Anda di halaman 1dari 7

Peran Mahasiswa dalam bidang Pertanian

Oleh: Sintia Devrianti

PENDAHULUAN
Kondisi Pertanian di Indonesia, kini terasa cukup memperhatinkan. Di mana
Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris (negara yang maju pertaniannya), sekarang
malah mengimpor makanan pokoknya dari negara lain. Padahal sebenarnya rakyat dan bumi
kita yang tercinta ini masih dapat memenuhi kebutuhan beras untuk makan kita sehari-hari.
Bukan hanya beras tetapi hasil pertanian lain pun mengalami nasib yang demikian.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat
menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan
kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap
penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa
pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi
sumber daya alam yang besar dan beragam, bangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup
besar, besarnya bangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang
menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat
dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian di Indonesia yang besar
namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang
termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan
saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk
memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk
menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi
yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. Disamping itu, dihadapkan pula
pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada
globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut
untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu
mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.

PERAN MAHASISWA UNTUK PERTANIAN DI INDONESIA


Mahasiswa berasal dari dua kata yang digabungkan, yaitu Maha dan Siswa. Maha
yang artinya tertinggi sedangkan siswa adalah bagian dari kaum pelajar. Jadi, mahasiswa
adalah orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi dibandingkan yang lain sehingga
masyarakat menganggapnya orang yang mampu menyampaikan aspirasi suara hatinya.
Mahasiswa adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan dari negara ini karena peran
pentingnya yang begitu besar terhadap majunya sebuah peradaban yang sedang dibangun
oleh bangsa ini. Kini mahasiswa sangat pasif dan tidak peka dengan isu-isu terkini.
Mahasiswa sekarang kebanyakan memiliki sifat egois yang tinggi sehingga isu-isu terkini tak
dihiraukan. Mahasiswa tak lagi mendengarkan suara rakyat yang menderita karena kebijakan
pemerintah. Banyak mahasiswa sekarang yang mementingkan nilai (IPK) dan berbagai
aktivitas akademik. Baginya IPK sangat penting karena untuk kepentingan mencari kerja
sehingga melupakan fungsi dan peran mahasiswa itu sendiri. Jika ini terus terjadi maka yang
dikhawatirkan pemerintah dapat leluasa membuat kebijakan yang membelitkan petani
sehingga petani sebagai objek menderita. Pemerintah menjadi sewenang-wenang dalam
mengambil keputusan dan bersifat diktator yang selalu tak mendengarkan suara hati rakyat.
Inilah yang dikhawatirkan selama ini oleh berbagai kalangan, adanya transformasi peran
mahasiswa.
Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia, artinya pertanian
merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari setengah perekonomian. Pertanian
juga memiliki peran nyata sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor. Oleh karena itu
perlu diadakannya pembangunan di dalam sektor pertanian sehingga dapat bersaing di
pasar dalam negeri maupun di luar negeri. Ketidaksadaran akan kekayaan alam yang dimiliki
terutama kekayaan potensi pertanian disebabkan oleh salahnya pemahaman akan pertanian itu
sendiri. Pertanian hanya diartikan sebagai aktivitas menanam padi dan sayuran di pedesaan.
Semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi dari bidang pertanian. Sehingga semua potensi
