Anda di halaman 1dari 13

TURUNAN DAN INTEGRAL

JURNAL PRAKTIKUM MATEMATIKA DASAR

Oleh
Novia Puji Lestari
161810201056

LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2016
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu cabang ilmu matematika adalah turunan dan integral.


Perhitungan turunan dan integral secara manual membutuhkan waktu yang
cukup lama dan pengerjaan yang cukup rumit. Namun pada zaman modern
ini yang didukung berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
pengerjaan operasi matematika termasuk turunan dan integral tidak sulit. Hal
tersebut dikarenakan adanya suatu aplikasi yang disebut matlab. Adanya
matlab membantu kita untuk mengerjakan operasi matematika termasuk
turunan dan integral dengan cepat dan akurat asalkan kita mengetahui
bagaimana cara mengoperasikannya dengan benar.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam melakukan praktikum ini yaitu :
1. Bagaimana menghitung turunan menggunakan matlab?
2. Bagaimana menghitung integral menggunakan matlab?

1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan praktikum ini yaitu :
1. Mengetahui cara menghitung turunan dengan menggunakan matlab.
2. Mengetahui cara menghitung integral dengan menggunakan matlab.

1.4 Maanfaat
Maanfaat yang akan diperoleh dalam melakukan praktikum ini yaitu :
1. Mengetahui dan memahami cara menghitung turunan menggunakan
matlab.

1
2. Mengetahui dan memahami cara menghitung integral menggunakan
matlab.

2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Turunan
2.1.1 Definisi Turunan
Turunan adalah persamaan yang mengandung beberapa turunan
(+)()
dari suatu fungsi yang didefinisikan sebagai f (x) = lim
0

(Gazali, 2007: 1).


2.1.2 Sifat-sifat Turunan
1. Bila u = u (x) dan v = v (x), maka :
a. y = u v y = u v
b. y = u . v y = v . u + u . v
. .
c. y = y =

2. Bila x bertambah dengan x maka u bertambah dengan u, v


bertambah dengan v, dan y bertambah dengan y (Suharto, 1992:
80).
2.1.3 Rumus-rumus Dasar Turunan
1. y = xn maka y = nxn-1
2. y suatu fungsi konstanta maka y = 0
3. y suatu fungsi trigonometri :
a. y = sin x maka y = cos x
b. y = cos x maka y = -sin x
c. y = tg x maka y = sec2 x
d. y = ctg x maka y = -cosec2 x
e. y = sec x maka y = sec x tg x
f. y = cosec x maka y = -cosec x ctg x
4. y suatu fungsi logaritma :
1
a. y = glog x maka y = ln

3
1
b. y = ln x maka y =

5. y suatu fungsi eksponen :


a. y = ax maka y = ax ln a
b. y = ex maka y = ex
6. y suatu fungsi siklometri :
1
a. y = arc sin x maka y =
1
1
b. y = arc cos x maka y =
1
1
c. y = arc tg x maka y = 1+
1
d. y = arc ctg x maka y = 1+
1
e. y = arc sec x maka y =
1
1
f. y = arc cosec x maka y =
1

(Suharto, 1992: 168).


2.1.4 Penerapan Turunan
1. Menentukan persamaan garis singgung kurva jika y = f(x) melalui
titik (x1 , y1) maka persamaan garis singgung kurva di titik (x1 , y1)
adalah y y1 = m(x x1) dengan m = f(x1).
2. Menentukan interval fungsi naik atau turun
a. Fungsi f(x) naik jika untuk x1 < x2 maka f(x1) < f(x2) dan f(x)
>0
b. Fungsi f(x) naik jika untuk x1 < x2 maka f(x1) < f(x2) dan f(x)
<0
3. Menentukan stasioner fungsi f(x)
Suatu fungsi f(x) mencapai stasioner (maksimum/minimum relatif)
bila f(x) = 0
a. Jika f(x) = 0 dan f(x) < 0 maka f(x) mencapai stasioner
maksimum
b. Jika f(x) = 0 dan f(x) > 0 maka f(x) mencapai stasioner
minimum

