Anda di halaman 1dari 15

2013

PPSDA

Model NRECA
Sub DTA Sukapada - Citarum
Hulu

MUHAMMAD JUANGGA
MAGISTER TEKNIK SIPIL RSDA ITB
1.1 Pendahuluan

Daerah aliran sungai (DTA) dapat diartikan sebagai kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis yang
menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh diatasnya ke sungai yang akhirnya
bermuara ke danau/laut (Manan, 1979). DTA merupakan ekosistem yang terdiri dari unsur utama
vegetasi, tanah, air dan manusia dengan segala upaya yang dilakukan di dalamnya (Soeryono, 1979).
Sebagai suatu ekosistem, di DTA terjadi interaksi antara faktor biotik dan fisik yang menggambarkan
keseimbangan masukan dan keluran berupa erosi dan sedimentasi. Secara singkat dapat disimpulkan
bahwa pengertian DTA adalah sebagai berikut :

Suatu wilayah daratan yang menampung, menyimpan kemudian mengalirkan air hujan hujan
ke laut atau danau melalui satu sungai utama.

Suatu daerah aliran sungai yang dipisahkan dengan daerah lain oleh pemisah topografis
sehingga dapat dikatakan seluruh wilayah daratan terbagi atas beberapa DTA.

Unsur-unsur utama di dalam suatu DTA adalah sumberdaya alam (tanah, vegetasi dan air) yang
merupakan sasaran dan manusia yang merupakan pengguna sumberdaya yang ada.

Unsur utama (sumberdaya alam dan manusia) di DTA membentuk suatu ekosistem dimana
peristiwa yang terjadi pada suatu unsur akan mempengaruhi unsur lainnya.
1.2 Dasar Teori

1.2.1 Model NRECA

Ketersediaan air dapat dihitung dengan menggunakan Model NRECA yang dikembangkan oleh Crawford.
NRECA digunakan untuk memperkirakan debit bulanan dari hujan bulanan. Konsep model NRECA
memerlukan input utama data hujan dan evapotranspirasi aktual yang diilustrasikan pada gambar 2.1.

Hujan Evapotranspirasi

Kelebihan Kelengasan Limpasan Langsung


Tampungan

Kelengasan
PSUB Perkolasi

Limpasan Air Tanah


Tampungan
GWF
Air Tanah

Debit Total

Gambar 1. 1 Diagram Model Hujan Limpasan NRECA

Debit aliran permukaan dapat diketahui dari pengukuran langsung pada suatu aliran permukaan, namun
dari hasil pengamatan di lapangan ternyata kondisi aliran sungai tidak memungkinkan untuk diukur secara
langsung, sehingga perlu dilakukan simulasi untuk mengetahui besarnya debit aliran. Dalam simulasi ini
diperlukan data curah hujan, evapotranspirasi dan karakteristik daerah pengaliran yang akan diperkirakan
debit alirannya.

Aliran permukaan maupun di bawah permukaan merupakan hasil dari siklus hidrologi. Hujan yang turun
di permukaann bumi akan segera diikuti dengan proses terjadinya aliran permukaan dan sebagian dari
hujan tersebut ada yang meresap ke dalam tanah. Aliran yang meresap akan bergerak sebagai subsurface
flow dan akan masuk ke aliran-aliran utama seperti sungaidan memberikan aliran kontinu. Pada aliran
yang tak tercatat besaran alirannya, catatan curah hujan dan penguapan dapat dijadikan sebagai dasar
perhitungan aliran yang terjadi.

Metoda perhitungan yang dilakukan dalam model limpasan NRECA ini menggunakan data hujan bulanan
dan evapotranspirasi untuk menghitung debit bulanan yang terjadi. Persamaan dasar keseimbangan air
yang digunakan: :
RO = P AE + S

Dimana :

P = presipitasi

AE = penguapan aktual

S = perubahan tampungan

RO = aliran permukaan

Beberapa parameter karakteristik daerah tangkapan yang digunakan dalam model limpasan ini diuraikan
sebagai berikut :

NOMINAL (Index soil moisture storage capacity pada daerah tangkapan)

PSUB (Persentase runoff yang mengalir pada jalur subsurface)

GWF (Persentase air yang masuk menjadi aliran air tanah)

Karakteristik-karakteristik terrsebut dapat diperkirakan dengan cara sebagaimana berikut :

NOMINAL

100 + C*(hujan tahunan rata-rata), dimana :

C = 0.2 , untuk daerah dengan hujan sepanjang tahun

C < 0.2 , untuk daerah dengan hujan musiman.

Hujan NOMINAL dapat dikurangi hingga 25 % untuk daerah dengan tetumbuhan terbatas dan penutup
tanah yang tipis.

PSUB

PSUB = 0.5, untuk daerah tangkapan hujan yang normal/biasa

0.5 <PSUB 0.9 , untuk daerah dengan akuifer permeabel yang besar

0.3PSUB<0.5 , untuk daerah dengan akuifer terbatas dan lapisan tanah yang tipis.

GWF

GWF = 0.5, untuk daerah tangkapan hujan yang normal/biasa,

0.5<GWF0.8, untuk daerah yang memiliki aliran menerus yang kecil,

0.2GWF<0.5, untuk daerah yang memiliki aliran menerus yang dapat diandalkan.

Pemilihan parameter karakteristik NOMINAL, PSUB dan GWF dilakukan dengan coba-coba sehingga
koefisien korelasi antara debit aktual dan model mendekati satu. Langkah Perhitungan mencakup 18
tahap yang dinyatakan dengan contoh pada tabel berikut. Perhitungan dapat dilakukan kolom per kolom
dari kolom (1) hingga (18) berikut ini :
Tabel Langkah perhitungan metode NRECA

KOLOM KETERANGAN
1 Nama bulan Januari sampai Desember
2 Presipitasi (hujan) bulanan rata-rata (mm)
3 Evapotranspirasi potensial (PET) (mm)
4 Penyimpanan kadar kelembaban tanah (moisture storage) (mm). Harga kelembaban
tanah ditetapkan dengan coba-coba dan sebagai kondisi awal dan digunakan untuk
perhitungan selanjutnya.
Moisture Storage (i) = Moisture Storage (i-1)+Delta Storage (i-1)
5 Rasio penyimpanan (Storage Ratio)
Moisture Storage (i)
Storage Ratio (i)
NOMINAL
6 Rasio Presipitasi(Rb)/Evapotranspirasi potensial = kolom (2)/kolom (3)
7 Rasio AET/PET
AET = Evopotranspirasi aktual. Rasio ini didapat dengan bantuan grafik 1, tergantung
dari nilai Rb/PET
8 AET(i)
AET(i) PET (i) . Harga ini didapatkan dari perkalian kolom (3) dan (7)
PET(i)
9 Neraca air (water balance) = Rb AET (kolom (2) kolom (8)
10 Rasio kelebihan kelembaban tanah (excess moisture ratio).
1. Bila neraca air pada kolom (9) positif, maka harga kelebihan kelembaban tanah
didapatkan dengan bantuan graafik 2. Jika harga kesetimbangan air negatif, maka
harga rasio ini sama dengan nol
11 Kelebihan kelembaban tanah (excess moiture) didapatkan dengan mengalikan harga
kolom (10) dengan (9)
Excess Moiisture(i) = Excess Moisture Ratio (i) x Water Balance (i)
12 Perubahan tampungan = kolom (9) kolom (11)
Delta Storage (i) = Water Balance (i) Excess Moisture(i)
13 Pengisian air tanah (recharge to groundwater). Harga pengisian air tanah
didapaatkan dengan mengalikan PSUB dengan kolom 11.
Recharge to Ground Water(i) = PSUB x Excess moisture (i)
14 Tampungan awal air tanah (begin storage GW). Harga tampungan awal air tanah
ditetapkan sebagai kondisi awal dan digunakan pada perhitungan selanjutnya.
15 Tampungan akhir air tanah (end storage Ground Water). Harga tampungan akhir air
tanah didapatkan dari penjumlahan antara kolom (13) dan kolom (14).
End Storage GW (i) = Recharge to GW (i) + Begin Storage GW(i)
16 Aliran air tanah (GW flow). Harga ini didapatkan dari perkalian antara GWF dengan
kolom (15)
17 Direct Flow. Harga direct flow didapatkan dari pengurangan antara kolom (11)
dengan kolom (13)
18 Debit Total. = kolom (16) + kolom (17)
19 Debit pengamatan (observed discharge). Harga debit pengamatan digunakan untuk
proses kalibrasi model.

