Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN TELEKOMUNIKASI

Dosen:

Ir. Martono Dwi Atmadja, MMT

Disusun oleh :

Kelompok 4

1. Ahmad Giovany (01)


2. Agustin Rosiana H. (03)
3. Muzakki Putra P. (10)
4. Zhaleha Think-think S.I. (23)

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016-2017

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................ii
LAPORAN PRAKTIKUM 1 ..................................................................................................... 3
Pembuatan Kabel Telepon Sesuai Standar SNI Tahun 2004 ............................................... 3
LAPORAN PRAKTIKUM 2 ..................................................................................................... 9
Instalasi PABX ...................................................................................................................... 9
LAPORAN PRAKTIKUM 3 ................................................................................................... 23
Pengoperasian Feature pada PABX KX-TDA100................................................................ 23

ii
LAPORAN PRAKTIKUM 1

Pembuatan Kabel Telepon Sesuai Standar SNI Tahun 2004

1. Tujuan
Dapat membuat kabel telepon sesuai standar SNI tahun 2004
Dapat menghubungkan kabel telepon dengan konektor RJ-11
Dapat menguji konektivitas kabel telepon

2. Alat dan bahan


Kabel telepon 1,5 meter, 4 buah
Konektor RJ-11 8 buah
Crimping Tool
Tang Potong
Roset RJ-11 Dobel Female
Multimeter

3. Teori Dasar
Kita sering mendengar yang namanya jaringan komputer dan jaringan
telepon. Menurut definisi jaringan komputer adalah suatu himpunan
interkoneksi sejumlh komputer. Dalam bahasa populernya dijelaskan bahwa
jaringan komputer adalah kumpulan komputer yang saling terhubung satu
dengan yang lain melalui media perantara.
Begitu juga jaringan telepon, menggunakan media perantara untuk
menghubungkan telepon dengan perangkat yang lain seperti PABX dan
Roset. Dalam hal ini jaringan telepon tersebut menggunakan kabel
twistedpair dan menggunakan konektor RJ-11.
Konektor RJ
RJ singkatan dari Register Jack adalah standard peralatan pada jaringan
yang mengatur tentang pemasangan kepala konektor dan urutan kabel, yang

3
digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih peralatan telekomunikasi
(Telephone Jack) ataupun peralatan jaringan (Computer Networking).
RJ pertama kali diperkenalkan oleh Bell Sistem pada 1970-an. Adapun
standard yang ada diantaranya RJ11, RJ14, RJ21, RJ25, RJ45, RJ48 dll. RJ
memiliki banyak type, tetapi yang sering digunakan adalah RJ11 dan RJ45.
RJ-45 merupakan konektor yang standar buat jaringan lokal (LAN).
Untuk bisa menggunakan menggunakan jenis ini, kita harus mempelajari
susunan urutan warna yang benar sesuai dengan standard T568A dan T568B.
Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gak boleh asal pasang aja.Jika
gunakan untuk menghubungkan 2 buah komputer dalam jaringan, kita harus
menggunakan kabel berjenis Cross Over. Kalo sudah lebih dari 2, kita harus
menggunakan kabel berjenis Straight Through.
Konektor RJ-11 adalah standar konektor dimanfaatkan pada pasangan 2-
4 (kawat) kabel telepon.
Meskipun konektor RJ-11 memiliki total 6 posisi konektor, biasanya baik
hanya 2 atau 4 benar-benar dimanfaatkan. RJ-11 konektor kabel datang dalam
dua kabel standar varietas-dipilin (flat-satin) dan unshielded Twisted Pair
(UTP).
RJ11 adalah yang paling familiar dari jack terdaftar, karena fakta bahwa
hampir semua garis tunggal (POTS) jack telepon di kebanyakan rumah dan
kantor di Amerika Utara menggunakan jenis konektor, serta sejumlah negara
lainnya.
Diagram ditunjukkan dengan "kail" - hal kecil yang Anda tekan pada
untuk mendapatkan plug keluar - di bawahnya. RJ-11 soket selalu memiliki
warna yang tertera pada terminal.
Perhatikan bahwa konektor pada ujung konektor RJ-11 adalah kabel
dalam urutan terbalik. Artinya, jika Anda meregangkan kabel keluar flat,
kawat Hitam tetap di sebelah kiri sepanjang jalan ke ujung yang lain,
termasuk melalui konektor dengan pengait berorientasi down juga. Juga
dicatat bahwa konektor RJ-11 memiliki enam terminal di atasnya. Hanya 4
tengah biasanya digunakan. Jalur 1 adalah pasangan pusat: merah dan hijau.

