Anda di halaman 1dari 1

KRITIK PASAL 24-27 UU NO 38 TAHUN 2014

TENTANG PRAKTIK PERAWAT ASING DI INDONESIA


Pendidikan keperawatan indonesia pada intinya adalah untuk
mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada
masyarakat indonesia sehingga ketika lulus mampu menjadi tenaga kesehatan
yang profesional dan mampu bersaing di kancah internasional. Peran serta
uluran tangan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya pengembangan
tersebut tapi mirisnya UU keperawatan yang belum lama di sahkan ada
terdapat kerancuan dalam isi yang dimuat,yaa mengenai perawat asing yang
diperbolehkan membuka praktik diindonesia

Mengapa lagi lagi asing? Seakan indonesia tidak pernah lepas dari yang
namanya asing !! selalu mengandalkan asing dan memanjakan asing untuk
bekerja di indonesia, Asing masuk ke indonesia selalu dihormati dan
dibanggakan tapi saat WNI bekerja di asing apakah diberlakukan sama?

Hai apakabar bapak berdasi yang duduk disinggah sana mahal? Lihat kaummu !
perawat indonesia susah kerja di luar negeri,punya niat ke luar supaya
mendapat hak yang lebih baik tapi terhalang karena luput dari perhatian kalian
!! ijazah yang tidak jelas faktor bodoh yang menghambat kami kerja diluar
(kompasiana.com/indah_dlovely/nasib-perawat-
indonesia_5500b434a333115b7351) Tapi bagaimana dengan perawat asing
yang masuk ke indonesia? Mereka diberlakukan spesial bagai pangeran yang
jatuh dari kayangan. Apartemen,fasilitas dan lain sebagainya kalian kasih buat
mereka supaya mereka betah kerja diindonesia, tapi kami? Kerja cape,fasilitas
minim , pulang kepala nunduk apakah kalian memberlakukan kami sama ? Gaji
kami tidak lebih dari 3juta tapi mereka berpuluh-puluh juta (27,6 juta versi
tribunnews.com) padahal skill dan knowladge mereka belum tentu lebih baik
dari kita perawat pribumi.

Jadi ,jika niat pemerintah memperbolehkan perawat asing melakukan praktik


diindonesia adalah sebagai upaya pengembangan dan pengingkatan kualitas
perawat pribumi sebaiknya buka mata dan liat cermin terlebih dahulu, sudah
baikkah manajemen keperawatan diindonesia?