1.3 Pengolahan Data

Skenario Pemodelan Hidrologi pada tugas ini menggunakan data hujan yang berasal dari stasiun-stasiun
hujan yang berada di sekitar Daerah Tangkapan Air Sukapada yang akan diolah menjadi curah hujan
regional pada DTA Sukapada dengan menggunakan metode Poligon Thiessen, untuk kemudian diolah
menjadi data debit pada setiap sub DTA Sukapada dengan menggunakan metode Tank Model. Setelah
kita mendapatkan data debit pada setiap deliniasi DTA Sukapada selanjutnya dilakukan routing dari bagian
hulu sampai ke bagian hilir (titik outlet) DTA Sukapada dengan menggunakan metode Kinematic Wave
Routing.

Selanjutnya kita akan mendapatkan Hidrograf debit pada titik outlet DTA Sukapada yang akan
dibandingkan dengan data debit yang berada pada titik outlet(hilir DTA Sukapada) pada kurun waktu 16-
18 Januari 2002.

1.3.1 Terrain processing

DTA yang akan di bahas pada tugas ini adalah DTA Citarum Hulu dengan outlet pengamatan yakni outlet
di Citarum Hulu. Pengolahan data hidrologi untuk DTA ini seperti pengolahan rainfall-runoff dapat
dilakukan dengan menggunakan software Global Mapper dan ArcGIS. Data SRTM dari Global Mapper
diubah ke dalam bentuk format ASCII, lalu kemudian dibuka menggunakan software ArcGIS, lalu kemudian
data ASCII tersebut dikonversikan menjadi peta raster DEM. Selanjutnya peta raster DEM tersebut
digabungkan dengan data peta alur sungai citarum menjadi agreeDEM.

Selanjutnya data peta agreeDEM tersebut akan dilakukan Analisis Spatial Hidrologi untuk mendapatkan
deliniasi Daerah Tangkapan Air pada daerah aliran sungai Sukapada-Citarum Hulu.

Data hasil pengolahan terrain dapat dilihat pada Gambar 1.1 Gambar 1.4 dibawah ini.

Gambar 1.1 Tampilan Data SRTM Jawa Barat menggunakan software Global Mapper
Gambar 1.2 Peta raster ASCII yang diekspor ke software ArcGIS

Gambar 1.3 Peta raster ASCII diubah ke peta raster DEM


Gambar 1.4 Peta raster DEM diubah ke peta raster agreeDEM

1.3.2 Spatial Analysis-Hidrology Processing

Selanjutnya akan dilakukan pengolahan peta raster agreeDEM untuk mendapatkan Deliniasi Daerah
Tangkapan Air Citarum Hulu. Peta raster agreeDEM diolah menjadi Flow Direction, lalu diolah menjadi
Flow Accumulation, lalu diolah menjadi Flow length, sementara itu peta alur sungai diubah menjadi peta
snap pour point, setelah itu dilakukan Watershed Analisis untuk mendapatkan Daerah Tangkapan Air
Citarum Hulu. Selanjutnya peta watershed ini diubah menjadi bentuk data poligon untuk mencari luasan
setiap deliniasi DTA. Lalu kemudian poligon watershed tersebut direduksi dengan teknik digitasi untuk
membatasi model menjadi model watershed DTA Sukapada.

Proses pengolahan peta tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.5 Gambar 1.11 di bawah ini
Gambar 1.5 Flow direction

Gambar 1.6 Flow accumulation


Gambar 1.7 Flow Length

Gambar 1.8 Snap pour point


Gambar 1.9 Watershed Analisis total DTA Citarum Hulu

Gambar 1.10 Poligon Watershed DTA Citarum Hulu


Gambar 1.11 Poligon Watershed DTA Sukapada-Citarum Hulu

1.3.2.1 Analisis Curah Hujan Regional DTA Sukapada menggunakan metode Thiessen
Curah hujan regional merupakan tinggi air hujan selama periode pengukuran yang pada umumnya lebih
panjang dari satuan waktu yang dipergunakan dalam mendefInisikan intensitas hujan pada suatu wilayah.
Pada umumnya curah hujan ini dinyatakan dalam millimeter.

