Anda di halaman 1dari 41

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR LOGAM MESIN


SUB SEKTOR TEKNOLOGI MEKANIK

MEMBACA GAMBAR TEKNIK


LOG.OO09.002.01

BUKU INFORMASI

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

DAFTAR ISI

Daftar Isi
BAB I PENGANTAR ............................................................................... 1
1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi ................... 1
1.2. Penjelasan Modul ................................................................. 1
1.3. Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) ............................... 3
1.4. Pengertian-pengertian Istilah ............................................... 3
BAB II STANDAR KOMPETENSI ........................................................... 5
2.1. Peta Paket Pelatihan .......................................................... 5
2.2. Pengertian Unit Standar ..................................................... 5
2.3. Unit Kompetensi yang Dipelajari .................................. 6
Judul Unit ................................................................... 6
Kode Unit ........................................................................ 6
Deskripsi Unit ........................................................ 6
Elemen Kompetensi .............................................. 7
Kriteria Unjuk Kerja ............................................... 7
2.4 Batasan Variabel .............................................................. 7
2.5 Pandual Penilaian ............................................................ 7
2.6 Kompetensi Kunci ........................................................... 10
BAB IIII STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ..................................... 11
3.1. Strategi Pelatihan ............................................................. 11
3.2. Metode Pelatihan ................................................................. 12
BAB IV Membaca Gambar Teknik ............................................................... 13
4 Pengertian.................................................................................................. 13
4.1 Untuk menggambar teknik dibutuhkan peralatan ........................ 14
4.2 Ukuran kertas gambar ................................................................ 14
4.3 Kolom etiket ................................................................................ 15
4.4 Skala .......................................................................................... 15
4.5 Macam macam garis................................................................ 16
4.6 Standar huruf dan angka ............................................................ 17
4.7 Benda kerja plat satu pandangan .............................................. 18
4.8 Benda bulat dalam satu pandangan .......................................... 19
4.9 Gambar tiga dimensi ................................................................... 20

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 1 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.10 Penyajian benda-benda tiga dimensi secara titik tarik ............... 21


4.11 Proyeksi ortogonal ..................................................................... 21
4.12 Gambar proyeksi ....................................................................... 23
4.13 Cara proyeksi sudut pertama ..................................................... 24
4.14 Cara proyeksi sudut ketiga ......................................................... 25
4.15 Pengenalan cara-cara proyeksi dan lambangnya. ...................... 26
4.16 Benda kerja dengan garis bayang-bayang ................................. 27
4.17 Benda kerja dengan pandangan depan ....................................... 28
4.18 Benda kerja silindris ..................................................................... 29
4.19 Gambar proyeksi benda silindris yang terpotong ......................... 30
4.20 Benda kerja bentuk piramid ......................................................... 31
4.21 Potongan seluruhnya ................................................................... 32
4.22 Potongan setengah dan potongan sebagaian .............................. 33
4.23 Gambar ulir ................................................................................... 34
4.24 Gambar mur dan baut .................................................................. 35
4.25 Toleransi linier ............................................................................... 36
4.26 Tanda pengerjaan ......................................................................... 37
4.27 Tanda pengelasan ......................................................................... 38
\BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN
KOMPETENSI 39
5.1. Sumber Daya Manusia ...................................................... 39
5.2. Sumber-sumber Perpustakaan .......................................... 40

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 2 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

BAB I
PENGANTAR

1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi


Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?
Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan
pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.
Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?
Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan,
pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja,
sesuai dengan standar yang telah disetujui.
1.2. Penjelasan Modul
1.2.1. Desain Modul
Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan
Individual/mandiri :
Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan
menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari
pelatih.
1.2.2. Isi Modul
1.2.2.1. Buku Informasi
Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun
peserta pelatihan.

1.2.2.2. Buku Kerja


Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk
mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam
Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :


1.2.2.2.1. Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan
untuk mempelajari dan memahami informasi.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 3 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

1.2.2.2.2. Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor


pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
1.2.2.2.3. Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan
dalam melaksanakan praktik kerja.

1.2.2.3. Buku Penilaian


Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan
tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :
1.2.2.3.1. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan
sebagai pernyataan keterampilan.
1.2.2.3.2. Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian
keterampilan peserta pelatihan.
1.2.2.3.3. Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk
mencapai keterampilan.
1.2.2.3.4. Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada
Buku Kerja.
1.2.2.3.5. Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
1.2.2.3.6. Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
1.2.2.3.7.

1.2.3. Pelaksanaan Modul


1.2.3.1. Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

1.2.3.1.1. Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta


pelatihan sebagai sumber pelatihan.

1.2.3.1.2. Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta


pelatihan.

1.2.3.1.3. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam


penyelenggaran pelatihan

1.2.3.1.4. Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban /


tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku
Kerja.

1.2.3.2. Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :


Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 4 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

1.2.3.2.1. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

1.2.3.2.2. Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

1.2.3.2.3. Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

1.2.3.2.4. Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

1.2.3.2.5. Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.3. Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)


1.3.1. Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency). Jika
anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen
unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini
(RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

1.3.2. Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan karena telah :

1.3.2.1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan
keterampilan yang sama. Atau

1.3.2.2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama.


Atau

1.3.2.3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan


keterampilan yang sama.

1.4. Pengertian-pengertian Istilah


1.4.1. Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta
keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan,
pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi
tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.
1.4.2. Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu
standar tertentu.
1.4.3. Penilaian / Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui
perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang ( review ) penilaian serta
keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan
bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.
1.4.4. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu
kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 5 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang
dipelajari.
1.4.5. Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap,
pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat
kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.
1.4.6. Standar Kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil
serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen
kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.
1.4.7. Sertifikat Kompetensi Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu
kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan
oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.
1.4.8. Sertifikasi Kompetensi Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui
proses penilaian / uji kompetensi.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 6 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

