Anda di halaman 1dari 13

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN

Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu bentuk


pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada perkembangannya ilmu
keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain, mengingat ilmu keperawatan
merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan Zaman. Demikian
juga perkembangan pelayanan kesehatan diIndonesia, kedepan diharapkan harus mampu
memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional sesuai dengan tuntutan
kebutuhan masyarakat serta teknologi dibidang kesehatan yang senantiasa berkembang.

Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan
prakteknya perawat harus harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang
sydah dimunculkan. Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu pesan yang abstrak yang
dapat diorganisir dengan simbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan
merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.

Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu
pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari fakta-fakta
yang telah diobservasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung. Yang dimaksud teori
keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai
keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model
konsep dalam keperawatan, dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan
model praktek keperawatan.

Berikut ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh perawat
profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan yang didasarkan pada
keyakinan dan nilai dasar keperawatan :

A. VIRGINIA HENDERSON

Biografi

Virginia Henderson lahir tahun 1897, anak ke lima dari 8 bersaudara di keluarganya.
Ia asli dari Kansas city. Henderson lulus Sekolah Perawat Militer di Washington D.C tahun
1921. Di tahun 1922 Henderson mulai mengajar ilmu perawatan di Norfolk Prostetan
Hospital di Virginia. Tahun 1927 mengajar Lima tahun kemudian ia memasuki Teachers
college di Universitas Colombia di mana ia berturt-turut meraih gelar B.S dan M.A bidang
pendidikan perawatan.

Di tahun 1929 Henderson menjadi supervisor pengajaran pada klinik Strong


Memorial Hospital di Rochester New York. Ia kembali ke Teachers college di tahun 1930
sebagai pengajar hingga tahun 1948. Bergabung dengan universitas Yale tahun 1950 dan
telah berbuat banyak bagi riset perawatan lebih jauh lewat perkumpulan ini.

Mulai tahun 1959 hingga 1971, henderson mengepalai Nursing Studies Indeks Project
yang di sponsori Yale. Di tahun 1980 Henderson masih aktif sebagai Research Associate
Emeritus di Yale. Prestasi Henderson dan pengaruhnya dalam profesi keperawatan telah
memberikan lebih dari tujuh gelar doctoral dan Christiane Reimann Award pertama kali
untuknya.

Diskripsi Teori dan Model Virginia Henderson

Konsep utama teori Henderson mencakup manusia, keperawatan, kesehatan, dan


lingkungan. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14 komponen yang
merupakan komponen penanganan perawatan. Keempat belas kebutuhan tersebut adalah
sebagai berikut: Bernafas dengan normal, Nutrisi, Eliminasi, Gerak dan keseimbangan tubuh,
Istirahat tidur, Berpakaian, Personal Hygiene, Rasa aman dan Nyaman, Berkomunikasi,
Kebutuhan spiritual, Kebutuhan rekreasi, Kebutuhan bekerja, Kebutuhan bermain, rekreasi
dan belajar.

Dalam bidang keperawatan mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik
dalam keadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat mempunyai
fungsi independence di dalam penanganan perawatan berdasarkan kebutuhan manusia (14
komponen di atas). Dalam Bidang Kesehatan sebagai kualitas hidup yang menjadi dasar
seseorang dapat berfungsi bagi kemanusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada
mengobati penyakit. Untuk mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling
ketergantungan. Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki
kekuatan, kehendak, serta pengetahuan yang cukup. Sedangkan Lingkungan perlu
diperhatikan beberapa keterkaitan berikut ini:

a. Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sakit
akan menghambat kemampuan tersebut.
b. Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c. Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d. Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar dalam
memberikan resep.
e. Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran tentang
kontruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f. Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk
memperkirakan adanya bahaya.

