Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan

Kode MK : HBB 301

Bobot : 4 SKS

Pokok Bahasan : Kebutuhan fisik ibu hamil

Pertemuan : IX

Waktu : 200 menit

A. Standar Kompetensi
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kebutuhan fisik ibu hamil

B. Kompetensi Dasar
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kebutuhan fisik ibu hamil

C. Indicator
1. Mahasiswa dapat menjelaskan kebutuhan ibu hamil
2. Mahasiswa dapat menyebutkan minimal 2 apa saja kebutuhan fisik ibu hamil
3. Mahasiswa dapat menerangkan minimal 2 apa saja kebutuhan fisik ibu hamil
4. Mahasiswa dapat mengemukakan pentingnya kebutuhan fisik ibu hamil
Karakter : setelah pembelajaran mahasiswa diharapkan dapat memberikan asuhan
kehamilan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa dapat menjelaskan kebutuhan fisik ibu hamil
2. Mahasiswa dapat menyebutkan minimal 2 apa saja kebutuhan fisik ibu hamil
3. Mahasiswa dapat menerangkan minimal 2 apa saja kebutuhan fisik ibu hamil
4. Mahasiswa dapat mengemukakan pentingnya kebutuhan fisik ibu hamil

E. Materi pembelajaran
1. Kebutuhan ibu hamil
a. Mobilisasi, Body Mekanik
Sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.
Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :
1. Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk
di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul dengan posisi
berdiri pada sebuah dinding.
2. Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu
letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan
sebuah kotak.
3. Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki
pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.
4. Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.
a. Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara
membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah 12-18
inchi untuk menjaga keseimbangan.
b. Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu
mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada
yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri
atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu
menaikkan atau merendahkan dirinya.
5. Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit
yang rendah tidak lebih dari 1 inchi.
Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktivitas fisik biasa selama tidak terlalu
melelahkan. Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu,mengepel, masak,
dan mengajar. Semua pekerjaan tersebut harus sesuai dengan kemampuan wanita tersebut
dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat.
Secara anatomi, ligamen sendi putar dapat meningkatkan pelebaran/pembesaran
rahim pada ruang abdomen. Nyeri pada ligamen ini terjadi karena pelebarab dan tekanan
pada ligemen karena adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligamen ini merupakan suatu
ketidaknyamanan pada ibu hamil. Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil :
a. Duduk
Tempatkan tangan di lutut dan tarik tubuh ke posisi tegak. Atur dagu ibu dan tarik
bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.
b. Berdiri
Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil di saat janin berat janin
semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama. Berdiri dengan
menegakkan bahu dan mengangkat pantat. Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit
kaki.
c. Berjalan
Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatuberhak tinggi atau tanpa hak. Hindari
juga sepatu bertumit runcin karena mudah menghilangkan keseimbangan.
d. Tidur
Ibu boleh tidur tengkurap kalau sudah terbiasa namun tekuklah sebelah kaki dan
pakailah guling supaya ada ruangan bagi anak anda. Posisi miring juga
mengenangkan, namun jangan lupa memakai guling untuk menopang beratrahim
anda. Sebaiknya setelah usia kehamilan enam bulan, hindari tidur terlentang, karena
tekanan rahim pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsang. Tidur
dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.
e. Bangun dari berbaring
Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian
tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu
perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum
berdiri Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.
f. Membungkuk dan mengangkat
Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali. Hindari
membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil
sesuatu yang ringan sekalipun.

