Anda di halaman 1dari 15

PERENCANAAN TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN

JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2013-2033

BUILDING AND ENVIROMENTAL PLANNING IN SUB DISTRICT JATINANGOR,


SUMEDANG YEAR 2013-2033

Candy Fitria Sedyoko


Universitas Padjadjaran

Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Email : candyfitria8@gmail.com

ABSTRAK

Skripsi ini menggambarkan hasil penelitian mengenai Perencanaan Tata Bangunan


dan Lingkungan di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2013-2038.
Latarbelakang dari penulisan skripsi ini adalah ketertarikan penulis untuk menggambarkan
penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan di Kecamatan Jatinangor melalui teori
langkah perencanaan pembangunan wilayah Robinson Tarigan melalui pengumpulan data,
menetapkan visi, misi dan tujuan umum, identifikasi pembatas dan kendala, memproyeksikan
berbagai variabel yang terkait, menetapkan sasaran, mencari dan mengevaluasi berbagai
alternatif untuk mencapai sasaran, memilih alternatif terbaik, menetapkan lokasi dari berbagai
kegiatan dan menyusun kebijakan dan strategi.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bisa
memahami fenomena secara mendalam dengan metode analisis deskriptif. Dalam penelitian
kualitatif ini data diperoleh dari studi lapangan seperti observasi, wawancara dan studi
kepustakaan. Adapun informan terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Sumedang, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman
Kabupaten Sumedang, PT. Agoralima, dan masyarakat Jatinangor. Hasil dari penelitian ini
menunjukan bahwa penyusunan rencana penataan bangunan dan lingkungan di Kecamatan
Jatinangor Kabupaten Sumedang belum berjalan dengan baik karena dalam tahapan langkah-
langkah penyusunannya belum bisa dengan tepat menganalisis apa yang menjadi pembatas
dan kendala dalam usaha penataan bangunan dan lingkungan di Jatinangor sehingga usaha
penataan bangunan dan lingkungan di Jatinangor kini belum berjalan dengan maksimal.

Kata kunci : Perencanaan, Tata Bangunan dan Lingkungan, RTBL.

ABSTRACT

The Thesis describes on results of research the building and environmental planning
in Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Background of this thesis is the author's
interest to describe the process of structure plans of the building and the environment in
Kecamatan Jatinangor. A theory used in this study is development planning steps from

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Robinson Tarigan, that is data collection, visioning, mission, and geenral purpose,
identification of any impediments, projection any concerned variables, establish the target,
find out and evaluates any alternative targetting, set up location of activity, and arrange the
strategic and policy.
The research method is descriptive-interpreting the current process. The study uses
qualitative approach. Data collection technique is literature and field study. The later one is
arranged by observation and structured inteview with the informant consisting of Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumedang, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang,
Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumedang, PT. Agoralima, and Jatinangor
community. The overall of this study conclude that building and enviroment planning in
Jatinangor are not going well. It is because in the stage of preparation steps for building and
environment planning have not been able to precisely analyze what was the barrier and
obstacle. The impact is the arrangement of the building and the environment in Jatinangor
now not run with the maximum.

Keywords : Planning, Urban Design and Environment, RTBL

PENDAHULUAN

Jatinangor merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang yang

dikembangkan menjadi kawasan pendidikan tinggi sejak tahun 1980.

Jatinangor merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang yang

dikembangkan menjadi kawasan pendidikan tinggi sejak tahun 1980. Diawali oleh Rektor

keenam Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja yang menggagas Kota

Akademis Manglayang, terletak di kawasan kaki Gunung Manglayang yang terinspirasi oleh

Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Konsep tersebut bermaksud untuk menjawab

permasalahan beberapa kampus besar di Bandung yang memiliki masalah terkait keterbatasan

lahan. Maka pada tahun 1977 dirintislah pengadaan lahan yang memadai dan tahun 1979 baru

disepakati dengan adanya penunjukkan lahan bekas perkebunan karet di Jatinangor.

