Anda di halaman 1dari 26

A.

Mesin-Mesin yang Terdapat di Bengkel


1. Mesin bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong
benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja
yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan
pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan
translasi dari pahat disebut gerak umpan.
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan
translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang
berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang
menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan
pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi
besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda
gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk
konversi dariulir metrik ke ulir inci.
1.1 Mesin Bubut Kayu
Salah satu kelengkapan mesin pada industri mebel yaitu mesin bubut kayu.
Mesin yang digunakan untuk membuat pola bentuk bulat seperti model cekungan
maupun cembungan melingkar atau ulir ini sangat praktis untuk industri kayu.
mebel, gorden, sangkar burung, dsb.
.Spesifikasi:
- Jarak maximum antar cekam 1000 Mm.
- Daya: 1/ 2Hp ( Motor listrik)
- Kapasitas: Membubut diameter maksimal 350 mm.
- 4-percepatan kecepatan.
Cara penggunaan
1. Siapkan bahan kayu yang akan dibubut
2. Siapkan pisau bubut kayu, amplas
3. Pasang kabel stop kontak
4. Pakailah kacamata, masker dan sarung tangan untuk melindungi diri dari
serbuk kayu
5. Pasang kayu pada cekam mesin bubut dan jepit dengan senter mesin bubut
lalu kencangkan
6. Tekan tombol On pada saklar
7. Arahkan pisau pada kayu dan mulai membubut (pakailah amplas untuk
memperhalus permukaan kayu)
8. Setelah selesai tekan saklar pada posisi off dan bersihkan mesin bubut dari
serbuk kayu (A.Walujodjati, 2005)

1.2 Mesin Bubut Logam

Gambar 1. Mesin Bubut Logam


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Cara kerja mesin bubut sangat sederhana sekali dimana benda kerja yang
akan dibentuk di cekam oleh mesin dan diputar kemudian pisau bubut yang bisanya
dibuat dari bahan yang keras sekali digunakan untuk mengurangi diameter dari
benda kerja yang berputar tersebut.
Cara pengoprasian mesin bubut:
1. Pakai perlengkapan keselamatan kerja (sarung tangan dan kaca mata)
2. Pastikan kondisi mesin dalam keadaaan baik
3. Siapkan perlengkapan utama (pahat bubut, kunci L, dan kunci chuck)
4. Pasang benda kerja dan pastikan benar-benar kencang
5. Pasang pahat bubut
6. Isi air cooler secukupnya pada bak pendingin
7. Atur kecepatan putaran mesin sesuai kebutuhan.
8. Pasang kabel stop kontak.
9. Putar saklar pada posisi I.
10. Tekan handel kopling untuk menjalankan mesin.
11. Dekatkan pahat bubut pada benda kerja.
12. Alirkan cooler dan arahkan ke mata pahat.
13. Sesuaikan kedalaman penyayatan dengan ketajaman pahat dan jenis bahan
benda kerja.
14. Bila selesai, tarik handel untuk mematikan putaran mesin.
15. Matikan alat dengan memutar saklar pada kondisi O.
16. Cabut kabel dari stop kontak.
17. Bersihkan logam dari gram hasil sayatan. (Novi, TT, 2012)

2. Alat Pemotong Plat


2.2 Alat Pemotong Plat Besar

Gambar 2. Alat Pemotong Plat Besar


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Alat ini sama dengan alat pemotong plat tetapi ukurannya lebih besar, yang
digunakan untuk memotong plat yang lebih besar. Fungsi mesin pemotong pelat
besar adalah untuk memotong pelat dengan garis pemotongan berupa garis lurus.

Cara pengoprasian alat pemotong plat besar:


1. Siapkan plat yang akan dipotong
2. Tarik tuas pemotong sampai pisau pemotong terbuka
3. Masukkan plat yang akan dipotong
4. Pastikan posisi garis pola pada plat sejajar dengan pisau pemotong
5. Lepas tuas pemotong
6. Tekan/injak tuas pemotong sampai plat terpotong

2.2 Alat Pemotong Plat Kecil

Gambar 3. Alat Pemotong plat


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Berbagai macam mesin yang digunakan pada pekerjaan plat antara lain
adalah mesin pemotong plat, mesin pembengkok plat, mesin pelipat, mesin rol dan
mesin pelengkung. Pekerjaan plat ini secara umum membentuk plat-plat yangmasih
berupa lembaran sehingga menjadi barang yang berupa hasil produk.
Cara menggunakan mesin pemotong ini, benda kerja yang berupa lembaran plat
eyser diletakkan pada alas mesin. Benda kerja yang akan dipotong tersebut
sebelumnya sudah dirancang di mana garis pemotongan akan dilakukan. Setelah
dipasang dan ditempatkan pada posisi yang tepat di bawah pisau pemotong mesin
tekan injakan kaki dengan tekanan yang kuat.Usahakan pada saat menekan injakan
kaki benda kerja jangan sampai bergerak. (Prabowo, 2014)

3. Mesin Bor/Milling
Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja
pemotongannya dengan menyayat atau memakan benda kerja menggunakan alat
potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pisau frais dipasang pada
sumbu atau arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor. Pisau
tersebut akan terus berputar apabila arbor mesin diputar oleh motor listrik, agar
sesuai dengan kebutuhan, gerakan dan banyaknya putaran arbor dapat diatur oleh
operator mesin frais. Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata
yang cukup halus, tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna
untuk pendingin mata milling agar tidak cepat aus.

