Anda di halaman 1dari 8

IKTISAR PUSTAKA

USPNCPTJUPQFOJB!QBEB!EFNBN!CFSEBSBI!EFOHVF!

J!Xbzbo!Qvuv!Tvujsub.Zbtb2-!Hfef!Bhvt!Flb!Ujsub!Qvusb3-!Bob!Sbinbxbuj4
1. SMF/Bagian Patologi Klinik Fak. Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar, dan Dosen Program
Studi S3/doktor Ilmu Kedokteran Pascasarjana Universitas Udayana.
2. Puskesmas Karangasem 2.
3. Rumah Sakit Surya Usada Denpasar.

BCTUSBL

Insiden dan distribusi geografis dari virus dengue meningkat kasusnya pada dekade terakhir. Infeksi dengue merupakan
penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini penting diperhitungkan karena dapat menimbulkan angka
kesakitan dan kematian yang tinggi pada manusia. Infeksi virus dengue berpotensi menjadi demam berdarah dengue bahkan
jika tidak ditangani dengan benar akan menjadi efohvf!tipdl!tzoespnf (DSS) dengan karakteristik trombositopenia dan
meningkatnya permeabilitas kapiler. Trombositopenia dapat mengakibatkan perdarahan pada pasien demam berdarah
dengue (DBD), tetapi tidak selalu dijumpai gejala perdarahan. Patogenesis trombositopenia ini belum jelas dan masih
diperdebatkan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya trombositopenia pada penderita DBD/DSS. [MEDICINA.
2012;43:114-21].

Kata kunci;!efnbn!cfsebsbi!efohvf-!uspncptjupqfojb

UISPNCPDZUPQFOJB!JO!EFOHVF!IBFNPSSIBHJD!GFWFS
J!Xbzbo!Qvuv!Tvujsub.Zbtb2-!Hfef!Bhvt!Flb!Ujsub!Qvusb3-!Bob!Sbinbxbuj4
1.Departement of Clinical Pathology Medical School, Udayana University/ Sanglah Hospital Denpasar, and Post
Graduate Program Udayana University
2. Primary Health Care Karangasem 2
3. Surya Usada Hospital Denpasar

BCTUSBDU

The incidence and geographical distribution of dengue has gradually increased during the past decade. Today, dengue is
considered one of the most important arthropod-borne viral diseasases in humans in term of morbidity and mortality.
Dengue infection a potential life-threatening dengue hemorrhagic fever (DHF) / dengue shock syndrome(DSS),
characterized by thrombocytopenia and increased vascular permiability. Thrombocytopenia causes bleeding, but in DHF
patients with thrombocytopenia do not always develop bleeding manifestation. The pathogenesis of thrombocytopenia
are not cleared. Multiple factors may be involved in the machanisms leading to thrombocytopenia in DHF/DSS patients.
[MEDICINA. 2012;43:114-21].

Keywords;!efohvf!ifnpssibhjd!gfwfst-!efohvf!tipdl!tzoespnf-!uispncpdzupqfojb

PENDAHULUAN jumlah kasus berkisar 40.880 orang Yasa3 di Rumah Sakit Sanglah
dengan rerata kematian 702 orang Denpasar, mendapatkan bahwa
Demam berdarah dengue setiap tahunnya. Tahun yang sama terjadi penurunan jumlah trombosit
(DBD) masih merupakan masalah setiap 100.000 penduduk, 2021 pada hari ke-4 sampai hari ke-6
kesehatan di Dunia dan juga di orang diantaranya menderita DBD perjalanan penyakit.
Indonesia. Di Dunia, diperkirakan dan setiap 100 penderita, rerata Beranjak dari hal tersebut,
500.000 kasus di rawat di rumah sakit, meninggal 12 orang.2 penting diketahui dan dipahami
dan sedikitnya 2,5% meninggal.1 Kejadian luar biasa ( KLB patogenesis DBD khususnya proses
Di Indonesia, kasus )/ wabah masih sering terjadi di terjadinya trombositopenia, karena
pertama ditemukan di Surabaya berbagai daerah di Indonesia. Pada trombositopenia sering dihubungkan
dan Jakarta tahun 1968, kemudian tahun 2004 berdasarkan pemantauan dengan derajat keparahan DBD.4
dari tahun ke tahun jumlah kasus dan laporan dari 30 provinsi, jumlah Trombositopenia merupakan
cenderung meningkat dan daerah penderita dari Januari sampai April salah satu kriteria laboratorium
penyebarannya bertambah luas. 2004 sebanyak 58.861 kasus, 699 untuk menegakkan diagnosis DBD
Tahun 1994 DBD telah tersebar diantaranya meninggal ( dsvef! yang ditetapkan oleh WHO. Hasil
ke seluruh provinsi di Indonesia. gbubmjuf!sbuf/CFR = 1,14%).2 penelitian Shah fu!bm5 di Bangladesh,
Dalam 5 tahun terakhir (19972001) Penelitian Subawa dan Sutirta menunjukkan dari 100 penderita