4
RJ11

RJ 11 ini merupakan konektor yang digunakan salah satunya adalah


untuk menghubungkan antara pesawat telepon dengan kabel. Didalam RJ11
terdapat empat tembaga yang akan dihubungkan dengan empat kawat pada
kabel.
Kabel

Kabel ini merupakan kabel yang digunakan salah satunya adalah untuk
menghubungkan pesawat telepon satu dengan lainnya namun perlu
menggunakan konektor. Jenis sambungan dalam kabel telepon datar
umumnya ada dua macam yaitu lurus (straight) dan terbalik (cross over),
sebagaimana terlihat pada gambar berikut:

STRAIGHT CROSSOVER

5
Tang crimping

Kegunaan tang crimping dalam pembuatan line cored salah satu yang
paling utama adalah untuk menjepit RJ11 pada kabel. Namun masih banyak
fungsi lainnya.

4. Langkah Kerja
a. Siapkan peralatan yang diperlukan.
b. Kupas jaket bagian luar kabel kira-kira sepanjang 5 mm dengan
menggunakan crimping tool.

5 mm

c. Potong ujung kabel dengan crimping tool atau tang potong untuk
meratakan.
d. Susun kabel dan masukkan kedalam konektor RJ11 seperti dibawah ini

6
e. Masukan kabel ke dalam konektor RJ-11 dengan posisi hook atau pengait
ada dibawah.

f. Kunci konektor RJ-11 dengan crimping tool.


g. Koneksikan tiap ujung yang telah dicrimping ke konektor RJ 11
(female) pada cable tester dan roset double connector sebagaimana
terlihat pada gambar dibawah ini.

Indikator straight Indikator cross

h. Uji konektivitas dengan menggunakan cable tester dan masukkan data


hasil pada Tabel 1.
i. Kemudian ujilah kabel tersebut menggunakan terminal telepon yang
telah terhubung ke PABX.
j. Ulangi langkah a-j untuk 3 kabel telepon lainnya.

7
5. Hasil percobaan

Tabel 1. Dengan Kabel Tester


Urutan Nyala Lampu

Pada Cable Tester

Kabel telepon 1 Kabel telepon 2 Kabel telepon 3 Kabel telepon 4

2 5 2 5 2 2 2 5

3 4 3 4 3 3 3 4

4 3 4 3 4 4 4 3

5 2 5 2 5 5 5 2

Gambar Hasil Percobaan

- Koneksi yang dihasilkan oleh kabel


telepon 1,2 dan 4 yaitu crossover. Sedangkan
kabel telepon 3 straight.
- Dapat terjadi koneksi pada telepon.
- jaket tidak goyang (sudah bagus)

6. Kesimpulan
Media penghubung antara roset dengan telepon menggunakan kabel
twistedpair dan menggunakan konektor RJ-11. Koneksi kabel telepon 1,2 dan
4 crossover. Sedangkan untuk kabel telepon 3 straight.

