Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA


STRUKTUR BUMI MELIPUTI BENTUK DAN UKURAN BUMI

Oleh :

Fathul Khair (A24115001)

Nur Fajr Azzahra (A24115055)

Reni Nurmia (A24115019)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN MIPA
FAKULTAS KEGURUA DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2017
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, kerana berkatnyalah sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Struktur Bumi Meliputi Bentuk dan Ukuran Bumi.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah Struktur Bumi Meliputi Bentuk dan Ukuran Bumi
ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

i
Daftar Isi

Kata Pengantar.......................................................................................................................... i
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
1.3 Tujuan .......................................................................................................................... 1
BAB II ........................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN .......................................................................................................................... 2
2.1. STRUKTUR BUMI ....................................................................................................... 2
2.2. BENTUK BUMI ........................................................................................................... 4
2.3. UKURAN BUMI .......................................................................................................... 5
BAB III ....................................................................................................................................... 6
PENUTUP .................................................................................................................................. 6
2.1. KESIMPULAN............................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan
terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet
terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan
dunia atau Planet Biru.

Bumi tergolong planet kebumian yang umumnya terdiri dari bebatuan, bukannya
raksasa gas seperti Yupiter. Bumi adalah planet terbesar dari empat planet kebumian
lainnya menurut ukuran dan massa. Dari keempat planet tersebut, Bumi merupakan
planet dengan kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan tertinggi, medan magnet
terkuat, dan rotasi tercepat,[33] dan diperkirakan juga merupakan satu-satunya planet
dengan tektonik lempeng yang aktif.

1.2 Rumusan Masalah


1. Menjelaskan pengertian struktur bumi.
2. Menjelaskan pengertian bentuk dan ukuran bumi

1.3 Tujuan
Setelah mempelajari bagian ini peserta didik diharapkan mampu memahami:
1. Pengertian struktur bumi.
2. Pengertian bentuk dan ukuran bumi

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. STRUKTUR BUMI

Gambar 2.1 Struktur bumi

Struktur Bumi bagian dalam terbagi dalam beberapa lapisan, seperti halnya sebuah
bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian paling atas
disebut litosfer atau crust, lapisan di bawahnya adalah astenosfer atau mantel dan
yang paling bawah adalah inti bumi. Bagian dalam dari bumi dapat diketahui dengan
mempelajari sifat-sifat fisika bumi yaitu dengan metode geofisika., terutama dari
kecepatan rambatan getaran atau gelombang seismik, sifat kemagnetannya dan gaya
berat serta data panas bumi. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bagian dalam
bumi tersusun dari material yang berbeda-beda mulai dari permukaan bumi sampai
ke inti bumi. Dengan metode geofisika tersebut juga diketahui bahwa berat jenis
bumi keseluruhan adalah sekitar 5,52. Kerak bumi sendiri yang merupakan lapisan
terluar dan disusun oleh batu-batuan mempunyai berat jenis antara 2,5 sampai 3,0.
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa material yang menyusun bagian dalam bumi
merupakan material yang lebih berat dengan berat jenis yang lebih besar daripada
batuan yang menyusun kerak bumi.

Struktur internal bumi secara umum dibagi menjadi sebagai berikut:


a. Kerak Bumi

Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu
kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5
10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 2070 km.
Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan
penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan

2
basalt. Kerak Bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer
dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring
kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 200-
400 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer.
Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah
menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Temperatur meningkat 30 0C setiap
km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak yang
lebih dalam. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen
(O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%),
Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium
(Mg) (2,1%).

b. Mantel Bumi

Selubung bumi atau yang biasa disebut mantel bumi ini merupakan lapisan yang
menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar
83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi. Terdiri
dari material yang berfasa cair ,sering pula selubung bumi disebut sebagai
lapisan astenosfer. Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan-pergerakan
lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas
bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. ketebalann
selubung ini berkisar 2.883 km. Densitasnya berkisar dari 5.7 gr/cc dekat dengan
inti dan 3.3 gr/cc didekat kerak bumi. Pada wilayah selubung bagian atas akan
mulai terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup
dan meleleh.

c. Inti Bumi

Inti bumi terletak mulai kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi
sampai ke pusat bumi. Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar
dan inti bumi bagian dalam. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai
dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang
tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis
material penyusun inti bumi dan perubahan sifat meterialnya dari yang bersifat
padat menjadi bersifat cair. Meningkatnya berat jenis disebabkan karena
perubahan dari material silikat yang menusun selubung bumi menjadi material
campuran logam yang kaya akan besi (Fe) di inti bumi. Perubahan sifat material
menjadi cairan disebabkan karena turunnya titik lebur material yang
mengandung besi dibandingkan material yang kaya silikat. Itulah sebabnya
material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam
Fe. Sebaliknya semakin bertambahnya tekanan ke bagian yang semakin dalam