X X Y Z [ \ ] ^ _ ` a ` b a _ c d e f g d h e ] _ ^
|

z { | } ~ |  z | } } ~ { {

anak-anak yang positif infeksi infeksi kedua dengan virus dengue Pada Hbncbs!2, menjelaskan
dengue pada penderita DBD dan tipe lain.7,8 Bila seseorang mendapat teori ADE, di sini terlihat bahwa
DSS, 52 (61,7%) menunjukkan infeksi kedua oleh VD yang sama pembentukan antibodi non
trombositopenia. Adanya dengan infeksi yang pertama, maka netralisasi akan mempermudah sel
trombositopenia dan rendahnya akan terjadi eliminasi virus, oleh terinfeksi oleh virus dan memiliki
jumlah trombosit pada hari ketiga karena antibodi yang terbentuk sifat memacu replikasi virus. Pada
atau keempat pada saat sakit akan saat pertama kali terinfeksi adalah infeksi kedua yang dipicu oleh VD
membantu diagnosis DBD dan spesifik, sehingga pada infeksi dengan serotipe berbeda, maka
berkorelasi positif dengan keparahankedua mampu menetralkan VD VD akan berperan sebagai super
penderita DBD.3 tipe yang sama (teori pembentukan antigen setelah difagositosis oleh
antibodi spesifik terhadap antigen monosit/ makrofag. Antigen ini
EFNBN! CFSEBSBI! yang merangsangnya).9 Teori ini membawa muatan polipeptida
EFOHVF!)ECE* masih diperdebatkan. Wjsvt!efohvf spesifik yang berasal dari mbkps!
dengan tipe yang sama tetapi bila ijtupdpnqbujcjmjuz! dpnqmfy II
Demam dengue (DD) dan telah mengalami mutasi genetik pada (MHC dmbtt II), yang kemudian akan
DBD adalah penyakit infeksi yang subtipenya (ini bisa terjadi pada VD berikatan dengan limfosit T CD4+
disebabkan oleh Virus dengue!! dari daerah yang berbeda), maka dengan perantaraan U! dfmm! sfdfqups
dan ditularkan melalui gigitan yang menjadi pertanyaan adalah (TCR). Limfosit T CD4+ akan
nyamuk Bfeft!bfhzquj atau nyamuk seberapa besar efektivitas reaksi mengeluarkan substansi Th1 yaitu
Bfeft! bmcpqjduvt, ! Wjsvt efohvf netralisasi (Ag-Ab) pada infeksi IFN-, IL-2, dan cpmpoz!tujnvmbujoh!
(VD) termasuk genus Gmbwjwjsvt, sekunder tersebut? gbdups! (CSF). Peningkatan kadar
keluarga Gmbwjwjsjebf. Gmbwjwjsvt Reaksi Ag-Ab antara infeksi IFN- akan merangsang makrofag
merupakan virus berdiameter 30 sekunder dan ADE pada prinsipnya untuk melepaskan sitokin yang
nm terdiri dari asam ribonukleat adalah sama, hanya berbeda dari bersifat vasoaktif atau prokoagulasi,
rantai tunggal dengan berat molekul sisi sudut pandang. Teori infeksi seperti IL-1, IL-6, TNF-, pmbufmfu!
4106.4 Terdapat 4 serotipe virus sekunder memandang dari infeksi bdujwbujoh! gbdups! (PAF), dan ojusjd!
yaitu: EFO.2-! EFO.3-! EFO.4- VD dengan serotipe yang berbeda, pyjef (NO). Bahan-bahan mediator
dan EFO.5! yang semuanya dapat sedangkan ADE memandang dari tersebut akan mempengaruhi sel
menyebabkan baik DD maupun akibat reaksi Ag-Ab yang dapat endotel dinding pembuluh darah
DBD.5 Disebut DBD bila ditemukan memperburuk patogenesis DBD.10 dan sistem hemostasis yang akan
petanda perembesan plasma dengan Teori ADE merupakan peranan menyebabkan kebocoran plasma
parameter laboratorium terjadi sentral dari patogenesis DBD, dan perdarahan.11
peningkatan hematokrit sebanyak karena teori ini dapat dihubungkan Virulensi virus adalah
20%. Keempat serotipe tersebut dengan berbagai mekanisme lanjutan kemampuan dari virus untuk
sudah ditemukan di Indonesia, seperti trombositopenia, gangguan menimbulkan penyakit. Kemampuan
terbanyak EFO.4.4,6 koagulasi dan kebocoran plasma.10 ini dihubungkan dengan serotipe dari

