Anda di halaman 1dari 8

Kasus Tanggung Jawab Negara

31 Januari 1973

Agen dari Negara Sina sabotase dan menggelamkan kapal milik Survey Corps yang
berlabuh di Negara Roze.
Annie Leonhart : anggota awak Survey Corps yang tewas.

Agen Negara Sina : Mayor Eren Yeager dan Kapten Mikasa Ackerman : ditangkap di Negara
Roze
Mereka dipenjara karena melakukan pembunuhan dan perusakan
Sengketa terjadi antara Negara Sina dan Negara Roze.
Negara Sina menuntut pembebasan kedua agen mereka
Negara Roze mengklaim kompensasi atas insiden
Negara Sina mengancam menghambat perdagangan Roze dengan Organisatie el Woolim
Kedua negara tersebut meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk beri solusi

30 April 1974-Putusan PBB

Negara Sina membayar 5jt ke Negara Roze


Negara Sina tidak boleh menghambat perdagangan Roze dengan Organisatie el
Woolim
Mayor Eren Yeager dan Kapten Mikasa Ackerman boleh kembali ke negara asal
Mayor Eren Yeager dan Kapten Mikasa Ackerman harus menghabiskan 3 tahun
berikutnya di pangkalan Militer Negara Sina di wilayah Goblin City

27 April 1975

Kedua pihak sepakat


Analisa Kasus Tanggung Jawab Negara

1. Menurut Andi Hamzah (1986:393) dikemukakan bahwa tanggung jawab adalah suatu
keharusan bagi seseorang atau negara untuk melaksanakan dengan selayaknya apa yang
telah diwajibkan kepadanya.1 Mengenai masalah tanggung jawab negara, merupakan
masalah yang kompleks. Salah satu badan yang memprakarsai mengenai hal ini adalah
Komisi Hukum Internasional, dengan usaha awal untuk menghasikan konvensi yang
berhubungan dengan masalah tanggung jawab pada umumnya, dengan tanggung jawab
terhadap perlakuan orang asing pada khususnya. Sehingga, pembahasan mengenai
tangung jawab negara ini, membahas mengenai bagaimana bentuk tanggung jawab
negara, dan dalam hal apa. Kemudian,sejauh mana suatu negara dapat bertanggung
jawab dan tindakan-tindakan apa yangmasuk ke dalam tanggung jawab negara.
Macam-macam tanggung jawab negara (Huala Adolf.1991:180-201), yaitu:
a) Tanggung jawab terhadap perbuatan melawan hukum (delictual liability). Tanggung
jawab ini timbul dari setiap kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh suatu negara
terhadap orang asing didalam wilayahnya atau wilayah negara lain.
b) Tanggung jawab atas pelanggaran perjanjian (contractual liability). Tanggung jawab
ini terjadi jika suatu negara melanggar perjanjian atau kontrak yang telah dibuatnya
dengan negara lain dan pelanggaran itu mengakibatkan kerugian terhadap negara
lainnya.
c) Tanggung jawab atas konsesi. Perjanjian konsesi antara negara dengan warga negara
(korporasi asing) dikenal adanya Clausula Alvo yang menetapkan bahwa penerima
konsesi melepaskan perlindungan pemerintahannya dalam sengketa yang timbul dari
perjanjian tersebut dan sengketa yang timbul itu harus diajukan ke peradilan nasional
negara pemberi konsesi dan tunduk pada hukum nasional negara tersebut.

1
Andi Hamzah, Kamus Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986, h.393
d) Tanggung jawab atas ekspropriasi, yaitu pencabutan hak milik perorangan untuk
kepentingan umum yang disertai dengan pemberian ganti rugi.
e) Tanggung jawab atas utang negara. Suatu negara yang tidak membayar utang-utang
luar negeri berarti bahwa negara tersebut tidak memenuhi kewajiban kontrak atau
perjanjian utang.
f) Tanggung jawab atas kejahatan internasional. Kejahatan internasional adalah semua
perbuatan melawan hukum secara internasional yang berasal dari pelanggaran suatu
kewajiban internasional yang penting guna perlindungan terhadap kepentingan
fundamental internasional dan pelanggaran tersebut diakui sebagai suatu kejahatan
oleh masyarakat.
Berdasarkan kasus di atas, terjadi sengketa antara 2 pihak yaitu antara Negara Sina
dan Negara Roze. Sengketa ini dipicu oleh insiden agen dari Negara Sina melakukan
sabotase dan menggelamkan kapal Maria milik Survey Corps yang berlabuh di Negara
Roze pada tanggal 31 Januari 1973. Alhasil, Annie Leonhart, salah satu anggota awak
Survey Corps tewas. Akhirnya Negara Roze turun tangan untuk memenjarakan 2 orang
agen dari Negara Sina karena telah melakukan pembunuhan dan kerusakan. Negara Sina
pun tidak tinggal diam, mereka mengklaim dan melakukan penuntutan pembebasan
kedua agennya. Selain itu, Negara Sina mengancam menghambat perdagangan Roze
dengan Organisatie el Woolim. Agar masalah tidak menjadi rumit, akhirnya kedua pihak
meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk memberikan solusi.
Jika dianalisa kasus tersebut, menunjukkan bahwa adanya tindakan tanggung jawab
negara oleh Negara Sina dan Negara Roze. Yang menjadi latar belakang timbulnya
tanggung jawab negara dalam hukum internasional yaitu bahwa tidak ada satu negara
pun yang dapat menikmati hak-haknya tanpa menghormati hak-hak negara lain. Setiap
pelanggaran terhadap hak negara lain, menyebabkan negara tersebut wajib untuk
memperbaiki pelanggaran hak itu. Hal inilah yang dilakukan oleh Negara Sina, melakukan
tanggung jawab atas tindakan yang melanggar hak Negara Roze. Dimana, pelanggaran
tersebut sangat merugikan bagi Negara Roze. Negara Sina bertanggungg jawab karena
telah melanggar kedaulatan wilayah Negara Roze, merusak wilayahnya bahkan
membunuh salah satu penduduk Negara Roze.
2. Negara Sina tetap menunjukkan bentuk kewajiban negara sebagai subyek hukum
internasional yaitu tanggung jawab negara yang melekat dalam melakukan perbuatan-
perbuatan hukum internasional, artinya dengan prinsip tanggung jawab ini, segala
perbuatan negara, terutama perbuatan yang melanggar hukum internasional harus
dipertanggungjawabkan secara internasional. Prinsip tanggung jawab atau
pertanggungjawaban negara terhadap perbuatan melawan hukum internasional
ini, pada dasarnya merupakan landasan untuk menegakan hukum internasional.
Penegakan hukum internasional yang dimaksud adalah penegakan hukum sebagaimana
sistem hukum internasional yang berlaku, yaitu berangkat dari tertib hukum internasional
yang koordinatif dan sesuai dengan kenyataan bahwa tingkat integrasi masyarakat
internasional berbeda jauh dengan tingkat integrasi masyarakat hukum nasional.
Apalagi, Negara Sina melakukan bentuk tanggung jawab negara terhadap
international crimes. Menurut Bassiouni, macam tindak internasional yang terjadi karena
keterlibatan negara sangat tinggi adalah agresi: kejahatan perang; kejahatan terhadap
kemanusiaan; penggunaan senjata yang tidak sah; genosida.2 Salah satu tindakan
international crimes yang dilakukan oleh Negara Sina adalah melakukan kejahatan
terhadap kemanusiaan hingga menewaskan salah satu warga dari negara lain, Negara
Roze. Ketika negara terbukti melakukan macam tindak pidana tersebut maka negara
melakukan perbuatan melawan hukum internasional. Negara itu telah melakukan yang
namanya dengan extra-ordinary violations to internasional crimes.3 Pertanggungjawban
negara terhadap tindak pidana tersebut dimungkinkan karena perbuatan melawan
hukum internasional saja harus mempertanggungjawabkan negara apalagi dengan

