Anda di halaman 1dari 4

Kebenaran Sejati Wawasan Dunia Kristen

Dewasa ini, dunia sedang diperhadapkan dengan berbagai wawasan dunia atau yang dikenal
dengan sebutan worldview. Dalam arti yang paling sederhana, suatu wawasan dunia adalah
seperangkat kepercayaan tentang isu-isu yang paling penting dalam hidup ini (Nash, 2004, pg.
21). Pada paper ini penulis akan menyampaikan pemikirannya akan kebenaran wawasan dunia
Kristen terhadap Humanime Kosmis jika dilihat dari sisi sejarah.

Wawasan Dunia Humanisme Kosmis

Berdasarkan studi literatur yang dilakukan penulis, humanisme kosmis dikenal juga dengan
nama New Age Movement. Berbeda dengan wawasan dunia lainnya yang mengaku akan
keberadaan Allah yang absolut (theism) maupun wawasan dunia yang sama sekali tidak
mengakui akan keberadaan Allah (atheis), kaum humanis kosmis menganut kepercayaan
panteisme yang berasal dari kata Yunani yaitu pan yang berarti semua dan theos yang berarti
Tuhan, maka panteisme percaya bahwa semua (everything that exist) adalah Allah. Hal ini
menjadikan setiap individu (manusia) yang merupakan bagian dari alam semesta
(semua/keseluruhan yang exist) adalah Tuhan dan Tuhan adalah setiap segala sesuatu yang ada
(alam semesta, manusia, pohon, dsb.). Pandangan panteism ini membawa kaum humanis kosmis
percaya bahwa diri mereka sesungguhnya adalah Tuhan (Samples, 2007).

Dengan berdasarkan pemikiran bahwa setiap manusia adalah Allah, kaum humanis kosmis
menjadikan diri mereka sebagai tolak ukur akan kebenaran untuk mencapai suatu tingkat
kesadaran bahwa diri setiap manusia adalah Allah. Humanis Kosmis percaya bahwa manusia
berevolusi dari tingkat kesadaran rendah ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi akan pengenalan
diri bahwa mereka adalah Allah. Bagi mereka, ajaran-ajaran kekristenan, Islam, maupun
Konfusius hanyalah satu pelajaran belaka yang mengajarkan manusia untuk dapat memahami
nilai-nilai moral yang akan membawa mereka terhadap kesadaran yang lebih tinggi bahwa
mereka adalah Allah.

Dasar pemikiran keallahan mereka menyebabkan kosmis humanis tidak percaya akan adanya
pewahyuan maupun otoritas akan adanya satu Allah yang berkuasa atas alam semesta dan segala
hal yang terjadi di dalamnya. Kepercayaan kaum humanis kosmis membawa mereka menuju
kepercayaan bahwa yang menggerakan alam semesta dan segala yang terjadi di dalamnya adalah
alam semesta beserta isinya itu sendiri yang sebenarnya merupakan Allah.

Wawasan Dunia Kristen

Sumber utama dari wawasan Dunia Kristen yang dikenal juga dengan Christian Worldview
memiliki kepercayaan yang berdasarkan Alkitab (Noebel, 2006). Alkitab adalah Firman Allah
(Cornish, 2007). Alkitab berisikan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang berjumlah enam
puluh enam kitab dan merupakan satu kesatuan yang menceritakan mengenai identitas siapa
Sang Pencipta dan ciptaan, apa yang dikendaki dan diatur oleh Sang Pencipta akan ciptaannya.

Dengan berdasarkan pada Alkitab, kaum kristiani percaya bahwa kebenaran berasal dari Allah
yang berdaulat yang menjadikan alam semesta. Mereka percaya bahwa Allah adalah sumber
segalanya, Allah-lah juga yang mendalikan sejarah. Menurut Kekristenan, sejarah bersifat linear
dan terbagi menjadi Creation, Fall, Redemption, dan Fulfillment.

Creation terjadi pada saat Allah menciptakan manusia (Kejadian 1). Kodisi manusia pada saat ini
adalah mungkin melakukan apa yang tidak dikehendaki Allah atau yang dikenal juga dengan
sebutan mungkin untuk berbuat dosa. Oleh karena tipu daya iblis (malaikat yang melawan
Allah), manusia jatuh ke dalam dosa (fall). Dalam kondisi fall manusia berada dalam keadaan
tidak mungkin untuk tidak berbuat dosa. Manusia yang telah jatuh dalam dosa selalu memiliki
kecenderungan untuk melawan Allah (Kejadian 3).

Tahap selanjutnya adalah redemption atau penebusan. Tahap ini diawali oleh datangnya Yesus
Kristus yang adalah Allah yang menebus dan menghapuskan segala dosa manusia sehingga kita
dapat dibenarkan dalam iman dan masuk ke dalam kekekalan atau yang dikenal dengan sebutan
surga (Efesus 2:8, II Korintus 5:21, Galatia 2:16). Pada tahap penebusan, manusia berada dalam
kondisi mungkin tidak berbuat dosa. Tahap terakhir adalah tahap fulfillment atau pemenuhan
atas penebusan yang telah diberikan oleh Yesus Kristus. Dalam kondisi yang telah terpenuhi
(kondisi fulfillment) manusia berada pada kondisi tidak mungkin berbuat dosa karena manusia
telah hidup bersama dengan Allah (Roma 8).

Perbedaan Wawasan Dunia Humanis Kosmis dan Kristen

Untuk memperjelas perbedaan yang terdapat pada wawasan dunia humanis kosmis dan Kristen,
penulis akan memberikan contoh mengenai apa yang terjadi dalam sejarah Indonesia pada saat
sebelum kemerdekaan hingga masa orde baru berakhir yang akan dilihat dari sisi keharmonisan
bangsa Indonesia baik dengan sesama warga negara, maupun dengan negara-negara di luar
Indonesia.

