Anda di halaman 1dari 28
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERE NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/OG /M.PAN/4 /2007 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL TEKNIST TRANSFUSI DARAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, Menimbang Mengingat bahwa dalam rangka pengembangan karier dan peningkatan kualitas profesionalisme Pegawai Negeri Sipil_ yang menjalankan tugas pelayanan transfusi darah_dipandang erly menetapkan Jabatan Fungsional Teknisi Transfusi Darah dan Angka Kreditnya; bahwa penetapan jabatan fungsional Teknisi Transfusi Darah dan Angka Kreditnya sebagaimana dimaksud pada huruf a, ditetapkan dengan —-Peyaturan—Menteri_ «Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Repubiik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 _ tentang Pemerintahan Oaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 12°. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomo: “237), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang ‘ior 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Nv 2:~3 Republik Indonesia Nomor 4548); Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai ticgesi Sipll (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 11, ‘Tambahan Lembaran Negara Repu: Indonesia Nomor 3098); sebagaimana telah beb=*: kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Ncv..r 66 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegav-i Negert Sipit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahwn 1994 Nomor 22, Tambahan tembaran Negara Repub idonesia Nomor 3547); Peraturan Pemerintah tomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 2537); Peraturan Pemerintah ''="vor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sisil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 \:cinor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia ‘:omor 4015); sebagaimana telah diubah dengan Peratura :merintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Repvvix Indonesia Tahun 2003 Nomor 4332); Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegavvai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Renvlik Indonesia Nomor 4017); sebagalmana telah diuboh dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 tiomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia iomor 4193); Peraturan Pemerintah 'emor 9 Tahun 2003 tentang ‘Wewenang, Fengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 4263); Memperhatikan 10. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sip; 11, Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara; 1. Usul Menteri_ Kesehatan dengan suratnya_Nomor: 1421 /Menkes/XI1/2006 tanagat 20 Desember 2006; 2. Pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawalan Negara dengan suratnya Nomor: K-26.30/V.27-1/93 tanggal 13 Maret 2007. MEMUTUSKAN PERATURAN MENTERI NEGARA _PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ‘TEKNISI TRANSFUSI DARAH DAN ANGKA KREDITNYA. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Teknisi Transfusi Darah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan Kegiatan pelayanan transfusi darah. 2. Pelayanan transfusi darah adalah serangkaian _kegiatan Pengerahan dan pelestarian donor, penyediaan darah, dan tindakan medis pemberian darah kepaa resipien (penderita) untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang rasional, aman dan berkualitas. 3. Sarana pelayanan transfusi darah adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanen transfusi darah yang meliputi UTD dan BDRS. 4. Unit Transfusi Darah (UTD) adalah sarana Kesehatan yang melaksanakan kegiatan penyediaan darab balk berlokasi di dalam maupun di luar Rumah Sakit dan bertanggung jawab kepada Menteri secare teknis medis fungsional. 5. Bank Darah Rumah Sakit (BORS) adaiah unit kerja Rumah Sakit yang menerima dan menyimpan darah dari UTD, melakukan pemeriksaan ui slang serasi dan menyampaikan darah untuk ditransfusikan kepada resipien. 6. Darah adalah darah manusia yang terdiri dari komponen sel dan komponen cair berupa plasma. 7. Darah transfusi adalah darah yang diambil dan diolah secara khusus untuk ditransfusikan kepada resipien. 8. Donor darah adalah orang yang menyumbangkan darahnya untuk maksud dan tujuan transfust darah. 9. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tap butir kegiatan dan/atav akumulasi rilai butir-butir_kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Teknisi Transfusi Darah dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. 