Anda di halaman 1dari 39

Katalog BPS : 1101002.

3316

.id
go
s.
bp
b.
ka
ra
lob
:\\
tp
ht
ht
tp
:\\
b lo
ra
ka
b.
bp
s.
go
.id
STATISTIK DAERAH KABUPATEN BLORA 2016

No. Publikasi : 33165.1604


Katalog BPS : 1101002.3316
Ukuran Buku : 18,2 cm x 25,7 cm
Jumlah Halaman : 37 halaman

Naskah:
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Blora

go
s.
bp
Pengarah : Drs. Heru Prasetyo
b.

Penyunting : Kurniadi Sosiawan, S.Si.,MT


ka

Penulis : Grahanisa Rahmahida, S.ST


ra
lo

Gambar Kulit:
b
:\\

Kurniadi Sosiawan, S.Si.,MT


tp
ht

Diterbitkan Oleh:
Badan Pusat Statistik Kabupaten Blora

Dicetak Oleh :
Percetakan Artprint Rembang

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya


Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 yang diterbitkan oleh


Badan Pusat Statistik Kabupaten Blora, berisi berbagai data dan informasi
terpilih seputar Kabupaten Blora yang dianalisis secara sederhana untuk

.id
membantu pengguna data dalam memahami perkembangan pembangunan
serta potensi yang ada di Kabupaten Blora.

go
s.
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 diterbitkan untuk melengkapi publikasi-
bp
publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-
publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.Semoga publikasi ini
b.

mampu memberikan informasi secara cepat dan tepat kepada pemerintah daerah dan masyarakat
ka

sebagai dasar perencanaan, monitor dan evaluasi perkembangan pembangunan serta membantu
ra

para pengguna data lainnya dalam memahami kondisi umumKabupaten Blora.


b lo

Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan
:\\

penerbitan mendatang. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
tp

semua pihak yang telah berpartisipasi hingga terbitnya publikasi ini. Semoga Tuhan Yang Maha
ht

Kuasa senantiasa meridloi usaha kita.

Blora, September 2016

Kepala Badan Pusat Statistik


Kabupaten Blora,

Drs. HERU PRASETYO

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 ii


DAFTAR ISI

.id
1. Geografi Dan Iklim _________ 1 9. Kemiskinan _______________ 13

go
2. Pemerintahan _____________ 2 10. Hotel Dan Pariwisata ______ 14
s.
3. Kependudukan_____________ 4 11. Air Dan Listrik ____________ 15
bp

4. Ketenagakerjaan __________ 5 12. Harga-Harga _____________ 16


b.
ka

5. Pendidikan _______________ 7 13. Perdagangan _____________ 17


ra

6. Kesehatan _______________ 8 14. PDRB Lapangan Usaha______ 18


lo

7. Pertanian ________________ 10 15. PDRB Pengeluaran _________ 20


b
:\\

8. Pembangunan Manusia ______ 12 16. Perbandingan Regional ____ 22


tp
ht

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 iii


Kabupaten Blora terletak di ujung paling timur Provinsi Jawa Tengah

K 0
abupaten Blora
terletak di antara 111
secara
0

111 338 Bujur Timur dan diantara 6 528


geografis
16 sampai
0
*** Tahukah anda .....
Wilayah Kabupaten Blora 49,66 persen
nya merupakan wilayah hutan negara.
0
sampai 7 248 Lintang Selatan. Jarak terjauh
dari barat ke timur sepanjang 87 km dan dari
utara ke selatan sejauh 58 km. Secara PETA KABUPATEN BLORA
administrasi Kabupaten Blora terletak di ujung
paling timur Provinsi Jawa Tengah yang
berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro

.id
Provinsi Jawa Timur.

go
Kabupaten Blora dengan luas
182.058,798 hektar terdiri atas lahan sawah s.
seluas 45.993,195 hektar (25,26 persen) dan
bp

sisanya lahan bukan sawah sebesar 74,74


b.

persen yang terdiri dari 49,66 persen hutan,


ka

14,38 persen tegalan dan 10,69 persen


ra

lainnya.
lo

Selama tahun 2015, rata-rata curah


b

hujan di Kabupaten Blora tercatat sebesar


:\\

1.182 mm dengan rata-rata hari hujan


Statistik Geografi dan Iklim
tp

sebanyak 73 hari dalam setahun, mengalami URAIAN SATUAN 2014 2015


ht

LUAS :
penurunan jika dibandingkan dengan tahun
Sawah Ha 46.011,99 45.993,20
sebelumnya yang mencapai 93 hari. Hari
Pekarangan Ha 16.991,43 17.004,18
hujan terbanyak tercatat pada Bulan Januari Tegalan Ha 26.182,27 26.188,52
dan Bulan April dan paling sedikit pada bulan Hutan Ha 90.416,52 90.416.52
Juli dan Agustus. Kabupaten Blora dikenal Lain-Lain Ha 2.456,39 2456,40
HARI HUJAN Hari 93 73
sebagai daerah dengan curah hujan rendah
CURAH HUJAN mm 1.321 1.182
dan sering mengalami kekeringan di musim
KETINGGIAN:
kemarau. - Terendah Mtr dpl 40 40
Pada tahun 2015, curah hujan tertinggi - Tertinggi Mtr dpl 500 500

tercatat pada bulan April yaitu sebesar 241 Sumber : Blora Dalam Angka 2016

mm dan terendah pada bulan Agustus


sebesar 0 mm.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


48,03 persen PNS di Kabupaten Blora berpendidikan sarjana ke atas.

J umlah kecamatan, desa dan kelurahan di


Kabupaten Blora dalam beberapa tahun
terakhir tidak mengalami perubahan yang
*** Tahukah anda .....
Jumlah PNS di Kabupaten Blora tahun
2015 naik dari tahun sebelumnya.

diakibatkan karena adanya pemekaran


wilayah. Jumlah kecamatan sebanyak 16 Statistik Pemerintahan
Kabupaten Blora, 2013-2015
kecamatan sedangkan jumlah desa/kelurahan
sebanyak 295 desa/kelurahan dengan rincian WILAYAH
2013 2014 2015
ADMINISTRASI
271 desa (91,86 persen) dan 24 kelurahan
KECAMATAN 16 16 16

.id
(8,14 persen).
DESA 271 271 271
Jumlah pegawai negeri sipil di

go
KELURAHAN 24 24 24
Kabupaten Blora tahun 2015 sebesar 9.625
pegawai, naik dari tahun sebelumnya. Jika
ps.
JUMLAH PNS 2013 2014 2015
dilihat komposisi PNS menurut jenis kelamin,
.b

LAKI-LAKI 5.240 5.086 5.159


terlihat jumlah PNS laki-laki lebih banyak
ab

PEREMPUAN 4.329 4.223 4.466


dibanding jumlah PNS perempuan. Pada tahun TOTAL 9.569 9.309 9.625
k

2015, sebanyak 53,60 persen adalah


ra

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016


merupakan PNS laki-laki.
lo

Kualitas PNS Kabupaten Blora pada Tingkat Pendidikan PNS


b

Kabupaten Blora (%), 2015


:\\

tahun 2015 semakin meningkat. Hal ini


tp

ditunjukkan dengan semakin berkurangnya 3,50% 3,68%


ht

persentase jumlah pegawai yang 2,36% 20,44%


berpendidikan SLTA ke bawah, sementara
jumlah pegawai yang berpendidikan tinggi 49,18%
20,84%
(diploma keatas) mengalami peningkatan.
Tingkat pendidikan PNS di Kabupaten Blora
SD SLTP
menunjukkan PNS dengan tingkat pendidikan
SLTA SARJANA MUDA
SLTA (20,44 persen) lebih rendah
SARJANA PASCA SARJANA
dibandingkan dengan PNS dengan tingkat
pendidikan Sarjana (49,18 persen). Sumber : Blora Dalam Angka, 2016

2
Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora hanya 10,19 persen dari
total penerimaan.

STATISTIK PENDAPATAN
KABUPATEN BLORA
(Juta Rupiah) P endapatan Kabupaten Blora pada tahun
2015 mencapai 1.661.645 Juta rupiah,
meningkat 9,57 persen dibandingkan tahun
SUMBER
2014 2015
PENDAPATAN sebelumnya. Tidak berbeda dibandingkan
PAD 144.798 169.256 tahun yang lalu, dari ketiga sumber
Dana Perimbangan 1.291.176 1.416.585 pendapatan yang ada, Dana Perimbangan
- Bagi Hasil Pajak dan
89.559 72.722 memberikan kontribusi terbesar (85,25 persen)
bukan pajak
dari total pendapatan pemerintah kabupaten

.id
- DAU 823.874 848.823
tahun 2015, sedangkan porsi terkecil

go
- DAK 61.141 98.119
disumbang oleh bagian pendapatan lainnya
- Dana Penyesuaian 246.909 204.319
- Pendapatan Bagi
69.693 192.601
ps.
yang sah sebesar 4,56 persen.
Hasil Pajak
Peta perpolitikan Kabupaten Blora
.b

Lainnya 80.583 75.804


diwarnai dengan dominasi dari 7 (tujuh) partai
ab

TOTAL 1.516.557 1.661.645


besar di DPRD yaitu Partai Demokrat, Partai
k

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016


Golongan Karya, PDIP, Partai Kebangkitan
ra

Bangsa Partai Persatuan Pembangunan,


lo

Komposisi Keanggotaan DPRD


di Kabupaten Blora Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra.
b

Periode 2014-2019 Jumlah anggota DPRD yang terbanyak di


:\\
tp

Kabupaten Blora ditempati oleh PDIP yaitu


12
ht

10 sebanyak 10 kursi, yang kemudian diikuti oleh


10
8 Partai Demokrat sebanyak 8 kursi dan Partai
8 7
Golkar sebanyak 7 kursi. Sedangkan 4 partai
6 5 5 5
4 lainnya yaitu PKB, PPP dan PKS masing-
4 masing sebanyak 5 kursi serta Partai Gerindra
2 sebanyak 4 kursi.
0

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 3


Pertumbuhan penduduk Kabupaten Blora tahun 2015 sebesar 0,44
persen.

