Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KELOMPOK PROBLEM SOLVNG

DEMAM THYPOID

Disusun oleh :
KELOMPOK 2
ILYA NUR RACHMAWATI 125070200111018
PIPIT KURNIATUL 125070200111020
FEBI TRIA KURNIA 125070200111022
LUSIA PRIHATINI EKASARI 125070200111024
OCTAVYA ADJI PERMATASARI 125070200111028
ALIF DEWI SAFITRI 125070207131006
DESY KARMIA PITALUPI 125070207131007
HESTY DWI NOVIASTUTY 125070207131008
LU`LUIL MAKNUN 125070207131009
WULAN PURWANTY 125070207131010
SITI MAULIDIYATUL K. 125070201131016
BANGUN SAMUDRA UTAMA 125070207111006
WITA OKTAVIANA 125070207111008

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2015
I. PENGKAJIAN
A. Identitas klien
Nama : An. AM No. MR : 132709
Usia : 7 tahun Tgl. Masuk : 11 Juni 2011
Jenis kelamin : Perempuan Tgl. Pengkajian : 13 Juni 2011
Alamat :Jl. Veteran 99 Jirek Sumber informasi : Ibu & keluarga
No. telepon : Nama klg. Dekat yg bisa dihubungi :
Status pernikahan :
Agama : Islam Status :
Suku : Alamat :
Pendidikan : SD No. Telepon :
Pekerjaan : Pelajar Pendidikan :
Lama berkerja : Pekerjaan :

B. Status kesehatan saat ini


Keluhan utama : demam naik turun sejak hari selasa 7 Juni 2011, nafsu makan
tidak ada, lemah, letih, muntah 4x sejak hari senin
Factor pencetus :
Factor pemberat :
Lama Keluhan : 6 hari (7 Juni 13 Juni 2011)
Upaya yang telah dilakukan : Hari selasa 7 Juni 2011 berobat ke puskesmas, hari
kamis 9 Juni 2011 berobat ke poly anak RSI Ibnu Sina dengan Dr.Hj. Rahmi Yetti K,
SpA.
Diagnosa Medis : Demam Typhoid

C. Riwayat kesehatan saat ini


Ibu klien mengatakan klien demam naik turun sejak hari selasa 7 Juni 201, suhu tubuh
meningkat pada sore dan malam hari, nafsu makan tidak ada, tidak mau minum, klien
juga merasa pusing dan nyeri pada bagian perutnya. Ibu klien juga mengatakan BB
klien sebelum sakit 28 kg dan setelah sakit turun menjadi 25 kg. Observasi selama
pengkajian klien terlihat lemah, badan klien terasa panas, mukosa bibir kering, mulut
kering, bibir pecah-pecah, lidah kelihatan kotor dan berwarna putih. Klien terpasang
infus RL

D. Riwayat kesehatan terdahulu


-
E. Riwayat kesehatan keluarga
-
F. Kebutuhan Dasar

No Aktifitas Sebelum sakit Sakit


1 Pola Nutrisi
a. Frekuensi 3 x 1 porsi 3 x 1 porsi, habis
makan porsi
b. Diit Makan Nasi Makan Lunak
c. Intake cairan + 6-7 gelas (@250 1-2 gelas/ hari, klien
mL)/ perhari terpasang RL
Biasa 12 tts/mnt
d. Nafsu makan Kurang
2 Pola Eliminasi
BAB
a. Frekuensi 1 x 2 hari 1 x 2 hari
b. Warna Kuning Kuning
c. Konsistensi Lembek Lembek
d. Penggunaan Tidak ada Tidak ada
pencahar
BAK
a. Frekuensi + 5x sehari + 4-5 x sehari
b. Warna Kuning muda Kuning muda
c. Bau Urine khas Urine khas
3 Pola Istirahat
a. Tidur siang + 1-2 jam sehari + 1-2 jam sehari
b. Tidur malam + 8 jam sehari + 5-6 jam sehari
4 Personal Hygiene
a. Mandi 2x sehari Dilap oleh keluarga
b. Gosok gigi 2x sehari 1x sehari
c. Keramas 1x2 hari Tidak pernah

G. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda-tanda vital :
S : 38,4 oC BB sebelum sakit 28 kg
P : 28 x/mnt BB setelah sakit 25 kg
N : 84 x/mnt
Kepala & Leher
a. Kepala : Simetris ki/ka, rambut berwarna hitam, panjang dan tidak berminyak, tidak
ada lesi pada kepala
b. Mata : Simetris ki/ka, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, palpebra tidak
edema, pupil bereaksi terhadap cahaya, dan tidak ada gangguan dalam penglihatan.
c. Hidung : Simetris ki/ka, tidak terdapat secret pada hidung, bernafas
tidak menggunakan cuping hidung, tidak ada gangguan dalam penciuman.
d. Mulut & tenggorokan : Mukosa mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah terlihat kotor
dan berwarna putih.
e. Telinga : Simetris ki/ka, tidak terdapat serumen, tidak ada gangguan dalam
pendengaran.
f. Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak ditemukan distensi
vena jugularis.
2. Thorak & Dada :
I : Simetris ki/ka, pergerakan dinding dada normal, P=28 x/i
P : Tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri tekan
P : Sonor pada kedua area paru
A : Bunyi nafas vesikuler, tidak ada wheezing

Abdomen
I : Simetris ki/ka, warna kulit sawo matang
P : Nyeri pada epigastrium dan perut kanan atas
P : Perut kembung
A : Bising usus (+)

3. Integumen : Integritas kulit utuh, turgor kulit kering, tidak ada dekubitus.
4. Genetalia & Anus : Tidak dilakukan pemeriksaan
5. Ekstermitas :
Pada ekstremitas atas bagian dextra terpasang IVFD RL 12 tts/mnt, teraba nadi
84 x/mnt pada arteri radialis.
Pada ekstremitas bawah terdapat bekas gigitan nyamuk berupa bercak-bercak
berwarna hitam.
6. Sistem Neorologi : -
7. Kulit & Kuku
Kulit :-

H. Hasil Pemeriksaan Penunjang


Laboratorium :
- Kimia Klinik, tanggal 10 Juni 2011
Tes Widal
Sty O : (+)1/80, (+)1/160
Sty H : (+)1/80, (+)1/160, (+)1/320
- Darah, tanggal 10 Juni 2011
WBC : 3,9. 103/ mm3 (3,0 11,0)
RBC : 4,51. 106/ mm3 (3,20 6,00)
HGB : 12,4 g/dl (9,0 17,5)
HCT : 36,8 g/dl (9,0 17,5)
PLT : 262. 103/mm3
LED : 37/70. 103/mm3
- Darah, tanggal 11 Juni 2011
WBC : 5,1. 103/ mm3 (3,0 11,0)
RBC : 4,73. 106/ mm3 (3,20 6,00)
HGB : 12,9 g/dl (9,0 17,5)
HCT : 38,8 g/dl (9,0 17,5)
PLT : 143. 103/mm3
- Hematologi, tanggal 12 Juni 2011
Hemoglobin : 12,0 gr/dl ( n : 11-14 gr/dl)
Leukosit : 5500 / mm3
Trombosit : 124.000/ mm3
Hematokrit : 37,4 (n : 37-43, 100%)

I. Terapi
Pengobatan meliputi :
a. Oral
- Amoxicillin, 3x2 cth
- Kloramfenikol, 4x2 tab
- Dumin 250, 3x1 tab
b. IVFD
- RL 12 tts/mnt
c. Diit
- Makan Lunak
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

No. Tanggal Proiritas Diagnosa Keperawatan TTD


1. 11/03/2015 Hipertermi b/d penyakit (demam thyoid)
ditandai dengan peningkatan suhu tubuh
diatas kisaran normal (T=38,4o C) dan
takipnea (RR=28x/mnt)

