Anda di halaman 1dari 14

FILSAFAT ILMU

PENGERTIAN, OBJEK KAJIAN, DAN SIGNIFIKANSINYA


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas :

Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu :

Erik Sabti Rahmawati, M.A

Oleh :

Kelas D KELOMPOK 1

1. Vendra Irawan : 14220115


2. Wahid Firmanto : 14220116
3. Linda Nurhasanah : 14220117
4. Syauqi Abulkhair Asibi : 14220118
5. Ihda Nafisya M.U : 14220119
6. Zulfatus Solikhah : 14220120
7. Alvina Khoirul Umami : 14220121
8. Futuhatul Islamiyah : 14220122

FAKULTAS SYARIAH

JURUSAN HUKUM BISNIS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM


MALANG

September, 2014

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat, inayah, taufik
yang telah Ia limpahkan kepada kami hingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dalam bentuk ataupun isi yang sangat amat sederhana. Semoga makalah ini dapat
membantu kita semua dalam memahami materi yang bersangkutan di mata kuliah kita ini.

Harapan kami semoga makalah ini dapat mendorong pemahaman kita semua dalam
menguasai materi kuliah ini, seingga bisa menjadi dasar untuk memahami atau menghadapi
masalah yang akan timbul dari materi kuliah ini.

Makalah ini kami akui banyak kekurangannya, karena pengalaman kami yang masih
sangat minim dan terbatas tentang materi kali ini. Oleh karena itu kami inginkan dari segenap
para pembaca untuk memberikan masukan yang akan mendukung sempurnanya makalah
kami.

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Filsafat bukanlah ilmu baru yang ada di dunia ini. Bahkan, pada awalnya filsafat adalah
induk Dari segala ilmu. Seiring berkembangnya zaman, majunya ilmu pengetahuan,
bertambah kritisnya pemikiran manusia, filsafat terbagi atau memunculkan banyak cabang
dari pada filsafat itu sendiri. Diantara cabang filsafat itu adalah : logika; filsafat teoritis;
filsafat praktis; filsafat peotika; metafisika; metodologi; epistimologi; biologi kefilsafatan;
psikologi kefilsafatan; antropologi kefilsafatan; filsafat agama; filsafat ilmu , dan masih
banyak lainya.

Dalam kesempatan kali ini pemkalah ingin menyampaikan tentang cabang filsafat yang
berkaitan dengan ilmu, yaitu filsafat ilmu. Selain sebagai tugas materi makalah dari dosen,
filsafat ilmu ini juga berperan penting bagi mahasiswa pemula seperti pemakalah ini. Filsafat
ilmu menjadi landasan, dasar, dan juga pedoman bagi para mahasiswa bagaimana berfikir
yang baik dalam maslah ilmu. Untuk apa ilmu itu. Bagaimana ilmu itu dapat bermanfaat. Apa
hakikat ilmu itu sebenarnya.

Seperti kita ketahui saat ini, perkembangan ilmu dan teknologi di era modern sangatlah
pesat. Setiap bulannya bahkan minggu ataupun hari ada suatu hal baru dalam perkembangan
teknologi. Ternyata disamping perkembangan itu tidak diiringi aspek aspek penting dalam
majunya teknollogi dan ilmu sendiri. Contohnya, dalam perkembangan handphone, selalu ada
pembaruan teknologi dalam HP itu. Dengan demikian masyarakat akan selalu ingin untuk
memiliki hal baru itu, dengan alasan tidak tertinggal jaman. Melihat dari sisi hakikat HP
adalah untuk komunikasi. Akibat pergeseran pandangan masyarakat tenteng HP tadi maka
mereka akan cenderung menghabiskan uang untuk hal membeli HP baru dengan teknologi
terbaru lupa, dan melupakan manfaat hakiki dari HP itu.

