Anda di halaman 1dari 17

TUGAS GEOSTATISTIK

RESUME DISTRIBUSI SPASIAL

HASTIA ULFA

16137099

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERTAMBANGAN

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2017
PENDAHULUAN

Statistik Spasial adalah segala teknik analisis untuk mengukur distribusi


suatu kejadian berdasarkan keruangan (Scott & Warmerdam, 2006). Keruangan
yang dimaksud disini adalah variabel yang ada di permukaan bumi seperti kondisi
topografi, vegetasi, perairan, dll. Berbeda dengan statistik non-spasial yang tidak
memasukkan unsur keruangan dalam analisisnya.

Dalam pengukuran distribusi suatu kejadian berdasarkan keruangan


dibedakan berdasarkan dua kategori yaitu (Scott & Warmerdam, 2006):

Identifikasi karakteristik dari suatu distribusi

Kuantifikasi pola geografi dari suatu distribusi.

Pola distribusi spasial secara umum terbagi menjadi tiga (Briggs, 2007):

Mengelompok (Clustered) yaitu beberapa titik terkonsentrasi berdekatan satu


sama lain dan ada area besar yang berisi sedikit titik yang sepertinya ada jarak
yang tidak bermakna.

Menyebar (Dispersed) yaitu setiap titik berjauhan satu sama lain atau secara
jarak tidak dekat secara bermakna

Acak (Random) yaitu titik-titik muncul pada lokasi yang acak dan posisi satu
titik dengan titik lainnya tidak saling terkait.
Studi Kasus 1 : Lapisan Cadangan Batubara Di Kalimatan Selatan

Dari kasus 1 dapat dilihat bahwa lapisan lithologi dari endapan batubara
terbentuk dari era mesozic yang diperkirakan berlangsung antara 230 juta tahun
yang lalu hingga 63 juta tahun lalu dan era cenozoic yang diperkirakan
berlangsung antara 65 juta tahun yang lalu. Formasinya lapisan terdiri dari
alluvium, lapisan tanjung terdiri dari lapisan batu lumpur atau batu penutup
lapisan batubara dan batubara, selanjutnya pada formasi paling bawah hry terdiri
dari batu andesit basalt.

Pada histogram diatas di dapatkan nilai ketebalan masing-masing lapisan :

a. Ketebalan Mu1 = 13,5m

b. Ketebalan M1 = 46,2 m

c. Ketebalan M2 = 43,2 m

d. Ketebalan N1 = 52,2 m
Sedangkan pada histogram diatas didapatkan masing-masing kandungan
sulfur :

a. Kandungan sulfur Mu1= 5,45%

b. Kandungan sulfur M1 = 38,8%

c. Kandungan sulfur M2 = 18,6%

d. Kandungan sulfur N1 = 50,4%

Dari semua data yang didapat dapat disimpulkan lapisan batubara Mu1
merupakan lapisan lapisan batubara dengan kualitas paling baik diantara 3 lapisan
lainnya, karena mengandung sulfur paling sedikit yaitu 5,45% dan lapisan N1
merupakan lapisan batubara paling buruk karena mengandung paling banyak
sulfur yaitu 50,4%. kemudian dari segi ketebalan batubara M1 merupakan lapisan
batubara paling tebal sedangkan Mu1 adalah lapisan batubara paling tipis.

Dapat disimpulkan lapisan batubara Mu1 dan M2 merupakan batubara


yang paling menguntungkan untuk ditambang karena memiliki jumlah sulfer yang
relatif sedikit.
Diagram pencar atau scatter plot digunakan untuk mengetahui hubungan
antara 2 variabel atau populasi yang berbeda yang terletak pada lokasi yang sama.

Diagram pencar antara ketebalan dan kandungan sulfur di dapatkan

a. Hubungan korelasi antara ketebalan dan kandungan sulfur


Studi Kasus 2 : Lapisan Cadangan Batubara Di Kalimatan Timur

Dari data diatas dapat diketahui gambaran umum kandungan dari seam R
yang terdiri dari 3 sub-unit yaitu:

a. Lapisan RT dengan ketebalan 0,65m dan kandungan sulfur lebih dari 1%

b. Lapisan R dengan ketebalan 2,60m dan kandungan sulfur kurang dari 1%

c. Lapisan RB dengan ketebalan 0,46m dan kandungan sulfur lebih dari 1%


Dapat disimpulkan bahwa lapisan barubara R merupakan lapisan batubara
dengan kualitas terbaik dengan ketebalan 2,60 dan kandungan sulfur kurang dari
1%.
Untuk kandungan abu pada lapisan batubara :

a. Lapisan sub-unit R memiliki kadar abu 015% dan jumlah kalori 5000
kcal/kg6000 Kcal/kg

b. Lapisan sub-unit RT memiliki kadar abu 025% dan jumlah kalori 5000
kcal/kg6000 Kcal/kg

c. Lapisan sub-unit sRB memiliki kadar abu 015% dan jumlah kalori
4500 kcal/kg5500 Kcal/kg

Dapat disimpulkan lapisan batubara sub-unit R merupakan lapisan batubara


yang pali bagus hal ini dikarenakan memiliki rata-rata kalori yang tinggi dan
kandungan abu yang lebih sedikit dibandingankan sub-unit RT dan RB lainnya.

Untuk data sodium dari lapisan batubara sub-unit R memiliki kandungan sodium
paling banyak dan RB memiliki kandungan sodium paling sedikit
Kasus 3 : Cadangan Nikel Laterit di Sulawesi bagian Selatan dan Timur

Dari data diatas diketehui lithologi dari nikel terdiri dari:

a. Lapisan topsoil kandungan nikel kurang dari 1%

b. Lapisan limonit kandungan nikel antara 12%

c. Lapisan ore body kandungan nikel kurang dari 1%

d. Lapisan tsaprolite kandungan nikel antara 12%

e. Lapisan tbedrock kandungan nikel kurang dari 1%


Kasus 4 : Cadangan Timah di Papua Tengah

Distribusi lubang bor yang terkait dengan grade Pb(timbal) di daerah Grasberg
Probabilitas plot dari: (a) nilai Pb dan (b) Zn untuk setiap jenis batuan. Bagian
dicatat oleh lingkaran bertitik menunjukkan beberapa nilai terendah dan tertinggi
dianggap sebagai data outlier, sedangkan garis putus-putus horizontal pada grafik
tersebu cut-off untuk nilai yang lebih rendah dan lebih tinggi pada kelompok
yang mengganggu
Perspektif pandangan Pb dan Zn
nilai pada kelompok yang mengganggu untuk: (a) Pb
dan (b) Zn dengan warna biru dan abu-abu
tunjukkan kelas tinggi dan kelas rendah
masing-masing