Anda di halaman 1dari 18

NAMA : PITY ADINDA HZ

NIM : 7151142031

KELAS` : C PENDIDIKAN AKUNTANSI

MATA KULIAH : PEMERIKSAAN AKUNTANSI

Jawaban dari pertanyaan Bab I (halaman 18)


1. Jelaskan apa pengertian Audit menurut para ahli dan menurut anda sendiri?
Jawab:

1. Menurut Sukirsno Agoes (2004)

Audit adalah pemeriksaan laporan keuangan dan catatan akuntansi serta bukti
pendukung yang disusun oleh manajemen entitas/organisasi/perusahaan, yang
dilakukan secara sistematis dan kritis oleh pihak yang independen dalam rangka
memberikan pendapat atas keawajaran laporan keuangan.

2. Menurut Mulyadi (2002)

Auditing adalah proses sistematis demi memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti


secara objektif atas kegiatan ekonomi suatu entitas dengan tujuan menetapkan
kesesuaian antara laporan dengan kriteria yang telah ditentukan serta penyampaian
hasil pemeriksaaan kepada pengguna yang bersangkutan.

3. Menurut Arens dan Lobbecke (2003)

Auditing sebagai proses pengumpulan, evaluasi bukti informasi yang dapat diukur
pada suatu entitas ekonomi. Untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Audit adalah


Pemeriksaan kembali dan mengevaluasi bukti-bukti transaksi secara kronologis dan
penyajian laporan keuangan suatu perusahaan.

1
2. Bagaimana Anda menilai relevansi auditing dan akuntansi?
Jawab:
Auditing dan akuntansi memiliki Relevansi yang erat yaitu Auditing melakukan
pemeriksan bukti-bukti transaksi atas laporan keuangan yang merupakan hasil dari
proses Akuntansi. Pada akhir auditing bertujuan untuk menilai tingkat kewajaran
penyajian pernyataan manajemen didalam laporan keuangan.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Aunditor dan jenis-jenis Auditor yang ada?
Jawab:
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan
audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.
Jenis-jenis Auditor yaitu:
a. Auditor Internal
seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas
laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.
b. Auditor Eksternal/Independen atau Akuntan Publik adalah melakukan fungsi
pengauditan atas Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan.
c. Auditor Pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas
keuangan pada instansi-instansi pemerintah.

4. Apa standar Akuntansi dan Auditing Internasional


Jawab:
1. Internasional Fiancial Reporting Standards (IFRS)
2. IAASB Auditing Standards
3. Internasional Standards on Auditing (ISA)

5. Apa standar Akuntansi dan Auditing Indonesia?


Jawab:
a. Standar Akuntansi Indonesia: SAK (Standar Akuntansi Keuangan), UU Pajak
Penghasilan dan Peraturan yang berlaku Umum.
b. Standar Auditing: SPAP ( Standar Profesional Akuntan Publik), Kode Etik,
SAK (Standar Akuntansi Keuangan), UU dan Peraturang yang berlaku.

2
6. Jelaskan masing-masing jenis Audit!
Jawab:
a. Audit Laporan keuangan
Audit Laporan keuangan mencakup perolehan dan pengevaluasian bukti-bukti
atas laporan keuangan entitas yang menjadi dasar untuk menyatakan pendapat
mengenai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai prinsip
akuntansi yang berlaku umum.
b. Audit Operasional
Audit Operasional merupakan prosess sistematis untuk mengevaluasi efisiensi
dan efektivitas kegiatan suatu organisasi dalam proses mencapai tujuan
organisasi tersebut.
c. Audit Kepatuhan
Audit Kepatuhan berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti-
bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi entitas sesuai
dengan ketentuan persyaratan atau peraturan tertentu.

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Asersi manajemen dan tujuan Audit?
Jawab:
Asersi adalah pernyataan manajemen yang terkandung dalam komponen laporan
keuangan. Prosedur audit dirancang untuk memperoleh bukti tentang asersi
manajemen diwujudkan dalam laporan keuangan.
Tujuan Audit:
Aset dan liabilitas entitas ada pada tanggal tertentu, dan transaksi
pendapatan dan biaya terjadi dalam periode tertentu.
Semua transaksi dan semua rekening seharusnya telah disajikan dalam
laporan keuangan.
Komponen aset, utang, pendapatan dan biaya telah disajikan dalam laporan
keuangan pada jumlah yang semestinya.