Gambar 4. Mesin Frais (Milling)


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Cara Penggunaan Bor


1. Pasang kabel stop kontak
2. Pakailah alat keselamatan kerja seperti sarung tangan dan kacamata
3. Siapkan bahan yang akan dibor dan mata bor sesuai ukuran
4. Pasang mata bor pada dudukan dan kencangkan dengan pengunci mata bor
5. Pasang bahan pada ragum dan jepit dengan kuat (pasang kayu pada ragum
sebelum memasang bahan untuk mencegah mata bor beradu dengan ragum)
6. Arahkan mata bor pada bahan yang telah ditandai (mata bor jangan
menyentuh bahan)
7. Hidupkan mesin dengan menekan saklar pada posisi ON
8. Putar tuas turun untuk mulai mengebor
9. Setelah selesai lepas bahan dari mata bor
10. Bersihkan mesin bor dari gram sisa pengeboran Frais/Milling
11. Pasang kabel stop kontak
12. Pakailah alat keselamatan kerja seperti sarung tangan dan kacamata
13. Siapkan bahan yang akan difrais dan mata frais sesuai ukuran
14. Pasang mata frais pada dudukan dan kencangkan dengan pengunci mata bor
15. Pasang bahan pada ragum dan jepit dengan kuat (bahan harus pada posisi rata)
16. Arahkan mata frais pada bahan (mata frais jangan menyentuh bahan)
17. Hidupkan mesin dengan menekan saklar pada posisi on
18. Putar tuas turun dan atur ukuran ketebalan bahan yang akan difrais
19. Putar tuas pendorong dudukan ragum ke arah kanan dan sebaliknya dengan
pelan-pelan dan seterusnya
20. Nyalakan pompa air /coolant dan semprotkan pada bahan pada saat
menjalankan mesin
21. Setelah selesai matikan mesin dan lepas bahan serta mata frais
22. Bersihkan mesin frais dari gram logam (Prabowo, 2014)

4. Alat Lipat Plat

Gambar5. Alat Pelipat Plat


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Mesin Pelipat Universal adalah mesin yang digunakan untuk pelipatan
benda kerja seperti besi, seng, dll. Mesin Pelipat Universal dilengkapi dengan badan
dan kaki mesin, balok lem, handel balok lem, dan bandul beban penekan.
Urutan cara menggunakan Mesin Pelipat Universal adalah sebagai berikut :
1. Tentukan batas lipatannya terlebih dahulu.
2. Buka Balok lem penjepit.
3. Ttekan hingga benar benar menjepit benda kerja.
4. Angkat balok penekan/ pembengkok sampai mencapai sudut yang
dikehendaki.(Prabowo, 2014)

5. Mesin Bending Roll (Roll Plat, Gulung Plat)

Gambar 5. Mesin Rol Plat


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Mesin Roll Plat atau Gulung Plat adalah mesin yang penting dalam
pembuatan pipa atau tangki karena mesin ini mampu menggulung plat sehingga
membentuk profil kurva lingkaran.
Dari desainnya mesin roll plat secara umum dibagi menjadi 3 jenis :
1. Mesin roll plat asimetris, mesin ini merupakan tipe yang paling sederhana,
menggunakan 3 roll yang disusun secara asimetris yang mana 2 roll
digunakan untuk menjepit dan satu roll untuk mengarahkan. Tenaga yang
digunakakan bisa dari tenaga manusia, motor listrik maupun hidrolik. Mesin
ini digunakan untuk mengerol plat plat tipis.
2. Mesin roll plat 3 roll, mesin ini rollnya disusun seperti segitiga, dua roll
dipasang sejajar dibawah dan 1 roll dipasang diatas diantara 2 roll bawah
tersebut. Mesin ini menggunakan tenaga motor listrik dan hidrolik. Mesin
ini dipakai untuk mengeroll plat2 tebal dan dibeberapa merk ternama mesin
ini bisa untuk membentuk conebending (kerucut), fungsi cone bending ini
tidak selalu ada di mesin 3 roll, dan untuk diketahui membentuk cone
bending membutuhkan kapasitas 2 kali lebih besar dari pada membentuk
pipa atau tangki biasa.
3. Mesin roll plat 4 roll, mesin ini merupakan penyempurnaan dari mesin 3
roll, dimana 2 rollnya dipasang lurus atas bawah dan 2 roll lagi dipasang
disamping kanan kirinya, mesin ini lebih memudahkan didalam
pengoperasian, seperti memudahkan dalam penempatan plat karena bisa
dipasang sejajar dengan meja atau side support. Fungsi cone bending juga
lebih sempurna dikerjakan oleh mesin ini. Dalam melakukan pengerolan
dikenal dengan istilah prebending, yaitu dimana ujung dari plat yang
digulung menjadi sangat keras sehingga tetap lurus (tidak terbending
dengan baik) hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti desain dari mesin
roll itu sendiri (terutama 3 roll) dan keahlian dari operator. Dalam mesin 4
roll hal itu bisa diminimalkan sehingga hasil dari pengerolan tidak
menyisakan plat yang masih lurus(yang biasanya musti dipotong untuk
membuangnya), jadi hasilnya terbending sempurna dari ujung ke ujung
tinggal mengelasnya saja, tentu saja tenaga yang digunakan untuk
melakukan fungsi prebending(mengerol ujung) ini lebih besar daripada
mengerol bagian tengah.(Prabowo, 2014)
6. Mesin Skrap