3
1.2 Rumusan Masalah

Dalam kesempatan makalah kali ini pemakalah akan membahas filsafat ilmu itu tentang :

1. Apa itu filsafat ilmu?


2. Apa kajian dan objek dari pada filsafat ilmu?
3. Bagaimana signifikansi filsafat ilmu dalam kehidupan manusia?

4
DAFTAR ISI

BAB I

Kata Pengantar.i

PENDAHULUAN

1.1 Latar
Belakang...ii
1.2 Rumusan
Masalah..iii

BAB II

2.1 Pengertian Filsafat Ilmu.1

2.2 Kajian Objek Filsafat Ilmu.2

2.3 Signifikansi Filsafat Ilmu5

BAB III

PENUTUP

3.1Kesimpulan..8

3.2 Saran..8

Daftar Pustaka..9

5
BAB II

A. PENGERTIAN FILSAFAT ILMU

Defenisi filsafat ilmu terdiri dari dua kata, yaitu kata filsafat dan kata ilmu. Filsafat
yaitu : pengetahuan tentang kebijaksanaan (Sophia), prinsip-prinsip mencari kebenaran, atau
berpikir rasional-logis, mendalam dan tuntas (radikal) dalam memperoleh kebenaran.
Sedangkan kata filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani yang diambil dari akar kata
philos, yang berarti cinta, dan Sophia yang berarti kebijaksanaan.
Adapun kata ilmu (science) diartikan sebagai pengetahuan tentang sesuatu atau bagian
dari pengetahuan. Menurut J.S. Badudu (1996: 528) ilmu adalah: pertama, diartikan sebagai
pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis, contoh: ilmu agama, berarti
pengetahuan tentang ajaran agama atau teologi, ilmu bahasa berarti pengetahuan tentang hal
ikhwal bahasa atau tata bahasa, linguistic dan lain-lain. Kedua, ilmu diartikan sebagai
kepandaian atau kesaktian. Dan orang yang banyak ilmu pengetahuan mengenai suatu ilmu
disebut ilmuan atau orang yang ahli dalam bidang tertentu.
Sedangkan Maufur (2008:30), menjelaskan bahwa ilmu adalah sebagian dari
pengetahuan yang memilki dan memenuhi persyaratan tertentu, artinya ilmu tentu saja
merupakan pengetahuan, tetapi pengetahuan belum tentu ilmu. Karena pengetahuan untuk
dapat dikategorikan sebagai ilmu harus memenuhi bebrapa persyaratan.

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh suatu pengetahuan untuk dapat masuk kategori
sebagai ilmu pengetahuan, menururt Maufur (2008: 32-34) yaitu:
Sistematis
General
Rasional
Objektif
Menggunakan metode tertentu dalam mempertanyakan objek tertentu
Dapat dipertanggungjawabkan debgan menggunakan argumentasi logis rasional,
apalagi jika telah melalui eksperimen yang berulang kali.

6
Defenisi filsafat ilmu menurut beberapa ahli:
1. The Liang Gie
Filsafat ilmu merupakan segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan
mengenai segala hal yang menyangkut landasn ilmu maupun hubungan ilmu dengan
segala segi kehidupan manusia.
2. Beerling
Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang cirri-ciri mengenai pengetahuan ilmiah dan
cara-cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut.
3. Jujun S. Suriasumantri
Filsafat ilmu merupakan suatu pengetahuan atau epistemologi yang mencoba
menjelaskan rahasia alam agar alamiah tersebut tak lagi merupakan misteri.
4. Lewis White Black
Filsafat ilmu adalah ilmu yang mempertanyakan dan menilai metode-metode
pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah
sebagai suatu keseluruhan.
5. Michael V. Berry
Filasafat ilmu adalah ilmu yang dipakai untuk menelaah tentang logika, teori-teori
ilmiah, serta upaya pelaksanaanya untuk menghasilkan suatu metode atau teori ilmiah.

B. OBJEK KAJIAN FILSAFAT ILMU

Setiap ilmu pengetahuan memiliki objek tertentu yang menjadi lapangana


penyelidikan atau lapangan studinya. Objek ini diperoleh melalui pendekatan atau cara
pandang, metode, dan sistem tertentu. Adanya objek menjadikan setiap ilmu pengetahuan
berbeda antara satu dengan yang lainnya. Objek filsafat ilmu menurut Surajiyo (2007: 5),
objek adalah sesuatu yang merupakan bahan dari suatu penelitian atau pembentukan
pengetahuan. Menurut Jujun S. Suriasumantri (1986: 2) tiap-tiap ilmu pengetahuan memiliki
tiga komponen yang merupakan tiang penyangga tubuh pengetahuan yang disusunya.
Komponen tersebut adalah onotologi, epistemology, dan aksiologi.

