Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan


Lingkungan hidup ialah jumlah semua benda yang hidup dan tidak hidup serta
kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati. Manusia di sekitar kita adalah pula
bagian lingkungan hidup kita masing-masing. Oleh karena itu kelakuan manusia, dan
dengan demikian kondisi sosial, merupakan pula unsur lingkungan hidup kita. (A.
Tresna Sastrawijaya, 2009)
Antara manusia dan lingkungan hidupnya terdapat hubungan timbal balik.
Manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya, dan sebaliknya manusia dipengaruhi
oleh lingkungan hidupnya. Manusia ada didalam lingkungan hidupnya dan ia tidak
dapat terpisahkan.
Pengertian dari pencemaran lingkungan yaitu masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau
berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga
kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan
menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi
ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982. Sedangkan bahan pencemar disebut dengan
polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat
menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat
pada kondisi : (1)Jumlahnya melebihi jumlah normal (2)Berada pada waktu yang
tidak tepat (3)Berada pada tempat yang tidak tepat. Macam-macam pencemaran
lingkungan yaitu (1)Pencemaran udara (2) pencemaran air (3) pencemaran daratan.
(Arrum Dian Widyawati, 2013)

B. Sumber Daya Alam


Beberapa jenis sumber daya alam mempunyai peranan yang sangat vital dalam
menentukan kualitas lingkungan hidup kita. Sumber daya alam itu ialah sumber daya
alam hayati; hewan, tumbuhan, dan jasad renik, tanah, air, udara, dan energi.
Walaupun demikian, sumber daya alam lainnya juga memiliki peranan penting dalam
kehidupan kita, namun tidak menentukan hidup-mati kita secara langsung.
1. Sumber daya alam hayati hewan, tumbuhan, dan jasad renik
Sumber daya alam hayati mempunyai perana yang sangat vital dalam
kehidupan kita, yakni sebagai sumber makanan, energi dan obat-obatan. Selain itu,
mereka juga berperan untuk menjaga keseimbangan ekologi lingkungan hidup kita.

3
Mengingat pentingnya peranan sumber daya alam hayati dalam menentukan
kualitas lingkungan hidup kita, maka kita harus memeliharanya dengan seksama.
Salah satu bagian penting dalam pemeliharaan ini ialah dengan menyisihkan sebagian
sumber daya itu sebagai cagar alam dan tidak menghabiskannya.
2. Sumber daya tanah dan air
Selain sumber daya alam hayati, tanah dan air juga sangat vital bagi manusia.
Tanah kita perlukan sebagai tempat pemukiman, pertanian, peternakan, dan
sebagainya.
Air air diperlukan untuk proses hidup dalam tubuh manusia, tumbuhan dan
hewan. Air juga diperlukan untuk berbagai macam keperluan rumah tangga,
pengairan pertanian, industri, rekreasi, dan sebagainya. Karena itu, air diperlukan
dalam kuantitas dan kualitas yang memadai dan pada waktu yang tepat.
3. Udara
Jelas sekali bahwa udara sangat vital bagi kehidupan manusia. Akan tetapi,
karena udara terdapat dalam jumlah yang sangat besar, kita tidak menginsyafi betapa
vitalnya udara. Sebenarnya, udara yang banyak itu bukanlah tak terbatas. Hal ini baru
kita insyafi, apabila terjadi pencemaran udara yang berat.
4. Energi
Sumber energi yang utama adalah matahari. Sinar matahari itu diolah oleh
tumbuhan hijau menjadi energi kimia yang tersimpan dalam bahan organik
tumbuhan. Bahn organik inilah yang menjadi sumber energi semua makhluk hidup.
Sumber energi kedua yang sangat penting adalah minyak , gas alami, dan batu
bara. Walaupun sebenarnya, energi dalam bahan bakar ini juga berasala dari matahari,
yaitu dari bahan organik tumbuhab dan hewan yang mengalami proses pembentukan
fosil.
Suatu masalah yang harus kita perhatikan dalam pemakaian energi ialah efek
pencemarannya. Karena pencemaran dapat menurunkan kualitas lingkungan hidup
kita, maka penggunaan energi harus diatur dengan sebaik-baiknya.