2. 11/03/2015 Kekurangan volume cairan b/d kegagalan


mekanisme regulasi d.d. mukosa bibir
kering, intake cairan ketika sakit 1-2 gelas
per hari, dan kelemahan

3. 11/03/2015 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh b/d faktor biologis d/d
klien menderita demam thypoid dan tidak
ada nafsu makan dan minum

ANALISA DATA

No. Data Etiologi Masalah


Keperawatan
1. DS: Faktor resiko terpapar agen Hipertermi
Keluarga klien mengeluh pathogen
bahwa klien demam naik
turun sejak selasa 7 juni Infeksi koloni bakteri S.Typi
2011, nafsu makan tidak ada, ke vaskuler
lemah, letih, muntah 4 kali
sejak hari senin. Mengeluarkan endotoksin
Keluarga klien mengatakan & Mengeluarkan pyrogen
bahwa pada hari selasa endogen +/- 2 jam infeksius
tersebut telah berobat ke oleh sel fagosit hospes
puskesmas tetapi panasnya
tidak turun. Mempengaruhi Hipotalamus

DO: Mengubah set poin tubuh
Nadi : 84 x/mnt
S : 38.4oC Suhu Tubuh > 37C
RR: 28 x/mnt
Demam
Kimia Klinik
Tes Widal : Demam Typhoid
Sty O : + 1/80. 1/160
Sty H : + 1/80, 1/160. 1/320s

2. DS : Demam typhoid Kekurangan volume


- Demam naik turun sejak cairan
hari selasa 7 juni 2011 Kondisi tubuh beristirahat
- Suhu tubuh pada sore sedangkan bakteri
dan malam hari beraktivitas
- Lemah,letih,muntah 4x
sejak hari senin Suhu tubuh (>37 C) pada
DO : sore dan malam hari
- Klien terlihat
lemah,badan klien Suhu lingkungan luar tubuh
panas,mukosa bibir < dari suhu tubuh
kering,mulut kering,bibir
pecah-pecah,lidah Metabolism semakin
keliahatan kotor,dan
berwarna putih Hipermetabolisme nutrisi
- Intake cairan ketika sakit dalam sel
(1-2 gelas per hari)
- TTV : Evaporasi cairan tubuh
S: 38,4 C
P : 28x/menit jumlah cairan tubuh
N : 84x/menit akibat evaporasi,tidak
BB : 25kg seimbang antara
metabolism dan intake)

Kekurangan volume
cairan

Lemah,letih

Atau

Bakteri S.typhi

Masuk ke lambung

sekresi asam untuk
membunuh bakteri

asam lambung

Mual muntah (frekuensi
meningkat)

Nutrisi bbercampur cairan
keluar (termuntahkan)

Caian berkurang

Kekurangan volume cairan

3. DS : Bakteri Salmonella Thypi Ketidakseimbangan


- Klien mengeluh tidak ada masuk melalui makanan Nutrisi : Kurang dari
nafsu untuk makan dan dan minuman Kebutuhan Tubuh
muntah sudah 4x
- Klien mengeluh nyeri Masuk ke lambung
pada bagian perutnya
- Ibu klien mengatakan BB sekresi asam untuk
klien sebelum sakit 28 kg membunuh bakteri
dan setelah sakit turun
menjadi 25 kg. asam lambung
DO :
- Mukosa bibir kering, Anoreksia, mual, muntah
mulut kering, bibir pecah-
pecah napsu makan
Frekuensi saat makan
menurun 3 x 1 porsi, habis berat badan, Mukosa bibir
porsi dengan makan kering, mulut kering, bibir
makanan lunak pecah-pecah

