Anda di halaman 1dari 109

BAB IV

EVALUASI TERAPI

A. Kasus Pasien 1 (Rumah Sakit Gatot Soebroto/ RSPAD)

Ibu SU (73 tahun) masuk RS Gatot Soebroto pada tanggal 8 Juni 2016
dengan keluhan nyeri kepala hebat dikepala bagian belakang 7 jam
sebelum masuk RS, kepala seperti melayang dan mau jatuh dan tangan
kiri tiba-tiba lemas. Hasil diagnosis dokter mengatakan Ibu. SU menderita
CVD Infark Berulang dan Hipertensi ekstra. Berikut adalah penjabaran
mengenai data terkait pasien

B. Diagnosis dan Data Klinis Pasien

1. Data Pasien

Nama Pasien : Ibu SU

Umur/BB : 73 Tahun

Jenis kelamin : Perempuan

Diagnosa : CVD Infark berulang, Hipertensi ekstra.

Riwayat penyakit : Diabetes Melitus sejak 3 tahun lalu, stroke infark


sejak 2 bulan lalu dan hipertensi sejak 2 bulan lalu.

Tanggal Masuk RS : 8 Juni 2016

Tanggal Keluar RS : 16 Juni 2016

Riwayat masuk : Merasakan nyeri kepala hebat dikepala bagian


belakang, kepala seperti melayang dan mau jatuh, tangan kiri tiba-tiba
lemas, disertai rasa mual.

61
62

2. Hasil Pemeriksaan Tanda Vital

Hasil Pemeriksaan ket


Nilai
Parameter
Normal
8/06/16 9/06/16 10/06/16 11/06/16 12/06/16 13/06/16
Suhu 36-37,5 36.7 36 36 36 36 36,5 Normal

Nadi 80-100x 65 69 80 82 84 88 Normal


/min
RR 18-20x 20 18 20 20 20 20 Normal
/min
BP < 120/80 220/110* 191/103* 160/96* 155/94* 160/90* 130/90 Hipertensi
(pagi) (penyakit)
150/90
(sore)
63

Hasil Pemeriksaan ket


Parameter Nilai
Normal 14/06/16 15/06/16 16/06/16
Suhu 36-37,5 36.7 36 36 Normal

Nadi 80-100x 65 69 80 Normal


/min
RR 18-20x 20 18 20 Normal
/min
BP < 120/80 120/80* 120/80 140/80 Hipertensi
( pk.09) (penyakit)
150/80 (
pk 13)
64

a. Hasil Pemeriksaan Kolesterol


Parameter Nilai Hasil Keterangan Penyebab
Normal pemeriksaan
(9/06/2016)
LDL 0-100 131* Tinggi Hiperlipidemia
(penyakit)
mg/dL
Trigliserida 30-200 277* Tinggi Hiperlipidemia
(penyakit)
mg/dL
Kolesterol 115-200 236* Tinggi Hiperlipidemia
(penyakit)
total mg/dL
65

b. Hasil Pemeriksaan Hematologi


Parameter Nilai Hasil Keterangan Penyebab
Normal Pemeriksaan
Eritrosit 4.3-6.0 4.2* Rendah
g/dL
Hematokrit 37-47 % 36* Rendah Kecenderungan
nilai Hct lebih
rendah pada
individu > 60
tahun
Pedoman
interpretasi data
klinik. binfar.
2011

Ureum 20-50 65* Tinggi Gangguan


mg/dL Ginjal

Kreatinin 0,5-1,5 2.0* Tinggi Gangguan


mg/dl Ginjal

GDS <140 173* Tinggi Diabetes


mg/dl Melitus

Kalium 3,5-5,0 5,5* Tinggi Hiperkalemia


mmol/L
Uric Acid 2,4-5.7 7,8* Tinggi Hyperuricemia
(10/06/16) mg/dL
Glukosa 70-100 144* Tinggi Diabetes
darah puasa mg/dl Melitus
(10/06/16)
Diagnosis pasien : hipertensi ekstra , CVD, DM.
66

c. Profil Pengobatan Pasien ( 8 -16 Juni 2016)

Nama Aturan Indikasi Tanggal Pemberian


Obat pakai
9/06/16 10/06/16 11/06/16 12/06/16 13/06/16 14/06/16
Amlodipin 10 1x1 Hipertensi 06 06 06 06 06 06
mg tablet
sehari
Citicolin 500 2x1 Syaraf 10 22 10 22 10 22 10 22 10 22 10 22
mg Injeksi
sehari
Asering Infus Setiap 6 Infus
jam

Atorvastatin 1x1 Hiperlipide 19 19 19 19 19


tab 20 mg mia

Kalitake 5 g 3x1 Hiperkalemi - - - 08 13 18 08 13 18 08 1 18 08 1 18 - - -


a 3 3

Clopidogrel 75 1x1 Antiplatelet - - - - - - - - - - - - - - - - - -


mg sehari

Aptor 1x1 Anti platelet - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Mecobalamin 2x500 Neuropati - - - - - - - - - - - - - - - - - -


mg perifer
(oral)
67

Humalog Mix 1x1 DM - - - - - - - - - 09 - - - - - - - -


(sc)
68

Nama Aturan Indikasi Tanggal Pemberian


Obat pakai
15/06/16 16/06/16
Amlodipin 10 1x1 Hipertensi 06 06
mg tablet
sehari
Citicolin 500 mg 2x1 Syaraf 10 10
Injeksi
sehari
Asering Infus Setiap 6 Infus -
jam

Atorvastatin tab 1x1 Hiperlipide 08 19


20 mg mia

Kalitake 5 g 3x1 Ion - - - -


Exchange

Clopidogrel 75 1x1 Antiplatelet 13 13


mg sehari

Aptor 1x1 Antiplatelet 13 13

Mecobalamin 2x500 Neuropati 13 21 13 21


mg perifer
(oral)
69

3. Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat


a. Pemilihan Obat
Indikasi Keterangan
Nama Obat Indikasi (Pasien)
(BNF 67)
Amlodipin Hipertensi
Hipertensi Sesuai
10 mg tab Lansia

Citicolin Gangguan
Gangguan syaraf,stroke
Injeksi 500 syaraf, stroke Sesuai
iskemik
mg iskemik
Terapi
Terapi penggant cairan
Asering infus pengganti Sesuai
tubuh
cairan tubuh
Anti
Atorvastatin Hiperlipidemi Anti Hiperlipidemia Sesuai
20 mg tab a
Kalitake 3 g Hiperkalemia Hiperkalemia Sesuai
sacch
CPG 75 mg Antiplatelet/ Antiplatelet/Antitrombotik
Sesuai
tab Antitrombotik pada infark
Antiplatelet
Aptor tab Antiplatelet Sesuai

Mecobalami Neuropati
Neuropati perifer Sesuai
n 500 mg cap perifer
Hhumalog Insulin DM Sesuai
Mix
70

b. Dosis dan Cara Pemberian Obat


Citicholin (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Injeksi Citicholin : Stadium akut 250-500 mg, satdium kronik 100-
300 mg, 1-2 x sehari secara drip iv atau inj iv

Kekuatan Sediaan : 250 mg/2 ml, 500mg/4 ml


Dosis Pasien
Citicholin : 2 x 500 mg

Dosis Resep
Innjeksi : Dosis sudah sesuai dengan literature
Amlodipine (AHFS Drug Information, JNC VII)
Dosis Literatur
Tablet Amlodipine : Dosis anak-anak > 6 tahun : 2,5-5 mg
Dosis dewasa : 5-10 mg (Angina kronik)
Kekuatan Sediaan : 5 mg ; 10 mg/ tablet
Dosis Pasien
Amlodipine : 1 x 10 mg tab amlodipine

Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
Atorvastatin (AHFS Drug Information)
Dosis Literatur
Tablet Atorvastatin : Dewasa
Dosis awal :10 mg/ sehari kisaran dosis 10-80
: mg
Kekuatan Sediaan : 10 mg, 20 mg/ tablet
Dosis Pasien
Atorvastatin : 1 x 1 tab Atorvastatin
71

Atorvastatin 20 mg x 1 tab : 20 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literature
Humalog Mix (AHFS Drug Information)
Dosis Literatur
Humalog Mix : Bersifat individual
Kekuatan Sediaan : 100 IU/ml x 3 ml
Dosis Pasien
Humalog mix : Sudah pemakaian rutin sebelumnya
Dosis Resep
Humalog mix : Dosis sesuai dengan literature
Kalitake ( Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Kalitake : Dewasa : 15-30 g/hari terbagi dalam 2-3 dosis
Kekuatan Sediaan : 5 g x 20 sacchet
Dosis Pasien
Kalitake : 3 x 1 (15 g)
Dosis Resep
Kalitake : Dosis sesuai dengan literature
Clopidogrel (Leaflet)
Dosis Literatur
Tablet Clopidogrel : Dewasa dan lanjut usia : 75mg 1x sehari
Kekuatan Sediaan : 75 mg
Dosis Pasien
Tablet Clopidogrel : 1x1
Dosis Resep
Tablet Clopidogrel : Dosis sudah sesuai dengan literature
Aptor (Drug Information Handbook)
72

Dosis Literatur
Aptor Tablet : Dosis Dewasa 1 tablet sekali sehari
Kekuatan Sediaan : 100 mg
Dosis Pasien
Tablet Aptor : 1x1
Dosis Resep
Tablet aptor : Dosis sudah sesuai dengan literature
Mecobalamin (Leaflet)
Dosis Literatur
Mecobalamin cap : Dewasa ; 3 x sehari 1 kap
Kekuatan Sediaan : 500 mg
Dosis Pasien
Mecobalamin cap : 2 x sehari 1 kap
Dosis Resep
Mecobalamin kap : Dosis sesuai dengan literature
73

c. Efek Samping dan Pengobatan

No Nama Obat Efek Samping

Amlodipine 10 Sakit kepala, edema, lelah, mual rasa


1
mg lemas,,kemerahan pada wajah, pusing..
Hipersensitivitas (Ruam), insomnia, sakit
Citicholin
2 kepala,pusing, konvulsi, mual,anoreksia, fungsi hati
Injeksi 500 mg
abnormal..
Sakit kepala, mual, nyeri perut, diare, dispepsia,
Atorvastatin 20
3 kembung, kontipasi, kembung, Hipotensi, edema
mg kap
periperal, takikardi

Kalitake Konstipasi,mual, anoreksia,rasa tidak enak pada


4
sacchet lambung, hipokalemia

Clopidogrel 75 Sakit kepala, pusing, gangguan GI dan


mg tab hematologi,ruam kulit, pruritus, tukak peptik,
5
lambung, duodenum, gastritis, pendarahan GI dan
intrakanial.
Aptor tablet
6 Gangguan GI, pusing, reaksi hipersensitif

Mecobalamin
7 Anoreksia, mual, diare, ruam kulit
500 mg cap
8 Humalog Mix Hipoglikemia
74

d. Analisa DRP (Drug Releated Problem)


Klasifikasi Drug Related Problem menggunakan PCNE

Assessment
Obat Plan / Rekomendasi
(Identifikasi DRP)
Frekuensi
Nama Obat Problem Causes Intervensi Outcome
Pemberian
Amlodipin 10 mg 1x1 - - - -
tab
Citicholin Injeksi 2x1 - - - -
500 mg
Atorvastatin 20 1x1 - - - -
mg
Kalitake 3g sacch 3x1 - - - -

CPG 75 mg tab 1x1 P1.3 Efek yang C1.3 Kombinasi obat- Monitoring Tidak terjadi
tidak diinginkan obat atau makanan-obat gambaran darah pendarahan
dari terapi yang tidak tepat
Aptor tab 1x1 P1.3 Efek yang C1.3 Kombinasi obat- Rekomendasi Tidak terjadi gastritis ,
tidak diinginkan obat atau makanan-obat obat anti ulcus peptik
dari terapi yang tidak tepat mual,muntah dan
antasida
75

Mecobalamin 500 2x1 - - -


mg cap
Humalog mix 1x1 - - - -
- - P1.4 C8.1 Apoteker telah Dokter tetap tidak
memberikan menambah terapi
Indikasi Tidak Dokter tidak meresepkan
recomendasi allopurinol
Tertangani obat antihyperuricemia
untuk
Kadar asam urat menambahkan
pasien 7,8 mg/dL terapi obat
namun tidak allopurinol
diresepkan obat
antihyperuricemia

e. Interaksi Obat
- Hindari konsumsi jus grapefruit (>1L sehari) krn berinteraksi
dengan atorvastatin
f. Rasionalitas Biaya Pengobatan
Pasien mendapatkan bantuan dana BPJS selama pengobatan. obat
generik dan paten selama dirawat di rumah sakit. Dalam hal
pembayaran biaya obat, pasien tidak keberatan.
76

A. KASUS PASIEN 2 (SILOAM HOSPITAL KEBON JERUK)


1. ILUSTRASI KASUS
Tn. S. datang ke Rumah Sakit pada tanggal 20 Agustus 2015. Pasien
mengeluhkan kesemutan pada kedua kaki semenjak 16 Agustus 2015, disertai
perasaan mau jatuh. Sehari sebelumnya pasien sudah melakukan MRI Brain
dengan hasil acute infarct lesion di posterior periventrikel lateralis lobus
occipital. Pasien di rawat di Rumah Sakit, dan diberikan terapi sebagaimana
dijabarkan pada bagian selanjutnya.