Gambar 6. Mesin Skrap


(Sumber : http://www.teknikmesin.org)

Mesin sekrap (shaping machine) disebut pula mesin ketam atau serut. Mesin
ini digunakan untuk mengerjakan bidang-bidang yang rata, cembung, cekung,
beralur, dan lain-lain pada posisi mendatar, tegak, ataupun miring. Mesin sekrap
adalah suatu mesin perkakas dengan gerakan utama lurus bolak-balik secara
vertikal maupun horizontal. Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda
yang disayat atau dipotong dalam keadaan diam (dijepit pada ragum) kemudian
pahat bergerak lurus bolak-balik atau maju mundur melakukan penyayatan. Hasil
gerakan maju mundur lengan mesin/pahat diperoleh dari motor yang dihubungkan
dengan roda bertingkat melalui sabuk (belt). Dari roda bertingkat, putaran
diteruskan ke roda gigi antara dan dihubungkan ke roda gigi penggerak engkol yang
besar. Roda gigi tersebut beralur dan dipasang engkol melalui tap. Jika roda gigi
berputar maka tap engkol berputar eksentrik menghasilkan gerakan maju mundur
lengan. Kedudukan tap dapat digeser sehingga panjang eksentrik berubah dan
berarti pula panjang langkah berubah. benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip
kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda.kerja
sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan.( Prabowo,
2014)
7. Gerinda
Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk
mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin
gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda.kerja sehingga
terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan.
7.1 Gerinda Tangan
Mesin Gerinda tangan Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi
untuk menggerinda benda kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk
benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda
dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat
juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan,
merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut,
menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.

. Gambar 7. Gerinda Tangan


(Sumber : http://www.teknikmesin.org)

Untuk mengetahui komposisi kandungan batu gerinda yang sesuai untuk


benda kerjanya dapat dilihat pada artikel spesifikasi batu gerinda. Pada umumnya
mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau memotong logam, tetapi
dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita juga dapat menggunakan
mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik, genteng, bata,
batu alam, kaca, dan lain-lain.
Tetapi sebelum menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang
bukan logam, perlu juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar, karena
penggunaan mesin gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam umumnya
memiliki resiko yang lebih besar. Untuk itu kita perlu menggunakan peralatan
keselamatan kerja seperti pelindung mata, pelindung hidung (masker), sarung
tangan, dan juga perlu menggunakan handle tangan yang biasanya disediakan oleh
mesin gerinda. Tidak semua mesin gerinda tangan menyediakan handle tangan,
karena mesin yang tidak menyediakan handle tangan biasanya tidak disarankan
untuk digunakan pada benda kerja non-logam.
Untuk memotong kayu kita dapat menggunakan mata gergaji circular
ukuran 4 seperti yang disediakan oleh merk eye brand dan GMT. Untuk memotong
bahan bangunan seperti bata, genteng, beton, keramik, atau batu alam kita dapat
menggunakan mata potong seperti yang disediakan oleh merk Bosch atau Makita.
Untuk membentuk atau menggerinda bahan bangunan juga dapat menggunakan
mata gerinda beton seperti yang disediakan oleh merk Benz. Untuk menggerinda
kaca kita juga dapat menggunakan batu gerinda yang dikhususkan untuk kaca.
Tetapi selain menggunakan batu atau mata yang tepat kita juga harus dapat
menggunakan mesin gerinda tangan yang tepat pula.
7.2 Mesin Gerinda Duduk

Gambar 8. Gerinda Duduk


(Sumber : http://www.teknikmesin.org)