410. Tim Penilai Angka Kredit adalah tim peniial yang dibentuk dan citetapkan ofch pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Transfusi Darah. BAB IT RUMPUN JABATAN, INSTANSI PEMBINA, KEDUDUKAN, DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Jabatan Teknisi Transfus} Darah termasuk dalam rumpun. kesehatan. Pasal 3 (4) Instansi Pembina jabatan fungsional Teknisi Transfusi Darah adalah Departemen Kesehatan; (2) Depattemen Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaksanakan tugas pembinaan, Pasal 4 (1) Teknisi Transfus Darah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pelayanan transfusi darah pada sarana pelayanan transfusi darah df _fingkungan Departemen Kesehatan dan instansi selain Departemen Kesehatan, (2). Teknisi Transfusi Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus sebagai Pegawal Negeri Sipil. Pasal 5 Tugas pokok Teknisi Transfusi Darah adalah_melaksanakan kegiatan transfusi darah yang metiputi rekruitment donor, seleksi donor, penyadapan darah donor, _pengolahan darah, Pengamanan darah donor, penyimpanan darah, pendistribusian darah dan pemeriksaan lanjutan kasus inkompatibilitas serta pelaporan dan dokumentasi. BAB IIL UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 6 Unsur dan sub unsur keglatan Teknisi Transfusi Darah yang dinilai angka kreditnya, terdiri dari : 1. Pendidikan, meliputi: a. pendidikan sekolah dan mendapat ijazah; b. pendidikan dan pelatinan fungsional di bidang transfusi darah dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latinan (STTPL) atau sertifkat; . pendidikan dan pelatihan prajabatan dan _memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) atau sertifikat, 2. Pelayanan transfusi darah, meliputi: a. Persiapan Pelayanan Transfusi Darah b. Rekruitmen Donor; . Seleksi Donor; d. Penyadapan Darah fe. Pengamanan Darah; f, Pengolahan Darah Donor; 4g. Penyimpanan Darah; h. Pendistribusian Darah; i, Pelaporan dan dokumentasi seluruh kegiatan teknis, Pengembangan profesi, meliputi: a. pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang transfusi darah; . penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang transfusi daraty; . pembuatan buku pedoman/petunjuk —pelaksanaan/ petunjuk teknis di bidang transfusi darah; d. penemuan teknologi tepat guna di bidang transfusi darah. Penunjang tugas Teknisi Transfusi Darah, meliputi: a. pengajat/pelatih di bidang transfusi darah; . peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang transfusi dara; cc keanggotaan dalam organisasi profesi Teknisi Transfusi Darah; 4d, keanggotaan dalam Tim Penilat Jabatan Fungsional Teknisi Transfusi Darah; , perolehan gelar kesarjanaan lainnya; |. perolehan penghargaan/tanda jasa. BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal7 (1) Jenjang jabatan Teknisi Transfus! Darah, dari yang terendah ssampai dengan yang tertinggi, adalah: a. Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula; b. Teknisi Transfusi Darah Pelaksana; cc. Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Lanjutan; . Teknisi Transfusi Darah Penyelia; (2) Jenjang_pangkat Teknisi Transfusi Darah seba dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan jenjang jabatannya, a. Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula: Pengatur Muda, golongan ruang I1/a3 b. Teknisi Transfusi Darah Pelaksana: 1. Pengatur Muda Tingkat 1, golongan ruang Ib; 2. Pengatur, golongan ruang Il/c; 3. Pengatur Tingkat I, golongan ruang Il/d, ¢, Teknisi Transfus Darah Pelaksana Lanjutan: 1. Penata Muda, golongan ruang I1I/a; 2. Penata Muda Tingkat 1, golongan ruang III/b. 4d, Teknisi Transfusi Darah Penyelia: 1, Penata, golongan ruang III/c; 2, Penata Tingkat I, golongan ruang TII/d. (3) Jenjang_pangkat untuk masing-masing jenjang Teknisi Transfusi Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah jenjang pangkat dan jenjang jabatan sesuai jumlah angka kredit yang dimifiki sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 1, (4) Penetapan jenjang jabatan Teknisi_ Transfusi Darah ditetapkan sesuai dengan jumfah angka Kredit yang dimifiki berdasarkan penetapan pejabat yang —_berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan pangkat dan jenjang jabatan tidak sesual dengan pangkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud ayat (2) . BABV RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Teknisi