Anda di halaman 1dari 3

RANGKUMAN MATERI KELOMPOK X

KIE 1

Rumah Sakit Dr. OEN SURAKARTA


Jl. Brigjen Katamso 55 Telp.(0271) 643139
Surakarta 57128

Dokter : Mawar SpOG Solo, ....................


Alergi : .........................

Jaminan

R/
Metformin 500 LX
S 2dd1
Dipthen no.V (hari III haid)
S dd I

Pro : Ny. Ani


Umur

Ny. Ani mendapat 2 macam obat, yang pertama obat Metformin dan yang kedua obat
Dipthen. Obat-obat ini untuk menambah kesuburan atau istilahnya memperbaiki
infertilitas. Efek samping yang mungkin dapat dirasakan itu mual muntah, dan
penurunan nafsu makan. Obat Metformin ini memang biasanya diberikan pada
penderita Diabetes, tapi sebenarnya obat ini dokter kandungan biasanya meresepkan
untuk gangguan kesuburan atau Infertilitas. Obat Metformin ini sebetulnya bukan
obat induksi secara langsung yang bekerja meningkatkan hormon yang memproduksi
sel telur di kelenjar hipofisis otak. Namun umumnya digunakan ketika terjadi proses
gangguan ovulasi karena kelainan metabolisme insulin ke dalam sel telur
(meningkatnya resistensi insulin), biasanya terjadi pada wanita dengan diagnosa
sindroma ovarium polikistik (PCOS). Metformin menormalkan kadar insulin dan
membuat ovulasi lebih mungkin terjadi. Obat dipthen ini bekerja secara langsung
pada hipofisis di otak (kelenjar pengendali untuk hormon-hormon) dengan
merangsang peningkatan jumlah hormon yang mendukung pertumbuhan dan
pelepasan telur yang matang. Mengenai cara penggunaan, metformin ini diminum 2x
sehari 1 tablet setelah makan dan obat Dipthen ini diminum selama 5 hari dimulai
dari haid pada hari ketiga sampai haid terakhir, jumlah obatnya ada 5 tablet. Ny.Ani
disarankan banyak istirahat, minum air putih, makan makanan yang bergizi, jangan
terlalu stress, menjaga keseimbangan berat badan. Jika ada merasakan hal yang tidak
beres dengan tubuh, bisa kembali memeriksakan diri ke dokter
KIE 2

Dr. PRAMESTI, M.Kes


SIP. 2020/DU/02/10/2013
Praktek
Jl. S.Indragiri 41, Solo, Telp. 612345
Pagi : Jam 06.00-07.00 Sore : Jam 17.00-20.00

Dokter : Mawar SpOG Surakarta, .............

R/
Betadine Vag.D fl I
+ alat
S ue
R/
Metronidazole tb I
Dextamine tb I
Mf dtd No XX
Da in Caps
S 2ddI
R/
Ponstan F tb No. X
S 2ddI prn

Pro : Ny. Galuh Umur : 39 th

Obat tidak boleh diganti tanpa sepengetahuan dokter

Ny.Galuh mendapat 3 macam obat, yang pertama obat Betadine Vaginal Douche,
yang kedua obat racikan kapsul isinya Metronidazole dan Dextamin. Yang ketiga obat
Ponstan Forte. Obat ini untuk mengobati keputihan yang ibu alami. Penggunaan
Vaginal Douche ini yaitu :

1. Isilah botol plastik yang tersedia. dengan cairan Betadine Vaginal Douche
sampai sampe batas B (untuk mengobati infeksi).
2. Tambah air hangat sampai batas C, lalu kocok hingga rata.
3. Kemudian masukkan aplikator tersebut sejauh mungkin ke dalam Vagina, lalu
pijat aplikator ulang-ulang sampai isi botol habis digunakan.
Betadine Vaginal Douche ini dapat membunuh sperma, sebaiknya jangan melakukan
berhubungan intim dulu. Selain itu dihindari untuk sementara agar tidak terjadi penularan
atau memperparah penyakit ibu.
Selanjutnya Racikan Kapsul untuk mengobati jamur yang menyebabkan infeksi dan untuk
gatal-gatal yang mungkin dirasakan. Obat ini diminum 2x sehari sesaat setelah makan.
Lalu obat Ponstan Forte ini untuk mengurangi rasa sakit yang ibu rasakan diminum 2x
sehari setelah makan apabila merasakan sakit baru diminum, apabila sudah tidak sakit
boleh dihentikan. Efek samping yang mungkin ibu rasakan mual muntah, sakit kepala, tapi
jarang terjadi. Ny.Galuh disarankan ibu banyak istirahat, minum air putih, makan makanan
yang bergizi, jangan terlalu stress, menjaga kebersihan vagina sebaiknya jangan
menggunakan sabun karena dapat mengganggu pH dan flora normal vagina. Jangan
menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, dan sering mengganti celana dalam, kalau
bisa menggunakan yang bahannya dapat menyerap keringat.