Analisis Curah Hujan Regional DTA Sukapada ini menggunakan data curah hujan yang berasal dari 2 stasiun
hujan yang berada di sekitar DTA Sukapada, dan data curah hujan yang diregionalkan adalah data curah
hujan tahun 2001 hingga 2004.
1.3.3 Perhitungan Metode NRECA

2
Luas Daerah Aliran 15.49 km 8.93493333 Q30 : 0.66
Curah Hujan Rata-rata Tahunan 1347.26 mm 5.902 Q40 : 0.48 CF 0.10
Koefisien C 0.25 Storage 100.00 Qrata-2 0.27 Q50 : 0.40 TINGKAT KESAMAAN VOLUME (%) 2.53 80 8.42
Nominal 436.82 IGWS 100.00 Qmin 0.08 Q60 : 0.32 RMSE 0.00 90 3.88737097
PSUB 0.60 Faktor Hujan 1.00 Qmaks 0.70 Q70 : 0.28
GWF 0.35 Debit Rata2 0.27 Q80% 0.25 Q80 : 0.25 8.48
Q90% 0.19 Q90 : 0.19 7.46
DATE DAY PRECIP PRECIP PET MOIST STOR PRECIP/ AET/PET AET WATER EXCESS EXCESS DELTA RECHG GROUND WATER DIRECT TOTAL TOTAL OBSERVED Obs - Comp
x STORAGE RATIO PET BALANCE MOIST MOIST STORAGE TO GW STORAGE FLOW FLOW DISC MONTHLY MONTHLY
Faktor Hujan RATIO BEGIN END DISCHARGE DISCHARGE
[mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm] [m3 /sec] [m3/sec] [m3/sec]
(1) (2) (3) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22)
Januari 31.0 138.0 138.0 11.3 100.0 0.23 12.27 1.00 11.3 126.8 0.03 3.3 123.5 2.0 100.0 102.0 35.7 1.3 37.0 0.21 10.34 -10.13
Februari 29.0 97.0 97.0 10.9 223.5 0.51 8.89 1.00 10.9 86.1 0.13 11.3 74.8 6.8 66.3 73.1 25.6 4.5 30.1 0.19 10.19 -10.00
Maret 31.0 206.2 206.2 13.5 298.3 0.68 15.33 1.00 13.5 192.8 0.23 45.0 147.8 27.0 47.5 74.5 26.1 18.0 44.0 0.25 10.93 -10.68
April 30.0 160.7 160.7 12.8 446.1 1.02 12.57 1.00 12.8 147.9 0.52 77.1 70.8 46.2 48.4 94.6 33.1 30.8 64.0 0.38 9.83 -9.45
Mei 31.0 95.0 95.0 13.1 517.0 1.18 7.28 1.00 13.1 81.9 0.67 54.6 27.3 32.8 61.5 94.3 33.0 21.8 54.8 0.32 8.78 -8.46
2001

Juni 30.0 68.6 68.6 13.0 544.3 1.25 5.30 1.00 13.0 55.7 0.72 39.9 15.8 23.9 61.3 85.2 29.8 15.9 45.8 0.27 9.65 -9.38
Juli 31.0 81.1 81.1 13.8 560.1 1.28 5.87 1.00 13.8 67.3 0.74 50.0 17.3 30.0 55.4 85.4 29.9 20.0 49.9 0.29 11.31 -11.02
Agustus 31.0 27.3 27.3 15.0 577.4 1.32 1.82 1.00 15.0 12.3 0.77 9.5 2.8 5.7 55.5 61.2 21.4 3.8 25.2 0.15 10.39 -10.24
September 30.0 11.4 11.4 14.9 580.3 1.33 0.77 0.92 13.7 -2.3 0.00 0.0 -2.3 0.0 39.8 39.8 13.9 0.0 13.9 0.08 8.13 -8.05
Oktober 31.0 37.3 37.3 15.4 578.0 1.32 2.42 1.00 15.4 21.9 0.77 16.9 5.0 10.1 25.8 36.0 12.6 6.7 19.3 0.11 11.02 -10.91
November 30.0 243.4 243.4 14.3 583.0 1.33 17.08 1.00 14.3 229.2 0.78 178.5 50.7 107.1 23.4 130.5 45.7 71.4 117.0 0.70 13.81 -13.11
Desember 31.0 39.5 39.5 13.1 633.7 1.45 3.01 1.00 13.1 26.4 0.85 22.4 4.0 13.4 84.8 98.2 34.4 9.0 43.3 0.25 12.36 -12.11
Januari 31.0 274.2 274.2 11.3 637.7 1.46 24.37 1.00 11.3 262.9 0.85 224.6 38.4 134.8 63.8 198.6 69.5 89.8 159.3 0.92 12.79 -11.87
Februari 28.0 49.6 49.6 10.9 676.0 1.55 4.55 1.00 10.9 38.7 0.90 34.8 4.0 20.9 129.1 149.9 52.5 13.9 66.4 0.43 11.78 -11.35
Maret 30.0 306.0 306.0 13.5 680.0 1.56 22.75 1.00 13.5 292.6 0.90 263.8 28.7 158.3 97.5 255.8 89.5 105.5 195.0 1.17 13.23 -12.06
April 31.0 143.2 143.2 12.8 708.8 1.62 11.21 1.00 12.8 130.4 0.93 121.1 9.3 72.7 166.2 238.9 83.6 48.5 132.1 0.76 13.33 -12.57
Mei 30.0 32.9 32.9 13.1 718.0 1.64 2.52 1.00 13.1 19.9 0.94 18.6 1.3 11.2 155.3 166.5 58.3 7.4 65.7 0.39 11.24 -10.85
2002

