
minimum differentiation
Strategi pricing Marjin yang rendah karena Marjin yang tinggi karena
harga merupakan kebutuhan harga bukan kebutuhan
pelanggan yang utama pelangan yang utama
Strategi manufaktur Biaya rendah melalui Menjaga fleksibilitas dari
utilisasi yang tinggi kapasitasnya sebagai buffer
terhadap supply/demand
yang tidak menentu
Strategi persediaan Meminimalkan persediaan Menjaga buffer inventory
supaya biaya rendah supaya sesuai dengan
supply/ demand yang tidak
menentu
Strategi lead-time Turun, tetapi tidak dengan Harus benar-benar meskiun
biaya yang tinggi membutuhkan biaya yang
signifikan
Strategi pemasok Memilih berdasar pada Memilih berdasarkan
biaya dan kualitas kecepatan, flesibilitas,
reabilitas, dan kualitas.

2. Ada tiga elemen penting dalam CPFR, yaitu collaborative demand planning, joint capacity
planning, and synchronized order fulfillment.

Kolaborasi yang berlandaskan keterbukaan berbagai macam data semacam ini akan
meningkatkan kualitas peramalan permintaan di sepanjang rantai pasok dan demikian juga
akurasi dalam order fulfillment (Coyle, et al, 2003).

Untuk memahami bagaimana kolaborasi antar bagian berjalan dengan mekanisme


perencanaan terjadi, Coyle telah membuat bisnis model CPFR sebagaimana seperti
tergambar sebelumnya. Proses dimulai dengan penetapan garis besar kesepakatan antara
seluruh pihak yang terkait, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana bisnis.
Berdasarkan rencana dasar ini dibuat perkiraan penjualan dan dikenali kemungkinan
adanya masalah dan hal-hal khusus dalam perkiraan penjualan. Dari sini akan diperoleh
data yang lebih pasti mengenai ketersediaan produk. Bila ternyata tidak ada masalah dalam
pemenuhan pesanan makan pesanan akan ditempatkan secara resmi.

Dari peninjauan berbagai landasan teori, tampak bahwa menentukan sistem peramalan
tidaklah mudah. Proses ini harus tetap dilakukan mengingat bahwa pentingnya peramalan
dalam program perencanaan apapun. Pada jangka pendek, demand forecasting diperlukan
untuk memprediksi kebutuhan akan material, produk jadi atau jasa atau sumber daya lain
yang dibutuhkan agar pabrik bias bereaksi dengan baik terhadap perubahan permintaan.

3. Manajemen pipeline adalah sebuah proses dimana lead-time proses produksi dan
pengadaan dihubungkan dengan kebutuhan dari pasar. Pada saat yang bersamaan,
manajemen pipeline bertujuan untuk memenuhi tantangan kompetitif akibat meningkatnya
kecepatan respons dari kebutuhan pasar.

Tujuan dari manajemen logistik pipeline adalah sebagai berikut :

Biaya yang lebih rendah


Kualitas yang lebih tinggi
Fleksibilitas yang lebih tinggi
Waktu respons yang lebih cepat.

4. Biaya-biaya yang mempengaruhi tingkat optimal tingkat ketersediaan produk meliputi :


Biaya penimbunan (the cost of overstocking) merupakan kerugiaan perusahaan dari
setiap unit yang tak terjual diakhir musim penjualan;
Biaya kekurangan persediaan (cost of under stocking) merupakan kerugian
perusahaan setiap kehilangan penjualan dikarenakan tidak tersedianya persediaan.