J umlah penduduk Kabupaten Blora tahun


2015 tercatat sebanyak 852.088 jiwa,
*** Tahukah anda .....
Pada tahun 2015 di Kabupaten Blora, dari
angka ini meningkat dibanding angka tahun 100 penduduk perempuan hanya terdapat
2014 yang berjumlah 848.369 jiwa. Laju 97 penduduk laki-laki.
pertumbuhan penduduk tahun 2015 tercatat
Indikator Kependudukan
sebesar 0,44 persen. Data kependudukan
Kabupaten Blora Tahun 2014 - 2015
pada tahun 2015, juga mencatat tingkat
2
kepadatan penduduk sebesar 468 jiwa/km . URAIAN 2014 2015
Kecamatan Cepu merupakan kecamatan

.id
Jumlah Penduduk (jiwa) 848.369 852.088
dengan kepadatan penduduk tertinggi sebesar Kepadatan Penduduk

go
2 2 466 468
1.497 jiwa/km . Sedangkan kecamatan dengan (jiwa/km )

kepadatan penduduk terendah adalah


ps.
Sex Rasio 96,93 96,93
2 Sumber : Blora Dalam Angka, 2016
kecamatan Jiken sebesar 231 jiwa/km .
.b

Jumlah penduduk perempuan di Blora Piramida Penduduk


ab

lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Blora, 2015


k

laki-laki. Hal ini dapat ditunjukkan oleh sex


ra

rasio yang nilainya lebih kecil dari 100 yaitu 15.831 16.332
lo

70 - 74
9.742 10.050
sebesar 96,93, yang artinya untuk setiap 100
b

12.093 12.476
penduduk perempuan terdapat 97 penduduk
:\\

16.838 60 - 64 17.371
tp

laki-laki. 24.429 25.203


29.530 50 - 54 30.465
ht

Struktur penduduk Kabupaten Blora 31.475 32.472


menurut kelompok umur terlihat lebih ramping. 31.978 40 - 44 32.991
32.125 33.142
Kelompok umur dibawah 29 tahun semakin 30 - 34
30.488 31.453
mengerucut. Keberhasilan program KB yang 27.889 28.773
29.498 20 - 24 30.433
ditunjukkan dengan peningkatan jumlah
31.973 32.985
peserta KB aktif menjadi salah satu faktor 31.509 10 - 14 32.507
perubahan tersebut. Hal menarik lainnya 31.892 32.905
32.111 0-4 33.129
adalah merampingnya kelompok umur 20-29
40.000 20.000 0 20.000 40.000
tahun, yang mengindikasikan adanya migrasi
keluar yang cukup besar dengan alasan utama Perempuan Laki-laki

pendidikan dan mencari pekerjaan. Sumber : Blora Dalam Angka 2016

4 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Tahun 2015, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mengalami kenaikan dari
68,50 persen di tahun 2014 menjadi 70,77 persen.

*** Tahukah anda .....


Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
penduduk laki-laki di Kabupaten Blora
pada tahun 2015 lebih tinggi dibanding
D ari total penduduk usia
Kabupaten Blora (15 tahun keatas),
kerja di

penduduk perempuan. sekitar tiga perempatnya tergolong kedalam


angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan
Statistik Ketenagakerjaan Kerja (TPAK) tahun 2015 mengalami kenaikan
Kabupaten Blora
dibandingkan tahun sebelumnya, dari 68,50
URAIAN 2014 2015 persen di tahun 2014 menjadi 70,77 persen di

.id
TPAK (%) 68,50 70,77 tahun 2015. Sedangkan tingkat pengangguran
TPT 4,30 4,68 terbuka, pada tahun 2015 tercatat sebesar

go
Bekerja (%) 65,56 67,45 4,68 persen, mengalami kenaikan
Sektor 1 43,09 51,05
s.
dibandingkan
p
tahun 2014 yang tercatat
Sektor 2 4,82 4,08
sebesar 4,30 persen. Dan angka ini relatif
.b

Sektor 3 23,57 20,26


lebih rendah jika dibanding dengan TPT Jawa
ab

Sektor 4 14,93 12,46


Sektor 5 13,59 12,15 Tengah yang tercatat sebesar 4,99 persen.
k

Sumber : Sakernas, 2015


Tingkat penggangguran terbuka merupakan
ra

Keterangan :
1. Pertanian, Kehutanan, Perburuan & Perikanan salah satu masalah dalam pembangunan
lo

2. Industri Pengolahan
3. Perdagangan Besar, eceran, rumah makan&hotel ekonomi, danperlu dicermati karena dalam
b

4. Jasa Kemasyarakatan
:\\

5. Lainnya jangka panjang akan menimbulkan persoalan


tp

Tingkat Pengangguran Terbuka sosial ekonomi yang cukup serius.


di Kab Blora Tahun 2012-2015 (%)
ht

Lebih dari separuh penyerapan tenaga

8,00 kerja di Kabupaten Blora tahun 2015 terserap


6,106,46 di sektor pertanian (51,05 persen), yang diikuti
6,00 5,53
4,41 4,32 4,26 4,56 dengan sektor perdagangan, rumah makan
4,00 dan hotel (20,26 persen). Sementara pekerja
2,13 di sektor jasa-jasa sebanyak 12,46 persen
2,00
yang menempati urutan berikutnya.
0,00 Sedangkan sektor lainnya menempati urutan
2012 2013 2014 2015
terakhir dengan penyerapan tenaga kerja
L P
sebesar 12,15 persen.
Sumber : Sakernas, 2015

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 5


Upah Minimum Kabupaten Blora Tahun 2015 sebesar 1.180.000 rupiah

B anyaknya permintaan dan penawaran


tenaga kerja di Kabupaten Blora selama
5 tahun terakhir masih terdapat kesenjangan
*** Tahukah anda .....
Penawaran tenaga kerja di Blora tahun
2015 sebagian besar berpendidikan SMA
yang mencolok. Penawaran tenaga kerja baru yaitu sebesar 74,78 persen.
berkisar 2.716 s.d 4.070 orang setiap
tahunnya, sedangkan jumlah permintaan Penawaran dan Permintaan Tenaga Kerja
tenaga kerja hanya berkisar 1.205 s.d 1.630 Tahun 2011 2015

orang. Perluasan lapangan kerja di seluruh 5.000


sektor perlu mendapatkan perhatian khusus,

.id
4.000
terutama untuk mengurangi kesenjangan

go
3.000
tersebut.
2.000
Upah Minimum Kabupaten (UMK)
1.000
p s.
Blora selama 5 tahun terakhir nilainya terus
.b

0
meningkat. Namun nilainya masih relatif lebih
ab

2011 2012 2013 2014 2015


rendah dibandingkan Nilai Kebutuhan Hidup
k

Penawaran Permintaan
Layak (KHL). Baru di tahun 2014 nilai UMK
ra

lebih tinggi dari nilai KHL. Nilai UMK Blora Sumber : Blora Dalam Angka, 2016
lo

tahun 2015 (1.180.000 rupiah) dibandingkan Upah Minimum Kabupaten Dan Kebutuhan
b

dengan KHL (1.156.492 rupiah) sebesar Hidup LayakTahun 2011-2015


:\\
tp

102,03 persen. Kondisi ini cukup


TAHUN UMK KHL
ht

menggembirakan, dimana upah rata-rata yang


diberikan kepada pekerja diharapkan akan 2011 816.200,00 829.851,00

mampu mencukupi kebutuhan hidupnya 2012 855.500,00 868.348,00


secara layak sehingga dapat mensejahterakan 2013 932.000,00 941.021,00
ekonomi di kalangan pekerja.
2014 1.009.000,00 1.008.527,00
Peningkatan UMK pada tahun 2015
2015 1.180.000,00 1.156.492,00
tercatat sebesar 16,95 persen dari UMK tahun
Sumber : Blora Dalam Angka, 2016
2014. Peningkatan ini cukup mengimbangi
kenaikan harga (inflasi) barang/ jasa
kebutuhan hidup, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kesejahteraan pekerja secara
riil.