8
LAPORAN PRAKTIKUM 2

Instalasi PABX

1. Tujuan

Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu :

Mengerti dasar teori PABX


Mengenal card LC dan CO pada PABX KX-T12310D
Mengetahui pin LSA yang aktif pada PABX KX-T12310D
Mengenal card DCL, SLC dan LCOT pada PABX TDA100

2. Peralatan :
a. PABX KX-T12310D
b. PABX KX-T12310D
c. LSA
d. Telepon Standart

3. Teori Dasar

PABX (Private Automatic Branch Exchange) merupakan sebuah


sentral telepon mini yang dipasang di perkantoran, sekolah maupun
bangunan-bangunan dengan kapasitas jalur terbatas. PABX pada sebuah
instansi dapat tehubung dengan PABX lain maupun sentral Telkom melalui
jalur telepon incoming dan outgoingnya. Masing-masing pesawat yang
terhubung ke PABX mempunyai nomor ekstensi, yang merupakan nomor
unik yang diberikan oleh PABX tersebut. Setiap nomor ekstensi dari sebuah
PABX dapat dihubungi oleh, atau menghubungi ke pesawat telepon di luar
PABX tersebut dengan bantuan operator, baik secara manual maupun
otomatis.

9
PABX KX-T12310D

Card pilihan pada macam-macam model PABX

Bagian PABX KX-T12310D

10
Diagram koneksi

Letak pemasangan card CO

11
Pin pada terminal LSA

Pin pada terminal LSA apabila menggunakan telepon standart

12
Letak pemasangan card ekstensi

Letak pemasangan card lain

13
Cara menghubungkan perangkat

PABX TDA100

14
Diagram saluran

Macam card PABX TDA100

15
4. Langkah Percobaan

1. Mengamati card yang terdapat di PABX KX- T12310D dan PABX


TDA100.
2. Menghubungkan telepon standart dengan terminal LSA DCL.
3. Menghubungkan telepon standart dengan terminal LSA KP1, KP2 dan
KP3.

5. Hasil Percobaan

PABX KX-T12310D

PABX menggunakan card pilihan yaitu card extention. 1 Card


model no KX-T123270 mempunyai 8 extentions dan model no KX-
T123271 mempunyai 4 extentions. Sedangkan 1 card model KX-
T123280 mempunyai 4 CO dan 1 card model KX-T123281 mempunyai 2
CO.

16
Bagian luar dan pada sisi belakang PABX KX-T12310D
terdiri dari reset button, System program switch, paging jack 1, paging
jack 2, external music jack, EIA connector (RS-232C). Sedangkan bagian
luar dan pada sisi bagian depan terdiri dari alarm indicator, night
indicator, day indicator, power indicator, power switch dan battery
backup connector.

Bagian dalam PABX KX-T12310D merupakan tempat dari


beberapa pilihan card. Pilihan card bagian atas terdiri dari doorphone,
disa-b, OGM, disa-a, modem, DIAG, DSS, dan OPX. Sedangkan bagian
tengah terdiri dari CPU, XPSW, LC-1, LC-2, LC-3, LC-4, CO-1, CO-2
dan CO-3. Letak pemasangan card extention berada pada bagian bawah,
pemasangan card extention menggunakan konektor amphenol male 57E
yang terdiri dari 50 pin. Maksimal emphanol yang bisa digunakan adalah
4 emphanol. 1 emphanol bisa menghubungkan 8 jack (extention).

Card pilihan yang di gunakan pada Pabx KX-T12310D yang


terdapat di lab 7 antara lain: CPU, XPSW, LC-1, LC-2, LC-3, LC-4, CO-
1, CO-2. Dimana 1 card LC terdiri 8 jack, maka 4 card LC = 32 jack.
Dan 1 card CO terdiri dari 4 CO, maka 4 card CO = 8 CO. Card LC-1
terhubung ke DCL, LC-2 terhubung ke KP 1, LC-3 terhubung ke KP 2
dan card LC-4 terhubung ke KP 3.

Pada terminal LSA DCL, pin yang aktif yaitu 1, 5, 11, 13.
Sedangkan pada terminal LSA KP 1, pin yang aktif adalah 1, 3, 5, 7.
Pada terminal LSA KP 2, pin yang aktif yaitu 1, 3, 5, 7, 9, 15. Dan untuk
terminal LSA KP 3, pin yang aktif adalah 1, 3, 5.

Pada praktikum LSA, telepon yang digunakan untuk


mengecek atau mengetahui pin yang aktif adalah telepon standart.
Karena hal itu, pin yang aktif adalah pin ganjil. Telepon standart hanya
memiliki pin T dan R, pin T dan R hanya ada di pin ganjil pada terminal
LSA.

