Anda di halaman 1dari 3

Penilaian yang tepat terhadap status hidrasi sangatlah penting pada penanganan

diare anak. Berdasarkan colleti et al. Penilaian klinis dari derajat dehidrasi yang
dilakukan secara tepat dan akurat pada bayi baru lahir dan anak kecil dengan
gastroenteritis sering menentukan penatalaksanaan dan jenis pasien. Beberapa
penelitian yang pada umumnya berasal dari negara maju telah mencoba untuk
mengevaluasi validitas dari tanda klinis dalam mendiagnosis dehidrasi meskipun
penelitian sejenis tidak pernah dilakukan di negara berkembang kosovo.
Penelitian kami menunjukkan bahwa tiga kategori dehidrasi yang umum
digunakan berhubungan dengan rata-rata persentase kenaikan berat badan sebagai
berikut: dehidrasi ringan 2.44%, dehidrasi sedang 6.05%, dan dehidrasi berat
10.66%. nilai tengah dari gejala klinis yang ditemukan pada subjek dengan
dehidrasi ringan adalah 3, sedangkan pada dehidrasi sedang dan berat sebanyak
6.5 dan 9. Evaluasi dari tanda-tanda dehidrasi setiap individu mengungkapkan
bahwa mata cekung merupakan gejala yang paling berhubungan secara signifikan
dengan derajat dehidrasi, diikuti oleh penurunan turgor kulit, denyut nadi lemah,
penampilan umum, membran mukosa kering, tidak adanya air mata, peningkatan
denyut jantung, nafas yang berubah, capillary refill time lebih dari dua detik dan
penurunan urine output. Mata cekung, penurunan elastisitas kulit, denyut nadi
lemah dan penampilan umum merupakan empat model variabel yang optimal.
Adanya dua hal dari keempat temuan ini menunjukkan defisit cairan sebanyak 5%
atau lebih, dan tiga atau lebih temuan menunjukkan defisit cairan minimal 10%.
Secara umum hasil yang kami dapat sangat sesuai dengan Duggan et al., yang
menemukan bahwa defisit cairan dari anak dengan dehidrasi ringan, sedang, dan
berat mendekati nilai 3%, 5%, dan 9% secara berurutan.Mereka mengevaluasi dua
skala penilaian dehidrasi yang berbeda yang mengklasifikasikan anak sebagai
ringan, sedang, atau berat berdasarkan jumlah dari tanda-tanda dehidrasi yang
ditemukan. Mackenzie et al. yang meneliti 102 anak-anak Australia dengan diare
dan dehidrasi, menemukan bahwa tanda-tanda dehidrasi menjadi jelas pada defisit
cairan sebanyak 3%, serta adanya pernafasan yang dalam, penurunan turgor kulit,
sedangkan penurunan perfusi perifer lebih sering ditemukan pada anak-anak
dengan dehidrasi lebih dari 4% dibandingkan dengan mereka yang dehidrasinya
lebih sedikit. Gorelick et al. meneliti keakuratan dari tanda-tanda klinis dehidrasi
secara individu. Kesepuluh temuan yang mereka teliti memiliki hubungan yang
signifikan terhadap adanya dehidrasi. Penelitian mereka menunjukkan nilai tengah
dari temuan gejala pada subjek dengan dehidrasi yang tidak ada atau dehidrasi
ringan adalah 1, sedangkan pada subjek dengan dehidasi ringan dan berat adalah 5
dan 8. Penulis menyimpulkan bahwa capillary refill time, mukosa membran yang
kering, tidak adanya air mata, dan penampilan abnormal secara keseluruhan berisi
sebagian besar dari kekuatan prediktif. Seperti Gorelick et al. tetapi berbeda
denganr rekomendasi WHO dan American Academy of Pediatrics (AAP), kami
menemukan bahwa tanda klinis sudah terlihat dengan defisit <5%; pada penelitian
kami, anak dengan dehidrasi <5% memiliki rata-rata tiga temuan klinis. Dalam
systematic review Steiner et al. menyimpulkan bahwa tidak ada tanda klinis yang
bediri sendiri yang memiliki sensitivitas dan spesivitas yang adekuat untuk
memprediksi dehidrasi. Hal ini menunjukkan bahwa tanda yang paling berguna
untuk memprediksi dehidrasi 5% pada anak-anak adalah capillary refill time
abnormal, turgor kulit abnormal, dan pola nafas abnormal. Kombinasi dari tanda-
tanda pemeriksaan menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingan dengan tanda
tunggal apapun dalam memprediksi dehidrasi

Intervention
Data penelitian ini diperoleh dari sampel penelitian yang telah memenuhi
kriteria, yaitu 200 anak berumur 1 sampai 5 tahun dari tahun 2012 dan 2013 yang
mengunjungi klinik pediatrik dengan diare dengan atau tanpa muntah. Kriteria
eksklusi dari penelitian ini yaitu anak dengan diare lebih dari 7 hari, anak dengan
tanda malnutrisi, riwayat penyakit jantung atau ginjal, dan anak yang telah
menerima pengobatan 24 jam lebih awal pada fasilitas kesehatan yang lain. semua
sampel dinilai ada tidaknya kesepuluh tanda dehidrasi, termasuk tanda tanda yang
direkomendasikan WHO, denyut jantung, dan capillary refill time. Penilaian awal
tanda klinis dilakukan sebelum diberikannya terapi rehidrasi apapun. Saat anak
masuk ke klinik, anak ditimbang dan menjalani terapi rehidrasi sesuai dengan
protokol rumah sakit. Berat badan anak ditimbang setiap hari, sampai pasien
dipulangkan.setelah itu dihitung persentase antara selisih berat pasca sakit dan
berat saat masuk RS.

Comparison
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan temuan tanda klinis dalam
mendeteksi dehidrasi pada anak. Dengan membandingkan jumlah gejala klinis
dan hasil perhitungan presentase penambahan berat badan dalam menentukan
derajat dehidrasi.

Outcomes
Studi ini memberikan bukti bahwa tanda klinis dehidrasi pada anak-anak
dengan diare akut dapat membedakan jenis diare ringan, sedang, dan berat. Tanda
klinis dehidrasi tidak dapat dinilai secara akurat jika muncul sendiri-sendiri. mata
cekung, penurunan turgor kulit, denyut nadi lemah, dan penampilan umum secara
bersama sama merupaka penjelasan yang paling baik dalam tanda klinis yang
diperhitungkan.
Sebanyak 121 subjek memiliki defisit cairan <5%, 68 subjek memiliki defisit
cairan 5 9% dan 11 subjek memiliki defisit cairan 10% atau lebih. Pasien yang
diklasifikasikan sebagai dehidrasi yang tidak ada atau sedang, ringan, dan berat,
ditemukan memiliki persentase peningkatan berat badan secara berurutan pada
akhir masa sakit yaitu: 2.440.3, 6.05 1.01 and, 10.66 0.28. semua tanda klinis
ditemukan lebih sering pada peningkatan jumlah dehidrasi (p<0.001, One-way
ANOVA). Nilai tengah dari jumlah gejala klinis yang ditemukan pada pasien
tanpa dehidrasi atau dehidrasi ringan (defisit <5%) adalah 3; pada diare sedang
(defisit 5% - 9%) adalah 6.5; dan pada dehidrasi berat (defisit >10%) adalah 9
(p<0.0001, Kruskal-Wallis test)