C. Analisis Lingkungan Hidup di Indonesia dan Kualitasnya


Konsep kualitas lingkungan hidup sangat erat hubungannnya dengan konsep
kualitas hidup. Sedangkan kualitas hidup adalah derajat dipenuhinya kebutuhan dasar
manusia. Makin baik kebutuhan dasar itu dapat dipenuhi oleh lingkungan hidup,
makin tinggi pula kualitas lingkungan hidup itu.
Akhir-akhir ini banyak diperbincangkan tentang masalah lingkungan, antara
lain pencemaran oleh industri, pestisida dan alat transpor, erosi, banjir dan kekeringan
karena penebangan hutan. Karena masalah-masalah tersebut umum banyak yang
menganggap bahwa tindakan manusia telah merusak lingkungan hidup, sedangkan

4
segala yang alamiah merupakan lingkungan hidup yang baik. Apabila kita melihat
kualitas lingkungan hidup dari segi kebutuhan dasar manusia, akan tampaklah
anggapan tersebut diatas tidak selalu benar. Misalnya, banyak daerah berawa yang
bersifat alamiah merupakan sumber penyakit malaria, sehingga daerah itu
mempunyai kualitas lingkungan hidup yang rendah.
Pemberantasan malaria di daerah itu merupakan tindakan manusia yang sedang
menaikkan kualitas lingkungan hidup di daerah itu. Bahwa pemberantasan malaria itu
dapat menimbulkan pencemaran oleh residu pestisida memanglah benar, namun
pencemaran itu dapat diatasi seminimal mungkin dengan cara pemberantasan yang
baik, sehingga kerugian yang ditimbulkan oleh pencemaran akan jauh lebih rendah
daripada kerugian oleh penyakit malaria.
Perubahan hutan alam menjadi sawah yang bersengkedan (terraced rice fields)
adalah contoh lain tentang tindakan manusia untuk menaikkan kualitas lingkungan
hidup, asalkan tindakan itu dilakukan dalam batas-batas yang wajar, yaitu
meninggalkan hutan yang cukup luas agar fungsi hidrologis hutan masih dapat
terjaga.
Dari contoh-contoh itu nampaklah pembinaan lingkungan dan pembangunan
bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya bahkan dapat saling
memperkuat. Akan tetapi memanglah harus kita akui bahwa pembangunan dapat juga
menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Karena itu pembangunan haruslah
memperhatikan prinsip-prinsip ekologi.
Secara umum, keadaan di negara yang sedang berkembang sangatlah berbeda
dengan di negara maju. Negara yang sedang berkembang memiliki banyak masalah
lingkungan karena kurang atau tidak adanya pembangunan.
Walaupun pembangunan diperlukan untuk mengatasi banyak masalah, termasuk
masalah lingkungan, namun pengalaman menunjukkan, pembangunan dapat dan telah
mempunyai dampak negatif. Banyak pembangunan pengembangan sumber daya air
telah menimbulkan maasalah kesehatan yang pelik (WHO, 1983). Masalah itu timbul
karena pembangunan tersebut telah menciptakan habitat baru atau memperbaiki
habitat yang ada bagi vektor penyakit, antara lain, banyak jenis nyamuk yang menjadi
vektor penyakit malaria, demam berdarah, encephalitis, filariasis, lalat yang menjadi
vektor penyakit tidur dan buta sungai (onchocerciasis), serta siput yang menjadi
vektor bilharziasis. (Otto Soemarwoto, 2014)
Menurut Hisyan Hamid (2013), Indonesia mempunyai hutan tropis dunia
sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang merupakan bagian
dari jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16% persen merupakan bagian
dari spesies amphibi dan binatang sejenis reptil dan 25% dari bagian spesies sejenis

5
burung dan sekitar 1.519 merupakan bagian dari spesies burung. Sisanya merupakan
endemik yang hanya dapat ditemui didaerah tersebut.
Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli Indonesia mengalami
kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World Resource
Institute (1997), hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-1997
kerusakan hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-2000
bertambah menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra
landsat pada tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami
kerusakan yang cukup serius. Diantaranya, hutan seluas 59,62 juta hektar berada
dalam kawasan hutan (Badan Planologi Dephut,2003).
Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada
tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data
yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan
mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir dan
longsor. (Hisyam Hamid, 2013)

D. Kerusakan Lingkungan yang Terjadi Di Indonesia


Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai,
laut, tanah dan hutan yaitu sebagai berikut:
1. Pencemaran Sungai dan laut
Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan
logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara
biologis, fisik dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai
sektor industri dan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.
2. Pencemaran Tanah
Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap
pupuk dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya
perubahan tanah menjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan
garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah
juga dapat disebabkan oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik
tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna.
3. Pencemaran Hutan
Hutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak
terkendali dengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat
diperbaharui. Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya
penebangan secara liar. Jika kegiatan tersebut dilakukan secara terus-menerus maka
dapat mengakibatkan penggundulan hutan. (Hisyam Hamid, 2013)

6
Beberapa fakta terkait tingginya kerusakan lingkungan di Indonesia akibat
kegiatan manusia antara lain:
1. Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari
133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan
penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan
terancamnya kelestarian flora dan fauna.
2. 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan.
Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah
pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi
perikanan laut.

3. Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan


pencemaran laut di Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah
dinobatkan sebagai Sungai Paling Tercemar di Dunia oleh situs
huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota
dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

4. Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah.
Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127
tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically
Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk
kategori Endangered, serta 557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus
Vulnerable. (Greenmovement. 2015)

E. Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan yang Terjadi Di Indonesia


Penyebab kerusakan lingkungan hidup secara umum bisa dikategorikan dalam
dua faktor, yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Letusan gunung
berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami
merupakan beberapa contoh bencana alam. Bencana-bencana tersebut menjadi
penyebab rusaknya lingkungan hidup akibat peristiwa alam. Meskipun jika ditelaah
lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa
saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.
Penyebab kerusakan lingkungan yang kedua adalah akibat ulah manusia.
Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan
akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara
terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh
aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih
fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

7
Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai
dampak adanya kawasan industri. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya
drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran
sungai dan dampak pengrusakan hutan.
Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung juga
membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
1. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
2. Perburuan liar.
3. Merusak hutan bakau.
4. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
7. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
(Changeyourlife,2014)

F. Dampak yang Ditimbulkan oleh Kerusakan Lingkungan


Dampak dari perubahan ekosistem akan berkurang jika masyarakat mengetahui
dan memahami fungsi dari suatu ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistem membawa
dampak bukan hanya pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna juga dapat
mmbawa pengaruh lain terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir dan
erosi. Selain itu kerusakan lingkungan bisa di sebabkan oleh sampah. Sampah yang
semakin banyak dapat menimbulkan penguapan sungai dan kehabisan zat asam yang
sangat dibutuhkan bagi mikroorganisme yang hidup di sungai. Serta dapat pula
disebabkan dari pembuangan limbah cair dari kapal dan pemanfaatan terhadap
penggunaan air panas yang dapat menimbulkan laut menjadi tercemar.(Hisyam
Hamid, 2013)
Dampak yang dirasakan atas kerusakan lingkungan hidup di sekitar kita
sangatlah besar, baik dampak secara langsung maupun secara tidak langsung. Di
antaranya dampak pembakaran hutan yang mengakibatkan pencemaran udara seperti
kabut asap seperti yang saat ini menyelimuti pulau sumatera dan kalimantan. Hal ini
meyebabkan berkurangnya kadar oksigen di udara. Partikel-partikel yang terdapat
dalam kabut asap juga tidak sehat untuk kesehatan manusia dan dapat menimbulkan
berbagai penyakit pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Selain itu,
kabut asap juga menyebabkan terhalangnya cahaya matahari yang masuk ke bumi.
Padahal, kita semua tahu bahwa matahari adalah sumber kehidupan yang sangat
penting dalam kehidupan. Tumbuhan melakukan fotosintesis dengan energi dari

8
cahaya matahari, bahkan siklus terjadinya hujan pun berhubungan erat dengan adanya
cahaya matahari.

1. Dampak pencemaran udara


Dampak pencemaran udara saat ini merupakan masalah yang serius yang
dihadapi oleh Negara-negara industri. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemara udara
ternyata sangat merugikan. Pencemaran tersebut tidak hanya mempunyai akibat
langsung terhadap kesehatan manusia saja, akan tetapi juga dapat merusak
lingkungan lainya,seperti hewan, tumbuhan, bangunan gedung dan lain sebagainya.
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Amerika Serikat pada tahun
1980, kematian yang disebabkan oleh pencemaran udara mencapai angka kurang
lebih 51.000 orang. Angka tersebut cukup mengerikan karena bersaing keras dengan
angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, kanker, AIDS dan lain
sebagainya. Menurut para ahli, pada sekitar tahun 2000-an kematian yang disebabkan
oleh pencemaran udara mencapai 57.000 orang per tahunya.Selama 20 tahun angka
kematian yang disebabkan oleh pencemaran udar naik mendekati 14% atau
meendekati 0,7% per tahun. Selain itu kerugian materi yang disebabkan oleh
pencemaran udara, apabila diukur dengan uang dapat mencapai 12-16 juta US dollar
per tahun. Suatu angka yang sangat berarti bila dibelanjakan untuk keperluan
kesejahteraan umat manusia.