Fungsi utama gerinda duduk adalah untuk mengasah mata bor, tetapi dapat
juga digunakan untuk mengasah pisau lainnya, seperti mengasah pisau dapur,
golok, kampak, arit, mata bajak, dan perkakas pisau lainnya. Selain untuk
mengasah, gerinda duduk dapat juga untuk membentuk atau membuat perkakas
baru, seperti membuat pisau khusus untuk meraut bambu, membuat sukucadang
mesin jahit, membuat obeng, atau alat bantu lainnya untuk reparasi turbin dan mesin
lainnya.( Prabowo, 2014)

8. Heatreatmen Instrument

Gambar 9. Heatreatment Instrument

a. Fungsi Mesin
Heat Treatment (perlakuan panas) adalah salah satu proses untuk mengubah
struktur logam dengan jalan memanaskan specimen pada elektrik terance
(tungku) pada temperature rekristalisasi selama periode waktu tertentu
kemudian didinginkan pada media pendingin seperti udara, air, air garam,
oli dan solar yang masing-masing mempunyai kerapatan pendinginan yang
berbeda-beda.
b. Spesifikasi Mesin
Model WH-VI-60
Kekuatan pekerja Tiga frase 380 v/50 hz
Tegangan kerja (ac) 342 v ~ 430 v
Max input saat ini 90a
Daya output max 60KVA
Frekuensi osilasi 20-60 KHz
Tingkat beban terus menerus 100%
Tekanan air pendingin 0.1-0.3MPa
Tuan Berat 65kg5%
Berat transformator 50kg5%
Host dimensi (l * w * h) mm 590*450*780
Transformator dimensi (l * w * h) mm 420*355*450
Tertentu direkomendasikan Sederhana memuaskan mur
penempaan
Perlindungan suhu 50 derajat
Heat Treatment merupakan proses pengubahan sifat logam, terutama baja,
melalui pengubahan struktur mikro dengan cara pemanasan dan pengaturan laju
pendinginan. Heat treatment merupakan mekanisme penguatan logam dimana
logam yang akan kita ubah sifatnya sudah berada dalam kondisi solid. Dalam heat
treatment kita memanaskan specimen sampai dengan temperature austenisasinya.
Cara pengoprasian alat heatreatmen instrument:
1. Masukkan kabel pada stop kontak
2. Tekan tombol ON untuk menyalakan heatreatmen instrument
3. Atur suhu sesuai yang kita inginkan
4. Setelah suhu tercapai, masukkan benda/bahan
5. Setelah selesai, keluarkan benda/bahan
6. Tekan tombol OFF untuk mematikan heatreatmen instrument
7. Cabut kabel dari stop kontak (Prabowo, 2014)