17
Cara menghubungkan perangkat Pabx KX-T12310D yaitu,
paging speaker 1 terhubung ke amplifier kemudian terhubung ke paging
jack 1. Paging speaker 2 terhubung ke amplifier kemudian terhubung ke
paging jack 2. Radio terhubung ke external music jack, sedangkan printer
terhubung ke EIA connector (RS-232C). Paging jack 1, paging jack 2,
external music jack dan EIA connector (RS-232C) merupakan bagian
luar pabx.

18
19
PABX TDA100

20
PABX TDA100 memiliki lokasi pilihan card atau disebut
dengan slot sebanyak 6 card. Card pilihan yang di gunakan pada Pabx
TDA100 yang terdapat di lab 7 antara lain: DLC 8, SLC 16 dan LCOT 8.
Dimana card DLC 8 terdiri 8 port. Dan SLC 16 terdiri dari 16 port. Card
LCOT 8 terdiri dari 8 port. Card LCOT digunakan sebagai trunk. Jadi
jumlah port yang digunakan pada Pabx TDA100 adalah 32 port
(termasuk port trunk).

6. Kesimpulan

Dari data hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :


a. Pada model PABX mempunyai extention maksimal 8 dan minimal 4,
sedangkan pada CO, model PABX mempunyai maksimal 4 CO dan
minimal 2 CO.
b. Bagian luar dan pada sisi belakang PABX KX-T12310D terdiri dari reset
button, System program switch, paging jack 1, paging jack 2, external
music jack, EIA connector (RS-232C). Sedangkan pada sisi bagian depan
terdiri dari alarm indicator, night indicator, day indicator, power indicator,
power switch dan battery backup connector.
c. Pilihan card PABX KX-T12310D bagian atas terdiri dari doorphone, disa-
b, OGM, disa-a, modem, DIAG, DSS, dan OPX. Sedangkan bagian tengah
terdiri dari CPU, XPSW, LC-1, LC-2, LC-3, LC-4, CO-1, CO-2 dan CO-3.
d. Letak pemasangan card extention berada pada bagian bawah, pemasangan
card extention menggunakan konektor amphenol male 57E yang terdiri
dari 50 pin. Maksimal emphanol yang bisa digunakan adalah 4 emphanol.
1 emphanol bisa menghubungkan 8 jack (extention).
e. Pada PABX KX-T12310D, card maksimum LC sebanyak 4 dan jumlah
maksimum jacknya sebanyak 32. Sedangkan card maksimum pada CO
sebanyak 2 dan jumlah maksimum bagian card CO sebanyak 8.
f. Pada terminal LSA terdiri dari DCL yang terhubung ke LC 1, dan 3 KP
dimana KP 1 terhubung ke LC 2, KP 2 terhubung ke LC 3 dan KP 3
terhubung ke LC 4. Jika menggunakan telepon standart maka pin yang
aktif pada setiap KP adalah pin ganjil yang diberi warna pada gambar

21
terminal LSA karena pada bagian ganjil terdiri dari pin Tip dan Ring yang
hanya dimiliki oleh telepon standart.
g. Cara menghubungkan perangkat Pabx KX-T12310D yaitu, paging speaker
1 terhubung ke amplifier kemudian terhubung ke paging jack 1. Paging
speaker 2 terhubung ke amplifier kemudian terhubung ke paging jack 2.
Radio terhubung ke external music jack, sedangkan printer terhubung ke
EIA connector (RS-232C). Paging jack 1, paging jack 2, external music
jack dan EIA connector (RS-232C) merupakan bagian luar pabx.
h. Pada PABX TDA100, memiliki slot maksimum sebanyak 6 yang dapat
digunakan untuk menempatkan card pilihan. Card DLC 8 memiliki port
maksimum sebanyak 8, sedangkan card SLC 16 memiliki port maksimum
sebanyak 16. Card LCOT 8 merupakan card sebagai trunk yang memiliki
jumlah maksimum port sebanyak 8.