yang dimiliki tidak hanya persawahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan untuk
memenuhi kebutuhan pangan manusia. Jadi bisa disimpulkan bahwa pertanian harus
diartikan seluas-luasnya yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan
pangan, sandang dan papan. Dengan adanya usaha pembangunan pertanian, muncul pula
masalah-masalah yang akan memperlambat laju perkembangan pertanian di Indonesia.
Masalah tersebut muncul mulai dari kerusakan alam yang diakibatkan oleh pelaku produksi
dan konsumen pertanian hingga minimnya pendidikan petani. Hal tersebut disebabkan oleh
pola hidup yang berubah dari petani itu sendiri, missal minimnya pengetahuan akan
pemanfaatan dan pengembangan pertanian modern, politik pertanian serta mulai hilangnya
nilai budaya dan semangat yang dimiliki oleh petani.
Melihat kondisi pertanian yang tidak terbesit pun bayangan dipikiran kita bahwa
pertanian akan memberikan dampak positif bagi bangsa ini dan semakin berkurangnya
generasi muda pertanian yang secara hati menambatkan cintanya untuk bidang ini, maka
tidak ada lagi generasi yang secara kapasitas intelektual mumpuni dan bisa memberikan
perubahan yang signifikan terhadap pertanian kecuali mahasiswa pertanian. Mengapa harus
mahasiswa pertanian? Karena pada hakekatnya mahasiswa tidak lagi mendapatkan ilmu akan
tetapi mahasiswa harus menemukan ilmu. Spesifikasi berwawasan global, itulah yang
dibutuhkan oleh mahasiswa Indonesia. Tentunya mahasiswa yang bergelut di bidang ilmu
pertanian sudah menjadi sebuah idealismenya untuk membangun pertanian. Peningkatan
pendidikan juga dapat dilakukan oleh mahasiswa pertanian untuk kalangan yang
berkecukupan, penyaluran ilmu yang dimiliki mahasiswa pertanian dapat diperdayakan dari
beberapa kegiatan seperti menjadi seorang asisten dosen, asisten praktikum, atau pengajar di
bimbingan belajar. Upaya lain yang juga dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa pertanian
adalah mencoba membuat varietas-varietas unggul yang dapat meningkatkan output pertanian
Indonesia. Peningkatan perekonomian diharapkan dapat mengurangi biaya kebutuhan pokok
masyarakat Indonesia tidak lagi dihantui dengan mahalnya harga kebutuhan pokok seperti
beras, cabe, gula, minyak goreng dan lain sebagainya. Semua tindakan yang dilakukan untuk
memajukan pendidikan Indonesia akan berbuah manis jika semua pihak ikut berpartisipasi.
Selaku mahasiswa maka sepatutnyalah kita dapat memberikan sebuah kontribusi
terhadap perubahan bangsa ini. Mengingat peran dan fungsi mahasiswa yang telah dijabarkan
secara indah tidak bisa di tunda apalagi sampai ditinggalkan, kenapa kita harus memberikan
kontribusi kepada negara ini? Karena kita lahir dari tanah air ini, kita besar oleh tanah air dan
kita mati pun di tanah air ini. Banyak mahasiswa pertanian yang bertanya tentang apa yang
bisa mereka berikan sebagai tanda kontribusinya kepada negara ini maka sangat ironis sekali
bahwasannya insan-insan cendikia berintelektualitas tinggi di bidang pertanian tidak
mengetahui peran dan kontribusi apa yang akan diberikan untuk kemajuan pertanian.
Kontribusi mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian sering dipersepsikan dan hanya
terbatas bahwa kontribusi yang bisa dilakukan hanya melalui aksi-aksi demonstrasi
mengkritisi kebijakan pertanian yang cenderung merugikan petani. Padahal kontribusi-
kontribusi lain yang dapat diberikan oleh seorang mahasiswa pertanian dengan kekayaan
khasanah jiwa dan semangat pertaniannya sanngat banyak, misalnya melalui pendampingan
petani dalam program bina desa pertanian, training-training yang dilakukan melalui
kelembagaan mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, kampanye pembangunan image
pertanian dan lain sebagainya. Mahasiswa pertanian dituntut dapat menyelesaikan
permasalahan-permasalahan pertanian yang sedang dihadapi bangsa dan negaranya dengan
keluasaan ilmu dan intelektualitasnya.