Secara hirarkis Jatinangor ditetapkan sebagai sub pusat yang mempunyai fungsi

sebagai pembangkit pertumbuhan lokal dan pusat pendidikan dalam penataan Kawasan

Metropolitan Bandung. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No.

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
593/3590/1987, lahan seluas 3.285,5 hektar bekas perkebunan karet di Jatinangor diubah

fungsinya menjadi lahan untuk perguruan tinggi. Alokasi penggunaan lahan bekas

perkebunan karet itu antara lain untuk pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri

(IPDN) 227 hektare, Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) 28 hektare, Universitas

Winayamukti 53 hektare yang kini menjadi lahan milik Institut Teknologi Bandung (ITB)

seluas 46 hektare dan Universitas Padjadjaran (Unpad) 175 hektare yang artinya perguruan

tinggi.

Ternyata cepatnya perkembangan kawasan Jatinangor tidak sebanding d engan

usaha penataan kawasan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan yang ideal. Menurut

hasil evaluasi pengembangan Kawasan Jatinangor sebagai perkotaan oleh Bappeda,

perkembangan Kawasan Jatinangor yang kurang terarah diperparah akibat belum

diterapkannya konsep tata ruang kota yang ada secara konsisten dan ketidaksesuaian

perencanaan terhadap keadaan eksisting, meskipun kawasan Jatinangor telah memiliki

beberapa rencana tata ruang sejak tahun 1987.

Bila dilihat dari sisi perencanaan kebijakan, Kawasan Jatinangor termasuk dalam

Kawasan Strategis Nasional (KSN) Perkotaan Cekungan Bandung menurut Peraturan

Pemerintah No. 26 Tahun 2008 sekaligus Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Pendidikan

Jatinangor menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No.22 Tahun 2010. Adapun

rencana pola ruang KSP Pendidikan Jatinangor adalah sebagai berikut :

Tabel 1.1 Rencana Pola Ruang KSP Pendidikan Jatinangor

Rencana Pola Ruang Peruntukan Spesifik Luas (Ha)


Jalan Jalan 85,37
Sungai Sungai 14,52
Kawasan Lindung
Zona perlindungan Zona sempadan sungai 71,76
Zona RTH Zona RTH 570,29

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Kawasan Budidaya
Zona perumahan Zona rumah kepadatan sangat tinggi 247,51
Zona rumah kepadatan tinggi 997,68
Zona rumah kepadatan sedang 153,77
Zona rumah kepadatan rendah 375,68
Zona perdagangan dan Zona perdagangan dan jasa deret 23,71
jasa
Zona perdagangan dan jasa tunggal 2,59
Zona perkantoran Zona pemerintahan 30,81
Zona sarana dan Zona kesehatan 1,34
pelayanan umum Zona olahraga 116,85
Zona pendidikan 336,86
Zona peribadatan 0,23
Zona sosial budaya 2,56
Zona transportasi 0,21

Zona perindustrian Zona industri 228,65


Zona industri kecil 2,47
Zona peruntukan khusus Zona pertahanan dan kemanan 0,003
Zona peruntukan lainnya Zona pariwisata 243,31
Total 3.496,21

(Sumber : Laporan Akhir Penyusunan RTR KSP Pendidikan Jatinangor

RTR tersebut berfungsi sebagai pedoman umum dalam menata Jatinangor dengan

penetapan zona-zona perutukan di wilayah Jatinangor. Namun nyatanya meski sudah

ditetapkan batasan luas zona, bangunan dan lingkungan di Jatinangor masih terlihat tidak

beraturan seperti bangunan mall Jatos, area toko dan hunian yang menjorok ke arah Jalan

Raya Bandung-Sumedang tanpa ketersediaan lahan parkir yang menambah kemacetan.