1. Onotologi
Secara istilah onotologi berasal dari bahasa yunani yaitu taonta berarti yang berada
dan logos yang berate ilmu pengetahuan atau ajaran yang berada. Dengan demikian,
7
onotologi berarti ilmu pengetahuan atau ajaran yang berada. Term onotologi pertama
kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636 M.

2. Epistemology
Epistemology sering juga disebut dengan teori pengetahuan. Secara etimologi, istilah
epitomologi berasal dari kata yunani episteme, yang artinya pengetahuan, dan logos
yang artinya ilmu atau teori. Epistemology dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat
yang mempelajari asal mula atau sumber,struktur,metode dan syahnya (validitas)
pengetahuan.
Menurut Conny Semiawan dkk., (2005: 157) epistemology adalah cabang filsafat yang
menjelaskan tentang masalah-masalah filosofis sekitar teori pengetahuan.

3. Aksiologis
Istilah aksiologis berasal dari bahasa yunani axios yang berarti nilai, dan logos yang
berarti ilmu atau teori. Aksiologis adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat
nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.

Menurut Noeng Muhadjir (2011: 9) objek studi filsafat ilmu dibagi menjadi dua :

1. Objek material
Objek material filsafat ilmu overlap dengan semua ilmu, yaitu membahas fakta dan
kebenaran semua disiplin ilmu, serta konfirmasi dan logika yang digunakan semua disiplin
ilmu. Sedangkan menurut Arif Rohman, Rukiyati dan L. Andriani (2011 : 22) objek material
suatu bahan yang berupa benda, barang, keadaan atau hal yang dikaji. Menurut Surajiyo
(2007: 5), objek material adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau
pembentukan pengetahuan itu. Objek material juga adalah hal yang diselidiki, dipandang, atau
disorot oleh suatu disiplin ilmu. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal kongkret
ataupun hal yang abstrak. Menurut Waryani Fajar Riyanto (2011 :20), objek materi adalah
sasaran material suatu penyelidikan, pemikiran, atau penelitian keilmuan. Ia bisa berupa apa
saja baik apakah benda-benda material atau benda-benda non material. Ia tidak terbatas pada
apakah hanya di dalam kenyataan kongret seperti manusia ataupun alam semetesta ataukah
hanya di dalam realitas abstrak seperti Tuhan atau sesuatu yang bersifat ilahiah lainnya.

2. Objek formal
8
Objek formal filsafat ilmu adalah telaah filsafat tentang fakta dan kebenaran, serta
telaah filsafati tentang konfirmasi dan logika. Fakta dan kebenaran menjadi objek formil
substantif, sedangkan konfirmasi dan logika menjadi objek formil instrumentatif dalam studi
filsafat ilmu. Sedangkan menurut Arif Rohman, Rukiyati dan L. Andriani (2011 : 22) objek
formal adalah sosok objek material yang dilihat dan didekati dengan sudut pandang dan
perspektif tertentu atau dalam istilah lain kemampuan berpikir manusia dalam memperoleh
pengetahuan yang benar. Sementara objek formal menurut Waryani Fajar Riyanto (2011 :20)
adalah cara pandang tertentu, atau sudut pandang tertentu yang dimiliki serta yang
menentukan satu macam ilmu. Menurut Surajiyo (2007: 7), objek formal filsafat ilmu adalah
sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu,
atau sudut dari mana objek material itu disorot. Dalam pandangan The Liang Gie (2010: 139),
obyek formal adalah pusat perhatian dalam penelaah ilmuwan terhadap fenomena itu.
Penggabungan antara obyek material dan obyek formal sehingga merupakan pokok soal
tertentu yang dibahas dalam pengetahuan ilmiah merupakan objek yang sebenarnya dari
cabang ilmu yang bersangkutan.

PERBEDAAN OBJEK MATERIAL DAN OBJEK FORMAL FILSAFAT ILMU

Dari penjelasan di atas, dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan antara objek material dan objek
formal filsafat ilmu, antara lain:

1. Objek material filsafat merupakan suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau
pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang atau di sorot oleh
suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang
abstrak. Sedangkan Objek formal filsafat ilmu tidak terbatas pada apa yang mampu
diindrawi saja, melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang
abstrak.