2. IDENTITAS PASIEN
No Rekam Medis : 00473634
Nama Pasien : Tn S
Umur : 49 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tinggi/Berat Badan : 170 cm/71 kg
IMT : 24,56 kg/m2
Tanggal masuk RS : 20 Agustus 2015

3. KELUHAN UTAMA
Pasien datang ke RS dengan keluhan kesemutan pada kedua kaki, berdiri
sempoyongan, dan pusing hilang timbul.

4. RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU


Pada Juni 2013, pasien mengalami appendicitis acute dan menerima tindakan
operasi laparoscopy (appendectomy)

5. RIWAYAT KELUARGA
Hipertensi, Diabetes
77

6. RIWAYAT SOSIAL
Sudah menikah, dan memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus/hari.

7. RIWAYAT PENGGUNAAN OBAT


Waktu &
Nama Cara Tanggal
No Dosis Frekuensi
Obat Pemberian Berakhir
Diberikan
1 Atofar 40 mg PO 1 x 1 tab 20/08, malam
2 Pladogrel 75 mg PO 1 x 1 tab 20/08, malam

8. RIWAYAT ALERGI
Tidak memiliki alergi obat ataupun yang lainnya.

9. HASIL PEMERIKSAAN FISIK


Kesadaran (CM), status neurologis (right hand coordination problem)

10. HASIL PEMERIKSAAN TANDA VITAL


Nilai Tanggal
Parameter
Normal 20/08 21/08 22/08
Pagi: 120/86
Siang: 123/75
Tekanan darah (mmHg) < 120/80 151/86 159/81
Malam:
130/78
Nadi (x/menit) 60-100 68 57 65
Respiratory Rate
16-24 18 18 18
(x/menit)
Suhu (0C) 36-37,5 36 36,8 36,2
78

11. HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM


Tanggal Nilai
Pemeriksaan Satuan Keterangan
20/08 21/08 22/08 Normal
KIMIA DARAH
Tinggi
Trigliserida 177* - - mg/dL < 150
(Hiperlipidemia)
Kolesterol Tinggi
238* - - mg/dL < 200
Total (Hiperlipidemia)
Kolesterol Rendah
28* - - mg/dL 35-70
HDL (Hiperlipidemia)
Kolesterol Tinggi
172* - - mg/dL < 100
LDL (Hiperlipidemia)
HEMATOLOGI
13,0-
Hb 16,9 - - g/dL Normal
18,0
Jumlah
6,9 - - 103/uL 4,0-10,0 Normal
Leukosit
Jumlah 4,50-
5,5 - - 106/uL Normal
Eritrosit 6,20
40,0-
Hematokrit 47 - - % Normal
54,0
Jumlah
197 - - 103/uL 150-400 Normal
trombosit

12. HASIL PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK


Tanggal 19/08/16
MRI Brain: Acute infarct lesion di posterior periventrikel lateralis lobus
occipital

13. DIAGNOSIS
Hipertensi, Small Occipital Periventricular Stroke (Ischemic Stroke)
79

B. PROFIL PENGGUNAAN OBAT


Waktu (Tgl, Pukul) Tanggal
Nama Obat Regimen Indikasi 20/08 21/08 22/08
Mulai Stop
P Si So M P Si So M
20/08,
Pladogrel 75 mg 1 x 75 mg Antitrombosis - - -
23:00
20/08, Anti-
Atofar 40 mg 1 x 40 mg - - -
23:00 Hiperlipidemia
Pasien Terapi
20/08, 21/08,
Amlodipin 5 mg 1 x 5 mg Antihipertensi belum - - - - Pulang
23:00 10:00
masuk RS
21/08,
Brainact 3 x 500 mg Neuroprotektif - -
17:00
21/08,
Rantin 2 x 150 mg Antiulserasi - - -
17:00
PARENTERAL
20/08, 21/08,
Cernevit iv, 1 x 1 Vitamin
23:00 12:00
Pasien
20/08, 21/08, STOP
Citicolin 500 mg iv, 3 x 1 Neuroprotektif belum
23:00 16:00
masuk RS
20/08, 21/08,
NaCl 0,9% 100 cc iv Cairan tubuh
23:00 16:00
80

Terapi Pulang (22/08)


Nama Obat Regimen Jumlah Obat Indikasi
Pladogrel 1 x 75 mg 40 tab Antitrombosis
Atofar 40 mg 1 x 40 mg 40 tab Antikolesterol
Calsivasc 2 x 2,5 mg 40 tab Antihipertensi
Brainact 3 x 500 mg 90 tab Neuroprotektif
Rantin 2 x 150 mg 40 tab Antiulserasi
81

C. CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN (SOAP)


Kondisi Klinis Rekomendasi
Tgl Assesment Keterangan
(S/O) (Plan)
20/08 Subjektif: Hipertensi, Pasien
Pasien Small diberikan
mengeluhkan Occipital terapi:
kedua kaki Periventricular Pladogrel 75
kesemutan, dan Stroke mg, Atofar 40
pusing hilang mg,
timbul. Amlodipin 5
mg, Cernevit
Objektif: iv, dan
TD: 151/86 mmHg Citicolin iv.
Nadi: 68 x/menit
RR: 18 x/menit
Suhu: 360C
21/08 Subjektif: Hipertensi, Diberikan obat Pasien
Rasa baal di kaki Small citicolin secara medapatkan
berkurang, no Occipital iv 3 x 1, terapi citicolin
dyspnea Periventricular kemudian di secara iv, yang
Stroke stop pada berguna sebagai
Objektif: pukul 16.45 neuroprotektif.
TD: 120/86 mmHg WIB dan Pada pukul 16.45
Nadi: 57 x/menit diganti dengan WIB, keadaan
RR: 18 x/menit Brainact 3 x pasien sudah
Suhu: 36,80C 500 mg PO mulai stabil, dan
terapi diganti
dengan Brainact
secara per oral.
82

22/08 Subjektif: Hipertensi, Pasien Keluhan pasien


Rasa baal di Small diperbolehkan sudah mulai
tangan, no dyspnea Occipital pulang dan berkurang dan
Periventricular diberikan keadaan pasien
Objektif: Stroke terapi: stabil, sehingga
TD: 159/81 mmHg R/ Pladogrel pasien
Nadi: 65 x/menit (1x75 mg) diperbolehkan
RR: 18 x/menit R/ Atofar 40 pulang.
Suhu: 36,20C mg
(1 x 40 mg)
R/ Calsivasc
(2 x 2,5 mg)
R/ Brainact
(3 x 500 mg)
R/ Rantin
(2 x 150 mg)
83

D. INFORMASI SPESIALITE OBAT


Pladogrel (MIMS, BNF 61)
Komposisi Klopidogrel
Indikasi Mengurangi kejadian aterosklerosis pada pasien yang
mengalami infark miokard, stroke iskemik atau penyakit
arteri perifer; angina tak stabil.
Dosis Dws 75 mg 1x/hari untuk mencegah aterosklerosis pada
pasien yang mengalami infark miokard, stroke iskemik
atau penyakit arteri perifer. Angina tak stabil 300 mg,
lalu kurangi menjadi 75 mg 1 x/hari.
Pemberian Obat Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontraindikasi Perdarahan patologis aktif misalnya tukak peptik,
perdarahan intrakranial, gangguan hati.
Perhatian Khusus Pasien yang mengalami peningkatan risiko perdarahan
akibat trauma, operasi, atau kondisi patologis lain.
Penyakit hati derajat sedang yang dapat mengalami
diatesis hemoragik. Gangguan ginjal. Hamil.
Efek Samping Sakit kepala, pusing, parestesia, gangguan GI dan
hematologi, ruam kulit, pruritus.
Interaksi Obat Warfarin, aspirin, heparin, obat trombolitik atau AINS

Atofar (MIMS, BNF 61)


Komposisi Atorvastatin Ca
Indikasi Tambahan terhadap diet untuk menurunkan kadar
kolesterol total, LDL, apoliproprotein B dan trigliserida
yang meningkat pada pasien dengan
hiperkolesterolemia primer, hiperlipidemia kombinasi
atau campuran, hiperkolesterolemia familial homozigot
dan heterozigot yang tidak memberi respon adekuat
terhadap diet dan terapi non farmakologi. Pencegahan
komplikasi KV.
84

Dosis Dosis lazim: 10 mg 1x/hari. Kisaran dosis: 10-80 mg


1x/hari. Hiperkolesterolemia primer dan
hiperlipidemia kombinasi atau campuran 10 mg/hr
selama 2 minggu dan hingga 4 minggu untuk
memperoleh respon maksimal. Hiperkolesterolemia
familial homozigot 80 mg. Hiperkolesterolemia
familial heterozigot pada pasien anak usia 10-17
tahun 10 mg/hr. Maks: 20 mg/hr. Penyesuaian dosis
sebaiknya dilakukan dengan selang waktu (interval) 4
minggu.
Pemberian Obat Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan: Hindari
konsumsi jus grapefruit secara berlebihan (>1 L/hr).
Kontraindikasi Penyakit hati aktif atau tejadi peningkatan transaminase
serum 3 x ULN yang persisten dan tidak diketahui
penyebabnya. Hamil, wanita usia subur, dan laktasi.
Perhatian Khusus Lakukan tes fungsi hati sebelum mulai terapi, 12
minggu sesudahnya, selama evaluasi dosis, dan
selanjutnya secara periodik. Pasien dengan mialgia
difusa, perlunakan atau kelemahan otot dan/atau
peningkatan CPK yang jelas. Laporkan segera jika
terjadi gejala nyeri, perlunakan, atau kelemahan otot,
terutama yang disertai dengan demam. Hentikan
penggunaan jika terjadi peningkatan kadar CPK yang
jelas, didiagnosis atau diduga miopati, atau memiliki
faktor risiko mengalami kegagalan ginjal sekunder
akibat rabdomiolisis.
Efek Samping Insomnia; sakit kepala; mual, diare, nyeri abdomen,
dispepsia, konstipasi, kembung; mialgia; astenia.
Interaksi Obat Antasid, kolestipol, digoksin, eritromisin/klaritromisin,
kontrasepsi oral yang mengandung noretindron dan
85

etinil estradiol, protease inhibitor; obat yang


menurunkan kadar hormon steroid endogen seperti
ketokonazol, spironolakton, dan simetidin.
Amlodipin (MIMS, BNF 61)
Komposisi Amlodipin
Indikasi Hipertensi, angina stabil kronik dan vasospastik.
Dosis Dosis awal 5 mg/hari, maksimal 10 mg/hari. Titrasi
dosis dilakukan tiap 7-14 hari.
Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap amlodipine dan
golongan dihydropirydine lainnya.
Perhatian Khusus Pengawasan ketat pada pasien gangguan
fungsi hati dan gagal jantung kongestif.
Efek Samping Umum yang sering timbul: edema dan sakit kepala
Brainact (MIMS)
Komposisi Citicoline
Indikasi Kehilangan kesadaran karena kerusakan otak, cedera
kepala, atau bedah otak dan infark serebri.
Mempercepat rehabilitasi ekstremitas atas pada pasien
hemiplegi apopleksi. Pasien yang mengalami paralisis
ringan pada ekstremitas bawah dalam 1 tahun terakhir
dan yang sedang mendapat terapi oral lazim. Mengatasi
penurunan fungsi kognitif pada lanjut usia.
Dosis Kehilangan kesadaran karena cedera kepala atau
bedah otak 500 mg secara drip atau inj IV 1-2 x/hr.
Kehilangan kesadaran pd infark serebri akut 1000
mg IV 1 x/hr secara kontiniu selama 2 minggu.
Hemiplegi pasca apopleksi 1000 mg IV 1 x/hr secara
kontiniu selama 4 minggu. Teruskan terapi selama 4
minggu berikutnya jika ada kecenderungan untuk
pulih. Tab/kapl/bubuk 1000-2000 mg/hr dalam dosis
86

terbagi. Tab dispersibel oral 500 mg 2 x/hr.