Qbuphfoftjt!ECE
Patogenesis DBD belum
diketahui dengan jelas, dan masih
diperdebatkan. Berbagai teori/
hipotesis dikemukakan seperti:
1) infeksi sekunder (tfdpoebsz!
ifufspmphpvt! ufpsz*; 2) aoujcpez!
efqfoefou! foibodfnfou (ADE);
3) virulensi virus; dan 4) mediator
inflamasi.
Hipotesis infeksi sekunder
menerangkan bahwa manifestasi
klinis yang muncul berhubungan
dengan apabila seseorang setelah
terinfeksi virus dengue untuk
Hbncbs!2. Patogenesis infeksi virus dengue. 11
pertama kali kemudian mendapat

i j k l m n o n p o m q r s t u r v s k m l w x x y
MEDICINA

VD. Peneliti menemukan terdapat IFN, C3a, C5a dan aktivasi faktor dan menolong pembentukan plak
perbedaan serotipe DV untuk koagulasi) menyebabkan puncak hemostatik atau trombus.4 Terdapat
masing-masing daerah. Di Hawaii reaksi berupa trombositopenia, tiga langkah yang terlibat: 1) adesi
tipe EFO-1 yang mendominasi,12 kerusakan endotel, meningkatkan kolagen yang terpapar di pembuluh
di Filipina DEN-1 dan DEN-2,13 permiabilitas kapiler, ejtfnjobufe! darah, 2) pengeluaran granul beserta
di Indonesia EFO.4.6 Wjsbm! mpbe jousbwbtdvmbs! dpbhvmbujpo! (DIC) isinya, dan 3) agregasi.14
(titer) dari virus yang ada dalam dan DSS.10 Pada waktu trombosit
tubuh pasien DBD mempunyai bersinggungan dengan permukaan
hubungan positif terhadap derajat TROMBOSIT pembuluh darah di dinding
beratnya penyakit. Titer virus pada pembuluh darah yang rusak,
DSS 10-100 kali lebih tinggi dari Trombosit (qmbufmfu) adalah terutama dengan serabut kolagen,
penderita DD.10 elemen terkecil darah. Sel ini tidak sifat trombosit segera berubah
Mediator inflamasi berinti, berbentuk bulat atau oval, drastis. Trombosit berlekatan
merupakan reaksi penghubung gepeng, memberikan struktur dengan kolagen melalui reseptor
antara ADE dengan komplikasi mirip piringan dengan diameter spesifik di permukaan trombosit,
DBD. Pada reaksi ini, yang terlibat 1 4 mikrometer dan volume termasuk kompleks glikoprotein
adalah sel limfosit T (T-helper/CD4, 7 8 fl. Trombosit dapat dibagi GPIa-IIa (2-1 integrin), dalam suatu
T sitotoksik/CD8), sel B, monosit/ menjadi 3 daerah (zona) yaitu zona reaksi yang melibatkan faktor wpo!
makrofag, sel endotel, sitokin, serta daerah tepi yang berperan dalam Xjmmfcsboe/ Faktor ini adalah suatu
aktivasi komplemen. Perkembangan adesi dan agregasi, zona sol gel glikoprotein, yang disekresikan
virus pada pasien mengaktivasi sel yang menunjang struktur dan oleh sel endotel ke dalam plasma,
T. Sel Th1 mensekresi berbagai mekanisme interaksi trombosit dan yang akan menstabilkan faktor VIII
mediator seperti: IFN, IL-2, dan zona organel yang berperan dalam dan berikatan dengan kolagen dan
TNF-. Sel Th2 akan mensekresi pengeluaran isi trombosit. Aktivitas subendotel. Trombosit berikatan
IL-4,IL-5,IL-6 dan IL-10. Virus trombosit penting pada proses awal dengan faktor wpo!Xjmmfcsboe!melalui
dengue yang berkembang dalam pembekuan darah (hemostasis) yang suatu kompleks glikoprotein (GPIb-
tubuh manusia akan merangsang akan berakhir dengan pembentukan V-IX) di permukaan trombosit.
komunikasi antar sel. Sel boujhfo! sumbat trombosit )qmbufmfu! qmvh*. Perlekatan trombosit dengan
qsftfoujoh! dfmm (APC) sebagai sel Trombosit akan mengalami proses kolagen mengubah bentuk trombosit
penyaji peptida virus melalui MHC, adesi, aktivasi dan agregasi. Masa dan persebarannya di subendotel.
sel T melalui ligan dan mediatornya hidup trombosit sekitar 7,5 hari. Trombosit mengeluarkan isi granul-
akan mengaktivasi sel B, sehingga Normalnya, dua pertiga total granulnya, sekresi juga distimulasi
sel B memproduksi imunoglobulin/ trombosit berada di sirkulasi oleh trombin. Trombin, yang
antibodi. Makrofag yang teraktivasi darah, sementara sepertiga lainnya terbentuk dari kaskade koagulasi,
akan mensekresi TNF-, L1,IL-6 berada di organ limpa/14 Pada orang merupakan aktivator paling kuat
dan histamin (mediator inflamasi). dewasa, trombosit berasal dari untuk trombosit dan memicu
Akibat rangsangan dari ikatan virus- sumsum tulang merah dibentuk dari aktivasi trombosit dengan cara
antibodi komplek dan tersekresi fragmentasi sitoplasma megakariosit berinteraksi dengan reseptornya
berbagai mediator yang berlebihan, matang. Produksi trombosit diatur di membran plasma. Mekanisme
maka komplemen teraktivasi secara oleh hormon trombopoitin yang aktivasi ini adalah melalui sinyal
berjenjang (dbtdbef) membentuk C3a diproduksi oleh hepar dan ginjal.14 transmembran. Interaksi trombin
dan C5a (komplemen anafilatoksin). dengan reseptornya merangsang
Ikatan virus-antibodi komplek, IFNPTUBTJT! PMFI! aktivitas gptgpmjqbtf-C. Enzim ini
sitokin, komplemen C3a dan C5a, USPNCPTJU menghidrolisis membran gptgpmjqje!
dapat memicu aktivasi faktor gptgbujejmjoptjupm!5-6.cjgptgbu!(PIP2).
koagulasi (qmbufmfu!bdujwbujoh!gbdups/ Trombosit normalnya Diasilgliserol merangsang protein
PAF), sistim fibrinolisis, sampai bersirkulasi dalam bentuk cakram kinase C, yang memfosforilasi
akhirnya terjadi gangguan agregasi yang tidak aktif. Trombosit protein qmfdltusjo (47 kDa). Hal
trombosit, dan meningkatkan reaksi melakukan perbaikan terhadap ini mengakibatkan agregasi dan
inflamasi penderita DBD. Akibat pembuluh yang rusak didasarkan pelepasan isi granul. Protein ADP
dari respon imun yang menyimpang pada beberapa fungsi trombosit yang dikeluarkan tersebut juga
dan efek sinergi dari mediator di itu sendiri. Selama hemostasis atau merangsang trombosit beragregasi.
atas (berbagai sitokin, TNF-, trombosis, trombosit teraktivasi Protein inositoltriphosphate (IP3)