8. Jelaskan model proses Audit


Jawab:
Tahap I: Penerimaan Klien

3
Kantor Akuntan publik melakukan audit terhadap klien yang sudah ada dan klien
baru.
Tahap II: Perencanaan
Kantor akuntan publik harus merencanakan pekerjaan untuk memungkinkan
melakukan audit yang efektif
Tahap III: Pengujian dan Bukti
Audit harus dilakukan dan siap dilaporkan secara profesional oleh orang yang
memiliki pelatihan, pengalaman, dan kompetensi di bidang audit yang memadai.
Tahap IV: Evaluasi dan Pelaporan
Auditor harus meninjau dan menilai kesimpulan yang ditarik dari bukti audit
berdasarkan pendapat auditor atas informasi keuangan.

9. Struktur Organsiasi Akuntan Publik


Jawab:

4
Jawaban pertanyaan Bab II (halaman 32-33)
1. Faktor apakah yang mendorong timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik
di suatu negara? Jelaskan.
Jawab:
Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah
sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum
perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara
berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari
pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul
berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya
berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang.
Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan
penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

2. Jelaskan beda konsep auditing dengan pemeriksaan (examination).


Jawab:
Auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan
menilai bukti-bukti secara objektif, yang berkaitan dengan asersi-asersi
tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk
menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria
yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak
yang berkepentingan. Sedangkan,
Pemeriksaan (examination) adalah penyelidikan terhadap orang, benda ,
tata cara dan sebagainya dengan melakukan peninjauan, pengujian dan
tanya jawab dengan menggunakan norma dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.

3. Jelaskan beda konsep atastasi (atestation) dengan auditing.


Jawab:
Atestasi adalah adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan yang
diberikan oleh seorang yang independen dan kompeten yang menyatakan

5
apakah asersi (assertion) suatu entitas telah sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan.
Auditing adalah Auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk
memperoleh dan menilai bukti-bukti secara objektif, yang berkaitan dengan
asersi-asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi
untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan
kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada
pihak-pihak yang berkepentingan

4. Sebutkan Hirearki auditor pada penugasan audit dalam kantor akuntan publik dan
jelaskan pula perannya masing-masing dalam pelaksanaan audit.
Jawab:
1. Partners
Menduduki jabatan tertinggi dalam penugasan audit, bertanggung jawab atas
hubungan dengan klien, bertanggung jawab secara menyeluruh mengenai
auditing.
2. Manager
Manager bertindak sebagai pengawasa audit, bertugas untuk membantu audiotr
senior dalam merencanakan program audit dan waktu audit, mereview kertas
kerja, laporan audit dan management letter.
3. Auditor senior
Bertugas untuk melaksanakan audit, bertanggung jawab untuk mengusahakan
biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana, bertugas untuk
mengarahkan dan mereview pekerjaan auditor junior.
4. Auditor junior
Audito junior melaksanakan prosedur audit secara rinci dan membuat kertas
kerja untuk mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan.

5. Sebutkan nama badan yang berfungsi sebagai badan penyusun standar (standard
setiing body) bagi profesi akuntan publik Indonesia.
Jawab:

6
Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, Indonesian Institute of Accountants) adalah organisasi


profesi akuntan di Indonesia. Kantor sekretariatnya terletak di Graha Akuntan, Menteng,
Jakarta.

FASB

Sejak tahun 1973, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) telah menjadi organisasi
yang ditunjuk di sektor swasta untuk menetapkan standar akuntansi keuangan yang
mengatur penyusunan laporan keuangan oleh entitas nonpemerintah.

IFRS Foundation

Standard Pelaporan Keuangan Internasional , atau IFRS Foundation, adalah sebuah


organisasi nirlaba akuntansi. Tujuan utamanya mencakup pengembangan dan promosi dari
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (SAK) melalui pengawasan Dewan Standar
Akuntansi Internasional (IASB)

IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia)

Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia, tepatnya pada
tanggal 24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagai
organisasi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan berbadan hukum yang
diputuskan melalui Rapat Umum Anggota Luar Biasa IAI Kompartemen Akuntan
Publik.

IFAC ( International Federation of Accountants )

Federasi Akuntan Internasional (IFAC) adalah organisasi global bagi profesi akuntansi.
IFAC memiliki 167 anggota dan asosiasi di 127 negara dan yurisdiksi, yang mewakili
lebih dari 2,5 juta akuntan dipekerjakan dalam praktek umum, industri dan perdagangan,
pemerintah, dan akademisi. Organisasi, melalui Dewan penetapan standar yang
independen, menetapkan standar internasional tentang etika, audit dan jaminan, pendidikan
akuntansi, dan akuntansi sektor publik.

