Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Outsourcing kegiatan yang dimulai sebagian besar di sektor pabrikan untuk mendapatkan
persediaan dengan biaya lebih rendah juga berkembang secara luas di celluruh sektor jasa.
Kepentingannya yang semakin penting telah menjadikannya perhatian utama bagi industri,
pemerintah dan masyarakat luas. Konsekuensi dari outsourcing dalam lingkup bisnis saat ini tidak
dapat diabaikan. Pasar outsourcing global diperkirakan mencapai $ 386 miliar dan diperkirakan
tumbuh dengan tingkat 25 persen (Tagliabue, 2007).

Sementara banyak perusahaan telah menggunakan outsourcing secara efektif untuk


mencapai penghematan biaya penting, potensi tambahan untuk memanfaatkan outsourcing masih
ada. Secara khusus, outsourcing dapat dimanfaatkan secara efektif oleh perusahaan kecil dan
menengah untuk meningkatkan keunggulan kompetitif mereka melalui inovasi strategis. Cellain
itu outsourching juga dapat meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional. Secara khusus,
pendekatan ini memberi perusahaan kecil dan menengah pilihan untuk menjadi lebih kreatif dalam
strategi.

Matriks Outsourcing.

Matriks outsourcing Terapan Di sub-bagian ini, matriks outsourcing diterapkan ke BAM


untuk menunjukkan pilihan potensial dari outsourcing dan hasil yang bervariasi.

Cell 1. Cell ini merupakan kegiatan yang tidak inti dimana suplemen penyedia layanan
eksternal (yaitu menggantikan) aktivitas nilai yang dilakukan secara internal. (pencatatan,
pergudangan data,
Cell 2. Cell ini merupakan kegiatan non-inti dimana penyedia layanan eksternal
melengkapi aktivitas nilai di dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan
penyedia luar untuk melengkapi layanan mereka. Contoh aktivitas outsourcing semacam ini
meliputi pemasaran, pemeliharaan infrastruktur komputer dan layanan audit.

Cell 1 dan 2. Kedua cell ini mewakili ruang outsourcing tradisional dan telah dimanfaatkan
dengan baik oleh perusahaan cellama beberapa dekade.

Fokus utama dari pembahasan ini adalah Cell 3. Dimana perusahaan dapat
mengembangkan inti strategis mereka dengan melakukan outsourcing ke Inovasi strategis ke Cell
3. Cell ini merupakan aktivitas inti perusahaan yang dapat dilengkapi dengan outsourcing. Logika
konvensional mengenai outsourcing menentukan bahwa aktivitas nilai dalam cell ini harus
dilakukan di dalam perusahaan, karena aktivitas ini sangat penting.

Kunci yang maju di sini adalah gagasan bahwa aktivitas Outsourcing Cell 3
memungkinkan BAM 'memanfaatkan layanan mutakhir dengan biaya rendah, sehingga
menciptakan opsi untuk inovasi strategis. Oleh karena itu, Cell 3 memungkinkan BAM untuk
memanfaatkan kemampuan di luar organisasi untuk memanfaatkan kemampuannya sendiri untuk
menawarkan layanan dan produk yang lebih baru, meningkatkan kualitas, kecepatan dan daya
tanggap dan mencapai skala operasional yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Cell 3 merupakan peluang untuk inovasi strategis, membedakan aktivitas nilai inti yang
sesuai untuk outsourcing sangat penting.

Kesimpulan

Tujuan utama dari pengembangan outsourcing yaitu untuk mengidentifikasi bagaimana


outsourcing dapat digunakan untuk perusahaan kecil dan menengah.

Saran

a) Karena pada cell 3 risiko yang lebih tinggi daripada cell 1 dan 2, manajer harus berhati-hati
untuk menghindari risiko tersebut.
b) Pemantauan kualitas di cell 3 yang sulit, sehingga manajer harus memilih pemasok dengan
reputasi bagus.
c) Perusahaan seharusnya tidak sepenuhnya kehilangan kemampuan internal dari aktivitas inti.