menyebabkan pengeluaran Ca2+, demam dan perubahan patologis reaksi silang dengan Antibodi
menyebabkan pembebasan asam sistem megakariosit, eritroblast anti-NS1 menjelaskan mekanisme
arakidonat dari fosfo lipid trombosit, dan prekursor mieloid. Penemuan terjadinya trombositopenia pada
mengakibatkan terbentuknya ini selanjutnya dijelaskan dengan fase akut infeksi virus dengue.17,21
tromboksan A2, yang akan adanya infeksi virus langsung pada Antibodi anti-NS1 yang paling
mengaktivasi fosfolipase C, yang sel hematopoietik progenitor dan banyak berperan dalam reaksi silang
pada akhirnya mencetuskan agregasi sel stromal.4,16,18,19 Hal ini sesuai dengan platelet adalah IgM.22 Hal ini
trombosit. Semua agen agregasi dengan keadaan klinis pasien DBD sesuai dengan penelitian Hung NT,
(trombin, kolagen, ADP, dsb.) di mana jumlah trombosit mulai dkk.24 yang melakukan studi serologi
memodifikasi permukaan trombosit menurun pada hari ke 3 demam, terhadap 10 bayi dengan infeksi
sehingga fibrinogen dapat berikatan dan mengalami trombositopenia DEN-3 dan 4 bayi dengan DEN-4
dengan kompleks glikoprotein, pada hari ke 4-5 demam.20 yang semuanya memiliki anti-platelet
GPIIb-IIIa (integrin), di permukaan IgM. Selanjutnya, serologi dari 3
trombosit yang teraktivasi. Beberapa 2. Meningkatnya destruksi anak dengan infeksi DEN-2 dan 14
agen, termasuk epinefrin, serotonin, trombosit anak dengan infeksi DEN-4 juga
dan vasopresin, memberikan efek Konsisten dengan penelitian menunjukkan memiliki anti-platelet
sinergis dengan agen agregasi pada manusia, antibodi yang IgM. Penelitian ini menunjukkan
lainnya.14,15 diproduksi sewaktu infeksi virus penemuan anti-platelet IgM antibodi
Dengan demikian, pada dengue menunjukkan adanya pada antibodi akibat rangsangan
setiap lokasi pembuluh darah yang reaksi silang dengan beberapa tfmg. VD.24 Mekanisme lainnya terjadi
luka, dinding pembuluh darah yang boujhfos (antigen pasien). Reaksi destruksi platelet melalui ikatan
rusak menghasilkan suatu siklus silang antara antibodi virus dengue, langsung DV dengan platelet dan
aktivasi trombosit yang jumlahnya terutama anti-NS1 dengan sel dari antibodi virus spesifik, selanjutnya
terus meningkat yang menyebabkan endotel dan platelet dapat dijadikan akan dihancurkan oleh sel fagosit
menarik lebih banyak lagi trombosit dasar dari hipotesis terjadinya pada sistim retikulo endotelial-
tambahan, sehingga membentuk trombositopenia. Antibodi anti- terutama pada limpa melalui
sumbat trombosit. Kemudian, NS1 yang bereaksi silang dengan jnnvof.nfejbufe!dmfbsbodf.17,25,26
benang-benang fibrin terbentuk sel endotel dapat merangsang sel Honda dkk,27 mendapatkan
dan melekat erat pada trombosit, ini untuk menghasilkan NO dan bahwa penelitian invitro yang diambil
sehingga terbentuklah sumbat yang apoptosis. Ojusjd! pyjef berfungsi dari darah penderita infeksi sekunder
kuat, sebuah usaha menghentikan untuk menghambat replikasi virus demam dengue fase akut, di rumah
perdarahan.3, 14 dengue, akan tetapi jika diproduksi sakit San Lazaro, terjadi peningkatan
dalam jumlah berlebihan akan sel makrofag yang signifikan bila
PATOFISIOLOGI menyebabkan kerusakan sel.21 dibandingkan dengan orang normal
TROMBOSITOPENIA PADA Antibodi anti-NS-1 juga (P<0,05). Mekanisme ini dimulai
DBD menunjukkan adanya reaksi silang dari terbentuknya auto-antibodi
dengan platelet dan menyebabkan dari golongan IgG terhadap platelet
Patofisiologi trombositopenia trombositopenia.16 Hal tersebut yang disebut qmbufmfu! bttpdjbufe!
pada pasien DBD masih merupakan terjadi pada fase akut pasien DBD, IgG (PAIgG). Platelet diselubungi
bahan perdebatan, diantaranya diduga platelet mengekspresikan oleh PAIgG, kemudian bagian Fc
adalah: 1) penurunan produksi,4,16 molekul permukaan spesifik yang dari IgG (pada PAIgG) tersebut
2) meningkatnya destruksi,16 dan dikenali oleh autoantibodi seperti akan mudah diikat oleh sel fagosit
3) pemakaian jumlah trombosit anti-NS-1 tersebut,22 khususnya (mekanisme opsonisasi). Pada uji
berlebih.17 regio C terminal dari NS1.23 invitro didapatkan peningkatan sel
Pengaruh dari reaksi silang antara makrofag yang memfagosit ikatan
1. Penurunan produksi antibodi dengan platelet adalah platelet-PAIgG pada penderita DV
trombosit, akibat supresi terjadi lisis dari platelet dan inhibisi dibandingkan orang normal.27
sumsum tulang agregasi platelet. Platelet yang Pada Hbncbs! 3, terlihat
Penelitian sumsum tulang bereaksi silang dengan antibodi anti- bahwa infeksi virus dengue dapat
pada pasien DBD sewaktu NS1 akan mengaktivasi komplemen menyebabkan penyimpangan
demam akut menunjukkan terjadi yang akhirnya akan mengakibatkan respon imun yang mengakibatkan
depresi sumsum tulang yaitu bertambah banyaknya lisis dari ratio CD4/CD8 terbalik. Pada
tahap hiposeluler pada hari ke 3,4 platelet. Induksi platelet lisis melalui respon imun ini, monosit/makrofag