6 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Kecenderungan Angka Partisipasi Murni (APM) Tahun 2015 menurun
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah Murid, Guru Dan Sekolah


Di Kabupaten Blora Tahun 2015
C apaian di bidang pendidikan berkaitan
erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan.
Jenis Banyaknya
Untuk tahun ajaran 2014/2015 pada jenjang
Pendidikan Murid Guru Sekolah
pendidikan SD di Kabupaten Blora seorang
SD/MI 74.330 5.988 734
SMP/MTs 30.938 2.904 193
guru rata-rata mengajar 12 orang murid, pada
SMU/SMK/MA 25.412 1.081 71 jenjang pendidikan SLTP seorang guru rata-
Sumber : Blora Dalam Angka, 2016 rata mengajar 11 orang murid, sedangkan
untuk jenjang SLTA beban seorang guru

.id
Indikator Pendidikan
di Kabupaten Blora Tahun 2013-2014 mengajar 23 murid.

go
Seiring dengan pertumbuhan
URAIAN 2014 2015 s.
penduduk, ketersediaan sarana dan prasara
bp
- RLS 6,02 6,04 pendidikan juga perlu ditingkatkan. Daya
Angka Partisipasi Murni (APM)
b.

tampung kelas terhadap banyaknya murid


ka

- SD/MI 96,20 94,28 haruslah seimbang agar proses belajar


- SLTP/MTs 85,75 70,51 mengajar dapat berjalan dengan baik.
ra

- SMU/SMK/MA 66,21 63,31 Semakin banyak murid dalam satu kelas


lo

Sumber : SUSENAS, 2015 semakin turun daya serap murid terhadap


b

materi. Hal tersebut dapat menjadi perhatian


:\\

Ket:
- RLS : Rata-Rata Lama Sekolah
tp

pemerintah dalam mengambil langkah


ht

kebijakan di bidang pendidikan.


Indikator pendidikan rata-rata lama sekolah
Angka Partisipasi Murni (APM) adalah
rasio jumlah siswa yang sedang sekolah menunjukkan kenaikan yang relatif kecil.
di tingkat pendidikan tertentu terhadap Sedangkan angka partisipasi sekolah pada
jumlah penduduk kelompok usia yang tahun 2015 menunjukkan penurunan. Angka
berkaitan dengan jenjang pendidikan
Partisipasi Murni pada tingkat SD/MI, SLTP,
tertentu.
SLTA pada tahun 2015 cenderung lebih
rendah dari tahun sebelumnya.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 7


Jumlah bidan di Kabupaten Blora Tahun 2015 meningkat sebesar
12,75 persen (44 bidan) dibandingkan tahun 2014

S ebagai
derajat
upaya untuk
kesehatan
meningkatkan

keberadaan sarana kesehatan yang mudah


masyarakat,
*** Tahukah anda .....
Jumlah kematian bayi pada tahun 2015
tercatat sebanyak 169 bayi, turun
terjangkau dan dengan biaya murah sangat dibanding tahun 2014 (204 bayi).
diharapkan oleh masyarakat. Peran
pemerintah dalam hal ini sangatlah penting,
Statistik Kesehatan
yang diimplementasikan dalam beberapa Kabupaten Blora, 2014-2015
kebijakan di bidang kesehatan.
Beberapa sarana kesehatan antara Sarana Kesehatan 2014 2015

.id
lain: Puskesmas dan Pustu memiliki jumlah
- RS Pemerintah 3 3

go
paling banyak meliputi 26 puskesmas dan 57
- RS Swasta 3 3
Pustu yang tersebar di seluruh kecamatan. s.
- Puskesmas 26 26
bp
Rata-rata setiap kecamatan memiliki 4
- Puskesmas pembantu 58 57
b.

fasilitas kesehatan. Pemerintah Daerah juga


- Balai Pengobatan
23 21
Swasta
ka

mencanangkan program pelayanan


kesehatan murah dan terjangkau bagi - RS Bersalin Swasta 12 1
ra

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016


masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis
lo

untuk masyarakat miskin dari puskesmas


b

Jumlah Tenaga Kesehatan


sampai rawat inap kelas tiga.
:\\

Kabupaten Blora, 2014-2015


tp

Jumlah dokter dan bidan pada tahun


389
ht

2015 mengalami peningkatan dibandingkan


400 345
tahun 2014, sedangkan perawat mengalami
penurunan. Jumlah dokter meningkat dari 45 300 230
179
orang di tahun 2014 menjadi 47 orang di 200
tahun 2015. Jumlah bidan di tahun 2014 47
100 45
sebanyak 345 orang naik menjadi 389 orang
di tahun 2015. Sedangkan Jumlah perawat 0
Dokter Perawat Bidan
menurun dari 230 orang di tahun 2014
2014 2015
menjadi 179 orang di tahun 2015.
Meningkatnya tenaga kesehatan Sumber : Blora Dalam Angka, 2016

diharapkan akan bisa meningkatkan


pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

8 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Pada tahun 2015 jumlah balita dengan status gizi buruk di Kabupaten Blora
mengalami penurunan 27,63 persen.

Status Gizi Balita


Di Kabupaten Blora Tahun 2015 (%)

0,5 %
S tatus gizi balita di Kabupaten Blora
dibagi menjadi empat kelompok
2,07 % 27,2 % yaitu status gizi lebih sebesar 27,2 persen;
status gizi baik sebesar 70,23 persen; status
Lebih
gizi kurang sebesar 2,07 persen; dan status
Baik
gizi buruk sebesar 0,5 persen. Secara umum
Kurang
status gizi balita di Kabupaten Blora tahun
70,23 % Buruk
2015 mengalami perbaikan yang cukup

.id
signifikan.

go
Pemerintah mengupayakan agar balita
Sumber: Blora Dalam Angka, 2016 s.
mendapatkan asupan gizi yang memadai.
bp
Balita dengan status gizi yang baik akan
*** Tahukah anda .....
b.

mencetak generasi yang berkualitas di masa


Hanya sebanyak 1,60 % balita di
ka

mendatang.
Kabupaten Blora yang ditolong oleh
dukun bersalin. Pemberian ASI kepada balita juga
ra

memiliki peran yang sangat penting bagi


lo

Pemberian ASI Balita Usia 0 2 Tahun kesehatan balita apalagi pada umur awal
b

Kabupaten Blora (%)Tahun 2015 balita. Pemerintah terus menggalakkan


:\\
tp

Pemberian ASI (%) pemberian ASI ekslusif bagi balita.


Pernah 94,97
ht

Kesadaran masyarakat Kabupaten Blora


Tidak Pernah 5,03 dalam pemberian ASI sudah cukup tinggi,
Sumber : Susenas, 2015
terdapat 94,97 persen balita usia 0-2 tahun
Target dan Realisasi Imunisasi pernah mendapatkan asupan ASI.
Di Kabupaten Blora Th 2015
Disisi lain peran imunisasi untuk
Imunisasi Target Realisasi %
mendukung kesehatan balita sangatlah
BCG 11.643 12.082 103,77
Polio 11.643 12.259 105,29 penting, target bayi yang diimunisasi rata-
DPT1+HB1 11.643 11.536 99,08 rata sudah diatas 100 persen, dengan ini
DPT3+HB3 11.643 12.257 105,27 diharapkan tingkat kesehatan balita semakin
Campak 11.643 12.783 109,79
meningkat dan angka kematian balita
Sumber: Blora Dalam Angka, 2016
semakin rendah.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 9


Produktivitas tanaman jagung pada tahun 2015 mengalami kenaikan
sebesar 1,98 persen.

S ektor pertanian merupakan penggerak *** Tahukah anda .....


utama perekonomian sekaligus sumber Palawija yang paling potensial di
Kabupaten Blora adalah tanaman
utama mata pencaharian masyarakat di
jagung.
Kabupaten Blora. Ketersediaan air masih
menjadi kendala utama sektor pertanian. Statistik Tanaman Pangan
Kabupaten Blora, 2014-2015
Komoditi utama berupa padi dan jagung.
Tahun 2015, produksi padi mengalami URAIAN 2014 2015
Padi
peningkatan sekitar 2,47 persen dibandingkan
- Luas Panen (ha) 82.732 91.347
tahun sebelumnya. Demikian pula produksi - Produksi (ton) 428.216 438.791

.id
palawija seperti jagung, kedelai dan kacang Jagung
- Luas Panen (ha) 47.199 48.355

go
hijau juga mengalami kenaikan. Sedangkan - Produksi (ton) 245.085 260.669
produksi kacang tanah, ubi jalar dan ubi kayu Kc Tanah
mengalami penurunan.
s.
- Luas Panen (ha) 2.184 1.423
bp
- Produksi (ton) 3.231 1.519
Komoditi jagung yang merupakan Kc. Hijau
b.

palawija andalan di Kabupaten Blora - Luas Panen (ha) 1.983 1.724


- Produksi (ton) 1.916 1.994
ka

mengalami peningkatan produksi sekitar 15,6 Ubi Kayu


ribu ton atau naik sebesar 6,36 persen. - Luas Panen (ha) 2.482 1.502
ra

- Produksi (ton) 68.517 43.211


Produksi kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar
lo

Ubi Jalar
masing-masing mengalami penurunan - Luas Panen (ha) 134 128
b

sebesar minus 52,99 persen, 36,93 persen - Produksi (ton) 2.253 1.427
:\\

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016


dan 36,66 persen. Penurunan produksi
tp

Produktivitas Tanaman Pangan Kabupaten


palawija ini lebih disebabkan karena turunnya
ht

Blora (Kw/Ha), 2015


luas tanam dan musim kemarau yang relatif
lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. 350
287,69
Produktivitas tanaman padi dan palawija 300
250
masih perlu terus ditingkatkan. Pada tahun
200
2015, produktivitas ubi kayu (287,69 kw/ha)
150 111,48
jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman padi
100
(48,04 kw/ha) dan palawija lainnya. 48,04 53,91
50 10,67 11,57
Sedangkan tanaman yang mempunyai
0
produktivitas terendah adalah tanaman kacang
hijau (10,67 kw/ha).

