Anda di halaman 1dari 4

DISKUSI FISTUM CHAPTER 2 : TRANSPIRASI

Kelompok 1/Offering G:
Agung Tri Laksono
Devi Ayu Mandasari
Kharin Furaida Dwi Hafsari
Riris Novia Azemi

1. Jelaskan mengapa laju transportasi cenderung lebih tinggi dalam kondisi kelembapan
rendah, cahaya matahari cerah dan angin yang cukup besar?
Jawab : Karena pada saat kelembapan udara rendah, tekanan uap di dalam daun jauh
lebih tinggi dari tekanan uap diluar daun atau ruang di dalam daun jauh lebih kenyang
uap air daripada uap di luar daun. Jadi molekul air berdifusi dari konsentrasi tinggi
(dalam daun) ke konsentrasi rendah (luar daun), sehingga keadaan udara yang kering
dapat memperlancar transpirasi. Sedangkan sinar matahari menyebabkan
membukanya stoma yang dapat menyebabkan transpirasi menjadi lebih optimal karena
sinar mengandung panas, maka banyak sinar berarti menambah panas, sehingga
temperatur meningkat. Kenaikan temperatur itu menyebabkan stoma melebar,
sehingga memperbesar transpirasi. Sedangkan angin yang cukup besar mampu
memindahkan uap air yang tertimbun di dalam stoma. Dengan demikian maka uap air
yang masih ada di dalam daun mendapat kesempatan berdifusi keluar.

2. Jelaskan bagaimana air dari dalam tanah dapat naik sampai pada bagian pucuk
tanaman yang tingginya mencapai 100 m, padahal secara mekanik pompa itu hanya
mampu mengangkat air sampai ketinggian sekitar 10,3 m?
Jawab : Secara mekanik pompa isap memang hanya bisa menaikkan air sampai
ketinggian barometrik saja (10,3 m pada 1 atm = tekanan normal udara di permukaan
laut). Untuk menaikkan air dari permukaan tanah kepucuk pohon (Harrycole)
diperlukan tekanan didasarnya sebesar 10,9 atm atau 1,11 MPa ditambah dengan
tekanan tambahan untuk melawan tahanan dalam jalur air dan untuk memelihara aliran.
Jelas bahwa air tidak dapat didorong kepuncak pohon tinggi oleh bantuan
tekanan atmosfer semata (kira-kira hanya 0,1 MPa) sehingga pada suatu pohon
terdapat tekanan akar. Tekanan tersebut pernah tercatat mampu mencapai 0,5-0,6 MPa
(bila kelembapan udara ini atau transpirasi sedang sangat rendah) jika kondisi
atmosfer cukup kering maka tekanan air tidak akan muncul, sebab air dalam batang
berada dibawah tegangan bukan tekanan. Namun tekanan akar masih belum cukup
untuk menaikkan air ke pucuk pohon. Sehingga pada suatu pohon tedapat sifat
kapilaritas pada pembuluh angkutnya. Namun kapilaritas tidak akan mampu
menaikkan air dalam tumbuhan karena sel xilem berisi air dan tidak memiliki
meniskus terbuka sedangkan air akan naik ditabung kapiler sempit sebab adanya
meniskus terbuka dipuncak permukaan air. Sehingga muncul dugaan air bergerak
keatas pohon karena suatu fungsi hidup atau pemompaan sel batang namun gagasan
tersebut ditolak. Jadi sebenarnya mekanisme air menuju mengalir keatas belum
ditemukan kebenarannya.
Namun secara logika hal tersebut benar-benar terjadi pada sel hidup sehingga
tidak dapat digunakan ukuran fisika saja karena aliran air tersebut terjadi pada
tumbuhan hidup. Aliran air mampu mencapai kepuncak pohon dikarenakan adanya
sifat adhesi kohesi sel xylem yang mampu menahan air agar tidak jatuh kebawah.
Selain itu, sifat air yang polar menyebabkan adanya gerakan tarik-menarik antar sel
yang menyebabkan air tetap dapat mengalir ke atas pohon. Air akan mengisi
kekosongan air di daun yang mengalami proses penguapan (transpirasi) sedangkan
pada daun terjadi adhesi sehingga air tidak katuh ke bawah dan terus beredar ke
seluruh tubuh tumbuhan.

3. Coba anda runut bagimana proses perjalanan air dari tanah, akar, batang, daun sampai
ke atmosfer?
Jawab : Mula-mula air yang ada di dalam tanah di serap oleh bulu-bulu akar melalui
membran semi permeable secara osmosis. Air yang telah masuk ke dalam akar akan
diangkut oleh pembuluh xilem yang berbentuk seperti pipa-pipa kecil dan memiliki
daya kapilaritas untuk menyerap air sehingga mampu meneruskan aliran air menuju
batang. Pada batang juga terdapat pembuluh xilem untuk mengalirkan kembali air
menuju daun. Keberadaan air yang ada di dalam daun akan diproses untuk
fotosintesis dan sisanya dibebaskan ke atmosfer melalui proses transpirasi
(penguapan).

4. Banyak petani menemukan masalah, jika dilakukan pemupukan tanaman pada musim
yang sangat kering akan menghasilkan produksi yang sangat rendah dan menyebabkan
kerusakan tanaman secara signifikan, mengapa?
Jawab : Seperti yang diketahui, air berfungsi sebagai media transportasi zat. Dalam
permasalahan tersebut, pemupukan tanaman pada musim yang sangat kering akan
menghasilkan produksi namun hasilnya rendah dikarenakan pupuk yang diberikan
tidak dapat diserap optimal oleh tanaman akibat minimnya ketersediaan media
pengangkut (air). Sehingga, ketersediaan pupuk tidak berpengaruh terhadap hasil
produksi, namun ketersediaan air yang berpengaruh terhadap hasil produksi.
Selain itu, apabila pupuk banyak menumpuk di tanah akan mengakibatkan
konsentrasi di tanah menjadi lebih pekat dibandingkan di dalam sel sehingga air dapat
keluar dari sel menuju pupuk sehingga banyak sel yang mati dan hasil produksi
tanaman menjadi tidak optimal.

5. Jelaskan hubungan antara kapasitas lapang, presentase layu permanen, dan


ketersediaan air tanah !
Jawab : Kapasitas lapang merupakan suatu kondisi tanah yang mampu
mengoptimalkan jumlah ketersediaan air. Apabila ketersediaan air dalam tanah itu
sedikit maka akan menyebabkan kapasitas lapang menjadi kecil sehingga tanah tidak
mampu menahan air yang tersedia dan mengering. Hal tersebut berpengaruh kepada
tumbuhan disekitarnya.
Persentase layu permanen disebabkan karena sel-sel akar yang tidak mampu
menyerap kembali air meskipun telah disiram terus-menerus dan menyebabkan
kerusakan total sel. Sedangkan presentase layu sementara disebabkan sel-sel
tumbuhan yang kerusakannya masih belum menyeluruh.
Ketersediaan air berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Apabila tanaman kekurangan air akan menyebabkan terjadinya plasmolisis yang
merusak sel-sel pada tanaman tersebut. Selain itu kelebihan air juga dapat
menyebabkan sel-sel pecah, mengalami pembusukan, dan rusak. Apabila terjadi dalam
jangka waktu yang panjang rusaknya sel-sel tersebut akan berdampak pada
ketidakmampuan tumbuhan dalam menyerap air lagi sehingga menjadi layu dan tidak
dapat melakukan proses pertumbuhan.
6. Apakah manfaat terjadinya proses transpirasi pada tumbuhan?
Jawab: Pada umumnya, tumbuhan dapat hidup tanpa trasnpirasi, namun bila
dilakukan akan bermanfaat pula bagi tumbuhan itu sendiri. Manfaat yang diperoleh
yaitu sambil mengangkut mineral-mineral, mempertahankan turgiditas optimum, dan
tentu saja menghilangkan sejumlah besar bahang/energi dari daun menuju lingkungan.

7. Kelompokkan tanah berdasarkan ukuran partikel dan sifat fisiknya serta kemampuan
menahan air tanah !
Jawab: Berdasarkan ukuran partikel dan sifat fisiknya serta kemampuannya dalam
menahan air tanah:
1) Pasir (sand) : Tidak dapat membetuk bola gulungan, rasa kasar, tidak
melekat, referansi air rendah, drainase cepat jika pasir basah dominan, tergenang
jika debu dominan.
2) Lempung (clay) : Dapat membentuk bola yang baik, rasa berat, melekat sekali,
dan mampu menahan air dengan baik.
3) Debu (silt) : Mampu membentu bola yang teguh, dapat sedikit
digulung dengan permukaan yang mengkilat. Rasa licin sekali, agak melekat.