Kerangka Konsep

Fokus keperawatan pada teori Henderson adalah klien yang memiliki keterikatan hidup
secara individual selama daur kehidupan, dari fase ketergantungan hingga kemandirian sesuai
dengan usia, keadaan, dan lingkungan. Perawat merupakan penolong utama klien dalam
melaksanakan aktivitas penting guna memelihara dan memulihkan kesehatan klien atau
mencapai kematian yang damai. Bantuan ini diberikan oleh perawat karena kurangnya
pengetahuan kekuatan, atau kemauan klien dalam melaksanakan 14 komponen kebutuhan
dasar manusia.

B. DOROTHEA ELIZABETH OREM

Biografi

Dorothea Elizabeth Orem lahir pada tahun 1914 di Baltimore, Maryland. Pendidikan:
Diploma (awal tahun 1930), Pendiri Hospital School Of Nursing, Washington DC; Orem
mendapat Titel BSN Ed (1939) dan MSN Ed (1945) di The Catholic University of America,
Washington DC. Orem mendapat gelar kehormatan: Dokter Ilmu Pengetahuan dari
Georgetown University (1976), Pendiri Perguruan Tinggi di San Antonio, Texas (1980);
Gelar kehormatan dokter, University of Missouri-Columbia (1998). Dr. Orem melanjutkan
untuk aktif dalam pengembangan teori. Dia menyelesaikan edisi ke-6 dari keperawatan:
konsep praktek, yang diterbitkan oleh Mosby pada Januari 2001.

Diskripsi Teori dan Model

Pandangan Teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada kebutuhan
individu dalam melakukan tindakan keperewatan mandiri serta mengatur dalam
kebutuhannya. Dalam konsep keperawatan Orem mengembangkan tiga bentuk teori self care
diantaranya :

1. Perawatan Diri Sendiri (self care)

Dalam teori self care, Orem mengemukakan bahwa self care meliputi : pertama, self
care itu sendiri yang merupakan aktivitas dan inisiatif dari individu serta dilaksanakan oleh
individu itun sendiri dalam memenuhi serta mempertahankan kehidupan, keshatan serta
kesejahteraan. kedua, self care agency merupakan suatu kemampuan inidividu dalam
melakukan perawatan diri sendiri, yang dapat dipengaruhi oleh usia, perkembangan,
sosiokultural, kesehatan dan lain-lain. ketiga, adanya tuntutan atau permintaan dalam
perawatan diri sendiri yang merupakan tindakan mandiri yang dilakukan dalam waktu
tertentu untuk perawatn diri sendiri dengan menggunakan metode dan alat dalam tindakan
yang tepat. keempat, kebutuhan self care merupakan suatu tindakan yang ditujukan pada
penyediaan dan perawatan diri sendiri yang bersifat universal dan berhubungan dengan prises
kehidupan manusia serta dalam upaya mempertahankan fungsi tubuh, self care yang bersifat
universal itu adalah aktivitas sehari-hari (ADL) dengan mengelompokkan kedalam kebutuhan
dasar manusianya.

2. Self Care Defisit

Merupakan bagian penting dalam perawatan secara umum dimana segala perencanaan
kepereawatan diberikan pada saat perawatan dibutuhkan yang dapat diterapkan pada anak
yang belum dewasa, atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya perkiraan
penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan self care, baik
secara kualitas maupun kuantitas.

3. Teori Sistem Keperawatan

Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan perawatan diri
pasien terpenuhi oleh perawat atau pasien sendiri yang didasari pada Orem yang
mengemukakan tentang pemenuhan kebutuhan diri sendiri, kebutuhan pasien dan
kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri. Dalam pandangan teori system ini
Orem memberikan identifikasi dalam system pelayanan keperawatan diantaranya: Sistem
bantuan secara penuh (Wholly Compensatory System), Sistem bantuan sebagian (Partially
Compensatory System), dan System suportif dan edukatif.

Kerangka Konsep

Tujuan dari keperawatan Teori Orem adalah untuk merawat dan membantu klien mecapai
perawatan diri secara total. Teori ini merupakan teori kurangnya perawatan diri sendiri.
Asuhan keperawatan menjadi penting ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan
biologis, psikologis, perkembangan dan sosial.

