Anda di halaman 1dari 3

Ektasia duktus secara dominan mempengaruhi saluran di daerah retroareolar dan

didefinisikan sebagai dilatasi nonspesifik dari satu atau lebih duktus. Klinis ini dapat
ditemukan pada pasien dan mungkin bermanifestasi dengan adanya gejala nipple discharge.
Ektasia duktus mungkin terlihat pada mamografi, tergantung pada kepadatan keseluruhan
parenkim payudara sebagaimana dilatasinya. Menurut definisi, duktus biasanya lebih besar
dari 2 mm atau diameter bagian ampulary lebih besar dari 3 mm. Penyebab duktus ektasia
jinak tidak dimengerti dengan baik; namun, sering berkaitan dengan peradangan periductal.

Gambar 7
Ektasia duktus (a,b) MLO (a) dan penekanan titik MLO (b) Mammogram menunjukkan radiodensitas struktur
tubular yang berpusat pada putting bagian anterior dan menuju superior payudara kanan (panah pada b). (c)
penciteraan ultrasonografi menunjukkan struktur tubular yang meluas terhadap putting susu, tampakan klinis yang
sesuai pada ektasia duktus yang berdilatasi. Perhatikan area fokal dari dilatasi (panah).

Pada mamografi, ektasia duktus terlihat sebagai struktur tubular serpentine radiodense yang
terkonvergensi pada kompleks puting-areolar (Gambar 7a, 7b). Biasanya, duktus terisi cairan
atau sekret kental dan dapat terdiri dari kuman seluler. Terkadang, dapat mengandung
kalsifikasi (8). Jika terdapat defek pengisian yang terkait,ektasia duktus menjadi terbatas dan
biasanya melibatkan saluran pusat. Evaluasi sonografi menunjukkan struktur bercabang
dengan dinding anechoic yang meruncing secara perifer (Gambar 7c).

Gambar 8
(8) Duktus yang tersumbat pada wanita berusia 38 tahun dengan riwayat 2 minggu
pembengkakan payudara kanan dan nyeri. (a, b) mamogram MLO (a) dan craniocaudal (b)
tidak menunjukkan adanya benjolan fokal pada area payudara kanan. Namun, ada
kecenderungan peningkatan kerapatan (panah) di daerah retroareolar. Jaringan payudara
asimetris secara kebetulan terlihat pada inferior pusat payudara kanan. (c) Pencitraan
melintang USG pada payudara kanan menunjukkan dilatasi duktus multipel (panah), dengan
banyak mengandung puing-puing ekogenik. (d) Gambar USG longitudinal menunjukkan
bahwa duktus dilatasi (panah) terletak berdekatan dengan puting susu dan meluas kira-kira 5
cm ke arah luar. Dilatasi berada di antara posisi jam 9 dan jam 1 tanpa penebalan kulit di
atasnya. (e) Pencitraan Color Doppler menunjukkan jaringan yang mengelilingi duktus
dilatasi bersifat hipervaskular. Temuan ini konsisten dengan saluran yang tersumbat.

Ektasia duktus juga bisa dilihat pada spektrum penyakit ganas. Fitur sonografi yang
mendukung proses ganas meliputi lokasi ektasia; lokasi perifer cenderung pada proses ganas,
sedangkan lokasi sentral lebih mengarah proses jinak. Fitur lain dengan kecenderungan
proses ganas meliputi ketidakteraturan tepi duktus, penebalan fokal dinding duktus, dan
adanya jaringan hypoechoic yang berdekatan. Secara klinis, pasien dengan duktus ektasia
karena keganasan dapat ditemukan dengan perabaan atau nipple discharge serous atau
sanguineous; hal tersebut dapat tanpa gejala/ asimtomatik (9).

Gambar 9
(Gambar 9) Ektasia duktus dengan infiltrat inflamasi pada wanita berusia 38 tahun (a-c). Skrining mammogram
MLO (a) dan kraniokaudal (b) dan mammogram kraniokaudal perbesaran diagnostik (c) menunjukkan dilatasi
duktal fokal dengan massa tubular tersusun rapi (panah pada c) pada kuadran luar atas payudara kanan. (d, e)
Radial (d) dan antiradial (e) pada gambar USG pada daerah tersebut menunjukkan dilatasi duktus fokal, yang
meluas 1-4 cm dari puting susu antara pukul 9 dan pukul 10. Ada nodul jaringan lunak (panah di d) dalam
duktus, yang sesuai dengan massa yang terlihat pada mamografi. (f) Gambar dari Color Doppler tidak
menunjukkan arus yang berhubungan dalam massa. Biopsi jarum inti yang dipandu USG menunjukkan adanya
ektasia duktus dengan infiltrat inflamasi kronis.

Singkatnya, ciri-ciri ektasia duktus yang harus menimbulkan kecurigaan terhadap keganasan
yang mendasarinya termasuk dilatasi duktus perifer (yang jauh dari daerah retroareolar),
ketidakteraturan keseluruhan tepi duktus, penebalan dinding fokal, dan jaringan hipoechoic
yang berdekatan.