Anda di halaman 1dari 2

JURNAL REFLEKTIF

M. MISBAHUL MUNIR

Etika (akhlaq) adalah bagian terpenting dalam kehidupan umat manusia sebagai sebuah

sistem yang dilakukan seseorang untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang batil. Etika

juga diartikan sebagai tingkah laku sifat ataupun karakter, dalam hal ini, penutur etika hendaknya

senantiasa memerhatikan aspek kesopanan dan keramahan. Masyarakat awam sring menyebut

etika dengan sebutan tata krama. Dalam hali ini, saya bermaksud untuk menuliskan pengalaman

yang saya alami selama saya berada di dusun Nitis mengenai etika dan akhlak.

Seperti yang kita ketahui, akhlak sangatlah memgang peranan penting dalam

bersosialisasi satu sama lain. Terlebih masyarakat yang berada didaerah perkampungan, mereka

cenderung memegang nilai-nilai tata krama sehingga mereka dapat bersosialisasi dengan baik

dalam kehidupan sehari-hari bersama komunitas mereka.

Akan tetapi, jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan selama saya berada di dusun

Nitis. Saya menganggap anak-anak kecil usia SD di dusun Nitis kurang mendapat pendidikan

lebih mengenai etika dan akhlak. Saya sempat terkejut mendengar anak-anak usia SD sering

berkata kotor dan sangat sullit dikondisikan ketika mereka diajar. Akan tetapi, lambat laun

murid-murid yang belajar diposko saytidaka dpaat sedikit demi sedikit memiliki perubahan

seperti tidak terlalu sering berkata kotor karena sebelumnya, teman saya menyampaikan

bahawasannya jika seseorang berkata kotor, maka sudah berang tenu=tu mereka akan kercunan.

Akirnya , kami menyadari bahawa masyarkat dusun Ntis hendaknya lebih mengontrol akhlak

anak-anak mereka dan tidak mmeberi contoh pengucapan kata0kata kotor tersebut pada saat

marah atau kecewa dengan suatu hal.


Dari hal tersbut, kami dapat belajar dari kebiasaaan warga dusun Nitis. Salah satunya

mengenai etika ataupun akhlak yang baik.