Anda di halaman 1dari 19

Disusun oleh Dominique Virgil

RANGKUMAN ASAS-ASAS HUKUM ISLAM

ALASAN HUKUM ISLAM DIAJARKAN DALAM KURIKULUM FAKULTAS HUKUM

Alasan sejarah

Dahulu, hukum islam disebut sebagai Mohammedaansch Recht tidak tepat, karena Islam
berasal dari Allah. Nabi Muhammad hanya utusan Allah, menyampaikan ajaran pokok dari
Allah.

Alasan penduduk

Mayoritas penduduk beragama Islam pejabat selalu dibekali pengetahuan keislaman

Alasan yuridis

Punya sanksi
kemasyarakatan bila norma
dilanggar
Pelaksanaan tergantung
keinsyafan, kesadaran dan
Normatif iman umat Islam
Contoh: Hubungan manusia
dengan Tuhan: ibadah salat,
puasa, haji, zakat
Mengatur hubungan antara
manusia dengan manusia
Berlakunya Hukum Islam danbenda
Dijadikan hukum positif -->
Formal Yuridis hk perkawinan, kewarisan,
wakaf, zakat
Untuk menegakkan hukum
Islam sebagai bagian hukum
positif: Pengadilan Agama

Alasan konstitusional

Pasal 29 ayat (1) UUD 1945: NKRI berdasarkan Ketuhanan YME Tafsiran:

Tidak boleh berlaku hukum yang bertentangan dengan norma hukum agama dan kesusilaan
bangsa Indonesia

NKRI menyediakan fasilitas agar hukum agama berjalan dengan baik syariat-syariat agama
dapat dijalankan dengan baik oleh pemeluk agama tersebut

Dijalankan masing-masing pemeluk agama sebagai kewajiban pribadi.

Pasal 29 UUD 1945: Kepercayaan Agama (Bung Hatta)

Alasan ilmiah

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Islam dipelajari oleh orang Muslim dan orang Barat non-Muslim (orientalis) penyebab: untuk
menyerang Islam, mengukuhkan penjajahan Barat di benua Afrika, Timur Tengah, Asia.
Contoh: Snouck Hurgronje, Teori Receptie.

Banyak seminar ilmiah yang diadakan untuk pengkajian hukum Islam.

Seminar lanjutan The Week of Islamic Law:

1. Asas-asas Hukum Islam punya nilai tinggi yang tidak dapat dipertikaikan lagi
2. Dalam berbagai mazhab terdapat kekayaan pemikiran hukum membuat Islam
berkembang

Pendapat Renee David: orang tidak akan memperoleh gambaran yang jelas mengenai Islam
bila tidak mempelajari hukumnya.

Pendapat Charles J Adams: hukum Islam adalah subjek terpenting dalam pengkajian Islam
sifatnya yang meliputi semua bidang hidup orang Islam.

Pertentangan pendapat antara Snouck Hurgronje dan H.M. Rasjidi

Snouck Hurgronje H.M. Rasjidi


Hukum Islam diterima secara teori, dilanggar Bukan hanya hukum Islam; semua hukum
dalam praktik. diterima secara teori, dilanggar dalam
Hukum adat yang berlaku praktik, karena berbagai faktor
Kodifikasi hukum Islam tidak perlu karena Tidak semua pembaruan adalah bidah.
merupakan sesuatu yang bidah Bidah = pembaruan dalam ibadah
pembaruan agama Islam tanpa berpedoman
pada Al-Quran dan Al-Hadits. (Pembaruan
= bidah = kesesatan)
Snouck Hurgronje keliru karena bahan pengkajiannya adalah kitab Fiqih yang ditulis saat
kemunduran Islam dahulu, bukan Al-Quran, As-Sunnah, atau Al-Hadits

Pokok-pokok Politik Islam Snouck Hurgronje:

1. Urusan ubudiyah (ibadah) hubungan manusia dengan Tuhan.


Pemerintah Hindia-Belanda harus memberi kemerdekaan untuk beribadah sebebas-
bebasnya orang Islam berbahaya bagi pemerintahan apabila kemerdekaan agama
terganggu
2. Urusan Muamalah (kemasyarakatan)

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Hormati lembaga-lembaga hukum yang telah ada yang ada di bawah pengawasan
kepala-kepala adat dan raja-raja mereka tidak timbul cita-cita kenegaraan untuk
mendirikan pemerintahan secara Islam.
Anak-anak Islam diberi didikan Barat menjauhkan dari agamanya terlepas dari
unsur-unsur Islam menyatukan perasaan dengan pemerintah asosiasi antara
Belanda dengan pribumi tidak ada lagi yang menyusahkan pemerintah Belanda.
3. Urusan politik (Pan-Islamisme) : harus diberantas

ISLAM, KERANGKA DASAR AGAMA DAN AJARAN ISLAM

- Islam: agama, induk hukum Islam.