Rencana Tata Ruang saja tidak cukup untuk menata suatu kawasan, dibutuhkan

peraturan pelaksana yang mengatur lebih rinci tentang tata bangunan dan lingkungan di suatu

wilayah, terlebih wilayah strategis seperti Jatianngor. Maka disusunlah Rencana Tata

Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sebagai peraturan pelaksana dari penataan ruang

tersebut. Untuk mengatur bangunan dan lingkungan dilihat dari perkembangan yang terjadi

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
sejak penetapan Jatinangor menjadi Kawasan Pendidikan, Jatinangor termasuk dalam RTBL

yang dilaksanakan pada kawasan baru berkembang cepat. Menurut RTBL, visi pembangunan

kawasan Jatinangor adalah University Town, dengan beberapa sasaran yang ingin dicapai

seperti:

a. Mengatasi macet.
b. Menanggulangi banjir.
c. Pemenuhan air bersih.
d. Penanganan sistem persampahan.
e. Penataan koridor, bangunan dan lingkungan Jl. Jatinangor sebagai pintu gerbang
Kabupaten Sumedang.
f. Integrasi antar kampus.
g. Penanganan heritage jam loji & jembatan cincin.
h. Reaktivasi rel kereta api.
Sebagai suatu produk kajian, keberhasilan pengaturan bangunan dan lingkungan

melalui RTBL sangat tergantung pada kemampuan dari perencanaan RTBL, kesungguhaln

pelaksana RTBL, serta peran serta masyarakat dan investor.

Maka hal pertama yang menentukan keberhasilan pengaturan bangunan dan lingkungan

melalui RTBL adalah bagaimana proses penyusunan RTBL itu sendiri.

Dalam penyusunanya, RTBL Jatinangor di prakarsai awal oleh Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam hal ini yaitu Bappeda Kab. Sumedang sesuai dengan

ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman

Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Dalam peraturan disebutkan bahwa

dokumen RTBL disusun oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bappeda atau berdasarkan

kemitraan pemerintah daerah, swasta, masyarakat, dan atau dengan dukungan fasilitasi oleh

Pemerintah sesuai dengan tingkat permasalahan lingkungan/kawasan yang bersangkutan.

Maka jelas dalam peraturan tersebut disampaikan bahwa Bappeda tidak bisa berdiri sendiri

dalam menyusun RTBL, menurut wawancara dan observasi awal peneliti, Bappeda

Kab.Sumedang dalam penyusunan RTBL Jatinangor yang baik akan melibatkan pihak

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Kecamatan Jatinangor, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Perumahan dan Permukiman Kab.

Sumedang, perwakilan masyarakat Jatinangor dan tim ahli.

Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman

Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan juga dijelaskan tentang kedudukan RTBL,

dimana seluruh rencana, rancangan, aturan, dan mekanisme dalam penyusunan Dokumen

RTBL merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi, baik pada lingkup kawasan,

kota, maupun wilayah. Setelah mempelajari fenomena diatas dan melakukan wawancara serta

obeservasi awal, peneliti menemukan beberapa indikasi masalah yang muncul mengenai

penyusunan rencanaan tata bangunan dan lingkungan di Jatinangor yaitu :

1. Penyusunan RTBL KSP Jatinangor mengacu pada peraturan diatasnya hal ini sesuai

dengan ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007

tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan bahwa seluruh

rencana, rancangan, aturan, dan mekanisme dalam penyusunan Dokumen RTBL harus

merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi, baik pada lingkup kawasan,

kota, maupun wilayah. Namun kenyataanya Pemerintah Kab. Sumedang telah

mengesahkan Peraturan Bupati tentang RTBL KSP Pendidikan Jatinangor pada tahun

2013 padahal RTR KSP Pendidikan Jatinangor sendiri masih dalam proses legislasi

saat itu.