b. Senam Hamil

1. Menurut Ervin Indarti, Fisioterapis RSI jemur sari Surabaya, senam hamil
bermanfaat untuk mempermudah proses kelahiran , mengurangi rasa sakit pada
saat melahirkan, serta memperkuat otot-otot dasar panggul dn dinding perut ibu
dalam memperlancar proses kelahiran.
2. Senam hamil ini hanya bisa dilakukan ketika kandungan berusia 22-36 minggu.
Namun yang perlu diperhatikan tidak semua kondisi ibu hamil dapat melakukan
treatment ini. Disarankan sebelum melakukan senam, konsultasi terlebih dahulu
dengan dokter pendamping.
3. Ada 2 tipe kondisi wanita yang tidak bisa melakukan yaitu yang bersifat relative
(riwayat kebidanan jelek, janin kembar, penderita diabetes, letak bayi sungsang).
Sementara yang bersifat mutlak tidak boleh dilakukan senam hamil adalah
(penderita penyakit jantung, hipertensi, resiko kelahiran premature). Latihan
senam ini harius dihentikan jika terjadi keluhan nyeri di bagian dada, nyeri
kepala, dan nyeri persendian, kontraksi rahim yang sering, keluar cairan, denyut
nadi meningkat >140/menit, kesulitan untuk berjalan, dan mual serta muntah yang
menetap.
4. Senam hamil dibagi menjadi 4 tahap berdasarkan usia kandungan. Tahap pertama
(usia kehamilan 22-25minggu). Tahap kedua (usia kehamilan 26-30minggu).
Tahap ketiga (usia kehamilan 31-35minggu). Dan tahap ke empat (usia kehamilan
36-melahirkan)
5. Senam hamil pada kehamilan normal atas nasihat dari dokter atau bidan dapat
dimulai pada kehamilan kurang lebih 16-38 minggu. Ibu hamil dapat mengikuti
kelas senam hamil yang disediakan di fasilitas kesehatan dengan instruktur yang
bersertifikat. Pelaksanaan senam sedikitnya seminggu sekali dan menggunakan
pakaian yang sesuai dan longgar. Lakukan selalu pemanasan dan pendinginan
setiap kali senam. Intensitas senam harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila
di lantai gunakan kasur atau matras saat melakukan senam. Jangan mendadak
berdiri sesuai senam, tetapi lakukan secara perlahan untuk menghindari pusing.
6. Bidan hendaknya menyarankan agar ibu melakukan masing-masing latihan 2 kali
pada awal dan berlanjut dengan kecepatan menurut kehendak mereka sendiri
hingga sebanyak 5 kali.
7. Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
1. Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk
dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan
lain-lain.
2. Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam
kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat
berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi.
3. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot
dasar panggul dan lain-lain.
a. Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.
b. Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan
relaksasi.
c. Mendukung ketenangan fisik.
Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil
sebagai berikut :
a. Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
b. Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang
menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak prematur pada persalinan
sebelumnya.
c. Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang.
d. Berpakaian cukup longgar.
e. Menggunakan kasur/ matras
Secara lebih detail manfaat senam hamil secara teratur dan terukur adalah sebagai
berikut :
1. Memperbaiki sirkulasi darah
2. Mengurangi pembengkakan
3. Memperbaiki keseimbangan otot
4. Mengurangi resiko gangguan perut termasuk sembelit
5. Mengurangi kram atau kejang kaki
6. Menguatkan otot perut
7. Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan

Langkah-langkah senam hamil adalah sebagai berikut:


1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan rilex.
Dilakukan sebanyak mungkin sebagai posisi sehari-hari.
2. Sikap merangkak. Jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua
bahu, keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan bahan sejajar dengan
lantai. Lakukanlah kegiatan-kegiatan berikut : Tundukkan kepala, lihat perut
bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan
mengerutkan lubang dubur. Kemudian turunkan pinggang dengan mengangkat
kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul.
Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.
3. Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke
samping kiri/kanan. Kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur
dengan menggeser siku sejauh mungkin kesamping. Bertahanlah pada posisi
tersebut selama 1 menit, kemudian ditingkatkan 5-10 menit (sesuai kekuatan ibu
hamil)
4. Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung bayi, lutut kanan
diletakkan di depan lutut kiri, lebih baik diganjal bantal. Lutut kanan ditekuk di
depan lutut kiri (lebih baik diganjal bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan
lengan kiri diletakkan di belakang badan.
5. Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, dibawah kepala diberi
bantal dan dibawah perut pun diberi bantal, agar perut tidak menggantung.
Tutuplah mata, tenang dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.
6. Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua tangan dan relax.
Lakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : buka mulut secukupnya tarik nafas
dalam semaksimal mungkin, kemudian mulut ditutup lalu mengejan seperti buang
air besar. Gerakannya ke bawah badan dan ke depan. Setelah tidak dapat menahan
karena lelah, kembali ke posisi awal, ulangi latihan ini sebanyak 3-4 kali dengan
interval 2 menit.

c. Istirahat Dan Tidur


Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi
tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak
disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam
waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan
tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan
tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan
kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam sekitar 8
jam/ istirahat/ tidur siang 1 jam
Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur
khususnya seiring kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu di
perhatikan dengan baik, karena istirahat yang teratur dapat meningkatkan
kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan
janin. Tidur pada malam hari selama kurang lebih delapan jam dan istirahat dalam
keadaan rileks pada siang hari selama satu jam. Ibu hamil harus menghindari
posisi duduk dan berdiri dalam menggunakan kedua ibu jari, dilakukan dua kali
sehari selama dua menit.