BAB II
STANDAR KOMPETENSI
2.1. Peta Paket Pelatihan
Modul yang sedang anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang
termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:
2.1.1. Melakukan Komunikasi Kerja Timbal-balik (LOG.OO.01.001.01)
2.1.2. Menerapkan Prinsip-Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan
Kerja (LOG.OO.01.002.01)
2.1.3. Menerapkan Prosedur-prosedur Mutu (LOG.OO.01.003.01)
2.1.4. Merencanakan Tugas Rutin (LOG.OO.01.004.01)
2.1.5. Melakukan Pekerjaan yang Membutuhkan Kerjasama Tim (LOG.OO.02.003.01)
2.1.6. Menulis Laporan (LOG.OO.02.009.01)
2.1.7. Penggunaan peralatan pembandingan dan/atau alat ukur dasar
(LOG.OO12.001.01)
2.1.8. Menggunakan Perkakas Tangan (LOG.OO18.001.01)
2.1.9. Membaca gambar teknik (LOG.OO09.002.01)
2.1.10. Melakukan Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Operasional (LOG.OO07.001.01)
2.1.11. Melakukan Pembentukan/Perencanaan/Penetapan Operasi yang Cermat/Presisi
(LOG.OO07.002.01)
2.1.12. Mengoperasikan dengan Mesin Umum (LOG.OO07.005.01)
2.1.13. Melakukan Pekerjaan Dengan mesin bubut (LOG.OO07.006.01)
2.1.14. Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Frais (LOG.OO07.007.01)
2.2. Pengertian Unit Standar Kompetensi
2.2.1. Apakah Standar Kompetensi?
Setiap Standar Kompetensi menentukan :
Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
Kondisi dimana kompetensi dicapai.

2.2.2. Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?
Anda akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan dipersyaratkan untuk
Menulis/membuat laporan.

2.2.3. Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?


Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 7 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian


kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin membutuhkan
waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam keterampilan tertentu.

2.2.4. Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai


kompetensi?
Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda
akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda
kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang
diperlukan.
Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.
2.3. Unit Kompetensi yang Dipelajari
Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta
pelatihan untuk dapat :
Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk kerja telah
dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

KODE UNIT : LOG.OO09.002.00


JUDUL UNIT : Membaca Gambar Teknik
DESKRIPSI : Unit ini menggambarkan pembacaan gambar teknik yang meliputi
UNIT interpretasi bentuk benda kerja/proyeksi, dimensi, bidang referensi, simbol-
simbol, instruksi, material serta memeriksa keabsahan gambar sesuai
dengan persyaratan kerja.
Bidang : Menggambar, Merencana dan Mendisain Bobot Unit : 2
Unit Prasyarat : -

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


01 Membaca gambar teknik 1.1 Komponen, rakitan atau objek dikenali sesuai dengan
permintaan.
1.2 Penunjukan ukuran diidentifikasi sesuai dengan bidang
pekerjaan.

1.3 Instruksi diidentifikasi dan diikuti sesuai dengan permintaan.


1.4 Persyaratan material diidentifikasi sesuai dengan permintaan.
1.5 Simbol pada gambar dapat dikenal
02 Memilih teknik gambar 2.1 Gambar diperiksa dan dibandingkan kebenarannya dengan
yang benar persyaratan atau perlengkapan kerja
2.2 Perubahan gambar diperiksa dan disahkan.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 8 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

2.4. Batasan Variabel


Membaca gambar teknik diterapkan pada setiap disiplin ilmu engineering. Gambar teknik dapat
menggunakan teknik persepktif, atau pandangan tak tampak. Gambar dibuat mengacu dari semua
disiplin ilmu engineering. Simbol dikenal di lingkungan kerja. Gambar teknik dapat mencakup daftar
istilah/simbol. Bila untuk membaca sket gambar, diagram, aliran diperlukan dan diberikan dalam
tingkat rendah dari atau yang setara maka kemamuan ini diliput pada Unit LOG.OO09.002.01
(Menggambar dan membaca sket). Jika setiap sket gambar,diagram, aliran hanya digunakan
sebagai teknik untuk komunikasi maka unit ini tidak dapat digunakan, lihat unit LOG.OO01.001.01
(Melakukan komunikasi kerja timbal balik).

2.5. Panduan Penilaian

2.5.1. Konteks Penilaian


Unit ini harus dinilai pada saat kerja. Kompetensi yang tercakup pada unit ini dapat
diperagakan oleh sendiri atau sebagai bagian dari tim. Lingkungan penilaian tidak boleh
merugikan pihak yang dinilai. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan pihak yang dinilai.

2.5.2. Kondisi Penilaian


Pihak yang dinilai dapat menggunakan seluruh perkakas, peralatan, bahan dan dokumen
yang dikehendaki. Pihak yang dinilai akan diijinkan untuk mengacu pada dokumen-dokumen
berikut:
2.5.2.1. Prosedur tempat kerja yang relevan.
2.5.2.2. Produk dan spesifikasi pabrik yang relevan.
2.5.2.3. Kode-kode, standar manual dan referensi yang relevan.
2.5.2.4. Pihak yang dinilai akan dituntut untuk:
2.5.2.4.1. Secara lisan, atau dengan metode komunikasi lainnya, menjawab
pertanyaan yang diajukan penilai.
2.5.2.4.2. Mengidentifikasi kolega yang dapat didekati untuk pengumpulan
bukti kompetensi.

2.5.2.4.3. Memberikan bukti kredit untuk pelatihan di luar kerja yang


berhubungan dengan unit ini. Penilai akan puas jika pihak yang
dinilai dapat menggunakan seluruh elemen pada unit ini sesuai
dengan kriteria, termasuk pengetahuan yang dituntut, secara
kompeten dan konsisten.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 9 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

2.5.3. Aspek Kritis


Penilaian unit kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan
keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang
berhubungan dengan perakitan atau unit lain yang menuntut latihan keterampilan dan
pengetahuan yang tercakup pada unit ini. Kompetensi pada unit ini tidak dapat diminta
sampai seluruh prasyarat dapat dipenuhi.

2.5.4. Catatan Khusus


Selama penilaian, pihak yang dinilai akan:
2.5.4.1. Memperagakan keselamatan kerja
2.5.4.2. memperagakan keselamatan kerja.
2.5.4.3. menjelaskan informasi proses, menjelaskan tugas dan kapan
tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan
efisiensi kerja
2.5.4.4. bertanggung jawab terhadap kualitas kerjanya
2.5.4.5. merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang
tugas yang diperlukan
2.5.4.6. melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi
standar.
2.5.4.7. melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasi
2.5.4.8. menggunakan teknik permesinan, pelaksanaan di lapangann,
prosedur proses kerja dan tempat kerja yang dapat diterima.
Semua tugas tersbut diselesaikan dalam waktu yang sesuai
dengan jenis aktifitas tempat kerja.