9. Mesin Bubut CNC


Gambar 10. CNC

a. Fungsi mesin CNC


CNC adalah mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan otomatis
dalam dunia industri. Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja mesin-
mesin lain yang dipergunakan. NC/CNC (Numerical Control/Computer
Numerical Control) merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan
bahwa suatu peralatan manufaktur; misalnya bubut, milling, dll; dikontrol
secara numerik berbasis komputer yang mampu membaca instruksi kode N,
G, F, T, dan lain-lain, dimana kode-kode tersebut akan menginstruksikan ke
mesin CNC agar bekerja sesuai dengan program benda kerja yang akan
dibuat.mengoperasikannya. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk
dapat dijamin hingga 1/1000 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan
hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat.
Fungsi CNC dalam hal ini lebih banyak menggantikan pekerjaan
operator dalam mesin perkakas konvensional. Misalnya pekerjaan setting tool
atau mengatur gerakan pahat sampai pada posisi siap memotong, gerakan
pemotongan dan gerakan kembali keposisi awal, dan lain-lain. Demikian pula
dengan pengaturan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kecepatan makan
dan kedalaman pemotongan) serta fungsi pengaturan yang lain seperti
penggantian pahat, pengubahan transmisi daya (jumlah putaran poros utama),
dan arah putaran poros utama, pengekleman, pengaturan cairan pendingin dan
sebagainya.
Mesin bubut CNC merupakan sistem otomatisasi mesin bubut yang
dioperasikan oleh perintah yang diprogram melalui software secara abstrak
dan disimpan di media penyimpanan atau storage (Prabowo, 2013). Beda dari
mesin bubut biasa, mesin bubut CNC memilki perangkat tambahan motor
yang akan menggerakan pengontrol mengikuti titik-titik yang dimasukkan ke
dalam sistem oleh perekam kertas. Perpaduan antara servo motor dan mekanis
yang digantikan dengan sistem analog dan kemudian sistem digital
menciptakan mesin bubut modern berbasis CNC.
Adapun untuk prinsip kerja mesin bubut CNC:
1. Program CNC dibuat oleh programmer sesuai dengan produk yang
akan dibuat dengan cara manual atau pengetikan langsung pada mesin
CNC maupun dengan menggunakan komputer yang telah diinstall
software pemrograman CNC.
2. Program CNC yang telah dibuat dikenal dengan nama G-Code, akan
dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin bubut CNC sehingga
menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan
alat pahat melalui proses permesinan sampai menghasilkan benda kerja
sesuai program. Pemrograman mesin CNC adalah suatu urutan perintah
yang disusun secara rinci tiap blok per blok untuk memberikan
masukan mesin perkakas CNC tentang apa yang harus dikerjakan.
Metode pemrograman dalam mesin CNC ada dua, yaitu metode
incremental dan metode absolut. Metode incremental adalah suatu
metode pemrograman dimana titik referensinya selalu berubah, yaitu
titik terakhir yang dituju menjadi titik referensi baru untuk ukuran
berikutnya. Sebelum mempelajari sistem penyusunan program terlebih
dahulu harus memahami betul sistem persumbuan mesin bubut CNC-
TU2A. Sedangkan untuk metode absolut adalah suatu metode
pemrograman di mana titik referensinya selalu tetap yaitu satu
titik/tempat dijadikan referensi untuk semua ukuran. Bahasa
pemrograman adalah format perintah dalam satu blok dengan
menggunakan kode huruf, angka, dan simbol. Di dalam mesin perkakas
CNC terdapat perangkat komputer yang disebut dengan Machine
Control Unit (MCU). MCU ini berfungsi menterjemahkan bahasa kode
ke dalam bentuk-bentuk gerakan persumbuan sesuai bentuk benda
kerja. Kode-kode bahasa dalam mesin perkakas CNC dikenal dengan
kode G dan M, di mana kode-kode tersebut sudah distandarkan oleh
ISO atau badan Internasional lainnya. Dalam aplikasi kode huruf,
angka, dan simbol pada mesin perkakas CNC bermacam-macam
tergantung sistem kontrol dan tipe mesin yang dipakai, tetapi secara
prinsip sama. Sehingga untuk pengoperasian mesin perkakas CNC
dengan tipe yang berbeda tidak akan ada perbedaan yang berarti. Misal:
mesin perkakas CNC dengan sistem kontrol EMCO, kode-kodenya
dimasukkan ke dalam standar DIN. Dengan bahasa kode ini dapat
berfungsi sebagai media komunikasi antarmesin dan operator, yakni
untuk memberikan operasi data kepada mesin untuk dipahami. Untuk
memasukkan data program ke dalam memori mesin dapat dilakukan
dengan keyboard atau perangkat lain (disket, kaset, dan melalui kabel
RS-232).(Dzulqornain, Fitroh, 2015)