MEDICINA        

pasien DBD daripada pasien DD.17


Jika keadaan ini terus berlangsung
maka akan terjadi DIC pada
pasien DBD. Pada keadaan DIC
menggambarkan keadaan kecepatan
konsumsi faktor koagulan atau
trombosit melebihi kemampuan
tubuh untuk mensintesis faktor
tersebut.4,17

POLA TROMBOSITOPENIA
PADA INFEKSI DENGUE

Pada pengamatan mengenai


penurunan jumlah trombosit,
didapatkan bahwa jumlah trombosit
pada pasien mulai menurun pada
awal fase demam. Pada awal fase
Hbncbs!3/ Autoantibodi yang berhubungan dengan DBD.10 demam jumlah trombosit menurun
masih dalam batas normal. Jumlah
trombosit terus menurun hingga
mengalami trombositopenia mulai
dan atipikal limfosit tidak mampu dan PAI-1 mengalami perubahan. hari ke 4 demam dan mencapai titik
mengeliminasi virus. Penyimpangan Bdujwbufe! qbsujbm! uispncpqmbtujo! terendah pada hari ke 6 demam.
respon imun ini diperparah oleh ujnf memanjang sementara itu Jumlah trombosit kemudian akan
produksi sitokin yang berlebihan, tPA juga meningkat. Hal tersebut mulai meningkat pada hari ke 7 dan
dan adanya autoantibodi terhadap menyebabkan aktivasi koagulasi mencapai normal kembali mulai hari
platelet dan endotel. Sitokin IFN- dan fibrinolisis terjadi bersamaan. ke 9 atau 10.21
mengaktivasi makrofag untuk Aktivasi koagulasi dan fibrinolisis Berdasarkan pada Hbncbs!4
memfagosit antibodi-platelet dan bersamaan ini jauh lebih parah pada di atas, maka dalam hal mendiagnosis
antibodi-endotel komplek sehingga
terjadi kerusakan trombosit dan sel
endotil.