Pemberian Obat Sebaiknya diberikan bersama makanan: Berikan pada
saat atau diantara waktu makan. Tab dispersibel oral:
Biarkan hingga larut seluruhnya di dalam rongga mulut.
Perhatian Khusus Gangguan kesadaran akut, berat, dan progresif; terapi
bersama dengan obat golongan hemostatik atau yang
menurunkan tekanan intra kranial atau dilakukan
tindakan untuk menjaga suhu tubuh tetap rendah.
Hindari pemberian dosis tinggi pada perdarahan
intrakranial. Pasien dengan fenilketonuria dan wanita
hamil dengan kadar fenilalanin tinggi. Anak. Hamil dan
laktasi.
Efek Samping Gangguan epigastrium, mual, kemerahan pada kulit,
sakit kepala, pusing.
Rantin (MIMS, BNF 61)
Komposisi Ranitidine HCl
Indikasi Hiperasiditas, gastritis, tukak peptik, esofagitis,
duodenitis kronik, hipersekresi patologis.
Dosis Tab Tukak duodenum aktif 150 mg 2x/hari (pagi dan
malam) atau 300 mg 1x/hari sebelum tidur selama 4-8
minggu. Tukak lambung aktif non maligna 150 mg
2x/hari selama 4-8 minggu. Refluks esofagitis 150 mg
2x/hari selama 6 minggu. Terapi pemeliharaan tukak
peptik akut 150 mg sebelum tidur. Hipersekresi
patologis 150 mg 3x/hari, ditingkatkan sesuai kebutuhan
s/d 6 g/hari dalam dosis terbagi. Ampul IM 50 mg/2 mL
tiap 6-8 jam (tanpa pengenceran), IV 50 mg/2mL tiap 6-
8 jam (dalam 0.9 NaCl), IV intermiten 50 mg/2 mL tiap
6-8 jam (dalam 100 mL Dekstrosa 5%).
Pemberian Obat Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
87

Perhatian Khusus Gangguan fungsi ginjal, hati, hamil, laktasi, anak,


kanker lambung.
Efek Samping Sakit kepala, pusing, gangguan GI, ruam kulit.
Interaksi Obat Menurunkan bersihan warfarin, procainamide, N-
acetylprocainamide. Meningkatkan absorpsi midazolam
tetapi menurunkan absorpsi cobalamin.
Cernevit (MIMS, BNF 61)
Komposisi Vit A 3,500 IU, vit D3 200 IU, vit E 11.2 IU, vit C 125
mg, vit B1 3.51 mg, vit B2 4.14 mg, vit B3 46 mg, vit
B5 17.25 mg, vit B6 4.53 mg, vit B12 6 mcg, folic acid
414 mcg, biotin 69 mcg, pantothenic acid 17.25 mg,
nicotinamide 46 mcg, glycine 250 mg, glycocholic acid
140 mg, soybean lecithin 112.5 mg
Indikasi Vit parenteral utk dewasa dan anak > 11 thn yang tidak
mungkin atau tidak cukup diberikan secara oral.
Dosis Dws dan anak >11 thn 1 vial/hr. Luka bakar berat
dapat diberikan 2-3 x dosis harian.
Kontraindikasi Hipervitaminosis atau hipersensitif terhadap vitamin B1
(tiamin).
Perhatian Khusus Pasien yang sudah dapat vit A dari sumber lain. Hamil,
laktasi. Bolus IV mengakibatkan peningkatan SGPT
ringan pada pasien enterokolitis aktif. Gangguan ginjal.
Efek Samping Ruam kulit, eritema, gatal, sakit kepala, pusing, kaku
otot, cemas, diplopia, urtikaria, udem periorbital dan
digital. Kemerahan, gatal atau rasa terbakar di kulit.
Interaksi Obat Fenitoin, piridoksin, garam Ca, vit K bisulfit.
Citicolin (MIMS)
Komposisi Citicholine 250 mg / 2 mL, Citicholine 500 mg / 4 mL
Indikasi Pada stadium akut untuk gangguan kesadaran akibat
cedera kepala, bedah otak, dan infark serebral stadium
88

akut. Pada stadium kronis untuk meningkatkan


rehabilitasi anggota gerak atas dan bawah pada
hemiplegia akibat apopleksi serebral.
Dosis Pada stadium akut, dosis lazim adalah 250-500 mg, 1-2
kali sehari dengan cara drip IV atau injeksi IV. Pada
stadium kronis, dosis lazim adalah 100-300 mg, 1-2 kali
sehari dengan cara injeksi IV atau IM. Dosis dapat
ditingkatkan disesuaikan dengan kondisi pasien.
Kontraindikasi Hipersensitif terhadap citicholine.
Perhatian Khusus Untuk gangguan kesadaran akibat cedera kepala dan
bedah otak, citicholine sebaiknya diberikan bersama
dengan obat hemostatik. Untuk gangguan kesadaran
akibat infark serebri akut, citicholine sebaiknya mulai
diberikan dalam waktu 2 minggu pasca stroke.
Pemberian IM hanya bila terpaksa.
Pemberian IV: IV pelan.
Efek Samping Syok, Hipersensitivitas dengan gejala ruam-ruam,
Psikoneurologik: jarang terjadi, umumnya insomnia,
sakit kepala, pusing, kram, Gastrointestinal: jarang
terjadi, umumnya mual atau anoreksia, Hati: jarang
terjadi, umumnya menunjukkan gejala fungsi
hati abnormal, Mata: jarang terjadi: diplopia, Lain-lain:
jarang terjadi, umumnya merasa panas, perubahan
tekanan darah yang mendadak, ataumalaise.
Interaksi Obat L-Dopa
Calsivasc (MIMS, BNF 61)
Komposisi Amlodipine besylate.
Indikasi Hipertensi; iskemia miokard akibat angina tidak stabil
atau Prinzmetal atau varian.
Dosis Hipertensi 5 mg 1 x/hr. Maks: 10 mg. Pasien dengan
89

gangguan fungsi hati, lanjut usia, dan bayi Awal 2.5


mg 1 x/hr. Angina stabil kronik atau vasospastik
(angina Prinzmetal) 5-10 mg.
Pemberian Obat Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontraindikasi Diketahui sensitif terhadap dihidropiridin.
Perhatian Khusus Gangguan fungsi hati. Hamil dan laktasi. Lanjut usia,
anak.
Efek Samping Sakit kepala, edema, kelelahan menyeluruh, mual,
sensasi panas dan kemerahan pada kulit wajah, pusing.
90

E. MONITORING PENGGUNAAN OBAT


Nama Obat Regimen Indikasi Keterangan
Penggunaan klopidogrel
75 mg pada pasien
Ischemic Stroke sesuai
dengan terapi antiplatelet.
Berdasarkan penelitian,
penambahan aspirin pada
pasien yang memperoleh
Pladogrel 75 mg 1 x 75 mg Antitrombosis
klopidogrel pada pasien
yang berisiko tinggi TIA
atau Ischemic Stroke
menunjukkan risiko life
threatening
atau pendarahan besar
yang meningkat (14).
Berdasarkan penelitian
yang telah dilakukan
menunjukkan bahwa
pemberian Atorvastatin
Anti- dosis tinggi (80 mg/hari)
Atofar 40 mg 1 x 40 mg
Hiperlipidemia
dapat digunakan untuk
mencegah kejadian stroke
sekunder dan ischemic
(15,16).
Berdasarkan JNC8, pasien
menderita hipertensi stage
Amlodipin 5 mg 1 x 5 mg Antihipertensi 1, dan pengobatan
amlodipin 5 mg dapat
digunakan pada keadaan
91

pasien dengan target


penurunan < 140/90
mmHg (17).
Obat ini berisi amlodipin
besylate yang diberikan
Calsivasc 2 x 2,5 mg Antihipertensi
sebagai terapi pulang
pasien.
Berdasarkan penelitian,
pemberian citicoline dosis
2000 mg/hari selama 6
minggu dengan cara
pemberian intravena
(1000 mg/12 jam) selama
Brainact 3 x 500 mg Neuroprotektif
tiga hari dan secara oral
(dua tablet 500 mg/12
jam) mulai dari hari ke-4
sampai 6 minggu, dapat
mengurangi ukuran lesi
pada ischemic stroke (18).
Pemberian ranitidin
digunakan untuk
Rantin 2 x 150 mg Antiulserasi mengantisipasi terjadinya
gangguan pada
gastroinestinal.
Pasien mendapatkan
multivitamin untuk
Cernevit iv, 1 x 1 Vitamin
mengatasi keluhan
kesemutan.
Berdasarkan penelitian,
Citicolin 500 mg iv, 3 x 1 Neuroprotektif
pemberian citicoline dosis
92

2000 mg/hari selama 6


minggu dengan cara
pemberian intravena
(1000 mg/12 jam) selama
tiga hari dan secara oral
(dua tablet 500 mg/12
jam) mulai dari hari ke-4
sampai 6 minggu, dapat
mengurangi ukuran lesi
pada ischemic stroke (18).
93

F. ANALISIS DRP (DRUG RELATED PROBLEMS) DENGAN PCNE V6.2


Assesment
Obat Plan/Rekomendasi
(Identifikasi DRP)
Nama Frekuensi
Problem Causes Intervensi Outcome
Obat Pemberian
P4.2 Keluhan C8.1 Lain-lain 14.1 Intervensi lainnya O0.0 Hasil
pasien/masalah tidak Pasien perlu diantisipasi Perlu dilakukan intervensi
jelas, tidak termasuk mengenai risiko pemantauan penggunaan tidak
kategori masalah terkait perdarahan akibat klopidogrel oleh dokter diketahui
Pladogrel obat diatas penggunaan yang bersangkutan
1 x 75 mg
75 mg Pasien sudah terbiasa klopidogrel. mengenai risiko
menggunakan klopidogrel. perdarahan yang dapat
terjadi, seperti BAB
berdarah, mimisan,
memar pada kulit.
94

P1.2 Efek obat tidak C3.1 Dosis obat terlalu I0. Tanpa intervensi O0.0 Hasil
optimal rendah Dosis atorvastatin tidak intervensi
Pasien sudah terbiasa Dosis atorvastatin yang ditingkatkan. tidak
mengonsumsi atorvastatin biasa digunakan oleh diketahui
40 mg, namun hasil lab pasien yaitu 40 mg/hari. I.4.1 Intervensi lainnya
menunjukkan bahwa Perlu dilakukan
Atofar 40
1 x 40 mg profil lipid terutama nilai pemantauan kadar
mg
LDL dengan kategori kolesterol total,
tinggi (172 mg/dL). trigliserida, LDL, dan
HDL pasien untuk
menentukan
penyesuaian dosis pada
pasien.
P4.2 Keluhan C3.7 I3.4 Mengubah aturan O2.0 Masalah
pasien/masalah tidak Perburukan/perbaikan penggunaan terselesaikan
Amlodipin jelas, tidak termasuk kondisi sakit yang Frekuensi obat sebagian
1 x 5 mg
5 mg kategori masalah terkait memerlukan amlodipin diubah Obat
obat diatas penyesuaian dosis menjadi 2 x 2,5 mg dihentikan
Pada hari ke-2 perawatan, Penggunaan amlodipin pada hari ke-2
95

pasien tidak memperoleh sempat dihentikan pada I3.1 Mengubah dan


obat amlodipin. hari ke-2, karena formulasi obat frekuensinya
tekanan darah pasien Terapi pasien di RS diubah, namun
memenuhi < 140/90 memperoleh obat terapi pulang
mmHg. generik Amlodipin dan pasien diubah
saat pulang diberikan menjadi obat
obat Calsivasc. paten.
P1.2 Efek obat tidak C3.1 Dosis obat terlalu I.0 Tanpa intervensi -
optimal rendah Dosis citicoline secara
Pasien mengonsumsi Dosis citicoline oral tidak ditingkatkan.
citicoline 3 x 500 mg digunakan oleh pasien
Brainact 3 x 500 mg
secara oral, namun pasien yaitu 3 x 500 mg.
masih mengeluhkan rasa
baal pada kaki yang mulai
berkurang.
Rantin 2 x 150 mg - - - -
Cernevit iv, 1 x 1 - - - -
Citicolin iv, 3 x 1 P1.2 Efek obat tidak C3.1 Dosis obat terlalu I.0 Tanpa intervensi -
500 mg optimal rendah Dosis citicoline secara
96

Pasien memperoleh Dosis citicoline iv tidak ditingkatkan.


citicoline 3 x 500 mg digunakan oleh pasien
secara iv, untuk keluhan yaitu 3 x 500 mg, iv.
kesemutan pada saat
pasien masuk RS.