Juni 31.0 23.4 23.4 13.0 719.3 1.65 1.81 1.00 13.0 10.4 0.94 9.8 0.7 5.9 108.2 114.1 39.9 3.9 43.8 0.25 8.89 -8.64
Juli 31.0 50.3 50.3 13.8 720.0 1.65 3.64 1.00 13.8 36.5 0.94 34.2 2.3 20.5 74.1 94.7 33.1 13.7 46.8 0.27 8.06 -7.79
Agustus 30.0 43.9 43.9 15.0 722.2 1.65 2.93 1.00 15.0 29.0 0.94 27.2 1.7 16.3 61.5 77.9 27.3 10.9 38.2 0.23 7.10 -6.87
September 31.0 14.7 14.7 14.9 724.0 1.66 0.99 1.00 14.9 -0.1 0.00 0.0 -0.1 0.0 50.6 50.6 17.7 0.0 17.7 0.10 7.08 -6.98
Oktober 30.0 48.3 48.3 15.4 723.8 1.66 3.13 1.00 15.4 32.9 0.94 30.9 1.9 18.6 32.9 51.5 18.0 12.4 30.4 0.18 8.20 -8.02
November 31.0 191.1 191.1 14.3 725.7 1.66 13.41 1.00 14.3 176.9 0.94 166.7 10.1 100.0 33.5 133.5 46.7 66.7 113.4 0.66 10.83 -10.17
Desember 31.0 358.5 358.5 13.1 735.9 1.68 27.34 1.00 13.1 345.4 0.95 328.2 17.2 196.9 86.8 283.7 99.3 131.3 230.6 1.33 17.96 -16.63
Januari 31.0 74.4 74.4 11.3 753.1 1.72 6.61 1.00 11.3 63.2 0.96 60.8 2.4 36.5 184.4 220.9 77.3 24.3 101.6 0.59 14.24 -13.65
Februari 28.0 156.1 156.1 10.9 755.5 1.73 14.29 1.00 10.9 145.1 0.96 139.8 5.3 83.9 143.6 227.4 79.6 55.9 135.5 0.87 15.40 -14.53
Maret 30.0 309.1 309.1 13.5 760.8 1.74 22.97 1.00 13.5 295.6 0.97 285.8 9.9 171.5 147.8 319.3 111.8 114.3 226.1 1.35 16.14 -14.79
April 31.0 110.0 110.0 12.8 770.6 1.76 8.61 1.00 12.8 97.2 0.97 94.5 2.7 56.7 207.5 264.3 92.5 37.8 130.3 0.75 13.37 -12.62
Mei 30.0 134.1 134.1 13.1 773.3 1.77 10.27 1.00 13.1 121.0 0.97 117.8 3.2 70.7 171.8 242.5 84.9 47.1 132.0 0.79 10.80 -10.01
2003