3. Pemakaian jumlah
trombosit berlebih.
Seperti yang telah diketahui
sebelumnya, pada pasien DBD
terjadi kerusakan vaskular yang
akan menimbulkan kebocoran
plasma. Fungsi hemostasis platelet
diperlukan untuk memperbaiki
keadaan ini. Peningkatan pemakaian
platelet ini akan memperburuk
keadaan trombositopenia pada
pasien DBD.
Selain karena peningkatan
pemakaian trombosit, pada fase
akut infeksi virus dengue sekunder,
parameter koagulasi seperti jumlah
platelet dan bdujwbufe! qbsujbm!
uispncpqmbtujo! ujnf! (aPTT) atau
parameter fibrinolisis dari tPA Hbncbs!4. Perjalanan kadar trombosit pada DBD.28

  

 
 
 

|
* * + * + * + * * , +
! " # $ " % & " ' ( ) & ' ( # # $ ( ! ! ( ) - . ( / 0 1 2 1 3 4 5 6 5 7 5 8 9 6 1 : ; 1 < 1 = > ? @ ? A B 5 < C D 1 E F 9 6 1 4 5 6 9 1 = A 3 1 G 1 H I 1 J 1 8

penyakit DBD, hendaknya UJI LABORATORIUM PADA RINGKASAN


pemeriksaan laboratorium jumlah GANGGUAN KOAGULASI
trombosit dilakukan mulai hari ke Demam Berdarah Dengue
3-4 demam. Nilai jumlah trombosit Trombositopenia adalah (DBD) masih merupakan masalah
yang masih dalam batas normal salah satu penyebab terjadinya kesehatan di Indonesia. Jumlah
sebelum hari ke 3 demam tidak dapat perdarahan pada DBD. Akan tetapi kasus DBD dari tahun ke tahun
digunakan untuk menyingkirkan pada pasien DBD yang mengalami cenderung meningkat dan daerah
kemungkinan penyakit DBD.21,28 trombositopenia tidak selalu disertai penyebarannya bertambah luas.
Trombositopenia merupakan dengan perdarahan.21 Pernyataan ini Demam dengue dan DBD adalah
salah satu penyebab perdarahan pada didukung oleh penelitian Diana,29 penyakit infeksi yang disebabkan
DBD. Demikian pula kelainan sistem yang menyatakan bahwa pasien oleh VD! dan ditularkan melalui
koagulasi juga mempunyai peranan yang mengalami trombositopenia gigitan nyamuk Bfeft! bfhzquj
sebagai penyebab perdarahan berkepanjangan memiliki risiko syok atau nyamuk Bfeft! bmcpqjduvt.
pada pasien DBD. Hitung jumlah 4,4 x lebih besar daripada pasien yang Terdapat 4 serotipe virus yaitu:
trombosit yang rendah tidak trombositnya mendekati normal.22 EFO.2-! EFO.3-! EFO.4- dan
selalu disertai dengan manifestasi Pada pasien DBD, dilakukan: EFO.5! yang semuanya dapat
perdarahan. Hal ini menunjukkan 1) pemeriksaan untuk menilai menyebabkan baik DD maupun
bahwa ada faktor lain penyebab fungsi vaskular dan kerusakan pada DBD, di Indonesia didominasi oleh
perdarahan pada pasien DBD selain endotelium kapiler (tes torniquet, DEN-3. Patogenesis DBD belum
trombositopenia. Adapun penyebab pemeriksaan waktu perdarahan), 2) diketahui dengan jelas. Berbagai
perdarahan yang lain pada DBD pemeriksaan untuk menilai jumlah teori/hipotesis dikemukakan
adalah vaskulopati, trombositopati, dan fungsi trombosit (pemeriksaan seperti: infeksi sekunder (tfdpoebsz!
dan koagulopati. Pada pasien DBD dpnqmfuf! cmppe! dpvou / CBC, ifufspmphpvt!ufpsz*, ADE, virulensi
terjadi kerusakan kapiler, penurunan tes agregasi trombosit / {kadar virus, dan mediator inflamasi.
berbagai faktor koagulasi, ADP dan metabolit prostasiklin Patofisiologi yang mendominasi
disfungsi trombosit, dan koagulasi plasma (PGI) yaitu 6-keto-PGF}, terjadinya trombistopenia pada
intravaskular menyeluruh.21 3) pemeriksaan fungsi koagulasi pasien DBD belum jelas tetapi
(prothrombin time/PT, aPTT, dan yang banyak dianut adalah
POLA JUMLAH TROMBOSIT pengukuran kadar faktor pembekuan penurunan produksi, meningkatnya
PADA PENDERITA DBD (faktor II, V, IX, XI), dan 4) destruksi, dan pemakaian jumlah
PRIMER DAN SEKUNDER indikator koagulasi intravaskular trombosit berlebih. Pemeriksaan
menyeluruh (penurunan kadar Uji laboratorium pada gangguan
Berdasarkan penelitian fibrinogen dan plasmin, peningkatan koagulasi yang memakai metode
Subawa dan Sutirta Yasa,3 rerata fibrinolisis, peningkatan kadar gjcsjo! canggih tidak tersedia pada setiap
jumlah trombosit pada hari ke- efhsbebujpo! qspevdut/ FDPs, dan pelayanan kesehatan, terutama di
4 sampai hari ke-6 perjalanan E.!ejnfs) plasma.30 daerah terpencil, maka pemeriksaan
penyakit cenderung lebih tinggi Akan tetapi, karena laboratorium jumlah trombosit dan
pada infeksi primer daripada infeksi pemeriksaan tersebut tidak tersedia hematokrit/Hct minimal harus
sekunder (IgG positif atau IgG dan pada setiap pelayanan kesehatan, dapat dikerjakan, karena dapat
IgM positif). Pada hari berikutnya terutama di daerah terpencil, maka dijadikan sebagai parameter untuk
merupakan suatu fase konvalesen, pemeriksaan laboratorium jumlah mewaspadai/ praduga kemungkinan
justru terjadi hal sebaliknya, trombosit dan hematokrit/Hct terjadinya manifestasi perdarahan
pada infeksi primer rerata jumlah minimal harus dapat dikerjakan, dan kebocoran plasma pada pasien
trombosit cenderung lebih rendah karena dapat dijadikan sebagai DBD.
dari infeksi sekunder. Disini terlihat alternative untuk mewaspadai/
fase konvalesen pada infeksi primer praduga kemungkinan terjadinya DAFTAR PUSTAKA
terjadi lebih lambat dari pada infeksi manifestasi perdarahan dan
sekunder yang berarti peningkatan kebocoran plasma pada pasien 1. WHO (World Health
cepat eritropoisis dan megakariosit DBD.21 Organization). Dengue,
muda selama fase konvalesen pada Dengue Haemorrhagic Fever
infeksi primer lebih lambat dari and Dengue Shock Syndrome
infeksi sekunder. in the Context of the