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Dx no 1. : Hipertermi berhubungan dengan penyakit (demam thyoid) ditandai dengan
peningkatan suhu tubuh diatas kisaran normal (T=38,4o C) dan takipnea (RR=28x/mnt)
Tujuan : menurunkan suhu tubuh mencapai batas normal selama 5x24jam
Kriteria hasil : mencapai skala NOC yang ditentukan

NOC : Thermoregulation
No Indikator 1 2 3 4 5 Keterangan :
1 Respiratory rate 1 : Parah
2 Increased skin temperature 2 : Berat
3 Hipretermia 3:Sedang
4:Ringan
NOC : Vital Sign 5:Sembuh
No Indikator 1 2 3 4 5

1 Body temperature
2 Respiratory rate

NOC : Immune Status


No Indikator 1 2 3 4 5

1 Gastrointestinal function
2 Body temperature

NIC : Fever Treatment

1. Monitor suhu tubuh

2. Monitor ketidaksadaran kehilangan cairan

3. Monitor warna kulit dan suhunya

4. Monitor adanya ketidaknormalan elektrolit

5. Monitor adanya cardiac aritmia

6. Berikan antipiretik dan obat yang lain untuk mengobati penyebab demam, kolaborasi.

7. Atur sponge untuk mandi dengan suhu hangat atau suam-suam.

8. Berikan cairan lewat IV

9. Pantau suhu lingkungan, batasi atau tambahkan linen sesuai indikasi

10. Anjurkan menambah intake cairan oral

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Dx No. 2 : Kekurangan volume cairan b/d kegagalan mekanisme regulasi d.d. mukosa
bibir kering, intake cairan ketika sakit 1-2 gelas per hari, dan kelemahan

Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, kekurangan volume
cairan dapat teratasi.

Kriteria Hasil : mencapai skala NOC yang telah ditentukan di bawah ini.

NOC : Fluid Balance, Hydration, Nausea & Vomiting Severity


No Indikator 1 2 3 4 5 Keterangan :
1 Keseimbangan intake dan output
1 : Parah
selama 24 jam
2 Kelembaban membran mukosa 2 : Berat
3 Intake cairan
3:Sedang
4 Frekuensi muntah
4:Ringan

5:Sembuh/Normal
NIC : Fluid Management 4120

Intervensi :

1. Mengkaji vital sign pasien secara berkala ( tekanan darah, suhu, nadi, respiratory rate )

2. Menghitung kebutuhan cairan dan elektrolit pasien.

a. Cairan : (10x1000) + ( 10x50) + (5x25) = 1625 ml

3. Persiapan pemberian terapi IV.

4. Monitoring hidrasi status ( membran mukosa, kekuatan nadi, dan tekanan darah )

5. Monitoring hasil laboratorium yang berhubungan dengan retensi cairan ( jumlah urine,
serta adanya penurunan hematocrit )

6. Monitoring status nutrisi.

7. Promote oral intake seperti : anjurkan minum jus buah, minum sebelum dan sesudah
makan.

8. Untuk muntah kolaborasi dengan diberikannya obat golongan : Antiemetik.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Dx No.3 : Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d faktor


biologis d/d klien menderita demam thypoid dan tidak ada nafsu makan dan minum
Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 7x24 jam, nafsu
makan klien dapat membaik

Kriteria Hasil : sesuai dengan skala NOC

NOC : Nutritional status: food and fluid intake

Keterangan :
No Indikator 1 2 3 4 5
1 : Parah
1 Intake makanan oral untuk
2 : Berat
meningkatkan BB ideal
3:Sedang
2 Intake cairan oral
4:Ringan
3 Intake cairan intravena selama di RS
5:Sembuh/Normal
dan tidak mau makan

NIC : Nutrition management and Nutrition monitoring

1. adanya alergi makanan

2. Monitor adanya penurunan BB

3. Monitor turgor kulit

4. Monitor kalori dan intake nutrisi agar tidak berlebihan

5. Kolaborasikan dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan klien

6. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi

7. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori