Anda di halaman 1dari 6

Topik : Asma bronkiale

Tanggal (kasus) : 23 April 2017 Presenter : dr. Yeni Elviana


Tanggal Presentasi : 24 Mei 2017 Pendamping : dr. Winta Mandasari
Tempat presentasi : RS Pelabuhan Cirebon
Objektif presentasi :
Penyegaran
Keilmuan
Deskripsi :
Pasien datang ke IGD RS Pelabuhan Cirebon dibawa oleh keluarganya dengan keluhan
sesak sejak 2 hari SMRS, sesak dirasakan setelah Os berenang, sesak di rasa terus-terusan
memberat dengan aktivitas. Os lebih nyaman duduk. Nyeri dada (-), Sebelumnya Os
sudah minum Salbutamol sesak pun berkurang tetapi timbul lagi sehingga di bawa ke
UGD. Os memang mempunyai riwat asma sejak kecil Sesak sering dirasakan ketika Os
kena debu, kedinginan, atau salah makan. Os juga mengeluhkan batuk (+) 2hari bedahak
warna putih, dahak susah keluar, pilek (-), demam (-), mual (-), muntah (- ), BAB dan
BAK t.a.k.

Riwayat penyakit dahulu : asma bronkial


Riwayat alergi obat : -
Riwayat penyakit keluarga : ayah menderita asma
Riwayat sosial : -
Tujuan : Manajemen Kasus
Bahan bahasan : Kasus
Cara Membahas : Presentasi dan Diskusi
Data Pasien : Nama : An.N No. Registrasi : 2017xxxx
Datang ke IGD RS Pelabuhan Cirebon pada tanggal 23 April 2017

Data utama untuk diskusi


Diagnosis : Asma bronkiale
Riwayat (-)
Pengobatan
Riwayat (-)
Kesehatan
Riwayat Alergi Debu, cuaca dingin, makanan ( udang )
Riwayat Siswa
Pekerjaan
Lain-lain Status Present
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda vital :
o Suhu : 36,2C
o Respirasi : 26 x/ menit
o Nadi : 98 x/ menit, reguler, isi penuh
o Spo2 : 96%
BB : 44 kg
Status gizi : baik
KEPALA
Bentuk : Bulat, simetris
Rambut : Hitam, tebal, tidak mudah dicabut
Mata : konjungtiva anemis (-), skleraikterik(-),
cekung (-)
Hidung :Bentuk normal, septum deviasi (-),
pernafasan cuping hidung (-), sekret (-)
Mulut : Bibir kering, tonsil T1-T1 tenang, faring
tidak hiperemis
LEHER
Bentuk : Simetris
Trakhea : Di tengah
KGB : Tidak membesar
JVP : Tidak meningkat
THORAKS
Inspeksi : Bentuk simetris, retraksi intercostal (-),
retraksi suprasternal (-),retraksi substernal (-)
PARU
Inspeksi : Simetris
Palpasi : fremitus taktil kanan dan kiri simetris
Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru kiri dan kanan
Auskultasi : Suara nafas vesikuler, Wh +/+, Rh +/+.
JANTUNG
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi :Iktus kordis teraba sela iga IV garis
midclavicula sinistra
Perkusi :Batas atas sela iga II garis parasternal
sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (-)
Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra
Batas jantung kiri sela iga IV garis midclavicula sinistra
ABDOMEN
Inspeksi : cembung, simetris
Palpasi : Soepel, hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus normal
EKSTREMITAS
Ekstremitas : akral hangat, turgor baik

Diagnosis Asma Bronkiale


Terapi Non medikamentosa
Tirah baring
Edukasi
Hindari faktor pencetus
Medikamentosa
: - O2 2-3 lpm

nebulizer ventolin 1 amp

Ambroxol syr 3x15 mg


Salbutamol 3x2 mg
Dexametasone 3x0,5 mg

Daftar pustaka 1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman Diagnosis


Dan Penatalaksanaan Asma Di Indonesia. Jakarta : PDPI :
2016
2. Pedoman Tatalaksana Asma. Dewan Asma Indonesia ,
Jakarta : 2011
3. Buku Pedoman Penegendalian Asma Di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama Kemenkes , 2015.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Repoblik Indonesia No 514
Tahun 2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, 2015.
Hasil Pembelajaran

1. Membuat diagnosis asma bronkiale


2. Mengetahui prinsip tatalaksana asma bronkiale

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

1. Subjektif
Dari anamnesis diketahui bahwa pasien sesak, sesak di rasakan ketika ada faktor pencetus
(debu, dingin, makanan ), membaik bila diberikan salbutamol, batuk (+) berdahak, putih.
Mempunyai riwayat asma sejak kecil.

2. Objektif
Hasil pemeriksaan fisik mendukung diagnosis asma bronkiale. Pada kasus ini ditegakkan
berdasarkan :
Sesak nafas setelah berenang.
Sesak membaik dengan salbutamol
Mempunyai riwayat asma
3. Assessment
Asma adalah suatu penyakit inflamasi kronis jalan napas yang mengakibatkan
berbagai sel inflamasi dan elemennya yang ditandai dengan obsruksi dan hiperakifitas
bronkus sehingga menyebabkan gejala dengan episodik berulang namun biasanya dapat
membaik secara sepontan ataupun dengan pengobatan.

4. Plan
a. Diagnosis:
Pada pasien ini diagnosis asma bronkiale berdasarkan hasil anamnesis
b. Pengobatan:
: - O2 2-3 lpm

nebulizer ventolin 1 amp


Ambroxol syr 3x15 mg
Salbutamol 3x2 mg
Dexametasone 3x0,5 mg

c. Pendidikan :
Perlu dijelaskan kepada pasien atau keluarga pasien mengenai penyebab, faktor
risiko, gejala , pengobatan, komplikasi dan prognosis penyakit

d. Konsultasi
Penjelasan perlunya konsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mencegah
terjadinya komplikasi lanjutan.