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016

10 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Jumlah ternak sapi potong pada tahun 2015 naik sebesar 5,99 persen
dibanding tahun sebelumnya menjadi 211.559 ekor.

*** Tahukah anda .....


Populasi ayam kampung menurun di
P opulasi ternak sapi potong di Kabupaten
Blora
mengalami
selama
peningkatan.
dua
Di
tahun
tahun
terakhir
2013
tahun 2015, sedangkan populasi ayam
petelur dan ayam pedaging naik. populasinya mencapai 198.806 ekor, naik
menjadi 199.584 ekor di tahun 2014.
Perkembangan Populasi Kemudian di tahun 2015 naik cukup signifikan
Sapi Potong di Kab Blora (Ekor) mencapai populasi 211.559 ekor.
Tahun 2011-2015 Mayoritas penduduk memelihara ternak
sapi dengan tujuan untuk menambah

.id
300.050 272.910
269.533 penghasilan atau sebagai tabungan yang
211.559

go
200.050 198.806 dapat digunakan saat ada keperluan yang
199.584
membutuhkan biaya besar. Potensi sapi
100.050
s.
potong yang sangat besar tersebut perlu
bp

dikembangkan dengan stabilisasi harga jual


b.

50
dan pemberian bibit sapi unggul.
2011 2012 2013 2014 2015
ka

Selain sapi potong, potensi ternak


Sumber : Blora Dalam Angka, 2016
kambing dan ayam juga sangat besar.
ra

Statistik Peternakan Populasi kedua ternak tersebut mengalami


lo

di Kabupaten Blora (ekor), 2014-2015


peningkatan, kecuali ayam kampung yang
b

JENIS TERNAK 2014 2015 berkurang populasinya sebesar 41.177 ekor


:\\

atau 1 persen.
tp

Sapi Perah 37 32
Sapi Potong 199.584 211.559 Hasil dari peternakan lainnya antara lain
ht

Kerbau 1.694 1.598 telur dan susu. Produksi telur ayam ras di
Kuda 73 87
tahun 2015 naik sebesar 6,61 persen.
Kambing 112.650 129.812
Domba 17.638 16.619 Sedangkan produksi telur ayam dan telur itik
Kelinci 11.151 11.124 menurun di tahun 2015 masing-masing
Ayam Kampung 4.117.761 4.076.584 sebesar 3,31 persen dan 7,95 persen.
Ayam Petelur 189.239 201.358
Produksi susu sapi baik dari peternakan rakyat
Ayam Pedaging 1.655.461 1.658.284
Itik 75.324 67.792 maupun perusahaan mengalami peningkatan
Angsa 3.103 3.091 yang cukup signifikan masing-masing sebesar
Sumber : Blora Dalam Angka, 2016 143,84 persen dan 85,31 persen.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 11


Angka IPM Kabupaten Blora tahun 2015 sebesar 66,22 dan menempati
peringkat ke-29 di Provinsi Jawa Tengah.

K emajuan pembangunan manusia secara


umum dapat ditunjukkan dengan melihat
Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM
*** Tahukah anda .....
Penguatan daya beli penduduk
Kabupaten Blora menjadi komponen
mencerminkan tingkat kemajuan di bidang utama peningkatan angka IPM.
pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sejak
tahun 2011 angka IPM Kabupaten Blora terus
Perkembangan IPM
meningkat secara gradual setiap tahunnya, dari Kab Blora Tahun 2011-2015
63,88 pada tahun 2010 menjadi 66,22 pada
tahun 2015. Hal ini menunjukkan kualitas

.id
67 66,22
65,84
penduduk Blora semakin meningkat terutama 66 65,37

go
64,70
dari sisi angka harapan hidup, pendidikan dan 65 63,88
pengeluaran perkapita. s.
64
p
Peningkatan IPM pada tahun 2015 63
.b

banyak dipengaruhi oleh naiknya angka 62


ab

2011 2012 2013 2014 2015


harapan lama sekolah dan daya beli
k

masyarakat yang ditandai dengan Sumber: IPM Jawa Tengah, 2015


ra

meningkatnya pengeluaran perkapita.


lo

Komponen angka harapan lama sekolah naik Komponen IPM


b

Kab Blora Tahun 2014-2015


dari 11,75 di tahun 2014 menjadi 11,91 pada
:\\
tp

tahun 2015. Sedangkan komponen yang lain KOMPONEN


2014 2015
IPM
ht

seperti angka harapan hidup dan rata-rata lama


Angka Harapan hidup 73,84 73,85
sekolah mengalami peningkatan, peningkatan
Angka harapan lama
11,75 11,91
tersebut masing-masing sebesar 0,01 dan 0,02. sekolah
Dibandingkan dengan kabupaten/kota Rata-rata lama sekolah 6,02 6,04

lain di Jawa Tengah, IPM Kabupaten Blora Pengeluaran perkapita 8,57 8,70

pada tahun 2015 berada pada urutan 29, turun IPM 65,84 66,22

satu peringkat dari tahun sebelumnya. Posisi Sumber: IPM Jawa Tengah, 2015

Kabupaten Blora dibawah Kabupaten


Purbalingga (67,03) dan Kabupaten Kebumen
(66,87). Namun masih diatas IPM Kabupaten
Wonosobo (65,70) dan Kabupaten Batang
(65,46).

12 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Tingkat kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2014 sebesar 13,80 persen.

*** Tahukah anda .....


Tingkat kemiskinan tahun 2014 di P ertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora
yang dinamis juga berdampak positif
terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk.
Kabupaten Blora turun dari tahun
sebelumnya. Trend persentase penduduk miskin Blora
sejak 2010 terus menurun searah dengan

Persentase Penduduk Miskin pergerakan persentase penduduk miskin Jawa


Di Kabupaten Blora Th. 2010-2014 Tengah. Pada tahun 2014 persentase
penduduk miskin Blora sebesar 13,80 persen,
20 turun dibanding tahun 2013 sebesar 14,64
persen. Namun tingkat kemiskinan di Blora

.id
15
10 masih berada di atas rata-rata tingkat

go
5 kemiskinan Jawa Tengah yang tercatat
0
s.
sebesar 13,58 persen.
bp
2010 2011 2012 2013 2014 Penurunan tingkat kemiskinan di Blora
blora tidak hanya ditunjukkan dari besaran
b.

jateng
persentase tetapi secara absolut jumlah
ka

Sumber : BPS Jawa Tengah penduduk miskin juga terus menurun sejak
ra

tahun 2008. Pada tahun 2008 jumlah


lo

Jumlah Penduduk Miskin penduduk miskin mencapai 155,06 ribu jiwa.


Di Kabupaten Blora Th. 2010-2014
b

Jumlah tersebut terus menurun menjadi


:\\

Penduduk Miskin
117,34 ribu jiwa pada tahun 2014. Dengan
tp

Tahun demikian upaya pemerintah melalui berbagai


Jumlah (000) Persen
ht

program pengentasan kemiskinan seperti


2010 134,99 16,27 PNPM Mandiri, BLT, Jaminan sosial dan
2011 134,93 16,24 kesehatan dll telah mengentaskan sekitar
2012 127,11 15,10 37,72 ribu jiwa selama 6 tahun terakhir.