- Hukum tidak dapat dipisahkan dari iman, kesusilaan/akhlak.
- Agama Islam tanpa hukum dan kesusilaan bukan agama Islam.
- Islam berasal dari kata salima sin lam mim salm, silm kedamaian, kesejahteraan,
keselamatan, penyerahan diri, kepatuhan.
- Muslim? Orang yang menerima petunjuk Tuhan dan menyerahkan diri untuk mengikuti
kemauan Ilahi, secara akal dan kebebasannya.
- Lebih luas lagi: muslim adalah semua makhluk yang menerima adanya ketentuan atau
hukum Tuhan dan tunduk terhadapnya.
- Hukum-hukum Tuhan NATURAL LAW Sunnatullah (ketentuan atau hukum-hukum
Allah yang berlaku untuk alam semesta) manusia diberi akal untuk memahaminya.
- S.H. Nasr: segala sesuatu di alam semesta adalah Muslim, kecuali manusia yang menolak
untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan.
- Islam sebagai agama yang berdasarkan tauhid (keesaan Tuhan) tidak memisahkan
spiritual, material, religius, dan profan/keduniaan konsep sekular tidak ada dalam Islam.
- Sekular saeculum waktu: sekarang, lokasi: duniawi waktu atau periode tertentu di
dunia yang dipandang sebagai suatu proses sejarah.
- Sekularisme (ideologi): sistem etika dan filsafat yang bertujuan untuk memberi interpretasi
atau pengaturan terhadap kehidupan manusia
1. Tanpa kepercayaan atau keyakinan kepada Tuhan
2. Tidak mempercayai kitab suci
3. Tidak percaya kiamat
Dengan kata lain menolak peranan Tuhan dalam mengatur hidup manusia
Pusat perhatian : masalah dunia.
Sekularisasi: proses pembebasan manusia dari agama dan metafisika.
Sekularisme:
a. Eropa Barat, AS, negara ketiga:

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Agama terpisah dari negara


Mengakui Tuhan
Hukum Tuhan tidak untuk mengatur hidup, hanya akal manusia
b. Tiongkok, Rusia: ateisme
- NKRI bukan negara sekular maupun negara agama berdasarkan ketuhanan YME
mengakui bahwa Tuhan yang mengatur kehidupan Hukum-hukum wahyu (Syariah) dan
Sunnatullah
- Percaya kepada Allah: mengakui kemahaesaan Allah mengatur kehidupan alam semesta
dan manusia hukum-hukumNya tertera dalam wahyu (syariah) dan alam semesta
(sunnatullah).
- Takwa kepada Allah: aktif membina hubungan-hubungan:
a. Manusia dengan Allah prima causa cara membina: melaksanakan perintahNya
dan menjauhi semua laranganNya tanggung jawab kepada Allah
b. Manusia dengan dirinya sendiri tanggung jawab kepada hati nurani
c. Manusia dengan manusia lain tanggung jawab kepada manusia lain
d. Manusia dengan lingkungan hidupnya tanggung jawab untuk memelihara
lingkungan hidup
- Sumber agama Islam: wahyu (Al-Quran) dan sunnah (Al-Hadits)
- Sumber ajaran Islam: rayu (akal pikiran) manusia melalui ijtihad.
- Ajaran islam = penjelasan agama Islam.
- Kerangka dasar agama Islam:
Akidah Syariah Akhlak
Ruang Iman kepada Ibadah, muamalah, sikap terhadap Ibadah, muamalah,
lingkup Allah, Nabi, Allah dan makhluk sikap terhadap
Rasul Allah dan makhluk
Pengerti Ikatan, Jalan yang harus ditempuh Dari kata khuluk
an sangkutan norma Ilahi yang mengatur sikap, perangai
secara iman, hubungan manusia Allah, antar- terhadap Khalik dan
etimologi keyakinan manusia, manusia-lingkungan makhluk
s sebagai hidup
teknis pegangan
hidup pemeluk
agama Islam.
[dikaitkan
dengan rukun
iman]

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Pembah Ilmu Kalam / Ilmu Fiqih : mendalami syariah A. Mengenai sikap


