Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM ELKTRONIKA ANALOG

Penguat Amplifier Dengan OpAmp

Nama : Amir Mahmud


NRP : 0415030033
Kelas : D3 PE 2A

PROGRAM STUDI D3 KELISTRIKAN KAPAL

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2016
PERCOBAAN 2
Penguat Amplifier Dengan OpAmp (Analog)

A.Tujuan
Mahasiswa memahami dan mempraktekkan prinsip penguat amplifier dengan
komponen OpAmp
Dapat menggambar skematik dari rangkaian penguat amplifier.
Dapat menggambar PCB dari rangkaian penguat amplifier dengan benar.

B. Waktu Pelaksanaan Praktikum :


Minggu ke 4 penggambaran skematik, perancangan pcb, etching pcb dan
pengeboran.
Minggu ke 5 pemasangan komponen, uji coba, pengukuran, pembuatan laporan.
Minggu ke 6 penilaian peralatan yang dibuat dan pengumpulan laporan resmi.

C. Dasar Teori :
Penguat amplifier dari sebuah OpAmp pada dasarnya terdiri dari :
Penguat Inverting
Penguat Non Inverting
Penguat Buffer (=penyangga)

Penguat Inverting

Ugenerator t

Uoutput t

U generator
Uoutput

Rangkaian Inverting Amplifier Gambar bentuk sinyal input


dan output

Dari bentuk gambar bentuk sinyal input dan output diatas terlihat bahwa sinyal
output berbalik arah dengan sinyal input maka penguatannya AV bertanda
negatif.
Penguat Non Inverting

U generator t

t
U output

U output

U generator

Rangkaian Non Inverting Amplifier Gambar bentuk sinyal input


dan output

Dari bentuk gambar bentuk sinyal input dan output diatas terlihat bahwa sinyal
output searah dengan sinyal input maka penguatannya AV bertanda positif.

Penguat Buffer (=penyangga)

Rangkaian Buffer (penyangga) Gambar bentuk sinyal input


dan output

Dari bentuk gambar bentuk sinyal input dan output diatas terlihat bahwa sinyal
output searah dengan sinyal input maka penguatannya V A sama dengan 1.
D. Rangkaian percobaan
Rangkaian Inveting Amp Rangkaian Non Inveting Amp

Rangkaian Buffer

Gambar rangkaian percobaan

a) Buat skema rangkaian percobaan seperti diatas dengan Protel atau Eagle atau
sejenisnya
yang anda bisa. (perhatikan semua sambungan dan komponen terminal)
b) Buat rancangan PCB nya dengan software yang anda bisa. Perhatikan
komponen terminal
harus ditempatkan dipinggir.

Contoh rancangan PCB :

G.Peralatan dan komponen yang diperlukan


Peralatan yang dibutuhkan
1. Power supply simetris
2. Function Generator
3. Oscilloscope
4. Probe yang diperlukan
Komponen yang diperlukan
1. IC LM324 1 keping
2. Resistor 7 buah
3. Terminal 3 pin 1 buah
4. Terminal 2 pin 3 buah

F. Prosedur pengukuran
1. Pasanglah semua kabel penghubung pada modul yang telah anda buat.
2. Hidupkan power supply, oscilloscope dan function generator.
3. Atur function generator pada frekuensi 1kHz dengan amplitudo sebesar
100mVpp.
4. Atur power supply sebesar 12Vdc.
5. Ikuti petunjuk tabel pengukuran dibawah ini.

Tabel Pengukuran untuk Inverting amplifier Tabel Pengukuran untuk Non


Inverting amplifier

Tabel Pengukuran Untuk Rangkaian Buffer

Gambar sinyal kondisi saturasi

Nama praktikan : .
NRP : .
Acc Dosen, 2015

(...)
6. Catatlah tegangan output pada saat saturasi.
7. Hitunglah penguatan dari masing-masing tabel diatas ?
8. Buat kesimpulan anda pada masing-masing rangkaian berapa penguatannya
bandingkan
dengan teori penguatan dan berapa besar tegangan saturasinya.