2013 123,80 14,64


Catatan :
2014 117,34 13,80 Penduduk miskin adalah penduduk yang
Sumber : BPS Jawa Tengah
memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per
bulan di bawah garis kemiskinan.
Garis Kemiskinan adalah nilai pengeluaran
kebutuhan minimum makanan yang
disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita
per hari ditambah kebutuhan minimum non
makanan yang mencakup perumahan,
sandang, pendidikan dan kesehatan.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 13


Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Blora pada Tahun 2015
naik sepuluh kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 140 ribu orang

K abupaten Blora sebagai salah


kabupaten dengan sumber daya alam
satu
*** Tahukah anda .....
Sampai tahun 2015 Kabupaten Blora
serta ragam budayanya dapat menjadi modal sudah memiliki 6 buah hotel
untuk pengembangan pariwisata. Banyaknya
berbintang.

kunjungan, lama tinggal dan jumlah uang yang


Perkembangan Jumlah Wisatawan
dibelanjakan wisatawan akan sangat
Di Kabupaten Blora Tahun 2011 - 2015
menentukan penerimaan pendapatan daerah. (000 orang)
Jumlah wisatawan di Blora selama lima
250

.id
tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Pada
215
tahun 2011 kunjungan wisatawan ke Blora 200

go
sebanyak 30 ribu orang. Pada tahun 2012 naik 150
drastis menjadi 215 ribu orang. Namun di
s. 140
bp
100
tahun 2013 jumlah wisatawan turun menjadi 60
b.

ribu orang, di tahun 2014 turun lagi menjadi 50 60


ka

30
hanya 14 ribu orang dan di tahun 2015 naik 14
0
ra

drastis menjadi 140 ribu orang. Upaya 2011 2012 2013 2014 2015
peningkatan sarana dan prasarana terutama
lo

Sumber : Blora Dalam Angka, 2016


infrastruktur jalan menuju lokasi wisata dan
b
:\\

pengembangan obyek wisata yang telah ada


tp

Statistik Hotel Kabupaten Blora


tetap harus ditingkatkan.
Tahun 2014 -2015
ht

Ketersediaan sarana akomodasi sangat


URAIAN 2014 2015
berperan dalam pengembangan pariwisata.
Jumlah hotel berbintang di Blora ada 6 buah. Jumlah Hotel : 34 34

Rata-rata Lama Menginap (RLM) menunjukkan - Bintang 6 6

lama tinggal wisatawan. RLM hotel bintang - Non Bintang 28 28

lebih tinggi dibanding hotel non bintang. - Bintang 1,37 1,49

Konsentrasi hotel berbintang berada di - Non Bintang 1,89 1,86


Sumber : Statistik Hotel Kab Blora
Kecamatan Cepu yang memiliki pengeboran
minyak bumi Blok Cepu dan Pusdiklat Migas
sehingga banyak dikunjungi wisatawan asing.

14 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Jumlah pelanggan listrik dan air bersih terus meningkat dari tahun
ke tahun.

*** Tahukah anda .....


Hampir separuh dari seluruh
L istrik dan air memegang peranan yang
sangat vital dalam kehidupan sehari-hari.
Listrik menjadi sumber penerangan dan energi
kecamatan di Kabupaten Blora belum
mendapatkan aliran air dari PDAM. di sektor industri dan rumah tangga. Air
sebagai sumber kehidupan rumah tangga dan
digunakan di berbagai proses pengolahan
JUMLAH PELANGGAN LISTRIK
KABUPATEN BLORA sektor industri. Keduanya menjadi penopang
TAHUN 2011-2015 (000)
pembangunan ekonomi.

250 Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten

.id
225 Blora selama periode 20112014 terus

go
216 menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2011
207
200 200 jumlah pelanggan listrik sebanyak 178 ribu
s.
rumah tangga sedangkan tahun 2015 sudah
bp
178
150 mencapai 225 ribu rumah tangga. Artinya
b.

dalam kurun waktu empat tahun terakhir


ka

terjadi peningkatan jumlah pelanggan listrik


100 sebesar 47 ribu rumah tangga.
ra

2011 2012 2013 2014 2015


Penggunaan air bersih PDAM di
lo

Sumber : Blora Dalam Angka 2016


Kabupaten Blora selama periode 2011-2015
b

juga cenderung naik seiring dengan


:\\

STATISTIK AIR BERSIH PDAM


meningkatnya jumlah pelanggan PDAM.
tp

KABUPAEN BLORA
TAHUN 2011-2015 Volume air bersih yang disalurkan oleh PDAM
ht

sangat dipengaruhi kondisi musim yang terjadi


Air Nilai
Tahun Pelanggan DisaLurkan Produksi pada tahun tersebut. Bila musim penghujan
(000m3) (Juta Rp)
relatif panjang maka volume air yang
2011 10.882 1.960 7.042 disalurkan ke pelanggan akan meningkat,
2012 11.464 1.966 6.611 demikian juga sebaliknya. Pada tahun 2011
volume air bersih yang disalurkan 1.960 ribu
2013 12.926 2.184 7.763
3
m atau senilai 7.042 juta rupiah sedangkan di
2014 13.671 2.446 9.297
tahun 2015 volume air bersih yang disalurkan
2015 13.712 2.487 9.702 3
mencapai 2.487 ribu m atau senilai 9.702 juta
Sumber : Blora Dalam Angka 2016 rupiah.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 15


Inflasi tahunan Kabupaten Blora pada tahun 2015 sebesar 2,85 persen.

S alah satu indikator stabilitas perekonomian


daerah adalah terkendalinya pergerakan *** Tahukah anda .....
Deflasi terbesar tahun 2015
harga barang dan jasa yang dapat dilihat melalui
disebabkan oleh turunnya harga BBM
besaran inflasi. Inflasi tahunan (year on year) di Bulan Februari.
Blora turun dari 7,13 persen pada tahun 2014
menjadi 2,85 persen pada tahun 2015. Perbandingan Perkembangan Inflasi
Kota Blora dan Kota Kudus Tahun 2015
Inflasi bulanan selama tahun 2015 cukup
berfluktuasi pada kisaran -0,47 persen sampai 1
0,8
0,90 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan

.id
0,6
Desember yaitu sebesar 0,90 persen. Hal ini

go
0,4
dipengaruhi adanya kenaikan harga bahan 0,2
makanan. Sedangkan inflasi terendah terjadi 0
s.
bp

Juli
Mei
Maret

Agustus

Desember
April

Juni
Januari

September

November
Oktober
Februari
pada bulan Februari yaitu sebesar -0,47 persen. -0,2
b.

Hal ini dipengaruhi oleh turunnya harga bahan -0,4


-0,6
ka

bakar minyak bensin dan solar.


Sejak sepuluh tahun terakhir, inflasi Kudus 2015
ra

Blora 2015
Kabupaten Blora sempat menembus angka dua
lo

digit yang terjadi sebanyak 1 kali yaitu pada Sumber : IHK dan Laju Inflasi Kota Blora Tahun 2015
b

tahun 2008 yang dipengaruhi adanya kenaikan


:\\

Perbandingan Inflasi Kabupaten Blora


tp

harga BBM oleh pemerintah. Dibandingkan Dengan Kota Semarang dan Nasional
Tahun 2006 2015
ht

dengan inflasi Kota Semarang dan Nasional,


Kota Kabupaten
inflasi Kabupaten Blora cenderung lebih rendah, Tahun Nasional
Semarang Blora
hanya di tahun 2008 dan tahun 2010 yang di atas 2006 6,60 6,08 5,92
inflasi Kota Semarang dan juga Nasional. Untuk 2007 6,59 6,75 5,67
2008 11,06 10,34 12,79
tahun 2015, inflasi Kabupaten Blora lebih tinggi
2009 2,78 3,19 2,91
dari inflasi Kota Semarang (2,56 persen) namun
2010 6,96 7,11 7,17
masih lebih rendah dibanding inflasi Nasional 2011 3,79 2,87 2,26
(3,35 persen). 2012 4,30 4,85 3,89
Jika dibandingkan dengan sister city, yaitu 2013 8,38 8,19 7,94
2014 8,36 8,53 7,13
Kota Kudus, perkembangan inflasi Kota Blora
2015 3,35 2,56 2,85
memiliki pola yang sama tiap bulannya Sumber : IHK dan Laju Inflasi Kota Blora Tahun 2015

16 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


*** Tahukah anda.....
Jumlah pasar di Kabupaten Blora dalam
P ada tataran makro, kinerja perdagangan
Blora dapat dilihat melalui perdagangan
luar negeri. Nilai perdagangan luar negeri
4 tahun terakhir tidak berubah.
selama lima tahun terakhir cukupberfluktuasi.
Nilai ekspor Kabupaten Blora terbesar dalam

Nilai Perdagangan Luar Negeri lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2010,
Kab Blora, 2009-2013 (Milyar Rp) dengan nilai 21,35 milyar, tetapi pada tahun
berikutnya turun tajam menjadi 6,50 milyar
25,00
rupiah. Sedangkan pada tahun 2013 nilai

.id
21,35
20,00 perdagangan luar negeri Blora tercatat sebesar

go
20,40
8,20 milyar rupiah.
15,00 s. Untuk perdagangan domestik di
bp
10,00 9,50 Kabupaten Blora cenderung stagnan/tidak
8,20
b.

