Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PENELITIAN

MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI


CABAI DENGAN SYSTEM IoT

Oleh :

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS JEMBER

2017

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun proposal tentang
Mengoptimalisasi Pertumbuhan dan produksi Cabai dengan System Iot ini
dengan baik.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada dosen kami serta teman-teman
kelompok delapan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menyusun
proposal ini. Melalui proposal ini kami berharap pembaca mampu menambah
wawasan mengenai HAM dan demokrasi dalam hukum Islam.

Kami menyadari penyusunan proposal ini masih banyak memiliki


kekurangan. Oleh sebab itu kami memerlukan saran dan kritikan dari pembaca,
mengingat manusia tempatnya luput dan salah.

Jember, 02 September 2017

Penyusun

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Budi daya cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak
dibudidayakan oleh petani di Indonesia, karena memiliki harga jual yang tinggi dan
memiliki beberapa manfaat kesehatan. Salah satunya berfungsi dalam
mengendalikan kanker karena mengandung lasparaginase dan capcaicin. Selain itu
kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan
harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri
lambung . Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae)
dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran
tinggi. Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan
sehari-hari. Usaha bercocok tanam cabai masih sangat menguntungkan bagi
masyarakat Indonesia. Kebutuhan masyarakat Indonesia akan cabai tercatat pada
kisaran 3kg/kapita/tahun. Hal yang dapat menyebabkan kerugian langsung pada
petani, antara lain adanya penyakit yang dapat mengurangi kuantitas dan kualitas
hasil, peningkatan biaya produksi, dan mengurangi kemampuan usaha tani serta
kurangnya pengawasan lahan tani yang membuat lahan tanaman cabai menjadi
rusak, dengan demikian semua kejadian tersebut membuat pertumbuhan dan
produksi cabai tidak optimal.
Dengan adanya permasalahan diatas kami membuat sistem IoT (Internet of Think)
untuk para petani dalam mengawasi atau memonitoring lahannya tersebut. Dengan
adanys sistem tersebut petani dapat mengatahui masalah dalam lahan tersebut
seperti suhu lingkungan, keberadaan hama, perkiraan cuaca, kandungan dan
kondisi tanah. Kontribusi sistem tersebut sangat penting dalam tindakan selanjutnya
yang akan dilakukan oleh petani secara real time. Dengan demikian petani tersebut
juga dapat memantau kondisi lahan cabai tersebut dengan jarak yang jauh.

ii
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara agar petani mampu untuk mengetahui kondisi lahan
pertanian cabai pada saat tidak di lokasi?
2. Apa yang dilakukan petani saat memiliki masalah seperti lahan tersebut
terdapat hama?
3. Bagaimana peran ICT dalam mengatasi masalah tersebut?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
1. Memenuhi tugas mata kuliah IT & Agroindustri
2. Mengenalkan kepada mahasiswa mengenai IoT (Internet of Think)
dalam Pertanian.
3. Melatih mahasiswa Menganalisa permasalahan yang terdapat pada
bidang pertanian melalui IoT.
4. Melatih mahasiswa dalam menyajikan data dan fakta secara real
time yang didapat dari kegiatan melalui proposal yang dibuat.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mampu menyelesaikan masalah dan mengoptimalkan pertumbuhan
serta produksi pada lahan cabai.
2. Mengetahui analisis keadaan dalam jarak yang jauh secara real
time.

1.4 Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini diharapkan pembaca mengetahui Penggunaa IoT dalam


pertanian, IoT ini mempermudah dalam mengetahui masalah yang terjadi di
lapangan secara realtime, sehingga petani dapat langsung bertindak dalam
mengatasi masalah tersebut.

ii
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori


2.2.1 IoT (Internet of Think)
Saat ini arsitektur dari Internet of things dibagi atas tiga layer yaitu :
layer sensor, layer jaringan (network), dan layer aplikasi. Pada layer
Sensor terdiri dengan layer pengakusisi data, sensor nerwork otomatis
dan program middleware. Kunci teknologi Internet of Thing ialah dimana
teknologi mengandalkan RFID, teknologi sensor dan teknologi jaringan
komunikasi dan cloud computing.
Dengan adanya Internet of Thing semua data didapat secara realtime.
Mulai dari data hulu sampai data akhir. Dengan perkambangan teknologi
yang sangat cepat dan diintegrasikan pada Internet of Thing pertanian
akan meningkat hasil dari pertanian dan secara terus menerus.
Mulai dari pembibitan, pengairan, pupuk dan juga pengawasan terhadpat
hama membuat hasil pertanian dapat meningkat serta penyaluran kepada
konsumen juga terus menerus untuk memenuhi kebutuhan Nasional dan
kebutuhan ekspor hasil produksi pertanian.
Yang popular pada saat ini pada sistem lapisan ke tiga yang merupakan
layer dari presepsi, layer dari network dan layer dari aplikasi. Layer
presepsi meliputi RFIg Tag, Pembaca RFID, kamera, sensor, sensor
jaringan dan lainnya, yang merupakan solusi utama dari masalah
presepsi, mengenali objek dan mengumpulkan informasi. Layer Network
ialah bagian utama dari internet of thing. Layer ini merupakan
infrastuktur dari Internet of Thins untuk pelayanan universal. Pada saat
ini internet of thing sudah diaplikasikan mampir keseluruh industri . yang
meliputi pertanian secara keseluruhan, control industry, control gedung,
penjadwalan kendaraan, testing lingkungan, diagnose remote, dan rumah
pintar serta manajemen urban. Yang mana pertanian merupakan paling
penting.

ii
Analisa dari Internet of Thing dari pertanian. Pada awalnya pertanian
menggunana data manual. Ini menyebabkan keterlambatan, kesalahan
dan kurangnya informasi dari lapangan. Analisa Internet of things bisa
mulai dilakukan sejak, tahap pertumbuhan, tahap produksi, tahap
pengiriman dan sampai dengan konsumen. Hal ini membuat produksi
pertanian sejak mulai diproduksi sampai dengan tangan konsumen
memiliki data informasi yang detail dan akurat. Data memungkinkan
informasi yang akurat dan realtime didapat secara langsung. Kekuatan
IoT cocok sekali di implementasikan pada bidang pertanian karena
karakteristik bidang pertanian, yang berpotensi sekali disentuh oleh IoT.
Berikut contoh-contoh aplikasi IoT pada bidang pertanian:

1. Optimasi produk
Optimasi produk pertanian dipengaruhi situasi-situasi tertentu
seperti perkiraan cuaca, keadaan tanah, dan kebutuhan pasar
terhadap tanaman tertentu. Untuk menghasilkan keputusan yang
tepat petani membutuhkan data real-time tentang kondisi cuaca saat
itu. Teknologi wireless, Sistem GPS dan cloud bisa membantu
petani untuk hal ini.
2. Penanggulangan hama
Pengawasan jumlah hama menggunakan sensor network bisa
menjadi solusi. Apabila sensor mendeteksi jumlah hama
pengganggu terlalu tinggi, informasi ini bisa disampaikan pada
sistem otomatis pengontrol hama untuk diambil tindakan.
3. Penggunaan sumber daya secara efektif
Sumber daya utama pada pertanian adalah air dan unsur hara tanah.
Komponen ini harus digunakan secara efisien. Kekurangan air dan
unsur hara tanah adalah musuh utama yang bisa menyebabkan
gagal panen. Sehingga penggunaannya harus dikelola dan dikontrol
secara rinci dan tepat. Menggunakan kekuatan IoT, petani bisa

ii
mengukur, dan mendeteksi dari dini kekurangan komponen-
kompenen utama dalam pertanian ini.
4. Optimasi operasi produksi
Operasi produksi pertanian meliputi pemupukan, penyemprotan
hama dan panen. Semua kegiatan ini menggunakan mesin- mesin
atau peralatan khusus. Dengan menggunakan IoT, petani bisa
mengetahui secara real-time posisi peralatan mereka.

ii
BAB III

METODE PELAKSANAAAN KEGIATAN

3.1 Waktu dan Kegiatan


Penelitian ini mengambil lokasi di daerah koptu berlian,lingkungan
jambuan,antirogo,sumbersari,jember. Penelitian ini dilakukan berada di
lahan pertanian cabai. Penelitianini mengarah pada permasalahan yang
terjadi pada menanggulangi masalah tanpa tahu masalah yang terjadi, dan
masalah yang didapatkan oleh petaini ini tidak real time, sehingga petani
tersebut banyak kerugian oleh masalah teresbut. Sehingga dalam hal ini
permasalahan dalam pengawasan lahan berpengaruh dalam pertumbuhan
dan produksi tanaman cabai.

1.2 Ruang Lingkup Kegiatan


Membahas salah satu permasalahan Membahas salah satu permasalahan di
lahan pertanian cabai yaitu kurangnya pengawasan lahan seperti adanya
hama pada lahan tersebut dan kondisi tanah dilahan tersebut dengan
menggunakan sistem IoT (Internet of Think), dengan ini petani dapat
mengathui dan mengawasi lahan pertanian cabai dengan mendapatkan
data fakta dan real time.

1.3 Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini penulis mendapatkan data berupa data primer


dan sekunder. Data primer didapatkan dari diskusi kelompok dan
wawancara dengan pemilik lahan sawah dan data sekunder didapat dari
jurnal,website,dan buku-buku di perpustakaan.

1.4 Metode Pengumpulan Data


Dalam penelitian penulis menggunakan metode wawancara dengan
pemilik lahan sawah yaitu Pak Totok dan studi kepustakaan sebagai cara
untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan dalam proses

ii
pertanian. Cara ini dipilih karena lebih mudah untuk mendapat informasi
dengan akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Wikipedia

https://mti.binus.ac.id/2017/06/08/sistem-pertanian-cerdas-berbasis-iot-part-1/

ii