                         
MEDICINA K L M N O P Q R S T M P M U V K P Q W V X Y V

Integrated Management of 9. Abbas AK, Lichtman AH, Biomed Sci. 2001;8:37788.


Childehood Illness. 2005;1- Pillai Shiv. Cellular and 18. La Russa VF, Innis BL.
28. Molecular Immunology. Edisi Mechanism of dengue
2. Suroso, Thomas. ke-6. Philadelphia: Saunders, virus-induced bone marrow
Pemberantasan Sarang 2007; h. 75-96. suppression. Baillieres Clin
Nyamuk Demam Berdarah 10. Lei HY, Huang KJ, Lin YS, Haematol. 1995;8(1):249-70.
Dengue (PSN DBD). Yeh TM, Sheng H, Liu CC. 19. Chuansumrit A,
Departemen Kesehatan Immunopathogenesis of Tangnararatchakit K.
Republik Indonesia Direktorat Dengue Hemrrhagic Fever. Pathophisiology and
Jenderal Pengendalian Am.J.Infect.Dis. 2008;4(1):1- management of Dengue
Penyakit dan Penyehatan 9. Hemorhagic Fever. LMS
Lingkungan, Jakarta. 2007; h: 11. Clyde K, Kyle JL, Harris Group Transfusion
1-3 E. Recent Advances in Alternatives in Transfusion
3. Subawa AAN, Sutirta-Yasa, Deciphering Viral and Host Medicine.! J. Compil. !
IWP. Pola Jumlah Trombosit Determinants of Dengue 2005;8:311.
Penderita Demam Berdarah Virus Replication and 20. Yuwono F, Sofro MAU,
Dengue (DBD) pada Anak- Pathogenesis. J of Virol. Farida H. Penurunan Jumlah
anak yang Petanda Serologinya 2006;80(23):11418-31. Trombosit Sebagai Faktor
Positif. J. Penyakit Dalam. 12. Halstead SB. Dengue. The Resiko Terjadinya Perdarahan
2007;8:216-2 Lancet.2007;370(9599):1644- pada Pasien Demam Berdarah
4. Noisakran S, Perng GC. 52. Dengue Dewasa di RSUP Dr.
Alternate Hypothesis on the 13. Oishia K, Cynthia AM, Celia Kariadi Semarang. Semarang.
Pathogenesis of Dengue CC, Maria TDD. Cinco- Fakultas Kedokteran
Hemorrhagic Fever (DHF)/ Abanesd, Saitob M, dkk. Universitas Diponegoro;
Dengue shock Syndrome Natividade Dengue and 2007.
(DSS) in Dengue Virus other Febrile Illnesses among 21. Martina BEE, Koraka
Infection. Exp. Biol. and Children in the Philippines. P, Ossterhaus ADME.
Med. 2008;233:401-8. Dengue Bulletin. 2006;30:26- Dengue Virus Pathogenesis
5. Shah GS, Islam S, Das BK. 35. : an Integrated View. Clin.
Clinical and Laboratory 14. Hoffbrand AV, Petit JE, Micrbiol. Rev. 2009;22:564-
Porfile of Dengue Infection Moss PAH. Kapita Selekta 81.
in Children. Kathmandu Hematologi. Jakarta: EGC, 22. Lin CF, Kei YH, Liu CC, Liu
University Medical Journal. 2005; h. 221-32. HS, Yeh TM, Wang ST, dkk.
2006;4.(1).13:40-3. 15. Noisakran S, Perng GC. Generation of IgM Anti-
6. Suhendra Nainggolan L, Alternate Hypothesis Platelet Autoantibody in
Chen K, Pohan HT. Demam on The Pathogenesis of Dengue Patients. J. of Med
Berdarah Dengue. Dalam: Dengue Hemorhagic Fever Virol. 2001;63:143-9.