6,50 banyak mengalami perkembangan.Selama tiga


5,00
ka

tahun terakhir (2012-2015) jumlah pasar


0,00 tradisional tidak mengalami perubahan yaitu
ra

2009 2010 2011 2012 2013 sebanyak 68 buah. Pasar desa merupakan
lo

Sumber :Blora Dalam Angka,2014 pasar yang paling banyak (43 buah), disusul
b

pasar umum sebanyak 13 buah, pasar hewan


:\\
tp

Perkembangan Jumlah Pasar Tradisional sebanyak 11 buah dan pasar buah sebanyak 1
Kab Blora, 2012 2015
ht

buah.
80 68 Di era keterbukaan dewasa ini, sektor
68 68 68
70
perdagangan merupakan salah satu sektor
60
50 yang cukup terimbas, ditandai dengan
40 merebaknya pasar-pasar modern di hampir
30
setiap kabupaten. Munculnya pasar modern ini
20
10 tentu saja akan berdampak pada
0 perkembangan pasar-pasar tradisional.
2012 2013 2014 2015

Sumber :Blora Dalam Angka,2016

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 17


Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora tahun 2015 sebesar 5,36 persen
meningkat dibanding tahun 2014 yang sebesar 4,39 persen

B esaran PDRB dapat digunakan sebagai


indikator
perekonomian,
dalam
terutama
menilai
yang
kinerja
dikaitkan
*** Tahukah anda .....
Pertumbuhan ekonomi Blora tahun 2015
berada di peringkat 31 di kabupaten/kota
dengan kemampuan suatu daerah dalam se Jawa Tengah.
mengelola sumber daya yang dimilikinya.
PDRB dihitung berdasarkan harga berlaku dan
harga konstan tahun 2010. Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Blora, 2011-2015
PDRB atas dasar harga berlaku pada
tahun 2015 mencapai 16.368,35 milyar rupiah, 6,00

.id
lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yang 5,36
5,00 5,36

go
mencapai 15.101,98 milyar rupiah. Sedangkan 4,42 4,90 4,39
4,00
PDRB atas dasar harga konstan, pada tahun
2015 tercatat sebesar 12.882,59 milyar rupiah,
s.
3,00
bp

naik sebesar 655,39 milyar rupiah dari tahun 2,00


b.

sebelumnya. Dengan kenaikan ini, maka 1,00


ka

pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora tahun


0,00
2015 tercatat sebesar 5,36 persen, lebih tinggi
ra

2011 2012 2013 2014 2015


dibanding tahun 2014 yang tercatat sebesar
lo

Sumber : PDRB Kabupaten Blora, 2015


4,39 persen.
b

PDRB perkapita merupakan pendekatan


:\\

Perkembangan PDRB
gambaran rata-rata output yang dihasilkan Kabupaten Blora, 2014-2015
tp

oleh setiap penduduk selama satu tahun.


ht

URAIAN 2014 2015


PDRB perkapita mencerminkan tingkat
PDRB
produktivitas penduduk. Perkembangan
- ADHB (milyar Rp) 15.101,98 16.368,35
pendapatan perkapita di Kabupaten Blora baik
- ADHK (milyar Rp) 12.227,201 12.882,59
atas dasar harga berlaku maupun harga
konstan menunjukkan adanya peningkatan PDRB/Kapita

setiap tahun. Pada tahun 2015 PDRB - ADHB (Ribu Rp) 17.842,46 19.251,69
Perkapita adhb sebesar 19,25 juta rupiah dan - ADHK (Ribu Rp) 14.446,016 15.151,90
mengalami pertumbuhan 7,89 persen Pertumbuhan (%) 4,39 5,36
dibanding tahun 2014. Sedangkan PDRB Sumber : PDRB Kabupaten Blora, 2015

perkapita adhk tahun 2015 sebesar 15,15 juta


rupiah meningkat dibanding tahun 2014 yang
tercatat sebesar 14,47 juta rupiah.

18 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Lapangan usaha pertanian menjadi sektor yang dominan di Kabupaten
Blora dengan kontribusi mencapai 28,00 persen.

Struktur Ekonomi Kab Blora


Adh berlaku, 2015 (%)
P erekonomian Kabupaten Blora masih
bercorak tradisional, dominasi pertanian
menjadi ciri khas ekonomi di Kabupaten Blora.
1,40 3,83 6,37 0,99 2,17 Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan
3,33 0,31 perikanan memberikan kontribusi terbesar
28,00
1,09 yaitu 28,00 persen, kemudian disusul
3,52
2,84
lapangan usaha perdagangan besar dan

16,55 eceran, reparasi mobil dan sepeda motor,


14,08
pertambangan dan penggalian dan lapangan

.id
4,40 11,01
0,04 0,06
usaha industri pengolahan masing-masing

go
Pertanian Pertambangan
Industri Pengolahan Listrik dan Gas memiliki kontribusi sebesar 16,55 persen,
Pengadaan Air
Perdagangan
Konstruksi
Transportasi
s.
14,08 persen dan 11,01 persen. Sedangkan
bp
Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi
Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate kontribusi yang paling kecil diberikan oleh
b.

Jasa Perusahaan
Jasa Pendidikan
Administrasi Pemerintahan
Jasa Kesehatan dan Sosial
lapangan usaha pengadaan air sebesar 0,04
ka

Jasa lainnya persen.

Pertumbuhan Lapangan Usaha Besarnya dominasi lapangan usaha


ra

Kab Blora Tahun 2015 (%) pertanian memberikan tantangan tersendiri


lo

bagi perkembangan perekonomian Blora


b

15
dalam jangka panjang. Pertanian sangat
:\\
tp

10 rentan terhadap kondisi iklim, cuaca dan


ht

hama penyakit serta lahan yang semakin


5 menyempit.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 lebih
0
tinggi dari tahun sebelumnya. Peningkatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617
-5 tersebut terutama disebabkan karena
tingginya laju pertumbuhan di lapangan usaha
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2 Pertambangan dan Penggalian
10 Informasi dan Komunikasi pertanian, kehutanan dan perikanan;
11 Jasa Keuangan dan Asuransi
3 Industri Pengolahan
4 Pengadaan Listrik dan Gas
12 Real Estate pertambangan dan penggalian, konstruksi dan
5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 13 Jasa Perusahaan
6 Konstruksi administrasi pemerintahan pertahanan dan
14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 15 Jasa Pendidikan
8 Transportasi dan Pergudangan 16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
jaminan sosial wajib.
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
17 Jasa lainnya

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 19


PDRB Pengeluaran Kabupaten Blora pada tahun 2015 tercatat sebesar
16.368 milyar rupiah

Komponen PDRB Pengeluaran ADHB

S
Kabupaten Blora Tahun 2013-2015 (Milyar Rp) etelah sebelumnya disampaikan tentang
PDRB menurut lapangan usaha, pada bab
KOMPONEN PENGGUNAAN 2013 2014* 2015**
1 4 5 6 ini PDRB akan dilihat dari sisi penggunaannya.
1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 10.538.834,25 11.663.798,38 12.519.112,12
1.a. Makanan, Minuman dan Rokok 4.534.317,78 4.958.006,65 5.266.546,61 PDRB menurut pengeluaran di substitusikan ke
1.b. Pakaian dan Alas Kaki 394.468,76 435.571,02 464.937,91
1.c. Perumahan, Perkakas, Perlengkapan dan Penyel Rmh Tangga 1.179.783,45 1.334.207,82 1.438.281,37 dalam persamaan:
1.d. Kesehatan dan Pendidikan 641.560,68 722.492,68 762.511,31 Y = Ch + Cn + Cg + If + Is + X M
1.e. Transportasi, Komunikasi, Rekreasi dan Budaya 2.866.195,63 3.171.269,52 3.455.830,29
1.f. Hotel dan Restoran 646.089,67 741.842,25 803.431,18 Dimana:
1.g. Lainnya 276.418,28 300.408,44 327.573,45
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 222.457,42 257.975,81 276.366,00 Ch = Peng Konsumsi Rumah Tangga
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1.475.018,92 1.638.195,82 1.883.589,12
Cn = Peng Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba

.id
4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 1.639.525,80 1.866.747,79 2.076.228,13
4.a. Bangunan 1.299.381,35 1.491.255,97 1.676.644,47
Cg = Penge Konsumsi Pemerintah dan

go
4.b. Non-Bangunan 340.144,45 375.491,82 399.583,66
5. Perubahan Inventori 692.897,37 327.238,73 210.805,83 If = Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
6. Ekspor Neto (1.025.072,22) (651.981,28) (597.754,15)
PDRB PENGELUARAN
Ket : * Angka Sementara
13.543.661,54 15.101.975,26 16.368.347,06 s.Is = Perubahan Inventori
bp
** Angka Sangat Sementara
X = Ekspor
Sumber : BPS Kab Blora M = Impor
b.

Pada tahun 2015, dari komponen-


ka

*** Tahukah anda..... komponen tersebut, 76,48 persen digunakan


ra

Sebagian besar PDRB Kabupaten Blora untuk konsumsi rumah tangga, disusul
digunakan untuk konsumsi (rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto dan konsumsi
lo

lembaga nirlaba dan pemerintah). pemerintah dimana masing-masing


b

memberikan konstribusi sebesar 12,68 dan


:\\
tp

11,51 persen.
Distribusi PDRB Pengeluarann
Besarnya konsumsi rumah tangga
ht

Kabupaten Blora Tahun 2015 (%)


tidaklah mengherankan karena jumlah
penduduk Kabupaten Blora memang relatif
1. Pengeluaran
1,29 Konsumsi Rumah besar, yaitu mendekati angka 852 ribu jiwa
Tangga
12,68 -3,65 2. Pengeluaran pada tahun 2015.
Konsumsi LNPRT
11,51 Sampai dengan tahun 2015, nilai ekspor
3. Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah Blora selalu lebih kecil dari nilai impornya, dan
kecenderungannya nilai net ekspor (ekspor-
76,48 4. Pembentukan Modal

1,69
Tetap Bruto
impor) terus membesar dari tahun ke tahun.
5. Perubahan Inventori
Impor inilah yang menutupi kebutuhan akan

6. Net Ekspor
konsumsi masyarakat, pemerintah maupun
untuk kegiatan pembentukan modal tetap bruto
yang ada di Kabupaten Blora.
Sumber : BPS Kab Blora

20 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


Dari 16.368 milyar rupiah PDRB Kab Blora, 12.519 milyar rupiah (76,48 persen)
digunakan sebagai konsumsi rumah tangga.