C. IMOGENE KING

Biografi

Imogene M. King lahir 30 Januari 1923 di West Point, Iowa dan menerima diploma
dari Rumah Sakit St Yohanes dari Sekolah Keperawatan di St Louis, MO pada tahun 1945.
Dia memperoleh BSN di tahun 1948 dan MSN pada 1957 dari St Louis University dan
Doctor of Education dari Teachers College, Columbia University, NY. Menjadi direktur di
Ohio State University, School of Nursing (1968-1972). King adalah seorang Associate
Professor (1961-1966) dan Profesor (1971-1980) di Universitas Loyola. Chicago. Raja
pensiun pada tahun 1990 setelah sebelumnya menjabat sebagai Profesor, College of Nursing,
University of South Florida. Seorang anggota aktif dari Distrik IV, Florida Nurses
Association (FNA) (Presiden masa lalu dari Florida Perawat Foundation dan FNA Hall of
Fame dilantik), American Nurses Association (ANA 1996 Jessie Scott Penghargaan dan Hall
of Fame dilantik) dan Sigma Theta Tau Internasional (STTI 1989 Elizabeth Russell Pendiri
Penghargaan dan Virginia Henderson Fellow) dan Fellow di American Academy of
Keperawatan (2005 Hidup Legenda dilantik).

Diskripsi Teori dan Model

King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan


pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan,
sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. Dalam mencapai hubungan
interaksi, King mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya system personal,
system interpersonal dan system social yang saling berhubungan satu dengan yang lain.
Menurut King system personal merupakan system terbuka dimana didalamnya terdapat
persepsi, adanya pola tumbuh kembang, gambaran tubuh, ruang dan waktu dari individu dan
lingkungan, kemudian hubungan interpersonal merupakan suatu hubungan antara perawat
dan pasien serta hubungan social yang mengandung arti bahwa suatu interaksi perawat dan
pasien dalam menegakkan system social, sesuai dengan situasi yang ada. Melalui dasar
sistem tersebut, maka King memandang manusia merupakan individu yang reaktif yakni
bereaksi terhadap situasi, orang dan objek. Manusia sebagai makhluk yang berorientasi
terhadap waktu tidak lepas dari masa lalu dan sekarang yang dapat mempengaruhi masa yang
akan datang dan sebagai makhluk social manusia akan hidup bersama orang lain yang akan
berinteraksi satu dengan yang lain. Berdasarkan hal tersebut, maka manusia memiliki tiga
kebutuhan dasar yaitu: Informasi kesehatan, Pencegah penyakit, dan Kebutuhan terhadap
perawat ketika sakit. Sehingga dapat dijelaskan bahwa konsep hubungan manusia menurut
King terdiri dari komponen yaitu: Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam
berperilaku, dalam memahami atu mengenali kondisi yang ada dalam keperawatn dengan
gambaran hubungan perawat dank lien untuk melakukan kontrak atau tujuan yang
diharapkan. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi adanya aksi dan meruapakn
respons dari individu. Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling
mempengaruhi antara perawat dan klien yang terwujud dalam komunikasi. Transaksi
merupakan kondisi dimana antara perawat dan klien terjadi suatu persetujuan dalam rencana
tindakan keperawatan yang akan dilakukan.

Kerangka Konsep

King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan


pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan,
sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. Untuk memanfaatkan
komunikasi dalam membantu klien mencapai kembali adaptasi secara positif terhadap
lingkungan. Kerangka kerja teori ini Proses keperawatan didefinisikan sebagai proses
interpersonal yang dinamis antara perawat, klien dan sistem pelayanan kesehatan. Dari
konsep utamanya (interaksi, persepsi, komunikasi, transaksi, peran, stres, pertumbuhan dan
perkembangan) yang berasal teori pencapaian tujuan.