3
akan mengakibatkankan naiknya titik lebur material logsm. Hal ini
menyebabkan material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan
material logam yang bersifat padat. Komposisi material penyusun inti bumi
diketahui dengan perkiraan bahwa unsur besi merupakan unsur yang banyak
dijumpai pada kerak batuan penyusun kerak bumi. Dengan meningkatnya berat
jenis pada batuan yang makin dalam letaknya, maka kadar besi juga akan
semakin meningkat, sehingga pada selubung bumi mempunyai kemungkinan
mengadung kadar besi yang lebih besar daripada kerak bumi. Berat jenis inti
bumi bagian luar yang disusun oleh material kaya besi yang cair sama dengan
berat jenis berat jenis besi dalam keadaan cair. Karena inti bumi bagian dalam
disusun oleh material kaya besi yang padat, maka batas antara inti bumi bagian
luar dengan inti bumi bagian dalam mempunyai temperatur sama dengan titik
lebur besi pada tekanan ditempat tersebut. Selain itu, komposisi penyusun inti
bumi juga diketahui dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang
dijumpai mengandung logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%.
Sehingga diperkirakan material logam penyusun inti bumi adaalah unsur besi
dan nikel.

2.2. BENTUK BUMI


Bentuk planet Bumi sangat mirip dengan bulat pepat (oblate spheroid), sebuah
bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan
pada bagian khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi Bumi, menyebabkan
ukuran diameter katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke
kutub. Diameter rata-rata dari bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40.000
km/. Karena satuan meter pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak
antara katulistiwa ke kutub utara melalui kota Paris, Perancis.

Topografi lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus, meski pada
skala global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar satu dari 584,
atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang lebih mulus jika
dibandingkan dengan toleransi sebuah bola biliar, 0,22%. Lokal deviasi terbesar pada
permukaan bumi adalah gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut) dan palung
Mariana (10.911 m di bawah permukaan laut). Karena buncitan khatulistiwa, bagian
bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah bumi sebenarnya adalah gunung
Chimborazo di Ekuador.

Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga Bumi yang berasal dari dalam
Bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan Bumi ini. Tenaga alam
eksogen berasal dari luar Bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang
membuat berbagai macam relief di muka Bumi ini seperti yang kita tahu bahwa

4
permukaan Bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung,
lembah, bukit, danau, sungai, dan sebagainya. Adanya bentukan-bentukan tersebut,
menyebabkan permukaan Bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut
dikenal sebagai relief Bumi

2.3. UKURAN BUMI


Berikut kami rangkum ukuran bumi dalam bentuk Tabel ciri Fisik Bumi

Ciri Fisik Bumi


Jari-jari kutub 6,371.0 km
6.378,1 km
6.356,8 km
Kepepatan 0,0033528
Keliling khatulistiwa 40.075,02 km (khatulistiwa)
40.007,86 km (meridian)
40.041,47 km (rata-rata)
Luas permukaan 510.072.000 km
148.940.000 km daratan (29,2 %)
361.132.000 km perairan (70,8 %)
Volume 1,08320731012 km3
Massa 5,97361024 kg
Massa jenis rata-rata 5,5153 g/cm3

Gravitasi permukaan di 9,780327 m/s


khatulistiwa 0,99732 g
Kecepatan lepas 11,186 km/s
Kecepatan rotasi 16,744 km/jam (4,651 m/s)
Kemiringan sumbu 23,439281
Albedo 0,367

5
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
1. Struktur Bumi bagian dalam terbagi dalam beberapa lapisan, seperti halnya
sebuah bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian
paling atas disebut litosfer atau crust, lapisan di bawahnya adalah astenosfer
atau mantel dan yang paling bawah adalah inti bumi.
2. Bentuk planet Bumi sangat mirip dengan bulat pepat (oblate spheroid),
sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang
menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa.
3. Luas permukaan bumi adalah 510.072.000 km , 148.940.000 km daratan
(29,2 %), dan 361.132.000 km perairan (70,8 %). Volume bumi adalah
1,08320731012 km3. Massa bumi adalah 5,97361024 kg.

6
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Bumi. https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi. (diakses pada 23 Februari


2017)

Anonim. 2013. Struktur Bumi: Bentuk Dan Ukuran Bumi, Interior Bumi, Litosfer,
dan Lempeng Tektonik. http://momentumsudutdanrotasibendategar.blogspot.
co.id/2013/12/struktur-bumi-bentuk-dan-ukuran-bumi.html. ( diakses pada 23
Februari 2017 )