Anda di halaman 1dari 3

A.

INSISI

Luka yang dibuat pada pembedahan tanpa mengambil jaringan kulit, contoh aplikasi bedah
minor dengan insisi adalah pada insisi dan drainase abses, cross insisi pada luka tusuk paku dan snake
bite.

Menurut bentuknya insisi terdiri atas :

-insisi linear

-insisi elips

-insisi S/Z
B. EKSISI
Bedah eksisi adalah salah satu cara tindakan bedah yaitu membuang jaringan (tumor) dengan
cara memotong. Tindakan ini dilakukan untuk berbagai tujuan antara lain pemeriksaan penunjang
(biopsy), pengobatan lesi jinak ataupun ganas dan memeperbaiki penampilan secara kosmetis.
Contoh eksisi pada bedah minor dilakukan pada clavus dan fibroma lesi permukaan.

C. EKSTIRPASI

Bedah ekstirpasi adalah tindakan pengangkatan seluruh massa tumor beserta kapsulnya.
Contoh ekstirpasi pada bedah minor dilakukan pada lipoma, kista sebacea(aterome), kista dermois,
fibro adenoma mammae.

D. HIPERTROFI

Hipertrofi adalah penambahan jumlah organel (misalnya miofilamen) dan ukuran sel serta
karena perubahan itu terjadi peningkatan ukuran organ. Hipertrofi bisa bersifat fisiologis atau
patologis dan disebabkan oleh :

1. Peningkatan kebutuhan fungsional, misalnya hipertrofi otot lurik pada binaragawan (fisiologis)
atau otot jantung pada penyakit jantung (patologi).
2. Stimulasi hormonal spesifik, misalnya hipertrofi uterus selama kehamilan.
Hipertrofi dipicu oleh interaksi membran sel yang pada miokardium meliputi faktor mekanis
(regangan) dan zat kimia trofik (faktor pertumbuhan) dan zat vasoaktif. Hal ini menyebabkan
peristiwa intraseluler diatur gen yang meliputi tidak hanya penambahan organel sel tetapi juga
perubahan fenotipik pada sel yang hipertrofi. Pada jantung misalnya, ada perubahan isoform dari
miosin ke rantai barat (heavy chain) dan dari aktif ke bentuk skeletal -keduanya menghasilkan
perlambatan kontraksi yang baik bagi serat otot yang hipertrofik. Hipertrofi pada akhirnya akan
mencapai suatu batas dan saat itu akan terjadi perubahan degeneratif di sel serta jantung sehingga
terjadilah gagal jantung.

E. HIPERPLASI

Hiperplasia menyatakan suatu penambahan jumlah sel didalam organ atau jaringan. Peristiwa
ini biasanya disertai dengan hipertrofi. Hiperplasia dapat terjadi hanya pada sel yang mampu
mensintesis DNA (seperti sel epitelia, hematropoletik, dan jaringan ikat). Sel saraf, otot jantung, dan
otot rangka tidak memiliki atau sedikit memiliki kemampuan bertumbuh hiperplastik, oleh
karenanya sel otot mengalami hipertrofi yang hampir murni bila dirangsang dengan penambahan
beban secara fungsional atau dengan hormon.

Hiperplasia dapat bersifat fisiologis atau patologis.

1. Hiperplasia Fisiologis :
a. Hiperplasia Hormon
Contoh : Proliferasi endometrium setelah rangsang estrogen

b. Hiperplasia Kompensatoris
Contoh : Hiperplasia hati setelah hepatektomi parsial

2. Hiperplasia Patologis :
a. Kelebihan stimulasi hormonal
Misalnya hiperestrinisme dan hiperplasia endometrium atipik.

b. Pengaruh faktor pertumbuhan yang diproduksi secara lokal pada sel target
Misalnya proliferasi sel jaringan ikat pada penyembuhan luka, atau proliferasi epitel
skuamosa yang diinduksi oleh virus.

Hipertrofi merupakan penambahan ukuran sel dan menyebabkan penambahan ukuran


organ.Hipertrofi adalah bertambahnya ukuran suatu sel atau jaringan.

Hipertrofi adalah suatu respon adaptif yang terjadi apabila terdapat peningkatan beban
kerja suatu sel