B. Alat-alat yang terdapat di Bengkel


1. Ragum
Ragum adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu gerinda dalam
penggerindaan, terdapat magnet di dalam ragum yang mengikatkan Ragum dengan
Gerinda tersebut. Alat ini sangat berguna bagi pengguna gerinda karena jika tidak
ada ragum penggunaan gerinda tidak akan sempurna.(Sutiani, Nurlia, 2012)
2. Kikir
Kikir adalah alat yang digunakan untuk mempertajam suatu benda seperti
Gergaji atau untuk memperhalus suatu benda kerja. Kikir terdapat beberapa bentuk
antara lain: kikir persegi, kikir persegi panjang, kikir segitiga, kikir bulat, kikir
setengah bulat, dan kikir lonjong. Mengkikir adalah suatu pekerjaan dalam proses
pengikiran/pemotongan permukaan benda kerja oleh gigi gigi kikir. Kikir terbuat
dari baja tempa yang mengandung karbon tinggi dan meliputi bagian bagian
panjang pemotong bentuk dan gigi pemotong.
Spesifikasi Kikir
Ditinjau dari bentuk permukaan kikir terdiri dari:
1) Kikir Kasar: adalah kikir yang mempunyai permukaan kasar dan
kegunaannya untuk mengikir benda kerja yang permukaannya masih kasar
dan sama sekali belum dikikir.
2) Kikir Sedang: mempunyai permukaan sedang tidak terlalu kasar dan tidak
terlalu halus. Kegunaanya untuk mengkikir benda kerja yang telah dikikir
terlebih dahulu dengan kikir kasar
3) Kikir Halus: mempunyai permukaan halus dan kegunaannya untuk mengkikir
benda kerja yang telah dihaluskan terlebih dahulu dengan kikir kasar dan kikir
sedang.(Sutiani, Nurlia, 2012)
3. Mistar siku-siku
Adalah alat untuk mengukur benda kerja, misalnya untuk mengukur benda
kerja yang mempunyai sudut. Mistar ini dibuar dari baja yang keras dan tahan
karat.Bisa juga untuk mengukur kerataan plat benda kerja. Ukurannya bermacam-
macam kecil, sedang, besar. Sesuai kebutuhan untuk mengukur.(Sutiani, Nurlia,
2012)
4. Tang Rivet
Terdapat dua tipe yaitu biasa dan fleksibel, kedua fungsinya sama yaitu untuk
memasang paku keeling. Untuk yang fleksibel dapat digunakan untuk bidang lurus
maupun sudut (Rahmat, 2014).
5. Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu benda yang
memiliki tingkat ketelitian satu per-seratus milimeter, dengan memakai alat ukur
ini bisa tahu ukuran suatu benda secara pasti. Jangka sorong ini mempunyai dua
buah bagian pengukur, bagian pertama adalah bagian cembung yang berfungsi
untuk mengukur panjang suatu benda, dan bagian yang kedua adalah bagian cekung
mengarah ke dalam yang memiliki fungsi untuk mengukur diameter bagian dalam
suatu benda. Bagian ini umumnya disebut sebagai bagian rahang dari jangka sorong
(Damaryanti, 2015).
Bagian rahang jangka sorong memiliki suatu skala yang bernama skala utama.
Besar panjang dari bagian skala utama adalah 1 milimeter. Bagian rahang sorong
juga memiliki bagian sebanyak 10 bagian skala yang bernama skala nonius atau
skala Vernier. Vernier sendiri diambil dari nama penemunya yang bernama Piere
Vernier yang merupakan seorang ahli teknik yang berasal dari Perancis. 10 skala
nonius memiliki panjang 9 milimeter. Maka, 1 bagian dari skala nonius ini sama
dengan 0,9 milimeter.
Adapun fungsi-fungsi dari jangka sorong adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alat pengukur diameter bagian luar dari sebuah benda.
2. Sebagai alat pengukur diameter bagian dalam dari sebuah benda.
3. Sebagai alat pengukur kedalaman sebuah benda.
4. Sebagai alat pengukur ketebalan sebuah benda.
Cara untuk Menggunakan Jangka Sorong sebagai Alat Ukur Sebuah
Benda
1. Kendorkan baut pengunci dan geser rahang gesernya, pastikan terlebih dahulu
bahwa rahang geser berfungsi dengan benar dan periksa terlebih daulu ketika
rahang geser tertutup hitungannya berada pada posisi nol.
2. Untuk menghindari kesalahan pengukuran, ada baiknya membersihkan
terlebih dahulu permukaan benda yang akan diukur, pastikan tidak ada benda
lain yang melekat.
3. Tutup kedua rahang sampai menjepit benda yang akan diukur, kemudian
tinggal melihat skalanya.
Cara untuk Mengukur Diameter sebuah Benda Menggunakan Jangka
Sorong
Melakukan pengukuran pada diameter sebuah benda sama dengan cara yang
telah dibahas tadi, hanya bedanya adalah kalau cara yang tadi rahang yang
digunakan adalah rahang bagian bawah, dan untuk melakukan pengukuran diameter
sebuah benda, rahang yang digunakan adalah rahang bagian atas. Cara
penggunaannya adalah dengan merapatkan rahang bagian atas kemudian taruh
benda yang akan diukur. Geser rahang geser sampai kedua bagian rahang menekan
dan menempel di bagian dalam benda, dan pastikan bahwa bagian dalam dinding
jangan miring atau lurus dengan skala.
Cara untuk Mengukur Kedalaman dengan Menggunakan Jangka
Sorong
Caranya hanya cukup untuk menaruh benda yang kedalamannya akan diukur.
Geser rahang geser sampai menyentuh bagian permukaan bagian dalam atau dasar
lubang. Benda yang ingin diukur juga harus dalam keadaan tidak geser atau dalam
keadaan statis. (Damaryanti, 2015)

6. Tap dan Snei


1) Tap
Tap adalah peralatan yang digunakan untuk pembuatan ulir pada suatu
benda kerja. Sebelum benda tersebut di ulir, terlebih dahulu benda tersebut
dilubangi dengan menggunakan mesin bor. Ukuran diameter lubang tergantung
pada besar diameter ulir yang akan dibuat. Bentuk tap dibuat secara khusus di
mana ulir-ulir mata potong dibuat secara presisi. Bahan untuk pembuatan tap
adalah baja perkakas baja potong cepat. Setelah tap dibentuk kemudian dikeraskan
dan ditempering.
2) Snei
Snei adalah alat untuk membuat ulir. Bentuk snei menyerupai mur tetapi
ulirnya merupakan mata potong. Gigi-gigi ulir setelah dibentuk kemudian
dikeraskan dan temper agar dia mampu melakukan pemotongan terhadap benda
kerja. Pada proses pembuatan ulir, snei dipegang oleh tangkai snei. Snei yang
biasanya digunakan untuk pembuatan ulir adalah snei pejal dan snei bercelah
(Saifudin, 2012)
C. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya
kecelakaan,kerusakan dan segala bentuk kerugian baik terhadap manusia, maupun
yang berhubungan dengan peralatan, obyek kerja, bengkel tempat
bekerja, dan lingkungan kerja, secara langsung dan tidak langsung. Sejalan dengan
kemajuan teknologi, maka permasalahan keselamatan kerja menjadisalah satu
aspek yang sangat penting, mengingat resiko bahaya dalam penerapan teknologi
jugasemakin kompleks. Keselamatan kerja merupakan tanggungjawab semua
orang baik yangterlibat langsung dalam pekerjaan dan juga masyarakat produsen
dan konsumen pemakaiteknologi pada umumnya.