Juni 31.0 13.3 13.3 13.0 776.5 1.78 1.02 1.00 13.0 0.3 0.98 0.3 0.0 0.2 157.6 157.8 55.2 0.1 55.3 0.32 59.95 -59.63
Juli 31.0 35.9 35.9 13.8 776.5 1.78 2.59 1.00 13.8 22.0 0.98 21.5 0.5 12.9 102.6 115.4 40.4 8.6 49.0 0.28 96.41 -96.13
Agustus 30.0 38.6 38.6 15.0 777.1 1.78 2.58 1.00 15.0 23.6 0.98 23.0 0.6 13.8 75.0 88.9 31.1 9.2 40.3 0.24 100.65 -100.41
September 31.0 96.1 96.1 14.9 777.7 1.78 6.45 1.00 14.9 81.2 0.98 79.2 2.0 47.5 57.8 105.3 36.9 31.7 68.5 0.40 41.16 -40.76
Oktober 30.0 158.8 158.8 15.4 779.6 1.78 10.31 1.00 15.4 143.4 0.98 140.1 3.3 84.0 68.4 152.5 53.4 56.0 109.4 0.65 10.68 -10.03
November 31.0 76.5 76.5 14.3 782.9 1.79 5.37 1.00 14.3 62.3 0.98 60.9 1.3 36.5 99.1 135.7 47.5 24.4 71.8 0.42 10.03 -9.61
Desember 31.0 118.6 118.6 13.1 784.3 1.80 9.04 1.00 13.1 105.4 0.98 103.2 2.2 61.9 88.2 150.1 52.5 41.3 93.8 0.54 10.63 -10.09
Januari 31.0 94.4 94.4 11.3 786.5 1.80 8.39 1.00 11.3 83.1 0.98 81.5 1.7 48.9 97.6 146.5 51.3 32.6 83.8 0.48 12.41 -11.93
Februari 28.0 187.9 187.9 10.9 788.1 1.80 17.20 1.00 10.9 177.0 0.98 173.6 3.4 104.1 95.2 199.3 69.8 69.4 139.2 0.89 7.46 -6.57
Maret 30.0 157.0 157.0 13.5 791.5 1.81 11.67 1.00 13.5 143.6 0.98 141.0 2.5 84.6 129.6 214.2 75.0 56.4 131.4 0.79 8.48 -7.69
April 31.0 219.8 219.8 12.8 794.1 1.82 17.20 1.00 12.8 207.0 0.98 203.6 3.4 122.1 139.2 261.4 91.5 81.4 172.9 1.00 9.71 -8.71
Mei 30.0 183.5 183.5 13.1 797.5 1.83 14.06 1.00 13.1 170.4 0.98 167.8 2.6 100.7 169.9 270.6 94.7 67.1 161.8 0.97 12.76 -11.79
2004

Juni 31.0 35.0 35.0 13.0 800.1 1.83 2.70 1.00 13.0 22.0 0.99 21.7 0.3 13.0 175.9 188.9 66.1 8.7 74.8 0.43 10.37 -9.94
Juli 31.0 49.8 49.8 13.8 800.4 1.83 3.60 1.00 13.8 36.0 0.99 35.4 0.5 21.3 122.8 144.1 50.4 14.2 64.6 0.37 9.45 -9.08
Agustus 30.0 41.9 41.9 15.0 800.9 1.83 2.80 1.00 15.0 27.0 0.99 26.6 0.4 16.0 93.6 109.6 38.4 10.6 49.0 0.29 6.56 -6.27
September 31.0 55.9 55.9 14.9 801.3 1.83 3.75 1.00 14.9 41.0 0.99 40.5 0.6 24.3 71.2 95.5 33.4 16.2 49.6 0.29 5.92 -5.63
Oktober 30.0 50.4 50.4 15.4 801.8 1.84 3.27 1.00 15.4 35.0 0.99 34.5 0.5 20.7 62.1 82.8 29.0 13.8 42.8 0.26 6.60 -6.34
November 31.0 103.5 103.5 14.3 802.3 1.84 7.26 1.00 14.3 89.2 0.99 88.0 1.2 52.8 53.8 106.6 37.3 35.2 72.5 0.42 8.22 -7.80
Desember 31.0 146.8 146.8 13.1 803.5 1.84 11.20 1.00 13.1 133.7 0.99 132.0 1.7 79.2 69.3 148.5 52.0 52.8 104.8 0.61 11.27 -10.66
GRAFIK DEBIT ANDAL MODEL NRECA
14.00
12.76
12.00
11.27
10.80
10.00 10.37
9.71
8.48
8.00
Q (m3/s)

7.46

6.00

4.00

2.00
0.66 0.48 0.40 0.32 0.28 0.25 0.19
0.00
20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
1.4 Kesimpulan

Hasil data observasi lapangan dengan perhitungan model NRECA tidak cocok.