2.5.5. Pedoman penilai


2.5.5.1. Pastikan bahwahubungan antar pandangan, jumlah komponen
dan objek yang ditampilkan pada gambar dapat diidentifikasi
dengan benar

2.5.5.2. Pastikan bahwa satuan ukuran yang digunakan pada pesiapan


gambar dapat diidentifikasi. Ukuran dari bentukan fungsi yang
tercantum pada gambar dapat diidentifikasi
2.5.5.3. Pastikan bahwa instruksi yang terdapat pada gambar dapat
diidentifikasi. Tindakan yang diambil dalam merespon instruksi-
instruksi tersebut dapat diberikan.
Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 10 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

2.5.5.4. Pastikan bahwa material yang digunakan untuk membuat objek


dapat diidentifikasi dari gambar.
2.5.5.5. Pastikan bahwa simbol-simbol yang digunakan pada gambar
dapat diidentifikasi dan diartikan dengan benar.
2.5.5.6. Amati bahwa gambar diperiksa, dibandingkan dengan persyaratan
kerja/perlengkapan yang berhubungan sesuai dengan prosedur
operasi standar
2.5.5.7. Pastikan bahwa prosedur untuk memeriksa dan mengesahkan
gambar, dibandingkan dengan persyaratan kerja dan/atau
perlengkapan yang berhubungan dapat diberikan. Alasan
pengesahan gambar, dibandingkan dengan persyaratan kerja
dan/atau perlengkapan yang berhubungan dapat dijelaskan
2.5.5.8. Amati bahwa perubahan gambar dikonfirmasikan sebagai yang
terakhir sesuai dengan prosedur operasi standar. Jika perlu
perubahan terakhir tersedia sesuai dengan prosedur operasi
standar.
2.5.5.9. Pastikan bahwa perubahan gambar dapat diidentifikasi. Sumber
inormasi yang berhubungan dengan perubahan gambar dapat
diidentifikasi. Prosedur penentuan perubahan gambar yang
terakhir dapat diberikan. Alasan pengesahan perubahan gambar
terakhir dapat digunakan dan dijelaskan
2.5.6. Kompetensi kunci
NO. KOMPETENSI KUNCI TINGKAT
1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 1
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6. Memecahkan masalah 2
7. Menggunakan teknologi 2

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 11 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

BAB III
STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1. Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang diajarkan di kelas
oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya
bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya
dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

3.1.1. Persiapan/perencanaan
3.1.1.1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses
belajar Anda.
3.1.1.2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
3.1.1.3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan
dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah anda miliki.
3.1.1.4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

3.1.2. Permulaan dari proses pembelajaran

3.1.2.1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang


terdapat pada tahap belajar
3.1.2.2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan
pengetahuan Anda.

3.1.3. Pengamatan terhadap tugas praktik


3.1.3.1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau
orang yang telah berpengalaman lainnya.
3.1.3.2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda
temukan.

3.1.4. Implementasi
Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
3.1.4.1. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
3.1.4.2. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

3.1.5. Penilaian
Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 12 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2. Metode Pelatihan


Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi
metode belajar mungkin dapat digunakan.
3.2.1. Belajar secara mandiri
Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai
dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar
dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat
untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

3.2.2. Belajar Berkelompok


Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur
dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar
memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok
memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

3.2.3. Belajar terstruktur


Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan
oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topic tertentu.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 13 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

BAB IV
MEMBACA GAMBAR TEKNIK

4. PENGERTIAN

Membaca gambar teknik adalah suatu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia
teknologi secara umum dan khususnya pada kegiatan industri manufaktur di dalam hal ini ada dua
komponen pokok yang saling tergantung pada Membaca Gambar Teknik yaitu seorang perencana
(designer) dan pelaksana (teknisi).

Dengan kemajuan teknik, maka menggambar secara teknik sedikit demi sedikit meningkat
sampai tingkata sekarang ini. Perluasan Industri memaksa membuat dan pengertian dari gambar
teknik yang lebih luas lagi. Tujuan dari gambar kerja adalah untuk memudahkan pengerjaan barang-
barang pabrik (industri manufaktur) dan untuk menghilangkan baqhan-bahan yang tidak perlu.
Dengan materi-materi ini maka diharapkan mengerti akan bentuk, ukuran dan lain sebagainya.
Diharapkan pengguna buku informasi ini akan dapat pengertian/persepsi yang sama anta penyedia
dan pengguna gambar teknik ini.

Komponen yang tersebut di atas akan berinteraksi satu sama lainnya melalui media gambar
teknik, gambar teknik adalah suatu media yang akan menjembatani dua komponen tersebut.
Biasanya antara perencana dengan pelaksana tidak akan berhubungan langsung, dimana satu
sama lainnya mempunyai tugas masing-masing, namun demikian keduanya haruslah memahami
apa yang menjadi ketentuan atau aturan yang ada di gambar teknik. Oleh karena itu maka kedua
komponen tersebut di atas harus mengerti dan memahami apa yang menjadi aturan atau ketentuan
sehingga komunikasi tidak lagi dibutuhkan suatu komunikasi lisan yang di definisikan Gambar
teknik adalah suatu alat komunikasi antara perencana dengan pelaksana.

Alat komunikasi antara perencana dengan pelaksana yang berupa gambar kerja harus pula
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, karena itu tiap-tiap pelaksana ataupun dapat dikatakan
orang-orang teknik harus dapat setidak-tidaknya Membaca Gambar. Agar seseorang dapat
membaca sesuatu gambar kerja, maka harus mempelajari segala ketentuan, aturan serta
normalisasi yang sudah diatur dalam suatu standarisasi (ISO). Yang berlaku secara universal karena
gambar teknik tidak terpengaruh atas bahasa apapun, seperti gambar kerja yang dibuat oleh suatu
negara lain seperti gambar kerja yang diproduksi oleh Jepang/Korea yang mempunyai huruf
berbeda dengan kita, akan tetap dapat kita buat .