22
LAPORAN PRAKTIKUM 3

Pengoperasian Feature pada PABX KX-TDA100

1. Tujuan

1.1 Dapat mengoperasikan feature intercom call, operator call, hot line,
redial, automatic call back busy, call pickup, Extension feature clear
menggunakan PABX KX-TDA100.
1.2 Dapat mengidentifikasi jenis-jenis tone pada PABX KX-TDA100.

2. Alat dan Bahan

2.1 PABX (KX-TDA 100)


2.2 Telephone Standart
2.3 Kabel RJ 11

3. Teori Dasar

PABX (Private Automatic Brance Exchange) merupakan suatu teknologi


komunikasi yang mengatur hubungan telephone antar pelanggan tanpa harus
melalui sentral lokal, serta berfungsi sebagai gateway dalam menghubungkan
ke jaringan PSTN. Switch / Router berfungsi mengarahkan paket data yang
datang ke jaringan data sesuai dengan alamat tujuannya. Secara konvensional
terdapat 2 jaringan yang berbeda yaitu jaringan suara (Circuit Network) dan
jaringan paket data (Packet Data Network). Akan tetapi seiring dengan
perkembangan teknologi telekomunikasi, terdapat suatu teknologi yang
memungkinkan komunikasi suara dan faksimili mengalami proses paketisasi
dan dikirimkan melalui jaringan paket data yang dikenal dengan teknologi
Voice over Internet Protocol (VoIP).

23
IP PABX merupakan kombinasi dari Switch / Router dengan PABX yang
menangani VoIP. IP PABX dapat digunakan untuk membypass jaringan
telepon circuit-switched dengan menggunakan jaringan data, untuk
berhubungan dengan jaringan data lainnya. Dengan menggunakan converged
network yang membawa trafik suara (voice yang telah dipaketisasi) dan trafik
data secara bersamaan, IP PABX memungkinkan pengembangan layanan baru,
yang belum tersedia pada jaringan tradisional. Misalnya penggunaan one
central directory melewati berbagai lokasi tujuan, serta unified messaging.

List of Tones

24
List of Ringtones

2.4.2 Signaling

Signaling adalah sinyal yang menunjukkan status panggilan telepon


selama proses penyambungan atau sinyal khusus dalam saluran transmisi yang
digunakan untuk penyambungan antara pesawat telepon pemanggil dan
penerima. Salah satu jenis dari signaling adalah DC Signaling. DC signaling
berdasarkan ada tidaknya arus atau tegangan dalam rangkaian. Sinyal-sinyal ini
menyatakan kondisi on hook, off hook, pulsa dial dan status penyambungan.
Sinyal tersebut merupakan sinyal digital jenis on off.

2.4.3 Nada-Nada Telepon

Nada-nada yang terdapat pada proses penyambungan telepon yang


dibangkitkan tone generator di sentral adalah :

1) Dial Tone

Dial tone adalah nada yang dibunyikan sentral saat pemanggil


mengangkat handset (off hook).Nada ini diberikan bersamaan dengan
pemberian DC Signaling untuk catu daya pelanggan. Dial tone merupakan
tanda dari sentral kepada pemanggil bahwa sentral siap menerima nomor-
nomor yang akan dihubungi. Dial tone memiliki kombinasi frekuensi 350 Hz
dan 440 Hz.

25
2) Busy Tone (Nada Sibuk)

Busy tone adalah nada yang diberikan sentral kepada pemanggil bahwa
tujuan tidak dapat dihubungi. Hal ini disebabkan pesawat telepon yang
dihubungi sedang terpakai, rusak atau lalu lintas percakapan terlalu padat. Busy
tone (engaged tone) merupakan kombinasi frekuensi 480 Hz dan 620 Hz yang
on selama 0,5 detik dan off selama 0,5 detik. Sinyal peringatan bahwa receiver
sedang off hook adalah merupakan gabungan nada-nada dengan empat
frekuensi dalam keadaan on selama 0,1 detik dan keadaan off selama 0,1 detik.
Sinyal ini sangat keras agar seseorang mengetahui bahwa posisi handset tidak
pada tempatnya (off hook).