7
6. Komite Standar profesional akuntan publik telah menerbitkan buku standar
Profesional Akuntan Publik pada tahun 1994.
a. Standar apa saja yang termuat dalam buku tersebut.
b. Jelaskan peran masing-masing standar yang termuat dalam buku tersebut bagi
profesi akuntan publik.

Jawab:

a. Standar yang termuat dalam buku tersebut:


Standar Auditing
Standar Atestasi
Standar Jasa Akuntansi dan Review
Standar jasa konsultasi
b. Peran masing-masing standar yang termuat dalam buku tersebut bagi profesi
akuntan publik:
Standar Auditing memberikan panduan audit atas laporan keuangan Historis
Standar Atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan
publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa
audit atas laporan keuangan historis maupun tingkat keyakinan lebih rendah
dalam jasa non audit.
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan rerangka untuk fungsi non
atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.
Standar jasa konsultasi memberikan panduan bagi akuntan publik didalam
penyediaan jasa konsultasi bagi masyarakat.

7. Jelaskan hubungan antara standar atestasi dengan standar auditing?


Jawab:
Audit atas laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi berterima
umum merupakan satu diantara jasa atestasi (attest service) yang dapat disediakan
oleh kantor akuntan publik kepada masyarakat. Untuk menyediakan pedoman dan
kerangka yang lebih luas bagi akuntan publik dalam melaksanakan dan melaporkan
jasa atestasi, Dewan menerbitkan Pernyataan Standar Atestasi (PSAT).

8
8. Jelaskan Hirarki standar auditing.
Jawab:

9. Jika Auditor mengacu SA seksi 150, jelaskan pengacuan tersebut.


Jawab:

9
Standar Auditing beda dengan prosedur auditing. prosedur berkaitan dengan
tindakan yang harus dilaksanakan, standar berkenaan dengan kriteria atau ukuran
hidup kinerja tindakan dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui
penggunaan prosedur tersebut. dapat disimpulkan berlainan dengan prosedur
auditing, standar auditing mencakup mutu profesional (professional qualities)
auditor independen dan pertimbangan (judgment) yang digunakan dalam
pelaksanaan audit dan penyusunan laporan auditing.

10
Jawaban pertanyaan Bab III (halaman 44)
1. Jelaskan apa yang disebut laporan Auditor?
Jawab:
Laporan Audit adalah audit report yaitu laporan auditor yang menyatakan bahwa
pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan, disertai
dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan yang
diperiksa; jenis pendapat yang dikenal ialah wajar tanpa syarat (unqualified clean),
wajar dengan syarat (qualified), menolak dengan memberikan pendapat (adverse),
dan menolak tanpa memberikan pendapat sama sekali (disclaimer).

2. Jelaskan apa perubahan format laporan audit di Indonesia?


Jawab:
Bentuk laporan auditor standar yang diatur dalam Norma Pemeriksaan Akuntan:
Kami telah memeriksa Neraca PT ABC untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember
19xx serta perhitungan laba rugi untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 19xx.

Pemeriksaan telah kami laksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan, dan oleh
karenanya meliputi pemeriksaan lainnya yang kami pandang perlu sesuai dengan keadaan.

Menurut pendapat kami, Neraca dan perhitungan laba rugi terlampir telah menyajikan
secara wajar posisi keuangan PT ABC dan hasil usahanya untuk periode yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 19xx yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum yang diterapkan secara konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.

3. Jelaskan bagaimana proses pembuatan keputusan auditor, untuk penerbitan laporan


audit?
Jawab:
Para auditor menggunakan suatu proses yang tersusun baik dalam meutuskan
laporan audit apa yang tepat untuk diterbitkan pada serangkaian kondisi tertentu.
Pertama, auditor harus memberikan penilaian mengenai apakah terdapat kondisi
ynag menyebabkannya menerbitkan laporan audit diluar laporan audit bentuk baku.
Jika terdapat kondisi yang dimaksud, audito harus menilai tingkat materialitas dari
kondisi tersebut dan menentukan jenis laporan audit yang tepat, kemudian
memutuskan jenis laporan audit yang tepat bagi kondisi tertentu pada tingkat
meterialitas tertentu.
11
4. Jelaskan keterbatasan dari laporan auditor?
Jawab:
Keterbatasan laporan auditor yaitu:
Laporan audit diterbitkan setelah tanggal neraca. Oleh karena informasi
sifatnya dinamis, sehingga ada informasi-infornasi penting yang terjadi
antara tanggal neraca dengan tanggal laporan yang tidak di ungkapkan.
Dalam melaksanakan audit, auditor dibatasi dengan waktu dan biaya
Dalam melaksanakan pekerjaan, auditor menggunakan profesional
judgment. Misalnya untuk menetapkan batasan materiality
Laporan audit yang diterbitkan auditor formatnya sudah diatur didalam
Standar Profesional Akuntan Publik.

