Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kejang demam ialah kebangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu
rektal di atas 38C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Pendapat para ahli, kejang
demam terbanyak terjadi pada waktu anak berusia antara 3 bulan sampai dengan 5 tahun.
(Fadillah M, 2013)
Berkisar 2%-5% anak di bawah 5 tahun pernah mengalami bangkitan kejang demam.
Lebih dari 90% kasus kejang demam terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun.
Terbanyak bangkitan kejang demam terjadi pada anak berusia antara usia 6 bulan sampai
dengan 22 bulan, insiden bangkitan kejang demam tertinggi terjadi pada usia 18 bulan.
(Fadillah, 2013).
Insiden kejang demam di Amerika berkisar antara 2-5% pada anak umur kurang dari
5 tahun. Di Asia angka kejadian kejang demam dilaporkan lebih tinggi dan sekitar 80-90%
dari seluruh kejang demam adalah kejang demam sederhana. Di Jepang angka kejadian
kejang demam adalah 9-10%. ( Sihaloho U.K , 2012).
Kejang demam merupakan kedaruratan medis yang memerlukan pertolongan segera.
Diagnosa secara dini serta pengelolaan yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari
cacat yang lebih parah, yang diakibatkan bangkitan kejang yang sering. Faktor-faktor yang
berperan dalam risiko kejang demam yaitu, faktor demam, usia, dan riwayat keluarga, dan
riwayat prenatal (usia saat ibu hamil), riwayat perinatal (asfiksia, usia kehamilan, dan bayi
berat lahir rendah). Sebagian besar kasus kejang demam sembuh sempurna, sebagian
berkembang menjadi epilepsi (2%- 7%) dengan angka kematian 0,64%-0,75%. Kejang
demam dapat mengakibatkan gangguan tingkah laku serta penurunan intelegensi dan
pencapaian tingkat akademik. (Mulyadi dkk, 2013).
Beberapa hasil penelitian tentang penurunan tingkat intelegensi paska bangkitan
kejang demam tidak sama, 4% pasien kejang demam secara bermakna mengalami
gangguan tingkah laku dan penurunan tingkat intelegensi. (Fuadi dkk, 2010). Prognosis
kejang demam baik, namun bangkitan kejang demam cukup mengkhawatirkan bagi orang
tuanya. Mengingat akan dampak resiko kejang deamam maka penting di bahas tentang
KDK untuk mencegah terjadinya tahap penyakit yang lebih lanjut.