D. BETTY NEWMAN

Biografi

Betty Neuman lahir di Lowell di Ohio pada tahun 1924. Ayahnya seorang petani dan
ibunya seorang ibu rumah tangga. Beliau pertama kali memperoleh pendidikan di People
Hospital School of Nursing yang sekarang berubah nama menjadi General Hospital Akron di
Akron, Ohio pada tahun 1947. Beliau memegang jabatan penting yaitu sebagai staf
keperawatan rumah sakit di California. Beliau melanjutkan pendidikannya di University of
California dengan jurusan psikologi. Beliau menyelesaikan gelar sarjana mudanya pada tahun
1957. Pada tahun 1966 beliau mendapat gelar Master dibidang kesehatan mental, konsultan
kesehatan masyarakat di University of California.

Banyak sekali pengalaman yang telah beliau dapatkan diantaranya menjadi dosen
keperawatan jiwa, konsultan, pemimpin konseling model Whole Person Approach serta
beliau telah membuat sebuah sistem model keperawatan di UCLA dan memfokuskan sistem
tersebut dalam masalah keperawatan. Model Whole Person Approach dipublikasikan pada
tahun 1972, A model of teaching total person approach to patient problem dalam riset
keperarawatan. Publikasi edisi I (Conceptual Models For Nursing Practice) tahun 1974, edisi
II tahun 1980 dan tahun 1986 The Neuman Systems Model.

Diskripsi Teori dan Model

Keperawatan adalah suatu profesi yang unik dengan memperhatikan seluruh factor-
faktor yang mempengaruhi respon individu terhadap penyebab stress, tekanan intra, inter dan
ekstra personal. Perawatan menolong pasien untuk menempatkan primary, secondary dan
tertiary. Metode pencegahan untuk mencegah stress yang disebabkan factor lingkungan dan
meningkatkan system pertahanan pasien.

Model konsep yang dikemukakan oleh Betty Neuman ini adalah model konsep Health
Care System yaitu model konsep yang menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditujukan
kepada penekanan penurunan stress dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel
atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayanan

Secara umum focus dari model konsep keperawatan menurut Nueman ini berfokus
pada respons terhadap stressor serta factor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi pada
pasien. Untuk itu tindakan keperawatan seharusnya dilakukan menurut Neuman adalah
mencegah atau mengurangi adanya reaksi tubuh akibat stressor. Upaya tersebut dapat juga
dinamakan pencegahan primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan primer dapat meliputi berbagai tindakan keperawatan untuk


mengidentifikasi adanya stressor, mencegah reaksi tubuh karena adanya stressor serta
mendukung koping pada pasien secara konstruktif. Pencegahan sekunder menurut Neuman
meliputi berbagai tindakan perawatan yang dapat mengurangi gejala penyakit serta reaksi
tubuh lainnya karena adanya stressor dan pencegahan tersier dapat meliputi pengobatan
secara rutin dan teratur serta pencegahan terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari
komplikasi suatu penyakit. Upaya pencegahan tersebut dipentingkan kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan. Tersier meliputi pengobatan rutin dan teratur serta pencegahan
kerusakan lebih lanjut atau komplikasi dari suatu penyakit.

Kerangka Konsep

Tujuan keperawatan Newman yaitu untuk membantu individu, keluarga dan


kelompok untuk mendapatkan dan mempertahankan tingkat kesehatan maksimalnya melalui
intervensi tertentu. Model Neuman mencakup intrapersonal, interpersonal dan stres
extrapersonal. Kerangka kerja teori ini adalah Penurunan atau status adaptasi terhadap stress.
Tindakan keperawatan meliputi tindakan preventif tingkat primer, sekunder, atau tersier yang
berfokus pada variabel yang mempengaruhi respons klien terhadap stresor.

E. SISTER CALISTA ROY

Biografi

Sister Calista Roy dilahirkan pada tanggal 14 oktober 1939 di Los Angeles California.
Roy menerima Bachelor of Art Nursing pada tahun 1963 dari Mount Saint Marys College
dan Magister Saint in Pediatric Nursing pada tahun 1966 di University of California Los
Angeles. Roy memulai pekerjaan dengan teori adaptasi keperawatan pada tahun 1964 ketika
dia lulus dari University of California Los Angeles. Roy menambahkan kerja adaptasi dari
Helsen (1964) seorang ahli fisiologis psikologis. Untuk memulai membangun pengertian
konsepnya. Helsen mengartikan respon adaptif sebagai fungsi dari datangnya stimulus
sampai tercapainya derajat adaptasi yang dibutuhkan individu. Derajat adaptasi dibentuk oleh
dorongan tiga jenis stimulus yaitu: focal stimuli, konsektual stimuli dan residual stimuli.