2. Dampak pencemaran air

Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi
manusia. Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa, air tidak
bermanfaat lagi dan air menjadi sebab timbulnya penyakit.
Air yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat pencemaran air merupakan
kerugian yang terasa secara langsung oleh manusia. Bentuk kerugian langsung ini
berupa: (1)Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, (2)Air tidak
dapat digunakan untuk keperluan industri, (3)Air tidak dapat digunakan untuk
keperluan pertanian.
Air yang menjadi penyebab penyakit karena air lingkungan kotor dapat
menimbulkan kerugian yang lebih dalam lagi yaitu kematian. Kematian dapat terjadi
karena pencemaran yang terlalu parah sehingga air telah menjadi sebab berbagai
macam penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air dapat berupa:
(1)HepatitisA, (2)Polliomyelitis, (3)Cholera, (4)Typhus Abdonalis, (5)Dysentri
Amoeba, (6)Ascariasis, (7)Trachoma, (8)Scabies, (9)Keracunan Kadmium,
(10)Keracunan Air Raksa, (11)Keracunan Bahan Insektisida. Pencemaran yang

9
menyebabkan kerugian yang besar akan terjadi apabila tidak ada pengawasan secara
ketat terhadap pengolahan limbah.

3. Dampak pencemaran daratan

Bentuk dampak pencemaran pencemaran daratan bergantung pada komposisi


limbah padat yang dibuang serta jumlahnya. Bentuk dampak pencemaran daratan
dapat berupa dampak langsung dan dampak tidak langsung.

Dampak langsung akibat pencemara daratan ini adalah adanya timbunan limbah
padat dalam jumlah besar yang akan menimbulkan pemandangan tidak sedap, kotor
dan bau. Kondisi ini biasanya muncul di TPA. Timbunan sampah yang menggunung
karena belum diolah menyebabkan pemandangan disekitar tempat tersebut menjadi
kumuh dan kotor. Kesan kotor ini dapat berpengaruk pada psikis penduduk disekitar
tempat pembuangan tersebut.

Dampak tak langsung akibat pencemaran daratan contohnya yaitu


berkembangbiaknya nyamuk. Hal ini antara lain disebabkan karena limbah padat
yang dibuang manjadi sarang nyamuk. Limbah padat yang berupa kaleng, ban dan
lain-lainya, bial hujan dapat terisi air kemudian menjadi tempat naymuk bertelur dan
berkembangbiak. Baik tikus,lalat dan nyamuk adalah binatang yang dapat
menimbulkan penyakit seperti penyakit pest, kaki gajah, malaria dan demam
bardarah. (Arrum Dian Widyawati. 2013)

G. Solusi Untuk Mengatasi Kerusakan Lingkungan yang Terjadi Di Indonesia.


Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara
sebagai berikut:
1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan
sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui
dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya.
2. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber
daya alam maka diperlukan penegakan hukum secara adil dan konsisten.
3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat
dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.
5. Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungan hidup dengan penggunaan indicator harus diterapkan secara
efektif.

10
6. Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi
yang sudah ada sebelumnya.
7. Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan
lingkungan global. (Hisyam Hamid, 2013)
Contoh upaya yang dapat dilakukan antara lain :
1. Membuat sebanyak mungkin sumur resapan air.
2. Menyelamatkan hutan mangrove di pantai-pantai Indonesia.
3. Membenahi kebijakan pengolahan hutan yang berpihak kepada rakyat dengan
melibatkan masyarakat untuk menjaga hutan daerah masing-masing.
4. Merancang cara-cara melindungi sumber-sumber alam.
5. Mengurangi penggunaan air, pembakaran barang-barang yang tidak dapat
didaur ulang, emisi CFC dan pengganti emisi CFC denagn tidak
mengguanakan enregi efisien, dan juga mengurangi penggunaan listrik
dengnan mengguanakan lampu hemat energi.
Secara pribadi maupun dengan komunitas, kita dapat mempraktikan tiga hal
berikut, yaitu :
1. Mendaur ulang atau menggunakan kembali barang-barang yang dapat
dipakai
2. Menggunakan kompos organik.
3. Mendorong industri kerajinan untuk menjalankan tanggung jawab bagi
daur ulang bahan-bahan sisa dan alat-alat elektro seperti televisi dan
komputer. (Setyawan Martha, 2012)

11