Posisi Tidur Ibu Hamil


Menghabiskan waktu tentu menguras energi, semua aktifitas pasti
membakar kalori dan menjadikan tubuh lemas. Maka, satu-satunya hal yang
dapat dilakukan untuk memulihkan tenaga adalah istirahat.Pada kehamilan
trimester awal wanita hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi,
yang terpenting adalah dapat memberikan rasa nyaman. Posisi tidur yang
nyaman akan sulit didapat oleh wanita hamil yang usia kehamilannya pada
trimester ketiga dimana uterus mulai membesar sehingga sulit dalam
menentukan posisi tidur. Beberapa posisi tidur ibu hamil:
a. Posisi Tengkurap, Menurut Rahmi (2008) dan Dewi (2008) Di awal
kehamilan posisi ini cukup aman, namun paska kehamilan trimester pertama,
saat payudara mulai membesar dan lebih sensitif, posisi ini tidak lagi
disarankan. Begitu juga di minggu ke 14 saat perut mulai membesar, posisi ini
tidak lagi nyaman sehingga harus menyokong paha dengan bantal. Dari hasil
survei, di kehamilan 16 minggu, hanya 1 persen ibu hamil yang tidur dengan
posisi ini dan 0 persen pada usia kehamilan di atas 16 minggu.
b. Posisi Telentang. Dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu wanita hamil
untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang meletakan
seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur
dengan posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir,
gangguan pencernaan, menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur
telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan
darah. Seperti turunnya tekanan darah yang menimbulkan sakit kepala.
Sedangkan wanita yang memiliki tekanan darah tinggi, posisi ini sama sekali
tidak dianjurkan (Suririnah, 2004) dan (Dewi, 2008).
c. Posisi Miring Ke Kiri. Menurut Bobak (2004), Musbikin (2005), dan Dewi
(2008) Wanita hamil sangat dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring kekiri,
terutama dikehamilan 16 minggu, karena janin akan mendapatkan aliran darah
dan nutrisi yang lebih maksimal. Posisi ini juga membantu ginjal membuang
sisa produk dan cairan dari tubuh, sehingga mengurangi pembengkakkan di
kaki, pergelangan kaki dan tangan.
d. Posisi Miring Ke Kanan. Posisi ini juga aman bagi wanita hamil, sehingga
dapat berganti posisi dari miring ke kiri atau kekanan, tergantung
kenyamanannya (Dewi, 2008). Jika posisi punggung bayi kebetulan berada di
sebelah kanan, pada saat tidur miring kekiri maka janin akan "memberontak"
terus-menerus. Hal ini karena posisi janin seolah-olah jatuh tertelungkup, untuk
mengatasinya dianjurkan untuk tidur miring kekanan (Musbikin, 2005)
Di kehamilan usia lanjut, saat perut telah begitu besar, akan merasakan kondisi
kurang nyaman, seperti kram, sering buang air kecil, kontraksi palsu, tendangan
bayi, dan peningkatan asam lambung yang membuat anda kerap terbangun dan
mengubah posisi tidur beberapa kali. Belum ada penelitian lebih lanjut tentang
posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi para pakar menganjurkan
bahwa setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya wanita hamil tidur dengan
posisi miring ke sisi kiri. Posisi tidur miring kekiri dianjurkan selama kehamilan
karena posisi tidur miring ke sisi kiri dapat membantu mengoptimalkan aliran
darah oksigen dan nutrisi ke fetoplasenta dengan mengurangi tekanan pada vena
kava asenden (hipotensi supine) (Bobak, 2004). Menurut Rahmi (2008) Posisi
miring kekiri juga membantu ginjal membuang sisa produk dan cairan dari
tubuh, sehingga mengurangi pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki dan
tangan.
Pentingnya memenuhi kebutuhan ibu hamil

Agar nutrisi ibu hamil dapat tercukupi dan asupan giji pada janin
terpenuhi sehingga dapat mencegah kekurangan nutrisi selama kehamilan.