Calsivasc 2 x 2,5 mg P3.1 Biaya pengobatan C1.7 Tersedia obat I0. Tanpa intervensi O3.4 Tidak
lebih mahal dari yang yang lebih hemat Obat tidak diganti ada
diperlukan Terdapat obat biaya dengan generik. kebutuhan
lain dengan kandungan Pada saat perawatan, atau
sama yang dapat pasien memperoleh obat kemungkinan
diberikan. generik Amlodipin 5 mg untuk
yang kandungannya menyelesaikan
sama dengan Calsivasc masalah
Dokter lebih
memilih
Calsivasc
sebagai terapi
pulang yang
97

berisi
amlodipin.
98

A. Kasus Pasien 3 (Rumah Sakit Medistra)


1. Diagnosis dan Data Klinis Pasien
a. Data Pasien
Ny. MT masuk RS Medistra melalui IGD pada tanggal 3 Mei 2016 dengan keluhan
mual dan muntah pada pagi hari, pusing dengan riwayat penyakit hipertensi yang
terkontrol dengan Rasilez dan Diltiazem,akan tetapi seminggu belakangan pasien
tidak pernah minum obat.
Diagnosis dan Data Klinis Pasien
Nama Pasien : Ny. MT
Umur : 29 Tahun
BB/TB : 75 kg/165 cm
Jenis kelamin : Wanita
Diagnosa : Hipertensi, dyspepsia
Riwayat penyakit : Hipertensi
Tanggal Masuk RS : 3 Mei 2015
Tanggal Keluar RS : 8 Mei 2015
Riwayat masuk : Mual dan muntah pada pagi hari dan pusing
Riwayat Alergi : Penisilin
Riwayat Obat : Diltiazem 200 mg 2x1, Rasilez 1x1

b. Hasil Pemeriksaan Tanda Vital

Paramet Hasil Pemeriksaan Keterang


Nilai
er 3/5/2016 4/5/2016 5/5/2016 6/5/2016 7/5/2016 8/5/2016 an

Suhu 36-37 37.9 37.2 37.5 36.5 36 36.8 Normal

80-100x
Nadi 90 86 85 85 80 90 Normal
/min

RR 18-20x /min 18 19 19 17 18 18 Normal

150/110 160/100 140/100 150/100 Hiperten


BP < 120/80 140/90* 130/90*
* * * * si
99

c. Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Hasil Pemeriksaan
Parameter Nilai Keterangan
4/9/2015
Trigliserida <150 128 Normal
Kolesterol
<200 154 Normal
Total
Kolesterol
28-63 29 Normal
HDL
Kolesterol
<130 116 Normal
LDL direk

d. Hasil Pemeriksaan Hematologi

Hasil Pemeriksaan
Parameter Nilai Keterangan
2/9/2015
13.5-18.0
Hemoglobin 13.5 Normal
g/dL
Hematokrit 37-50 % 41 Normal
Leukosit 0-13.2/L 9.45 Normal
Eritrosit 4.7-7 M/L 5.5 Normal

e. Hasil Pemeriksaan Elektrolit

Hasil Pemeriksaan
Parameter Nilai Keterangan
2/9/2015

135-144
Natrium 139 Normal
mEq/L
3.6-4.8
Kalium 3.7 Normal
mEq/L
Chlorida 97-106 106 Normal
mEq/L
100

f. Profil Pengobatan Pasien


Tanggal 3 Mei 2016 sampai 8 Mei 2016

Nama Waktu Pemberian


Obat Aturan 3/5/2016 4/5/2016 5/5/2016 6/5/2016 7/5/2016 8/5/2016
dan Pakai
Dosis P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M
Diltiaze
m
1x1
Retard
CD
tablet
200 mg

Rasilez 2x1

150 mg tablet

1x1
Frisium
tablet

Motiliu 3x1

m tablet
Nexium 1x1

40 mg tablet

Norvask 2x1

5 mg tablet
Amitript
2x1
ilin
tablet
25 mg
101

Nama Waktu Pemberian


Obat Aturan 3/5/2016 4/5/2016 5/5/2016 6/5/2016 7/5/2016 8/5/2016
dan Pakai
Dosis P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M

Stilnox
10 mg
1x1 tablet

Narfoz
2
IV 4
ampul/hari
mg

OBAT YANG DIBERIKAN DI IGD (INJEKSI)

Pantop
ump 40 1 vial/hari

mg


Invomit 2

8 mg ampul/hari

Dynast
at 40 40-80 mg
mg
102

Atur
Waktu Pemberian
Nama
an 3/5/2016 4/5/2016 5/5/2016 6/5/2016 7/5/2016 8/5/2016
Obat
Paka
dan Dosis
i P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M P S So M
0.5

mcg/
Blistra
kg
BB

g. Catatan perkembangan pasien (SOAP)


Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan
03/05 Subjektif: Hipertensi primer, dispepsia, Pasien diberikan terapi Obat IV diberikan saat
Pasien mengeluhkan mual, Pantopump 40 mg IV, Invomit pasien di IGD
muntah dan pusing. 8 mg IV, Dynastat 40 mg IV,
dan Blistra IV
Objektif: Pasien juga diberi obat oral
TD: 150/110 mmHg yaitu Frisium, Motilium dan
Nadi: 96 x/menit Norvask
RR: 18 x/menit
Suhu: 37.9 0C Pasien mendapatkan obat
Antihipertensi dari golongan
yang sama, yaitu CCB,
menurut JNC 8, sebaiknya
103

dosis Diltiazem dan Aliskiren


ditingkatkan hingga dosis
maksimum, jika TD tidak
turun maka boleh di kombinasi
dengan obat ketiga (ACEI,
Diuretik Tiazid atau ARB)

Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan


04/05 Subjektif: Hipertensi primer, dispepsia, 1. Pasien diberikan terapi
Pasien muntah pada pagi hari, tambahan Narfoz 4mg IV
dan siang hari pasien masih untun mengurangi mual
mual dan muntah

Objektif: 2. Nexium dan Frisium


TD: 160/100 mmHg terjadi interaksi saat
Nadi: 86 x/menit diberikan bersamaan,
RR: 19 x/menit esomeprazole akan
Suhu: 37.2 0C meningkatkan efek dari
clobazam dengan
mempengaruhi enzim hati
CYP2C19 metabolisme.
Pemberian Nexium dan
104

Frisium sebaiknya dijeda

Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan


05/05 Subjektif: Hipertensi primer, dispepsia, 1. Pasien diberikan terapi
Pasien mengeluh sakit kepala tambahan untuk
mengurangi sakit kepala :
Objektif: Sirdalut tablet
TD: 140/100 mmHg
Nadi: 85 x/menit
RR: 19 x/menit
Suhu: 37.5 0C
105

Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan


06/05 Subjektif: Hipertensi primer, dispepsia, Terapi Sirdalut diteruskan
Pasien masih mengeluh sakit
kepala

Objektif:
TD: 165/100 mmHg
Nadi: 85 x/menit
RR: 17 x/menit
Suhu: 36.5 0C

Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan


07/05 Subjektif: Hipertensi primer, dispepsia, 3. Pasien diberikan terapi
Pasien mengeluh susah tidur tambahan Stilnox
Sakit kepala berkurang tablet.

Objektif:
TD: 140/90 mmHg
Nadi: 80 x/menit
RR: 18 x/menit
Suhu: 36 0C
106

Tgl Kondisi Klinis (S/O) Assesment Rekomendasi (Plan) Keterangan


08/05 Subjektif: Hipertensi terkontrol Terapi Pulang
Pusing: -
Mual: -
Muntah -

Objektif:
TD: 130/90 mmHg
Nadi: 90 x/menit
RR: 18 x/menit
Suhu: 36.8 0C
107

2. Evaluasi ketepatan pengunaan obat


g. Pemilihan Obat
Nama Obat Indikasi Indikasi Keterangan
Drug Information Handbook, BNF (Pasien)
Diltiazem Hipertensi esensial, angina Hipertensi Sesuai
Retard CD
Rasilez Hipertensi esensial Hipertensi Sesuai
Frisium Terapi tambahan pada epilepsi, ansietas short Anti kecemasan Sesuai
term
Motilium Mual, muntah, gastro-oesophageal Mual Sesuai
reflux
Nexium Pengobatan dan pencegahan tukak lambung Dispepsia Sesuai
dan tukak duodenum, terapi refluks esofagitis
erosif, penyembuhan H. Pylori
Norvask Hipertensi, Profilaksis angina Hipertensi Sesuai
Amitriptilin Depresi, termasuk depresi yang disertai Antidepresan Sesuai
gangguan cemas dan gejala somatik,
profilaksis migrain
Stilnox Insomnia Insomnia Sesuai

Narfoz Mual dan muntah karena sitotoksik Mengurangi mual Sesuai


Injeksi kemoterapi dan radioterapi atau pasca operasi dan muntah

Pantopump Ulkus duodenum dan lambung, gastro- Dispepsia Sesuai


Injeksi oesophageal
reflux
Invomit Injesi Mual dan muntah karena sitotoksik Mengurangi mual Sesuai
kemoterapi dan radioterapi atau pasca operasi dan muntah
108

Dynastat Terapi jangka pendek untuk nyeri pasca Nyeri Sesuai


Injeksi operasi
Blistra Injeksi Hipertensi, profilaksis angina Hipertensi Sesuai
109

h. Dosis dan Cara Pemakaian Obat

Diltiazem (BNF 61, JNC 8)


Dosis Literatur
Tablet Diltiazem : 180 mg- 360 mg 1x sehari
Kekuatan Sediaan : tablet 200 mg
Dosis Pasien
Diazepam Retard CD : 1 x 1 tablet
200mg/hari
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literatur
Rasilez (Aliskiren) (BNF 61)
Dosis Literatur
Tablet Aliskiren : 150 mg-300 mg , 1 x 1

Kekuatan Sediaan : 150 mg


Dosis Pasien
Rasilez : 2 x 1 tablet, 150 mg
(Aliskiren)
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literatur

Frisium (Clobazam) (BNF 61)


110

Dosis Literatur
Clobazam : 5-15 mg sehari
Kekuatan Sediaan : 10 mg
Dosis Pasien
Clobazam : 1x1 tab 10 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
Motilium (Domperidone) (BNF 61)
Dosis Literatur
Domperidone : 10, 3-4 x sehari,maksimal 80 mg
Kekuatan Sediaan : 10 mg
Dosis Pasien
Motilium : 2x1 tab 10 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis tidak sesuai dengan literature
Nexium (Esomeprazol) (MIMS)
Dosis Literatur
Esomeprazol : Refluks esofagitis: 40 mg 1x/hari
GERD, Tukak Lambung: 20 mg 1x/hari
Kekuatan Sediaan : 40 mg
111

Dosis Pasien
Nexium tablet : 40 mg 1x/hari
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
Norvask (Amlodipin) (JNC 8)
Dosis Literatur
Amlodipin tablet : 2.5 mg- 10 mg 1x/hari
Kekuatan Sediaan : 10 mg
Dosis Pasien 1x1 tablet, 5 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literature

Amitriptilin (AHFS Drug Information)


Dosis Literatur
Amitriptilin : 50-150 mg/hari
Kekuatan Sediaan : 25 mg
Dosis Pasien
Amitriptilin tablet : 50 mg/hari
Dosis Resep
Injeksi : Dosis sesuai dengan literature
112

Stilnox(Zolpidem tartrate) (BNF)


Dosis Literatur
Zolpidem tartrate tablet : 10 mg, 1 x/hari
Kekuatan Sediaan : 10 mg
Dosis Pasien
Stilnox : 10 mg
Dosis Resep
Stilnox : Dosis sesuai dengan literature

Pantopump (BNF, JNC 8)


Dosis Literatur
Pantoprazol injeksi : 40 mg 1x/hari
Kekuatan Sediaan Powder injeksi 40 mg
Dosis Pasien
Pantopump : 1x/hari 40 mg

Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
113

Invomit (Drug Information Handbook)


Dosis Literatur
Ondansetron : 8 -12 mg/hari

:
Kekuatan Sediaan : 8 mg
Dosis Pasien
Invomit : 8 mg 1x/hari
Dosis Resep
: Dosis sudah sesuai dengan literatur

Dynastat (BNF)
Dosis Literatur
Parecoxib : Dosis awal 40 mg, kemudian 20-40 mg tiap 6-12 jam.
Maksimal 80 mg/hari
Lansia : BB kurang dari 50 mg, dosis awal 20 mg
kemudian maksimal 40 mg/hari
Kekuatan Sediaan : 40 mg
Dosis Pasien
Dynastat : 40 mg
114

Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
Blistra (BNF)
Dosis Literatur
Nicardipine : 0.5 mcg /kg BB
Kekuatan Sediaan : 10 mg
Dosis Pasien
Blistra : 0.5 mcg/kg bb
BB Pasien: 75 kg
Dosis: 42.5 mcg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
115

i. Efek Samping dan Pengobatan

No Nama Obat Efek Samping


Diltiazem Retard Bradikardi, pusing, blok AV, rasa panas dan kemerahan
1 CD dikulit, gangguan GI.
Rasilez Diarw, ruamg, peningkatan asam urat, batu ginjal. Sakit
2 kepala

3 Frisium Sedasi.demam, gangguan GI

4 Motilium Diare, Sakit kepala, ruam kulit,

5 Nexium Sakit kepala, diare,kembung, mual, muntah, konstipasi


Norvask Kulit kemerahan, nyeri dada, Malabsorbsi vitamin B12 pada
6 pemakaian jangka panjang

7 Amitriptilin Sakit kepala, edema, lelah, mual, kemerahan pada kulit

8 Stilnox Kebingungan mental, reaksi psikiatrik, pusing, ataksia

9 Pantopump IV Nyari perut, diare, konstipasi, kembung, sakit kepala

10 Invomit IV Konstipasi, sakit kepala, sedasi, hipersensitivitas

11 Dynastat IV Hipertensi,nyeri punggung, kembung, anemia

12 Blistra IV Hipoksemia,nyeri
116

d. Analisa DRP (Drug Realeated Problem)


Klasifikasi Drug Related Problem menggunakan PCNE

Obat Assessment (Identifikasi DRP) Plan/Rekomendasi

Frekuensi
Nama Obat Problem Causes Intervensi Outcome Keterangan
Pemberian
Diltiazem
Retard CD 1x1 tablet - - - - -
200 mg
Rasilez -
2x1 tablet - - - -
150 mg
P1.4 I2.1 O3.1
Hanya Masalah tidak Pasien menolak
Indikasi tidak C6.1 minum obat sejak
Frisium 1x1 tablet memberikan terselesaikan,
terobati Penyebab lain tanggal 5
informasi pasien kurang
tertulis kooperatif