asan Ilmu Tauhid / untuk dirumuskan menjadi kaidah terhadap Allah:
oleh ilmu Usuluddin : konkret yang dapat dilaksanakan. Ilmu Tasawuf
menjelaskan Kategori ilmu fiqih: tata cara
kalam Ilahi, - Ilmu fiqih ibadah pengembangan
keesaan Allah - Ilmu fiqih muamalah rohani manusia
(tauhid), untuk
memperjelas mendekatkan diri
asas agama kepada Allah.
Islam B. Terhadap
sesama
manusia: ilmu
akhlak arti
baik dan buruk.
Keterang Norma Illahi: Ajaran akhlak dibagi
an lain Kaidah ibadah tata cara dua, yaitu terhadap:
hubungan manusia dengan Tuhan. a. Khalik
Sifat: b. Sesama makhluk
- Tetap tidak ada bidah Yaitu:
- Tertutup - Akhlak terhadap
- Asas umum: semua perbuatan manusia
dilarang dilakukan kecuali telah - Akhlak terhadap
ada patokan yang ditetapkan makhluk bukan
Allah dan dicontohkan Rasul- manusia
Nya
Kaidah muamalah: hubungan Yang mendekatkan
antar manusia, manusia-benda. diri kepada Allah:
Terbatas pada pokok-pokok. sufi.
Sifatnya: Sufi yang bepergian
- Terbuka untuk dikembangkan untuk
melalui ijtihad pengembangan
- Asas umum: Semua perbuatan rohani : Salik
boleh dilakukan kecuali ada menempuh
larangan dalam Alquran dan perjalanan dengan
Sunnah Nabi Muhammad. langkah teratur
Kaidah asal: jaiz (kebolehan).

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Pembagian kaidah muamalah: sesuai tarikat (jalan)


Hubungan perdata tertentu.
a. Munakahat: perkawinan
b. Wirasah: waris Sumber akhlak:
c. Muamalat: kebendaan, jual Alquran dan Al-
beli Hadis
Hubungan publik
a. Jinayat: hk pidana
b. Khilafah: HTN
c. Siyar: hk intl
d. Mukhasamat: hk. acara

HUKUM ISLAM, HUKM / AHKAM, SYARIAT, FIQIH

Istilah yang berkenaan dengan hukum Islam:

1. HUKUM
Seperangkat norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat
Konsepsi hukum barat vs konsepsi hukum Islam
Hukum Barat Hukum Islam
Sengaja dibuat manusia, untuk Dasar dan kerangka ditetapkan oleh
kepentingan manusia sendiri Allah
Yang diatur: hubungan antar manusia, Yang diatur: hubungan manusia dengan
dan manusia-benda Allah, manusia dengan dirinya sendiri,
manusia dengan manusia lain, manusia
dengan benda & lingkungan sekitar.

2. HUKM dan AHKAM


Ukuran / patokan / pedoman tingkah laku yang mengatur interaksi manusia dalam
berbagai tata hubungan
Ada 5 hukm (al ahkam al khamsah) / hukum taklifi:
a. Jaiz / mubah: kewenangan terbuka, kebebasan memilih untuk melakukan atau
tidak melakukan suatu perbuatan. Apabila dikerjakan atau tidak dikerjakan, tidak
menimbulkan pahala atau dosa.

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

b. Sunnah: anjuran untuk dilakukan karena jelas manfaatnya bagi si pelaku. Apabila
dikerjakan, orang tersebut akan mendapat pahala, namun jika tidak dikerjakan
pun, orang tersebut tidak akan mendapat dosa.
c. Makruh: kaidah yang seyogianya tidak dilakukan karena tidak berguna dan
merugikan si pelaku. Perbuatan ini dilarang untuk dikerjakan, namun apabila
dikerjakan juga tidak akan mendapat dosa.
d. Wajib: perintah yang wajib dilakukan. Apabila dikerjakan, orang tersebut akan
mendapat pahala, namun apabila ditinggalkan, orang tersebut akan mendapat
dosa.
e. Haram: perbuatan yang dilarang; larangan. Apabila mengerjakannya, maka orang
tersebut akan mendapat dosa.

Hukum taklifi merupakan bagian dari hukum syariah.

Selain itu, ada juga yang disebut hukum wadhi sebab, syarat, halangan terjadinya hukum
dan hubungan hukum.

- Sebab: sesuatu yang tampak, dijadikan tanda adanya hukum Contoh: kematian
menjadi sebab adanya hukum kewarisan.
- Syarat: sesuatu yang kepadanya tergantung suatu hukum. Contoh: syarat
sempurnanya salat : menghadap kiblat
- Halangan: sesuatu yang menghalangi hubungan hukum Contoh: keadaan gila
menghalangi seseorang melakukan perbuatan hukum.
3. SYARIAH
Jalan hidup muslim
Memuat ketetapan Allah dan ketentuan Rasul-Nya dalam bentuk larangan maupun
suruhan yang meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia hukum dasar
yang ditetapkan Allah, wajib diikuti orang Islam
Syariat ada dalam Alquran dan Al-Hadis
Norma hukum dasar dalam Alquran bersifat umum perlu dirinci ke dalam kaidah
konkret melalui ilmu fiqih
Ilmu fiqih memusatkan perhatian pada perbuatan hukum manusia mukallaf, manusia
yang berkewajiban melaksanakan hukum Islam karena telah dewasa dan berakal
sehat.
Syariat tasyri = perbuatan perundang-undangan.