Sudoyo AW, Setiohadi B, (DHF)/ Dengue Shock 23. Chen MC, Lin FC, Lei HY,
Alwi I, Simadibrata M, Syndrome (DSS) in Dengue Lin SC, Liu HS, Yeh TM,
Setiati S, penyunting. Interna Virus Infection. Society dkk. Deletion of the C-
Publishing, Buku Ajar Ilmu for Experemintal Biology Terminal Region of Dengue
Penyakit Dalam Jilid III. Edisi and Medicine. Minireview. Virus Nonstructural Protein
ke-5. Jakarta Pusat: Interna Exp Biol and Med. 1 (NS1) Abolishes Anti-NS1-
Publishing, 2009;h.2773-79. 2008;233(4):401-8. Mediated Platelet Dysfunction
7. Smitth AW, Schwartz E. 16. Dinesh N, Patil ND. and Bleeding Tendency. Exp
Dengue in Travelers. NEJM. Persistent Thrombocytopenia Biol Med. 2011;236:515-23.
2005;353:924-32. after Dengue Hemorrhagic 24. Hung NT, Lan NT, Lin YS,
8. Oishi K, Saito M, Mapua Fever. Indian Pediatrics. Lin CF, Lien LB, Huang KJ,
CA, Natividad FF. Dengue 2006;43:1010-1. dkk. Anti-platelet and Anti-
Illnes: clinical features 17. Lei YH, Yeh TM, Liu HS, Endotelial Cell Autoantibodies
and pathogenesis. J.Infect. Lin YS, Chen SH, Liu CC. in Vietnamese Infants and
Chemother. 2007;13(3):125- Immunopatogenesis of Children with Dengue
33. Dengue Virus Infection. J Hemorhagic Fever. Am. J. of

Z [ \

K ] O U T ^ N W N P W ^ _ ` Q a M ` b Q U ^ T
|
~ ~  ~  ~  ~ ~ 
t u v w x v y t z v { | } z { | w w x | u u | } |

Infect. Dis. 2008;4(1):41-9. 27. Honda S, Saito M, Dimaano 29. Diana M, Soffro MAU,
25. Huang KJ, Lin YS, Liu HS, EM, Morales PA, Alonzo Farida H. Korelasi Antara
Yeh TM, Liu CC, Lei YH. TG, Suarez LAC, dkk. Trombositopenia dengan
Generation of Anti-platelet Increased Phagocytosis Hemokonsentrasi Sebagai
Autoantibody During Dengue of Platelet from Patients Faktor Predisposisi Terjadinya
Virus Infection. Am. J. of with Secondary Dengue Syok pada Pasien Demam
Infect. Dis. 2008;4(1):509. Virus Infection by Human Berdarah Dengue Dewasa di
26. Saito M, Oishi K, Inoue S, Macrophages. Am.J.Med.Hyg. RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Dimaano EM, Alera MT, 2009;80(5):841-5. [Thesis]. Semarang. Fakultas
Robles AM, dkk. Association 28. Kalayanarooj S, Gibbons RV, Kedokteran Universitas
of increased platelet- Vaughn D, Green S, Nisalak Diponegoro.2007;10-12.
associated immunoglobulins A, Jarman RG, dkk.Blood 30. Slofstra SH, Spek CA, ten Cate
with thrombocytopenia group AB is associated with H. Disseminated intravascular
and the severity of disease increased risk for severe coagulation. Hematol J. 2003;
in secondary dengue virus dengue disease in secondary 4:295-9.
infection. Clin Exp Immunol. infections. The J. of infectious
2004; 138(2):299-303. diseases. 2007;195(7):1014-7.

c d e f g h i h j i g k l m n o l p m e g f q r s r