Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Zona Subduksi Terhadap Keberadaan Mineral Berat di

Jabungan
Hananto Asyam
21100116130055
Asyam.hananto@student.undip.ac.id
Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

SARI

Zona melang merupakan zona yang terdapat pada zona subduksi yang memiliki litologi yang beranekaragam,
pada praktikum yang dilaksanakan pada 23 September 2017 didapatkan berbagai mineral berat dari sungai
Jabungan. Menurut hasil dari sampel yang diambil dilapangan, dan juga dari beberapa literature yang telah dibaca
dan dipelajari bahwa mineral yang didapatkan sangat beraneka ragam, dari mineral besi hingga mineral hasil
proses metamorfisme. Mineral ini diinterpretasikan berasal dari zona mlange.

Kata kunci : Mineral Berat, zona Subduksi, Zona melange.

Pendahuluan material sedimen. Mineral berat yang terdapat di


sungai Jabungan ini sangat beragam, diantaranya
Penelitian ini dilakukan pada daerah terdapat mineral besi yaitu Hematit dan magnetit,
Jabungan, Kota semarang. Jawa Tengah. Tepatnya ada juga mineral yang merupakan hasil dari proses
disalahsatu sungai yang dibagi lagi menjadi 2 bagian vulkanisme yaitu mineral piroksen, ada juga
yaitu bagian hulu sungai dan juga hilir sungai. mineral hasil proses metamorfisme yaitu mineral
Pada praktikum lapangan yang dilaksanakan zircon dan garnet.
pada haru Sabtu, 23 September 2017 ini dilakukan Keanekaragaman mineral ini menandakan
dengan mencari mineral berat yang terdapat di 2 titik jika sumber atau proveneance dari material sedimen
pada sungai Jabungan, yaitu bagian hulu dan bagian yang berada di sungai Jabungan ini sangat beragam.
hilir, hal ini dimaksudkan untuk memberi Pulau Jawa merupakan pulau yang
pengetahuan serta mencari mineral-mineral berat apa dihasilkan dari proses pertabrakan antara lempeng
saja yang terkandung didalam sungai Jabungan. Hal samudera dan lempeng benua, yaitu merupakan
ini dilakukan agar kita lebih mengetahui tentang zona subduksi. Zona subduksi ini merupakan
sumber daya apa saja yang terdapat disekitar, karena pertemuan dari lempeng samudera yang berasal
sudah menjadi tugas kita sebagai geologis untuk dari dasar laut (MOR), yang bergerak mendekati
mencari sumber daya- sumber daya baru dan mencari lempeng benua dan bertabrakan sehingga
keekonomisan suatu sumber daya. menghasilkan penunjaman lempeng benua. Pada
Pembuatan paper ini dimaksudkan untuk lokasi penunjaman ini merupakan titik pertemuan
menganalisis dan menginformasikan tentang antara 2 lempeng dan biasanya menghasilkan
proveneance dari material sedimen yang menganding
jejeran gunung api yang dijawa terlihat pada jejeran
mineral berat pada sungai Jabungan.
gunung (semeru, sumbing), dan biasanya
Tinjauan Pustaka
menghasilkan zona yang disebut zona mlange,
zona mlange ini merupakan zona tepat diatas
Keberadaan mineral berat merupakan suatu
tempat bergesekan antara lempeng benua dengan
anugerah yang haru dimanfaatkan dengan sebaik-
lempeng samudera, pada zona ini satu-satunya
baiknya. Keberadaan mineral berat yang ditemukan
tempat yang terdapat berbagai macam litologi,
sebagai material sedimen ini juga menandakan
mulau dari basalt dan serpentinit yang berasal dari
bahwa material sedimen ini berasal dari suatu
zona MOR, batuan rijang yang merupakan sedimen
tempat yang berada tak jauh dari tempat kita
menemukan mineral-mineral berat ini sebagai