5. Laporan audit standar yang diterbitkan auditor, dibagi kedalam tiga paragraf.
Sebutkan dan jelaskan isi dari masing-masing paragraf.
Jawab:
1. Paragraf pengantar
Dalam paragraf pengantar ini ada beberapa hal yang harus dicermati:
Kami telah mengaudit
Pernyataan ini Menegaskan jenis jasa yang diberikan auditor kepada suatu
Perusahaan.
Neraca PT Misal per 31 Desember 00, dan perhitungan laba rugi.....
Pernyataan ini menjelaskan jasa audit diberikan kepada PT yang tercantum
tersebut dan yang di audit hanya tebatas pada laporan keuangan yang berakhi
31 Desember 00
Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan
Pernyataan ini menjelaskan tanggung jawab manajemen bukan auditor.
Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan
keuangan berdasarkan audit yang kami lakukan.
Pernyataan tersebut menjelaskan auditor hanya bertanggung jawab atas
pendapat yang diberikannya.

2. Paragraf ruang lingkup audit (scope)

12
Dalam paragraf ini menjelaskan standar auditing yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan auditor merencanakan dan
melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji materil.
3. Paragraf pernyataan pendapat
Dalam paragraf ini auditor memberikan sebuah pernyataan tentang:
Tingkat kewajaran penyajian laporan keuangan
Tingkat kewajaran posisi keungan yang digambarkan dalam neraca
Tingkar kewajaran hasil usaha
Tingkat kewajaran arus kas, diukur dengan prinsip-prinsip yang
berterima umum.

6. Berpakah jenis opinion yang anda ketahui, jelaskan secara singkat kapan opini
tersebut diberikan auditor.
Jawab:
Jenis-jenis pendapat (opinion) auditor:
1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa
laporan keuanganmenyajikan secara wajar dalam semua hal yang material
sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.
2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas
(UnqualifiedOpinion with Explanatory Language)
Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf penjelas (atau
bahasa penjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi
pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan keuangan auditan.
Paragraf penjelasdicantumkan setelah paragraf pendapat.
3. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee menyajikan
secara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal
yang dikecualikan.

13
4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan auditee
tidak menyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi berterimaumum.
5. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak melaksanakan
audit yangauditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini
juga diberikan apabilaia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya
dengan klien

7. Jelaskan perbedaan yang sangat prinsipil antara bentuk laporan auditor standar
yang ditetapkan dalam Norma Pemeriksaan Akuntan dengan yang ditetapkan
dalam standar Profesional Akuntan Publik. Tahun berapakah terjadi perubahan
tersebut?
Jawab:
1. Pada lembaran laporan auditor harus dibuat kalimat Laporan Auditor
Independen. Ketentuan ini tidak diatur didalam NPA.
2. Dalam NPA audit report standar terdiri dari 2 paragraf sedangkan dalam SPAP
laporan terdiri dari tiga paragraf.
3. Dalam NPA awal paragraf scope dimulai dengan kami telah memeriksa
sedangka dalam SPAP, dimulai dengan kami telah mengaudit.
4. Dalam NPA tidak diungkapkan batasan tanggung jawaban antara manajemen
dengan auditor, sedangkan dalam SPAP, diungkapkan secara tegas bahwa
Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen sedangkan auditor
bertanggung jawab pada pernyataan pendapat yang diberikannya.
5. Dalam NPA tidak dinyatakan secara tegas NPA yang ditetapkan oleh IAI,
sedangkan dalam SPAP dinyatakan bahwa:
a. Audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan IAI.
b. Pernyataan tentang keharusan untuk merencanakan dan melaksanakan
audit.
c. Audit yang meliputi pengujian atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

14
d. Penilaian atas prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi
signifikan yang dibuat manajemen serta penilaian terhadap penyajian
laporan keuangan secara komprehensif.
6. Dalam paragraf opini menurut NPA harus dinyatakan penerapan prinsip
akuntansi secara konsisten dengan tahun sebelumnya, sedangkan dalam NPA,
kata konsistensi tidak lagi perlu diungkapkan.

