Anda di halaman 1dari 4

Laporan Tutorial Hari I

Blok 4.2

Kegawatdaruratan dan Medikolegal

Modul 2: Kasus Emergensi di Puskesmas

Kelompok 22D

Miranda Mardhatillah Ridwan

Nurul Fadhilah

Addina Fitri Islami

Amelia Putri

Yuastika Puspita Sari

Dita Viviant Sagith

Suci Rahmadhani

Eko Setiawan

Sahyudi Darma Asepti


Modul 2

Terminologi

1. Emergensi = serangan penyakit atau cedera yang apabila tidak segera ditolong
dapat mengancam jiwa
2. Krepitasi = bunyi yang muncul akibat gesekan ujung ujung tulang yang
patah selain itu berasal dari gelembung udara pada emfisema subkutis ketika
ditekan
3. Spalk = bidai. Merupakan alat yang dari kayu atau lainnya yang kuat yang
berguna untuk immobilisasi
4. VeT = laporan tertulis dari dokter tentang apa yang dilihat dan ditemukan
pada barang bukti yang diperiksanya serta memuat kesimoulan guna
kepentingan peradilan
5. Luka robek = jenis luka disebabkan oleh benturan benda tumpul dengan ciri
tepi luka tidak rata
6. GEA = gastroenteritis akut. Peradangan pada saluran cerna karna infeksi
seringnya rotavirus, bisanya ditandai dengan BAB encer berlangsung < dari 14
hari

Rumusan masalah dan Hipotesis

1. Apa saja jenis pelayanan yang diselanggarakan di puskesmas?


Usaha kesehatan masyarakat dan usaha kesehatan perorangan.
2. Apa interpretasi keadaan yang dialami pasien I?
Luka robek jyaitu jenis luka disebabkan oleh benturan benda tumpul dengan
ciri tepi luka tidak rata. Krepitasi karna tulang yang patah tau dislokasi
3. Bagaimana kriteria dari kasus emergensi?
I. kecelakakaan yang bukan kecelkaan kerja contoh trauma kepala , paath
tulang terbuka ataua tertutup, luka robekan atau sayatan pada kulit, seranhan
jantunh, kejang demam,perdarahan hebat, GEA, kolera, sedsak napas, syok,
nyeri kolik dan keadaan gelisah pada pasien gangguan jiwa.
4. Mengapa pasien I harus dibuat VeT?
Karna pasien I dia kecelakaan , perlu bukti berupa kesaksian tertulis untuk
peradilan.
Berdasarkan jenis pidana dibagi jadi VeT jenazah, perlukaan( kasus pasien I) ,
psikiatri, kejahatan seksual
5. Bagaimana penanganan kasus luka robek ?
Pertama dilakukan debridemen lalu dibersihkan debu debu lalu dilakukan
aseptik. Selanjutnya anti tetnus seuai indikasi , lalu dijahit kalau perlu. Lalu
dilakukan pembalutan
6. Bagaimana penanganan kasus emergensi fraktur pasien I?
Kalau dilapangn pertama yang fraktur jangan diluruskn tapi se anatomis
mungkin .lalu pasang spalk dengan yang bagian yang lembut kedalam lalu
dibalut hingga luka tidak bisa bergerak lalu dirujuk kerumah sakit
7. Apa tujuan pemasangan spalk?
Untuk meminimalkan kerusakan jaringan sekitar,untuk mencegah gerakan
fragmen tulang, mengurangi perdarahan , mengurangi nyeri
8. Mengapa dokter mempersiapkan rujukan serta pemsangan spalk?
Rujuk karna kasus emergernsi karna perlu tindakan operasi, spalk untuk
imobilisasi.
Fraktur terbuka dan tertutup itu kompetensi IIIb , jadi ditatalaksana awal dulu
lalu dirujuk
9. Bagaimana interpretasi pasien II?
Mata cekung merupakan tanda dehidrasi karna diare dan muntah . Td rendah
atau hipotensi karna adanya kompensasi tubuh pasien, nadi cepat dan halus ,
turgor jelek karna dehidrasi yang berat
10. Mengapa dokter mendiagnosis GEA dengan syok?
GEA diketahui dari anamnesis mengarahkan diare karna bakteri, lalu
pemeriksaan fisik
Mengarah kepada invasi mikroorganisme seperti E.coli, salmonella, rotavirus
(anak) pada dewasa sering norovirus. Biasanya menyerang manusia melalui
makanan yang terkontaminasi atau berkontak dengan penderita
Ditandai dengan muntah diare (skenario) dan GEA terjadi kurang dari 2
minggu
11. Mengapa dokter segera menghitung jumlah cairan yang dibutuhkan?
rehidrasi
12. Kenapa diberikan RL?
Merupakan cairan infus untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit. Rl
karna lebih sering digunakan
Dibanding dengan NaCl , RL itu jauh lebih lama tinggal divaskular .
13. Mengapa dokter harus melakukan penyuluhann kesehatan di desa tersebut?
Besar kemungkinan GEA karna gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak
minum air matang, tidak masak makanan dengan matang atau jajan
sembarangan jadi butuh agar gangguan ini tidak terjadi. GEA penularan
melalui fekal oral mungkin jambannya tidak pribadi seperti disungai , kondisi
pasien udah dehidrasi berat jadi progresif lebih bik langsung dilakukan
penyuluhan.

Skema

Learning Objectives
M3 tentang syok dan tatalaksananya
M3 tentang tatalaksana awal kegawatdarutan ( IPD, Neurologis, Psikiatri, kulit)
M3 aspek medikolegal kasus emergensi

Anda mungkin juga menyukai