Anda di halaman 1dari 3

Reza Ahmad Taufik (1405622)

Satrio ( 1403870)

VAKSIN DNA

Kaji untuk mencegah resiko yang tidak menganggu aspek: sosial, cultrural,
lingkungan, religi, politik, professional
Buat opini hasil bila diterapkan di Indonesia.

- Sosial
Indonesia merupakan negara yang berkembang, Vaksin DNA memiliki banyak
manfaat bagi sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Vaksin DNA lebih murah
diproduksi dibandingkan dengan vaksin protein rekombinan, lebih mudah
dikirim dan digunakan di negara berkembang, lebih spesfifik dan antigen
imunisaai berlaku pada glikolisai dan pasca-translasi modifikasi yang sama
dengan infeksi virus alami, lebih mudah memasukan variasi yang banyak dari
antigen pada satu plasmid tunggal. Selain itu, permasalahan keamanan harus
lebih seperti memperhatikan system basis dalam aktivitas onkogen sebagai hasil
inkorporasi DNA, juga eliciting anti-DAN antibodi, dan adanya pengurangan
level imunogenitas.
- Cultural
Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Masing-masing
memilki pandangan yang berbeda-beda terhadap vaksin maupun vaksin DNA.
Pemahaman akan sifat dan kebudayaan tiap-tiap masyarakat di Indoensia
diperlukan sebelum vaksin DNA benar-benar diaplikasikan. Selain itu
masyarakat Indonesia cenderung mudah mempercayai berita bohong (hoax)
sehingga juga menjadi masalah dalam pengimplementasian vaksin DNA.
- Lingkungan
Vaksin berbasis DNA memiliki kemungkinan resiko, terlebih karena
secara struktrual merupakan naked DNA. Pemanfaatan yang tidak hati-hati dapat
meniimbulkan berbagai masalah. Karena strukturnya berupa naked DNA, bakteri
dapat melakukan horizontal gene transfer, yang mungkin dapat menyebabkan
polusi genetik di lingkungan.
- Religi
Vaksin DNA (plasmid DNA Vaccines), yaitu vaksin untuk menginduksi
imunitas seluler. Dalam vaksin DNA gen tertentu dari mikroba diklon ke dalam
suatu plasmid bakteri yang direkayasa untuk meningkatkan ekspresi gen yang
diinsersikan ke dalam sel mamalia. Setelah disuntikkan DNA plasmid akan
menetap dalam nukleus sebagai episom, tidak berintegrasi ke dalam DNA sel
(kromosom), selanjutnya mensintesis antigen yang dikodenya. (Radji, 2009;
Williams, 2013).
Ditinjau dari hukum islam vaksinasi termasuk dalam urusan muamalat,
bukan ibadat. Artinya vaksinasi dikategorikan dalam bidang hubungan atau
interaksi sesama manusia yang hukumnya tergantung kepada maslahah
(kebajikan) atau mafsadah (bahaya/kerusakan) yang ada padanya. Dan dalam
urusan muamalat para ulama telah membuat dua kaidah yang memiliki arti.
1. Hukum asal muamalat ialah halal. Dengan demikian, vaksinasi termasuk hal
yang dihalalkan. Tapi sudah barang tentu hukum halal ini berlaku jika vaksin
atau zat yang diberikan itu terdiri atau terbuat dari unsur-unsur yang
dihalalkan, bukan zat-zat yang najis atau diharamkan seperti babi dan
lainnya. Vaksinasi juga termasuk dalam kategori tindakan preventif terhadap
penyakit.
2. Tindakan melindungi itu lebih baik daripada mengobati. Sehingga demikian
vaskinasi termasuk hal yang dianjurkan. Selain itu, vaksinasi juga sejalan
dengan dua maqasid syariah (tujuan syariat Islam) yaitu hifdh an-nafs
(pemeliharaan jiwa) dan hifdh an-nasl (pemeliharaan keturunan). Artinya,
syariat islam itu mempunyai tujuan antara lain memelihara jiwa dan
memelihara keturunan
- Politik
Vaksin DNA maupun vaksin komersil berperan penting dalam menjaga
ketahanan dan stabilitas negara. Vaksinasi wajib merupakan bentuk kewajiban
serta pelayanan negara dalam menjaga kesehatan publik. Oleh karena itu vaksin
harus memiliki regulasi dan aturan yang ketat dalam produksi maupun
penggunan. Hal terebut bertujuan agar vaksin dapat terjaga kualtiasnya dan
kasus-kasus seperti penipuan vaksin tidak terjadi lagi. Selain itu regulasi
mengenai subsidi dan pennyedian vaksin juga sangat diperluakan, agar vaksin
dapat terdistribusi merata.

- Profesional