2. Penyusunan dokumen RTBL yang diprakarsai oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini

Bappeda justru disusun oleh Pemerintah Pusat, yaitu Direktorat Jenderal Cipta Karya,

Kementrian Pekerjaan Umum sehingga terdapat beberapa peraturan yang tidak sesuai

dengan keadaan di lapangan, seperti penetapan ketinggian maksimal bangunan di

RTBL Jatinangor yaitu hanya 12 lantai dengan alasan keamanan untuk daerah yang

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
dilewati pesawat, padahal daerah Jatinangor bukan termasuk daerah yang dekat

dengan bandara atau aktifitas penerbangan lainnya.

3. Pihak kecamatan sebagai pihak pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat

belum diikutsertakan dalam penyusunan RTBL Jatinangor, padahal selama ini pihak

Kecamatan lah yang mendapat pengaduan langsung dari warga terkait permasalahan

bangunan dan lingkungan yang ada di Jatinangor.

METODE PENELITIAN

Dalam penulisan ini, guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan kemudian untuk

menyelidiki masalah-masalah yang terjadi di lapangan, serta memberi solusi atas masalah

tersebut, maka peneliti merasa penting untuk menggunakan metode penelitian. Peneliti di

dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan yang

digunakan adalah pendekatan kualitatif. Peneliti memilih metode penelitian deskriptif ini agar

bisa menggambarkan secara cermat karakteristik dari suatu gejala atau masalah yang akan

peneliti teliti, dalam penelitian deskriptif peneliti berusaha fokus kepada beberapa pertanyaan

dasar yang dapat membantu di lapangan dengan berusaha mendapatkan dan menyampaikan

fakta-fakta dengan jelas, teliti, dan lengkap. Peneliti memilih menggunakan metode ini

karena kondisi empirik yang ada di lapangan memunculkan bahwa metode ini yang paling

relevan dan pantas digunakan dalam penelitian yang penulis lakukan tentang Perencanaan

Tata Bangunan dan Lingkungan Jatinangor.

Metode deskriptif ini menyajikan gambaran terperinci akan situasi khusus, setting

sosial atau hubungan. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha

mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu yang sedang berkembang atau

berlangsung. Adapun pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang

fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Melalui metode dan pendekatan ini,

penulis bermaksud untuk mengumpulkan fakta, data dan informasi yang tidak terbatas pada

pengumpulan data terkait langkah-langkah penyusunan RTBL Kecamatan Jatinangor untuk

kemudian diproses, dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teori yang telah ditetapkan

sebelumnya, sehingga diperoleh gambaran mengenai penyusunan RTBL Kecamatan

Jatinangor tahun 2013-2033 untuk kemudian ditarik kesimpulan.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari studi kepustakaan dan studi

lapangan yang meliputi observasi, wawancara. Informan dalam penelitian ini dipilih

berdasarkan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pemeriksaan keabsahan data

dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik/ metode.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan tata bangunan dan lingkungan di

Kecamatan Jatinangor belum berjalan dengan baik apabila dikaitkan dengan teori langkah

perencanaan pembangunan wilayah dari Robinson Tarigan. Berdasarkan kajian dan hasil

analisis yang penulis lakukan mengenai Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan di

Kecamatan Jatinangor Tahun 2013-2023 bahwa tim penyusun Rencana Tata Bangunan dan

Lingkungan Kecamatan Jatinangor yang terdiri dari PT. Agoralima, Dinas Cipta Karya Tata

Ruang, Perumahan dan Permukiman, Bappeda Kabupaten Sumedang, Kecamatan Jatinangor

dan Unsur Masyarakat Jatinangor belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini dikaitkan antara

hasil penelitian di lapangan dengan teori Perencanaan Pembangunan Wilayah dari Robinson

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Tarigan bahwa dalam menyusun perencanaan yang baik, tim perencana harus melalui 9

(sembilan) langkah perencanaan yaitu :