Diskripsi Teori dan Model

Roy menggambarkan metode adaptasi dalam keperawatan. Individu adalah makhluk


biospikososial sebagai satu kesatuan yang utuh. Seseorang dikatakan sehat jika mampu
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis, psikologis dan sosial. Setiap orang selalu
menggunakan koping baik yang bersifat positif maupun yang negatif untuk dapat beradaptasi.
Kemampuan beradaptasi seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu: Factor kondisi,
situasi yang penyebab utama terjadi perubahan, keyakinan dan pengalaman dalam
beradaptasi. Setiap individu berbeda berespon terhadap kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan
konsep diri yang positif, kemampuan untuk hidup mandiri/kemandirian, serta kebutuhan akan
kemampuan melalui peran dan fungsi secara optimal untuk memelihara integritas diri. Posisi
individu pada rentang sehat sakit terus berubah, berhubungan erat dengan keefektifan koping
yang dilakukan untuk memelihara kemampuan beradaptasi.

Roy berpendapat ada 2 metode koping yaitu: Regulator merupakan proses input secar
sistematis melalui jalur saraf, kimia dan endokrin. Cagnator dimana memproses input melalui
cara kognitif seperti persepsi, proses informasi, belajar, keputusan dan emosi. Individu adalah
makhluk biopsikososial sebagai satu kesatuan yang utuh yang meiliki mekanisme koping
untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Individu selalu berinteraksi secara
konstan atau selalu beradaptif terhadap perubahan lingkungan. Lingkungan adalah semua
yang ada disekeliling kita dan berpengaruh terhadap perkembangan manusia. Sehat adalah
suatu keadaan proses dalam menjaga integritas diri. Peran perawat adalah membantu pasien
beradaptasi terhadap perubahan yang ada.

Menurut Roy, tindakan keperawatan ditujukan untuk meningkatkan adaptasi individu


terhadap sehat dan penyakit. Keempat model adaptasi itu adalah Model fisiologi: cairan dan
elektrolit, sirkulasi dan oksigenasi, nutrisi dan eliminasi, proteksi, neurology dan endokrin.
Model konsep diri: gambaran diri, ideal diri, moral diri. Model fungsi peran: kebutuhan akan
integritaso. Model interdependen (kemandirian): hubungan seseorang dengan yang lain dan
sumber system yang memberikan bantuan, kasih sayang dan perhatian.

Kerangka Konsep

Tujuan keperawatan Roy yaitu untuk mengidentifikasi tipe kebutuhan klien, menkaji
kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan dan membantu klien beradaptasi. Individu adalah
sistem adaptif biopsikososial dalam suatu lingkungan. Individu dan lingkungan menyediakan
tiga kelas stimuli-focal point, sisa dan kontekstual. Melalui dua mekanisme adaptif, regulator
dan cognator, individu menunjukkan respons adaptif atau respon yang tidak efektif
membutuhkan intervensi keperawatan. Model adaptasi ini didasari oleh model adaptasi
fisiologi, psikologis, sosiologis, serta ketergantungan dan kemandirian.

F. HILDEGARD ELIZABETH PEPLAU

Biografi

Hildegar E.Peplau lahir pada tanggal 1 september 1909 di Reading, Pennsylvania.


Peplau lulus dari hospital School of Nursing di Pottstown, penssyilvania pada tahun 1931.
Gelar B.A. dalam bidang psikologi interpersonal diperolehnya dari Bennington Univercity,
Vermont pada Tahun 1943. Peplau meraih gelar M.A. dalam bidang keperawatan psikiatri
dari Teachers College, Columbia, New York pada Tahun 1947 dan gelar Ed.D. dalam
bidang pengembangan kurikulum pada tahun 1953.