G.Pembahasan
1. IC LM324
IC LM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-amp
yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyai tegangan kerja antara +5
V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc. Adapun definisi dari
masing-masing pin IC LM324 adalah sebagai berikut :

a. Pin 1,7,8,14 (Output) Merupakan sinyal output.


b. Pin 2,6,9,13 (Inverting Input) Semua sinyal input yang berada di pin ini
akan mempunyai output yang berkebalikan dari input.
c. Pin 3,5,10,12 (Non-inverting input) Semua sinyal input yang berada di pin
ini akan mempunyai output yang sama dengan input (tidak berkebalikan).
d. Pin 4 (+Vcc) Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara +5 Volt sampai
+15 Volt.
e. Pin 11 (-Vcc) Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara -5 Volt sampai
-15 Volt.
b.
2. Inverting
Inverting amplifier ini, input dengan outputnya berlawanan polaritas. Jadi
ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting
amplifier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1, misalnya -0.2 , -0.5 , -
0.7 , dst dan selalu negatif.
Rumus nya :
3. Non-Inverting
Rangkaian non inverting ini hampir sama dengan rangkaian inverting
hanya perbedaannya adalah terletak pada tegangan inputnya dari
masukan noninverting.
Rumusnya seperti berikut :

sehingga persamaan menjadi

Hasil tegangan output noninverting ini akan lebih dari satu dan selalu
positif. Rangkaian nya adalah seperti pada gambar berikut ini :

4. Buffer
Rangkaian buffer adalah rangkaian yang inputnya sama dengan hasil
outputnya. Dalam hal ini seperti rangkaian common colektor yaitu
berpenguatan = 1. Rangkaiannya seperti pada gambar berikut ini :
Nilai R yang terpasang gunanya untuk membatasi arus yang di keluarkan.
Besar nilainya tergantung dari indikasi dari komponennya, biasanya tidak
dipasang alias arus dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan op-
ampnya.

Gambar rangkaian amplifier di proteus

Gambar print lay out rangkaian amplifier di ARES


Gambar rangkaian amplifier pada ARES proteus

Gambar rangkaian pushbutton 3D visualitation pada ARES proteus


Gambar hasil percobaan
1.a Gambar grafik penguatan inverting dengan input 100mV

1.b Gambar grafik penguatan inverting dengan input 200mV


1.c Gambar grafik penguatan inverting dengan input 300mV

1.d Gambar grafik penguatan inverting dengan input 400mV


1.e Gambar grafik penguatan inverting dengan input 500mV

1.f Gambar grafik penguatan inverting dengan input sembarang sampai


output menunjukkan saturasi
2.a Gambar grafik penguatan non inverting dengan input 100mV (0.1 V)

2.b Gambar grafik penguatan non inverting dengan input 200mV (0.2 V)
2.c Gambar grafik penguatan non inverting dengan input 300mV (0.3 V)

2.d Gambar grafik penguatan non inverting dengan input 400mV (0.4 V)
2.e Gambar grafik penguatan non inverting dengan input 500mV (0.5 V)

2.f Gambar grafik penguatan non inverting dengan input sembarang


sampai output mencapai kondisi saturasi.
3.a Gambar grafik rangkaian buffer dengan input 100mV (0.1 V)

3.b Gambar grafik rangkaian buffer dengan input 200mV (0.2 V)


3.c Gambar grafik rangkaian buffer dengan input 300mV (0.3 V)

3.d Gambar grafik rangkaian buffer dengan input 400mV (0.4 V)


3.e Gambar grafik rangkaian buffer dengan input 500mV (0.5 V)

H. Kesimpulan
1. amplifier adalah rangkaian di dalam elektonik yang dipergunakan untuk
memperkuat tenaga atau daya dari elektronik itu sendiri.

2. penguatan amplifier dibagi menjadi 2,yaitu:


a. penguatan inverting
b. penguatan non inverting