3) Ringing Tone (Nada Panggilan)

Nada panggil ini memberitahukan kepada pemanggil bahwa hubungan


yang diinginkan berhasil dan diharapkan kepada pemanggil untuk menunggu
pengangkat handset dari pihak penerima. Nada ini terdengar secara terputus-
putus dengan 3 periode 3 detik, yaitu 1 detik ada 2 detik tidak ada nada.

4) Ring Back Tone

Ring back tone merupakan nada pada terminal asal sebagai tanda bahwa
sudah terhubung dengan terminal tujuan.

2.4.4. List Of Features

1) Memanggil ekstensi lain (Intercom Call)


Fitur ini digunakan untuk membuat atau menerima panggilan ke kstensi
lain (intercom). Cara untuk menggunakan fitur ini adalah angkat gagang
(off Hook), lalu tekan nomor ekstensi lain (misal 122) dengan begitu kia
sudah dapat melakukan panggilan intercom.

2) Memanggil Operator (Operator Call)

26
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk dapat memanggil ekstensi atau
kelompok dengan menekan angka 0 atau 9. Nomor operator bervariasi
tergantung dari negara/daerah. Cara menggunakan fitur ini cukup dengan
angkat gagang telepon (Off Hook) lalu tekan angka 0 atau 9.

3) Hot Line
Penekan nomor dengan Off Hook atau disebut juga Hotline adalah
menghubungi nomor tujuan secara otomatis yang telah
disetting/disimpan sebelumnya hanya dengan mengangkat gagang
telepon (off-Hook).

4) Redial
Redial atau panggilan ulang digunakan untuk memanggil ulang nomor
terakhir yang dihubungi.
Untuk menggunakan feature ini, pertama kita harus mengangkat gagang
telepon (posisikan telepon dalam posisi Off Hook) lalu tekan tombol
redial atau tekan #.
Lebih dari 32 digit dapat disimpan dan dilakukan Redialled
Setelah menekan tombol REDIAL jika masih mendengar nada sibuk lagi
maka tekanlah tombol REDIAL untuk mencoba lagi.

5) Auomatic Callback Busy


Panggilan sibuk otomatis atau Auomatic Callback Busy. Kita dapat
mensetting untuk dapat menerima Callback Ringing ketika
Ketika ekstensi yang sebelumnya dihubungi sedang kosong
Saluran keluar yang digunakan oleh ekstensi lain sedang kosong
Kita tidak dapat mensetting Auomatic Callback Busy diluar area PABX.
Ketika kita mejawab callback ringing:
Untuk panggilan keluar: saluran dapat diakses
Untuk panggilan intercom: ekstensi yang dipanggil akan
berdering secara otomatis.

27
6) Call Pickup
Call pickup adalah fitur yang memungkinkan kita untuk menjawab
panggilan telepon pada telepon lain.
Group call pickup: menjawab panggilan dari grup anda
Directed callpickup: menjawab panggilan dari ekstensi khusus.
Dengan fitur ini kita dapat menjawab telepon masuk tidak harus
menggunakan telepon itu sendiri, melainkan dapat menggunkan telepon
lain yang telah disetting menjadi satu grup. Misalnya dalam satu grup
terdapat 3 telepon yaitu 122, 123, dan 124. Lalu 122 mendapat telepon
dari 124, kita tidak harus mengangkat telepon dengan nomor 122 untuk
berkomunikasi melainkan bisa juga menggunakan telepon dengan nomor
123.

7) Extension Feature Clear


Fitur ini digunakan untuk mengatur ulang pengaturan fitur ke pengaturan
default dengan satu operasi. Fitur ini juga dikenal sebagai stasiun
pembersihan program.

Berikut adalah default setting pada PABX

28
4. Hasil Percobaan
Hal yang dilakukan sebelum melakukan percobaan :

Pertama, siapkan alat yang dibutuhkan.

Hubungkan telephone standart ke roset yang sudah terhubung dengan


PABX menggunakan kabel RJ 11.