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Tasyri samawi: peraturan perundang-undangan yang bersumber dari wahyu dan


sunnah
Tasyri wadhi : peraturan perundang-undangan yang bersumber dari pemikiran
manusia
4. FIQIH
Paham / pengertian
Ilmu fiqih: ilmu yang berusaha memahami hukum di Alquran dan Sunnah Nabi
Muhammad untuk diterapkan pada perbuatan manusia mukallaf.
Hukum fiqih: hasil pemahaman hukum Islam yang disusun secara sistematis dalam
kitab fiqih

Perbedaan syariat dan fiqih:

Syariat Fiqih
Terdapat dalam Alquran dan Al-Hadis Terdapat dalam kitab-kitab fiqih
Wahyu Allah dan Sunnah Nabi Muhammad Pemahaman manusia yang memenuhi
syarat tentang syariat dan hasil
pemahaman itu
Fundamental, lebih luas (+ akidah dan Instrumental, terbatas pada perbuatan
akhlak) hukum
Ketetapan Allah abadi Ketetapan manusia tidak abadi
Hanya satu Lebih dari satu
Menunjukkan kesatuan dalam Islam Menunjukkan keragaman dalam Islam

RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM

Hukum islam tidak membedakan hukum publik dengan hukum privat. Yang disebut hanya
bagian-bagiannya saja. Susunan hukum muamalah:

1. Hukum perdata:
a. Munakahat: perkawinan, perceraian, akibat-akibat
b. Wirasah: warisan [hukum kewarisan Islam = faraid]
c. Muamalat: masalah kebendaan, jual beli, sewa menyewa, dsb
2. Hukum publik
a. Jinayat: aturan mengenai perbuatan yang diancam hukuman:

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

i. Jarimah Hudud: perbuatan pidana yang telah ditentukan bentuk dan


batas hukumannya dalam Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad
ii. Jarimah Tazir: perbuatan pidana yang bentuk dan ancaman
hukumannya ditentukan penguasa sebagai pelajaran bagi pelakunya
b. Ah-ahkam as-sulthaniyah: berhubungan dengan pemerintahan, kepala
negara, dsb
c. Siyar: tata hubungan dengan pemeluk agama dan negara lain
d. Mukhasamat: hukum acara

CIRI-CIRI HUKUM ISLAM

1. Bagian dari agama Islam


2. Bersumber dari agama Islam
3. Tidak dapat dipisahkan dari iman, akidah, kesusilaan, akhlak Islam
4. Dua istilah kunci: syariat dan fiqih.
5. Dua bidang utama: ibadah dan muamalah
6. Struktur berlapis: Alquran, Sunnah Nabi Muhammad, Ijtihad, Pelaksanaan dalam
Praktik (baik berupa keputusan hakim maupun amalan-amalan umat Islam dalam
masyarakat
7. Mendahulukan kewajiban dari hak, amal dari pahala
8. Terdiri dari hukum taklifi dan hukum wadhi
9. Universal, berlaku untuk semua umat Islam di mana pun mereka berada
10. Menghormati kemanusiaan
11. Pelaksanaan digerakkan oleh akidah dan akhlak

HUKUM ISLAM DAN HAM

Hukum Islam melindungi HAM.

Hukum Barat memandang HAM semata-mata antoposentris (berpusat pada manusia),


sementara Hukum Islam memandang HAM bersifat teosentris (berpusat pada Allah)
perbedaan deklarasi HAM yang disponsori Barat dan deklarasi HAM yang dikeluarkan umat
Islam.

Deklarasi HAM OKI : semua hak dan kebebasan yang terumus dalam deklarasi tersebut
tunduk pada syariat atau hukum Islam:

- Kebanyakan hak ekonomi

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

- Hak politik tidak boleh bertentangan dengan asas syariah


- Semua individu sama di muka hukum
- Keluarga adalah dasar masyarakat, wanita dan pria semartabat dalam kemanusiaan
- Hak atas hidup, hak individu (pekerjaan, pelayanan kesehatan, sosial, kehidupan yang
layak) dijamin
- Tidak ada sanksi kecuali sanksi yang ditentukan dalam syariat atau hukum Islam

TUJUAN HUKUM ISLAM

Dapat dilihat dari dua segi, yaitu:

1. Segi Pembuat Hukum Islam (Allah dan Rasul-Nya)


Tujuan hukum Islam:
a. Memenuhi kebutuhan manusia:
Primer (Daruriyyat) : harus dilindungi, agar kemaslahatan hidup manusia
terwujud. Ada 5, yaitu:
o Pemeliharaan agama: karena agama adalah pedoman hidup manusia, ada
akidah, syariah dan akhlak.
o Pemeliharaan jiwa: hak manusia untuk hidup dan mempertahankan
kehidupannya (contoh: dilarang membunuh)
o Pemeliharaan akal: akal harus diarahkan kepada hal yang bermanfaat bagi
kepentingan hidup manusia (contoh: dilarang minum minuman yang
memabukkan)
o Pemeliharaan keturunan: kemurnian darah dijaga dan kelanjutan umat
manusia dapat diteruskan
o Pemeliharaan harta: hak manusia untuk memperoleh harta cara sah dan
halal; melindungi harta orang lain
Sekunder (Hajiyyat) : kebutuhan yang diperlukan untuk mencapai kebutuhan
primer
Tertier (Tahsiniyyat): kebutuhan manusia selain primer dan sekunder yang
harus dipelihara untuk kebaikan hidup manusia (contoh: Sandang, pangan,
papan)
b. Ditaati dan dilaksanakan oleh manusia sehari-hari

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

c. Supaya dapat ditaati, manusia harus meningkatkan kemampuannya memahami


hukum Islam dengan mempelajari usul al fiqh (dasar pembentukan dan
pemahaman hukum Islam sebagai metodologinya)
2. Segi Pelaksana Hukum Islam (Manusia) : Mencapai kehidupan yang bahagia dan
sejahtera

Tujuan hakiki hukum Islam: tercapainya keridaan Allah dalam kehidupan manusia di dunia ini
dan di akhirat kelak.

SALAH PAHAM TERHADAP ISLAM DAN HUKUM ISLAM

Sebab-sebab kesalahpahaman terhadap islam dan hukum islam:


1. Salah memahami ruang lingkup ajaran agama Islam orang menganggap semua
agama dan ruang lingkupnya sama. Solusi: belajar langsung dari Alquran dan Al-Hadis
2. Salah menggambarkan kerangka dasar ajaran agama Islam tidak menggambarkan
agama Islam sebagai satu kesatuan, namun sepotong-sepotong. Contoh: Agama Islam
hanya berisi akidah atau iman saja.
Solusi: belajar secara keseluruhan dan utuh, secara terpadu. Dihubungkan dengan
current issues.
3. Salah menggunakan metode mempelajari agama Islam kajian agama Islam oleh
para Orientalis hanya sebagai objek, menggunakan norma dan ukuran mereka sendiri.

SUMBER HUKUM ISLAM

Tempat pengambilan / asal hukum Islam dalil, dasar, pokok


Sumber hukum Islam menurut hadis Muaz bin Jabal:
1. Alquran:
- sumber hukum Islam pertama, memuat kaidah-kaidah hukum fundamental
- memuat wahyu Allah. Disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sedikit
demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, di Mekkah dan Medinah.
- S.H. Nasr: alquran adalah inti sari semua pengetahuan. Alquran memuat tiga
petunjuk bagi manusia:
o Ajaran metafisika tentang Tuhan, kosmologi, kehidupan akhirat, dan ajaran
tentang iman, syariat, akhlak.
o Petunjuk sejarah manusia petunjuk mengenai kehidupan manusia
o Sesuatu yang sulit dijelaskan dalam bahasa biasa punya kekuatan
melindungi manusia

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

- Menurut para ahli, secara garis besar Alquran memuat:


o Akidah
o Syariah, baik ibadah maupun muamalah
o Akhlak
o Kisah umat manusia masa lalu
o Berita tentang zaman yang akan datang (akhirat)
o Prinsip ilmu pengetahuan
- Abdul Wahab Khallaf: Hukum-hukum yang terkandung dalam Alquran adalah:
o Hukum itiqadiyah : kewajiban subjek hukum untuk mempercayai Allah,
malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari pembalasan, kada
dan kadar
o Hukum akhlak : menjauhkan diri dari sifat yang tercela
o Hukum amaliyah : bersangkutan dengan perkataan, perbuatan, perjanjian,
hubungan kerja antar manusia; mencakup:
Ibadah: hubungan manusia dengan Allah sifatnya taabudy (harus
diikuti apa adanya, tetap, tidak berubah, tertutup)
Muamalah: hubungan antar manusia sifatnya taaqully (terbuka,
dapat dikembangkan oleh manusia)
- Surat Al Imran (3) ayat 7: ayat-ayat Alquran ada yang:
o Muhkam(at): ayat yang memuat ketentuan pokok yang jelas artinya Dapat
dipahami dengan mudah ayat-ayat hukum. Dibagi 2:
Qathi : arti jelas, tidak mungkin ada penafsiran lain selain yang ada
dalam ayat itu. Contoh: Surat Al-Nisa (4) ayat 12
Zhanni : artinya lebih dari satu, mungkin ditafsirkan sebagai makna
yang berbeda. Contoh: Surat Al-Baqarah (2) ayat 228
o Mutasyabih(at): ayat perumpamaan, mengandung kiasan.
- Alquran: 30 juz, 114 surah, lebih dari 6000 ayat. Surat pertama: Al-Fatihah, surat
terakhir: Al-Nas. Alquran tidak disusun secara kronologis. Ayat pertama: Al-Alaq / Al-
Iqra (96): 1-5. (Malam pertama turunnya Al-Quran disebut Nuzulul Quran) Ayat
terakhir: Al-Maidah (5):3.
o Ayat-ayat Makiyyah: ayat yang diturunkan di Mekkah 19/30 Alquran, 86
surat, pendek-pendek, singkat, padat. Umumnya mengenai tauhid, akhlak, hari
akhir.