S seperti disampaikan sebelumnya bahwa


prosentase komponen konsumsi rumah
tangga PDRB Penggunaan pada tahun 2015
Komponen Konsumsi Rumah Tangga
PDRB Pengeluaran Kab Blora Tahun 2013-2015
(milyar Rp)

KOMPONEN PENGGUNAAN 2013 2014 2015


tercatat sebesar 76,48 persen atau senilai
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 10.538,83 11.663,80 12.519,11
12.519 milyar rupiah. Dengan sub komponen
a. Makanan, Minuman dan Rokok 4.534,32 4.958,01 5.266,55
makanan, minuman dan rokok mempunyai nilai
b. Pakaian dan Alas Kaki 394,47 435,57 464,94
terbesar yaitu sebesar 5.266 milyar rupiah c. Perumahan, Perkakas,
1.179,78 1.334,21 1.438,28
Perlengkapan dan Penyel Rmh Tangga
(32,18 persen), diikuti sub komponen d. Kesehatan dan Pendidikan 641,56 722,49 762,51
transportasi, komunikasi, rekreasi dan budaya

.id
e. Transportasi, Komunikasi,
2.866,20 3.171,27 3.455,83
Rekreasi dan Budaya
sebesar 3.455 milyar rupiah (21,11 persen),

go
f. Hotel dan Restoran 646,09 741,84 803,43
sedangkan yang paling kecil adalah konsumsi g. Lainnya 276,42 300,41 327,57

barang pribadi dan jasa perorangan (lainnya) s.


PDRB PENGELUARAN 13.543,66 15.101,98 16.368,35
bp
yaitu sebesar 327 milyar rupiah (2,00 persen). Presentase 77,81 77,23 76,48
b.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga


Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga
ka

cukup fluktuatif pada dikisaran 4 persen, 4,48 PDRB Pengeluaran Kab Blora Tahun 2011-2015
persen pada tahun 2011, 4,64 persen di tahun (%)
ra

2012, 4,14 persen di tahun 2013, dan pada 5


lo

tahun 2014 tercatat sebesar 4,24 persen. 4,64


b

4,5 4,48
Namun di tahun 2015 pertumbuhannya turun
:\\

4,24
4,14
tp

menjadi 3,25 persen dengan sub komponen 4


ht

barang pribadi dan jasa perorangan (lainnya)


3,5
tercatat memiliki pertumbuhan tertinggi (6,02
3,25
persen). 3
Semakin tinggi pendapatan masyarakat 2011 2012 2013 2014 2015

biasanya akan diikuti dengan konsumsi non


makanan yang semakin tinggi. Pada tahun
2015 sub komponen konsumsi rumah tangga *** Tahukah anda .....
non makanan tercatat sebesar 57,93 persen Menurut PDRB pengeluaran konsumsi
non makanan lebih besar daripada
sedangkan sisanya sebesar 42,07 persen
konsumsi makanan
merupakan konsumsi makanan.

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 21


Kontribusi PDRB Kabupaten Blora diperingkat 25 dari 35 kabupaten/
kota di Provinsi Jawa Tengah.

D ibandingkan

memiliki nilai
dengan
sekitarnya, PDRB Kabupaten Blora
terkecil
kabupaten

setelah
telah dilaksanakan guna meningkatkan derajat
kesehatan, tingkat pendidikan dan daya beli
penduduk Blora pada tahun 2015, belum
Kabupaten Rembang, baik berdasarkan harga
dapat membuat kualitas sumber daya manusia
berlaku maupun harga konstan. Tahun 2015
Kabupaten Blora sejajar dengan kabupaten
kontribusi PDRB Kabupaten Blora hanya 1,61
sekitar.
persen terhadap total PDRB Provinsi Jawa
Tengah. Kontribusi PDRB Kabupaten Blora *** Tahukah anda .....
menempati peringkat 25 dari 35 Nilai IPM Blora merupakan yang terendah

.id
di eks karisidenan Pati
kabupaten/kota. Besaran PDRB Kabupaten

go
Blora dibawah PDRB Kabupaten Grobogan. PERBANDINGAN PDRB TAHUN 2015
Potensi Kabupaten Blora sepertinya belum s.
bp
Pdrb Pdrb
terkelola secara maksimal dan optimal, perlu Kabupaten Berlaku Konstan
Kontri-
busi
(Trilyun) (Trilyun)
pengembangan sektor-sektor unggulan,
b.

seperti sektor pertanian dengan GROBOGAN 20,18 15,96 1,99


ka

pengembangan agroindustri, sektor BLORA 16,37 12,88 1,61


ra

perdagangan dan sektor pertambangan dan REMBANG 13,82 10,85 1,36


lo

penggalian. PATI 31,64 24,76 3,12


b

Beberapa indikator penting lain seperti KUDUS 84,92 65,18 8,37


:\\
tp

pertumbuhan ekonomi dan persentase JEPARA 22,05 17,20 2,17


penduduk miskin mempunyai nilai yang relatif
ht

Sumber : PDRB Propinsi Jawa Tengah, 2015

rendah dibandingkan kabupaten sekitar.


PERBANDINGAN BEBERAPA INDIKATOR
Pertumbuhan ekonomi menduduki peringkat TERPILIH TAHUN 2015
ke 4 di eks karesidenan pati. Sedangkan
persentase penduduk miskin tahun 2014 Kabupaten % Pddk Miskin 2014 IPM

menduduki peringkat 3 terbanyak dibanding GROBOGAN 14,01 68,05


kabupaten sekitar di eks Karesidenan Pati. BLORA 13,80 66,22
Nilai Indeks Pembangunan Manusia REMBANG 19,71 68,18
(IPM) Blora terendah dibanding kabupaten di PATI 12,19 68,51

eks Karesidenan Pati. Hal ini menunjukkan KUDUS 8,08 72,72

pembangunan sumberdaya manusia yang JEPARA 8,64 70,02


Sumber : BPS Jawa Tengah

22 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


ht
tp
:\\
b lo
ra
ka
b.
bp
s.
go
.id
LAMPIRAN
LAMPIRAN

Tabel 1. Luas dan Ketinggian Tanah Menurut Kecamatan


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Luas Ketinggian
Kecamatan
(Km) (Mtr dpl)
(1) (2) (3)

1. Jati 183,621 40 s.d 500


2. Randublatung 211,131 40 s.d 500

.id
3. Kradenan 109,508 40 s.d 500
4. Kedungtuban 106,858 40 s.d 500

go
5. Cepu 49,145 40 s.d 500
6. Sambong 88,750 40 s.d 500
7. Jiken
s.
168,167
p
40 s.d 500
8. Bogorejo 49,805 40 s.d 500
.b

9. Jepon 107,724 40 s.d 500


ab

10. Blora 79,786 40 s.d 500


11. Banjarejo 103,522 40 s.d 500
k

12. Tunjungan 101,815 40 s.d 500


ra

13. Japah 103,052 40 s.d 500


14. Ngawen 100,982 40 s.d 500
lo

15. Kunduran 127,983 40 s.d 500


b

16. Todanan 128,739 40 s.d 500


:\\
tp
ht

Kabupaten Blora 1.820,588 40 s/d 500

Sumber : BPN Kab. Blora

24 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


LAMPIRAN

Tabel 2. Banyaknya PNS dan CPNS Menurut Golongan


Pendidikan dan Jenis Kelamin di Kab. Blora, Tahun 2015

PN/PNS CPNS
Rincian Jumlah
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Golongan :
1. Golongan I 257 30 41 1 329

.id
2. Golongan II 850 420 84 84 1.438
3. Golongan III 1.665 1.844 142 297 3.948

go
4. Golongan IV 2.120 1.790 0 0 3.910
s.
Jumlah
p
4.892 4.084 267 382 9.625
.b

Tingkat Pendidikan :
ab

1. SD 198 24 5 0 227
k

2. SLTP 294 23 36 1 354


ra

3. SLTA 1.119 732 61 55 1.367


lo

4. Sarjana Muda 833 1.121 23 29 29


b

5. Sarjana 2.228 2.068 141 297 4.734


:\\

6. Pasca Sarjana 220 116 1 1 0


tp
ht

Jumlah 2015 4.892 4.084 267 382 9.025


2014 5.085 4.223 1 0 9.309
2013 5.232 4.327 8 2 9.569
Sumber: BKD Kabupaten Blora

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 25


LAMPIRAN

Tabel 3. Banyaknya Penduduk Menurut Jenis Kelamin


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Rasio
Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah Jenis Kelamin
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Jati 22.645 23.409 46.054 96,74


2. Randublatung 37.264 38.389 75.653 97,07
3. Kradenan 19.784 19.948 39.732 99,18

.id
4. Kedungtuban 27.427 28.141 55.568 97,46

go
5. Cepu 36.172 37.374 73.546 96,78
6. Sambong 12.535 12.939 25.474 96,88
7. Jiken 19.147 19.630
p s. 38.777 97,54
8. Bogorejo 11.821 12.221 24.042 96,73
.b