1. Gambaran kondisi saat ini dan identifikasi persoalan.


2. Tetapkan visi, misi, dan tujuan umum.
3. Identifikasi pembatas dan kendala.
4. Proyeksian berbagai variabel yang terkait.
5. Tetapkan sasaran yang diperkirakan dapat dicapai.
6. Mencari dan mengevaluasi berbagai alternatif untuk mencapai sasaran.
7. Memilih alternatif yang terbaik.
8. Menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan.
9. Menyusun kebijakan dan strategi.
(Tarigan, 2005:7)

Adapun langkah perencanaan yang belum dilakukan dengan baik oleh tim perencana

RTBL Jatinangor adalah pengumpulan data yang terkait dengan penggambaran kondisi saat

ini di Jatinangor, mengidentifikasi pembatas dan kendala dimana tim perencana tidak

mengidentifikasi kendala pendanaan yang mungkin terjadi di masa depan yaitu pergantian

penanggungjawab pemberi dana terkait proyek RTBL yang sampai saat ini belum diketahui

harus meminta dana pembangunan pada Direktorat yang mana di Kementrian Pekerjaan

Umum. Kemudian masalah pada dimensi memproyeksikan berbagai variabel terkait dimana

tim perencana tidak memperhatikan persyaratan ketinggian maksimal yang ditetapkan dalam

bentuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dalam jumlah lantai maksimal.

Masalah juga ditemukan pada dimensi mencari dan mengevaluasi berbagai alternatif

untuk mencapai sasaran dapat dikatakan tidak terlaksana dengan baik, karena tim perencanan

tidak melakukan penyesuaian penetapan lokasi pembangunan yang disusun dalam RTBL.

Pada dimensi yang terakhir yang dikemukakan oleh Robinson dan Tarigan yaitu menyusun

kebijakan dan strategi, belum diaturnya tim untuk yang bertugas memantau dan mengevaluasi

berjalannya RTBL Jatinangor menunjukan bahwa belum ada pihak yang mengatur

pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan RTBL pada tahap

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
pelaksanaan penataan bangunan dan lingkungan. Hal tersebut tidak sesuai dengan dimensi

penyusunan kebijakan dan strategi yang dikemukakan oleh Robinson dan Tarigan. Maka,

penulis mengambil kesimpulan bahwa dalam penyusunan kebijakan dan strategi RTBL

Jatinangor tida berjalan dengan baik.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti uraikan dapat

disimpulkan bahwa perencanaan tata bangunan dan lingkungan di Kecamatan Jatinangor

untuk tahun 2013-2033 tidak berjalan dengan baik. Hal tersebut berdasarkan dari dimensi

perencanaan yaitu pengumpulan data yang terkait dengan penggambaran kondisi saat ini di

Jatinangor, mengidentifikasi pembatas dan kendala, dan dalam mencari dan mengevaluasi

berbagai alternatif untuk mencapai sasaran perencanaan.

Saran

Dari hasil temuan yang diperoleh, maka penuli mengemukakan saran sebagai berikut :

1. Keberhasilan pengaturan bangunan melalui RTBL sangat tergantung peran-peran

stakeholder. Stakeholder dalam penyusunan RTBL biasanya antara lain pemerintah

baik secara mandiri ataupun bekerja sama dengan konsultan perencana yang memiliki

tim ahli, masyarakat dan investor. Dalam penyusunan RTBL Jatinangor, sinergisitas

antar seluruh stakeholder perlu dibenahi dan ditegakkan agar produk RTBL tidak

hanya akan menjadi dokumen rapi yang tersimpan di dinas/instansi Pemerintah

Daerah.

2. Perlu adanya fatwa/hukum yang jelas atas dasar penyusunan RTBL apakah

diperbolehkan mengacu langsung pada RTRW, mengingat skala peta yang digunakan

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
di RTRW adalah 1:50.000. Selain itu tanpa adanya RDTR namun telah disahkannya

RTBL Jatinangor, membuat Dinas dan instansi terkait yang bertugas melaksanakan

RTBL menjadi ragu karena merasa perencanaan tersebut sudah cacat secara hukum.