2. Obyek material filsafat ilmu itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang
ada (realita) sedangkan objek formal filsafat ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat
khusus dan empiris. Objek material mempelajari secara langsung pekerjaan akal dan
mengevaluasi hasil-hasil dari objek formal ilmu itu dan mengujinya dengan realisasi
praktis yang sebenarnya. Sedangkan Obyek formal filsafat ilmu menyelidiki segala
9
sesuatu itu guna mengerti sedalam dalamnya, atau mengerti obyek material itu secara
hakiki, mengerti kodrat segala sesuatu itu secara mendalam (to know the nature of
everything). Obyek formal inilah sudut pandangan yang membedakan watak filsafat
dengan pengetahuan, karena filsafat berusaha mengerti sesuatu sedalam dalamnya

C. SIGNIFIKANSI FILSAFAT ILMU

Signifikansi Filsafat Ilmu Signifikansi atau arti penting Filsafat ilmu adalah suatu
pendalaman tentang filsafat ilmu. Dimana kami memahami signifikansi itu dengan penjelasan
Manfaat dan Tujuan filsafat ilmu untuk melengkapi atau memperjelas ilmu.

1. Manfaat Filsafat Ilmu

Semakin majunya perkembangan teknologi dan juga ilmu pengetahuan,


diperlukan juga peran filsafat ilmu untuk mengimbangi lajunya perkembangan
tersebut. Sebagai tolak ukur bagi setiap ilmuan agar selalu berpegang teguh dengan
hakikat ilmu tanpa mengesampingkannya dengan mengedepankan egonya.

a) Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis
terhadap kegiatan ilmiah.
b) Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi , menguji, mengritik asumsi dan metode
keilmuan. Sebab kecenderumgan yang terjadi di kalangan para ilmuan menerapkan
metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengeahuan ilmu itu sendiri.
c) Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode
ilmiah yang dkembangkan harus dapat dipertanggung jawabkan secara logis-rasional,
agar dapat dipahami dandipergunakan secara umum.

2. Tujuan Filsafat Ilmu

a) Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat


memahami sumber, hakikat dan tujuan.
b) Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di berbagai
bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara
historis.

10
c) Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di
perguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan nonilmiah.
d) Mendorong pada calon ilmuwan dan ilmuan untuk. konsisten dalam mendalami ilmu
dan mengembangkannya.
e) Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak
ada pertentangan.

3. Signifikasi Filsafat Ilmu bagi Studi Islam

Pemikir filosofi ke dalam Islam mengakibatkan agama dikaji dengan pespektif


rasional. Pemikir itu, Al-kindi, Al-farabi, dan Ibn-Sina mencoba melihat agama ini dengan
rasional, kendati konsepsinya berbeda-beda. Munculnya teolog-teolog yang tidak respek
terhadap filsafat seperti Al-Gazali, mengiring interaksi antara pemikiran filsafat dan dogma
tersebut kearah runtuhnya rasionalisme teologis. Bahkan bukan hanya Al-Ghazali yang
melarang umat islam untuk mengkaji ilmu falsafat, hinggga An-Nawawi pun melarang umat
islam untuk mengkaji ilmu tersebut. Menurut mereka seorang yang belum kuat landasan
dasar syariat keagamaanya akan terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran para filusuf non
muslim, yang berakibat runtuhnya keimanan mereka.

Keyakinan tersebut disatu sisi mencambuk keras eksistensi keilmuwan atau studi
islam. Berbagai pendapat mengatakan bahwa realitas kemunduran studi islam saat ini.
Sehingga umat islam dipaksa untuk memikirkan kembali nasib studi keilmuwannya yang
dulunya pernah mencapai kejayaan.

Memahami dengan yang dikritisi oleh pakar-pakar tersebut bahwa sumber kegelisahan
intelektual mereka bertumpu pada persoalan-persoalan yang didiskusikan dalam filsafat ilmu.
Maksudnya, sebelum melontarkan kritisisme harus sudah memahami dengan baik berbagai
persoalan yang dipertanyakan dalam filsafat ilmu dan karenanya menyadari arti pentingnya
bagi usaha pengembangan studi islam.