Untuk memastikan telepon terhubung dengan PABX, angkat handset


(off-hook) dan letakkan pada telinga maka akan terdengar bunyi dial-
tone.

Apabila dial-tone sudah terdengar tekan nomor yang ingin dihubungi.

Apabila telephone penerima dalam kondisi on-hook artinya


penelephone dapat terhubung dengan penerima dan pada saat
terhubung akan terdengar ringback-tones.

Meskipun ringback-tones terdengar maka belum tentu telephone pada


penerima terhubung dengan roset.

Pada saat melakukan order pada ekstensi lain, terdapat batas


maksimal waktu order yaitu 10 detik.

Apabila lebih dari 10 detik kita tidak menekan nomor yang dihubungi
maka akan terdengar re-order tone dan nomor yang kita masukkan
tidak akan direspon.

Jika terdengar re-order tone tersebut maka diharuskan on-hook dan


angkat kembali handset lalu melakukan order ulang.

29
4.1 Memanggil ekstensi lain (Intercom Call)

Prosedur untuk feature Intercom Call :


1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti
dibawah :

2. Setelah itu masukkan nomor ektensi tujuan.


3. Pada saat menekan nomor ekstensi tujuan 122 maka nada dial tone
berhenti yang berarti order kita direspon oleh PBX.
4. Jika nomor ekstensi dalam keadaan on-hook maka akan menghasilkan
nada seperti gambar 3.1 sedangkan jika nomor ekstensi yang di tuju
dalam keadaan off -hook maka akan terdengar nada seperti pada gambar
3.2.

Figure 2 Gambar 3.1 Figure 1 Gambar 3.2

5. Tunggu hingga ekstensi tujuan menerima panggilan.


6. Untuk menutup panggilan , posisikan handset pada keadaan (on-hook).

4.2 Memanggil Operator (Operator Call)


Prosedur untuk feature Operator Call :

1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti


dibawah :

30
2. Lalu masukan nomor operator yaitu 0 apabila terhubung maka akan
menghasilkan nada seperti dibawah :

3. Dan pada operator jenis telpon yang digunakan adalah digital maka pada
saat operator menerima panggilan maka akan keluar nomor ekstensi yang
melakukan panggilan pada operator (pada saat praktikum nomer telpon
yag digunakan adalah 124).

4.3 Hot Line


Mengatur no tujuan

1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti


dibawah :

2. Setelah itu tekan *740 lalu tekan 2.


3. Setelah itu masukkan nomor ekstensi tujuan 124 lalu tekan #.
4. Setelah selesai maka akan terdengar C-tone seperti dibawah ini :

5. Setelah itu posisikan handset pada on-hook.

31
Mengatur hotline

1. Pertama angkat handset (off-hook).


2. Setelah itu tekan *740 lalu tekan 1.
3. Setelah selesai maka akan terdengar C-tone seperti dibawah ini

4. Setelah itu posisikan handset pada on-hook. Dan feature ini sudah
berjalan.
5. Untuk mengetes nya angkat handset (off-hook) maka secara otomatis
akan menelpon nomor yang sudah di atur sebelumnya yaitu 124.
6. Jika nomor ekstensi dalam keadaan on-hook maka akan menghasilkan
nada seperti gambar 3.1 sedangkan jika nomor ekstensi yang di tuju
dalam keadaan off -hook maka akan terdengar nada seperti pada gambar
3.2.

Figure 3 Gambar 3.1 Figure 4 Gambar 3.2

7. Tunggu hingga ekstensi tujuan menerima panggilan.


8. Untuk menutup panggilan , posisikan handset pada keadaan (on-hook).

Cara Mematikan feature hotline

32
1. Pertama angkat handset (off-hook)
2. Lalu tekan *740 lalu tekan 0
3. Setelah selesai maka akan terdengar C-tone seperti dibawah ini :

4. Lalu letakan handset pada posisi (on-hook). Maka feature hotline sudah
dimatikan.

4.4 Redial
Prosedur untuk feature Redial.

1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti


dibawah :

2. Setelah itu masukkan nomor extensi 124


3. Jika nomor ekstensi dalam keadaan on-hook maka akan menghasilkan
nada seperti gambar 3.1 sedangkan jika nomor ekstensi yang di tuju
dalam keadaan off -hook maka akan terdengar nada seperti pada gambar
3.2.