KESIMPULAN

Pertanian sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah dan perekonomian


dengan pertanian, harapannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk,
sebagai sumber pendapatan. Mahasiswa pertanian mempunyai peranan penting dalam
memajukan pertanian di Indonesia dan harus berkontribusi untuk rakyat Indonesia.

Kamis, 17 November 2016


Sintia Devrianti

http://sintiadevrianti.blogspot.co.id/2016/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

BELAJAR DAN BERBAGI ILMU DENGAN PETANI UNTUK MENCIPTAKAN


PERTANIAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK DAN BERKELANJUTAN

Oleh: Rizki Pradana


A34080057

Sudah sejak lama sebutan negara agraris melekat pada tanah air kita. Selama berabad-
abad, pertanian pun telah menjadi mata pencarian utama masyarakat Indonesia. Karena relatif
lebih mudah ditekuni oleh masyarakat, maka pertanian boleh dibilang menjadi primadona
kala itu. Di Indonesia diperkirakan kegiatan pertanian sudah muncul pada zaman neolitik,
yaitu suatu babakan dalam periode prasejarah. Pada zaman neolitik itu, masyarakat yang
sebelumnya hidup secara nomaden (berpindah-pindah tempat), mulai hidup secara menetap.

Hingga saat ini pun pertanian Indonesia masih tetap bertahan dengan segala kelebihan
dan kekurangannya di tengah deru jaman yang kian menggilas. Dan selama ini pun pertanian
masih menjadi ujung tombak kehidupan di negeri ini. Peran pertanian Indonesia antara lain
sebagai salah satu penyerap tenaga kerja, kontribusi terhadap pendapatan, kontribusi dalam
penyediaan pangan, pertanian sebagai penyedia bahan baku, kontribusi dalam bentuk kapital,
serta sebagai sumberdevisa negara.
Untuk menjaga eksistensi pertanian di Indonesia, salah satu langkah yang dapat
dilakukan adalah menciptakan suatu system pertanian terpadu dan bekelanjutan. Definisi
komprehensif bagi pertanian berkelanjutan adalah meliputi komponen-komponen fisik,
biologi dan sosioekonomi, yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang
melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia dibandingkan pada sistem pertanian
tradisional, erosi tanah terkendali, dan pengendalian gulma, memiliki efisiensi kegiatan
pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah
dengan menambahkan nutrisi tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dan
penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian.

Meski kegiatan agraria di negeri ini telah berlangsung sangat lama tak berarti
perjalanan panjang pertanian di Indonesia bebas dari rintangan. Halangan dan kendala
senantiasa menghantui pertanian di Indonesia baik dalam proses perjalanannya hingga proses
pengembangannnya kearahsustainable agriculture (pertanian berkelanjutan), mulai dari
masalah penyusutan lahan, terbatasnya sarana dan prasarana serta teknologi penunjang,
adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga masalah ketimpangan
kebijakan pemerintah selalu mengiringi perjalanan dan perkembangan pertanian di Indonesia.

Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas yang
sangat berpengaruh dalam proses produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan,
hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu
penghambat produksi dan sering pula menjadi penyebab ditolaknya suatu produk untuk
masuk ke suatu Negara. Berdasarkan pengalaman, masih adanya permasalahan OPT yang
belum tuntas penanganannya dan perlu kerja keras untuk mengatasinya dengan berbagai
upaya dilakukan, Selain itu, dalam kaitannya dengan terbawanya OPT pada produk yang
akan diekspor dan dianalis potensial masuk, menyebar dan menetap di suatu wilayah negara,
akan menjadi hambatan yang berarti dalam perdagangan internasional.

Sebagai mahasiswa pertanian juga sekaligus pelaku perlindungan tanaman meliahat


masalah nyata di sektor agraria tersebut membuat kita tidak bisa tinggal diam. Dan
pergerakan dari kita sebagai mahasiswa proteksi tanaman pun tak bisa hanya dijalankan
seorang diri. Komunikasi dan kerjasama langsung dengan petani wajib hukumnya untuk
dilakukan. Karena seperti kita ketahui bahwa petani memiliki pengalaman yang banyak dan
aplikatif dilakukan di lapangan. Sedangkan kita sebagai mahasiswa memiliki sedikit
pengetahuan dalam hal teori yang nantinya dapat dikembangkan dan diapliakasikan.

Di Indonesia pertanian berkelanjutan bersumber dari pengetahuan lokal dan sudah


terbukti kesuksesannya selama bertahun-tahun, dan proses pelaksaanya pun baik disadari
ataupun tidak sudah dilakukan oleh para petani kita sendiri, hanya saja banyak yang belum
terarah dan ala kadarnya, serta perkembangannya senantiasa menghadapi tantangan, baik dari
ancaman OPT, liberalisasi pangan hingga masuknya tanaman transgenik. Disinilah peran kita
sebagai mahasiswa yang terfokus dalam bidang pertanian khususnya perlindungan tanaman
untuk menggali potensi tersebut dari petani dan bersama-sama dengan mereka
mengmebangkan sustainable agricultureini.

Petani pun pasti memiliki kearifan tersendiri dalam mengendalikan OPT, tapi kembali
lagi terkadang pelaksaannya masih belum optimal. Disinilah perlunya kita menjadi sahabat
petani. dan kita pun harus banyak belajar dari kearifan lokal yang mereka miliki dan
memadukannya dengan landasan teori yang kita dapat, dengan begitu untuk mewujudkan
kekuatan sektor perlindungan tanaman untuk menunjang pertanian yang berkelanjutan bukan
lagi menjadi suatu masalah yang berarti. Salah satu bentuk pendekatan kepada petani yang
dapat kita lakukan sebagai mahaswa,dapat melalui kegiatan turun lapang, KKN, atau turut
serta berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL PHT).