9. Jepon 30.192 31.020 61.212 97,33


ab

10. Blora 46.033 47.883 93.916 96,14


k

11. Banjarejo 28.896 29.508 58.404 97,93


ra

12. Tunjungan 22.879 23.649 46.528 96,74


lo

13. Japah 16.799 17.480 34.279 96,10


14. Ngawen 28.449 28.898 57.347 98,45
b
:\\

15. Kunduran 31.191 32.243 63.434 96,74


tp

16. Todanan 28.167 29.955 58.122 94,03


ht

Jumlah 2015 419.401 432.687 852.088 96,93


2014 417.582 430.787 848.369 96,93
2013 415.696 428.748 844.444 96,96
Sumber : BPS Kab. Blora

26 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


LAMPIRAN

Tabel 4. Banyaknya Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Kecamatan SLTP SLTA


TK RA SD MI AK PT
MTs MA
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Jati 28 38 10 4 0
2. Randublatung 50 63 20 8 0
3. Kradenan 38 38 7 2 0

.id
4. Kedungtuban 57 66 15 4 0

go
5. Cepu 50 47 22 15 3
6. Sambong 15 27
s. 4 1 0
7. Jiken 17 31 7 3 0
p
.b

8. Bogorejo 14 26 5 0 0
9. Jepon 44 47 7 1 0
ab

10. Blora 69 69 20 12 4
k

11. Banjarejo 26 50 12 3 0
ra

12. Tunjungan 28 35 8 8 1
lo

13. Japah 24 31 5 0 0
b

14. Ngawen 49 50 17 4 0
:\\

15. Kunduran 48 54 15 3 0
tp

16. Todanan 50 62 19 3 0
ht

Jumlah 2015 607 734 193 71 8


2014 528 666 137 73 7
2013 524 663 137 72 5
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda & OR dan Kemenag Kab. Blora

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 27


LAMPIRAN

Tabel 5. Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Angka Kematian
Kecamatan
Ibu Bayi Balita
(1) (2) (3) (4)

1. Jati 0 10 2
2. Randublatung 2 22 3

.id
3. Kradenan 1 9 0

go
4. Kedungtuban 2 8 0
5. Cepu 3 s. 13 2
6. Sambong 1 9 1
p
.b

7. Jiken 0 2 0
8. Bogorejo 0 5 2
ab

9. Jepon 1 10 2
k

10. Blora 0 11 1
ra

11. Banjarejo 3 12 1
lo

12. Tunjungan 0 16 0
b

13. Japah 0 4 2
:\\

14. Ngawen 0 17 5
tp

15. Kunduran 1 8 2
ht

16. Todanan 1 13 3

Jumlah 2015 15 169 26


2014 12 204 35
2013 14 162 32
Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Blora

28 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


LAMPIRAN

Tabel 6. Banyaknya Hotel Menurut Klasifikasi


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Non
Kecamatan Bintang Jumlah
Bintang

(1) (2) (3) (4)

1. Jati 0 0 0

.id
2. Randublatung 0 0 0
3. Kradenan 0 0 0

go
4. Kedungtuban 0 0 0
5. Cepu 6
p s. 14 20
.b

6. Sambong 0 0 0
ab

7. Jiken 0 0 0
8. Bogorejo 0 0 0
k
ra

9. Jepon 0 0 0
10. Blora 0 14 14
lo

11. Banjarejo 0 0 0
b
:\\

12. Tunjungan 0 0 0
tp

13. Japah 0 0 0
ht

14. Ngawen 0 0 0
15. Kunduran 0 0 0
16. Todanan 0 0 0

Jumlah 2015 6 28 34
2014 6 28 34
2013 4 29 33
Sumber : Blora Dalam Angka 2016

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 29


LAMPIRAN

Tabel 7. Banyaknya Obyek Wisata dan Pengunjung


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Jumlah Nilai
Obyek Wisata Pengunjung
Obyek Pendapatan
(Orang)
(Buah) (000 Rp)
(1) (2) (3) (4)

1. Makam 11 0 0

.id
2. Pemandian 3 38.457 305.906

go
3. Gua 4 11.839 59.195

4. Bumi Perkemahan 1
p s. 0 0
.b

5. Wana Wisata 1 160 0


ab

/ LOCO TOUR
k

6. Bendungan/ Telaga 2 90.402 0


ra

7. Upacara Adat 0 0 0
lob

8. Geologi 6 0 0
:\\
tp

9. Wisata Budaya 1 392


0
ht

Jumlah 2015 29 141.250 365.101


2014 32 14.200 89.250
2013 34 59.998 25.000
Sumber : Dinas Perhubungan,Pariwisata,Kebudayaan & Informatika Kab. Blora

30 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


LAMPIRAN

Tabel 8. Realisasi Perdagangan Luar Negeri dan Negara Tujuan Eksport


di Kabupaten Blora, Tahun 2015

Rincian satuan Volume Nilai


Negara Tujuan
Export
(juta Rp)
(1) (2) (3) (4) (5)

3
1. Kayu Jati M 0 0 -

.id
Turki, Amerika,
2.Mebelair bh 12 10
Belanda

go
s.
3.Cinderamata bh 0 0 -
p
.b
ab

4.Gembol Jati bh 0 0 -
k
ra

5.Sarang Burung kg 0 0 -
b lo
:\\
tp

Jumlah 12 10
ht

Sumber : Badan Penanaman Modal dan Pelayanan


Perijinan Kab. Blora

Statistik Daearah Kabupaten Blora 2016 31


LAMPIRAN

Tabel 9 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Blora Tahun 2013-2015
(Juta Rupiah)

Lapangan Usaha 2013 2014 2015

(1) (2) (3) (4)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4.053.079,36 4.198.302,73 4.582.871,25


B Pertambangan dan Penggalian

.id
1.868.646,20 2.185.996,13 2.304.436,57
C Industri Pengolahan 1.391.426,30 1.732.602,33 1.802.003,42

go
D Pengadaan Listrik dan Gas 9.355,18 9.700,66 9.903,38
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur
E
Ulang s. 6.044,91 6.485,07 6.947,18
F Konstruksi
p
557.847,32 642.981,32 720.693,66
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
.b

G
Sepeda Motor 2.286.694,89 2.482.248,93 2.709.709,61
ab

H Transportasi dan Pergudangan 352.390,23 415.625,22 465.426,49


I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 447.175,46 515.685,80 576.714,11
k

J Informasi dan Komunikasi


ra

153.280,11 166.227,55 179.214,14


K Jasa Keuangan dan Asuransi 433.246,02 486.238,63 544.304,40
lo

L Real Estate 179.074,80 206.964,44 228.930,16


b

M,N Jasa Perusahaan


:\\

39.092,48 44.499,21 51.359,20


Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
O
tp

Wajib 527.545,25 568.212,38 627.169,10


P Jasa Pendidikan
ht

837.460,28 971.762,09 1.042.908,19


Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 122.087,79 144.177,23 161.256,83
Jasa lainnya
R,S,T,U 280.199,94 324.265,54 354.499,37

PDRB 13.544.646,54 15.101.975,26 16.368.347,06

Sumber : BPS Kab. Blora

32 Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016


LAMPIRAN

Tabel 10 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Konstan 2010 di Kabupaten Blora Tahun 2013-2015
(Juta Rupiah)

Lapangan Usaha 2013 2014 2015

(1) (2) (3) (4)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3.301.131,01 3.155.966,50 3.220.135,75


B Pertambangan dan Penggalian

.id
1.693.313,79 1.779.359,69 2.005.086,98
C Industri Pengolahan 1.171.962,66 1.341.483,13 1.330.455,52

go
D Pengadaan Listrik dan Gas 9.931,80 10.251,21 9.960,98
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur
E
Ulang s. 5.953,47 6.244,62 6.384,88
F Konstruksi
p
489.298,12 513.719,99 551.441,68
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
.b

G
Sepeda Motor 2.090.326,81 2.207.678,74 2.339.457,67
ab

H Transportasi dan Pergudangan 344.916,24 381.365,59 410.929,04


I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 416.432,15 453.923,85 487.195,72
k

J Informasi dan Komunikasi


ra

161.629,08 182.696,82 197.618,67


K Jasa Keuangan dan Asuransi 357.982,94 383.015,37 408.204,24
lo

L Real Estate 175.834,75 191.350,14 204.632,25


b

M,N Jasa Perusahaan


:\\

34.076,13 37.687,76 40.726,49


Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
O
tp

Sosial Wajib 447.597,35 452.716,05 479.617,15


P Jasa Pendidikan
ht

646.701,86 729.250,66 770.590,03


Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 102.586,00 115.090,34 123.226,33
Jasa lainnya
R,S,T,U 262.830,70 285.400,80 296.924,33

PDRB 11.712.504,85 12.227.201,29 12.882.587,70

Sumber : BPS Kab. Blora

Statistik Daerah Kabupaten Blora 2016 33


.id
go
s.
bp
b.
ka
ra
b lo
:\\
tp
ht

E-mail : bps3316@bps.go.id Website : blorakab.bps.go.id