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

o Ayat-ayat Madaniyah: ayat yang diturunkan di Madinah 11/30 Alquran, 28


surat, panjang-panjang, lugas dan jelas. Isinya norma hukum pembentukan
dan pembinaan masyarakat Islam, negara yang baik, adil dan sejahtera yang
diridhai Allah.
- Tercatat dalam sejarah Alquran:
o Abu Bakar: orang pertama yang memerintahkan mengumpulkan Al-Quran ke
dalam satu mushaf
o Umar bin Khattab: orang pertama yang punya gagasan dan menyarankan agar
ayat-ayat Al-Quran dihimpun ke dalam satu mushaf
o Zaid bin Tsabit: orang pertama yang melaksanakan penulisan dan
penghimpunan Al-Quran ke dalam satu mushaf

(Mushaf : kumpulan lembaran tertulis)

2. As-Sunnah
- Berupa perkataan (sunnah qauliyah), perbuatan (sunnah filiyah), dan sikap diam
(sunnah taqririyah) Rasulullah yang tercatat dalam kitab-kitab Hadis. penafsiran,
penjelasan otentik tentang Al-Quran.
- Kitab-kitab hadis merupakan sumber pengetahuan tentang Islam dan alat penafsir
dan bagian yang komplementer terhadpa Alquran.
- Tanpa As-Sunnah sebagian besar isi Al-Quran akan tersembunyi dari mata manusia
contoh: perintah untuk salat dalam Al-Quran. Manusia tidak akan tahu caranya
salat apabila tidak ada As-Sunnah.
- Dasar hukum bahwa As-Sunnah menjadi dasar kedua hukum Islam:
o Syahadatain pengakuan dan janji bahwa ia akan hidup sesuai ketetapan
Allah dalam Alquran dan mengikuti suri tauladan Nabi Muhammad melalui
Sunnahnya.
o Alquran:
Surat Al-Nisa (4) ayat 59
Surat Al-Imran (3) ayat 132: Allah memerintahkan orang beriman untuk
mentaati perintah Allah dan menaati ketentuan rasul-Nya.
Surat Al-Nisa (4) ayat 80: barangsiapa taat kepada ketentuan
Rasulullah, ia taat pada ketetapan Allah
Surat Al-Hasyr (59) ayat 7: menjadikan rasul teladan

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

o Sunnah nabi: Apa yang diharamkan Rasulullah, sama dengan apa yang
diharamkan Allah.
- Fungsi Sunnah:
o Petunjuk pelaksanaan kaidah-kaidah fundamental yang terdapat dalam Al-
Quran
o Penjelasan otentik mengenai ayat-ayat Al-Quran
o Kaidah-kaidah hukum baru yang perlu dikembangkan atau dirumuskan lebih
lanjut oleh akal pikiran manusia.
- Bukhari dan Muslim menggunakan 5 kategori dalam mengklasifikasikan hadis-hadis
yang dikumpulkannya:
o Kekuatan ingatan dan ketelitian perawinya
o Integritas pribadi orang yang menyampaikannya
o Tidak terputus mata rantai penghubungnya dari generasi ke generasi
o Tidak terdapat cacat mengenai isinya
o Tidak janggal dilihat dari susunan bahasanya

Disebut sahih kalau sebuah hadis memenuhi kelima kategori tersebut.

- As-Sunnah dalam kitab-kitab hadis dapat digolongkan menurut:


o Kuantitas perawinya
Mutawatir: diriwayatkan oleh banyak sahabat (lebih dari 10 orang).
Masyhur: diriwayatkan oleh 1 atau 2 orang atau lebih sahabat
generasi tabiin dan tabi tabiin banyak sekali yang meriwayatkannya
seperti hadis mutawatir.
Ahad: diriwayatkan oleh 1 atau 2 orang atau lebih sahabat generasi
tabiin dan tabi tabiin yang meriwayatkan juga seorang atau dua orang.
o Kualitas perawinya
Sahih: diriwayatkan oleh perawi yang adil, teliti, sanad bersambung
sampai kepada Nabi Muhammad, tidak cacat, tidak bertentangan
dengan orang-orang terpercaya
Hasan: diriwayatkan oleh perawi yang adil, kurang teliti, sanad
bersambung sampai Nabi Muhammad, tidak cacat, tidak bertentangan
dengan orang-orang terpercaya
Daif: tidak masuk akal, bertentangan dengan ayat Al-Quran, tidak
sesuai dengan akidah Islam, bertentangan dengan hadis lain.