Besar harapan bagi seluruh civitas akademika lulusan proteksi tanaman atau bidang
perlindungan tanaman, dapat belajar langsung ke petani dan membagi sedikit pengetahuan
yang dimilikinya, sehingga terjalin suatu hubungan yang sinergis antara kaum intelektual
dalam hal ini seluruh civitas akademika lulusan proteksi tanaman, dan pelaku lapangan dalam
hal ini petani. Dengan terjalinnya hubungan yang sinergis tersebut pertanian yang
berkelanjutan pun dapat terwujud dan tentunya diharapakan pertanian di tanah khatulistiwa
ini akan tetap lestari dan terus berkembang lebih baik.
FRIDAY, 17 FEBRUARY 2012
http://rizkipradana.blogspot.co.id/2012/02/contoh-esai-ku.html

WEDNESDAY, JANUARY 4, 2012


Esai untuk Pertanian Indonesia

1000 kata untuk pertanian Indonesia

Indonesia pernah bertekad untuk mencapai swasembada beras dalam tempo lima tahun. Ketika
Repelita 1 yang dimulai tahun 1969. Namun, kenyataanya tidak berhasil. Untuk itu pertanian
Indonesia harus dibenahi dan harus diperkenalkan lebih baik lagi.

Pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan yang strategis dan mampu menampung
tenaga kerja yang sangat banyak. Hal ini didukung dengan sebagian besar penduduk Indonesia yang
berperan serta dan bekerja dibidang pertanian. Akibatnya banyak penduduk tergantung pada sektor
pertanian ini. Namun, apa yang terjadi?. Pemerintah seakan akan tidak memperhatikan secara serius
dalam mengembangkan sektor pertanian ini.

Jika dilihat dari kaca mata nasional pembangunan pertanian dianggap lebih penting dari pada
keseluruhan pembangunan yang lainnya. Ada beberapa hal sangat mendasari mengapa
pembangunan petanian di Indonesia mempunyai peranan yang penting. Pertama, sumber daya alam
yang banyak dan melimpah dinusantara, kedua, pangsa pasar dan ekspor nasional yang besar dalam
pertanian sehingga perlu di tingkatkan, dan ketiga, banyaknya penduduk Indonesia yang
menggantungkan hidupnya disektor pertanian.

Indonesia yang juga disebut negara agraris sangat berpeluang untuk mewujudkan reformasi
pangan. Hal ini dapat tercapai jika adanya pemberdayaan mutu petani seperti intensif usaha tani,
perkreditan desa, dan bimbingan untuk petani. Contohnya reformasi pangan dapat berupa:
pemulian bibit dan perawatan bibit yang akan dipakai, penggunaan yang tepat sehingga tidak
merusak unsur-unsur tanah dan penggunaan teknologi modern sehingga prosesnya dapat
berlangsung lebih cepat.

Adanya kekurangan dari pertanian masa lalu yang akibatnya banyak diderita petani sekarang.
Oleh karena itu pola pertanian harus berubah secara total. Di antaranya dari usaha dalam skala kecil,
petani yang mengandalkan musim, petani yang bekerja dengan keluarga, dan minimya melakukan
kredit atau peminjaman untuk kepentingan pertaniannya. Semuanya itu harus diubah kearah yang
lebih baik lagi.

Pertama, kekurangan dari usaha dalam skala kecil yaitu apabila petani mempunyai modal yang
sedikit hanya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, akibatnya untuk masalah pertanian petani
harus utang untuk membeli keperluan bertani. Kedua, petani yang hanya mengandalkan musim saja
sudah dipastikan hasil panennya akan lebih sedikit dibandingkan petani yang telah mempunyai
sistem irigasi yang baik. Ketiga, petani yang keluarganya ikut bekerja dalam satu garapan sawah
miliknya akan menimbulkan involusi pertanian atau pengangguran tersembunyi. Terakhir petani
yang masih lemah melakukan perkreditan teknologi dan pasar akan tertinggal dan produksinya
diperkirakan berkurang daripada petani yang telah menggunakan peran kridit sebagai usaha
menumbuhkan hasil panen.

Berikut merupakan opsi menyesejahterakan petani sebagai berikut :

1. Opsi untuk memenuhi kebutuhan primer petani. Yaitu dengan mengurangi pembiayaan sarana
produksi, antara lain :

Melanjutkan program subsidi pupuk bagi petani yang lebih tepat sasaran dengan lebih
mengakuratkan, data riil petani per desa, data luas lahan petani, dan data komoditas yang
dibudidayakan.

Memberikan pelatihan pada petani tentang pembuatan beberapa jenis pupuk alternatif berbahan
baku lokal seperti pelatihan pembuatan kompos dan pembuatan pupuk organik lainnya. Hal ini
dilakukan dengan tujuan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk subsidi dengan melakukan
substitusi secara mandiri.

