Anda di halaman 1dari 18

Kawasan Permukiman Nelayan

Apriadi Budi Raharja

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
U N I V E R S ITAS PAS U N DAN BAN D U N G
Kampus IV Jl. DR. Setiabudhi
MAGNITUDE KOTA Berdasarkan teori Growth Pole ini tidak semua kota generatif dapat dikategorikan sebagai
pusat pertumbuhan, karena pusat pertumbuhan harus memiliki 4 ciri.
- Adanya hubungan interen antara berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
- Adanya Multiplier effect
- Adanya konsentrasi geografis
- Bersifat mendorong pertumbuhan wilayah belakangnya.
Mebidangro

Banjar Bakula

Jabodetabek
Perkotaan Palembang Kedung Sepur

Maminasata
Cekungan Bandung

Kartamantul Sarbagita
Gerbang Kertosusila

KSN Perkotaan (Kawasan Megapolitan)

KSN Perkotaan (Kawasan Metropolitan)


Evers dan Korff (2000) menyebut adanya tiga tipe dari kota-kota di Asia Tenggara.
1. Pertama adalah kota di pedalaman yang merupakan pusat pengaruh dari wilayah
pinggiran yang tunduk karena kekuatan Ilahi dari penguasa yang berkediaman.
2. Kedua, kota di pesisir yang berorientasi kepada perdagangan yang lebih terbuka
dari berbagai tempat.
3. Ketiga, adalah kota-kota kecil yang menjadi simpul perdagangan antara kota
dagang dan kota-kota suci

Kekuatan kota-kota di Perdagangan antarbangsa yang kemudian menciptakan


pedalaman (kota suci) struktur penduduk baru yang didasarkan atas pola hubungan
yang semakin terputus dagang (penjelajahan samudera oleh orang Eropa)
interaksi ekonomi Penyebaran agama Islam yang intensif menciptakan pusat-
maupun dukungan atas pusat baru kekuasaan
pajak dan pengaruh Abad ke-17 dan 18 adalah bentuk pengaturan awal yang
politik muncul dari tata kota

Perkembangan kota pesisir di Tanah Air selalu berawal dari pelabuhan dan kawasan
pesisir yang menjadi pusat kegiatan perdagangan dan pemerintahan kota. Kota
pesisir telah menjadi bagian dari rute dan pintu gerbang perdagangan internasional,
pertukaran budaya bangsa, dan lambang kemakmuran bangsa serta kesejahteraan
rakyat, sehingga memainkan peran ekonomi dan sosio-budaya yang penting dalam
perkembangan budaya Nusantara.
Definition

Jadi,
Rumah adalah Sebuah hunian, bangunan atau struktur yang berfungsi sebagai habitat manusia dan
atau mahluk lainnya
Perumahan adalah gabungan dari beberapa rumah-rumah.
Permukiman adalah gabungan dari beberapa perumahan-perumahan yang mengakomodasi
kegiatan pemukim dalam berkehidupan sehari-hari melalui fasilitas umum & sosial.
PERMUKIMAN (HUMAN SETTLEMENT) : adalah tempat (ruang) untuk hidup dan berkehidupan bagi
kelompok manusia. (Doxiadis, 1971).
Definition
(Norberg-Schulz, 1971) Pada dasarnya berbagai pola
penciptaan tempat menghasilkan karakter permukiman
menjadi beberapa tipe dasar dari organisasi ruang :
Tipe dasar Cluster
Tipe dasar Row
Tipe dasar Enclosure
(Rapoport,1977) Karakter permukiman dapat dilihat dari
organisasi ruang permukiman

Central Place orientation Along the streets The inside Out City
Definition
(Taylor, 1980)
Sub kelompok komunitas : Pola
permukiman tipe ini berbentuk cluster,
terdiri atas beberapa unit atau
kelompok unit hunian, memusat pada
ruang-ruang penting, seperti
penjemuran, ruang terbuka umum,
masjid dan sebagainya.
Face to Face : Pola permukiman tipe
ini berbentuk linier, antara unit-unit
hunian sepanjang permukiman dan
secara linier terdapat perletakan pusat
aktivitas yaitu tambatan perahu atau
dermaga, ruang penjemuran, pasar
dan sebagainya.
Definition
(Taylor, 1980)
Linier: Pola sederhana unit-unit permukiman
secara menerus pada tepian sungai. Pada pola ini
kepadatan belum tinggi dan kecenderungan
ekspansi permukiman penggunaan lahan belum
beragam.
Cluster: Pola ini lebih berkembang dengan adanya
kebutuhan lahan dan penyebaran unit-unit
permukiman yang mulai muncul. Kecenderungan
pola ini mengarah pada pengelompokan unit
permukiman terhadap suatu yang dianggap memiliki
nilai penting atau pengikat kelompok seperti ruang
(terbuka).
Kombinasi: Kombinasi antara kedua pola di atas
menunjukkan bahwa selain ada pertumbuhan, juga
menggambarkan adanya ekspansi ruang untuk
kepentingan lain (pengembangan usaha dan
sebagainya).
Definition
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, nelayan dibagi
menjadi tiga kategori (Brata ,2005), yaitu:
Nelayan Tani
Nelayan Pekerja
Nelayan Juragan

(Refshauge, 2003) Beberapa permukiman pantai dapat


diklasifikasikan sebagai berikut
Kota Pantai/Coastal Cities > 20.000 orang
Kampung Kota Pantai/Coastal Towns 3.000-20.000
orang
Desa Pantai/Coastal Villages < 3.000 orang
Daerah Berpusat di Pantai/Inland Coastal Centres
Permukiman Pantai Baru/New Coastal Settlements
Definition
(Khadija,1998; Lenski, 1978; Snyder, 1985; Perroux, 1995)
Permukiman Nelayan memiliki definisi:
Masyarakat nelayan
Lingkungan tempat tinggal dengan sapras dasar
Sumberdaya alam perairan
Dipengaruhi rona lingkungan
Ada proses perkembangan (pole of attraction Growth
Pole)
Lokasi Permukiman Nelayan
EMPIRIS :
1. Merupakan Permukiman yang terdiri atas satuan-satuan perumahan yang
memiliki berbagai sarana dan prasarana yang mendukung kehidupan dan
penghidupan penghuninya.
2. Berdekatan atau berbatasan langsung dengan perairan, dan memiliki akses
yang tinggi terhadap kawasan perairan.
3. 60% dari jumlah penduduk merupakan nelayan, dan pekerjaan lainnya yang
terkait dengan pengolahan dan penjualan ikan.
4. Memiliki berbagai sarana yang mendukung kehidupan dan penghidupan
penduduknya sebagai nelayan, khususnya dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan
eksplorasi ikan dan pengolahan ikan.
NORMATIF : Persyaratan dan kriteria lokasi penyelenggaraan kawasan
nelayan selain yang disebut dalam Pasal 7 Peraturan Menteri
Negara Perumahan Rakyat Nomor 14/Permen/M/2006 tentang
Penyelenggaraan Perumahan Kawasan Khusus
Lokasi pesisir, sungai, danau, waduk, rawa, kepulauan atau
genangan air lainnya
Adanya dermaga atau rencana pembangunan pelabuhan
perikanan
Perkampungan nelayan di danau mario
kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulsel
Sumber : Anonymous
Permukiman Nelayan yang berada di pesisir laut. Penduduk di daerah ini sebagian besar
bermata pencaharian di sektor perikanan. memanjang sejajar garis pantai

Karakter Umum :
Umumnya bentuk perumahan di kawasan pesisir pedesaan dan perkotaan
terdapat perbedaan. Di kawasan pesisir pedesaan, perumahan umumnya bersifat
sporadic, dibentuk oleh masyarakat (housing by people) dan sifatnya freedom to
build.
Rumah di area sekitar pantai (dalam kawasan sempadan pantai) adalah
berbentuk panggung dengan material dari kayu dan bamboo.
KAMPUNG NELAYAN BONTANG KUALA
BONTANG KUALA merupakan Kampung Nelayan terbesar di Bontang.
Dikawasan ini menjadi unik karena dapat di tata dengan baik yang tidak hanya layan untuk penghuni tetapi juga
layak untuk pengunjung. Kawasan ini tidak ada bedanya dengan kampung terastrial/darat yang memiliki sarana
pelayanan umum, jalan lingkungan, akses kendaraan roda 2 dan 4. Selain itu, bagi pengunjung disediakan area
kuliner yang mengolah hasil laut Bontang, serta produk hasil olahan masyarakat diantaranya terasi, dodol rumpu
laut, ikan kering, serta pernak-pernik dari kerang.
Karakteristik Kehidupan Masyarakat Nelayan
1. Kehidupan Masyarakat Nelayan Ditinjau Dari Aspek Sosial
Sikap kekerabatan atau kekeluargaan yang sangat erat.
Sikap gotong royong/paguyuban yang tinggi.

2. Kehidupan Masyarakat Nelayan Ditinjau Dari Aspek Budaya


Kecenderungan hidup lebih dari satu keluarga dalam satu rumah atau mereka
cenderung untuk menampung keluarga serta kerabat mereka dalam waktu yang
cukup lama.
Masyarakat nelayan pada umumnya mempunyai tingkat pendidikan yang rendah.
Seringnya mengadakan pesta syukuran atau selamatan.

3. Kehidupan Masyarakat Nelayan Ditinjau Dari Aspek Ekonomi


Penghasilan bersih yang diperoleh selama melaut jika seorang sawi atau kepala
kelompok, maka besar pendapatannya sesuai dengan kesepakatan.
Penghasilan sampingan yaitu penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tambahan,
baik pekerjaan itu didapat ketika jadi buruh, bertani dan berdagang maupun
pekerjaan atau kerajinan dalam mengelola hasil laut lainnya.
Kawasan Permukiman Pesisir Berbasis Mitigasi
(Budiharto, 2010)
Menurut Doxiadis (1971), Permukiman (Human Settlement) akan berjalan dengan baik jika terkait
dengan beberapa unsure, yaitu : Nature (alam), Man (manusia), Society (kehidupan sosial), Shell
(ruang), dan Networks (hubungan).