Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Salah satu topik pada mata pelajaran kimia yang abstrak adalah elektrokmia. Elektrokimia
merupakan pokok bahasan yang sulit bagi siswa ataupun guru (Finley, Stewart, & Yarroch,
1982; Johnstone, 1980). Menurut hasil penelitian Butts & Smith (1987: 45-51), siswa sekolah
menengah menganggap materi sel elektrokimia dan sel elektrolisis sangat suli untuk dimengerti
karena topik ini melibatkan baik tentang kelistrikan maupun reaksi oksidasi-reduksi, dimana
kedua materi tersebut dianggap sulit. Meskipun proses dalam elektrokimia dapat terlihat melalui
percobaan, namun penjelasannya mengenai mengapa proses dan reaksi itu terjadi tetaplah
bersifat abstrak. Hal ini menyebabkan sebagian siswa mengalami miskonsepsi.

I Chehyun dan Karagolge Z (2005:24) menemukan bahwa miskonsepsi yang terjadi pada
siswa antara lain mengenai pernyataan bahwa arus mengalir melalui larutan elektrolit dan
jembatan garam serta mekanisme tranfer elektronnya. Dalam jurnal penelitian Huann Shyang Lin
(2003:100) menemukan kebanyakan siswa meyakini bahwa jembatan garam merupakan properti
intrinsik yang harus ada dalam suatu sel elektrokimia.

Menurut Garrnet & Treagust (1992), Ogude & Bradley (1994) dan Sanger & Greenbowe
(1997) apabila guru kimia dapat menganalisis kesulitan siswa dalam memahami materi-materi
elektrokimia serta penyebab terjadinya miskonsepsi siswa untuk materi elektrokimia khususnya
pada pokok bahasan sel volta, maka efektivitas mengajar para guru dapat ditingkatkan. Pada
beberapa penelitian ditemukan bahwa miskonsepsi dalam materi elektrokimia paling banyak
adalah pada konsep mengenai aliran elektron. Miskonsepsi yang ditemukan antara lain tentang
pernyataan bahwa elektron mengalir melalui jembatan garam dan larutan elektrolit ; anion dan
kation dalam jembatan garam serta larutan elektrolit mentransfer elektron dari katoda keanoda ;
dan setengah sel merupakan properti intrinsik untuk memprediksi kespontanan suatu reaksi sel.

Selain miskonsepsi juga sering terjadi dikarenakan para siswa hanya menghafalkan konsep
tanpa memperhatikan hubungan antar konsep dengan konsep-konsep lainnya. Akibatnya konsep
yang baru tidak dapat digunakan oleh siswa dan tidak mempunyai arti, sebab arti konsep berasal
dari hubungan konsep-konsep tersebut. Pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam
mempelajari sel elektrokimia terkait dengan materinya yang bersifat abstrak. Oleh karena itu
penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu siswa untuk memahami konsep
tersebut.

Media pembelajaran dapat sangat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik
karena media pembelajaran dapat menyediakan visualisasi konsep-konsep abstrak melalui
animasi-animasi. Pada metode pembelajaran berbasis aplikasi komputer, hal ini tidaklah mustahil
sebab melalui media animasi komputer guru dapat memberikan informasi yang lebih jelas
kepada siswa apabila dibandingkan degan metoda ceramah.

Media pembelajaran yang berupa simulasi memungkinkan untuk memberikan


pengalaman-pengalaman bermakna bagi siswa. Gredler (2004) menyatakan bahwa simulasi
mampu membuat siswa ikut terlibat dalam dunia virtual di dalamnya, sehingga mereka dapat
mengaplikasikan pengetahuan, kemampuan, dan pemikiran yang mereka miliki. Selain itu,
simulasi interaktif dapat digunakan untuk mengembangkan penguasaan konsep siswa (Linn et
al., 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa dapat ditingkatkan
melalui penggunaan simulasi interaktif (Quellmalz et al., 2009).
Macromedia flash adalah sebuah program software yang berfungsi untuk membuat
animasi dua dimensi yang sangat handal dibandingkan dengan program lain. Kehandalannya
ialah ukuran file hasil animasi yang kecil. macromedia flash tidak hanya digunakan untuk
membuat animasi melainkan juga digunakan membuat menu interaktif, dan membuat presentasi
software. Flash sel volta merupakan simulasi kimia interaktif yang memiliki topik sel
volta.Oleh karena itu, kami memilih media macromedia Flash untuk materi sel volta.
1.2 TUJUAN
Tujuan rancangan media pembelajaran dengan menggunakan Macromedia Flash yang
dikemas dalam power point adalah:

a. Mempermudah dalam menyampaikan materi pembelajaran kimia sel volta.


b. Membantu guru yang mengajar dikelas XII yang belum punya kesempatan merancang
media pembelajaran, untuk memanfaatkan media ini.
c. Memanfaatkan sarana yang berada di dalam kelas yaitu LCD proyektor sebagai media
untuk memproyeksikan Macromedia Flash yang dikemas dalam power point yang telah
dirancang.
1.3 MANFAAT
Penulis menyadari bahwa rancangan media pembelajaran ini masih jauh dari
kesempurnaan, namun bagi penulis cukup bermanfaat untuk digunakan sebagai media
dalam pembelajaran. Semoga rancangan ini bermanfaat bagi siapa saja terutama guru dalam
merancang media pembelajaran. Adapun manfaat rancangan media pembelajaran
menggunakan Macromedia Flash yang dikemas dalam power point adalah:

Manfaat bagi guru, yaitu:

a. Membiasakan guru untuk merancang media pembelajaran yang relevan dan sesuai
dengan kemampuan serta fasilitas yang ada.
b. Menjelaskan struktur dan urutan pengajaran dengan baik.
c. Memudahkan pengajar terhadap materi pembelajaran.
d. meningkatkan kualitas pembelajaran
Manfaat bagi siswa, yaitu:

a. Meningkatkan motivasi belajar.


b. Memberikan dan meningkatkan variasi belajar.
c. Memberikan inti informasi pelajaran
d. Menciptakan kondisi dan situasi belajar yang menyenangkan.
e. Pelajar dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MACROMEDIA FLASH


Macromedia flash adalah sebuah program software yang berfungsi untuk membuat
animasi dua dimensi yang sangat handal dibandingkan dengan program lain. Pada
macromedia flash memberikan kemudahan untuk membuat gerakan-gerakan objek yang
menyerupai video klip yang dapat dirangkai dengan suara.
1. Animasi frame by frame, adalah animasi yang dibuat hanya dengan menggunakan
berbagai frame dalam satu layer ataupun antar-layer.
2. Animasi motion tween, animasi ini digunakan untuk menggerakkan objek dari satu titik
ke titik lain.
3. Animasi shape tween, animasi perubahan bentuk.
Pada program Macromedia Flash dikenal istilah symbol. Symbol adalah objek yang
nantinya akan dijadikan sebuah animasi. Agar sebuah objek dapat dianimasikan, maka objek
tersebut harus dijadikan sebuah simbol dengan perintah convert to symbol. Ketiga tipe
simbol tersebut yaitu (1) Graphic, digunakan untuk gambar statis dan untuk membuat
potongan-potongan animasi yang terangkum pada timeline. Kontrol interaksi dan suara tidak
dapat bekerja di dalam animasi simbol graphic. (2) Button, digunakan untuk membuat
tombol interaksi di dalam yang mampu merespon aksi mouse. (3) Movie clip, digunakan
untuk membuat bagian animasi. movie clip mempunyai timeline dengan multiframe sendiri.
movie clip dapat berisi kontrol interaktif, suara, maupun movie clip lainnya

2.2 KELEBIHAN MACROMEDIA FLASH


Kelebihan Program Aplikasi Adobe Macromedia Flash yaitu:
1. Ukuran file yang kecil dengan kualitas yang baik.
2. Kebutuhan hardware yang tidak tinggi.
3. Dapat membuat website, cd-interaktif, animasi web, animasi kartun, kartu elektronik,
iklan TV, banner di web, presentasi interaksi, permainan, aplikasi web dan handphone..
4. Dapat ditampilkan di berbagai media seperti Web, CD-ROM, VCD, DVD, Televisi,
Handphone dan PDA.
5. Adanya Actionscript. Dengan actionscript anda dapat membuat animasi dengan
menggunakan kode sehingga memperkecil ukuran file. Karena adanya actionscript ini
juga Flash dapat untuk membuat game karena script dapat menyimpan variable dan nilai,
melakukan perhitungan, dsb. yang berguna dalam game.
2.3 KEKURANGAN MACROMEDIA FLASH
Terlepas adanya kelebihan-kelebihan tersebut ternyata Macromedia Flash tidaklah
dengan mudah bisa digunakan terutama bagi pada pemula. Didalam macromedia flash kita
harus menghafalkan beberapa perintah untuk bisa membuat presentasi yang menarik.
Kekurangan dari program aplikasi Flash, salah satunya adalah komputer yang ingin
memainkan animasi flash harus memiliki flash player. Anda harus menginstallnya, biasanya
secara online. Satu lagi, program adobe flash bukan freeware

FORMAT KLASIFIKASI MASALAH

Area Masalah
Masalah
Sumber Penguatan Praktik /
No Pembelajaran yang Pengembangan
Masalah Materi Pelaksanaan
Teridentifikasi Kurilum
Subjek Pembelajaran
1 Pengalaman Siswa kurang
Pembelajaran memahami cara
kimia di SMA menggambarkan
yang biasa susunan sel volta
dijumpai atau sel galvani dan
menjelaskan fungsi
setiap bagiannya.

V
Siswa kurang
memahami konsep
mengenai jalannya
aliran elektron

Siswa kurang
memahami konsep
bagaimana energi
listrik dihasilkan
dari reaksi redoks
dalam sel volta
2 Kondisi atau Siswa kurang
respon siswa termotivasi untuk
ketika belajar V
mempelajari
materi kimia
3 LKS dan Banyak siswa yang
Laporan tidak menjawab
Praktikum pertanyaan, dan
siswa dari Sebagian siswa V
RPP menjawab
pertanyaan dengan
salah