Anda di halaman 1dari 2

JURNAL REFLEKTIF

PUTRI AMINATUS S.

Dusun Nitis merupakan salah satu dusun yang berada dipedalaman Desa

Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Kondisi fisik dusun ini tampak

kurang baik karena berada dipelosok dan minim akan penerangan. Masyrakat dusun

Nitis masih sangat awam dan mempercayai hal mistis. Budaya masyarakat yang

masih memanfaatkan alam mewarnai dusun ini seperti halnya memanfaatkan sungai

sebagai tempat mandi, mencuci paakaian dan sumber mata air mereka. Budaya

bertani hingga memiliki komunitas pertanian di dusun Nitis juga merupakan budaya

yang terus dilestarikan di dusun ini. Penduduknya didominasi oleh janda dan pemuda.

Sangat jarang dijumpai pemudi di dusun ini. Bahkan pemuda di dusun Nitis sendiri

banyak yang merantau sehingga dusun ini tergolong dusun dengan skala penduduk

kecil.

Sebagai dusun terpecil bukan berarti dusun ini tidak memiliki aset maupun

potensi yang dapat meningkatkan perekonomian dan menyokong kehidupan sehari-

hari masyarakat dusun Nitis. Banyak aset yang dapat dikembangkan di dusun Nitis,

diantaranya aset alam seperti sawah dan ladang singkong, sungai, gua dan alas jati.

Sebagai dusun kecil dan pelosok, masyarakat dusun Nitis cukup tertinggal dalam

kegiatan perekonomian, yakni dalam hal inovasi, produksi dan distribusi.

Aset yang sangat mendukung di dusun Nitis adalah singkong. Hampir seluruh

warganya menanami lahan mereka dengan singkong. Saya bersama anggota Kuliah Kerja

Nyata (KKN) Kelompok 89 STAIN Kediri berinisiatif untuk mengolah singkong ini

menjadi barang layak konsumsi dengan harga yang lebih menjajikan sebelumnya.
Dengan bekal percaya diri dan usaha untuk mengumpulkan warga setempat guna

mensosialisasikan pengolahan singkong mejadi donat, krispi dan stik. Saya berharap

denga sosialisasi ini warga dapat meneruskan kegiatan ekonomi yang telah disarankan.