Hildegard E. Peplau, PhD, RN, FAAN, yang dikenal sebagai jiwa ibu menyusui,
meninggal di usia 89 tahun pada tanggal 17 Maret 1999. Satu-satunya perawat untuk
melayani ANA sebagai direktur eksekutif dan kemudian sebagai presiden, ia menjabat dua
istilah di Dewan International Council of Nurses (ICN). Pada tahun 1997, ia menerima
kehormatan tertinggi keperawatan, yang Christiane Reimann Prize, pada Kongres ICN yang
berlangsung empat tahun. Pada tahun 1996, American Academy of Nursing Peplau dihormati
sebagai Legenda Hidup, dan pada tahun 1998, ANA dilantik-nya ke dalam Hall of Fame.

Deskripsi Teori dan Model

Hubungan interpersonal merupakan factor utama model keperawatan Peplau yanfg


terdiri 4 konsep utama yaitu: Manusia dimana individu dipandang sebagai suatu organisme
yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh
kebutuhan. Masyarakat/lingkungan merupakan budaya dan adapt istiadat yang juga
merupakan factor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi kehidupan. Kesehatan
didefinisikan sebagai perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang
berkesinambungan kearah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif.

Keperawatan dipandang sebagai proses interpersonal yang bermakna. Proses


interpersonal merupakan materina force dan alat edukatif yang baik bagi perawat maupun
klien. Dalam hubungannya dengan pasien, perawat mempunyai 6 peran yaitu sebagai Mitra
kerja (phatner), Nara sumber (resources person), Pendidik (teacher), Kepemimpinan
(leadership), Pengasuh pengganti (surrogate), dan Konselor (consellor). Proses interpersonal
yang dimaksud menggambarkan metode transpormasi energi atau ansietas klien oleh perawat
yang terdiri dari 4 fase yaitu: Fase Orientasi, Lebih difokuskan untuk membantu pasien
menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk
berperan secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Fase Identifikasi, Terjadi ketika
perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan askep yang tanpa penolakan
diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk
mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien.
Fase Eksplorasi, Dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai
pandangan/persepsinya terhadap situasi. Fase ini merupakan inti. Fase Resolusi, Resolusi ini
memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan
menyalurkan energi kearah realisasi potensi. Keempat fase tersebut merupakan rangkaian
proses pengembangan dimana perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang
tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dalam lingkungan sosial.

Kerangka Konsep

Teori peplau bertujuan untuk mengembangkan interaksi perawat dengan klien dengan
empat fase hubungan perawat-pasien yaitu: Orientasi, Identifikasi, dan Eksploitasi. Resolusi
Kerangka kerjanya adalah Keperawatan merupakan proses yang penting, terapeutik dan
interpersonal. Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur sistem asuhan kesehatan
untuk memfasilitasi kondisi alami dari kecenderungan manusia untuk mengembangkan
hubungan interpersonal.

G. FLORENCE NIGHTINGALE

Biografi

Florence Nightingale lahir pada tanggal 12 Maret 1820 dan dibesarkan dalam sebuah
keluarga kaya yang tinggal di luar kota London. Pada saat Florence berusia dua puluh empat
tahun, dia merasa yakin bahwa panggilannya adalah merawat orang sakit. Tetapi pada tahun
1840-an, para gadis Inggris terhormat tidak akan bersedia menjadi perawat. Pada masa itu,
perawat tidak melebihi fungsi sebagai pembantu yang melakukan semua pekerjaan di rumah
sakit umum. Tahun 1853, dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang pertama sebagai
pengawas di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances. Pada
tahun 1854, ketika Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Rusia untuk
menguasai Crimea, Konstantinopel, dan pintu gerbang menuju Timur Tengah. Sidney
Herbert sebagai Menteri Perang, meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat
bagi rumah sakit militer di Scutari, Turki. Selama perang berlangsung, Florence menghadapi
pertempuran berat untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para perawat wanita pun
diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Pada saat perang akan berakhir, laporan dan saran
Florence Nightingale membuat Inggris menjadikan pahlawan wanita negara tersebut.
Deskripsi Teori dan Model