3. Perlu disusun tim dengan hirarki yang jelas terdiri dari beberapa instansi yang

bertugas mengevaluasi dan mengontron berjalannya RTBL Jatinangor, sehingga

kendala yang ada dalam mewujudkan visi dan misi RTBL dapat segera dituntaskan.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis tidak akan mampu mengerjakan skripsi ini tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya

kepada Ibu Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Ip,. S.Si,. M.T.M.Si selaku Dekan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran. Bapak Dr. Santoso Tri

Raharjo, S.sos., M.Si. selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

Universitas Padjadjaran. Bapak Mohammad Benny Alexandri, SE., MM. selaku Wakil Dekan

II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran. Bapak Dr.Drs.H. Entang

Adhy Muhtar M.S selaku Ketua Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Padjadjaran.

Bapak Dr.Ramadhan Pancasilawan, S.Sos., M.Si. Selaku Sekretaris Prodi

Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Bapak

Dr.Drs.Asep Sumaryana M.Si, selaku Ketua Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran dan juga selaku Dosen Pembimbing Utama

penulis. Terima kasih Bapak telah mengajarkan Saya dan teman-teman untuk bisa menjadi

mahasiswa yang melihat sarjana sebagai hasil dari apa yang selama ini diperjuangkan.

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Semoga ilmu maupun gelar yang kelak ada dibelakang nama Saya memang layak untuk Saya

dan bermanfaat bagi diri dan juga orang sekitar. Semoga Bapak diberikan umur, kesehatan

dan kesempatan yang lebih banyak oleh Allah dalam mencerdaskan mahasiswa.

Ibu Dra.Neneng Wety Isnawati selaku Dosen Pembimbing Pendamping penulis yang telah

sabar memberi arahan dan semangat kepada penulis, juga mengajarkan kesabaran dan

ketekunan selama proses penulisan skripsi ini. Terima kasih Ibu, semoga Allah memberikan

berkah rahmat serta sehat kepada Ibu dan keluarga. Ibu Dr.Dra.Hj.Sintaningrum, M.T. selaku

Dosen yang mebimbing dan turut memberikan arahan kepada penulis dalam seminar usulan

penelitian maupun pada saat proses bimbingan. Semoga Allah memberikan limpahan rahmat,

sehat dan rizki yang baik untuk Ibu.

Bapak Tommy Setiawan S.IP., M.Si. selaku Dosen Wali sekaligus Dosen yang

menjadi figur yang menginspirasi sehingga Saya bisa tertarik dalam tema penelitian skripsi

ini. Terima kasih Bapak telah menyampaikan mata kuliah Manajemen Pertumbuhan Wilayah

dengan baik dan berkesan untuk Saya. Seluruh Dosen Program Studi Administrasi Publik

FISIP Unpad yang telah memberikan ilmu, waktu, berbagi pengalaman dan memberikan

motivasi kepada penulis. Penulis sangat bersyukur dan beterima kasih kepada jasa Bapak/Ibu

Dosen yang telah memberikan ilmunya selama penulis berstatus menjadi mahasiswa

Administrasi Publik, penulis juga memohon maaf apabila selama ini memiliki kesalahan atau

pernah membuat jengkel Bapak/Ibu sekalian.

Staf Administrasi Publik FISIP Unpad yang sabar dan telah banyak membantu penulis

dalam melengkapi syarat-syarat pengajuan sehingga kini bisa mengikuti sidang sarjana. Staf

FISIP Unpad yang telah banyak membantu penulis ukan hanya dalam proses penyusunan

skripsi, namun selama penulis menjadi mahasiswa di FISIP Unpad. Semoga Bapak/Ibu diberi

rasa ikhlas dan kenikmatan dalam menjalankan tugasnya. Staf Perpustakaan FISIP Unpad

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Kampus Jatinangor dan Kampus Dago yang membantu penulis selama penyususnan skripsi

ini, memberikan arahan refrensi jurnal maupun buku yang peneliti butuhkan dalam menyusun

tulisan ini. Kepada seluruh Informan pada skripsi ini, Bappeda Kab. Sumedang, Dinas Tata

Ruang Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kab. Sumedang, PT Agoralima, Camat

Jatinangor dan Warga Jatinangor yang telah meluangkan waktu dan kesediaan menjadi

informan dalam penelitian ini. Seluruh teman Administrasi Publik angkatan 2012, Nangorian

Bango, Ceday, AN serta teman organisasi yang telah menjadi bukan hanya teman namun

sarana pembelajaran bagi penulis selama berada di Jatinangor.

DAFTAR PUSTAKA

. Buku :

Jayadinata T. Johara. 2008. Tata Guna Lahan Dalam Perencanaan Pedesaan Perkotaan dan
Wilayah. Bandung. Ganesha.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Rosda Karya.

Nugroho, Riant. 2008. Perencanaan Strategis In Action. Jakarta. Elex Media Komputindo.

Nugroho, Riant. 2003. Reinventing Pembangunan (Menata Ulang Paradigma Pembangunan


Untuk Membangun Indonesia Baru Dengan Keunggulan Global. Jakarta. Elex Media
Komputindo.

Parsons, Wayne. 2005. Public Policy. Jakarta. Kencana Pradamedia Group.

Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah.


Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Robinson, Tarigan. 2012. Perencanaan Pembangunan Wilayah.

Rustiadi, Eman, Dkk. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta. Yayasan
Obor Indonesia.

Siagian, P Sondang. 2004. Filsafat Administrasi. Indonesia. PT Bumi Aksara.

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Siagian, P Sondang. 2008. Administrasi Pembangunan (Konsep, Dimensi dan Strateginya).
Jakarta. PT Bumi Aksara.

Silalahi, Ulber. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung. Refika Aditama.

Sitanggang. 1999. Perencanaan Pembangunan. Jakarta. Sinar Harapan

Sugandi, Yogi Suprayogi. 2011. Adminsitrasi Publik (Konsep dan Perkembangan Ilmu di
Indonesia). Bandung. Graha Ilmu

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Indonesia. Alfabeta.

Tjokroamidjojo, Bintoro. 1992. Perencanaan Pembangunan. Yayasan Masagung

2. Peraturan dan Dokumen Pemerintah :

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomer 06/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Umum


Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan.

Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Pembentukan


Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang.

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kecamatan Jatinangor Tahun 2013.

Dokumen Rinci Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kecamatan Jatinangor

Dokumen Kajian Jatinangor Sebagai Sebuah Kota. Bappenas. 2009.

3. Jurnal dan penelitian :

Anthysia, Meuthia. 2015. Faktor yang mempengaruhi kesesuaian implementasi dengan


RTBL dalam program penataan pemukiman berbasis komunitas di Desa Jendi. UNS

Azhari, Kurnia Ibnu. 2011. Tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dalam
program neighbourhood development di Desa Jendi. UNS.

Daluarti, Meitri HC. 2011. Perencanaan wilayah. Universitas Brawijaya.

Muhammad S. Roychansyah. 2012. Proses perencanaan tata bangunan dan lingkungan


(RTBL). Universitas Gadjah Mada.

Nengsih, Ratna. 2013. Perencanaan pembangunan Jalan Mariwati-Jojogan. Unpad.

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm
Nurfitrianti, Ilfa. 2012. Rencana tata bangunan dan lingkungan dalam menata ruang kota.
Universitas Parahyangan.

Rosita, PM. 2014. Kajian kebijakan kawasan pendidikan Jatinangor. Lembaga Administasi
Negara.

Wicaksono, Dwi Agus. 2012. Pengantar perencanaan kota. Perencanaan Pembangunan


Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Yuliana, Eka. 2010. Perencanaan Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Karanganyar. Universitas Sebelas Maret

Program Sarjana, Program Studi Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor 45363
e-mail: firdhapsn@yahoo.cm