Transfusi Darah, sesual jenjang jabatan sebagal berikut: 2. Teknisi Transfus! Darah Pelaksana Pemula: 2. Menyiapkan ruangan dan peralatan untuk kegiatan elayanan transfusi darah; 2. Menyiapkan alat dan bahan rekruitmen calon donor; 3. Menyiapkan peralatan dan bahan untuk seleksi calon donor; 4. Menyiapkan alat dan bahan penyadapan darah; 5. Menyiapkan peralatan dan bahan pengamanan darah dalam kondisi terkalibrasi sesuai standar; 6. Menyiapkan dan merawat (memelihara) peralatan dan bahan pengofahan darah sesuaf stander; 7. Menyiapkan perafatan dan bahan sesuai standar; 8. Melaksakan tugas di daerah bencana dan konflik. Teknist Transfusi Darah Pefaksana: 1, Mengkafibrasi peralatan transfusi darah dengan tingkat Kesullitan 1; 2, Mencatat dan mendokumentasikan calon donor; 3, Memeriksa HB dan golongan darah calon donor; 4, Mencatat dan mendokumentasikan data calon donor; Mencatat dan mendokumentasikan data darah donor; 6. Memeriksa ufi saring terhadap IMLTD sesual standar dengan kasus ringan; 7. Memeritsa konfirmast gofongan darah A, B, O dan Rhesus dengan kasus ringan; 8, Membuat Komponen darah sesuai standar pada Lingkat kesulitan 1; 9. Mencatat dan mendokumentasikan pengolahan darah; 10. Melakukan penyimpanan darah sesuai standar; 11, Melakukan pengontrolan dan pencatatan suhu sesuai standar; 12, Mencatat dan mendokumentasikan hasil pemeriksaan jl silang serasi; 13, Melaksanakan tugas jaga; 14, Melaksakan tugas di daerah bencana dan konflik . c. Teknisi Transfusi Darah Petaksana Lanjutan: 1. Mengkalibrasi peralatan tingkat kesulitan If; 2. Melaksanakan rekruitmen calon donor; 3. Mengarahkan pengisian inform consent kepada calon donor; 4. Memeriksa tekanan darah calon darah; 5, Menyadap darah dan mengambil contoh darah donor; 6. Memeriksa uji saring terhadap IMLTD sesuai standar pada kasus sedang; 7. Memeriksa konfirmasi golongan darah A, B, O dan rhesus kasus sedang; 8. Menylapkan dan merawat (memelihara) peralatan dan bahan darah sesuai standar pada tingkat kesulitan 11; 9. Melakukan Stock Opnam darai 10. Melakukan pemeriksaan golongan darah A, B, O dan rhesus pasien; 11, Melakukan pemeriksaan golongan darah A, B, O dan rhesus donor 12, Melakukan pemeriksaan uji silang serasi; 13, Melakukan bimbingan distribusi darah sesuai standar; 14, Mesnimpin satuan unit kerja; 15. Mefaksanakan tugas jagaj 16. Melaksakan tugas di daerah bencana dan Konflik. dd. Teknisi Transfust Darah Penyelia: 1. Mengkalibrast peralatan tingkat kesulitan RU; 2. Menyusun rencana kerja rekruitmen calon donor; 3. Melakukan anamnesa dan pemeriksaan Kesehatan calon donor; 4, Melayani pasca penyadapan daraty; 5. Memeriksa uji saring terhadap JMLTD sesuai standar pada kasus berat; 6. Memeriksa konfirmasi golongan darah A, B, O dan rhesus pada kasus berat; 7. Mengevaluasi hasil pemeriksaan; 8. Mencatat dan mendokumentasikan —_hasil Pemeriksaan; 9. Membuat komponen darah sesuai standar; 10. Mengevaluasi hasil pemeriksaan golongan darah A, B, (Q dan Rhesus; 11, Melakukan evaluasi kegiatan teknis; 12, Memimpin satuan unit kerja; 13. Melaksanakan tugas di daerah bencana dan konfllk, (2) Teknisi Transfusi Darah yang melaksanakan: a. Tugas jagi b, Tusa di daerah bencana dan konfik; Cc. Memimpin satuan unit kerja; d. Melaksanakan kegiata pengembangan profesi; fe. Melaksanakan kegiatan penunjang; diberikan nilai angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran 1. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Transfusi Darah yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1), maka Teknisi Transfusi Darah yang satu tingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang jabatannya dapat melekukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit pelaksana teknis/unit kerja yang bersangkutan, 10 Pasal 10 Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas _sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ditetapkan sebagai berikut: a a) @) (3) (4) a Teknisi Transfusi Darah yang melaksanakan tugas Teknisi Transfusi Darah satu tingkat di atas jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka Kredit setiap butir kegiatan’ yang ditakukan, sebsgaimana tersebut dalam Lampiran 1. Teknisi Transfusi Darah yang melaksanakan tugas Teknisi Transfus Oarah satu tingkat di bawah jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka Kredit setiap butir kegiatan yang dilakukan, sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Pasal 