Nightingale membuat sebuah teori yang dikenal sebagai teori keperawatan modern
(modern nursing). Nightingale meyakini bahwa kondisi lingkungan yang sehat penting untuk
penanganan perawatan yang layak. Aspek lingkungan yang diutamakan Nightingale dalam
merawat klien adalah ventilasi yang cukup bagi klien. Ia berkeyakinan bahwa ketersediaan
udara segar secara terus-menerus merupakan prinsip utama dalam perawatan.

Oleh sebab itu, setiap perawat harus menjaga udara yang harus dihirup klien tetap
bersih, sebersih udara luar tanpa harus membuatnya kedinginan. Komponen lain yang tidak
kalah penting dalam perawatan klien adalah cahaya matahari. Nightingale yakin sinar
matahari dapat member manfaat yang besar bagi kesehatan klien. Karenanya, perawat juga
perlu membawa klien berjalan-jalan keluar untuk merasakan sinar matahari selama tidak
terdapat kontraindikasi. Focus perawatan klien menurut Nightingale adalah pada kebersihan.
Ia berpendapat, kondisi kesehatan klien sangat dipengaruhi oleh tingkat kebersihan, baik
kebersihan klien, perawat maupun lingkungan. Nightingale mendefenisikan kesehatan
sebagai kondisi sejahtera dan mampu memanfaatkan setiap daya yang dimiliki hingga batas
maksimal, sedangkan penyakit merupakan proses perbaikan yang dilakukan tubuh untuk
membebaskan diri dari gangguan yang dialami sehingga individu dapat kembali sehat. Untuk
mencapai kondisi kesehatan, perawat harus menggunakan nalarnya, disertai ketekunan dan
observasi.

Ia menyebut hal ini sebagai health nursing dan membedakannya dengan proper
nursing yang berarti merawat klien yang sakit hingga ia dapat bertahan atau setidaknya
menjadi lebih baik hingga saat kematiannya. Teori Nigtingale, merupakan langkah awal
dalam formalisasi dan pengembangan ilmu keperawatan selanjutnya. Ia telah meletakkan
suatu pijakan bagi pengembangan teori keperawatan sesudahnya. Didasari atau tidak,
Nightingale telah memberi pedoman umum bagi perawat dalam merawat klien. Ide-ide
Nightingale telah mendorong pemikiran produktif bagi perawat dan profesi keperawatan.

Kerangka Konsep

Tujuanya Nightingale adalah Untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh


dengan memanipulasi lingkungan klien. Kerangka kerja dari teori ini adalah lingkungan klien
di manipulasi untuk mendapatkan ketenangan, kebersihan, cahaya, nyaman dan sosialisasi
dan harapan yang sesuai.
DAFTAR PUSTAKA

Potter dan Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses & Praktik.
Jakarta: EGC.

http://perawattegal.wordpress.com/2009/12/17/sejarah-keperawatan-islam-rufaidah-binti-
saad/

http://nursing-theory.org/nursing-theorists/rosemarie-rizzo-parso.php

http://aswadiners.blogspot.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan.html

http://askep-kesehatan.blogspot.com/2008/08/model-model-keperawatan-menurut-para-
ahli.html

NBZ Blogger, diposting tanggal 03/04/2012. Teori dan Model Konseptual Dalam
Keperawatan.
TEORI DAN MODEL
KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN

DI SUSUN OLEH :

Nama : Febri Yudiarto


Kelas : Konversi B
Npm :1626010149.P

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


TRI MANDIRI SAKTI
TAHUN 2016/2016
TEORI DAN MODEL
KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN

DI SUSUN OLEH :

Nama : Zully Rhomadona


Kelas : Konversi B
Npm :1626010148.P

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


TRI MANDIRI SAKTI
TAHUN 2016/2016