Memberikan bantuan benih bermutu pada petani sesuai dengan komotitas yang dibudidayakan.

Memberikan bantuan mekanisasi pertanian untuk pengolahan tanah dan pemanenan sehingga
petani dapat mengurangi biaya untuk investasi usahataninya. Bantuan seperti ini amat penting
karena menstimuli petani untuk terus memproduksi pangan bagi kepentingan nasional. Bantuan
mekanisasi yang dimaksud adalahhand tractor, cultivator, pompa air, dan alat perontok padi/jagung.
Bantuan seperti ini perlu diikuti dengan pelatihan pengoperasian dan maintenance untuk
menghindari technological lag pada petani yang menerima bantuan.

Memberikan kredit usahatani dengan bunga rendah dan persyaratan administrasi yang tidak rumit
serta pembayaran pengembalian pinjaman setelah panen.

2. Opsi untuk mengurangi pembelanjaan untuk kepentingan kesejahteraan keluarga petani dari
kebutuhan sekunder petani. Opsi ini pada dasarnya mengurangi pembelanjaan jangka panjang
petani seperti :

Memberikan bantuan perbaikan rumah petani agar lebih sehat sehingga petani dapat lebih
bersemangat dan kuat dalam bekerja memproduksi pangan.
Memberikan jaminan kesehatan bagi petani dengan tujuan petani yang sehat akan mampu
mengelola usahatani dengan baik untuk mempertahankan produksi pangan.

Memberikan beasiswa di luar BOS pada anak petani untuk pembelian alat tulis dan peralatan
sekolah lainnya sampai tingkat SMP (sesuai dengan wajib belajar 9 tahun).

Dengan demikian, pembangunan pertanian di masa datang tidak hanya dihadapkan masalah
yang ada sekarang terjadi tetapi juga masalah tatanan politik yang berkembang dimasyrakat petani
dan kemajuan era globalisasi dunia yang semakin hari semakin mengikis budaya pertanian
Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peran yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan pertanian
Indonesia mulai dari pemerintah, pejabat yang terkait, mahasiswa, dan juga petani.

Peran mahasiswa di masa sekarang dan masa depan dapat berupa pemikiran dan implementasi
kepada para petani. Di antaranya optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di
Indonesia. Contohnya dengan teknik kultur jaringan atau hidroponik sehingga menyediakan produk-
produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya
serta tidak merusak lingkungan. Melakukan regulasi konversi lahan yang dilindungi Undang-undang
sehingga tidak ada lagi lahan pertanian yang dijadikan lahan non-pertanian seperti dijadikan
perumahan atau pun pabrik. Hal ini dapat berdampak pengurangan produksi hasil pertanian.

Pemerintah seharusnya melakukan perbaikan infrastruktur pertanian. Misalnya; membuat


bendungan di sungai, melakukan perbaikan irigasi, menyediakaan pompa air untuk mengairi irigasi
saat musim kemarau atau saat irigasi tidak lancar, dan dibuatnya penyaringan air untuk bahan-
bahan kimia dari pabrik serta pemanfaatan hasil-hasil penelitian ilmuan lokal. Pemerintah dan petani
juga seharusnya dapat bekerja sama untuk pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif
dan ramah lingkungan. Memposisikan pejabat atau petugas di setiap instansi pertanian sesuai
dengan bidang keilmuannya masing-masing.

Selain itu mahasiswa jaga dapat ikut serta dan berperan dalam pertanian. Pertama, mahasiswa
melakukan wirausaha dibidang pertanian. Kedua, mahasiswa ikut pelaksanaan bimbingan atau
penyuluhan massal pertanian, ketiga, mengikuti kegiatan magang ke luar negeri yang mana sektor
pertanian dan teknologinya sudah maju. Keempat, bekerja sama dengan petani menggunakan
teknologi, mekanisasi pertanian, dan membantu manajemen permodalan. Kelima, mahasiwa
membantu kegiatan distribusi. Sepert; pemasaran, perlindungan harga, membuka jalur ekspor.
Keenam, mahasiswa juga dapat mengawasi kebijakan-kebijakan impor.

Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama dalam melakukan program
apapun sehingga jangan sampai menguntungkan satu orang atau satu golongan saja. Namun,
diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat untuk pembangunan nasional Indonesia.

Jadi, sekarang tidak ada yang tidak mungkin jika Indonesia bertekad kembali untuk mencapai
swasembada beras dalam kurun waktu lima tahun ke depan, yaitu tahun 2016 nanti.
Salman Muhamad

http://salmanzhai.blogspot.co.id/2012/01/esai-untuk-pertanian-indonesia.html