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

- Sunnah atau hadis terdiri dari 2 bagian, yaitu:


o Isnad / Sanad : rangkaian orang-orang yang meriwayatkan sunnah secara
turun-temurun sampai sunnah itu dibukukan
o Matan: materi / isi sunnah
- Sunnah ada 2 jenis:
o Qathi : sanad maupun matannya sudah jelas terinci
o Zhanni : sanad maupun matannya masih umum, belum jelas dan terinci
3. Akal pikiran manusia (rayu) / ijtihad
- Akal dari bahasa Arab, al-aql: sesuatu yang mengikatkan manusia dengan Tuhan;
kunci memahami agama, ajaran dan hukum Islam; wadah penampung akidah,
syariah dan akhlak; untuk menyempurnakan sesuatu.
- Akal tidak boleh bergerak tanpa petunjuk. Petunjuk = wahyu Allah. Lebih tinggi
kedudukan wahyu dibanding akal. Hukum yang dihasilkan akal pikiran tidak boleh
bertentangan dengan hukum dari wahyu Allah.
- Akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad : arrayu / ijtihad
- Rayu: pendapat, pertimbangan berpikir, merenungkan ayat-ayatNya
- Dasar hukum berijtihad:
o Alquran surat Al Nisa (4) ayat 59: orang mengikuti ketentuan ulil amri
(penguasa)
o Hadis Muaz bin Jabal: dibenarkan oleh nabi menggunakan rayu untuk
berijtihad
o Khalifah Il Umar bin Khattab: memecahkan persoalan hukum dalam
masyarakat
- Ketentuan yang berasal dari ijtihad ulil amri dapat dibagi 2:
o Berwujud pemilihan: diterapkan pada kasus, mengambil langsung ayat-ayat
Alquran maupun penjelasan Nabi Muhammad
o Berwujud penciptaan: berpedoman pada kaidah hukum dalam Alquran dan
Sunnah Rasul
Sumber hukum Islam menurut pendapat Imam Syafii:
- Alquran
- As-Sunnah
- Al-Ijma
- Al-Qiyas

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Dasar hukum: QS An Nisa (4) ayat 59

METODE DAN PERKEMBANGAN IJTIHAD DALAM MASYARAKAT

Ijtihad: berasal dari kata jahada bersungguh-sungguh dalam berusaha usaha sungguh-
sungguh dari seseorang yang memenuhi syarat untuk merumuskan garis hukum yang belum
jelas atau tidak ada ketentuannya di dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah. dasar dan
sarana pengembangan hukum Islam.

Orang yang berijtihad: Mujtahid.

Objek ijtihad: teks yang sifatnya zhanni.

Penggolongan ijtihad dari:

1. Jumlah pelakunya
a. Ijtihad individual (ijtihad fardi) : dilakukan seorang mujtahid
b. Ijtihad kolektif (ijtihad jamai) : dilakukan banyak ahli, 1 persoalan hukum
2. Objek atau lapangannya
a. Ijtihad terhadap persoalan bersifat zhanni
b. Hal-hal yang tidak ada ketentuannya dalam Alquran dan Al-Hadis
c. Masalah hukum baru di masyarakat

Syarat mujtahid:

1. Menguasai bahasa Arab


2. Mengetahui isi dan sistem hukum Alquran serta ilmu-ilmu untuk memahami Alquran
3. Mengetahui hadis-hadis hukum dan ilmu hadis yang berkenaan dengan pembentukan
hukum
4. Menguasai sumber hukum Islam dan metode menarik garis hukum dari sumber hukum
Islam
5. Mengetahui dan menguasai kaidah fiqih
6. Mengetahui rahasia dan tujuan hukum Islam
7. Jujur dan ikhlas
8. Menguasai ilmu sosial dan ilmu yang relevan dengan masalah yang diijtihadi
9. Dilakukan secara kolektif dengan ahli lain

Metode Berijtihad:

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Ijmak kesesuaian pendapat para ahli mengenai suatu masalah di suatu tempat di suatu
masa
Qiyas menyamakan hukum suatu hal yang ketentuannya tidak ada dalam Alquran dan
As-Sunnah dengan hal lain yang ketentuannya ada dalam Alquran dan As-Sunnah karena
persamaan illat (penyebab atau alasan)
Istidal menarik kesimpulan dari dua hal berlainan
Al-Masalih Al-Mursalah menemukan hukum yang tidak ada dalam Alquran dan As-
Sunnah, berdasarkan kepentingan umum (contoh: pemungutan pajak)
Istihsan menentukan hukum dengan jalan menyimpang dari ketentuan yang sudah ada
demi kepentingan sosial (contoh: memperlebar jalan dengan menggunakan sedikit tanah
seseorang)
Istishab melangsungkan berlakunya hukum yang telah ada karena belum ada ketentuan
lain yang membatalkannya
Urf adat istiadat yang tidak bertentangan dengan hukum Islam dapat terus diberlakukan
(soal muamalah).