P1.4 I2.1 O3.1


Hanya Masalah tidak Pasien menolak
Indikasi tidak C6.1 minum obat sejak
Motilium 3x1 tablet memberikan terselesaikan,
terobati Penyebab lain tanggal 5
informasi pasien kurang
tertulis kooperatif

P1.4 O3.1
I2.1
Masalah tidak Pasien menolak
Indikasi tidak Hanya
Nexium C6.1 terselesaikan, minum obat pada
1x1 tablet memberikan
40 mg terobati Penyebab lain pasien kurang tanggal 7 dan 8
informasi
kooperatif
tertulis
117

P1.4 O3.1
I2.1
Masalah tidak Pasien menolak
Indikasi tidak Hanya
Norvask C6.1 terselesaikan, minum obat pada
1x1 tablet memberikan
5 mg terobati Penyebab lain pasien kurang tanggal 6 dan 7
informasi
kooperatif
tertulis
O3.1
I2.1
P1.4 Masalah tidak Pasien menolak
Hanya
Amitriptilin C6.1 terselesaikan, minum obat sejak
2x1 tablet Indikasi tidak memberikan
25 mg Penyebab lain pasien kurang tanggal 5 -
terobati informasi
kooperatif
tertulis

Stilnox 10 mg 1x1 tablet - - - - -

Intravena
Pantopump 40 -
1x - - -
mg -
Invomit 8 mg 1x - - - - -
Dynastat 40 -
1x - - - -
mg
Blistra 1x - - - - -

Narfoz 4 mg 1x - - - - -
118

e. Interaksi Obat
1. Diltiazem + amlodipine
diltiazem akan meningkatkan efek dari amlodipine dengan mempengaruhi metabolisme enzim CYP3A4 hati.
2. Amitriptyline + ondansetron
amitriptyline dan ondansetron kedua meningkatkan Interval QTc.
3. Esomeprazole + amitriptyline
esomeprazole akan meningkatkan efek dari amitriptyline dengan mempengaruhi enzim hati CYP2C19 metabolisme
4. Esomeprazole + clobazam
esomeprazole akan meningkatkan tingkat atau efek dari clobazam dengan mempengaruhi enzim hati CYP2C19
metabolisme
f. Rasionalitas Biaya Pengobatan
Pasien mendapatkan obat pa paten selama dirawat di rumah sakit. Dalam hal pembayaran biaya obat pasien tidak
keberatan
119

A. Kasus Pasien 4 (Rumah Sakit Umum Persahabatan)


1. Diagnosa dan data kilnis pasien
a. Data Pasien
No. Rekam Medis : 13-91-688
Nama Pasien : Tn KS
Umur/BB : 56 thn / 52 Kg
Tgl Masuk RS : 12 Juni 2016

Anamnesis Pasien
Diagnosa : Hipertensi terkontrol obat,
Dispepsia, Iskemia Luas, CKD stage 5 dengan
anemia renal
Keluhan Utama : Sesak Nafas
Keluhan Lain : Nyeri uluhati
Riwayat penyakit : Hipertensi, CKD
120

b. Pemeriksaan Fisik

Hasil Pemeriksaan keterangan


Nilai
Parameter 14/6
normal 12/6 13/6 15/6 16/6 17/6

Suhu 36-37,5 39,1* 37,5 36,8 36,5 36,5 36,5 Suhu tubuh, denyut
nadi dan
80-100 pernafasan tinggi
Nadi 109* 80 73 108* 72 62
x /min pada hari pertama.
Penyebabnya
adalah adanya
infeksi
18-20x
RR 29* 26* 20 20 22* 18 (Pedoman
/min
interpretasi data
klinik, Kemenkes
2011)
Hipertensi
<120/8 150/85 (penyakit)
BP 140/80* 130/80* 120/80 120/80 110/70
0 * JNC 8,
2014
121

c. Hasil Pemeriksaan Hematologi

Nilai Satuan per Hasil Pemeriksaan


Parameter Keterangan
Normal unit 13/6/16 14/6/16 17/6/16 Penyebab

Leukosit tinggi pada Adanya infeksi.


tanggal 13 dan 14. Pedoman interpretasi
Leukosit 5-10 Ribu/mm3 15,69* 17,2* 4,75
data klinik
Kemenkes. 2011
Eritrosit Rendah Anemia
Pedoman interpretasi
Eritrosit 4,5-5,5 Juta/uL 2,34* 3,09* 3,11*
data klinik
Kemenkes. 2011
Hemoglobin Rendah Anemia
Pedoman interpretasi
Hemoglobin 13,0-18 g/dL 7,3* 9,3* 9,4*
data klinik
Kemenkes. 2011
Hematokrit rendah Anemia
Pedoman interpretasi
Hematokrit 40-52 % 21* 27* 27*
data klinik
Kemenkes. 2011
Na 135-145 mmol/L 135 139 139 Normal -
122

Sedikit di atas batas Gangguan fungsi


nilai normal pada ginjal
K 3,5-5,5 mmol/L 5,7* 4,2 3,8 tanggal 13. Pedoman interpretasi
data klinik
Kemenkes. 2011
Cl 98-109 mmol/L 97 100 102 Normal -
PO2 85-95 mmHg 104,0 - - Tinggi Sesak nafas
123

d. Hasil Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Nilai Satuan Hasil Pemeriksaan


Parameter Keterangan Penyebab
Normal Unit 13/6/16 146/16 176/16

Gangguan ginjal
20-40
Ureum mg/dL 163* 51* 35 Ureum tinggi Pedoman interpretasi data
klinik binfar. 2011

Gangguan ginjal
Creatinin 0.8-1.5 Creatinin
mg/dL 10,4* 3,6* 3,2* serum tinggi Pedoman interpretasi data
serum
klinik. binfar. 2011
124

e. Hasil Pemeriksaan Fungsi Hati

Nilai Hasil
Parameter Keterangan Penyebab
Normal Pemeriksaan
Kemungkina
n disebabkan
oleh adanya
gangguan hati
atau ginjal
SGOT 0-37 57* Tinggi Pedoman
interpretasi
data klinik.
binfar. 2011

SGPT 0-40 18 Normal -

CK 39-308 35 Normal -

CK-MB <50 16 Normal -

Troponin I <0,02 0,05 Tinggi -

Ca 8,4-10,2 7,9 Normal -

f. Data Klinik

Tanggal S O A P
12/6/2016 Nafas sesak, Suhu tubuh Cek leukosit O2
dada sakit 39,1 Ranitidin IV
Lemas, pusing Nadi 109 Valsartan Po
Nyeri ulu hati, RR 29 Vitamin B12
nafsu makan BP 150/85 Po
kurang CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
ISDN Po
Ascardia Po
Parasetamol
125

13/6/2016 Nafas sesak, Suhu tubuh Ada infeksi O2


dada sakit 37,5 yang ditandai Cefaporazon
Lemas, pusing Nadi dengan IV
Nyeri ulu hati, 80/menit tingginya Ranitidin IV
nafsu makan RR 29 leukosit Domperidon
kurang BP 140/80 Valsartan Po
Asam folat
Vitamin B12
Po
CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
ISDN Po
Ascardia Po
Parasetamol
14/6/2016 Nafas sesak, Suhu tubuh Hasil O2
dada sakit 36,8 pemberian Cefaporazon
Lemas, pusing, Nadi obat IV
pasien susah 73/menit memberikan Ranitidin IV
diajak RR 20 x efek yang Domperidon
komunikasi BP 130/80 signifikan. BP Valsartan Po
Nyeri ulu hati, turun, jumlah Asam folat
nafsu makan leukosit turun. Vitamin B12
kurang Sesak nafas Po
berkurang. CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
ISDN Po
Ascardia Po
Parasetamol
15/6/2016 Sesak nafas Suhu tubuh Pasien mulai O2
sedikit 36,5 membaik, Cefaporazon
berkurang, Nadi keluhan pasien IV
nyeri dada 108/menit teratasi. Ranitidin IV
sedikit RR 20x Penggunaan Domperidon
berkurang, BP 120/80 domperidon Valsartan Po
masih lemas dan Asam folat
dan pusing, parasetamol Vitamin B12
makan sedikit perlu Po
bertambah, dikonfirmasi CaCO3 Po
Pasien lebih manfaatnya Na. Bicarbonat
mudah diajak Po
komunikasi dari ISDN Po
hari Ascardia Po
sebelumnya Parasetamol
Po
126

16/6/2016 Sesak nafas Suhu tubuh Pasien mulai O2


sedikit 36,5 membaik Cefaporazon
berkurang, Nadi IV
nyeri dada 72/menit Ranitidin IV
sedikit RR 22 Valsartan Po
berkurang. BP 120/80 Asam folat
Kondisi umum Vitamin B12
pasien lebih Po
baik. Makan CaCO3 Po
sudah mulai Na. Bicarbonat
enak Po
ISDN Po
Ascardia Po
17/6/2016 Keluhan yang Suhu tubuh BP rendah. O2
masih 36,5 Valsartan Cefaporazon
mengganggu Nadi distop IV
adalah nafas 62/menit Ranitidin IV
masih sesak. RR 18 x Asam folat
Namun sudah BP 110/70 Vitamin B12
berkurang dari Po
CaCO3 Po
hari
Na. Bicarbonat
sebelumnya.
Po
Makan sudah
ISDN Po
enak Ascardia Po

18/6/2016 Kondisi umum Kontrol BP Cefaporazon


pasien sudah IV
lebih baik. Ranitidin IV
Asam folat
Vitamin B12
- Po
CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
ISDN Po
Ascardia Po
19/6/2016 Kondisi umum Kontrol BP Cefaporazon
pasien sudah IV
lebih baik. Ranitidin IV
Valsartan Po
- Asam folat
Vitamin B12
Po
CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
127

ISDN Po
Ascardia Po

20/6/2016 Tidak ada Kondisi pasien Cefaporazon


gejala yang membaik. IV
dirasakan Ranitidin IV
Valsartan Po
Asam folat
- Vitamin B12
Po
CaCO3 Po
Na. Bicarbonat
Po
ISDN Po
Ascardia Po
128

g. Profil Pengobatan Pasien

Tanggal 12 20 Juni 2015


Diagnosis pasien : hipertensi, dispepsia, dan cellulitis cruris sin
Tanggal
Regimen
Nama Obat 12/6/16 13/6/16 14/6/16 15/6/16 16/6/16 17/6/16 18/6/16 19/6/16 20/6/16 21
Dosis
P S So P S So P S So P S So P S So P S So P S So P S So P S So P
Cefoperazon
IV 2X1
(Antibiotik) gram - -
Ranitidin IV 2 x 50
(Dispepsia) mg -
Domperidon
Po 3 x 10
(Mual) mg - - - S T O P S T O P S T O P S T O P
Valsartan
Po 1 x 80
(hipertensi) mg
Asam Folat
Po 1 x 15
(anemia) mg
129

Vit. B12 Po 3 x 50
(Anemia) mg
CaCo3 Po
(Buffer 3 x 500
darah) mg
Bic.nat Po
(metabolit 3 x 500
asidosis) mg
ISDN Po
(nyeri dada) 3 x 5 mg
Ascardia Po 1 x 80
(iskemia) mg
Parasetamol
Po
(Demam) k/p
130

2. Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat


a. Pemilihan Obat
Nama Obat Indikasi Indikasi Keterangn
(BNF 67) (Pasien)

Cefoperazon
Antibiotik Infeksi Sesuai
IV
Gangguan Dispepsia Sesuai
lambung akibat
asam lambung
berlebih (H2
Ranitidin IV antagonis)
Domperidon Dispepsia Dispepsia Sesuai
Po fungsional

Valsartan Po antihipertensi Hipertensi Sesuai


Asam Folat Anemia Anemia Sesuai
Po megaloblastis

Vit. B12 Po Produksi eritrosit Anemia Sesuai


Buffer darah, CKD Sesuai
suplemen
kalsium, zat
CaCo3 Po pengikat fosfat
Bic.nat Po Asidosis CKD Sesuai

ISDN Po Anti angina Nyeri dada Sesuai

Ascardia Po Anti angina Iskemia Sesuai


Parasetamol Antipiretik Pasien tidak Tidak
Po demam sesuai
131

b. Dosis dan Cara Pemakaian Obat


Clearence creatinine
Usia : 56 tahun
Berat Badan : 52 kg
Clearance : g/dl

GFR = 140 usia x BB


10,4 72

GFR = 140 56 X 52
10,4 72

GFR = 8,078 x 0,72

= 5,82 mL/menit

Cefoperazon (IONI)
Dosis Literatur
Injeksi cefoperazon : Pasien kondisi gagal ginjal, dosis 2-4gram perhari
Kekuatan Sediaan : 1 gram injeksi
Dosis Pasien
Cefoperazon : 1 x pakai = 1 gram
Sehari pakai = 2 x 1 gram
= 2 gram
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literatur
Ranitidin (IONI)
Dosis Literatur
Injeksi Ranitidin : 50 mg tiap 6-8 jam