Diawali pada akhir abad ke 16, Belanda datang dan mulai menjajah bangsa Indonesia hingga
pertengahan abad ke 20. Selama penjajahan Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sulit.
Pada tahun 1945 Indonesia menyatakan kemerdekaannya, kondisi keharmonisan rakyat
Indonesia pun menjadi naik. Namun Belanda tidak mengakui kemerdekaan Bangsa Indonesia
pada tahun 1945, hingga mereka masih tetap melakukan usaha-usaha untuk kembali menguasai
Indonesia hingga akhirnya pada tahun 1949 dikarenakan oleh tidak tahan akan peperangan
gerilya, perjanjian yang dilakukan, dsb. mereka mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia.
Secara drastis keharmonisan pun terjadi di antara rakyat Indonesia maupun dengan negara-
negara tetangga. Namun, pada tahun 1963 saat Orde Lama berkuasa terjadi konflik dengan
negara tetangga, yakni Malaysia yang dikenal juga istilah Ganyang Malaysia. Keharmonisan
dengan negara tetangga langsung menurun. Pada tahun 1965 terjadi sebuah peristiwa yang tidak
dapat terlupakan antara Partai Komunis Indonesia dengan bangsa Indonesia sendiri, kejadian ini
dikenal dengan G30S-PKI. Memasuki masa pemerintahan orde baru, semua hal tampak
harmonis di luar namun yang terjadi di dalam tidaklah demikian sehingga terjadilah ledakan
amarah masa pada bulan Mei 1998.

Tabel di bawah ini akan menjelaskan perbedaan mengenai apa yang dilihat dari sudut pandang
humanis kosmis dan apa yang dilihat dari sudut pandang kaum Kristen.

Kaum Humanis Kosmis Kaum Kristen


Dengan berdasarkan pengertian bahwa Manusia diciptakan sempurna, lalu jatuh
manusia adalah Allah, kaum humanis pada keberdosaannya. Dalam
kosmis percaya bahwa waktu akan keberdosaan manusia, manusia tidak
membawa mereka kepada sebuah evolusi akan mengerti apakah kebenaran.
akan kesadaran bahwa mereka adalah Adalah suatu hal sangat mungkin, dalam
Allah. keberdosaan manusia, manusia
Seharusnya, seiring dengan berjalannya cenderung untuk melakukan apa yang
waktu manusia menjadi semakin memiliki sesuai dengan pikirannya pribadi, mereka
sifat keallahan. Hidup di antara mereka melakukan apa yang tidak dikendaki
seharusnya semakin harmonis. Bukan Allah, mereka menindas dan
memperebutkan kekuasaan atau memperbudak sesama mereka, tidak ada
menjajah bangsa lain. Memang kasih sama sekali. Sehingga tak heran jika
keharmonisan sempat terlihat naik bangsa belanda yang pada saat itu
setelah kemerdekaan. Namun pada memiliki inovasi lebih maju dari Indonesia
peristiwa G30S-PKI, bangsa Indonesia datang dan menjajah.
mengalami ketidakharmonisan. Hal ini Kekristenan menganggap keharmonisan
bertentangan dengan teori evolusi yang sejati tidak akan pernah terjadi di dalam
dipercayai humanis kosmis. Dalam teori masa keberdosaan. Mereka mengenal
evolusi, segala hal menjadi lebih baik dan istilah already but not yet. Istilah ini
tidak pernah mengalami kemunduran. percaya bahwa penebusan telah
(contoh: manusia yang berasal dari dilakukan tapi belum sepenuhnya. Dalam
monyet, tidak pernah kembali berubah tahap penebusan, ketika manusia sadar
wujud menjadi monyet). untuk apa mereka hidup barulah mereka
Pada saat ekonomi Indonesia mulai bisa mengerti apa yang dimaksud dengan
terlihat semakin stabil pada masa orde harmonis sejati.
baru, keharmonisan memang terjadi. Dalam kehidupan orang kristen, mereka
Namun bukanlah keharmonisan sejati beranggapan bahwa menjadi serupa
yang terjadi. dengan Kristus adalah proses yang
Pada akhir masa orde baru, Bangsa membutuhkan pengenelan yang benar
Indonesia mengalami pukulan yang terhadap Allah. Di dalam dunia manusia
sangat berat. Terjadi kerusuhan, tidak akan sepenuhnya benar karena
pemerkosaan, penjarahan, pembunuhan, mereka masih hidup keterbatasan sebagai
dsb. sekali lagi setelah 53 tahun merdeka, manusia berdosa.
manusia tidak menunjukkan perbubahan
tingkat kesadaran menjadi semakin
serupa seperti Allah.

Kesimpulan

Melalui penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa titik mula perbedaan adalah hasil dari dasar
pemikiran yang berbeda. Wawasan dunia humanis kosmis menganut panteism sedangkan
wawasan dunia kristen percaya akan kebenaran yang berdasarkan Alkitab. Pada contoh yang
tertulis, terbukti bahwa wawasan dunia Kristen jauh bernilai benar dan memiliki kekonsistenan
dalam setiap ide-ide pokok yang dikemukakan.

Akar permasalahan yang terjadi dalam contoh sejarah yang dikemukakan diatas adalah tentang
keberadaan dosa manusia. Jauh sebelum penjajahan di Indonesia dimulai, Alkitab sebagai
sumber kebenaran telah terlebih dahulu menjelaskan pada manusia tentang keberadaan dirinya
yang telah jatuh dalam dosa. Sedangkan pandangan humanis kosmis maupun teori evolusi baru
muncul setelah manusia melihat suatu kemajuan akan suatu hal lalu menggeneralisasi pada
semua hal.