8. Jelaskan keterbatasan dari laporan yang diterbitkan akuntan publik atas audit yang
dilakukannya terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
perusahaan.
Jawab:
1. Biaya yang yang tidak memadai
Pembatasan biaya audit dapat menimbulkan tebatasnya pengujian atau
penarikan sampel dari catatan akuntansi atau data pendukung yang dilakukan
secara selektif.
2. Jumlah waktu yang yang tidak memadai
Hambatan waktu ini dapat memengaruhi jumlah bukti yang diperoleh tentang
peristiwa dan transaksi setelah tanggal neraca berdampak pada laporan
keuangan.
3. Prinsip akuntansi alternatif
Penggunaan prinsip alternatif mendorong pengguna laporan keuangan harus
mempunyai pengetahuan yang luas tentang pilihan akuntansi yang dipilihn oleh
perusahaan dan akibatnya terhadap laporan keuangan.
4. Estimasi Akuntansi
Suatu audit tidak dapat meramalkan ketepatan dan ketidakpastian pada laporan
keuangan.

15
Jawaban pertanyaan Bab IV (halaman 68)
1. Jelaskan apa yang disebut dengan bukti Audit?
Jawab:
Bukti Audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau
informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan
oleh Auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya.

2. Uraikan apa saja sifat bukti Audit?


Jawab:
Mengandung laporan keuangan terdiri dari data akuntansi dan informasi
penguat yang tersedia bagi auditor. Contoh bukti yang mengandung laporan
keuangan: Jurnal, buku besar, buku pembantu, buku pedoman akuntansi yang
berkaitan serta catatan seperti lembara kerja (work sheet). Contoh bukti audit
penguat baik tertulis maupun elektronik seperti cek, faktur, surat kontrak,
notulen rapat, konfirmasi dan representasi tertulis.

3. Apa yang disebut dengan keputusan bukti audit?


Jawab:
Keputusan audit adalah keputusan menentukan jenis dan jumlah bukti yang
tepat untuk dikumpulkan agar dapat memberikan keyakinan yang memadai
bahwa komponen dalam laporan keuangan serta dalam keseluruhan laporan
lainnya telah disajikan secara wajar.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kompetensi bukti Audit?


Jawab:
Bukti audit yang kompeten yaitu bukti audit yang sah dan relevan serta
keabsahan sangat tergantung atas keadaan yang berkaitan dengan pemerolehan
bukti tersebut.dapat diandalkan bukti audit tergantung pada pengecualian
penting yang ada.

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan prosedur bukti audit?


Jawab:
Tindakan yang dilakukan atau metode dan teknik yang digunakan oleh auditor
untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit.
16
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan persuavitas bukti audit?
Jawab:
persuavitas bukti audit adalah kompetensi dan kecukupan yang langsung
diambil dari standar pekerjaan lapangan ketiga.

7. Jenis-jenis bukti audit terdiri dari beberapa bagian, uraikan!


Jawab:
a. Bukti fisik yaitu terdiri dari segala sesuatu yang bisa dihitung,
diobservasi atau di inspeksi dan terutama berguna untuk mendukung
tujuan eksistensi atau keberadaan.
b. Bukti yang diperoleh melalui konfirmasi adalah bukti yang diperoleh
mengenai eksistensi, kepemilikan atau penialain, langsung dari pihak
ketiga diluar klien.
c. Bukti Dokumen yaitu terdiri dari catatan-catatan akuntansi dan seluruh
dokumen pendukung transaksi.
d. Bukti matematik adalah perhitungan kembali dan rekonsiliasi yang
dilakukan oleh auditor.
e. Bukti analitis yaitu bukti yang diperoleh melalui penelaahan analitis
terhadap informasi keuangan klien.
f. Bukti oral (hearsay) yaitu bukti dalam bentuk jawaban lisan dari klien
atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh auditor.

8. Apa saja komponen dari kecukupan bukti audit?


Jawab:
a. Materialitas
Auditor harus memberikan pendapat pendahuluan atas tingkat materialitas
laporan keuangan.
b. Resiko audit
Risiko audit dengan jumlah bukti audit yang diperlukan memiliki hubungan
yang terbalik. Rendahnya resiko audit berarti tingkat kepastian yang
diyakini auditor mengenai ketepatan pendapatnya.
c. Faktor-faktro ekonomi

17
Pelaksanaan audit menghadapi kendala waktu dan biaya serta sumber daya
ketika menghimpun bukti audit.
d. Ukuran dan karakteristik populasi
Ukuran dan karakteristik populasi dan jumlah sampling bukti audit
memiliki hubungan yang searah. Semakin besar populasi maka semakin
besar pula jumlah sampel bukti audit yang harus diambiln dari populasi.

9. Jelaskan apa saja bagian dari dokumentasi audit?


Jawab:
Bagian dari dokumentasi audit:
a. Dasar bagi perencanaan audit
b. Catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian
c. Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat
d. Dasar bagi review oleh supervisor dan partner.

18