:
Kekuatan Sediaan : 50 mg/2 mL
Dosis Pasien
Nifedipine : 1 x pakai = 50 mg
1 hari pakai = 2 x 50 mg
132

= 100 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literatur
Domperidon(IONI)
Dosis Literatur
Domperidon tablet : 1 x pakai = 10 mg 20 mg
1 hari pakai = 3 x 10 mg 20 mg
= 30 mg 60 mg

Kekuatan Sediaan : Tablet 10 mg


Dosis Pasien
Domperidon tab : 1 x pakai = 10 mg
Sehari pakai = 3 x 10 mg
= 30 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literature
Valsartan ( IONI)
Dosis Literatur
Valsartan tablet : 1 x pakai = 80 mg
Sehari pakai = 1 x 80 mg
Kekuatan Sediaan : 40 mg, 80 mg, 160 mg
Dosis Pasien
Valsartan tablet : 1 x pakai = 80 mg
Sehari pakai = 1 x 80 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature

CaCO3 (IONI)
Dosis Literatur
CaCO3 tablet : 1 x pakai 500 mg
Sehari pakai = 3 x 500 mg
Kekuatan Sediaan :
133

Dosis Pasien
: 1 x pakai 500 mg
Sehari pakai = 3 x 500 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis tidak sesuai dengan literature
Natrium Bicarbonat (AHFS Drug Information)

Dosis Literatur
Natrium Bicarbonat : Mulai dari 1,67 g 3 g per hari
Kekuatan Sediaan : 500 mg per tablet
Dosis Pasien
Natrium Bicarbonat : Dosis Resep : 3 x 500 mg = 1500 mg
Dosis Resep
Natrium Bicarbonat : Dosis sudah sesuai dengan literature
Isosorbit dinitrat (IONI)
Dosis Literatur
Isosorbitdinitrat tablet : Sublingual 5mg 10 mg
Kekuatan Sediaan : 5 mg, 10mg
Dosis Pasien
isosorbitdinitrat tablet : 3 x 5 mg

Dosis Resep
Tablet : Dosis sesuai dengan literature
Ascardia (IONI)
Dosis Literatur
Ascardia tablet : Dosis awal = 150 300 mg sebagai dosis tunggal
selanjutnya 75 mg 1 x sehari
Kekuatan Sediaan : 80 mg, 160 mg
Dosis Pasien
Ascardia tablet : 1 x pakai = 80 mg
Sehari pakai = 1 x 80 mg
134

Dosis Resep
Mometason Furoat : Dosis tidak sesuai dengan literature
krim

c. Efek Samping dan Pengobatan

No Nama Obat Efek Samping


Cefoperazon Hipersensitif, penurunan neutrofil, pengurangan
1 IV hemoglobin dan hemotokrit
2 Ranitidin IV Diare dan gangguan saluran cerna lainnya
3 Domperidon Po Reaksi alergi
4 Valsartan Po Hipotensi
5 Asam Folat Po -
6 Vit. B12 Po -
7 CaCo3 Po Mual, muntah, berkeringat
8 Bic.nat Po Alkalosis metabolic, hipokalemia
9 ISDN Po Hipotensi

10 Ascardia Po Nyeri lambung, rasa terbakar,mual, muntah


135

d. Analisa DRP (Drug Releated Problem)


Klasifikasi Drug Related Problem menggunakan PCNE
Assessment
Obat Plan / Rekomendasi
(Identifikasi DRP)
Nama Frekuensi
Problem Causes Intervensi Outcome
Obat Pemberian

Cefoperazon IV 2 X 1 gram - - - -

Ranitidin IV 2 x 50 mg - - - -

Domperidon Po 3 x 10 mg - -

Valsartan Po 1 x 80 mg - - - -

- - -
Asam Folat Po 1 x 15 mg -

Vit. B12 Po 3 x 50 mg - - - -

CaCo3 Po 3 x 500 mg - - - -

Bic.nat Po 3 x 500 mg - - - -

ISDN Po 3 x 5 mg - - - -

Ascardia Po 1 x 80 mg - - - -
- C1.2. Obat tanpa I.3.5. Penggunaan O.1.0. Masalah
Parasetamol k/p indikasi obat distop Teratasi
136

j. Interaksi Obat
-
k. Rasionalitas Biaya Pengobatan
Pasien mendapatkan obat generik karena pasien adalah peserta BPJS.
137

A. KASUS PASIEN 5 (Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang)


1. Diagnosis dan Data Klinis Pasien
a. Data Pasien
Nama pasien : Ny. AM
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir : 05 April 1978
Umur : 38 tahun
Alamat : Kp. Tanjung Kait RT 005/ RW 002
Berat Badan : 50 kg
Tinggi Badan : 150 cm
No. RM : 00095144
Ruangan : Cempaka
Tanggal Masuk RS : 28 Mei 2016
Tanggal Keluar RS : 3 Juni 2016
Cara Pembayaran : Asuransi BPJS PBI
Dokter PJP : dr. I Gede Rai Kosa Sp.PD
Diagnosis : CKD ST V Overload
Asma
Hipertensi Grade II

b. Keluhan Utama
- Sesak (+) selama 2 hari SMRS - Pucat (+)
- Demam (+) sudah 10 hari - Skala Nyeri (1-10) : 4
- Mual (+)
- Muntah (+)
- Pusing (+)
-
c. Riwayat Penyakit Sekarang
- CKD (Chronic Kidney Disease) stage V
- Asma
- Hipertensi grade II
138

d. Riwayat Penyakit Dahulu


- Hipertensi (+)

e. Riwayat Penyakit Keluarga


-
f. Riwayat Penggunaan Obat
-
139

g. Pemeriksaan Tanda Vital


Tanggal
Nilai
Keterangan
Normal 28 Mei 29 Mei 30 Mei 31 Mei 1 Juni 2 Juni 3 Juni

TD (mmHg) 120/80 185/100 180/100 164/90 160/90 160/80 160/80 140/80

HR (x/menit) 60-100 120 121 118 115 98 88 80

RR (x/menit) 20 38 38 37 35 22 20 20

T (0C) 36-37,5 36.8 36 36 36 36 36 36


140

h. Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Jenis Hasil
Satuan Nilai Normal
Pemeriksaan 28 Mei 29 Mei 31 Mei 2 Juni
Hematologi

Hemoglobin 5.6* - 7.4* 9.5* g/dL 11.7-15.5

Leukosit 7.9 - 16.40* 9.30 103/L 3.60-11.00

Hematokrit 16* - 21* 27* % 35-47

Trombosit 232 - 141 143 103/L 140-440

LED 118* - - - Mm/jam 0-10

Eritrosit 1.94* - - - 103/L 4.20-5.40

Kimia (Karbohidrat)

Gula Darah 70 - - - Mg/dL 0<180


Sewaktu

Kimia (Fungsi Hati)

SGOT 21 - - - U/L 0-50

SGPT 26 - - - U/L 0-50


141

Albumin 3.3* - - - g/dl 3.4-4.8

Kimia (Fungsi Ginjal)

Ureum 265* - - 86 Mg/dl 10-50

Creatinum 20.3* - - 9.1 Mg/dl Laki-laki : 0<1.3


Wanita : 0<1.1

Jenis Hasil
Satuan Nilai Normal
Pemeriksaan 28 Mei 29 Mei 31 Mei 2 Juni
Kimia (Elektrolit)

Natrium 128* - - 145 mEq/L 135-147

Kalium 4.1 - - 26 mEq/L 3.5-5.0

Chlorida 98 - - 102 mEq/L 96-105

Serologi (Umum)
Widal

S. Typhi O 1/180* - - - - Negatif

S. Paratyphi AO Negatif - - - - Negatif

S. Paratyphi BO Negatif - - - - Negatif


142

S. Paratyphi CO Negatif - - - - Negatif

S. Typhi H 1/160* - - - - Negatif

S. Paratyphi AH Negatif - - - - Negatif

S. Paratyphi BH 1/160* - - - - Negatif

S. Paratyphi CH Negatif - - - - Negatif

Hitung Jenis

Basofil 0 - - - % 0-1.0

Eosinofil 0 - - - % 0-3.0

Batang 0* - - - % 2.00-6.00

Segment 66 - - - % 50.00-70.00

Jenis Hasil
Hasil Satuan
Pemeriksaan 28 Mei 29 Mei 31 Mei 2 Juni
Limfosit 26 - - - % 20.00-40.00

Monosit 8 - - - % 2.00-8.00

Imuno-Serologi
Hepatitis
143

Anti HCV (Rapid) - Negatif - - - Non Reaktif

HbsAg - Negatif - - - Negatif


144

i. Catatan Perkembangan Pasien


Analisa
Tanggal Kajian Pasien
SOAP
Sesak (+) selama 2 hari SMRS

Pucat (+) ; Pusing (+)


S
Demam (+) sudah 10 hari

Mual (+) ; Muntah (+)

Cm
TD 185/100 mmHg

O HR 120 x/menit
RR 38 x/menit
Suhu 36.80 C
28 Mei 2016
Hipertensi grade II
(Masuk IGD)
A Asma
CKD on HD

Periksa Lab Ureum, Kreatinin,


SGOT, SGPT, albumin, GDS,
Natrium, Kalium, dan Chlorida

Terapi Obat :
P
Sucralfat 3 x 1C

Omeprazole 2 x 40 mg IV

NaCl 0,9% /8 jam

S Sesak berat (+) ; BAK banyak

Cm
29 Mei 2016 TD : 180/100 mmHg
(Dokter IPD) O Mata : Konjungtiva Pucat +/+
Paru : Vaskuler, Ronkhi +/- basah
kasar, wheezing +/+
145

CKD St V Overload

A Asma
Hipertensi Grade II

- Pro HD cito
P
- AGD cito
Analisa
Tanggal Kajian Pasien
SOAP
- Ventolin /6 jam
- Pulmicort /8 jam
- Bicnat 3 x 500 mg
- Amlodipine 1 x 10 mg
- Lasix 3 x 2 amp
Pasien sesak berat 2 hari sebelum
S
masuk RS, saat ini sesak berat

TSB, Cm
TD 164/ 90 mmHg ; HR 118 x/
menit ; Suhu afebris ; RR 37 x/
menit
Mata : Konjungtiva Anemis
THT : belum terpasang NGT,
O
menggunakan NRMO2
30 Mei 2016
Leher : JVP 5 + 2 cmH2O
(Dokter IPD)
Thorax : Paru ves/ res, RK +/-
Bronkhi kasar, wheezing +/+
Jantung : BJ 1-2 (N) m (-) g (-)
Abd : datar, sampel, BU (+)

Hipoalbuminemia,
Hipermetabolisme sedang (anemia,
A gangguan fungsi ginjal,
hiponatremia) pada normoweight
dengan CKD stage V overload,
146

Asma, Hipertensi grade II

P Terapi lanjut

S Sesak menurun; Post HD 1 x

Cm
31 Mei 2016
Paru : Vaskuler, ronkhi -/+ basah
(Dokter IPD) O
kasar
Abd : datar

Analisa
Tanggal Kajian Pasien
SOAP
CKD stage V; Post HD Cito 1 x

A Anemia
Hipertensi grade II

- USG Abd
- Ceftizoxim 2 x 1
- OBH 3 x 1C
P - Transamin 3 x 500 mg
- Ondansetron 3 x 4 mg
- Transfusi PRC 200 cc
- Lain lain lanjut
S Sesak (-) ; Lemas (+)

Cm

Mata : Konjungtiva Pucat +/+

O Paru : Vaskuler, Thorax -/+ Bronkhi


1 Juni 2016 kasar,
(Dokter IPD)
Wheezing (+)

CKD stage V; Post HD cito 1 x

A Anemia

Hipertensi grade II
147

CAP

- HD lagi
- Transfusi On HD PRC 300 cc
P
- Azitromycin 1 x 500 mg po
- USG : tunggu jadwal
S Sesak (-)

Cm

Mata : Konjungtiva pucat


2 Juni 2016
O Paru : Vaskuler, Bronkhi -/+ basah
(Dokter IPD)
kasar, Wheezing (-)

Abd : datar

A CKD stage V ; Post HD cito 1 x

Analisa
Tanggal Kajian Pasien
SOAP
Anemia

CAP

Hipertensi grade II

- Transfusi PRC 300 cc


P - USG Abd
- Terapi lain lanjut
S Sesak (-) ; Post HD kemarin

Cm

Mata : Konjungtiva Pucat -/-


3 Juni 2016
O Paru : Vaskuler, Bronkhi +/+ basah
(Dokter IPD)
kasar

Jantung : BJ 1-2 Normal

A CKD stage V ; Post HD cito 2 x


148

Anemia

CAP

Hipertensi grade II

- Boleh pulang
- Mintakan surat Trowely
Terapi untuk pulang :

- Cefixim 2 x 200 mg
P
- KSR 2 x 600 mg
- Amlodipin 1 x 10 mg
- Bicnat 3 x 500 mg
- Azitromycin 1 x 500 mg /2 hari
149

J. Profil Penggunaan Obat


Tanggal
Nama Obat Oral
29/05/16 30/05/16 31/05/16 1/06/16 2/06/16 3/06/16
NO Yang Diberikan Dosis
Setiap Hari S S S S
P So M P M P Si So M P So M P Si So M P Si So M
i i o i
1. Sukralfat Syr 3 x 15 cc ?
2. Amlodipin 1 x 10 mg
3 x 500 ?
3. Bicnat
mg
4. OBH Syr 3 x 15 cc ?
1 x 500
5. Azithromycin
mg

6.