4
c. Untuk fungsi f(x) = a cos x + b sin x + C

1. f(x) maksimum : f(x)maks = + + C

2. f(x) minimum : f(x)min = + + C


(Suharto, 1992: 97).
2.2 Integral
2.2.1 Definisi Integral
Integral merupakan anti diferensial atau sebagai operasi invers dari
diferensial. Contohnya jika F(x) adalah fungsi yang turunannya F(x)
= f(x) pada interval a x b, maka F(x) desebut anti diferensial dari
f(x) (Yahya, 2004: 247).
2.2.2 Macam-macam Integral
1. Integral tak tentu
Integral tak tentu adalah suatu cara untuk mencari fungsi f(x)
apabila turunannya telah diketahui yang dapat dinotasikan
() = () + . Jika f dan g memiliki integral tak tentu k
dan c adalah kontanta, maka dapat dirumuskan :
a. = +
1
b. dx = +1 +1 + c, dengan n -1

c. dx = +1 +1 + c, dengan n -1

d. (() ()) = () ()
(Yahya, 2004: 248).
2. Integral tentu

Apabila fungsi f terdefinisi pada interval [a,b] maka ()
dinamakan integral tertentu fungsi f dari a ke b. Integral tentu

dapat dinotasikan () = [()] = () (), dimana
f(x) disebut integran, a disebut batas bawah, dan b disebut batas
atas. Sifat-sifat integral tentu yaitu:

a. () = 0

b. () = () =

5

c. (() ()) = () ()

d. () = (), k adalah konstanta
(Yahya, 2004: 268).

6
BAB 3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
1. Komputer/ notebook/ laptop.
3.1.2 Bahan
1. Software MATLAB R2009a.

3.2 Prosedur
1. Nyalakan komputer/ notebook/ laptop.
2. Buka aplikasi matlab.
3. Aplikasi matlab siap digunakan untuk operasi turunan dan integral.

7
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Menghitung turunan dan integral dalam matlab perlu terlebih dahulu


mendefinisikan mendefinisikan variabel dan fungsi. Cara mendefinisiakan
variabel yaitu misal variabelnya x maka dalam matlab didefinisikan x=sym(x)
sedangkan cara mendefinisikan fungsi yaitu misal nama fungsinya f(x) maka
dalam matlab didefinisikan f(x) = @ (x) (fungsi). Apabila variabel dan fungsi
sudah terdefinisi maka langkah selanjutnya adalah mengopesikan turunan atau
integral dengan cara untuk mengitung turunan yaitu diff(f(x) sedangkan untuk
menghitung integral ada dua yaitu integral tentu dan integral tak tentu. Integral tak
tentu dihitung dengan cara int(f(x),x) dan integral tentu dihitung dengan cara
int(f(x),x,a,b) dimana a merupakan batas bawah dan b merupakan batas atas.
Menghitung turunan dan integral dalam matlab tidak hanya berlaku untuk
satu kali lipat tetapi bisa beberapa kali dengan cara untuk turunan yaitu diff(f(x),n)
sedangkan untuk integral yang berlipat 3 yaitu int(int(int(f(x),x),x),x).
Pendefinisian variabel juga tidak hanya berlaku untuk satu variabel, tetapi
bisa beberapa variabel, misal variabelnya x,y,z maka cara mendefinisikannya
yaitu syms x y z. Untuk menghitung integral dangan dua variabel yaitu
int(f(x,y),x) sedangkan menghitung turunan dangan dua variabel yaitu
diff(f(x,y),x)

8
Gambar 1. Menghitung turunan yang diturunkan 4 kali

Gambar 2. Menghitung integral tentu dengan 2 varaibel

9
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dalam melakukan praktikum tentang turunan dan
integral yaitu :
1. Menghitung turunan menggunakan syntak diff(f(x) dan jika diturunkan
beberapa kali menggunakan syntak diff(f(x),n).
2. Menghitung intgral tak tentu menggunakan syntak int(f(x),x) sedangkan
integral tentu menggunakan syntak int(f(x),x,a,b).

5.2 Saran
Dalam mengoperasikan turunan dan integral banyak menggunakan tanda
kurung apabila operasi bilangan tersebut rumit, untuk itu perlu adanya
ketelitian dalam memberi tanda kurung.

10
DAFTAR PUSTAKA

Gazali,W. 2007. Kalkulus Lanjut. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Suharto.1992. Matematika Terapan Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Yahya, Y. 2004. Matematika Dasar Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Ghalia
Indonesia.

11
12