1
laut dalam dan juga batuan metamorf hasil dari Deskripsi
subduksi.
Keterdapatan mineral berat yang terdapat Dari pengambilan sampel yang telah
pada sungai Jabungan pasti berasal dari suatu dilakukan dilapangan didapatkan 7 jenis mineral pada
tempat yang memiliki berbagai macam litologi, masing masing bagiannya.
yang tererosi dan menghasilkan material sedimen. Pada bagian hulu didapatkan 7 mineral
dengan berbagai jenis yaitu mineral hematit sebanyak
Metodologi 71 buah,magnetit sebanyak 297 buah, pirit 4 buah,
mika 20 buah, apatit 3 buah serta garnet 4 buah dan
Dalam pembuatan paper ini digunakan 2 zircon 1 buah
metode yaitu, yang pertama dengan metode studi di Pada bagian hilir didapatkan 7 mineral
lapangan, dalam hal ini, saya mengambil data dengan berbagai jenis yaitu mineral hematit sebanyak
langsung dilapangan lalu mengolah data tersebut, 96 buah,magnetit sebanyak 230 buah, pirit 2 buah,
yang kedua metode studi pustaka, dengan beberapa ilminit 2 buah, apatit 3 buah, piroksen 1 buah serta
referensi yang saya baca. garnet 6 buah dan zircon 63 buah.
Dari hasil ini didapatkan mineral garnet dan
Geologi Regional zircon yang merupakan penanda dari litologi yang
Stratigrafi daerah Ungaran dapat berupa batuan metamorf
dikelompokkan menjadi beberapa formasi yang secara Dari hasil itupula didapatkan mineral hematit
umum termasuk kelompok batuan vulkanik dan dan magnetit yang kaya akan Fe dan diperkirakan
batuan sedimen. Formasi yang ada yaitu berasal dari magma mafik.
Formasi Kerek (Tmk) Litologi batu lempung
berwarna abu-abu muda tua, gampingan sebagian Pembahasan
bersisipan dengan batu lanau, batupasir mengandung Pada sungai Jabungan terdapat beragam
fosil moluska dan koloni koral. Tersingkap di mineral, dari mineral besi hingga mineral yang
Banyumanik, sebelh timur Ungaran, Lembah terdiri berasal dari hasil proses metamorfisme, tempat yang
dari perselingan batu lempung napal, batu pasir tufan, terdapat litologi yang beraneka ragam seperti itu
konglomerat, breksi vulkanik dan batu gamping Kali hanyalah zona mlange yang dihasilkan dari proses
Kripik, Kali Kreo, dan Kali Garang serta di sekitar subduksi antara lempeng benua dengan lempeng
Jabungan. samudera. Ditengah pertabrakan lempeng benua dan
Formasi Kerek (Tmk) Formasi ini Formasi lempeng samudera tersebut terdapat zona yang
Klibeng (Tmpk), Formasi ini terletak secra tidak mengangkat berbagai macam litologi yang berasal
selaras diatas Formasi Kerek dengan litologi terdiri dari lempeng samudera yang sangat beragam, terdapat
dari Napal pejal di bagian atas dan setempat mineral mafik yang memiliki kandungan besi yang
mengandung karbon, napal sisipan batu pasir tufan kaya yang berpotensi menghasilkan mineral besi
dan batugamping. Tersingkap di sekitar lembah kali seperti hematit dan magnetit, pada zona subduksi juga
kreo, kali kripik dan kali garang serta di Tembalang, berkemungkinan menghasilkan litologi berupa batuan
Meteseh, Ruwosari, lembah kali pengkol bade. metamorf, dan mineral dari batuan metamorf ini juga
Formasi Kligetas (Qpkg) Formasi ini terdiri dapat ditemui di sungai Jabungan yaitu berupa
dari breksi vulkanik antara lain lava, tuvan dan mineral garnet dan juga zircon. Batuan metamorf ini
batulempung. Umumnya telah mengalami pelapukan juga muncul dan tersingkap pada zona mlange.
cukup intensif menghasilkan material tanah berwarna Zona mlange yang dihasilkan oleh proses
coklat kemerahan, tersingkap di Tembalang, subduksi ini menghasilkan sebuah tinggian yang
Banyumanik, Grobogan, Wonorejo. Daerah aliran memiliki litologi yang beranekaragam, pada zona
sungaiPrigsari. mlange ini terdapat litologi berupa batuan mafik dan
Formasi Damar (Qtd) Formasi ini terletak juga batuan metamorf hasil proses subduksi. Dari
tidak selaras di atas Formasi Kalibeng dan terdiri dari sebuah tinggian ini dapat diindikasika mengalami
mineral feldspar dan mineral mafic, sebagian tufa, proses erosional yang tinggi, kemudian hasil erosi ini
sebagian gampingan.Singkapan dijumpai di Kedung terangkut oleh fluida hingga mencapai sungai
Mundu, Karanganyar, dan Ngadirejo. Jabungan. Hal ini sesuai juga dengan ditemukannya
Endapan Aluvium (Qa) Terdiri dari kerikil, sebuah batuan sedimen yang fragmennya berupa
pasir kerakal dan lanau dengan tebal 1 3 m yang rijang, basalt serta batuan metamorf berupa quartzite.
merupakan endapan sungai. Tersingkap di Lembah Proses transportasi dari material sedimen ini sudah
Kali Pengkol dan sekitarnya. sangat intensif, sehingga menghasilkan mineral-
mineral dengan ukuran yang sangat kecil berupa pasir
2
kasar hingga pasir halus, mineral yang dapat diamati
ini juga memiliki bentuk yang relatif rounded
sehingga dapat diinterpretasikan bahwa material
sedimen ini telah mengalami proses transportasi yang
lama dan telah mengalami proses didalamnya yang
sangat intensif.

Kesimpulan
Material sedimen yang terdapat di sungai
jabungan ini berasal dari tempat yang memiliki
litologi berbagai macam, pada pulau jawa yang
merupakan jalur subduksi terdapat zona mlange
yang memiliki litologi berbagai macam, sehingga
dapat diinterpretasikan bahwa mineral berapt
pada sungai Jabungan berasal dari zona mlange.

Daftar Pustaka
https://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tin
jauan-fisiografi-semarang-dan-sekitarnya/
http://www.geologinesia.com/2016/03/pengertian-
persamaan-dan-perbedaan-melange-dengan-
olistostrome.html

Lampiran

Gambar 1. Geologi Regional Semarang

Gambar 2. Jalur magmatik