Tanggal
Nama Obat
29/05/16 30/05/16 31/05/16 1/06/16 2/06/16 3/06/16
NO Suntik yang Dosis
Diberikan S S S S
P So M P M P Si So M P So M P Si So M P Si So M
i i o i

7. Omeprazole 2 x 40 mg

8. Lasix 3 x 2 amp

10. Ondansetron 3 x 4 mg
150

Tanggal
Nama Obat
29/05/16 30/05/16 31/05/16 1/06/16 2/06/16 3/06/16
Suntik yang Dosis
NO Diberikan S S S S
P So M P M P Si So M P So M P Si So M P Si So M
i i o i
11. Ceftizoxim 2x1g
3 x 500
12. Transamin
mg

Nama Obat Yang 29/05/16 30/05/16 31/05/16 1/06/16 2/06/16 3/06/16


Diberikan
Dosis S S S S
NO Isidentil P So M P M P Si So M P So M P Si So M P Si So M
i i o i
Lain Lain
13. Nacl /8 jam
14. Ventolin /6 jam
15. Pulmicort /8 jam
16. Aminofluid /24 jam S T O P
151

2. Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat


a. Pemilihan Obat
Indikasi
Nama Obat Indikasi Keterangan
(Pasien)
Tukak Lambung dan Ulu Hati dan
Sucralfat Syr Sesuai
Tukak Duadenum Lambung
Antihipertensi,
Amlodipine Hipertensi Sesuai
Profilaksis angina
Bicnat Antihiperkalemia Hiperkalemia Sesuai
OBH Syr Batuk Berdahak Batuk Sesuai
Infeksi Saluran
Azitromycin Pernapasan Atas dan CAP Sesuai
Bawah
Tukak Lambung dan Ulu Hati dan
Oemprazol IV Sesuai
Tukak Duodemum Lambung
Lasix IV Diuretik Hipertensi Sesuai
Ondansetron Mual dan
Antiemetik Sesuai
Inj Muntah
Infeksi Saluran
Ceftizoxim Inj Antibakteri Sesuai
Pernapasan
Antifibrinolisis
Transamin Inj Perdarahan Sesuai
Lokal
Pengganti cairan Hiponatremia
Nacl Infus plasma isotonik yang dan Alkalosis Sesuai
hilang Hipokloremia
Ventolin
Asma Asma Sesuai
Nebule
Pulmicort Asma Bronkial Asma Bronkial Sesuai
Suplai elektrolit,
Malnutrisi
Aminofluid glukosa dan asam Sesuai
ringan
amino
152

b. Dosis dan cara pemakaian obat


Clearence creatinine
Usia : 38 tahun
Berat Badan : 50 kg
Clearance : 20,3 g/dl

= ( )( )

140 38 50
= 0,85 ( )( )
20,3 72
Clcr = 2,97 mL/menit
Keterangan : < 15 ml/menit = CKD Stage V

Furosemide (Drug Information Handbook)


Dosis Literatur
Injeksi Furosemide : 20-80 mg 2-3 x sehari
Tablet 40 mg
Ampul 20 mg
Kekuatan Sediaan : 20 mg/ 2 ml Per ampul
Dosis Pasien
Furosemide : 3 x 2 ampul furosemide
Furosemide 3 x (20 mg x 2 ampul) = 120 mg
Dosis Resep
Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literature
Amlodipine (AHFS Drug Information, JNC VII)
Dosis Literatur
Tablet Amlodipine : Dosis anak-anak > 6 tahun : 2,5-5 mg
Dosis dewasa : 2,5-10 mg
Kekuatan Sediaan : 10 mg tablet
Dosis Pasien
Amlodipine : 1 x 10 mg tab amlodipine
Amlodipine 10 mg x 1 tab = 10 mg/hari
Dosis Resep
153

Tablet : Dosis sudah sesuai dengan literature


Sucralfat (Drug Information Handbook dan BNF 67)
Dosis Literatur
Sucralfat Syr : 2 g 2x1/ hari atau 1 g 4x1/hari maksimal 8
gram/hari
Kekuatan Sediaan : 500 mg/5 ml
Dosis Pasien
Sucralfat Syr : Dosis Resep : 3 x 1500 mg = 4500 mg
Dosis Resep
Sucralfat Syr : Dosis sudah sesuai dengan literature
Natrium Bicarbonat (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Natrium Bicarbonat : Mulai dari 1,67 g 3 g per hari
Kekuatan Sediaan : 500 mg per tablet
Dosis Pasien
Natrium Bicarbonat : Dosis Resep : 3 x 500 mg = 1500 mg
Dosis Resep
Natrium Bicarbonat : Dosis sudah sesuai dengan literature
Azithromycin (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Azithromycin : Maks 2 g untuk dosis tunggal
Kekuatan Sediaan : 500 mg per tablet
Dosis Pasien
Azithromycin : Dosis Resep : 1 x 500 mg = 500 mg
Dosis Resep
Azithromycin : Dosis sudah sesuai dengan literature
Omeprazol Inj
Dosis Literatur
Omeprazol Inj : 20 mg- 120 mg per hari
Kekuatan Sediaan : 40 mg per vial
154

Dosis Pasien
Omeprazol Inj : Dosis Resep : 2 x 40 mg = 80 mg
Dosis Resep
Omeprazol Inj : Dosis sudah sesuai dengan literature
Ondansetron Inj (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Ondansetron Inj : 8 mg 32 mg sekali per hari
Kekuatan Sediaan : 4 mg/ 2 ml per ampul
Dosis Pasien
Ondansetron Inj : Dosis Resep : 3 x 4 mg = 12 mg
Dosis Resep
Ondansetron Inj : Dosis sudah sesuai dengan literature
Ceftizoxim Inj (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Ceftizoxim Inj : Clcr 0 < 4 mL/menit 250 mg 500 mg setiap 24
jam
Kekuatan Sediaan : 1000 mg per vial
Dosis Pasien
Ceftizoxim Inj : Dosis Resep : 2 x 1000 mg = 2000 mg
Dosis Resep
Ceftizoxim Inj : Dosis tidak sesuai dengan literature
Transamin Inj (Drug Information Handbook)
Dosis Literatur
Transamin Inj : Clcr < 10 mL/ menit 10 mg/ kg/ dosis setiap 48 jam
secara IV
Kekuatan Sediaan : 250 mg/5 ml
Dosis Pasien
Transamin Inj : Dosis Resep : 3 x 500 mg = 1500 mg

Dosis Resep
Transamin Inj : Dosis tidak sesuai dengan literature
155

c. Efek samping dan Pengobatan


No Nama Obat Efek Samping
Konstipasi, diare, mual, gangguan pencernaan, gangguan
lambung, mulut kering, ruam, reaksi hipersensitifitas,
1 Sucralfat Syr
nyeri punggung, pusing, sakit kepala, vertigo, dan
mengantuk
Hipotensi, edema, takikardi, mual, nyeri abdomen, wajah
2 Amlodipine
memerah, palpitasi, pusing
Peregangan lambung, flatulen, bersendawa, alkalosis pada
3 Bicnat penggunaan jangka panjang, hipernatremia,
hiperosmolalitas
4 OBH Syrup -
Mual, rasa tidak enak pada perut, muntah, kembung, diare,
gangguan pendengaran, nefritis interstisial, gagal ginjal
5 Azithromycin
akut, fungsi hati abnormal, pusing/vertigo, kebingungan
mental, sakit kepala, somnolen
Vertigo, alopesia, ginekomastia, impotensi, stomatitis,
ensefalopati pada penyakit hati yang parah, hiponatremia,
6 Omeprazole bingung (sementara), agitasi dan halusinasi pada sakit
yang berat, gangguan penglihatan dilaporkan pada
pemberian injeksi dosis tinggi.
No Nama Obat Efek Samping
Gangguan saluran cerna, pankreatitis, encephalopathy
Lasix hepatik, hipotensi postural, peningkatan kadar kolesterol
7
(Furosemide) dan trigliserida, ketidakseimbangan elektrolit
(hiponatremia, hipokalemia, hipokalsemia)
Konstipasi, sakit kepala, sensasi panas dan kemerahan
pada wajah, sensasi hangat pada kepala dan epigastrium,
8 Ondansetron Inj
peningkatan sementara kadar transaminase serum, ruam
dll
Syok, reaksi hipersensitif, gangguan GI, defisiensi
9 Ceftizoxim Inj
vitamin, sakit kepala, granulositopenia, eosinofilia.
156

Gangguan GI, mual, pusing, muntah, anoreksia,


10 Transamin Inj eksantema, sakit kepala; Pemberian injeksi IV secara cepat
dapat menyebabkan pusing dan hipotensi.
Demam, iritasi atau infeksi pada tempat injeksi, trombosis
11 Nacl Infus
atau flebitis dari tempat injeksi, ekstravasasi
12 Ventolin Nebule Sering : tremor, sakit kepala, takikardi.
Iritasi ringan pada tenggorokan dan suara serak; Iritasi
13 Pulmicort
lidah dan mulut; Kandidiasis oral; Batuk; Mulut kering.
Ruam kulit, nyeri dada, palpitasi, edema serebral,
pulmoner, dan perifer, hiperkalemia, asidosis, intoksikasi
14 Aminofluid
air, nyeri vaskuler, flebitis, menggigil, demam, rasa
hangat, sakit kepala
157

d. ADRs (Adverse Drugs Related


Obat Assesment (Identifikasi DRP) Plan / Rekomendasi Keterangan

Nama obat Rute Aturan Problem Causes Intervensi Outcome


pakai
Sucralfat Syr Oral 3 x 15 cc P 1.2 C 1.3 I 2.1 O 1.0 Intervensi
Efek Kombinasi obat-obat atau Melakukan Masalah dilakukan
Pengobatan makanan-obat yang tidak tepat konseling obat terselesaikan pada perawat
Tidak pasien seluruhnya dan pasien
Optimal Pemberian obat sucralfat Pemberian obat
dengan natrium bicarbonat sucralfat dengan
secara bersamaan dapat natrium bicarbonat
menurunkan efek sucralfat harus dipisahkan
(Drugs.com) selama 1 jam
P 1.2 C 1.3 I 2.1 O 1.0 Intervensi
Efek Kombinasi obat-obat atau Melakukan Masalah dilakukan
Pengobatan makanan-obat yang tidak tepat konseling obat terselesaikan pada perawat
Tidak pasien seluruhnya dan pasien
Optimal Pemberian obat sucralfat dapat Pemberian obat
menghambat absorpsi obat azithromycin 2-4
azithromycin sehingga akan jam sebelum atau
mempengaruhi efektivitas obat 4-6 jam setelah
azithromycin (Drugs. Com) pemberian obat
158

sucralfat
Amlodipin 10 Oral 3x1 tab - - - - -
mg
Bicnat 500 mg Oral 3x1 tab P 3.2 C 1.2 I 1.5 O 0.0 -
Terapi obat Penggunaan obat tanpa Mengajukan Efek dari
yang tidak indikasi intervensi, respon intervensi tidak
perlu tidak diketahui diketahui
Plan:
Hasil Lab pada tanggal 2 Juni Pemberian
2016 menunjukkan bahwa natrium bicarbonat
pasien mengalami sebaiknya
hipokalemia (<3,5 5,0 mEq/ dihentikan karena
L) dapat
memperburuk
keadaan pasien
(hipokalemia lebih
lanjut)
OBH Syr Oral 3x15 cc - - - - -
Azithromycin Oral 1x 500 mg P 1.2 C 1.3 I 2.1 O 1.0 Intervensi
500 mg Efek Kombinasi obat-obat atau Melakukan Masalah dilakukan
Pengobatan makanan-obat yang tidak tepat konseling obat terselesaikan pada perawat
Tidak pasien seluruhnya dan pasien
Optimal Pemberian obat sucralfat dapat Pemberian obat
159

menghambat absorpsi obat azithromycin 2-4


azithromycin sehingga akan jam sebelum atau
mempengaruhi efektivitas obat 4-6 jam setelah
azithromycin (Drugs. Com) pemberian obat
sucralfat
Omeprazole IV 2 x 40 mg - - - - -
40 mg
Lasix 20 mg/ 2 IV 3x2 - - - - -
ml per ampul ampul