2
Andrey Sujatmoko, Tanggung Jawab Negara Atas Pelanggaran Berat HAM: Indonesia, Timor Leste dan Lainnya,
Grasindo Gramedia WidiasaranaIndonesia, h. 28
3
Hingorani, 1984, Modern International Law, Second Edition, Oceana Publications, h. 241.
perbuatan melawan hukum internasional yang merupakan pelanggaran berat terhadap
perlindungan kepentingan masyarakat internasional yang sangat fundamental.
Pertanggungjawaban negara terhadap tindak pidana dapat dilakukan dengan
mengunakan prinsip exhaustion of local remedies (melalui pengadilan
internasional,peradilan nasional,bentuk perwujudan tanggung jawab negara terhadap
tindak pidana internasional, keharusan negara mengadili pelaku tindak pidana dan
menghukum pelaku yang terlibat secara langsung di lapangan.4 Penyelesaian sengketa
sebenarnya dilakukan pada saat adanya konflik antarnegara yang timbul karena adanya
pelanggaran kewajiban internasional yang telah ditetapkan oleh hukum internasional
ataupun pelanggaran perjanjian internasional. Berkaitan dengan pelaksanaan tanggung
jawab negara melalui forum penyelesaian selekta internasional. Upaya untuk
mengusulkan penyelesaian sengketa dengan cara damai yang bisa di lakukan oleh para
pihak juga datang dari sekjen PBB dalam rangka menjalankan tugas untuk selalu
menghubungkan pemerintah suatu negara, khususnya yang sedang menghadapi masalah
yang ditangani PBB.
Hal inilah yang dilakukan oleh Negara Sina dan Negara Roze. Kedua pihak meminta
kepada Sekretaris Jenderal PBB memberikan solusi mengenai sengketa yang dihadapi
mereka. Di satu sisi, Negara Roze juga mendapat ancaman dari Negara Sina yaitu
menghambat perdagangan antara Negara Roze dengan Organisatie el Woolim. Negara
Sina mengancam hal tersebut agar Negara Roze mau membebaskan kedua agen dari
Negara Sina. Oleh karena itu, kedua pihak sangat menanti solusi dan keputusan yang
dibuat oleh Sekretaris Jenderal PBB terhadap sengketa mereka.
3. Berbicara mengenai dampak hukum tanggung jawab negara, berkaitan dengan persoalan
rezim tanggung jawab negara terhadap tindak pidana melalui prosedur penyelesaian
sengketa internasional PBB ini, di bahsa serius di ILC yang menyatakan bahwa prosedur
yang digunakan adalah tanggung jawab negara terhadap tindak pidana internasional,

4
Huala Adolf, 1991, Aspek-aspek Negara dalam Hukum Internasional, CV Rajawali, Jakarta, (selanjutnya disingkat
Huala Adolf I), h. 174.
komisi MU PBB bahwa dalam penggunaan prosedur PBB terebut harus diutamakan
penggunaan penyelesaian sengketa secara damai tentang prosedur ini kemudian
dituangkan dalam draft articles. Dalam penyelesaian sengketa Negara Sina dengan
Negara Roze, Sekjen PBB memberikan beberapa solusi dan keputusan pada tanggal 30
April 1974, diantaranya adalah:
Negara Sina membayar 5jt ke Negara Roze
Negara Sina tidak boleh menghambat perdagangan Roze dengan Organisatie el
Woolim
Mayor Eren Yeager dan Kapten Mikasa Ackerman boleh kembali ke negara asal
Mayor Eren Yeager dan Kapten Mikasa Ackerman harus menghabiskan 3 tahun
berikutnya di pangkalan Militer Negara Sina di wilayah Goblin City

Pada akhirnya, kedua pihak negara menyetujui dan sepakat terhadap keputusan
yang diberikan oleh Sekjen PBB. Alasan pembebasan diri dari tuntutan
pertanggungjawaban ini adalah, meskipun melakukan kekerasan terhadap negara lain,
namun negara dapat melepaskan diri dari tuntutan dan pertanggungjawaban itu dalam
rangka sanksi atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan pihak asing. Di
dalam piagam PBB bab VII merupakan dasar dimana dasar hukum yang kuat
mengizinkan pengunaan kekerasan terhadap suatu negara untuk mengentikan
pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh negara itu.

Selain itu, alasan pembebasan diri dari tuntutan pertanggungjawaban ini adalah
alasan State Necessity, merupakan alasan yang digunakan dalam hal negara tersebut
menghadapi bahaya yang luar biasa bagi kepentingannya. Tindakan yang tergolong
necessity haruslah tidak menimbulkan bahaya bagi negara-negara lain yang
berkepentinggan atas kewajiban yang dilanggar. Dengan demikian berarti disini
terdapat unsur kesenggajaan dan dampak kerugian sudah bisa diprediksi terlebih
dahulu, tetapi negara pelaku memang tidak mempunyai pilihan lain.

Maka, dapat disimpulkan bahwa pertanggungjawaban berarti kewajiban


memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas suatu hal yang terjadi, dan
kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang mungkin ditimbulkannya.
Menurut hukum internasional, pertanggungjawaban negara timbul dalam hal negara itu
merugikan negara lain.5 bentuk restitusi harus memiliki tujuan utama, yakni;
perlindungan kepentingan negara penuntut yang harus dibedakan dengan model yang
hanya ditujukan untuk mendapatkan legal standing untuk melindungi kepentingan
hukum yang tidak identik dengan negara yang bersangkutan ataupun negara-negara
lain. prinsip tanggung jawab ini, segala perbuatan negara, terutama perbuatan yang
melanggar hukum internasional harus dipertanggungjawabkan secara internasional.

Prinsip tanggung jawab atau pertanggungjawaban negara terhadap perbuatan


melawan hukum internasional ini, Penyelesaian sengketa sebenarnya dilakukan pada
saat adanya konflik antarnegara yang timbul karena adanya pelanggaran kewajiban
internasional yang telah ditetapkan oleh hukum internasional ataupun pelanggaran
perjanjian internasional. Berkaitan dengan pelaksanaan tanggung jawab negara melalui
forum penyelesaian selekta internasional.

Apabila dilihat dari sisi suatu Negara terhadap negaranya, makahendaknya


pemerintah dapat menjalankan tanggung jawab di negaranya dengan baiksebagai
pemerintahan yang berdaulat dan dipercaya oleh rakyatnya. Sebab setiapNegara
memiliki urusan Negara masing-masing, dan pemerintahan di wilayahtersebutlah yang
memiliki wewenang untuk menjalan tanggung jawab negaranya.Dengan demikian
apabila suatu pemerintahan dalam menjalankan tanggung jawabNegara di wilayahnya
maka ia akan mendapatkan kepercayaan dari rakyat. Hal inilahyang membuatnya dapat
menjadi suatu Negara yang mandiri dan dapat terhindar dariintervensi dari Negara lain.

5
Sefriani, 2010, Hukum Internasional: Suatu Pengantar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, h. 266.
DAFTAR PUSTAKA

Andi Hamzah, Kamus Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986, h.393

Andrey Sujatmoko, Tanggung Jawab Negara Atas Pelanggaran Berat HAM: Indonesia, Timor Leste
dan Lainnya, Grasindo Gramedia WidiasaranaIndonesia, h. 28

Hingorani, 1984, Modern International Law, Second Edition, Oceana Publications, h. 241.

Huala Adolf, 1991, Aspek-aspek Negara dalam Hukum Internasional, CV Rajawali, Jakarta, h. 174.

Sefriani, 2010, Hukum Internasional: Suatu Pengantar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, h. 266.