F. Metode Dan Model Pembelajaran


Metode : Ceramah plus tanya jawab
Model pembelajaran : Artikulasi

G. Langkah Langkah Kegitan Belajar Mengajar

Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa


5 menit 1. Membuka
a. Dosen mengucapkan salam a. Mahasiswa menjawab
b. Dosen menanyakan kabar salam.
mahasiswa. b. Mahasiswa merespon
pertanyaan dosen.
c. Mereview dan menghubungkan c. Mahasiswa
pelajaran yang lalu dengan memperhatikan apa
materi yang akan dibahas. yang disampaikan
dosen.
d. Mengadakan pretest untuk
mengetahui wawasan d. Mahasiswa menjawab
mahasiswa tentang materi yang pertanyaan yang
akan disampaikan. diajukan dosen.
e. Menyampaikan topik yang akan e. Mahasiswa
dipelajari hari ini. mendengarkan
dengan penuh
perhatian.
75 menit 2. Melaksanakan
a. Dosen menjelaskan indikator a. Mahasiswa
pembelajaran yang diharapkan. menyimak apa yang
disampaikan dosen.
b. Dosen menyajikan materi b. Mahasiswa
mengenai kebutuhan fisik ibu memperhatikan
hamil. penjelasan dosen.
c. Mahasiswa
c. Dosen menyiapkan alat dan memperhatikan.
bahan yang diperlukan
d. Salah satu mahasiswa
d. Dosen menunjuk salah satu menjelaskan yang
mahasiswa untuk menjelaskan ditunjuk oleh dosen
kembali kebutuhan ibu hamil

e. Mahasiswa yang lain


memperhatikan dan
mendengarkan
e. Dosen meminta mahasiswa
yang lain untuk memperhatikan
20 menit 3. Menutup
a. Kesimpulan
Dosen membuat kesimpulan - Mahasiswa
mengenai pembelajaran yang mendengarkan
dilakukan hari ini. dengan penuh
perhatian.
b. Post test
Dosen memberikan soal tertulis - Mahasiswa menjawab
mengenai pembelajaran yang soal yang diberikan
dilakukan hari ini. dosen.
c. Tindak lanjut
- Dosen meminta mahasiswa - Mahasiswa bersedia
untuk mempelajari asuhan untuk mempelajari
kembali kebutuhan ibu kembali kebutuhan
hamil ibu hamil
- Dosen menyarankan - Mahasiswa bersedia
mahasiswa untuk untuk menerapkan
menerapkan asuhan
kehamilan yaitu kebutuhan
ibu hamil

- Dosen meminta mahasiswa - Mahasiswa bersedia


untuk mempelajari materi untuk mempelajari
yang akan disampaikan materi minggu depan.
minggu depan, yaitu
mengenai asuhan kehamilan
pada kunjungan awal dan
lanjut
- Dosen mengecek daftar - Mahasiswa
hadir mahasiswa dengan mengonfirmasikan
melakukan absen panggil. kehadirannya pada
dosen.
- Menutup pembelajaran dan - Mahasiswa menjawab
mengucapkan salam. salam.

H. Alat dan sumber


Alat : LCD

Sumber : Redaksi,tim.2009.Olahraga Bagi Ibu Hamil dan Menyusui. Yogyakarta : Banyu


media
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2009/11/senam-hamil-untuk-persalinan-
lancar
ibuprita.suatuhari.com/.../makalah-kebutuhan-istirahat-dan-tidur-pada-ibu-
hamil/ - Tembolok
www.adypadoe.com/pdf/mobilisasi-ibu-hamil.html
http://honey72.wordpress.com/2010/08/04/245/

I. Penilaian
1. Jenis
Pretest dan posttest.

2. Bentuk soal
Tertulis

3. Item soal
Soal
Tuliskan apasaja yang kamu ketahui tentang kebutuhan ibu hamil secara fisik ?
Kunci jawaban
Kebutuhan fisik
Mobilisasi
Senam hamil
Tidur dan istirahat