Ondansetron 4 IV 3 x 4 mg - - - - -
mg
Ceftizoxim 1 IV 2x1g P 1.3 C 3.2 I 0.0 O 0.0 -
gram Efek yang Dosis terlalu tinggi Tidak ada Efek dari
tidak intervensi intervensi tidak
diinginkan diketahui
dari terapi Penggunaan obat Ceftizoxim
untuk pasien CKD (Chronic
Kidney Disease) dengan Clcr
0 - 4 mL/menit adalah 250 mg
500 mg setiap 24 jam
Transamin 500 IV 3 x 500 mg P 1.3 C 3.2 I 0.0 O 0.0 -
mg Efek yang Dosis terlalu tinggi Tidak ada Efek dari
160

tidak intervensi intervensi tidak


diinginkan Penggunaan obat Transamin diketahui
dari terapi untuk pasien CKD (Chronic
Kidney Disease) dengan Clcr
< 10 mL/ menit 10 mg/ kg/
dosis setiap 48 jam secara IV
NaCl Infus Infus / 8 jam - - - - -
Ventolin Nebule / 6 Jam P 3.2 C 1.2 I 1.5 O 0.0 -
Nebule Terapi obat Penggunaan obat tanpa Mengajukan Efek dari
yang tidak indikasi intervensi, respon intervensi tidak
perlu tidak diketahui diketahui
Plan:
Pada tanggal 1 Juni 2016 Pemberian
pasien sudah tidak mengeluh ventolin sebaiknya
sesak namun masih diberikan dihentikan
obat ventolin
Pulmicort Inhalasi / 8 jam P 3.2 C 1.2 I 1.5 O 0.0 -
Terapi obat Penggunaan obat tanpa Mengajukan Efek dari
yang tidak indikasi intervensi, respon intervensi tidak
perlu tidak diketahui diketahui
Plan:
Pada tanggal 1 Juni 2016 Pemberian
pasien sudah tidak mengeluh pulmicort
161

sesak namun masih diberikan sebaiknya


obat pulmicort dihentikan
Aminofluid IV / 24 jam - - - - -

e. Interaksi Obat
Pemberian obat sukralfat dengan natrium bicarbonat secara bersamaan dapat menurunkan efek sukralfat (Drugs.com)
Pemberian obat sukralfat dapat menghambat absorpsi obat azithromycin sehingga akan mempengaruhi efektivitas obat
azithromycin (Drugs. Com)

f. Rasionalitas Biaya Pengobatan


Pasien mendapatkan obat generik dan paten selama dirawat di rumah sakit. Dalam hal pembayaran biaya obat, pasien cukup
terbantu karena merupakan anggota BPJS Kesehatan, sehingga, obat yang diresepkan oleh dokter dapat dikatakan sudah
rasional.
BAB V
PEMBAHASAN DAN REKOMENDASI TERAPI

A. Kasus Pasien 1 (RSPAD)


1. Tetap perlu dilakukan monitoring terhadap fungsi ginjal (ureum/creatinin)
karena terkait obat hipertensi yang diberikan bukan termasuk drug of choice
(pilihan utama) penderita hipertensi dengan CKD, dan juga terkait
penggunaan beberapa obat dalam kombinasi yang keamanannya blm terjamin
untuk gangguan ginjal seperti citicholin.
2. Perlu dilakukan monitoring gambaran darah apakah berpotensi terjadi
pendarahan terkait penggunaan obat antiplatelet yang diberikan.
3. Perlu diberikan obat anti hiperurisemia karena terdapat kadar asam urat yang
tidak normal pada hasil laboratorium

B. Kasus Pasien 2 (RS Siloam Kebon Jeruk)


Berdasarkan JNC8 Pasien menderita hipertensi stage 1, dengan tekanan darah
sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg. Selain itu, pasien juga
menderita hiperlipidemia yang menjadi faktor risiko penyakit stroke pada Tn S.
Keadaan hipertensi yang terus-menerus dapat menurunkan elastisitas pembuluh
darah, sehingga arteri menjadi keras, dan akibatnya bisa merusak dinding
pembuluh darah. Menurunnya elastisitas pembuluh darah arteri semakin
diperparah dengan keadaan hiperlipidemia pasien, yang akan merangsang
pembentukan plak aterosklerotik di pembuluh arteri dan arteriol dalam otak,
akibatnya aliran darah yang menuju ke otak berkurang, dan suplai oksigen juga
berkurang yang menyebabkan Ischemic Stroke. Target pengendalian tekanan
darah pada Tn. S yaitu < 140/90 mmHg.
Hasil dari pemantauan pengobatan pasien, maka:
1. Dosis atorvastatin dapat ditingkatkan menjadi 80 mg dan penyesuaian dosis
dapat dilakukan dengan pemantauan profil lipid darah.

162
163

2. Amlodipin 5 mg terus digunakan sesuai dengan aturan, dan terus dilakukan


pemantauan tekanan darah.
3. Dosis citicoline secara oral dapat ditingkatkan menjadi 2000mg/hari, dengan
aturan minum 2 tablet 500 mg tiap 12 jam.
4. Rantin (ranitidine) diminum untuk mengantisipasi efek samping pada
gangguan gastrointerstinal akibat penggunaan dari klopidogrel.

Modifikasi Gaya Hidup


1. Pasien diberikan edukasi agar memperbaiki pola hidupnya dengan cara
mengurangi konsumsi rokok. Penghentian konsumsi rokok dapat dilakukan
secara farmakoterapi (Nicotine Replacement Therapy), contoh obat yang
digunakan untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah varenicline.
Sebelum pasien menggunakan varenicline, pasien diminta untuk menentukan
tanggal berhenti merokok, kemudian varenicline diberikan 1-2 minggu
sebelum tanggal tersebut agar pada tanggal yang ditentukan untuk berhenti
merokok sudah tidak ada lagi pengaruh rokok. Aturan pakai varenicline tablet
oral adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Aturan Pakai Varenicline Oral
Terapi pada hari ke- Dosis
Hari ke 1-3 1 x 0,5 mg/hari
Hari ke 4-7 2 x 0,5 mg/hari
Hari ke 8 hingga 12 2 x 1 mg/hari
minggu

2. Menghindari konsumsi makanan yang mengandung natrium (garam dan


MSG), serta makanan berlemak (lemak jenuh), dan perbanyak konsumsi buah
dan sayur yang tinggi akan serat.
3. Olahraga atau aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, seperti
berjalan kaki.
4. Pasien harus dihindari dari keadaan atau posisi yang dapat berisiko jatuh,
untuk menghindari perdarahan di otak.
164

5. Melakukan pengecekan tekanan darah dan kadar kolesterol total, trigliserida,


LDL dan HDL secara berkala untuk memantau kondisi pasien.
Tabel V.1 Modifikasi Gaya Hidup untuk Mengontrol Hipertensi (5)

C. Kasus Pasien 3 (RS Medistra)


1. Pasien demam dan mengeluh sakit kepala, sebaiknya diberikan Paracetamol
500 mg.
2. Pemberian Frisium dan Nexium sebaiknya dijeda 4-6 jam.
3. Pasien harus diet rendah garam dan perbanyak makan buah dan sayuran.
4. Motilium sebaiknya diberikan 3 kali sehari 30 menit sebelum makan.
5. Pasien diberikan edukasi tentang pentingnya meminum Obat Antihipertenti
guna mengontrol tekanan darah.

D. Kasus Pasien 4 (RSU Persahabatan)


1. Pasien mendapatkan obat yang tidak sesuai dengan indikasi, sehingga
pemberian parasetamol tidak dihentikan.
165

E. Kasus Pasien 5 (RSU Kabupaten Tangerang)


1. Pemberian obat sukralfat dengan natrium bicarbonat harus dipisahkan selama
1 jam.
2. Pemberian obat azithromycin 2-4 jam sebelum atau 4-6 jam setelah
pemberian obat sukralfat.
3. Penggunaan obat Ceftizoxim untuk pasien CKD (Chronic Kidney Disease)
dengan Clcr 0 - 4 mL/menit adalah 250 mg 500 mg setiap 24 jam (Drug
Information Handbook).
4. Penggunaan obat Transamin untuk pasien CKD (Chronic Kidney Disease)
dengan Clcr < 10 mL/ menit 10 mg/ kg/ dosis setiap 48 jam secara IV (Drug
Information Handbook).
5. Pemberian obat ventolin dan pulmicort sebaiknya dihentikan karena pasien
sudah tidak mengeluhkan sesak.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan bahasan tugas terpadu Drug Therapy Monitoring (DTM)
penyakit hipertensi, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Drug Therapy Monitoring (DTM) merupakan suatu bentuk pelayanan
farmasi klinis yang dilakukan Apoteker di rumah sakit untuk mencapai
pengobatan pasien secara tepat dan rasional.
2. Drug Therapy Monitoring (DTM) yang dilakukan Apoteker di rumah sakit
merupakan hasil interaksi antara Apoteker yang bersangkutan dengan staf
medis dan/atau pasien.
3. Secara umum, Drug Therapy Monitoring (DTM) pada pasien dengan
penyakit hipertensi di lima Rumah Sakit yakni RSPAD Gatot Soebroto,
Siloam Hospital Kebon Jeruk, Rumah Sakit Medistra, Rumah Sakit Umum
Persahabatan, dan Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang telah berjalan
dengan cukup baik, sehingga insiden Drug Related Problem (DRP) yang
terjadi dapat diminimalisir.

B. Saran
Berdasarkan bahasan tugas terpadu Drug Therapy Monitoring (DTM)
penyakit hipertensi, berikut beberapa saran yang mungkin dapat menjadi
masukan bagi para calon Apoteker.
1. Diperlukan penambahan jumlah apoteker diruang perawatan untuk
melakukan pemantauan terapi obat secara rutin agar tecapai pengobatan
yang rasional dengan meningkatkan efektivitas pengobatan yang rasional
dengan meningkatkan efektivitas pengobatan dan meminimalkan resiko
actual maupun potensial dari pengunaan obat.
2. Diperlukan kerjasama dan komunikasi yang optimal antara Apoteker
dengan staf medis dan/atau pasien di rumah sakit agar terapi penyakit dapat
dilakukan secara tepat dan rasional.

166
167

3. Diperlukan pengetahuan serta komitmen dari Apoteker dalam pelayanan


farmasi klinis di rumah sakit untuk melakukan pemantauan terapi pasien
serta pencegahan terjadinya Drug Related Problem (DRP).
4. Apoteker perlu senantiasa mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian
untuk menunjang pelayanan farmasi klinis yang lebih baik dari waktu ke
waktu.
DAFTAR PUSTAKA

1. Apriany REA. Asupan Protein, Lemak Jenuh, Serat, dan IMT Terkait dengan
Tekanan Darah Pasien Hipertensi di RSUD Tugurejo Semarang. 2012.

2. Sukarmin. Pengaruh Terapi Healing Touch Terhadap Perubahan Tekanan


Darah Pasien Hipertensi di Desa Tulakan Donorojo Jepara. Jurnal Kesehatan
Samodra Ilmu Vol. 07 No. 01; 2016.

3. Alabama Pharmacy Association. The Silent Killer: Updated JNC-8 Guideline


Recommendations. 2015.

4. Sugiharto A. Faktor-Faktor Risiko Hipertensi Grade II pada Masyarakat (Studi


Kasus di Kabupaten Karanganyar) [Tesis]. Universitas Diponegoro Semarang;
2007.

5. Departemen Kesehatan. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi.


Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. 2006.

6. James PA, Oparil S, Carter BL, Cushman WC, Hlmmelfarb CD, Handler J, et
all. 2014 Evidence-based guideline for management of high blood pressure in
adults report from the panel members appointed to the Eight Joint National
Committee (JNC 8). American Medical Association; 2013.

7. Ganiswara SG, Setiabudy R, Suyatna FD, et al, editors. Farmakologi dan


Terapi. Edisi 4, Jakarta: Gaya baru; 2001.

8. Department of Health and Human Services. JNC 7 Express The seventh report
of the joint national committee on prevention, detection, evaluation, and
treatment of high blood pressure. National Institues of Health; 2003.

9. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Pedoman


Tatalaksana Hipertensi Pada Penyakit Kardiovaskular. Edisi 1. 2015.

168
169

10. British National Formulary 67 The authority on the selection and use of
medicines. 2014. Royal Pharmaceutical Society.

11. Sweetman SC. Martindale the complete drug reference thirty sixth edition.
Pharmaceutical Press; 2009.

12. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lanco L. Drug information handbook
a comphrehensive resource for all clinicians and healthcare professionals.
American Pharmacist Association; 2008-2009.

13. Holidah, D. 2011. Aliskiren, Obat Antihipertensi Baru Dengan Mekanisme


Penghambat Renin. J. Trop. Pharm. Chem. Vol 1. No. 3.

14. Diener HC, et al. Aspirin and Clopidogrel Compared with Clopidogrel Alone
After Recent Ischaemic Stroke or Transient Ischaemic Attack in High-Risk
Patients (MATCH): Randomised, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial.
Article, vol 364; Juli 2004.

15. Amarenco P, et al. High-Dose Atorvastatin After Stroke or Transient Ischemic


Attack. N Engi J Med; 355(6). 2006.

16. Huisa BN, Stemer AB, Zivin JA. Atorvastatin in Stroke: A Review of
SPARCL and Subgroup Analysis. Vascular Health and Risk Management.
2010.

17. Alabama Pharmacy Association. Hypertension: The Silent Killer: Updated


JNC-8 Guideline Recommendations. 2015.

18. Sabin JA, Roman GC. The Role of Citicoline in Neuroprotection and
Neurorepair in Ischemic Stroke. Brain Sci, 3. 2013.