14 Unsur Kegiatan yang dinilal dalam memberikan angka kredit terdirl atas: a. unsur utama; dan b. unsur penunjang. Unsur utama terdiri atas: a. pendidikar b. pelayanan transfusi darah; dan c. pengembangan profesi. Unsur penunjang adalah _kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Transfusi Darah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 butir 4. Rincian keglatan Teknisi Transfus! Darah dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagaimana tersebut dalam tampiran I. Pasaf 12 Jumiah angka Kredit. kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat ngkat_dalam jabatan dan kenaikan jenjang/pangkat Teknisi Transfusi Darah sebagaimana tersebut dalam Lampiran TI dengan ketentuan: i 2) @) (4) (6) (6) a. paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka ktedit berasal dari unsur utama; dan b. paling tinggi 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang, Teknisi Transfusi Darah yang telah memiliki angka kredit melebihi angka Kredit yang telah ditentukan untuk kenaikan jenjang/pangkat setingkat febih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenalkan jenjang/pangkat berikutnya. Apabila_kelebihan jumlah angka_kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memenuhi jumiah angka kredit untuk Kenaikan jenjang dua tingkat atau lebih dari jenjang terakhir yang diduduki, maka Teknisi Transfusi Darah yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki, dengan ketentuan: a, Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam Jenjang terakhir; dan . setiag unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan Pekerjaan dalam Daftar Penilaian _Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Teknist Transfust Darah yang naik jenjang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumiah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut, yang berasal dari kegiatan pelayanan transfusi darah. Teknisi Transfusi Darah yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jenjang/pangkat setingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jenjang/pangkat yang didudukinya, pada tahun —berikutnya —_diwajibkan mengumpulkan angka kredit paling rendah 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jenjang/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan pelayanan transfusi darah. Teknisi Transfusi Darah Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang Ill/d, setiap tahun sejak menduduki pangkat dan jenjangnya diwajibkan mengumpulkan paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan pelayanan transfusi darah. a) @) a @ QB) @ Pasa) 13, Teknisi Transfust Oarah yang secara bersama membuat karya tulis/karya iimiah bidang pelayanan transfusi darah, pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut: a. 60% (enam puluh persen) bagi penuilis utama; b. 40% (enam puluh petsen) dibagi rata untuk semua penulis pembantu. Jumiah penulis pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 Untuk kelancaran panilaian dan penetapan angka kredit, setiap Teknisi Transfusi Darah diwajbkan mencatat dan menginventarisasi seluruh kegiatan yang dilakukan, Apabila dari hasil catatan dan inventarisasi_ seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipandang sudah dapat _memenuhi jumlah angka Kredit yang ditentukan untuk —kenaikan _jenjang/pangkat, _secara hiirarkhi Teknisi Transfusi Darah dapat mengajukan usut penilaian dan penetapan angka kredit. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Transfusi Darah dilakukan paling sedikit 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaiken pangkat Pegawai Negeri Sip Pasal 15, Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Teknist ‘Transfusi Darah, adalah sebagai berikut: ‘a, Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik Departemen Kesehatan bagi Teknisi Transfusi Oarah Petaksana pemula sampai dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan transfusi darah di lingkungan Departemen Kesehatan; b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bagi Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula sampai dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan transfusi darah di ingkungan provinsi; 13 . Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bagi Teknisi Transfusi_ Darah Pelaksana Pemula sampai_dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia yang bekerja pada sarana_pelayanan transfus! darah di_lingkungan kabupaten/kota; (2) Dalam menjaiankan kewenangannya, pejabat sebagaimana dimvaksud pada ayat (1) dibantu oleh: a. Tim Penilai Jabatan Teknisi Transfusi Darah Departemen Kesehatan bagi Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik Departemen Kesehatan, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Departemen; b. Tim Penilai Jabatan Teknisi Transfusi Darah Provinsi bagi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi, Tim Penilai Jabatan Teknisi Transfusi Darah Kabupaten/Kota bagi Kepala_ Dinas _ Kesehatan Kabupaten/Kota, selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota; d. Tim Penilai Jabatan Teknisi Transfusi Oarah instansi lainnya bagi Pimpinan Instansi selain Departemen Kesehatan (paling rendah esefon If), yang sefanjutnya disebut Tim Penilaj Instansi. Pasal 16 ‘Tim Penilai jabatan Teknisi Transfusi Darah terdiri dari unsur teknis, unsur kepegawaian, dan pejabat fungsional Teknisi Transfusi Darah, Pasal 17 (1) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut: a. Satu orang Ketua merangkap anggota dari unsur teknis; Satu orang Wakil Ketua merangkap anggota dari unsur kepegawaian; c. Satu orang Sekretaris merangkap anggota; @. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. (2) Anggota Tim Penilat dimaksud ayat (1) huruf d, sekurang- kurangnya 2 (dua) orang dari pejabat fungsional Teknisi Transfusi Darah, 14 QB) @) (5) () ) (8) @) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai adalah: a. Jenjang/pangkat _serendah-rendahnya sama dengan jenjang/pangkat Teknisi Transfusi Oarah yang dinilai; b. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Transfusi Darah; dan . Dapat aktif melakukan penilaian. Apabila jumiah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (2) tidak dapat dipenuhi dari Teknisi Transfusi Darah, maka anggota Tim Perilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki Kompetensi untuk menilai prestasi Kerja Teknisi Transfusi Darah; Masa jabatan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun; ‘Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, maka penilaian prestasi kerja Teknisi Transfusi Darah dapat dilakukan oleh Tim Penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau. Tim Penilai Provins! lain terdekat atau Tim Penilai Departemen. Apabila Tim Penilai Provinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, maka penilaian prestasi kerja Teknisi Transfust Darah dilakukan oleh Tim Penifai Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Departemen. Apabiia Tim Penilai Instansi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, maka penilaian prestasi kerja Teknisi Transfusi Darah dilakukan Tim Penilai Departemen. Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan oleh: a. Direktur Bina Pelayanan Penujang Medik atau pejabat Eselon IT yang ditunjuk untuk Tim Penilai Oepartemen; b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk Tim Penilai Provinsi; cc. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota; d. Pimpinan Unit Kerja Sarana Pelayanan transfusi darah Instansi Pusat selain Departemen Kesehatan (paling rendah eselon II) untuk Tin Penitai instansi. 15 a) Q) Pasat 18 Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anagota Tint Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat ‘Kembali dalam keanggotaan Tim Penilai yang sama setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan, Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai, maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilal Pengganti. Pasal 19 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai ditetapkan oleh Menteri Kesehatan selaku Pimpinan Instansi Pembina Jabatan Teknisi Transfusi Darah. Pasal 20 Usui penetapan angka kredit Teknisi Transfusi Darah diajukan oleh : a Pimpinan Unit Kerja (paling rendah eselon II) yang ‘membawahi Teknisi Transfusi Darah kepada Pimpinan Unit Kerja Sarana Pelayanan Kesehatan (paling rendah eselon 1) df tingkungan Departemen Kesehatan untuk angka kredit Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula sampai dengan Teknisi Transfus! Darah Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan transfusi darah di lingkungan Departemen Kesehatan; Pimpinan Unit Kerja (paling rendah eselon III) yang membawahi Teknisi Transfusi Darah, kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk angka kredit Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula sampai dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia yang bekerja pada sarana_pelayanan transfusi darah di lingkungan provinsi; Pimpinan Unit Kerja (paling rendah eselon IV) yang membawahi Teknisi Transfusi Darah, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kot_untuk angka kredit Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula sampai dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia yang bekerja pada sarana Pelayanan transfusi darah di ingkungan kabupaten/kota; Pimpinan Unit Kerja (paling rendah eselon III) yang membawahi Teknisi Transfusi Darah kepada Pimpinan Unit Kerja Sarana Pelayanan Kesehatan Instansi Pusat selain Departemen Kesehatan (paling rendah eselon II) untuk angka kredit Teknisi Transfusi Darah Pelaksana Pemula 16 Q) 2) sampai dengan Teknisi Transfusi Oarah Penyelia yang bekerja pada sarana felayanan transfusi darah di lingkungan masing-masing, Pasal 21 ‘Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat_ yang berwenang menetapkan angka kredit, digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jenjang/pangkat —Teknisi Transfus! Darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, tidak dapat diajukan keberatan oleh Teknisi ‘Transfusi Darah yang bersangkutan. BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 22 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawat Neger Sipit dalam dan dart jabatan Teknisi Transfusi Darah, adalah pejabat yang berwenang sesual dengan peraturan erundang-undangan yang berlaku, (1) 2) BAB VEE SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN Pasal 23 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Teknisi Transfusi Darah harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. berijazah paling rendah Diploma I Teknologi Transfusi Darah. b. pangkat paling rendah Pengatur golongan ruang II/c; . setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Transfusi Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan berdasarkan angka kredit yang diperoleh dari unsur utama 7 QB) dan unsur penunjang setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Pengangkatan pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan_ untuk mengisi lowongan farmasi jabatan Teknisi Transfusi Darah melalui pengangkatan calon Pegawai Negert Sip. Pasal 24 Disarnping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Teknist Transfusi Darah difaksanakan sesual dengan formasi jabatan Teknisi Transfusi Darah, sebagai berikut: a ws) pengangkatan Pegawai Negeri Sipi} Pusat dalam jabatan Teknisi Transfusi Darah dilaksanakan sesuai_ formasi Jabatan Teknisi Transfus Darah yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di_—_bidang Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara; pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam jabatan Teknisi Transfusi Darah dilaksanakan sesuai formas! Jabatan Teknisi Transfusi Darah yang ditetapkan oleh Kepala daerah —masing-masing setelah__mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung javwab di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara dan setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 25 Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Teknisi Transfust. Darah dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2B; b. memiliki pengalsman daiam petayanan transfusi darah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun; . _usia setinggi-tingginya 50 (lima puluh) tahun; dan 4. setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3) paling rendeh berilai baik dalam 1 (satu) tahun ferakhir; e. pengangkatan dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Teknisi Transfusi Darah, 18 (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimitikinya, dan jenjang _jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang itetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (3) Jumiah angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang. BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN TEKNISI TRANSFUSI DARAH Pasal 26 (1) Teknisi Transfusi Darah Pelaksana_Pemula, pangkat Pengatur Muda, golangan ruang H/a sampai dengan Teknisi Transfusi Darah Penyelia, pangkat Penata, gofongan ruang [iI/e dibebaskan sementara dari Jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (ima) tahun sejek menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka Kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (2) Teknist Transfus! Darah Penyelia, pangkat Penata Tingkat 1, golongan rang Ilf/d, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki pangkat an jenjangnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan pelayanan transfusi darah, (3) Disamping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2), Teknisi Transfusi Darah dibebaskan sementara dati jabatannya, apabila: a, dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat; b, diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sip c. ditugaskan secara penuh di fuar jabatan Teknisi ‘Transfusi Darah; d.