Figure 6 Gambar 3.1 Figure 5 Gambar 3.2

4. Tunggu hingga ekstensi tujuan menerima panggilan.


5. Untuk menutup panggilan , posisikan handset pada keadaan (on-hook).
6. Setelah itu angkat kembali handset dan tekan tombol REDIAL.
7. Maka secara otomatis akan menelpon panggilan ekstensi terakhir yaitu
124.

33
4.5 Automatic Callback Busy

Mengatur callback busy

1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti


dibawah :

2. Setelah itu tekan6 lalu posisikan handset pada on-hook. Nomor


ekstensi yang di gunakan pada saat praktikum 124
3. Setelah itu posisikan handset pada on-hook.
4. Setelah itu pada saat nomor ekstensi 124 dalam posisi off-hook
mendapat panggilan dari nomor ekstensi 123 maka akan terdengar
busy tone pada ekstensi 123 seperti dibawah ini :

5. Setelah nomor ekstensi 124 dalam posisi on-hook maka secara


otomatis akan mengirimkan sinyal (order) menuju ekstensi 123.
6. Jika nomor ekstensi 123 dalam keadaan on-hook maka akan
menghasilkan nada seperti gambar 3.1 sedangkan jika nomor ekstensi
yang di tuju dalam keadaan off -hook maka akan terdengar nada seperti
pada gambar 3.2.

Figure 8 Gambar 3.1 Figure 7 Gambar 3.2

34
7. Pada saat ekstensi 123 dalam keadaan on-hook maka telephone akan
bordering
8. Lalu angkat handset (off-hook) dan bicaralah .

Menghapus perintah callback busy

1. Pertama angkat handset (off-hook)


2. Setelah itu tekan *46 maka akan terdengar C-tone seperti dibawah :

3. Lalu letakan kembali handset pada posisi (on-hook)

4.6 Call Pickup

Prosedur Call Pickup


1. Nomor ekstensi 123 mendapat panggilan dari nomor ekstensi 124
dan yang akan mengambil / menerima panggilan yaitu nomor ekstensi
122
2. Caranya Pertama angkat handset telepon nomor ekstensi 122 (off-
hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti dibawah :

35
3. Setelah itu tekan tombol *41 setelah itu tekan nomor ekstensi yang
menerima panggilan (123) tunggu hingga bunyi C.tone seperti di bawah
ini :

4. Maka akan otomatis nomor ekstensi 124 akan mengambil panggilan


dari nomor ekstensi 123.

4.7 Extension Feature Clear


1. Pertama angkat handset (off-hook) lalu terdengar bunyi dialtone seperti
dibawah :

2. Lalu tekan *790 maka akan terdengar C-tone seperti dibawah ini :

3. Setelah itu posisikan handset pada on-hook maka semua feature akan di
matikan dan kembali normal.

36
5. Kesimpulan

Ketika kita melakukan order dan tidak segera menekan nomor tujuan
dalam waktu 10 detik maka akan terdengar re-orde tone.
Pada saat re-order tone terdengar maka order yang kita lakukan tidak
akan direspon.
Ketika kita melakukan panggilan extensi tujuan dalam kondisi off-hook
maka nomor tujuan tersebut dalam keadaan busy tone.

6. Referensi

http://edhywahyu.blogspot.co.id/2016/03/fitur-dalam-pabx.html
http://adipabxbali.blogspot.co.id/2014/05/fitur-pabx-avaya.html
http://catatanteknik.blogspot.co.id/2014/03/fasilitas-yang-ada-pada-pabx.html
file:///E:/Polinema%20Ayo%20Kawan/Chapter%203/P.%20Jaringan%20Tel
ekomunikasi/TDA100/English/User_Manual.pdf

37