ASAS-ASAS HUKUM ISLAM

Asas: landasan berpikir, kebenaran yang menjadi tumpuan berpikir, tolak ukur.

Asas-asas hukum Islam:

1. Asas-asas Umum
a. Keadilan : berlaku adil tanpa memandang kedudukan, asal-usul, keyakinan. Berlaku
lurus dalam melaksanakan hukum (Surat Al-Maidah (5) ayat 8). Tidak subyektif dalam
memutuskan. Keadilan sebagai sasaran hukum Islam.
b. Kepastian Hukum : tidak ada satu perbuatan pun dapat dihukum kecuali atas kekuatan
ketentuan hukum yang ada dan berlaku untuk perbuatan itu.
c. Kemanfaatan : manfaat penjatuhan hukuman bagi terdakwa dan bagi masyarakat.
2. Asas-asas dalam lapangan hukum pidana
a. Legalitas : tidak ada pelanggaran dan hukuman sebelum ada UU yang mengaturnya
b. Larangan memindahkan kesalahan pada orang lain : pelaku kejahatan yang menerima
hukuman; pertanggungjawaban pidana bersifat individual
c. Praduga tak bersalah : seseorang yang dituduh melakukan kejahatan harus dianggap
tidak bersalah sebelum hakim dengan bukti yang meyakinkan menyatakan putusannya
3. Asas-asas dalam lapangan hukum perdata

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

a. Kebolehan membolehkan semua hubungan perdata sepanjang tidak dilarang oleh


Alquran dan As-Sunnah
b. Kemaslahatan hidup hubungan perdata dapat dilakukan asalkan berfaedah
c. Kebebasan dan kesukarelaan hubungan perdata harus dilakukan secara bebas dan
sukarela
d. Menolak mudarat, mengambil manfaat hubungan perdata yang mendatangkan
kerugian dijauhi.
e. Kebajikan setiap hubungan perdata harus mendatangkan kebajikan kepada kedua
belah pihak dan pihak ketiga
f. Kekeluargaan hubungan perdata dengan saling menghormati, tolong menolong
selayaknya keluarga
g. Adil dan berimbang hubungan perdata tidak boleh mengandung unsur penipuan, dan
bahwa hasil harus berimbang dengan usaha
h. Mendahulukan kewajiban dari hak
i. Larangan merugikan diri sendiri dan orang lain
j. Kemampuan berbuat hubungan perdata dapat dilakukan oleh manusia mukallaf.
k. Kebebasan berusaha setiap orang punya kesempatan sama untuk berusaha
l. Mendapat hak karena usaha dan jasa
m. Perlindungan hak hak yang diperoleh secara halal dan sah harus dilindungi
n. Hak milik berfungsi sosial contoh: zakat
o. Beritikad baik harus dilindungi
p. Risiko dibebankan pada benda bukan pekerja upah pekerja dalam perusahaan
q. Mengatur, sebagai petunjuk
r. Perjanjian tertulis

Asas-asas hukum perkawinan:

1. Kesukarelaan suami istri dan orang tua kedua belah pihak


2. Persetujuan kedua belah pihak tidak ada paksaan
3. Kebebasan memilih
4. Kemitraan suami-istri suami menjadi kepala keluarga, istri kepala pengaturan
rumah tangga
5. Untuk selama-lamanya untuk melangsungkan keturunan dan membina kasih
sayang
6. Monogami terbuka pria boleh beristri lebih dari satu bila mampu berlaku adil

USAHA + DOA = HASIL


Disusun oleh Dominique Virgil

Asas-asas Kewarisan:

1. Ijbari: perpindahan harta dari pewaris kepada ahli waris sebagai keharusan, ketetapan
Allah, sesuai jumlah yang ditentukan Allah
2. Bilateral: ahli waris menerima hak kewarisan dari kedua belah pihak
3. Individual: setiap ahli waris menerima hak kewarisan sesuai kadar bagian masing-
masing
4. Keadilan Berimbang: keseimbangan hak kewajiban. Perbedaan bagian warisan antara
ahli waris berimbang dengan perbedaan tanggung jawab masing-masing terhadap
keluarga.
5. Akibat Kematian: kewarisan terjadi setelah orang yang punya harta kekyaaan
meninggal dunia. Kewarisan adalah akibat kematian.

USAHA + DOA = HASIL