-menjatani cuti di luar ta nggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya; fe, tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 19 Pasal 27 (1) Teknisi Transfusi Darah yang telah selesai_menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam pasat 26 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) huruf a, huruf d, dan huruf e dapat diangkat kembali dalam jabatan Teknisi ‘Transfusi Darah. (2) Teknisi Transfusi Darah yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (3) huruf b, dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Transfusi Oarah apabila berdasarkan basil pemeriksaan pihak yang berwajib, Pegawai Negeri Sip) yang bersangkutan dinyata kan tidak bersalah, (3) Teknisi Transfusi Darah yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (3) huruf c, dapat diangkat Kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Transfusi Darah apabila berusia paling tinggi 54 (lima puluh empat) tahun. (4) Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknist Transfust Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dapat menggunakan angka kredit terakhir_ yang dimiliki dan dapat ditambah dari prestasi kerja di bidang transfusi darah yang diperoleh selama tidak menduduki jabatan Teknisi Transfusi Darah setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredi Pasal 28 Teknisi Transfus Darah diberhentikan dari jabatannya apabila: a. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud datam Pasal 26 ayat (1), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2), tidak dapat mengumpulkan angka Kredit yang ditentukan; atau cc. — dijatuhihukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyal kekuatan hukum tetap, kecuali_hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. 20 Pasal 29 Pembebasan sementara, pengangkatan Kembali dan pemberhentian dari jabatan Teknisi_ Transfusi Darah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, Pasal 27, dan Pasal 28 ditetapkan oleh pefabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, BAB X PENYESUAIAN/INPASSING DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT Pasal 30 (1) Pegawai Negeri Sipil yang pada saat ditetapkan peraturan ini telah melaksanakan tugas pelayanan transfusi darah berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang, dapat disesuaikan/diinpassing dalam jabatan dan angka kredit ‘Teknisi Transfusi Darah dengan ketentuan: a. berijazah Asi sten Transfusi Darah (ATD)/Analis yang telah diatin dalam bidang Teknologi Transfusi Darah; . pangkat paling rendah Pengatur Muda golongan ruang Ufa; dan cc. setiap unsur penilaian prestasi Kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian _Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Angka kredit kumulatif untuk _ penyesuaian/inpassing dalam jabatan dan angka Kredit Teknisi Transfusi Oarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah sebagaimana tersebut dalam fampiran Ri. (3) Angka Kredit kumulatif sebagaimana tersebut dalam lampiran IM, hanya berlaku = selama_~— masa penyesuaian/inpassing. (4) Untuk menjamin keseimbangan antara beban kerja dan jumiah —Pegawai_ Negeri Sipil_— yang akan disesuaikan/diinpassing sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka pelaksanaan penyesuaian/inpassing —harus mempertimbangkan formasi jabatan, 21 BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 31, Keputusan Pejabat yang berwenang tentang pengangkatan, kenaikan jenjang/pangkat, pembebasan sementara dan pembethentian dalam dan dari jabatan Teknisi Transfusi Darah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan atau menambah pengetahuan, pengalaman dan pengembangan karier, Teknisi Transfus! Darah dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau fungsional Jainnya, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. BAB XII PENUTUP Pasal 33 Petunjuk pelaksanaan peraturan ini diatur lebih fanjut oleh Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawalan Negara. Pasal 34 Peraturan ini mulai beriaku pa da tanggal ditetapkan. Ditetapkan > Di Jakarta Pada tanggat : 30 A@il. 2oDt MENTERI NEGARA ow APARATUR NE GARA | Quan TAUFIQ EFFENDI Lista: PERATURAN MENTERI NEGARA. Denoavaciaad NowoR <'pewObnurannos? TANSCAL: $0 Ab 200" RINGIW BUN KEGIATAN DAN ANGKA KREDITJABATAI FUNGSIONAL, Tens) TROIS! DARA DAN ANGKA KREDIINYA sarun — | anoxa wo] unsure su unsuR ture KEGIATaN ras sear PELaKeana eran 7 z f= z 1 ERO [a reatiaraeor T sian z Tami ‘inmendept nea 2 Bg 2 a Serutie 3 Sips mazewopEREW haa o aeee [rasan arose 7 aa ‘wnsora sce 7 teresa sor a oo SS io ‘otter Taras ss reo oe [Servis = Soa ‘emenera ‘TC ipang ana e1 aT a a ‘Soulard Tana [s"taren ste 1-100 Somat " sons Feraaimeancanen Lanes yar Senbst +} Sasi —| FESR POTS PaCS STR HOOT SIT esr 7 Ea 7 PEER Pettiar aar FRR rT A POSTE TSA STO Fre freavsrusioanan — ["ronscrcacn teat . F Hear SoS oS = ‘Siepatesumae Fm atheatan IT Fee TST ASST IOS | TR RS O RE OIS ras rae a | wenosraptr sco sharers SS aii Boe F Pata Steaks someone Tae aoa Paar | isteairsonscuimenaanan cloves teeta sae} Fests Pa SR SIO Sa — | a BR a TE aia Bs a [itesgisnorsnnstswentaan manstcsane—— ‘seus ~an ar 3 eesian a Hemet eases cin or a 308 Feats ‘tenes ran car ean ase ec Fist 5 Hsunan Agrees dn pericos ia SISNET an as Pen Mercator echoes CONST one boot Feats heparan perce —— [Caan aS or RT Tear To FS ‘ron | Ptensavar crmngral oa aoe oor Sos Par st pemaraaen ID dome sep pang aah |_seais egst muon cate — Ti ss 7 ae = Tenet SST OS BNET Tamora daar] m1 estas [eFaeinnaaar a Tra oe men seve ec see [eet] mate os, ee SSS See — es ee — re nee aS 2 een ; Psa e Sse — toe anon por Spee oe eed a == : a ES ae a a ap Sing esa! ba exes = = oe fe apEees [rae ra Le = ee po [prams — frame RE se rs sae = ue aes = ae {Seerett orm = a er a — Se = ee SS a Ene a oes — ERE —— 7 Sassi peso cael pea Satay a z aes TE — eee — a TOTES ee Gan | mean ine SE eetnremen SS we | ge | gece “EE pee | at] 3] a om | ee | wx weet warm exo nn a, A anon omtean ie ee ean Soe caee me . oo ae Sr 5 ssi 7 RRR TA ne =e ponies areata nee noe eer = pienso Sone ae $ xe Taam cara toss r aa aS a | aR RTT BT ea |} as rae TTT TET eee Seana Seis Sea emacs ; ae = Surge erat ten ee es js | se ares 7 aay SREB RST eee me ba 7 oe Hs Ss] ireres STRATOS | + a Somes oe eral SEAT ROT RT OAT 4 mane er coonaael wore | a re rnieti, RRR —— aR TINTS eas bras oe A ae mow 1 RR ——— a RS] RE ST TT ar} aa Par ae) eee ie bere STOTT ate no mi ; eee aes, Se aca areE = 7 sees vee = er sera | ancien vn a ne rm vec an ot, RT aera aaa pa gen pnt ta oe ee orm I : hes a 4h | JO Fearagatanaaain en] — aerate Pa Sa eee ee = ‘ coatoms a crea mm fa) is CS TS —| RS AE ENTS ee “mene 2] gomwen aoe dose eae i a SST TET : — = fe ee x i ‘TAUFIQ.EFENDI LAMPIRAN Il: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR —: PER/ O% /M,PAN/4/2007 TANGGAL : 30 April 2007 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JENJANGIPANGKAT TEKNISI TRANSFUSI DARAH T a “JENJANG JABATANIGOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT ‘TEKNISI TRANSFUSI DARAH aa UNSUR PERSENTASE | Fei Pemula Polaksana Polaksana Lanjutan Penyelia Wa we] We | Wa |~wa | Wib [ie | ma | 1. JUTAMA > 80% 20 32 48 6 | 80 120 160 240 a. Pendidikan b. Pelayanan tranfusi darah Jc. Pengembangan profesi 2, [PENUNJANG < 20% 5 8 2 16 20 30 4 | 60 Keaiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Transfusi Darah Jumiah [aon 0 0) e200 | 300 TAUFIQ EFENDI LAMPIRAN Il: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAVAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER) /M.PANI4/2007 TANGGAL, ‘Apel 2007 ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIANINPASSING BAGI JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI TRANSFUS! DARAH wo. Jeotoncauruang] | STTBMAZAN ATAU "ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN, YANG SETINGKAT | KURANG1TAHUN| 1 TAHUN. 2TAHUN 3TAHUN | 4 TAHUN/LEBIH 1 2 3 4 5 3 Z 3 1 Wa ATDIO! 5 28 3 35 40 2 we SLTAD.WDI 0 6 50 55 60 3 We SLTAD.UDI 60 6 70 78 2 SARJANA MUDA/0 Il oo 6 72 78 80 t we ‘SLTAD.ADI Ey Gl 7 om 100 ‘SARJANA MUDA/D Ill 0 8 0 % 100 3 ‘we ‘SLTAD.NI 100 110 120 730 150 ‘SARJANA MUDD Ii 100 11 122 133 160 3 up ‘SLTAD.DI 350 160 170 180 180 ‘SARJANA MUDA/0 Ill 150 161 172 183 200 7 We SLTAD.UDIT 200 222 248 267 280 ‘SARJANA MUDA/0 til 7200 228 287 Ea 255 ; 7 SLTAD.IDIT 300 300 300 300 300 ‘SARJANA MUDA /D til 300 300 300 300 300 ‘TAUFIGEFFENDI