Setiap menggunkan atau mengoperasikan mesin harus sesuai dengan aturan


yang ada seperti,

1. Baca dulu instruksi manual sebelum mengoperasikan mesin


2. Upayakan tempat kerja tetap bersih dengan penerangan yang memadai
3. Semua peralatan harus di grounded
4. Gunakan selalu kaca mata pelindung setiap saat bekerja dengan mesin
5. Hindari pengoperasian mesin pada lingkungan yang berbahaya, seperti
lingkunganyang banyak mengandung bahan mudah terbakar
6. Yakinkan bahwa switch dalam keadaan OFF sebelum menghubungkan mesin
dengan sumber listrik
7. Pertahankan kebersihan tempat kerja, bebas dari kekacauan (clutter), minyak
dan sebagainya
8. Tetapkan batas aman untuk pengunjung
9. Ketika membersihkan mesin, upayakan mesin dalam keadaan mati, akan lebih
baik jika hubungan dengan sumber listrik diputus.
10. Gunakan selalu alat dan perlengkapan yang ditentukan
11. Gunakan selalu alat yang benar.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah dua hal yang sangat penting. Oleh
karenanya, semua perusahaan berkewajiban menyediakan semua keperluan
peralatan/ perlengkapan perlindungan diri atau personal protective
Equipment (PPE) untuk semua karyawan yang bekerja sesuai dengan resiko
pekerjaannya. Selain tata cara menggunakan alat yang benar berikut ini adalah
beberapa contoh Alat Pelindung Diri Standart yang biasanya dipakai oleh para
pekerja :

1. Pakaian

Gambar 11. Pakaian Bengkel (wearpack)

Pilihlah baju kerja yang tidak ada bagian-bagiannya yang terjurai/melambai-


lambai supaya tidak terlilit putaran sumbu utama. Pakaian pelindung adalah
coberall yang melindungi tubuh dari bahan-bahan berbahaya seperti minyak
panas, air, percikan pengelasan dll hal ini dikenal Dangri or Boiler Suit.
Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan manusia terhadap
pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau yang bisa melukai badan. Megingat
karakter lokasi bengkel yang pada umumnya mencerminkan kondisi yang keras
maka selayakya pakaian kerja yang digunakan juga tidak sama dengan pakaian
yang dikenakan oleh karyawan yang bekerja di kantor.

2. Sepatu Kerja

Gambar 12. Sepatu Bengkel


Pilihlah sepatu yang bahan alasnya tidak mudah licin, bisa dipilih dari bahan
kulit atau karet. Juga, dipilih model yang tidak berlubang-lubang besar pada
penutup bagian atas untuk menghindari masuknya tatal/beram panas mengenai
kaki. Manfaat Sepatu Safety disini untuk memastikan bahwa tidak ada luka yang
terjadi di kaki para pekerja . Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu
dengan sol yang tebal supaya bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh
benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. Bagian muka
sepatu harus cukup keras supaya kaki tidak terluka kalau tertimpa benda dari atas.

3. Kacamata Kerja

Gambar 13. Safety Glasses

Kacamata ini melindungi mata dari sinar dan percikan api.Kacamata


pengaman digunakan untuk melidungi mata dari debu kayu, batu, atau serpih
besi yang beterbangan di tiup angin. Mengingat partikel-partikel debu
berukuran sangat kecil yang terkadang tidak terlihat oleh mata. Oleh
karenanya mata perlu diberikan perlindungan. Biasanya pekerjaan yang
membutuhkan kacamata adalah mengelas.

4. Helm

Gambar 14. Helm teknisi


Helm atau topi yang kuatdipakai dalam situasi kerja,dimana terdapat
kemungkinan benda jatuh, misalnya di lokasi pembangunan atau di pelataran
kawasan industri. Helm (helmet) sangat penting digunakan sebagai pelindug
kepala, dan sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja konstruksi untuk
mengunakannya dengar benar sesuai peraturan. Helm ini diguakan untuk
melindungi kepala dari bahaya yang berasal dari atas, misalnya saja ada barang,
baik peralatan atau material konstruksi yang jatuh dari atas. Memang, sering kita
lihat kedisiplinan para pekerja untuk menggunakannya masih rendah yang
tentunya dapat membahayakan diri sendiri.

5. Sarung Tangan

Gambar 15. Sarung tangan Safety

Beberapa sarung tangan yang diberikan adalah sarung tangan tahan panas,
untuk bekerja di permukaan yang panas, sarung tangan kapas, untuk operasi
pekerjaan yang normal, sarung tangan las, sarung tangan kimia, dll. Tujuan utama
penggunaan sarung tangan adalah melindungi tangan dari benda-benda keras dab
tajam selama menjalankan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang memerlukan
sarung tangan adalah mengangkat besi tulangan, kayu. Pekerjaan yang sifatnya
berulang seperti medorong gerobag cor secara terus-meerus dapat mengakibatkan
lecet pada tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobag.

6. Masker
Gambar 16. Masker bengkel

Masker diperlukan untuk menghindari masuknya karbon yang melibatkan


partikel yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terhirup secara langsung.
Pelidung bagi pernapasan sangat diperlukan untuk pekerja konstruksi mengingat
kondisi lokasi proyek itu sediri. Berbagai material konstruksi berukuran besar
sampai sangat kecil yang merupakan sisa dari suatu kegiatan, misalnya serbuk
kayu sisa dari kegiatan memotong, mengampelas, mengerut kayu.
DAFTAR PUSTAKA

Rudyanto, Ridwan. 2012. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Terdapat pada


http://ridwanrudy.blogspot.co.id/2012/10/alat-pelindung-diri.html (Diakses
pada tanggal 25 September 2017 pukul 19.00 WIB)

A.Walujodjati. 2005. Analisa Gaya Dan Kekuatan Rangka Mesin Bubut Kayu Pada
Industri Pembuatan Stick Billyard. Terdapat pada:
www.unwahas.ac.id/publikasiilmiah/index.php/MOMENTUM/.../771.
(Diakses pada tanggal 25 September 2017 pukul 19.53 WIB)

Damaryanti, 2015. Pengertian Jangka Sorong dan Kegunaannya. Terdapat pada:


http://www.kopi-ireng.com/2015/11/pengertian-jangka-sorong-dan-
fungsinya.html (Diakses pada tanggal 24 September 2017 pukul 10.15 WIB)

Dzulqornain, Fitroh. 2015. Prinsip Kerja Mesin CNC. Terdapat pada:


http://www.insinyoer.com/prinsip-kerja-mesin-cnc/ (Diakses pada tanggal 24
September 2017 pukul 10.07 WIB)

Hidyaat, Rahmat. 2014. Jenis-jenis Tang dan Kegunaannya. Terdapat pada:


http://dayad17.blogspot.co.id/2014/03/jenis-jenis-tang-dan-
kegunaannya.html (Diakses pada tangal 25 September 2017 pukul 10.13
WIB)

Novi, TT. 2012. Prinsip Kerja Mesin Bubut Cara Kerjadan Bagian-Bagiannya.
Terdapat pada http://www.nofirwan.com/prinsip-kerja-mesin-bubut-cara-
kerja-dan-bagian-bagiannya.html (Diakses pada tanggal 29 September
2016 pukul 22.10 WIB)

Permatasari, Dini. 2013. Mesin Gergaji. Terdapat pada


http://diniptm.blogspot.com/2013/06/mesin-gergaji.html (Diakses pada
tanggal 26 September 2017 pukul 19.58 WIB)

Sutiani, Nurlia. 2012. Alat Bengkel Teknologi Mekanik. Terdapat pada


http://nurliasutiani.blogspot.com/2012/12/alat-bengkel-teknologi-
mekanik.html (Diakses pada tanggal 23 September 2017 pukul 20.51 WIB)

Syaifudin, Achmad. 2012. Tap dan Snei. Terdapat pada: http://ilmu-


machinery.blogspot.co.id/2012/12/tap-snei.html (Diakses pada tanggal 25
September 2017 pukul 20.09 WIB)
LAMPIRAN

LAYOUT RUANGAN PERBENGKELAN

Mesin Bubut Papan Tulis Rak


A. Alat

B.
Rak Tas

Meja Asdos
C.
D.
E.
Meja Kelompok 2 Meja Kelompok 1 Mesin
F. Gergaji
Heatre Ragum Tool Box Ragum
G.
atmen
H. t
I. Instru
ment Alat
Meja Kelompok 4 Meja Kelompok 3
J. Roll
K. Ragum Tool Box Ragum
L. Mesin
Frise
M.
/Milling Alat lipat Plat
N.
O.
P.
Q.
R.
Mesin CNC

S.
Alat potong Plat
T. Besar
U.
V.
W.
X. Alat Mesin Bubut
Pemotong Kayu
Plat Kecil
PINTU MASUK