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 14 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.1. Untuk menggambar yang baik dibutuhkan peralatan gambar yang baik adalah :
4.1.1. Meja/papan gambar
4.1.2. Jangka
4.1.3. Pensil gambar
4.1.4. Penghapus
4.1.5. Pena gambar
4.1.6. Segi tiga siku-siku.
4.2. Ukuran kerta gambar :
Standar Lebar Panjang Tepi kiri Tepi lain
A0 841 1189 20 10
A1 594 841 20 10
A2 420 594 20 10
A3 297 420 20 10
A4 210 297 20 5
A5 148 210 20 5
A6 105 148 20 5

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 15 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.3. Kolom Etiket

4.4. Skala
Skala adalah suatu aturan untuk mempermudah dalam proses pembuatan gambar,
skala yang menurut aturan adalah :
4.4.1. Skala dengan ukuran sebenarnya

4.4.2. Skala dengan ukuran yang diperbesar

4.4.3. Skala dengan ukuran yang diperkecil

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 16 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.5. Macam macam garis

Penggunaan selanjutnya secara khusus adalah sebabagi berikut:


Garis kontinu tebal : Lapisan las, simbol las, lingkaran
Garis kontinu tipis : Garis penunjuk, lipatan pinggir, bagian menyilang.
Garis titik garis tebal : Simbol batas pengerasan
Garis titik garis tipis :Jari-jari roda gigi, lubang lingkaran, toleransi mesin, perpanjangan lengan

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 17 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.6. Standar huruf dan angka

4.6.1. Tingg huruf dan angka menurut standar

2.5 3.5 5 7 10 14 20

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 18 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.7. Benda kerja plat dalam satu pandangan

4.7.1.1. Satuan mm dalam angka ukuran tidak perlu dicantumkan,


sedangkan satuan ukuran lainnya harus/perlu
dicantumkan
4.7.1.2. Anak panah berbentu segi tiga sama kaki yang dihitamkan
panjang

4.7.1.3. Garis-garis ukur harus mempunyai jarak kira-kira 10 mm


dari garis benda tepi gambar dan 7 mm dari garis ukur
garis ukr yang paralel. Ukuran ditempatkan 1mm diatas
garis ukur dan harus di tengah tengah dan teratur. Garis
ukuran hanya boleh terputus jika ruang kecil untuk dapat
memasukkan ukuran. Garis perpanjangan dilebihkan 1 2
mm melebihi garis ukur.
4.7.1.4. Angka dan garis ukuran harus terbaca, baik horizontal
maupun vertikal. Untuk ukuran ukuran kecil, seperti
dibawah 10 mm, tanda panah ditempatkan diluar arah
ukur. Jika jarak untuk penempatan angka ukuran antara
garis perpanjangan atau tepi gambar tidak cukup, ukuran
ditempatkan diatas tanda panah ukuran.
4.7.1.5. Pengukuran dimulai dari basis, ukuran yang terkecill
ditempatkan paling dekat terhadap benda kerja.

4.7.1.6. Benda kerja simetris diukur simetris terhadap garis sumbu


yang dilebihkan 2 3 mm dari tepi gambar. Benda kerja
plat bisa dilukiskan dalam satu sudut pandang. Ketebalan
benda kerja dapat dicantumkan di dalam gambar atau di
luarnya.
( Contoh t = 2 mm )

4.7.1.7. Garis garis ukur tidak boleh dilukiskan berhimpitan


dengan garis benda ataupun dengan perpanjangan garis
benda ( a ). Angka ukuran tidak boleh terpotong oleh garis
sumbu, jika dibutuhkan garis sumbu harus diputus.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 19 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.8. Benda bulat dalam satu pandangan


4.8.1.1. Pusat lingkaran terletak pada perpotongan garis sumbu,
garis sumbu selalu berpotongan pada bagian garisnya.
Garis sumbu selalu dimulai dan diakhiri dengan garis.
Garis sumbu yang pendek disederhanakan dengan garis
tipis kontinu. Ukuran diameter dibatasi oleh dua anak
panah pada lingkarannya atau digambar pada garis
perpanjangan dari lingkaran. Pada keadaan seperti ini
simbol diameter tidak dicantumkan.

4.8.1.2. Untuk lingkaran lingakaran yang sangat kecil, ukuran


diameter ditempatkan dengan satu anak panah penunjuk
yang diarahkan ke pusat lingkaran. Simbol diameter ( 7/10
h ) dilukiskan didepan ukuran. Penggunaan yang sama
jika hanya satu anak panah ukuran yang dapat
digambarkan. Jika ruang gambar kecil, ukuran diameter
dapat ditempatkan bersama dengan panah ukuran, diluar
garis benda.

4.8.1.3. Jika ada beberapa diameter lubang dengan ukuran yang


sama, dapat dicantumkan hanya satu ukuran saja. Garis
garis sumbu dapat dipergunakan sebagai garis
perpanjangan, digambarkan diluar garis benda dengan
garis kontinu tipis. Ukuran jarak antar lubang selalu
diambil dari titik pusat lingkaran.

4.8.1.4. Jari jari lingkaran disimbolkan dengan R dan hanya


mempunyai satu tanda panah penunjuk diarahkan
kebusur lingkaran dan melalui titik pusat lingkaran. Pada
kondisi tertentu titik pusat lingkaran dapat dihilangkan.

4.8.1.5. Jika ukuran radiusnya besar, sedangkan ruang gambarnya


sempit, maka penunjukan R seperti pada gambar
samping, yaitu titik pusatnya diperpendek.

4.8.1.6. Pada pengukuran lubang yang mempunyai suaian,


pemberian ukurannya adalah jarak antara titk pusat
lubang dan lebar lubang.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 20 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.9. Gambar tiga dimensi Gambar perspektif

4.9.1.1. Perspektif paralel


Sudut : 450
Lebar : skala 1 : 1
Tinggi : skala 1 : 1
Panjang : skala 1 : 2

4.9.1.2. Perspektif dimetrik


Sudut : = 420 dan = 70
Lebar : skala 1 : 1
Tinggi : skala 1 : 1
Panjang : skala 1 : 2

4.9.1.3. Perspektif isometrik


Sudut : = 300 dan = 300
Lebar : skala 1 : 1
Tinggi : skala 1 : 1
Panjang : skala 1 : 1
.

dimetrik (di = dua) isometrik (iso = sama)


Skala dua skla berbeda Semua skala sama
Kegunaan dominan tampak depan Keseluruhan

Pembuatan gambar perspektif hendaknya diawali dengan membuat gambar dasar dengan bentuk
kubus sesuai dengan bentuk perspektif, kemudian batu dikembangkan menjadi bentuk benda kerja.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 21 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.10. Penyajian benda-benda tiga dimensi secara titik tarik

Jika antara benda dengan titik penglihatan tetap diletakkan pada sebuah bidang vertikal
atau bidang gambar, maka pada bidang gambar ini akan terbentuk bayangan dari benda. Bayang
tersebut dinamakan gambar perspektif. Gambar perspektif adalah gambar serupa dengan gambar
benda yang dilihat dengan mata biasa (seolah-olah seperti benda yang sebenarnya). Ini banyak
digunakan dalam bidang arsitektur, dan merupakan pandangan tunggal yang terbaik. Hanya dalam
penggambarannya sangat sulit dan rumit dari pada cara penggambaran yang lain. Untuk gambar
teknik dengan baian-bagian yang rumit dan kecil cara ini tidaklah menguntungkan, oleh karena itu
cara ini jarang dipakai pada teknik mesin.

Dalam gambar perspektif garis-garis sejajar pada benda bertemu pada satu titik dalam
ruang, yang dinamakan titik hilang. Ada tiga macam gambar perspektif yaitu perspektif satu titik
(perspektif sejajar); perspektif dua titik (perspektif sudut) dan perspektif tiga titik (perspektif miring)
sesuai dengan jumlah titik hilang yang dipakai. Seperti yang terlihat pada gambar di atas.

4.11. Proyeksi ortogonal (gambar pandangan majemuk)

Gambar proyeksi ortogonal dipergunakan untuk memberikan informasi yang selengkap


mungkin dan tepat dari suatu benda tiga dimensi. Untuk mendapatkan hasil demikian bendanya
diletakkan dengan bidang-bidangnya sejajar dengan bidang proyeksi, terutama sekali bidang yang
penting diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal.

Proyeksi ortogonal pada umumnya tidak memberikan gambaran lengkap dari benda hanya
dengan satu projeksi saja. Oleh karena itu diambil beberapa bidang proyeksi, biasanya diambil tiga
bidang tegak lurus, juga dapat ditambah dengan bidang lain sebagai gambar bantu pelengkap jika
diperlukan keberadaannya. Benda diproyeksikan secara ortogonal pada tiap-tiap bidang proyeksi
untuk memperlihatkan benda tersebut pada bidang-bidang dua dimensi. Dengan menggabungkan
gambar-gambar proyeksi tersebut maka diperoleh gambaran jelas dari benda yang dimaksud. Cara
penggambaran demikian disebut proyeksi ortogonal.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 22 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

Cara menggambarkan dapat dilihat seperti gambar di bawah ini. Antara benda dan titik
penglihatan tak terhinggan diletakkan sebuah bidang tembus pandang sejajar dengan bidang yang
akan digambar. Pada gambar di bawah ini bidang tembus pandang diambil vertikal. Apa yang dilihat
pada bidang tembus pandang ini merupakan gambar proyeksi dari benda tersebut. Jika benda
tersebut dilihat dari depan, maka gambar pada bidang tembus pandang ini disebut pandangan
depan. Dengan cara demikian benda tadi dapat diproyeksikan pada bidang proyeksi horizontal,
pada bidang proyeksi vertikal sebelah kiri atau kanan, dan masing-masing gambar disebut
pandangan atas dan pandangan kiri atau kanan.

Tiga, empat atau lebih gambar demikian digabungkan dalam satu kertas gambar, dan
terdapatlah suatu susunan gambar yang memberikan gambaran jelas dari benda yang dimaksud.

Susunan pandangan-pandangan dapat dilihat gambar di bawah ini dimana gambar-gambar


tersebut akan dibahar pada pokok bahan berikutnya.
4.12. Gambar Proyeksi

Pada gambar teknik mesin, teristimewa pada gambar kerja dipergunakan cara proyeksi
ortoganal yang sudah dibahas sepintas pada pokok bahasan terdahulu.

Bidang-bidang proyeksi yang paling banyak digunakan adalah bidang horizonta dan bidang
vertikal, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Bidang-bidang utama membagi seluruh

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 23 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

ruang dalam empat kwadran. Bagian ruang di atas bidang horizontal dan di depan bidang vertikal
disebut kwadran pertama. Bagian ruang di atas bidang horizontal dan di belakang bidang vertikal
disebut kwadran kedua. Kwadran ketiga adalah bagian ruang yang terletak di bawah bidang
horizontal dan di depan bidang vertikal, serta kwadran ke empat adalah bagian ruang yang terletak
di bawah bidang horizontal dan di belakang bidang vertikal.

Jika benda yang digambar diletakkan di kwadran pertama, dan diproyeksikan pada bidang-
bidang proyeksi, maka cara proyeksi ini disebut proyeksi bidang kwadran pertama atau cara
proyeksi sudut pertama. Jika bendanya diletakkan pada kwadran ke tiga, macara proyeksi ini
disebut proyeksi kwadran ketiga atau proyeksi sudut ke tiga. Sedangkan untuk kwadran yang
lainnya tidak digunakan dalam membuat gambar proyeksi

Gambar-gambar pandangan pada umumnya digambar menurut cara sudutpertama dan


ketiga.

4.13. Cara proyeksi sudut pertama

Benda yang tampak di bawah ini gambar (a) diletakkan di depan bidang-bidang proyeksi
seperti pada gambar (b). Ia diproyeksikan pada bidang belakang menurut garis penglihatan A, dan
gambarnya adalah gambar pandangan depan. Tiap garis atau tepi benda tergambar sebagai titik
atau garis pada proyeksi. Pada gambar (b) tampak juga proyeksi benda bidang bawah menurut arah
B, dan menurut arah C, padang bidang proyeksi sebelah kanan, menurut arah D pada bidang
proyeksi sebelah kiri, menurut arah E pada bidang proyeksi atas dan meurut arah F pada bidang
depan.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 24 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

Jika Proyeksi-proyeksi, seperti pada gambar (b), telah dibuat semuanya, hasilnya kurang
berguna, karena bidang-bidang proyeksinya disusun di dalam tiga dimensi. Oler karena itu mereka
harus diletakkan dalam satu lembar kertas gambar dalam dua dimensi.

Proyeksi sudut pertama atau Proyeksi eropah

Bidang-bidang proyeksi dimisalkan merupakan suatu kubus tertutup gambar (b) di atas
kemudian dibuka seperti gambar (c) di atas sehingga semua sisi terletak pada bidang vertikal.

Susunan gambar proyeksi harus demikian hingga dengan pandangan depan A sebagai
patokan, pandangan atas B terletak di bawah, pandangan kri C terletak di sebelah kanan,
pandangan kanan D terletak disebelah kiri, pandangan bawah E terletak di atas, dan pandangan
belakang F terletak di sebelah kti atau kanan. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada gambar (d) di
atas.

Dalam gambar, garis-garis tepi, yaitu garis-garis batas antara bidang-bidang proyeksi dan
garis-garis proyeksi tidak digambar.

Gambar proyeksi demikian disebut gambar proyeksi sudut pertama. Cara ini disebut juga
Cara E karena cara ini telah banyak digunakan di negara-negara Eropa seperti Jerman, Swis,
Prancis dan lain-lainnya.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 25 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.14. Cara proyeksi sudut ketiga.

Benda yang akan digambar diletakkan dalam peti kubus dengan sisi tembus pandang sebagai
bidang-bidang proyeksi seperti gambar di bawah ini (a). Pada tiap-tiap bidang proyeksi akan
tampak gambar pandangan dari benda menurut arah penglihatan, yang ditentukan oleh anak panah.

Proyeksi sudut ketiga atau proyeksi amerika

Pandangan depan dalam arah A dipilih sebagai pandangan depan. Pandangan-pandangan


yang lain diproyeksikan pada bidang-bidang lainnya menurut gambar (a) di atas. Sisi-sisi kubus
dibuka menjadi satu bidang proyeksi depan menurut arah anak panah yang terdapat pada gambar
(b) di atas. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada gambar (c) di atas. Dengan pandang depan A
sebagai patokan, pandangan atas B diletakkan di atas, pandangan kri C di sebelah kiri, pandangan
kanan D diletakkan di sebelah kanan, pandangan bawah E diletakkan di bawah, dan pandangan
belakang F diletakan di sebelah kiri atau kanan.

Susunan proyeksi ini disebut proyeksi sudut ketiga, dan disebut juga dengan cara A
karena banyak dipakai di Amerika dan negara lainnya seperti Jepang, Canada, Australia dan
negaran-negara lainnya.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 26 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.15. Pengenalan cara-cara proyeksi dan lambangnya.

Jika hasil-hasli gambar proyeksi sudut pertama dan proyeksi sudut ketiga dibandingkan,
maka akan terlihat bahwa gambar yang satu merupakan kebalikannya yang lain, dilihat dari segi
susunannya. Oleh karena itu perbedaannya sangat penting untuk diperhatikan. Harus dicatat bahwa
dua cara proyeksi ini jangan dipakai bersamaan dalam satu gambar.

Dalam standar DIN ISO 5456-2(1998-04) telah ditetapkan bahwa kedua cara proyeksi boleh
dipergunakan. Untuk keseragaman, semua gambar dalam ISO digambar menurut proyeksi sudut
pertama.

Jika pada gambar telah ditentukan cara proyeksi yang dipakai, maka cara yang dipakai
harus dujelaskan pada gambar dengan menggunakan simbol/lambag seperti di bawah ini.

4.16. Benda kerja dengan garis bayang-bayang

4.16.1. Garis bayang-bayang digambarkan sebagai garis putus-


putus dengan ketebalan 7/10 dari garis benda.
Panjang masing-masing garis tergantung pada ukuran
gambar. Agar memberikan gambaran garis celahnya
dibuat sedikit kecil (1-1/5 mm).

4.16.2. Garis putus=putus dimulai dan diakhiri dengan garis pada


tepi gambar.

4.16.3. Pada perubahan dari garis benda ke garis bayang-bayang


harus diawali dan diakhiri dengan celah.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 27 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.16.4. Garis putus-putus selalu dipertemukan dengan garis


(membuat sudut yang utuh).

4.16.5. Garus bayang-bayang yang bersilangan harus


berpotongan pada garis.

4.16.6. Garis bayang-bayang yang sejajar berjarak dekat celahnya


dibuat/dilukis dengan saling menutupi.

4.16.7. Jika garis bayang-bayang dan garis sumbu berhimpitan,


maka yang digambar adalah garis bayang-bayang.
Garis ukuran tidak dapat dicantumkan pada garis bayang-bayang

4.17. Benda kerja dengan dengan pandangan depan

4.17.1. Ukurlah panjang sisi a !

Hasil : Panjang sisi a pada tampak depan adalah 50mm, pada


tampak samping 30mm, pada tampak atas 40 mm.
Jadi, sisi ini kelihatan lebih pendek pada tampak
samping dan tamoak atas

4.17.2. Sisis yang terlihat akan lebih pendik jika jarak antara titik
akhir dengan mata lebih jauh.

4.17.2.1. Kemiringan ditentukan oleh dua ukuran papa sisi kiri


dan kanan akan menghasilkan sudut.

4.17.2.2. Kemiringan dapat juga ditentukan oleh sudut.

4.17.2.3. Biasanya panjang sisi miring tidak diukur, kecuali jika


diperlukan untuk membuat mantel.

4.17.2.4. Garis ukuran sudut digambarkan dengan busur

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 28 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

lingkaran, besarnya sudut dicantumkan di atasnya.

4.17.2.5. Ukuran sudut pada daerah arsir dituliskan dengan


pembacaan dari sebelah kiri.

4.17.2.6. Penyederhanaan ukuran dapat dituliskan dengan


menggunakan simbol:
= Lingkaran
= Bujur sangkar

4.18. Benda kerja silindris

4.18.1. Penggambaran suatu silindris atau benda kerja simetris


lainnya, didasarkan garis garis sumbu.

4.18.2. Benda kerja yang sederhana hanya digambat tampak


depannya saja (satu pandangan), simbol diameter
ditempatkan di depan angka ukuran.

4.18.3. Jika gambar kerja dibuat dua pandangan, ukuran diameter


ditempatkan pada pandangan lingkaran.

4.18.4. Besarnya jarak antara dua sumbu benda silindris,


diletakkan pada jarak kedua garis sumbu.

4.18.5. Usahakan agar garis-garis ukuran tidak termasuk di dalam


daerah arsiran, Jika tidak dapat dihindari maka ukuran
gambar harus dapat dibaca dari sebelah kiri.

4.18.6. Silinder sederhana yang panjangan penggambarannya

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 29 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

dapat diperpendek dengan menggunakan garis


pemutus digambar dengan garis bebas dengan garis
tipis dan bidangnya diarsir.

4.18.7. Daerah terjadinya pemotongan diarsir

4.18.8. Yang paling sederhana adalah pemotongan dengan garis


bebas.

4.19. Gambar proyeksi benda silindris yang terpotong

4.19.1. Gambar proyeksi pandangan depan dan atas dari benda


silindris yang terpotong arah aksial bagian atasnya.

4.19.2. Gambar proyeksi pandangan sampingnya

4.19.3. Garis potong yang tidak terlihat pada gambar proyeksinya,

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 30 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

harus dilukiskan/digambar dengan garis bayang-


bayang.

4.20. Benda kerja bentuk piramid

4.20.1. Dua buah pandangan umumnya cukup untuk


menggambarkan suatu benda piramid.

Satu pandangan cukup untuk menggambarkan piramit


dengan dasar alas bujur sangkar.

4.20.2. Kemiringan/pendakian suatu daerah dapat dinyatakan


sebagai perbandungan kemiringan atau bisa dalam
prosentase. Sudut kemiringan dapat juga dicantumkan
dengan simbol
Pendakian = B - b = 20 10 = 1 : 4
L 40
Tan = 20 10 = 1
40 4
4.20.3. Tingkat ketirusan dari model piramid adalah perbandingan
dari perbedaan lebar terhadap panjang piramid.
Derajat ketirusan = B - b = 40 20 = 1 : 2
L 40
Ketirusan diperlihatkan dengan simbol

4.20.4. Daerah bidang datar pada pandangan diperlihatkan


dengan garis diagonal tipis, jika tidak dimunculkan
pada pandangan berikutnya.

4.20.5. Menggambar panjang garis sebenarnya dari proyeksi


suatu garis.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 31 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.21. Potongan seluruhnya

4.21.1. Gambar perpektif dari suatu benda kerja yang dipotong


seluruhnya.

Daerah penampang yang dipotong diarsir, yang


berlubang tidak diarsir.

4.21.2. Garis arsir adalah garis tipis yang tidak terputus dengan
sudut 45o terhadap garis sumbu atau garis tepi benda.
Terhadap : garis vertikal dan horizontal
garis sumbu dan garis tepi benda
4.21.3. Daerah penampang yang lebih kecil, diarsir dengan jarak
yang lebih rapat.

4.21.4. Daerah penampang yang sangat sempit dihitamkan.


Daerah yang dihitamkan dari beberapa penampang
yang berbeda dipisahkan (diberi jarak) gap antara
dua benda kerja (gambar kerja) <= 0.7 mm.

4.21.5. Gambar susunan benda kerja yang tergabung


penampangnya ditunjukan dengan arsiran yang
arahnya berbeda satu sama lainnya.

4.21.6. Untuk dapat melukiskan angka ukuran dengan baik maka


arsirannya harus dipotong (diinterupsi).

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 32 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.22. Potongan setengah dan potongan sebagian

4.22.1. Gambar perspektif dari suatu benda yang dipotong


setengahnya.

Garis sumbu memisahkan setengah benda kerja utuh


dan setengah benda kerja yang terpotong. Diusahakan
garis bayang bayang tidak digambar.

4.22.2. Garis ukuran diameter dalam digambar dengan satu anak


panah dan garis ukurannya digambar memotong garis
sumbu.

4.22.3. Usahakan gambar yang terpotong ada disebelah bawah


atau sebelah kanan dari garis sumbu.

4.22.4. Gambar benda benda kerja yang tidak boleh dipotong


adalah poros, baut, mur, rusak, serta benda
masif/pejal

4.22.5. Benda benda no. 4 bisa dipotong dengan cara dipotong


sebagian (potongan lokal) pada bagian yang perlu
dilakukan pemotongan, digambar dengan garis bebas
tipis

4.22.6. Camfer adalah gabungan ukuran linier dan ukuran sudut


450 , camfer yang lain dituliskan dua ukuran, yaitu
ukuran linier dan ukuran sudutnya

4.23. Gambar Ulir

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 33 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.23.1. Diameter ulir luar digambar dengan garis tebal, diameter


dalam/inti dengan garis tipis. Jarak antaragaris tebal
dan garis tipis menunjukkan kedalamn ulir.
Diameter dalam = diameter luar x 0,8

4.23.2. Diameter dalam ulir digambar 3/4 lingkaran,1/4 bagian


yang dikosongkan penempatannya disebelah kiri.

4.23.3. Ujung baut umumnya digambar melengkung atau model


kerucut. Jari jari lengkungan kira kira sama dengan
diameter luar. Bentuk kerucut atau camfer dibuat mulai
dari diameter dalam ulir dengan sudut 45 0.

4.23.4. Diameter dalam ulir dalam, digambar dengan garis tebal


satu lingkaran penuh, sedangkan diameter luar ulir
digambar dengan 3/4 lingkaran, 1/4 bagian yang
dikosongkan penempatannya disebelah kiri atas.

4.23.5. Gambar ulir yang tidak tampak, digambar dengan garis


putus putus, kedua lingkaran digambar penuh .

4.23.6. Batas akhir ulir digambarkan dengan garis tebal, pada ulir
yang terpotong penuh akhir ulirnya digambar putus
putus.