Filsafat ilmu itu begitu signifikan dalam usaha pengembangan keilmuwan karena
filsafat ilmu berusaha mencermati ilmu baik dari segi metode-metodenya, asumsi-asumsinya,
tolak ukur kebenarannya dan segala sesuatuyang melandasi ilm tersebut lewat penelaahan
ontologis, epistimologis, dan aksiologis. .

11
Studi islam, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, secara mutlak harus bisa didekati oleh
filsafat ilmu. Sebab adanya asumsi yang berkembang di kalangan peneliti kontemporer bahwa
seolah-olah studi islam tidak bergeming, atau paling tidak kurang menunjukkan
perkembangan signifikan sebagai ilmu. Dengan menerapkan kajian filsafat ilmu yang lewat
analisis ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Dari segi ontologis filsafat ilmu akan
menggali tentang hakikat studi Islam itu sendiri. Dari segi epistemologis filsafat ilmu akan
mengkritisi tentang sumber dan metode yang digunakan oleh studi Islam tersebut. Sedangkan
dari segi aksiologis filsafat ilmu akan mengkritisi tentang nilai kepatutan dan kelayakannya
setelah memantau tingkat perkembangan dan pengaruh yang ditimbulkannya bagi masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah terbiasa memanfaatkan benda-benda disekeliling kita.
Pernahkah kita memikirkan bagaimana kita sebutan sesuatu dengan istilah tertentu. Dalam
tradisi islam kita juga mengenal banyak khazanah keilmuan. Kaidah-kaidah ushuliyah di
bidang kalam, fiqh, bahkan kebahasaan. Pernahkah kita memikirkan bagaimana rancang
bangun ilmu-ilmu tersebut. Dalam sejarah pemikiran barat, para filsuf memikirkan realitas.
Maka seiring perkembangan ilmu, selama ini temuan-temuuan berharga mewarnai setiap
penggal sejarah.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Ilmu filsafat adalah ilmu yang digunakan untuk melihat pengetahuan dengan berbagai
metode ilmiah, pemikiran ilmiah, dan juga teori ilmiah. Kajian Filsafat ilmu adalah ontology,
epistimologi dan juga aksiologi dari hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Sedangkan
objeknya adalah ilmu pengetahuan baik yang bersifat konkrit maupun abstrak. Signifikansi
filsafat ilmu bagi manusia khususnya para pemikir adalah sebagai rambu-rambu bagi mereka
dalam mengadakan penilitian dan juga pengemukaan pendapat atau teori yang baru.
Sedangkan dalam agama, filsafat ilmu diguanakan untuk mengkaji semua aspek dalam agama
dengan menggunakan sudut pandang rasionalitas sehingga kebenaran suatu agama bisa
dibuktikan dengan rasio atau logika.

3.2 Saran-saran

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan
yang lainnya. Namun manusia juga mempunyai tabiat sebagai tempat yang salah dan lupa.
Sebagai orang yang terpelajar, apalgi kita sekarang ini sudah menjadi mahasiswa, kita harus
mempunyai pola fikir yang ilmiah. Filsafat ilmu dengan segala aspeknya akan mengantarkan
kita untuk beproses untuk mempunyai pola fikir yang ilmiah. Kita harus senantiasa mengikuti
rambu-rambu dari filsafat ilmu yang akan dan telah kita pelajari nantinya.

Banyak kekurangan dan kelemahan yang ada dalam makalah ini. Kami sebagai
pemakalah yang masih abru dalam dunia perkuliahan meminta masukan demi lebih baiknya
makalah kami ini.

13
DAFTAR PUSTAKA

Bahtiar, amsal, Filsafat Ilmu, Jakarta : PT.Grafindo Persada, 2012.

Tafsir, ahmad, Filsafat Ilmu, Bandung : PT.Remaja Rosdkarya,2006.

Susanto, ahmad, Filsafat Ilmu : suatu kajian dalam dimensi ontologism, epistimologis,
dan aksiologis, cet:3, Jakarta : Bumi Aksara,2013.

14