4.23.7. Penempatan ukuran ulir:


a) Ukuran ulir ditempatkan pada diameter luar ulir,
dicantumkan didepan angka ukuran.
Misalnya : M 10; M 10 x 1,5; W 2; W 104 x1/6
R 4; Tr 20 x 4;Rd 16 x 1/6
S 12 x 2,2 kiri (ulir ganda)
b) Panjangnya ulir
c) Panjang poros ulir luar; panjang

4.24. Gambar mur dan baut

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 34 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.24.1. Gambar ketiga pandangan proyeksi (tampak depan, atas,


dan samping) dari kepala baut heksagonal.
e = ukuran maksimum dari sudut ke sudut
s = lebar mulut kunci
e = s. 1,155
s = e. 0,866

4.24.2. Pada mur, sebagai pasangan dari baut kepala, dibuat dua
camfer. Setelah pencamferan, ketajaman sudut hanya
terlihat pada tampak samping.
Pada tampak samping dan tampak depan, ulir tidak
perlu digambar.

4.24.3. Pada penggambaran, sederhana kurva camfer dan ujung


ulir dihilangkan.
k = 0,7 . d (tinggi kepala baut)
m= 0,8 . d (tinggi mur)
d = diameter nominal baut

4.24.4. Baut, mur, dan cincin tidak perlu digambar sebagai


potongan.

4.24.5. jika garis ulir dalam dan ulir luar terpasang,


yangdigambarkan adalah ulir luar.

4.25. Toleransi Linier


Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 35 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.25.1. Toleransi diperhitungkan terhadap ukuran nominal.


Toleransi ditulis dengan standar ukuran tulisan 2,5 mm.
Penyimpangan maksimum ditulis diatas,
penyimpangan minimum ditulis dibawah. Angka
nominal tanda plus (+) dan minus (-) penting. Anka
toleransi dituliskan satu kali (digabungkan). Toleransi
nol boleh dihilangkan, jika tidak akan salah pengertian.

4.25.2. Dalam gambar kerja gabungan (terpasang) penulisan


ukuran untuk bagian lubang (borehole) selalu
dituliskan disebelah bawahnya, umpamanya : lubang
dalam (borohole), poros (shaft), bagian (part), dan
sebagainya.
4.25.3. Jika hanya satu toleransi yang perlu untuk tiap uuran,
disebabkan batas toleransi yang lain = 0, maka hanya
satu garis ukuran yang digambarkan.

4.25.4. Ukuran ukuran umum yang ditulis tanpa toleransi, berarti


bahwa nilai toleransi ukuran tersebut besarnya senilai
yang tercantum dalam tabel.Menurut DIN 7168,
terdapat 4 tingkat ketelitian, yaitu:

Sangat halus, sedang, kasar dan sangat kasar


Tingkat ketelitiannya tidak dicantumkan pada
penggambaran

4.26. Tanda pengerjaan


Judul Modul: Membaca Gambar Teknik
Halaman: 36 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

4.26.1. Simbol dasar terdiri dari dua garis dengan panjang yang tidak
sama (perbandingan 1:2) yang membentuk sudur 60o satu
sama lain. Simbol digunakan hanya jika diberikan
keterangan untuk memperjelas cara pengerjaan benda kerja
tersebut.
H1 = 5 mm; H2 = 10 mm.
Ketebalan garis = 0.35 mm; tinggi huruf = 3.5 mm.
4.26.2. Spesifikasi tersendiri dari permukaan ditambahkan dengan
simbol:
a) Nilai kekasaran Ra dalam m atau tingkat kekasaran
N1 N12.
b) Metoda produksi, perlakuan permukaan, pelapisan
(penunjuk pengerjaan)
c) Penunjuk jarak/panjang dalam mm.
d) Bentuk alur permukaan.
e) Kelebihan ukuran untuk pengerjaan lanjut.

4.26.3. Spesifikasi ditulis pada garis tambahan, dari sisi yang lebih
panjang
4.26.4. Simbol dan huruf harus dapat dibaca dari bawah atau dari
kanan. Dua permukaan dapat digabungkan dengan tanda
panah penunjuk ke arah bidang permukaan. Simbol dan
tanda panah ditempatkan pada permukaan benda atau
pada garis perpanjangannya.
4.26.5. Sombol tanda pengerjaan dicantumkan satu kali, pada bidang
permukaan benda atau pada garis perpanjangannya.
4.26.6. Jika semua permukaan kekasarannya sama, simbol
pengerjaannya dicantumkan diluar benda kerja/gambar
kerja. Tanda pengerjaan yang sifatnya khusus seluruhnya
dapat ditambahkan.
4.26.7. Tanda pengerjaan paling luar menyatakan bahwa permukaan
benda adalah Ra =6.3 atau yang tidak ada pencantuman
tanda pengerjaan berari kekasarannya adalah Ra=6.3
Tanda pengerjaan di dalam kurung, dalam gambar kerjanya
harus dicantumkan pada permukaan gambar kerja/benda
kerja yang sesuai dengan peruntukkannya.
4.26.8. Penulisan simbol secara khusus, yang ditulis terpisah, dapat
dilaksanakan apabila penulisannya mengganggu gambar
atau tidak ada ruang untuk menuliskannya.

4.27. Tanda pengerjaan

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 37 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

Kelas kekasaran N1 N2 N3 N4 N5 N6 N7 N8 N9 N10 N11 N12


Nilai kekasaran 0.025 0.05 0.1 0.2 0.4 0.8 1.6 3.2 6.3 12.5 25 50

.
Jenis
Ilustrasi Penandaan Simbol tumpuan

T-tumbuk

Kampuh I

Kampuh V

Kampuh 1/2V Las tumpu


Kampuh V
ganda

Kampuh Y

Kampuh - U

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 38 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

BAB V
SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

5.1 Sumber Daya Manusia

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :
a. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
b. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab
pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
d. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda
perlukan untuk belajar Anda.
e. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja.
Penilai akan :
a. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan
penilaian selanjutnya dengan Anda.
b. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan
merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
c. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.
Teman kerja / sesama peserta pelatihan
Teman kerja Anda/sesame peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan
bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini
akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan
belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 39 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Logam Mesin Sub Sektor Teknologi Mekanik LOG.OO09.002.01

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran


ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.
Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :
1. Gambar Teknik Takhesi Sato ITB Bandung 1982
2. Industrie Mechaniker Handwek und Technik 1990
3. Menggambar Teknik BLIB Bandung 1994
Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta
pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.
Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber
yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk
menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-
sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

Judul Modul: Membaca Gambar Teknik


Halaman: 40 dari 40
Buku Informasi Versi: 08-05-2006